Pharm Herbal

Pharm Herbal

Share

Selamat datang di halaman kami. Kami akan melayani seputar kesehatan dan menyediakan produk kesehatan.

13/05/2022

Pola Makan Vegetarian yang Sehat
Pola makan vegetarian membawa ragam manfaat jika Anda memperhatikan keseimbangan kandungan nutrisi dari setiap makanan yang dikonsumsi. Manfaat dari pola makan vegetarian yang sehat antara lain mengontrol berat badan, menjaga kadar kolesterol, dan menurunkan risiko penyakit jantung hingga diabetes tipe 2.

Vegetarian secara umum dipahami sebagai pola makan yang tidak mengonsumsi daging. Namun, tidak semuanya demikian. Ada p**a kelompok vegetarian yang masih mengonsumsi daging atau produk olahan hewani.
Mengenal Jenis-jenis Pola Makan Vegetarian
Sebagian besar orang memiliki pemahaman bahwa seseorang menjadi seorang vegetarian, maka produk yang dikonsumsi hanya produk nabati saja. Ini tidaklah benar karena pola makan vegetarian bisa berbeda bergantung pada jenis vegetarian yang “dianut”. Pola makan vegetarian juga diklaim lebih sehat untuk orang yang menjalani diet golongan darah.

Beberapa jenis vegetarian beserta pola makan yang dijalani antara lain:

1. Semivegetarian atau flexitarian
Pola makan vegetarian ini mengonsumsi makanan dari tumbuhan, namun sesekali masih mengonsumsi daging, produk susu, telur, unggas dan ikan dalam jumlah yang sedikit.

2. Lacto vegetarian
Pola makan vegetarian ini tidak memasukkan daging, ikan, unggas dan telur ke dalam menu makanan. Namun, produk-produk yang dihasilkan dari susu, seperti keju, yoghurt, dan mentega masih tetap dikonsumsi.

3. Ovo-vegetarian
Kebalikan dari lacto vegetarian, pola makan kelompok vegetarian ini tidak mengonsumsi daging, ikan, unggas dan produk susu, namun masih memperbolehkan konsumsi telur.

4. Lacto-ovo vegetarian
Pola makan lacto-ovo vegetarian ini tidak menyertakan semua jenis daging, tapi tetap mengonsumsi telur dan susu.

5. Vegan
Merupakan pola makan vegetarian yang paling ketat karena meniadakan konsumsi daging, ikan, unggas, telur, susu, serta produk olahan susu ke dalam pola makan.

Zat Gizi Penting yang Harus Diperhatikan Vegetarian
Pola makan vegetarian harus dilakukan dengan benar karena pengurangan atau peniadaan konsumsi produk hewani bisa meningkatkan risiko kekurangan nutrisi tertentu.

Untuk itu, bekali diri Anda dengan pemahaman dan perencanaan yang baik, agar pola makan vegetarian yang dijalani tidak menghalangi tubuh memperoleh asupan nutrisi seimbang.

Anda tetap dapat memperoleh nutrisi tertentu yang terdapat pada produk hewani dengan cara mengonsumsi makanan lain yang memiliki nilai gizi tidak jauh berbeda. Beberapa nutrisi yang perlu mendapatkan perhatian dari pola makan vegetarian adalah:

1. Protein
Protein diperlukan tubuh untuk untuk pembentukan tulang, otot, dan kulit. Protein juga dibutuhkan untuk memperbaiki jaringan tubuh serta melawan infeksi bakteri dan virus.

Protein umumnya ditemukan pada produk hewani, seperti ikan, daging, susu dan produk olahan susu. Pelaku vegetarian, dapat mengganti asupan protein harian dengan mengonsumsi makanan nabati yang mengandung protein, seperti produk kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

2. Kalsium
Tubuh membutuhkan kalsium untuk membangun tulang dan gigi sehat. Nutrisi ini biasanya diperoleh dari produk susu dan olahannya, seperti yoghurt dan keju.

Untuk mencukupi kebutuhan kalsium, pelaku vegetarian, terutama vegan, dapat memperolehnya dari sumber lain, mulai tahu, tempe, beras, oat yang telah melalui proses fortifikasi, biji wijen, kacang-kacangan, roti dengan tambahan kalsium, hingga buah-buahan kering seperti kismis.

3. Vitamin D
Untuk menyerap kalsium, tubuh membutuhkan vitamin D. Vitamin ini dapat diproduksi tubuh secara alami dengan bantuan sinar matahari, sehingga Anda disarankan untuk berjemur pada pagi hari.

Namun, berjemur saja tidak cukup. Anda yang menjalani pola makan vegetarian dapat memperoleh vitamin D dari jamur, sereal, dan minuman kedelai yang sudah dilengkapi vitamin D. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin D juga bisa menjadi pilihan lain, tapi sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter.

4. Iodin
Iodin adalah salah satu komponen hormon tiroid yang membantu mengatur metabolisme, pertumbuhan, dan fungsi organ tubuh. Para pelaku pola makan vegetarian terbilang berisiko untuk kekurangan iodin karena nutrisi ini lebih banyak ditemukan pada produk hewani.

Meski demikian, tak perlu khawatir. Beberapa jenis makanan nabati juga ada yang mengandung iodin cukup tinggi, di antaranya rumput laut, kacang kedelai, kentang manis, brokoli, bok choy, dan kembang kol. Selain itu, sekitar seperempat sendok garam dengan tambahan iodin juga dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

5. Vitamin B12
Vitamin B12 diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan pembentukan sel darah merah. Sumber vitamin B12 umumnya ditemukan pada produk hewani, sehingga yang bisa dikonsumsi pelaku vegetarian sangat terbatas.

Makanan sumber vitamin B12 yang bisa dikonsumsi vegetarian adalah nori, aneka jenis jamur, sereal, dan minuman susu kedelai yang sudah ditambahkan vitamin B12. Selain itu, konsumsi suplemen vitamin B12 juga mungkin dibutuhkan agar kebutuhannya bisa terpenuhi.

6. Zat besi
Zat besi sangat diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi sel darah merah. Zat besi didapatkan pada banyak makanan hewani. Oleh karena itu, pelaku vegetarian lebih berisiko untuk mengalami anemia defisiensi zat besi.

Namun, hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi biji-bijian, tepung, roti yang terbuat dari gandum utuh, sereal yang diperkaya dengan zat besi, kacang-kacangan, buah yang dikeringkan, serta sayuran berwarna hijau, seperti brokoli dan bayam. Bila perlu, konsumsi suplemen zat besi juga dapat dilakukan, tetapi sesuai arahan dokter.

7. Asam lemak omega-3
Asam lemak omega 3 dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan jantung. Nutrisi satu ini banyak diperoleh dari ikan dan telur.

Namun, pelaku vegetarian tak perlu khawatir kekurangan asupan ini, karena asam lemak omega-3 juga dapat diperoleh dari beberapa jenis minyak, seperti minyak kanola, minyak kedelai, dan kacang kedelai.

Jika asupan omega-3 dirasa belum mencukupi, Anda dapat mengonsumsi produk yang telah difortifikasi atau mengonsumsi suplemen tambahan.

8. Zinc (seng)
Manfaat zinc untuk kesehatan adalah membantu menjaga sistem kekebalan dan fungsi metabolisme tubuh. Produk hewani dan nabati banyak yang mengandung zinc, namun zinc yang terkandung dalam produk nabati lebih sulit diserap dibandingkan yang berasal dari produk hewani.

Pelaku flexitarian, lacto vegetarian, dan lacto-ovo vegetarian dapat memperoleh nutrisi ini dari produk olahan susu, seperti keju. Bagi yang tidak mengonsumsi produk olahan susu sama sekali bisa beralih ke produk kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Langkah Awal Menjadi Vegetarian yang Sehat
Jika Anda tertarik untuk menerapkan pola makan vegetarian, pelajari terlebih dahulu langkah-langkahnya agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Di antaranya adalah:

1. Lakukan secara bertahap
Anda disarankan untuk menerapkan pola makan vegetarian secara bertahap, misalnya dengan tidak makanan daging pada satu hari tertentu di setiap minggunya. Setelah terbiasa, coba ke tahap selanjutnya yaitu mengurangi asupan daging, makanan laut, dan produk hewani lainnya pada hari-hari lain di setiap minggunya.

2. Cari makanan pengganti
Bila Anda terbiasa makan daging, mulailah ganti daging dengan produk makanan nabati yang tidak kalah menggoda. Saat membuat hidangan sup misalnya, ganti ayam atau daging dengan sayuran dan kacang-kacangan. Untuk menambah asupan nutrisi, sajikan bersama dengan tempe atau tahu goreng.

3. Pelajari menu vegetarian
Jika Anda kehabisan akal atau bingung dengan menu makanan menarik tapi tetap enak untuk dikonsumsi seorang vegetarian, cobalah cari menu atau resep vegetarian melalui internet atau buku.

Pilih yang sesuai dengan selera Anda. Makin banyak jenis makanan yang Anda konsumsi, makin besar kemungkinan asupan nutrisi dapat terpenuhi.

4. Cek label kemasan
Cek label nutrisi pada produk kemasan untuk mengetahui apakah makanan yang Anda beli mengandung produk hewani atau tidak. Jika masih kesulitan, coba cek di internet mengenai bahan yang terkandung untuk mengetahui ada tidaknya produk hewani di dalamnya.

Pada awalnya, Anda mungkin akan merasa kerepotan. Namun, setelah terbiasa, ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan.

5. Minta “sajian khusus” saat makan di restoran
Tidak semua restoran menyediakan menu vegetarian. Untuk itu, saat makan di restoran, Anda harus cermat dalam memilih makanan yang dipesan atau minta perlakuan khusus terhadap makanan tersebut.

Misalnya saat memesan mi, Anda bisa meminta pihak restoran untuk tidak menyertakan daging atau produk hewani lainnya pada makanan yang akan Anda konsumsi.

Itulah informasi seputar pola makan vegetarian yang perlu diketahui. Anda harus menerapkan pola makan vegetarian dengan benar dan pastikan bahwa pilihan makanan yang dikonsumsi tetap memenuhi kebutuhan gizi harian, apalagi jika anak-anak turut menjalani pola makan ini.

Pola makan vegetarian yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat atau sembrono dapat meningkatkan risiko gangguan suasana hati, kerontokan rambut, hingga penyakit stroke. Jadi, ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter gizi sebelum menjalani pola makan vegetarian jenis apa pun.

27/04/2022

4 Bahaya Makan Berlebihan saat Berbuka Puasa
“Kebiasaan makan berlebihan saat berbuka puasa tentunya sangat berbahaya bagi tubuhmu. Mulai dari kenaikan berat badan, mual dan muntah, gangguan pencernaan, serta tubuh terasa lemas.”
Waktu berbuka puasa adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk makan sepuasnya. Tak jarang waktu berbuka puasa dijadikan sebagai ajang “balas dendam”.

Banyak diantara kamu pasti sudah merencanakan makanan apa yang akan dimakan. Lalu kamu akan berakhir dengan kekenyangan setelah berbuka puasa. Makan berlebihan saat berbuka puasa bisa memberikan bahaya buat kesehatan. Simak selengkapnya di sini!

Makan Berlebihan saat Berbuka Memicu Gangguan Kesehatan
Puasa tak ubahnya dengan hari-hari biasa, hanya waktu makannya saja yang bergeser. Jadi, ada baiknya agar porsi makanan yang hendak dikonsumsi tidak jauh berbeda dengan porsi makan yang biasa dimakan.

Kebiasaan makan berlebihan saat berbuka puasa tentunya sangat berbahaya bagi tubuhmu. Apa saja bahaya makan berlebihan saat berbuka puasa?

1. Berat Badan Akan Naik
Saat puasa, kadang lebih banyak orang yang mengalami kenaikan berat badan ketimbang penurunan berat badan. Padahal, apabila kamu dapat mengatur pola makan dengan baik, maka dengan sendirinya berat badanmu akan mengalami penurunan. Ini karena lemak-lemak yang ada di tubuhmu terpakai untuk menghasilkan energi.

Namun, jika kamu lebih memilih “balas dendam” dan mengikuti nafsumu untuk mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, maka lambat laun berat badanmu meningkat.

Apabila kamu tidak ingin hal ini terjadi, ada baiknya kamu mengatur asupan makan saat berbuka puasa atau sahur. Buang jauh-jauh ajang balas dendam agar bisa memakan makanan enak saat berbuka puasa karena hal ini akan merugikan dirimu.

2. Lemas dan Mendatangkan Kantuk
Makan berlebihan ketika berbuka puasa dapat membuat tubuh terasa lemas dan mengantuk. Apabila hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin aktivitas ibadahmu seperti salat Tarawih akan terabaikan.

3. Mual dan Muntah
Dampak buruk lain yang disebabkan makan terlalu banyak saat berbuka puasa adalah kekenyangan sehingga kamu akan mual dan muntah. Mengonsumsi makanan secara berlebihan akan membuat lambung mengalami peregangan, sehingga rasa mual dan muntah dapat terjadi.

4. Gangguan Pencernaan
Selain dapat membuat lambungmu meregang, makan berlebihan ketika berbuka puasa akan membuat sistem pencernaan kaget. Rasa kaget tersebut terjadi karena sebelumnya perutmu kosong dan tidak bekerja karena tidak ada asupan apapun yang masuk.

Kalau kamu tidak ingin hal ini terjadi, maka ada baiknya agar kamu berbuka puasa dengan makanan yang ringan seperti kurma, air putih, atau jus buah segar. Setelah itu, baru masuk makanan berat sehabis salat Magrib atau amannya dua jam setelah waktu berbuka. Hindari juga meminum air putih berlebihan karena hal ini akan menyebabkan perutmu kembung.

Nah, sudah tahukan dampak negatif makan berlebihan saat berbuka puasa? Selain tidak baik bagi kesehatan dan bisa mengganggu aktivitas ibadahmu, mengonsumsi makanan secara berlebihan juga merupakan pemborosan.

Sebaiknya saat berbuka kamu memilih makanan yang lengkap kandungan gizinya dan usahakan bebas dari kandungan lemak, minyak, dan garam yang berlebih agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang lain.

20/04/2022

Usia yang Tepat untuk Si Kecil Bisa Berpuasa
“Si Kecil sebenarnya sudah bisa mulai diajarkan puasa di usia yang sedini mungkin. Namun, Si Kecil harus sudah mampu menjalankan puasa satu bulan penuh secara konsisten ketika ia menginjak usia tertentu”
Beberapa orang tua mungkin masih bertanya-tanya terkait usia yang tepat untuk anak mulai berpuasa. Puasa sebenarnya sudah bisa diajarkan sejak dini, tetapi di usia tertentu Si Kecil perlu diajarkan untuk mampu berpuasa seharian penuh. Mengajarkan anak untuk berpuasa bukanlah hal mudah. Sebab tak jarang, ia akan mengeluh dan merengek karena merasa lemas, haus, dan lapar karena belum terbiasa berpuasa.

Saat melihat teman-temannya berpuasa, Si Kecil mungkin ingin ikut berpuasa. Kondisi tersebut tak jarang membuat beberapa orangtua bingung dan khawatir karena mereka masih belum tega untuk melihat anak-anaknya lemas menahan haus dan lapar saat berpuasa. Lantas, kapan ya waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa? Simak penjelasan berikut ini.

Kapan Si Kecil Sudah Bisa Berpuasa?
Puasa tidak hanya baik untuk kesehatan fisik anak, melainkan juga kesehatan mental. Banyak studi yang telah membuktikan bahwa puasa bisa meningkatkan hormon pertumbuhan anak, meningkatkan daya tahan tubuh, dan melatih emosi, kedisiplinan, kesabaran, serta sikap berbagi. Melihat banyaknya manfaat berpuasa bagi Si Kecil, tidak ada salahnya untuk ibu mengajarkan puasa kepadanya sejak dini.

Jika Si Kecil saat ini berusia 4-6 tahun, ia sudah bisa diajarkan untuk berpuasa. Sebab, para psikolog menyebutkan bahwa di usia tersebut anak sudah boleh diajarkan berpuasa secara bertahap, mulai dari memperkenalkan konsep puasa, puasa setengah hari, hingga puasa sehari penuh. Psikolog juga menyebutkan bahwa di usia 8–9 tahun, anak-anak seharusnya sudah bisa untuk berpuasa sehari penuh.

Menurut Dr. Dewi Retno Suminar, Dra., M.Si., Psikolog, pakar psikologi anak Universitas Airlangga (UNAIR), waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berpuasa adalah sebelum anak menginjak usia tujuh tahun. Di masa inilah perkembangan kognitif praoperasional sedang pesat-pesatnya. Orang tua bisa mengajarkan puasa dengan memberikan contoh langsung atau memberi kesempatan kepada Si Kecil untuk meniru perilaku orang tuanya. Misalnya, ketika anak bangun sahur, biarkan anak melihat apa yang dilakukan orang tua dan jelaskan mengapa mereka harus makan sahur sebelum berpuasa.

Ketika anak telah menginjak usia tujuh tahun, ia sudah memasuki masa perkembangan kognisi operasional konkritnya. Artinya, di usia ini anak sudah bisa diajarkan untuk berpuasa seharian penuh. Cara terbaik untuk mengajarkannya puasa adalah dengan memberikan hadiah atau penghargaan ketika ia mampu berpuasa selama satu bulan penuh secara konsisten.

Tips Memotivasi Anak untuk Berpuasa
Ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan agar Si Kecil bersemangat saat berpuasa. Diantaranya dengan:

Membuat menu sahur dan berbuka kesukaannya
Sibukkan Si Kecil saat berpuasa. Misalnya, dengan membuat kegiatan atau permainan seru, sehingga ia lupa bahwa ia sedang berpuasa.
Ajak Si Kecil tidur siang. Selain baik untuk tumbuh kembangnya, tidur siang bisa membantu Si Kecil melupakan rasa lapar dan haus yang seringkali muncul di siang hari.
Beri pujian dan hadiah atas usahanya berpuasa. Misalnya, berupa pelukan, ciuman hangat, atau kado khusus untuk Si Kecil. Meskipun sederhana, cara ini bisa memotivasinya untuk berpuasa dengan penuh semangat.

16/04/2022

Begini Cara Detoks Tubuh saat Puasa
“Puasa memungkinkan tubuh untuk membuang produk limbah tubuh lebih efektif. Namun perlu kamu ketahui bahwa tubuh tidak dapat membuang racun ketika kamu mengonsumsi makanan rendah nutrisi selama puasa.”
Selain merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat muslim di bulan Ramadan, puasa juga telah terbukti membawa banyak manfaat bagi kesehatan secara keseluruhan. Bahkan kamu bisa melakukan detoks tubuh saat puasa, karena tubuh memiliki sistem untuk melakukan tugas tersebut.

Hati dan ginjal terus bekerja untuk membuang limbah beracun dari tubuh dan menjaga tubuh tetap sehat. Namun, untuk membantu kinerja organ ini, kamu Hal perlu mengonsumsi makanan padat nutrisi dan mempraktekkan kebiasaan sehat. Dengan begini, organ tubuh dapat dipastikan bisa bekerja dengan baik. Lantas, bagaimana agar proses detoks tubuh saat puasa dapat terjadi? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut!

Cara Detoks Tubuh saat Puasa
Selama bulan puasa, kamu dapat melakukan detoksifikasi tubuh. Hal tersebut dapat terjadi jika dilakukan dengan cara yang sehat. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan detoks selama puasa:

Persiapkan Persediaan Makanan yang Sehat
Saat berpuasa, pastikan agar tubuh tetap mendapatkan kebutuhan cairan yang cukup. Kamu harus minum air yang cukup saat berbuka hingga waktu sahur. Selain air putih, cairan yang sehat juga dapat dilengkapi dari konsumsi buah-buahan segar.

Kamu juga perlu untuk merencanakan pilihan makanan saat sahur dan berbuka. Pilihlah hanya makanan yang sehat dan bernutrisi. Kamu bisa menyetoknya dari awal agar tidak tergoda membeli makanan yang di luar rencana. Pastikan untuk menyetok banyak makanan yang mudah dicerna, seperti buah-buahan, sayuran, hingga protein.

Olahraga Teratur
Gunakan kesempatan bulan puasa untuk melakukan olahraga dan aktivitas relaksasi lainnya. Kegiatan ini dapat membantu menghilangkan stres dan merevitalisasi tubuh. Meditasi dan yoga adalah cara yang baik untuk membantu menjernihkan pikiran.

Untuk melakukan yoga, pastikan untuk memiliki ruangan yang tenang di mana kamu dapat bergerak tanpa halangan atau gangguan. Cermati gerakan yang kamu lakukan sendiri. Jika tidak nyaman berolahraga sendiri, kamu bisa ikut kelas yoga. Jika kamu seorang pemula, mulailah dengan gerakan yang ringan, dan perlahan tingkatkan frekuensi dan intensitas latihan.

Apabila kamu memang perlu berolahraga dan bergerak untuk membakar lemak, namun pastikan tetap berolahraga dengan intensitas rendah. Misalnya seperti berjalan, bersepeda, atau berenang. Namun sebaiknya hindari olahraga seperti latihan beban atau lari jarak jauh selama berpuasa.

Cukup Tidur
Pastikan juga kamu memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Waktu tidur yang direkomendasikan sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam. Tetaplah pada jadwal tidur yang normal. Sementara itu waktu sahur yang biasanya digunakan untuk tidur dapat digantikan pada saat tidur siang.

Selama bulan puasa, tidur sedikit lebih awal dari biasanya sangat direkomendasikan, mengingat kamu harus bangun saat sahur. Hal Ini juga akan membantu tubuh menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi selama berpuasa.

Berbuka Puasa dengan Makanan Padat Nutrisi
Hindari berpuasa lebih lama dari waktu yang seharusnya, karena puasa harus bersifat sementara. Konsumsilah makanan pada nutrisi saat waktunya berbuka puasa. Jika kamu tidak mengonsumsi makanan yang cukup nutrisi, pada akhirnya tubuh akan mulai memecah jaringan otot untuk energi. Sehingga hal ini akan menyebabkan tubuh kehilangan otot, bukan lemak.

Itulah yang perlu diketahui tentang cara detoks tubuh saat puasa. Perlu diketahui, tubuh tidak dapat membuang racun ketika kamu mengonsumsi makanan rendah nutrisi. Puasa memungkinkan tubuh untuk membuang produk limbah tubuh lebih efektif.

Ketika kamu berpuasa lebih dari satu atau dua hari, tubuh memasuki ketosis. Ketosis terjadi ketika tubuh kehabisan karbohidrat untuk dibakar menjadi energi, sehingga membakar lemak. Dan lemak adalah tempat tubuh menyimpan banyak racun yang diserapnya dari lingkungan.

14/04/2022

Alasan Puasa Bisa Menurunkan Kadar Kolesterol
“Sebagai ibadah wajib umat Islam, puasa Ramadan memiliki banyak manfaat. Salah satunya manfaat untuk kesehatan tubuh. Puasa bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini terjadi karena berkurangnya asupan makanan pemicu kolesterol selama puasa.”
Saat berpuasa, tubuh tidak akan mendapat asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Selain sebagai salah satu ibadah wajib, puasa juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya untuk menurunkan kadar kolesterol. Apa yang menjadi alasan puasa bisa menurunkan kadar kolesterol?

Seperti dikatakan sebelumnya, puasa artinya menahan lapar dan harus mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari. Selama waktu tersebut, tubuh akan mendapatkan lebih sedikit makanan dan minuman dari biasanya, termasuk makanan yang digoreng. Itulah salah satu alasan mengapa puasa bisa membantu mengontrol kadar kolesterol dalam darah.

Puasa Bisa Menurunkan Kadar Kolesterol
Tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman akan membuat perubahan pada tubuh. Pada kondisi normal, tubuh mendapatkan energi dari gula hasil proses metabolisme. Saat puasa, ada kemungkinan simpanan gula tidak cukup, sehingga tubuh akan membakar jaringan lemak untuk diolah menjadi sumber energi. Perubahan inilah yang diduga berkaitan dengan manfaat sehat puasa.

Salah satu manfaat kesehatan puasa adalah menjaga kesehatan organ jantung. Hal ini berkaitan dengan kadar kolesterol yang lebih terkontrol selama seseorang berpuasa, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung, kolesterol tinggi, serta tekanan darah tinggi alias hipertensi. Alasannya, selama berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan kolesterol dan kalori berlebihan.

Selain itu, puasa juga disebut bisa membuat sistem metabolisme tubuh menjadi lebih baik. Tentu saja, hal ini akan berdampak juga pada kesehatan dan organ tubuh, salah satunya jantung. Saat berpuasa, terjadi juga penurunan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Jika dilakukan dengan cara yang benar, tentu saja hal ini akan sangat bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan.

Selain membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menjalani puasa ternyata bisa memberi manfaat sehat lainnya, seperti mencegah obesitas. Bukan hanya karena menahan lapar, faktanya puasa memang bisa menurunkan berat badan dan menjaganya tetap ideal. Puasa bisa meningkatkan sistem metabolisme tubuh, sehingga mempercepat pembakaran kalori dan lemak.

Hal inilah yang bisa membuat berat badan menurun dan mencegah obesitas. Namun ingat, hal ini hanya bisa tercapai jika kamu tidak “kalap” atau berlebihan makan saat berbuka puasa.

Tips Mengatur Kadar Kolesterol
Penurunan kadar kolesterol saat puasa tentu tidak didapat dengan mudah. Sebab, kondisi ini terjadi hanya jika kamu mengatur pola makan yang baik selama berpuasa. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah peningkatakn kadar kolesterol jahat di dalam tubuh :

Menjaga porsi makan saat sahur dan berbuka puasa
Batasi konsumsi gorengan saat sahur dan berbuka. Sebab, minyak goreng mengandung zat yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Batasi pola konsumsi makanan berkolestrol tinggi, seperti makanan berlemak, bersantan, dan jeroan.

Perbanyak konsumsi makanan yang bisa mengendalikan kadar kolesterol saat sahur dan berbuka, misalnya ikan, kacang-kacangan, oatmeal, buah dan sayur (seperti bayam, tomat, ubi jalar, dan terong belanda).

Rutin berolahraga saat puasa. Olahraga saat puasa bisa dilakukan saat 1 jam sebelum waktu berbuka atau setelah salat tarawih. Olahraga yang bisa dilakukan diantaranya adalah jalan kaki, bersepeda, dan yoga.

11/04/2022

Pengertian Kolesterol

Kolesterol membantu tubuh memproduksi vitamin D, sejumlah hormon, dan asam empedu untuk mencerna lemak. Kolesterol dalam kadar yang sesuai sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh dalam membantu membangun sel-sel baru agar tubuh bisa tetap berfungsi secara normal. Selain dari itu, kolesterol juga dibutuhkan untuk proses pencernaan, produksi hormon, dan membentuk vitamin D. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi, maka hal tersebut berbahaya bagi tubuh karena akan menyebabkan berbagai penyakit dan komplikasi.

Di dalam darah, kolesterol dibawa oleh protein. Gabungan keduanya disebut dengan lipoprotein. Dua jenis utama lipoprotein adalah lipoprotein dengan kepadatan rendah (LDL) yang biasa disebut dengan kolesterol jahat dan lipoprotein dengan kepadatan tinggi (HDL) yang biasa disebut dengan kolesterol baik.

Tugas LDL adalah mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan. Namun jika jumlah kolesterol tersebut melebihi kebutuhan, maka dapat mengendap pada dinding-dinding arteri yang menyebabkan penyakit. Sementara itu, HDL bertugas untuk mengangkut kolesterol kembali ke dalam organ hati, sebagai kebalikan dari LDL. Dalam hati, kolesterol akan dihancurkan atau dikeluarkan oleh tubuh melalui feses atau kotoran.

Kadar koletesterol dalam darah yang disarankan untuk setiap orang bervariasi. Tergantung tiap orang apakah memiliki risiko lebih tinggi atau lebih rendah untuk bisa terkena penyakit pembuluh arteri. Sementara itu, pemeriksaan terkait kadar atau jumlah kolesterol dalam darah bisa diukur dengan melalui tes darah.

Pemeriksaan kadar kolesterol dalam darah sebaiknya dilakukan jika mengalami gejala kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, mengidap diabetes, atau memiliki penyakit lainnya yang bisa saja meningkatkan kadar kolesterol.

Jika terdapat keluarga dekat yang mengidap penyakit akibat kolesterol, atau ada keluarga dekat yang memiliki riwayat kardiovaskular pada usia dini, maka diagnosis terhadap kadar kolesterol sangat dianjurkan.

Bagi mereka yang pernah terdiagnosis memiliki penyakit jantung koroner, stroke ringan, atau penyakit arteri perifer, disarankan melakukan pemeriksaan ini juga.

Faktor Risiko Kolesterol Tinggi
Risiko pengidap juga meningkat jika dia mengidap hipertensi, diabetes, atau memiliki keluarga yang mengidap penyakit jantung atau stroke. Kondisi genetik (keturunan) yang disebut dengan familial hypercholesterolaemia juga bisa menyebabkan kolesterol tinggi pada seseorang. Meskipun sudah menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan sehat, tetapi kadar kolesterol pengidap kondisi ini akan tetap tinggi.

Penyebab Kolesterol
Jika tingkat kolesterol dalam darah melampaui kadar normal, maka kondisi ini disebut sebagai hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi. Kondisi kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit serius. Kolesterol sendiri adalah senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi pada organ hati dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Umumnya, serangan jantung dan stroke merupakan penyakit yang mengintai pengidap kolesterol tinggi yang diakibatkan adanya pengendapan kolesterol berlebihan pada pembuluh darah.

Berdasarkan laporan dari WHO pada tahun 2011, sekitar 35 persen persen penduduk Indonesia diperkirakan memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari batas normal untuk kesehatan. Hal ini menunjukan bahwa sepertiga penduduk Indonesia berisiko tinggi terkena penyakit arteri.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi atau kurang olahraga juga bisa menyebabkan kelebihan kolesterol, Namun, faktor keturunan juga bisa menjadi pemicu dari kolesterol.
Gejala Kolesterol
Saat terjadi pengendapan pada dinding arteri karena kadar kolesterol yang berlebihan, hambatan ada aliran darah di jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya bisa terjadi. Koleterol tinggi meingkatkan risiko seseorang terkena penyempitan arteri atau aterosklerosis, penggumpalan darah di bagian-bagian tubuh tertentu, stroke ringan, stroke, sampai serangan jantung.

Rasa sakit di dada bagian depan atau pada lengan (angina) ketika seseorang mengalami stres atau sedang melakukan kegiatan fisik yang berat juga dapat disebabkan karena kolesterol yang tinggi. Kolesterol tinggi juga meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung koroner.

Jika tidak mengubah pola makan dan tidak berhenti merokok, pengidap kolesterol tinggi akan lebih berisiko terkena stroke atau penyakit jantung. Pada rokok ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas kolesterol baik atau HDL untuk mengangkut timbunan lemak menuju hati. Akibatnya, bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.

Diagnosis Kolesterol
Diagnosis terhadap kolesterol dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan darah dan pemeriksaan fisik dari gejala yang dialami oleh pengidap. Pemeriksaan riwayat keluarga juga akan dilakukan oleh dokter. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah ada kondisi medis lainnya yang menyebabkan kadar kolesterol tinggi di dalam darah.

Tes darah sederhana yang digunakan untuk mengukur kadar kolesterol disebut juga sebagai panel lipid. Tes ini berguna untuk menilai kadar kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan trigliserida. Untuk melakukan tes ini, dokter akan mengambil sampel darah kamu. Kemudian, dokter akan mengirim sampel tersebut ke laboratorium untuk dianalisis. Ketika hasil tes sudah keluar, dokter akan memberi tahu kamu bila kadar kolesterol atau trigliserida kamu terlalu tinggi.

Sebelum melakukan panel lipid, dokter mungkin akan meminta kamu untuk tidak makan dan minum apa pun selama setidaknya 12 jam sebelumnya.


Pengobatan Kolesterol Tinggi
Kadar kolesterol bisa diturunkan dan risiko penyakit jantung yang mengintai bisa dihindari, sebaiknya sering periksakan diri ke dokter agar risiko tersebut bisa dihindari. Pengobatan dengan memberi resep obat penurun kolesterol, biasanya akan dilakukan oleh dokter.
Pencegahan Kolesterol Tinggi
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang adalah salah satu langkah utama yang bisa dilakukan dalam mencegah atau menurunkan kadar kolesterol. Kandungan lemak dalam makanan harus rendah. Cobalah ganti konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dengan buah-buahan dan sayur-sayuran, serta biji- bijian utuh (misalnya, roti gandum utuh). Agar kadar kolesterol dalam tubuh akan tetap rendah. Menghindari merokok juga merupakan hal penting selain diet rutin dan menurunkan berat badan bagi yang memiliki berat badan berlebih.

Kapan Harus ke Dokter?
Jika sudah melakukan pencegahan, tetapi kadar kolesterol tetap tinggi selama beberapa hari, sehingga mengganggu aktivitas, maka segera kunjungi dokter untuk meminta saran. Penanganan lebih cepat, mungkin akan membantu mencegah munculnya masalah-masalah yang lebih parah lagi. Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address

Karang Satria
Bekasi
17110