PT.Natural Nusantara
Bersama menuju masyarakat Indonesia sejahtera
06/06/2022
Go Organic lembur pakuan purwakarta....
Siliwangi bangkit👏👏👍
PANEN PADI ORGANIK KARYA MANG ASWIN | BU CAMAT CANTIK TURUN KE SAWAH LUPA LEPAS SANDAL ======================================================-Hidup adalah cintaYang tumbuh dari rasaHidup adalah perjuanganDan semuanya berawal dari =...
27/04/2022
Saat ini masih ramai masyarakat budidaya anggur dg memanfaatkan lahan minimalisnya walau hanya bermodalkan planter bag / pot besar utk menghiasi halaman depan rumahnya, dan tdk sedikit p**a kanopi diganti dg para para Baja ringan yg menambah exotika beranda rumah mereka.
Disini kami ini memberikan solusi budidaya anggur system organic yg akan lebih menambah daya tarik dan tanaman serta buah yg lebih sehat.
13/08/2021
14/06/2020
Proses pembentukan gabah.
14/06/2020
Hama & Penyakit pada Tanaman Padi.
Padi (Oryza sativa) merupakan salah satu tanaman penghasil bahan pangan pokok yang banyak di tanam oleh petani. Dalam melakukan penanaman padi tersebut, tidaklah terlepas dari ancaman serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, sangat diperlukan penanggulangan atau pengendalian. Berikut adalah hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman padi, gejala yang ditimbulkan bila terserang beserta cara pengendaliannya:
Hama Tanaman Padi
a. Pengerek Batang Padi
Hama ini menyerang dengan cara merusak tanaman padi anakan hingga mati yang berakibat terjadinya enurunan produksi padi dan juga kematian tanaman padi tersebut. Hama ini dapat dikendalikan dengan cara melakukan perawatan dan pengontrolan tanaman serta melakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif karbofuran, bensultap, bisultap, karbosulfan, dimehipo, amitraz atau fipronil.
b. Wereng Hijau
Tanaman yang terserang hama ini akan menjadi kerdil, pendek, anakan berkurang, dan daunnya akan berubah warna menjadi kuning dan orange. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menanam varietas tanaman padi yang unggul atau juga dengan melakukan penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif.
c. Wereng Cokelat
Tanaman yang terserang hama ini akan rusak, menguning dan mengering. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukana pemberian pupuk K untuk mengurangi kerusakan Atau dengan menyemprotkan insektisida berbahan aktif seperti Amitraz, Buproferin atau yang lainnya.
d. Walang Sangit
Hama ini akan menyebabkan tanaman padi mengalami kerusakan pada bagian daun dan bunga yang akan berubah warna, mengapur serta hampa. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan jaring perangkap dan mengendalian gulma atau juga bisa dengan melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif.
e. Kepinding Tanah
Hama ini akan merusak tanaman padi pada bagian daun, sekitar lubang bekas hisapan pada daun akan berubah menjadi coklat, lalu daun akan mengering dan mengulung. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara membuat perangkap lampu, kemudian di bakar atau di bunuh.
f. Ganjur
Hama ini akan menyebabkan daun tanaman padi menggulung, dan juga mengalami perubahan warna menjadi kuning dan kecoklatan. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap lampu atau juga bisa dengan melakukan penyemprotan insektisida granular berbahan aktif.
g. Tikus
Tanaman padi yang terserang hama ini akan mengalami kerusakan pada bagian akar, batang, beras dan juga daunnya aka menjadi kering dan mati. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan penyemprotan asap atau juga bisa dengan melepaskan predator alaminya.
h. Hama Putih Palsu
Tanaman padi yang terserang hama ini akan memiliki daun keriting dan mengulung serta berwarna putih. Jika serangan sudah parah baru bisa dilakukan pengendalian yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif.
i. Orong-Orong
Tanaman padi yang terserang hama ini akan mengalami kerusakan pada bagian akar dan dapat menyebabkan kematian tanaman padi. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan menggunakan umpan sekam atau juga dengan melakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif.
j. Ulat
Tanaman padi yang terserang hama ini akan mengalami kerusakan pada daun, daun akan berubah warna menjadi kuning, mengulung, dan juga kering. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan penyemprotan dengan insektida berbahan aktif.
k. Lalat Bibit
Hama ini akan menyebabkab bercak pada daun sehingga daun akan menjadi kuning, mengulung dan juga akan membuat daun menjadi layu serta kering. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara mengeringkan sawah atau juga bisa dengan melakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif.
l. Burung.
Hama ini menyerang pada saat menjelang panen dengan cara mebuat tangkai buah patah,dan biji padi berserakan.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara mengusir menggunakan bunyi-bunyian atau orang-orangan sawah.
Penyakit Tanaman Padi
a. Penyakit bakteri daun bergaris
Tanaman padi yang terserang penyakit ini akan memiliki bercak pada daun berwarna kuning sampai berwarna kehitaman atau gelap. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara menanam menggunakan bibit yang unggul, atau juga dengan menggunakan pupuk nitrogen sesuai dosis yang ditentukan atau juga bisa dengan mengatur jarak tanam serta pengaturan pengairan.
b. Penyakit hawar daun bakteri
Penyakit ini akan menimbulkan bercak pada daun berwarna kuning hingga putih, berbentuk garis lebam pada bagian tepi. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan sanitasi lahan dengan baik, menggunakan pupuk nitrogen sesuai dengan dosis, dan juga penjarangan tanaman.
c. Penyakit Blast
Gejala yang ditimbulkan jika tanaman padi terserang penyakit ini adalah daun akan memiliki bercak kuning pada bagian ujung, hingga berwarna kecoklatan dan juga kering pada tanaman. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan dengan pupuk nitrogen dengan dosis yang sesuai dan juga dengan cara melakukan penyemprotan menggunakan fungisida berbahan aktif.
d. Penyakit hawar pelepah daun
Penyakit ini akan menyebabkan rusaknya batang tanaman padi yang menjadi kuning, kecoklatan dan bahkan kering, dan lama kelamaan akan mati. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara melakukan rotasi tanaman dengan kacang kacangan, dan juga melakukan penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif.
e. Penyakit busuk batang
Gejala yang ditimbulkan apabila tanaman padi terserang penyakit ini adalah terjadinya pembusukan pada batang menjadi kuning, kecoklatan dan kehitaman sehingga mengakibatkan kematian pada tanaman padi. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan secara teratur atau juga bisa dengan melakukan penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif.
f. Penyakit kerdil
Tanaman padi yang terserang penyakit ini akan sulit tumbuh dan berkembang, sehingga tanaman akan pendek dan kerdil. Pengendalian penyebab penyakit ini adalah dengan cara mencari musuhnya yaitu wereng coklat.
g. Penyakit tungro
Tanaman padi yang terserang penyakit ini akan mengalami pembusukan pada bunga tanaman padi dan juga membuat tanaman tidak berbunga. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan penyemprotan fungisida dengan baik dan teratur dan juga melakukan penjarangan sebelum penanaman dilakukan.
Semoga bermamfaat.
14/06/2020
CARA MEMPERBANYAK ANAKAN PADI
Banyak sekali teori dan pengalaman dalam ilmu pertanian. Berbeda daerah berbeda budaya, beda orang beda cara, demikian p**a banyak sekali tips, teori dan metode untuk mengembangkan potensi hasil dalam budi daya tanaman.
Ilmu pertanian modern itu penting untuk dipelajari, di negara tetangga seperti Thailand petani sudah diajari ilmu-ilmu baru yang diajarkan oleh instruktur pertanian sesuai bidangnya sehingga petani tidak salah arah.
Pada ilmu pertanian khususnya dalam proses penanaman padi, sebenarnya banyak ilmu yang perlu dipelajari dalam penanaman padi salah satunya adalah teknik memperbanyak anakan padi.
Anakan padi merupakan batang padi yang muncul dari batang utama padi. Batang anakan ini pun dapat mengeluarkan batang anakan lain dan seterusnya hingga sebanyak-banyaknya.
Semakin banyak anakan produktif pada tanaman padi maka diharapkan akan semakin banyak bulir malai yang dihasilkan. Untuk itu memperbanyak anakan padi telah menjadi prioritas utama para petani.
Berikut cara memperbanyak anakan padi yang mudah untuk diaplikasikan.
Tanam bibit muda
Menurut penelitian, dengan melakukan tanam bibit muda, tanaman padi akan mengeluarkan anakan lebih banyak jika dibanding tanam bibit tua. Umur bibit muda yang bisa ditanam antara umur 7-14 hari setelah sebar.
Tanam satu bibit perlubang
Penanaman jumlah bibit berpengaruh terhadap jumlah anakan yang akan keluar, untuk mendapatkan jumlah anakan yang banyak bisa menanam bibit 1/lubang dengan maksimal 3 bibit perlubang.
Pemupukan Nitrogen (Urea) dan SP36
Pupuk Nitrogen (N) sering dikenal dengan nama pupuk Urea merupakan salah satu unsur pendorong pembentukan daun dan anakan padi. Pemberian pupuk Nitrogen bisa diberikan pada umur tanaman sudah berumur 14 HST.
Pemberian pupuk sp36 sangat diperlukan karena pupuk ini memiliki nutrisi yang sangat penting untuk menguatkan akar dan tentunya memperbanyak produksi anakan padi. Pemberian pupuk SP36 bisa dikombinasi dengan pupuk Urea sekaligus.
Tanam dangkal
Penanaman bibit saat tanam jangan terlalu dalam. Kedalaman ideal untuk menanam padi berkisar 2 hingga 3 cm saja. Semakin dalam bibit padi ditanam, perkembangan akar akan sedikit terhambat selain itu usaha pembentukan anakan padi akan semakin sedikit terlambat.
Perhatikan jarak tanam
Pemberian jarak tanam juga harus diperhatikan karena jarak tanam juga menentukan jumlah dan kualitas anakan padi. Jarak ideal menanam padi adalah 30 cm antarbibit atau bisa menggunakan metode legowo.
Pengairan Intermiten
Air memang sangat diperlukan dalam fase vegetatif namun jika diberikan secara berlebihan atau digenang secara terus menerus juga tidak baik bagi pertumbuhan. Lakukan pengairan intermiten atau pengairan berselang, jadi petakan sawah sesekali dilakukan pengeringan agar akar tanaman bisa menghirup oksigen.
Penambahan zat perangsang tumbuh
Pemberian bahan tambahan ini perlu di lakukan setelah padi mulai dewasa namun belum berbuah sehingga tanaman padi akan semakin bertambah subur, pemberian unsur ini bisa di lakukan dengan zat seperti sitokinin dan giberelin.
Pemberian pupuk organik padat juga perlu di lakukan untuk menambah kesuburan tanaman dan proses perkembangan tanaman semakin cepat juga bisa memperbaiki tanah yang rusak akibat pupuk kimia.
Pengendalian hama penyakit
Tentu proses ini perlu dilakukan pada proses awal tanam sampai akhir proses penanaman, dan bila hal ini sampai lengah kita bisa menanggung akibatnya dengan mengalami gagal akibat serangan hama.
SALAM TANI
30/11/2018
Musim penghujan,bila hujan datang pada siang dan sore hari harus diwaspadai tamu tak diundang akan datang pada malam hari.Terlepas dari itu waspadai p**a masa pembentukan buah karns akan banyak bermunculan lalat buah yg akan merusak bakal buah sehingga buah akan runtuh dan busuk sebelum benar benar berisi.
METILET LEM Bisa menjadi solusi sbg perangkap hama serangga dan lalat buah....!
23/02/2016
Sekilas informasi ttg budidaya padi
Mengenal Fase Pertumbuhan Padi Flashindo.com-Untuk menjadi petani padi yang baik hendanya kita langsung terjun ke sawah, tidak hanya itu kita juga harus tahu tehnik serta pengendalian hama. Selain itu hal yang tidak kalah pentin…
16/02/2016
Bravo pak Danu....!
Peneliti dan Penemu Bibit Padi Unggul SERTANI "Surono Danu" Peneliti dan Penemu Bibit Padi Unggul SERTANI "Surono Danu" Seorang petani di Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Lampung, Surono Danu (55), menemukan...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Cihampelas