SIM Sehat Itu Murah
Sehat dan bahagia dengan cara yg mudah
Kesehatan menjadi sangat berharga jika sudah menjadi sakit , padahal saat kita masih sehat sering kita abaikan akan hal itu , mari hidup sehat dgn cara yg murah dengan mengenali faktor faktor penyebab sakit .
30/08/2021
20/08/2021
Yuks ketahui sejak awal bro & sis 👍
18/07/2021
Berikut beberapa nutrisi penting yang dapat meningkatkan oksigen dalam darah
1. Zat besi
Anemia terjadi karena kadar zat besi dalam tubuh rendah dan menyebabkna menurunnya tingkat hemoglobin, yaitu pembawa oksigen dalam darah. Hal ini bisa mengakibatkan hipoksemia.
University of Maryland Medical Center merekomendasikan makanan kaya zat besi seperti daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, roti gandum dan pasta yang diperkaya zat besi untuk mengobati anemia. Dengan demikian juga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
2. Diet rendah lemak
Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa makanan tinggi lemak dapat menyebabkan resistensi insulin dan sleep apnea (gangguan bernapas saat tidur).
Sleep apnea bisa terkait dengan faktor-faktor risiko hipoksemia. Untuk itu, makan serat tinggi, diet rendah lemak dengan memperbanyak buah-buahan dan sayuran dapat membantu meningkatkan kadar oksigen dalam darah.
3. Buah dan sayuran
Sebuah artikel yang diterbitkan Cancer Active mengungkapkan bahwa lingkungan asam dalam darah dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dan meningkatkan risiko kanker tertentu.
Konsumsi air basa dalam buah dan sayuran yang kaya kalium dan magnesium sebagai pisang, kentang, tomat dan sayuran berdaun hijau, dapat membantu mengurangi keasaman dan mengobati hipoksemia.
Buah-buahan dan sayuran, menurut MayoClinic.com, juga merupakan sumber tinggi antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E, yang melindungi sel-sel darah pembawa oksigen terhadap efek berbahaya dari radikal bebas.
4. Diet rendah natrium
Menurut studi yang diterbitkan Hypertension, makanan rendah natrium dapat mengakibatkan meningkatnya oksigenasi ginjal melalui darah. Diet rendah natrium adalah untuk mengurangi asupan natrium sampai kurang dari 2000 mg per hari dan memperbanyak buah dan sayuran, kacang, kacang polong, kacang-kacangan dan biji-bijian.
( Sumber : Detik Health )
26/05/2021
Hormon insulin merupakan bagian penting dari sistem metabolisme tubuh. Tanpa hormon insulin, sel-sel akan kekurangan energi dan harus mencari sumber penggantinya.
Saat tubuh tidak lagi bisa menghasilkan insulin atau ketika insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak dapat bekerja dengan optimal, dibutuhkan suntikan insulin untuk mengganti fungsi hormon insulin alami.
Pentingnya Hormon Insulin dalam Mengendalikan Gula Darah - Alodokter
Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas. Ketika kita makan, pankreas melepaskan hormon insulin yang memungkinkan tubuh mengubah glukosa menjadi energi dan disebarkan di seluruh tubuh. Hormon yang satu ini juga membantu tubuh menyimpan energi tersebut.
Hubungan Gula Darah dengan Insulin
Insulin membantu mengontrol kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Caranya dengan memberi sinyal pada sel lemak, otot, dan hati untuk mengambil glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi glikogen (gula otot) di sel otot, trigliserida di sel lemak, dan keduanya di sel hati. Ini merupakan bentuk sumber energi yang disimpan oleh tubuh.
Selama pankreas memproduksi cukup insulin dan tubuh dapat menggunakannya dengan benar, maka kadar gula darah pasti akan selalu berada dalam kisaran yang sehat. Karena pada hakikatnya, kadar glukosa yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak baik bagi kesehatan.
Penumpukan glukosa dalam darah (hiperglikemia) dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan ginjal dan saraf, serta masalah pada mata. Sedangkan terlalu sedikit glukosa dalam darah (hipoglikemia) dapat membuat kita merasa lelah, mudah marah, bingung, hingga kehilangan kesadaran alias pingsan.
Dan bila insulin dalam darah tidak cukup, sel-sel tubuh akan mulai kelaparan. Insulin yang tidak cukup berarti glukosa tidak dapat dipecah dan artinya sel tidak dapat menggunakannya. Akibatnya, lemak mulai dipecah untuk membuat energi. Proses tersebut kemudian mengakibatkan penumpukan bahan kimia yang disebut keton.
Keton yang menumpuk dalam darah dan urine sangat berbahaya karena mampu memicu kondisi ketoasidosis pada penderita diabetes. Ketoasidosis bahkan bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani secepatnya. Gejalanya mencakup sering buang air kecil selama satu atau beberapa hari, merasa sangat haus dan lelah, mual muntah, sakit perut, berdebar-debar, sesak napas, pusing, mengantuk, hingga kehilangan kesadaran.
17/05/2021
Yuks kenali dulu kebiasaan kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan kita.
29/04/2021
Sobat sehat , Yuks baca dulu Fakta Kerokan dibawah ini , agar bisa terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan .
29/04/2021
Bau Badan ?
Yuks kenali penyebabnya diawal , agar bisa dicegah ya sobat sehat 🤗
28/04/2021
Makan Nasi + Es Teh Manis 2 Gelas = Nikmat Dunia 😄😜
Siapa yg s**a begini ?
Sehat itu murah , asal kita tahu penyebab datangnya sakit
28/04/2021
Siapa yg punya kebiasaan ini ? 😀
Click here to claim your Sponsored Listing.