serba serbi sopi
berharganya waktu yang telah Allah titipkan kepada kita. Dalam setiap detiknya, ada peluang untuk berbuat kebaikan dan mendekatkan diri kepada-Nya."
08/11/2025
“Popcorn di Tepi Sungai”
Di tepi sungai yang selalu ramai pengunjung, seorang pria duduk pada sebuah bangku semen. Di sampingnya berdiri sebuah tiang sederhana yang dipenuhi cup popcorn dan balon mainan warna-warni dalam plastik bening. Tangannya memegang rokok, menjadi teman di saat sepi menunggu pembeli datang.
Namanya bukan siapa-siapa bagi orang yang lewat hanya “penjual makanan ringan”.
Namun di balik popcorn yang terasa manis, tersimpan kisah getir kehidupan yang jarang orang tahu.
Setiap pagi, sebelum matahari muncul, ia sudah bangun. Mengayuh sepeda tuanya menuju pasar kecil di pinggir kota. Ia membeli jagung mentah, margarin, dan plastik pembungkus dari uang yang hampir tidak pernah bersisa. Tidak ada keuntungan besar dalam pekerjaannya ini, namun ia selalu berusaha menjaga hasil jualannya tetap rapi dan menarik.
Sampai di rumah kontrakannya yang kecil, ia mulai membuat popcorn di dapur yang sempit. Saat uap panas memenuhi udara, ia teringat anak dan istrinya di kampung. Ia merantau sendirian di kota ini demi penghasilan sekecil apa pun tetap lebih baik daripada diam tanpa usaha.
Ketika siang tiba, ia membawa semua dagangannya ke tepi sungai. Tempat itu ramai dengan keluarga yang berjalan sore atau anak-anak yang ingin balon. Tapi tidak selalu ramai pembeli. Terkadang, ia duduk berjam-jam tanpa satu pun popcorn terjual.
Rokok di tangannya bukan sekadar kebiasaan—itu adalah pengalih untuk menenangkan pikiran yang penuh kekhawatiran.
“Kalau hari ini sepi, apa aku masih bisa kirim uang untuk anakku?”
“Apa semuanya akan baik-baik saja?”
Pernah suatu hari, seorang anak kecil datang dengan uang receh yang digenggam erat. Uang itu bahkan kurang dari harga popcorn yang ia jual. Anak itu menatapnya dengan mata penuh harapan.
Pria itu tersenyum, meletakkan popcorn ke tangan si anak, dan berkata,
“udah cukup, sisanya buat kamu beli es ya.”
Anak itu pergi berlari dengan wajah gembira.
Penjualan hari itu tetap sedikit, tapi hatinya terasa penuh semangat .
14/01/2025
Allah memberikan kita kehidupan serta berbagai nikmat yang tak terhitung jumlahnya, seperti udara, makanan, kesehatan, dan keluarga. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya."
(QS. Ibrahim: 34)
Part 2
Kisah paus raksasa
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
50145
06/12/2024