Kabar Kampung Kulon Progo - K3P

Kabar Kampung Kulon Progo - K3P

Share

Media informasi warga Kulon Progo. Berbagi kabar lingkungan, peristiwa kampung, dan aktivitas warga

24/02/2026

Mulai panen, dengan teknologi sederhana terapan sangat membantu petani dalam pengolahan pasca panen

24/02/2026

Damkar Kulon Progo Kembali Taklukkan Ular Besar.
Seekor ular jenis sowo atau phyton berukuran cukup besar yang bersarang di kandang kambing warga Girinyono berhasil di evakuasi petugas Damkar Kulon Progo dini hari tadi (24/02/2026)

18/02/2026

Yok berburu takjil kesini, ngarep Pasar Bendungan, komplit. ..ra ngandel jajalen

17/02/2026

Gerak Cepat Pasca Bencana, Pemkab Sambangi Warga Terdampak Longsor

Kulon Progo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kulon Progo pada, Senin (16/2/26) sore hingga dini hari memicu bencana tanah longsor di puluhan titik. Merespons hal tersebut, Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan bergerak cepat meninjau langsung kondisi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga berat di wilayah Kapanewon Nanggulan dan Kalibawang, Selasa (17/2/2026).

Didampingi Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, jajaran BPBD, serta Baznas Kulon Progo, Bupati menyambangi empat lokasi terdampak. Akses menuju rumah para korban terbilang sulit karena berada di lereng perbukitan dan tertutup material longsor.

Sarwadi, seorang warga Banyuroto, Nanggulan menceritakan bahwa rumahnya rusak akibat longsor pada pukul 23.03 WIB, kemudian disusul dengan longsor susulan beberapa menit setelahnya.

"Sekitar jam 23.00 (sebelas) malam, saat Saya tidur, tiba-tiba terdengar suara 'grokk'. Ternyata pohon bambu jatuh menimpa rumah sampai rusuknya patah dan atap bolong. Dalam kondisi gelap mati lampu, Saya lihat air masuk dan ada material putih (air) turun dari atas. Saya tidak pikirkan harta lagi, Saya langsung ajak anak Saya lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri," terang Sarwadi.

Atas musibah tersebut, Sarwadi menerima bantuan program ALADIN (Atap Lantai Dinding) senilai Rp5.000.000 dari Baznas dan bantuan lainnya dari BPBD Kulon Progo yang diserahkan langsung oleh Bupati.

"Terima Kasih banyak, bantuan ini sangat berarti bagi Kami supaya bisa digunakan untuk memperbaiki lagi rumah Kami yang rusak" ucap Sarwadi penuh syukur.

Hal senada dirasakan Pak Ismadi, warga Banjaroya, Kalibawang. Atap dan dinding rumahnya rusak tertimpa pohon saat hujan lebat. Ia menerima bantuan respon darurat senilai Rp1.000.000 dari baznas dan BPBD Kulon Progo sebagai penanganan awal.

Dalam tinjauannya, Agung mengaku prihatin melihat kondisi rumah warga yang tertimpa pohon hingga longsoran tanah. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah untuk memastikan beban warga sedikit teringankan melalui bantuan stimulan.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Saudara-saudara kita tidak hanya tertimpa material tanah, tapi juga pohon hingga tiang listrik. Saya menghimbau masyarakat untuk sangat waspada, karena curah hujan saat ini sulit diprediksi," ujar Agung.

Lebih lanjut, Bupati memberikan edukasi teknis mengenai karakteristik tanah di Perbukitan Menoreh.

"Saat musim kering tanah kita retak, lalu saat hujan tinggi, air terserap sangat cepat ke dalam retakan itu, sehingga tanah menjadi jenuh dan sangat gampang longsor. Jika ingin membangun kembali, Saya mohon sebisa mungkin agak jauh dari bibir tebing atau jurang demi keselamatan jangka panjang," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Setyawan, menjelaskan bahwa hingga saat ini tercatat ada lebih dari 30 titik bencana di Kulon Progo, mulai dari pohon tumbang hingga tanah longsor, dengan konsentrasi terbanyak di wilayah Kalibawang.

"Alhamdulillah, meski ada kerusakan bangunan yang cukup parah seperti tembok jebol dan atap hancur, tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian ini. Kami meminta warga yang tinggal di lereng bukit untuk melakukan manajemen air yang baik di sekitar rumah dan memangkas pohon-pohon besar yang sekiranya membahayakan bangunan," jelas Setyawan.

Selain di Banyuroto, bantuan respon darurat dari BPBD Kulon Progo juga diserahkan di tiga titik lainnya di Kapanewon Kalibawang, yaitu di Puguh, Tonegoro dan Banjarharjo masing-masing sebesar Rp1.000.000.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen untuk terus memantau proses pemulihan pasca bencana dan memastikan koordinasi lintas sektor antara Baznas, BPBD, dan TNI-Polri berjalan efektif dalam penanganan darurat maupun rekonstruksi rumah warga.

15/02/2026

Ruas jalan Krembangan-Demangan Kapan Dibangun

Kulon Progo - Kondisi jalan penghubung Kecamatan Panjatan-Lendah tepatnya di Krembangan yang terhubung dengan Demangan, Bumirejo Lendah kian memprihatinkan. Sudah 10 tahun kondisi ini dan belum tersentuh pembangunan.

Jalan ini menjadi akses utama warga yang hendak ke sekolah, ke sawah atau ke pasar dan pusat kesehatan. Jalan berlubang yang becek penuh lubang ketika musim hujan.

Dulu jalan ini pernah diperbaiki, namun tidak bertahan lama dan kembali rusak. Pembangunan ruas jalan ini sempat menjadi prioritas dan masuk program. Namun terpaksa dibatalkan karena alasan klasik anggaran terbatas. Efisiiensi anggaran dituding menjadi penyebab utama.

Kondisi berbeda saat menyusuri ke arah barat. Tepatnya di wilayah cerme dan Gotakan, jalan yang sebenarnya masih bagus justru mendapat alokasi dan menjadi jalan yang kebar dan mulus.

Warga berharap jalan Krembangan - Demangan kembali dibangun. Ibarat sama-sama membayar pajak, tetapj kenapa jalan ini menjadi anak tiri.

Foto : Amad'Saidin

Gimana pendapat njenengan lur? Wangune nggo ngingu lele …

Photos from Kabar Kampung Kulon Progo - K3P's post 14/02/2026

Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan, Gerakan Kulon Progo ASRI Resmi Dimulai

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo resmi memulai Gerakan Kulon Progo Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) sebagai langkah nyata menangani darurat sampah. Aksi perdana ini ditandai dengan kegiatan bersih lingkungan di kawasan Pantai Trisik, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Jumat (13/2/2026).

​Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan, dengan melibatkan kolaborasi lintas unsur mulai dari TNI, Polri, ASN, mahasiswa, hingga masyarakat umum dan relawan.

Dalam arahannya, Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan menegaskan bahwa Gerakan Kulon Progo ASRI merupakan tindak lanjut instruksi nasional untuk memperkuat aksi kebersihan lingkungan secara rutin. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam menangani persoalan sampah yang kini telah mencapai status darurat.

​"Kegiatan ini tidak harus lama, tetapi harus rutin. Lebih baik singkat namun berkelanjutan daripada besar tetapi hanya dilakukan sekali setahun," ujarnya.

Agung menjelaskan bahwa pada tahap awal tingkat kabupaten, kegiatan difokuskan pada pembersihan kawasan pantai dari Trisik hingga Congot. Dalam pelaksanaannya, TNI dan Polri berperan sebagai penggerak lapangan, sementara pemerintah daerah menyediakan dukungan sarana prasarana seperti alat kebersihan, transportasi, hingga perlengkapan pengangkutan sampah ke titik pembuangan.

“Gerakan ini kita laksanakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat,” kata Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta mengatakan bahwa indikator keberhasilan gerakan ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

​"Kita harus beranjak dari sekadar _jargon_ 'buanglah sampah pada tempatnya'. Masyarakat diajak untuk memilah: sampah organik dijadikan kompos, sampah anorganik yang bernilai ekonomi dipilah untuk dijual kembali, dan hanya sampah residu yang tidak bisa diolah lagi yang dibawa ke TPA," jelasnya.

​Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama.
"Keberhasilan gerakan ini adalah saat masyarakat terlibat aktif, bukan hanya aparat. Kita ingin ini menjadi budaya," tambahnya.

Apresiasi positif juga datang dari relawan Tagana, Surono, yang hadir dalam aksi tersebut. Menurutnya, kebersihan area wisata seperti Pantai Trisik akan berdampak langsung pada kenyamanan pengunjung.

​"Ini kegiatan yang bagus sekali. Kalau pantai bersih dan rapi, pengunjung pasti senang untuk datang. Harapannya gerakan ini berjalan terus dan tertib," ungkapnya.

11/02/2026

Resmi Beroperasi, Wings Air Hubungkan Kembali Kulon Progo dan Bandung Melalui Udara

​KULON PROGO – Maskapai Wings Air secara resmi membuka kembali rute penerbangan langsung yang menghubungkan Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo (YIA) menuju Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara (BDO).

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap tingginya permintaan masyarakat akan transportasi udara yang cepat, efisien, dan terintegrasi antara dua pusat ekonomi dan budaya di Pulau Jawa.
​Penerbangan perdana ini mulai beroperasi hari ini, (11/2/2026), dengan frekuensi terbang tujuh kali dalam seminggu atau setiap hari.

​Kedatangan penerbangan perdana yang menggunakan pesawat berjenis ATR 72/500 turboprop di Bandara YIA disambut dengan penyiraman Water Salute disaksikan langsung oleh Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, dan General Manager Bandara NYIA, Ruly Artha, Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman.

Bupati Kulon Progo, menyambut positif langkah Wings Air ini. Ia menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Kota Bandung, dan pihak maskapai.

​"Ini adalah langkah strategis untuk menyambung alur transportasi perpindahan orang, wisatawan, serta logistik dari Bandung ke Kulon Progo dan sebaliknya. Jalur ini merupakan jalur padat yang sangat dinanti masyarakat. Kami berharap kerjasama ini memajukan pariwisata dan pembangunan daerah secara berkelanjutan," ujar Agung Setyawan dalam sambutannya di Bandara YIA Rabu (11/2/2026).

​Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa rute Yogyakarta – Bandung adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat konsep connected routes.

​"Bandung bukan sekadar tujuan wisata, melainkan pusat kreativitas, pendidikan, dan denyut ekonomi Jawa Barat. Dengan rute ini, kami memastikan Bandung kembali hadir dalam peta konektivitas udara nasional guna mempermudah mobilitas pelaku usaha, akademisi, hingga pelancong," jelas Danang.

​Lebih lanjut, rute ini juga diproyeksikan menjadi jembatan udara bagi masyarakat dari luar Pulau Jawa. Penumpang dari wilayah lain dapat menggunakan Bandara YIA sebagai titik transit yang lebih ringkas menuju pusat Kota Bandung.

​Pesawat yang digunakan maskapai Wings Air dengan kelas ekonomi berkapasitas 72 penumpang dinilai paling optimal untuk menjangkau bandara strategis pada rute jarak pendek hingga menengah dengan tingkat efisiensi tinggi tanpa mengurangi kenyamanan.

​Sebagai bagian dari digitalisasi layanan, calon penumpang dapat melakukan pemesanan tiket, check-in mandiri, dan layanan lainnya melalui aplikasi BookCabin.

​"Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk merasakan kemudahan terbang langsung ke Bandung dengan perencanaan perjalanan yang lebih terintegrasi," tutup Danang.

Antusiasme juga datang dari para penumpang perdana. Eri salah satu penumpang, mengungkapkan kegembiraannya. "Seru dan senang sekali karena bisa ikut dalam penerbangan perdana ini, dan ini juga sangat membantu konektivitas masyarakat, terlebih maskapai penerbangan langsung dari Bandung ke Bandara YIA, " ungkapnya.

Sebagai informasi, Wings Air merupakan maskapai penerbangan regional Indonesia yang fokus pada konektivitas antar-wilayah. Wings Air berkomitmen menyediakan akses transportasi udara yang terjangkau dan menjangkau pelosok negeri dengan standar keamanan penerbangan internasional.

11/02/2026

4 Orang Akhirnya ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan Satpam PKU Muhammadiyan Nanggulan

KULON PROGO - Kasus penganiayaan terhadap MJM (19) satpam PKU Muhammadiyah, Nanggulan yang juga anggota KOKAM telah memasuki babak baru. Polisi sudah memeriksa sembilan orang rombongan pelaku dan empat di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasi Humas Polres Kulon Progo IPTU Sarjoko mengatakan sudah memeriksa sembilan orang saksi. Dari hasil pemeriksaan ada empat yang dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

"Sudah ada empat orang yang ditetapkan menjadi tersangka, " Katanya, Rabu (11/2/2026).

Sarjoko mengatakan penyidik terus memeriksa tersangka secara intensif. Termasuk mengungkap motif yang melatarbelakangi kasus ini dan juga peran masing-masing tersangka.

"Masih kita periksa. Ini masih didalami penyidik " Katanya.

Sarjoko juga belum bisa memastikan apakah kawanan pelaku ini dalam kondisi mabuk atau sadar. Penyidik juga masih akan mendalaminya.

" Itu juga msih diselidiki, " ujarnya.

Aturan hukum yang baru (KUHP Baru) menjadi dasar polisi dalam penanganan kasus ini sehingga pelaku belum dilakukan penahanan. Bahkan upaya mediasi tahap pertama telah ditempuh dengan mempertemukan tersangka dengan korban yang didampingi penasihat hukumnya.

dalam pertemuan awal, korban sudah memaafkan pelaku, namun kasus hukum tetap harus berjalan.

Pripun saene miturut panjenengan? Damai nopo lanjut?

Photos from Kabar Kampung Kulon Progo - K3P's post 10/02/2026

DAMKAR Kulon Progo gercep amankan biawak di atap rumah warga Punukan (10/2/2026)

Seekor biawak sebesar paha pria dewasa akhirnya diamankan Damkar Kulon Progo setelah berjibaku diatas atap rumah Warga Punukan Karangsari Pengasih. Hery selaku pemilik rumah mengapresiasi aksi Damkar Kulon Progo yang dinilai gerak cepat dan tanpa biaya alias gratis. Selanjutnya biawak diamankan untuk kemudian diserahkan ke pencinta reptil.

10/02/2026

Perkuat Infrastruktur Desa, TMMD Sengkuyung Tahap I 2026 di Kulon Progo Resmi Dimulai

​KULON PROGO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Kulon Progo resmi dibuka. Upacara pembukaan berlangsung khidmat di Lapangan Salamrejo, Kalurahan Salamrejo Kapanewon Sentolo, pada Selasa (10/2/2026).

​Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Pembukaan ditandai secara simbolis dengan penyematan pita, penyerahan peralatan kerja kepada perwakilan Satgas TMMD, serta pemukulan kentongan dengan didampingi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Program yang mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa" ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.

​Wakil Bupati H. Ambar Purwoko mengapresiasi sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat yang dinilai sangat luar biasa. Ia menyebut program ini sebagai langkah konkret dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat desa.

​"Tanggapan masyarakat dan pemerintahan sangat luar biasa. Kami ucapkan terima kasih kepada Komandan Kodim 0731/Kulon Progo yang melaksanakan kegiatan ini. Ini adalah wujud peran nyata TNI bersama rakyat. Harapan kami, infrastruktur yang mungkin selama belasan tahun belum tersentuh, kini menjadi fokus utama melalui kerja sama dengan TNI," ujar Ambar.

​Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., menegaskan bahwa TMMD tahun ini tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan non-fisik.

​"Fokus utama kita memang infrastruktur, namun kami juga memberikan pembekalan dan bimbingan teknis. Kodim berintegrasi dan bersinergi dengan Pemda, dinas terkait, hingga Polres untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat," jelas Letkol Inf Dyan.

Berdasarkan laporan kesiapan yang disampaikan Letda Inf Adi Mardiyanto, lokasi TMMD kali ini berpusat di Padukuhan Salam, Kalurahan Salamrejo.
Terdapat dua sasaran utama dalam proyek kali ini :
• Sasaran Fisik : Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 487 meter dengan lebar 3 meter, pembuatan talud sepanjang 229 meter, serta renovasi berupa pengecatan Masjid Al 'Alim dan satu unit pos ronda.
• Sasaran Non-Fisik : Serangkaian penyuluhan strategis bagi masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, penanggulangan bencana, hingga isu kesehatan mendesak seperti pencegahan stunting dan penyakit menular (TBC).

​Keberlangsungan program ini didukung oleh pendanaan kolektif dengan total Rp315.450.000. Dana tersebut bersumber dari APBD Provinsi DIY (Rp75 juta), APBD Kabupaten Kulon Progo (Rp182,5 juta), APBKal (Rp20 juta), serta kontribusi swadaya masyarakat sebesar (Rp37,95 juta).

​Tingginya angka swadaya masyarakat menunjukkan besarnya partisipasi dan rasa memiliki warga terhadap pembangunan di wilayahnya. Setelah upacara pembukaan, personel Dansatgas TMMD bersama masyarakat langsung terjun ke lokasi untuk memulai pengerjaan infrastruktur agar selesai tepat waktu (AR)

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Semarang?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address

Wates
Semarang
55611