Nusantara News

Nusantara News

Share

Berita kita hari ini

24/05/2026

Rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama (Q1) yang dilaporkan mencapai angka 5,61% justru menuai skeptisisme dan perdebatan hangat di kalangan akademisi serta praktisi ekonomi. Melansir laporan analisis Jakarta Globe pada Minggu, 24 Mei 2026, sejumlah ekonom dalam negeri secara terbuka mempertanyakan validitas dan keakuratan angka pertumbuhan yang dinilai terlalu optimistis tersebut.

Para pakar ekonomi menilai angka 5,61% tidak sinkron dengan realitas indikator makro lainnya di lapangan. Mereka menyoroti adanya anomali di mana angka pertumbuhan melonjak tinggi, namun di saat yang sama daya beli masyarakat justru tengah lesu, angka konsumsi rumah tangga melambat, penjualan ritel stagnan, dan pasar modal domestik (IHSG) terus didera tekanan hebat akibat sentimen kenaikan suku bunga serta perombakan rezim dagang komoditas. Para ekonom mendesak otoritas terkait untuk memberikan transparansi penuh mengenai metodologi dan komponen perhitungan data tersebut, guna menghindari distorsi informasi yang bisa menyesatkan pengambilan kebijakan fiskal serta menjaga kredibilitas data ekonomi nasional di mata investor global.

Sumber: Jakarta Globe

24/05/2026

Kabar duka yang menimpa seorang jemaah haji lanjut usia (lansia) penderita demensia di tanah suci memicu gelombang keprihatinan mendalam terkait sistem pengawasan jemaah. Melansir laporan Tempo.co pada Minggu, 24 Mei 2026, insiden tragis ini memicu evaluasi kritis dari berbagai pihak mengenai efektivitas pendampingan kepengurusan jemaah rentan selama pelaksanaan ibadah haji.

Korban dilaporkan sempat terpisah dari rombongannya sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kasus ini menyoroti celah krusial dalam manajemen operasional di lapangan, terutama terkait rasio jumlah petugas pendamping dengan jumlah jemaah lansia yang membutuhkan perhatian khusus. Para pengamat dan keluarga jemaah mendesak Kementerian Agama serta otoritas penyelenggara haji untuk segera merombak total sistem pemantauan, memanfaatkan teknologi pelacak berbasis GPS yang lebih ketat, serta memperkuat koordinasi tim medis guna memastikan keselamatan dan perlindungan penuh bagi jemaah berisiko tinggi agar kejadian memilukan ini tidak terulang kembali.

Sumber: Tempo.co

24/05/2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengeluarkan desakan kuat kepada pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah nyata dalam melindungi spesies mangrove langka yang ditemukan di wilayah Kalimantan Timur. Melansir laporan ANTARA News pada Minggu, 24 Mei 2026, desakan ini muncul seiring dengan meningkatnya ancaman kerusakan ekosistem pesisir akibat aktivitas antropogenik dan perluasan proyek infrastruktur.

Para peneliti dari BRIN dan UGM menekankan bahwa Kalimantan Timur merupakan rumah bagi beberapa varietas mangrove yang sangat langka dan memiliki peran ekologis krusial yang tidak dapat tergantikan, termasuk dalam menjaga keanekaragaman hayati dan mencegah abrasi pantai. Keberadaan habitat ini kini kian terhimpit oleh laju konversi lahan untuk pertambangan, perkebunan, pemukiman, serta proyek pembangunan wilayah. Lembaga riset dan akademisi tersebut memperingatkan bahwa tanpa adanya regulasi perlindungan yang ketat, zonasi konservasi yang jelas, serta penegakan hukum yang tegas di lapangan, spesies endemik ini terancam punah dalam waktu dekat—sebuah kehilangan besar bagi benteng pertahanan iklim alami Indonesia.

Sumber: ANTARA News

24/05/2026

Presiden RI melakukan kunjungan kerja ke Kebumen, Jawa Tengah, untuk meninjau langsung jalannya panen raya udang vaname (Lithopenaeus vannamei) skala besar di Kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK). Melansir dokumentasi ANTARA Foto, agenda ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendongkrak komoditas ekspor unggulan dari sektor kelautan dan perikanan.
Proyek tambak modern yang dikelola dengan teknologi ramah lingkungan dan sistem intensif ini menjadi percontohan (pilot project) nasional karena berhasil meningkatkan produktivitas secara signifikan tanpa merusak ekosistem pesisir. Dalam tinjauannya, Presiden mengapresiasi sinergi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, serta kelompok petambak lokal yang mampu menghasilkan udang berkualitas premium dengan nilai ekonomi tinggi. Pemerintah berencana mereplikasi model tambak modern terintegrasi ini ke berbagai wilayah potensial lainnya di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan ekonomi warga pesisir, serta mengejar target sebagai salah satu pemain utama pemasok udang di pasar global.

Sumber: ANTARA Foto

24/05/2026

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) secara resmi menyampaikan pidato pembukaan dalam upacara peresmian ASEAN-China Artificial Intelligence (AI) Industry Innovation Centre yang berlangsung di Beijing, China. Melansir rilis resmi ASEAN Sekretariat pada Minggu, 24 Mei 2026, pendirian pusat inovasi ini menandai babak baru kolaborasi strategis antara ASEAN dan China dalam mempercepat adopsi teknologi masa depan di kawasan.

Dalam sambutannya, Sekjen ASEAN menekankan bahwa pembentukan pusat inovasi AI ini sangat krusial untuk menjembatani kesenjangan digital, mempercepat transformasi industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif di seluruh negara anggota ASEAN. Fasilitas ini nantinya akan difokuskan sebagai pusat penelitian bersama, pengembangan talenta lokal di bidang teknologi, serta inkubasi proyek-proyek inovatif berbasis AI. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing global kawasan ASEAN melalui transfer teknologi yang aman, bertanggung jawab, dan selaras dengan cetak biru ekonomi digital regional.

Sumber: ASEAN Official Portal

24/05/2026

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kesepakatan damai berskala besar telah "sebagian besar dinegosiasikan" antara Amerika Serikat, Iran, dan beberapa negara Timur Tengah. Melansir laporan The Jerusalem Post pada Minggu, 24 Mei 2026, negara-negara yang masuk dalam kesepakatan rancangan Trump ini meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain. Trump juga menambahkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang ia klaim berjalan dengan sangat baik.

Meskipun rincian lengkap mengenai kesepakatan ini belum dipublikasikan ke publik, Trump membeberkan salah satu poin utamanya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, setelah sebelumnya kedua negara sempat saling memberlakukan penutupan dan blokade di jalur maritim krusial tersebut. Laporan dari The Financial Times juga menyebutkan bahwa AS dan Iran berada di ambang persetujuan perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari untuk merampungkan poin-poin krusial yang tersisa.

Namun demikian, klaim sepihak Trump ini langsung mendapat respons dingin dari Teheran. Kantor berita Iran, Fars News Agency, merilis pernyataan yang menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah kendali penuh Iran berdasarkan draf teks terbaru yang saling dipertukarkan. Pihak Iran menepis pengumuman Trump dan menilai klaim tersebut sebagai pernyataan yang "tidak lengkap serta tidak konsisten dengan realitas di lapangan." Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, telah menyampaikan ucapan selamat kepada Trump atas upaya luar biasanya dalam mengejar perdamaian ini.

Sumber: The Jerusalem Post

24/05/2026

Kombinasi dua kebijakan besar yang dirilis dalam waktu berdekatan dilaporkan memberikan pukulan ganda (double blow) yang cukup telak bagi stabilitas pasar modal domestik, memicu kekhawatiran meluas di kalangan investor, pelaku usaha, hingga konsumen. Melansir analisis Jakarta Globe pada Minggu, 24 Mei 2026, tekanan ini dipicu oleh peluncuran sentralisasi rezim perdagangan komoditas baru di bawah badan Danantara, serta langkah agresif Bank Indonesia (BI) yang mengerek suku bunga acuan.

Di satu sisi, keputusan pemerintah untuk memusatkan seluruh ekspor komoditas strategis—seperti batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan nikel—melalui satu pintu entitas negara (Danantara Sumber Daya Indonesia) dinilai terlalu mendadak dan agresif. Meskipun kebijakan ini bertujuan baik untuk memberantas praktik kecurangan harga (under-invoicing) dan mengamankan devisa hasil ekspor (DHE), pelaku pasar merespons negatif karena khawatir regulasi ini akan memperluas kontrol negara, memicu ketidakpastian hukum, mengganggu arus kas eksportir, serta merusak dinamika pasar bebas.

Di sisi lain, kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan guna menyelamatkan nilai tukar Rupiah turut menambah beban baru secara simultan. Para ekonom memperingatkan bahwa lingkungan suku bunga tinggi ini otomatis mengerek biaya pinjaman (borrowing costs) di berbagai sektor riil, termasuk pembiayaan otomotif dan perumahan (KPR). Akibatnya, daya beli dan konsumsi masyarakat terancam melambat, sementara para investor cenderung menarik modal mereka dari pasar saham yang fluktuatif (equity markets) untuk dialihkan ke instran instrumen perbankan yang jauh lebih aman seperti deposito.

Sumber: Jakarta Globe

24/05/2026

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan langkah radikal yang mengejutkan pasar internasional dengan rencana mengambil alih kendali ekspor komoditas-komoditas utama nasional. Melansir laporan mendalam Bloomberg pada Sabtu, 23 Mei 2026, strategi ini dirancang di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto demi menyaingi dominasi perusahaan-perusahaan perdagangan raksasa dunia (global trading giants) yang selama ini meraup keuntungan besar dari distribusi kekayaan alam Indonesia.

Selama bertahun-tahun, rantai pasok komoditas andalan seperti batu bara dan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO)—di mana Indonesia memegang status sebagai eksportir terbesar dunia—dikelola oleh jaringan sekumpulan tentara pedagang (traders) internasional. Melalui entitas baru bernama Danantara Sumberdaya Indonesia yang berada di bawah naungan sovereign wealth fund Danantara, pemerintah berencana memotong mata rantai pihak ketiga tersebut. Langkah ini diambil untuk memberantas praktik kecurangan harga (under-invoicing) dan manipulasi pajak yang selama ini diperkirakan merugikan kas negara hingga miliaran dolar, sekaligus sebagai upaya memperkuat aliran masuk devisa demi menyokong mata uang Rupiah.

Meskipun bertujuan meningkatkan transparansi dan kemandirian ekonomi, kebijakan sentralisasi yang agresif ini dilaporkan mulai memicu kepanikan dan kegelisahan di kalangan investor asing serta pelaku industri. Sejumlah analis ekonomi memperingatkan bahwa merombak total ekosistem perdagangan maritim dan finansial yang kompleks ini dalam waktu singkat akan menjadi tantangan yang sangat berat dan berisiko mengganggu kelancaran pengapalan komoditas global di masa transisi.

Sumber: Bloomberg

22/05/2026

Media sosial dan aplikasi pesan singkat sempat digegerkan oleh isu miring mengenai teror mistis "pocong keliling" yang dinarasikan berjalan membawa senjata tajam berupa golok di pemukiman warga. Melansir laporan detikNews pada Sabtu, 23 Mei 2026, setelah dilakukan penelusuran mendalam oleh pihak kepolisian, kabar yang sempat memicu kepanikan dan keresahan massal tersebut dipastikan 100% sebagai kabar bohong (hoaks).

Pihak kepolisian setempat bergerak cepat menyisir lokasi yang diklaim menjadi tempat kejadian dalam video dan foto yang beredar. Hasilnya, petugas tidak menemukan bukti fisik maupun saksi mata yang membenarkan kejadian tersebut, melainkan hanya kompilasi video lama yang disunting ulang oleh oknum tidak bertanggung jawab demi mendulang penonton (viewer) dan memicu kegaduhan. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu tidak masuk akal, tetap tenang menjaga keamanan lingkungan, serta lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya ke media sosial.

Sumber: detikcom

22/05/2026

Kepala Badan Gizi Nasional akhirnya buka suara memaparkan keberlanjutan program prioritas "Makan Bergizi Gratis" (MBG) menyusul keputusan pemerintah yang memangkas drastis alokasi anggarannya menjadi sebesar Rp26,8 triliun. Melansir laporan CNN Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2026, penyesuaian angka ini memicu tanda tanya besar di masyarakat mengenai efektivitas dan jangkauan program di lapangan.

Meskipun menghadapi pemotongan dana yang cukup signifikan dari rencana awal, Kepala Badan Gizi menegaskan bahwa program MBG dipastikan akan tetap berjalan dan tidak dibatalkan. Guna menyiasati keterbatasan fiskal tersebut, pihaknya tengah merumuskan ulang strategi implementasi dengan menerapkan sistem skala prioritas yang lebih ketat. Skema penyaluran akan difokuskan terlebih dahulu pada wilayah-wilayah dengan angka stunting dan kemiskinan tertinggi, serta mengoptimalan efisiensi rantai pasok logistik melalui jaringan Dapur MBG. Langkah penghematan ini diambil untuk memastikan bahwa meskipun volume atau target sasaran melonggar, kualitas nutrisi dan gizi makanan yang disajikan kepada anak-anak sekolah tetap terjaga sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Sumber: CNN Indonesia

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Sukabumi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Sukabumi