Medical Knowledge
Medical Knowledge is an evidence-based medical education platform dedicated to delivering reliable and up-to-date health information.
Sharing medical knowledge based on the latest valid resources worldwide
Compartment Syndrome
๐ด Feeling tired ALL the timeโฆ even after sleeping?
It might NOT just be stress.
Your body could be running in slow motion โ and you donโt even realize it.
When your thyroid hormone drops, your metabolism slows down, you gain weight without eating moreamd you feel cold when others are fine. Furthermore your skin becomes dry, and your mind feels foggy. This is called hypothyroidism โ and itโs more common than you think.
Many people ignore these signs for YEARS. Donโt normalize feeling exhausted every day. Your body is trying to tell you something. Check your thyroid. It could change everything.
โ ๏ธ ๐ช๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐โฆ ๐๐๐
๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐โ๐
๐๐โ๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐.
In this situation, it may be an early sign of a heart attack (acute coronary syndrome).
One of the most important first-aid steps in the early minutes is As****n (chewed, not swallowed whole)
As****n helps reduce blood clot formation, improve blood flow to the heart
and lower the risk of further heart damage
Remember...
As****n is not a replacement for an ambulance or hospital care. It is only an initial first aid measure while waiting for medical help.
โ ๏ธ โNyeri dada seperti tertindih beban beratโฆ menjalar ke rahang atau lenganโjangan tunggu terlalu lama.โ Pada kondisi seperti ini, bisa jadi itu tanda awal serangan jantung (acute coronary syndrome). Salah satu pertolongan pertama yang paling penting di menit awal adalah: ๐ As****n (dikunyah, bukan langsung ditelan) As****n membantu: mengurangi penggumpalan darah, memperlancar aliran darah ke jantung, dan menurunkan risiko kerusakan jantung lebih lanjut ๐ก Ingat... As****n bukan pengganti ambulans atau rumah sakit. Ini hanya pertolongan awal sambil menunggu bantuan medis.
04/19/2026
๐๐ฒ๐๐ซ๐ข ๐๐๐๐ ๐ฌ๐๐ฉ๐๐ซ๐ญ๐ข ๐ญ๐๐ซ๐ญ๐ข๐ง๐๐ข๐ก ๐๐๐ซ๐๐ญโฆ ๐ฌ๐๐ฆ๐ฉ๐๐ข ๐ฆ๐๐ง๐ฃ๐๐ฅ๐๐ซ ๐ค๐ ๐ซ๐๐ก๐๐ง๐ .
Angina pectoris...
Berikut saya bahas kasus seorang pasien dengan keluhan ini ya.
Pada kondisi ini, pasien ternyata mengalami NSTEMI, yaitu serangan jantung yang tidak selalu terlihat jelas di pemeriksaan awal.
Gejalanya, dada terasa ditekan berat, muncul saat istirahat
bisa menjalar ke rahang atau lengan, disertai keringat dingin atau mual.
Pesan pentingnya:
EKG yang belum jelas bukan berarti jantung baik-baik saja ya...
Di kondisi seperti ini, yang paling penting adalah tindakan cepat di IGD untuk mencegah kerusakan jantung semakin luas.
Dokter: Selamat pagi Ibu, saya dokter B*t** H*r***i yang akan menangani Ibu. Apakah Ibu bisa bicara dengan jelas? Bisa menelan? Ada batuk?
Pasien: Iya dok, saya bisa bicaraโฆ tapi dada saya sangat sakit.
Dokter: Baik. Saya akan periksa napas dan sirkulasi Ibu ya.
(Napas dan denyut nadi diperiksa, pasien tidak sesak nafas, RR 16x per menit, denyut nadi 80x per menit. Saturasi oksigen 99% room air). Pasien disimpulkan hemodinamik pasien stabil sehingga tidak butuh resusitasi.
Dokter: Bisakah Ibu jelaskan seperti apa rasa nyerinya bu? Apakah seperti ditekan, diremas, berat, terbakar, atau tajam?
Pasien: Seperti ditekan kuat sekali di dada, dok.
Dokter: Letaknya di mana tepatnya?
Pasien: Di tengah dada ini, dok.
Dokter: Kapan mulai terasa? Tiba-tiba saja atau perlahan?
Pasien: Tiba-tiba, sekitar 20 menit yang lalu, pas saya lagi istirahat nonton TV, dok.
Dokter: Apakah nyerinya menjalar ke tempat lain? Seperti ke rahang, leher, bahu, atau lengan?
Pasien: Iya bener dok, menjalar ke rahang sini.
Dokter: Kalau misalnya dari skala 1 sampai 10, 1 paling nggak nyeri, dan skala 10 yang paling nyeri, seberapa berat nyeri yang Ibu rasakan?
Pasien: Sekitar 8 dok, sangat mengganggu.
Dokter: Sudah berapa lama berlangsungnya?
Pasien: Sekitar 20 menit dok.
Dokter: Apakah Anda merasa mual dan muntah juga nggak, berkeringat dingin, lemas, atau cemas?
Pasien: Iya dok.
Dokter: Apakah ada sesak napas?
Pasien: Saya nggak merasakan sesak nafas, dok.
Dokter: Apakah ada batuk darah, nyeri saat tarik napas, atau nyeri/kaku pada kaki?
Pasien: Tidak ada.
Dokter: Baik Ibu, dari cerita yang Ibu sampaikan, saya cukup khawatir bahwa nyeri ini bisa berkaitan dengan jantung.
Untuk memastikan dan mencegah kondisi yang lebih serius, saya tidak akan menunggu terlalu lama untuk pemeriksaan lanjutan, ya Bu.
Pasien: Maksudnya bagaimana dok?
Dokter: Kami akan langsung melakukan beberapa pemeriksaan penting secara bersamaan, yaitu memasang monitor jantung untuk melihat irama jantung Ibu, memasang jalur infus sambil mengambil sampel darah untuk diperiksa laboratorium untuk melihat apakah ada tanda kerusakan pada otot jantung
Semua ini penting untuk memastikan kondisi Ibu aman, dan melakukan EKG secepatnya. Adapun untuk pemeriksaan darah, ada beberapa item pemeriksaan yang perlu kita cek ya, termasuk enzim jantung, troponin namanya bu.
Pasien: Apakah ini berbahaya dok?
Dokter: Saat ini kondisi tubuh Ibu masih stabil, itu kabar baik.
Namun gejala yang Ibu rasakan bisa jadi tanda awal gangguan aliran darah ke jantung, jadi kita harus bertindak cepat agar tidak berkembang jadi lebih serius.
Dokter (sambil memberi instruksi ke tim, dan menulis order lab.):
Tolong pasang monitor jantung, IV line, dan siapkan EKG segera, cek darahnya juga ya.
Dokter (kembali ke pasien):
Sambil pemeriksaan berjalan, saya akan lanjutkan beberapa pertanyaan tambahan ya, Bu.
Pasien: Apa saya nggak perlu dikasih oksigen dok?
Dokter: Belum perlu ya bu, karena saturasi oksigen ibu masih 99% room air, namun kami akan selalu monitor ya bu, dan bertindak sesegera mungkin jika diperlukan.
Pasien: Baik saya mengerti dok.
Dokter: Oke sekarang kita lakukan EKG ya bu
(Dokter kembali ke pasien setelah melihat EKG)
Dokter: Ibu, dari hasil EKG, terlihat ada tanda bahwa jantung Ibu sedang kekurangan aliran darah.
Ini kondisi yang serius. Saya akan memberikan obat yang namanya a*p***n. Obat ini fungsinya untuk mengurangi pembekuan darah di pembuluh jantung, sehingga aliran darah bisa lebih lancar.
Obat ini urgent banget untuk kondisi Ibu saat ini. Walau ada efek samping tapi biasanya ringan kok, seperti iritasi lambung, tapi Ibu nggak usah khawatir, kami akan pantau terus ya bu.
Apakah Ibu memiliki riwayat alergi terhadap a*p***n atau obat anti-nyeri tertentu?
Pasien: Tidak ada, dok.
Dokter: Baik, kalau begitu ini obatnya, Mohon Ibu kunyah lalu telan obatnya sekarang ya, Bu.
Pasien: Baik dokter.
Dokter: Sambil kita lanjutkan penanganan, saya akan melakukan pemeriksaan fisik ya, Bu.
PEMERIKSAAN FISIK (disampaikan sambil dilakukan)
Dokter: Saya lihat Ibu tampak cukup kesakitan dan berkeringat ya, Bu. (general: moderate distress, diaphoretic)
Sekarang saya periksa paru-parunya duluโฆ tarik napas dalam ya, BuโฆParu-paru baik, tidak ada kelainan.
Saya periksa jantungnyaโฆBunyi jantung dalam batas normal.
Saya tekan perutnya ya, Buโฆ ada nyeri? Pasien: Tidak dok. Abdomen dalam batas normal.
Saya cek tangan dan kaki IbuโฆSirkulasi perifer baik, tidak ada bengkak.
Dokter: (langsung menjelaskan ke pasien)
Dokter:
Ibu, selain a*p***n yang ibu kunyah tadi, kami juga akan memberikan beberapa terapi tambahan untuk membantu mengurangi nyeri dan melindungi jantung Ibu, yaitu:
Obat di bawah lidah (n*tr*gl*****n) untuk membantu melancarkan aliran darah ke jantung
Dan bila nyeri masih berat, kami bisa berikan obat pereda nyeri yang lebih kuat
Semua ini akan kami berikan secara bertahap dan kami pantau responnya ya, Bu.
Dokter (memeriksa hasil EKG):
Ibu, dari hasil EKG, terlihat ada perubahan pada gelombang jantung yang menunjukkan bahwa jantung Ibu sedang kekurangan aliran darah.
Kondisi ini termasuk dalam kelompok Acute Coronary Syndrome, dan kita harus tangani dengan serius, syukurnya kita sudah mulai atasi dengan cepat ya. Selanjutnya, kita akan lakukan pemeriksaan rontgen dadanya juga ya bu. Sambil mempersiapkan pemeriksaan tersebut, saya masih ada beberapa pertanyaan untuk ibu ya.
Pasien: Baik dok, terima kasih atas quick response dokter dan Tim ya dok.
Dokter: Sama-sama bu, selanjutnya saya ingin tau, apakah Anda demam atau batuk?
Pasien: Tidak ada dok
Dokter: Apakah ini pertama kali terjadi atau sudah sering?
Pasien: Baru pertama kali.
Dokter: Sebelum ibu ke rumah sakit, apakah ada yang membuat nyeri berkurang? Istirahat atau obat tertentu?
Pasien: Tidak ada dok
Dokter: Apakah ada yang memperburuk nyeri? Aktivitas atau gerakan?
Pasien: Tidak ada dok, waktu itu saya lagi duduk aja sambil nonton TV
Dokter: Usia Ibu 40 tahun ya. Apakah Ibu merokok?
Pasien: Iya, saya merokok, dok, sekitar 2 bungkus sehari
Dokter: Apakah ibu punya riwayat tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi?
Pasien: Iya, saya sering tensinya sampai 160/90 mmHg, saya kontrol rutin juga terkait hal ini, walau kadang saya s**a lupa juga minum obatnya. Saya ada bawa hasil cek kolesterol saya 4 bulan yang lalu dok, ini hasilnya (sambil menyerahkan berkas hasil laboratorium). Kolesterol total saya 245 mg/dl dan trigliserida saya 320 mg/dl dok
Dokter: Apakah ada riwayat penyakit jantung atau stroke sebelumnya?
Pasien: Tidak ada.
Dokter: Apakah Anda rutin minum obat tekanan darah atau kolesterol?
Pasien: As I mentioned earlier dok, saya sering lupa minum obatnya.
Dokter: Nanti mohon usahakan diminum sesuai anjuran dokter ya bu. Apakah ada riwayat penyakit jantung dalam keluarga?
Pasien: Ada, papa saya dulunya pasang ring jantung.
Dokter: Oke bu, ini petugas sudah siap untuk membawa ibu ke unit radiologi ya bu, nanti kita bertemu kembali setelah selesai pemeriksaan. Bye for now bu, see you later.
Pasien: Baik terima kasih dokter, see you too.
Dokter: Ibu, dari hasil pemeriksaan dan gejala yang Ibu alami, kami perlu melakukan pemantauan lebih lanjut secara ketat di rumah sakit ya, Bu. Kami akan merawat Ibu di ruang rawat inap dengan pemantauan jantung khusus, yang disebut cardiac monitored unit. Di ruangan ini, detak jantung, tekanan darah, dan kondisi Ibu akan kami pantau secara terus-menerus agar kita bisa segera bertindak jika ada perubahan.
Pasien: Berarti saya harus masuk ICU ya, dok?
Dokter: Untuk saat ini, Ibu tidak perlu masuk ICU, karena kondisi Ibu masih stabil. Namun, jika nanti ternyata ada tanda-tanda perburukan, misalnya nyeri memburuk, perubahan irama jantung, atau kondisi tidak stabilโkami akan segera memindahkan Ibu ke ICU untuk penanganan yang lebih intensif.
Tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mencegah hal itu terjadi. Kami sudah mulai pengobatan sejak awal, dan Ibu berada di bawah pengawasan ketat tim medis.
Pasien: Baik dok
Dokter: Saya akan informasikan kepada keluarga Ibu untuk mengurus admisi rawat inap ya bu. Nanti terapi lanjutan dan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di ICU
Pasien: Baik dok, suami saya yang akan urus semua dok, terima kasih dokter.
04/18/2026
If there is a patient who experiences ๐ฌ๐๐ฏ๐๐ซ๐ ๐ก๐๐๐๐๐๐ก๐๐ฌ ๐๐๐๐จ๐ฆ๐ฉ๐๐ง๐ข๐๐ ๐๐ฒ ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฎ๐๐ฅ ๐๐ข๐ฌ๐ญ๐ฎ๐ซ๐๐๐ง๐๐๐ฌโ๐๐ฏ๐๐ง ๐๐ญ ๐ซ๐ข๐ฌ๐ค ๐จ๐ ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐๐ง๐๐ง๐ญ ๐๐ฅ๐ข๐ง๐๐ง๐๐ฌ๐ฌ ๐ข๐ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ซ๐๐๐ญ๐๐โhas been diagnosed by a doctor with ๐๐ถ๐ฎ๐ป๐ ๐๐ฒ๐น๐น ๐๐ฟ๐๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐ถ๐, has been treated with pr*dni**ne but developed side effects, then switched to injectable T*c*l*zum*b but feels ๐ง๐ข๐ต๐ช๐จ๐ถ๐ฆ๐ฅ ๐ธ๐ช๐ต๐ฉ ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ช๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ค๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ๐ด ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ช๐ด ๐ด๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ค๐ข๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ ๐ธ๐ช๐ต๐ฉ ๐ง๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ณ ๐ด๐ช๐ฅ๐ฆ ๐ฆ๐ง๐ง๐ฆ๐ค๐ต๐ดโwhat is the solution?
In 2025, a new option expands how we manage Giant Cell Arteritis (GCA): Up*d*c*t*nibโan oral therapy now approved for adults.
Up*d*c*t*nibโan oral therapy now approved for adults.
This matters more than it seems.
For many patients, treatment decisions based on the facts that this medicine is more convenience (oral vs injectable), More affordable, and minimum side-effect concerns.
๐ Up*d*c*t*nib offers an alternative that can be tailored to patient preference and real-life context.
Jika ada pasien yang mengalami ๐ฌ๐๐ค๐ข๐ญ ๐ค๐๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐๐๐ซ๐๐ญ ๐๐ข๐ฌ๐๐ซ๐ญ๐๐ข ๐ ๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐๐ง ๐ฉ๐๐ง๐ ๐ฅ๐ข๐ก๐๐ญ๐๐ง ๐๐๐ก๐ค๐๐ง ๐๐๐ซ๐ข๐ฌ๐ข๐ค๐จ ๐ค๐๐๐ฎ๐ญ๐๐๐ง ๐ฉ๐๐ซ๐ฆ๐๐ง๐๐ง ๐ฃ๐ข๐ค๐ ๐ญ๐ข๐๐๐ค ๐๐ข๐จ๐๐๐ญ๐ข, telah didiagnosa oleh dokter sebagai penderita ๐๐ข๐๐ง๐ญ ๐๐๐ฅ๐ฅ ๐๐ซ๐ญ๐๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ, telah berobat pr*dni**ne namun mengalami efek samping, telah diganti ke obat suntikan T*c*l*zum*b namun ๐๐จ๐ฌ๐๐ง ๐๐ข๐ฌ๐ฎ๐ง๐ญ๐ข๐ค ๐ญ๐๐ซ๐ฎ๐ฌ ๐๐๐ง ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง ๐๐๐ ๐ฌ๐จ๐ฅ๐ฎ๐ฌ๐ข ๐จ๐๐๐ญ ๐ฆ๐ข๐ง๐ฎ๐ฆ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐๐๐ค ๐ฌ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ง๐ ๐ง๐ฒ๐ ๐ฅ๐๐๐ข๐ก ๐ซ๐ข๐ง๐ ๐๐ง, apa solusinya?
Pada tahun 2025, hadir pilihan baru dalam terapi Giant Cell Arteritis (GCA): Up*d*c*t*nibโobat oral yang kini disetujui untuk pasien dewasa.
Kenapa ini penting?
Karena dalam praktik klinis, keputusan terapi didasarkan pada Kemudahan penggunaan (oral vs suntik), harga lebih terjangkau, dan efek samping lebih minimal.
๐ Upadacitinib memberikan opsi yang lebih fleksibel, menyesuaikan dengan preferensi dan kondisi nyata pasien.
04/17/2026
๐๐๐ซ๐ง๐๐ก๐ค๐๐ก ๐๐ง๐๐ ๐ฆ๐๐ง๐๐ฆ๐ฎ๐ข ๐ฉ๐๐ฌ๐ข๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ ๐๐ฃ๐๐ฅ๐๐ง๐ฒ๐ ๐ฆ๐๐ฆ๐๐๐ข๐ค ๐๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ฌ๐ญ๐๐ซ๐จ๐ข๐โฆ ๐ญ๐๐ฉ๐ข ๐ค๐๐ฆ๐๐ฎ๐ก ๐ฅ๐๐ ๐ข ๐ฌ๐๐๐ญ ๐๐จ๐ฌ๐ข๐ฌ ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ง๐ค๐๐ง?
๐๐ง๐ข๐ฅ๐๐ก ๐ญ๐๐ง๐ญ๐๐ง๐ ๐๐ง ๐ง๐ฒ๐๐ญ๐ ๐ฉ๐๐๐ ๐๐ข๐๐ง๐ญ ๐๐๐ฅ๐ฅ ๐๐ซ๐ญ๐๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ (๐๐๐).
Sejak 2017, hadir pilihan terapi yang mengubah pendekatan kita: Tocilizumab. Obat injeksi ini terbukti efektif digunakan bersama kortikosteroidโbahkan membantu mengurangi ketergantungan terhadap steroid (steroid-sparing effect).
Kenapa ini penting?
Karena penggunaan steroid jangka panjang tidak selalu aman, terutama pada pasien dengan kondisi seperti Diabetes Mellitus dan Osteoporosis
Tocilizumab bisa menjadi pilihan ketika gejala terus kambuh saat steroid diturunkan, risiko efek samping steroid terlalu besar.
๐๐๐ฏ๐ ๐ฒ๐จ๐ฎ ๐๐ฏ๐๐ซ ๐ฌ๐๐๐ง ๐ ๐ฉ๐๐ญ๐ข๐๐ง๐ญ ๐ฐ๐ก๐จ๐ฌ๐ ๐ฌ๐ฒ๐ฆ๐ฉ๐ญ๐จ๐ฆ๐ฌ ๐ข๐ฆ๐ฉ๐ซ๐จ๐ฏ๐ ๐ฐ๐ข๐ญ๐ก ๐ฌ๐ญ๐๐ซ๐จ๐ข๐๐ฌโฆ ๐จ๐ง๐ฅ๐ฒ ๐ญ๐จ ๐ซ๐๐ฅ๐๐ฉ๐ฌ๐ ๐ฐ๐ก๐๐ง ๐ญ๐ก๐ ๐๐จ๐ฌ๐ ๐ข๐ฌ ๐ซ๐๐๐ฎ๐๐๐?
๐๐ก๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ ๐ ๐ซ๐๐๐ฅ ๐๐ก๐๐ฅ๐ฅ๐๐ง๐ ๐ ๐ข๐ง ๐๐ข๐๐ง๐ญ ๐๐๐ฅ๐ฅ ๐๐ซ๐ญ๐๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ (๐๐๐).
Since 2017, a new therapeutic option has changed the way we manage this condition: Tocilizumab. This injectable medication has been shown to be effective when combined with corticosteroidsโand importantly, it offers a steroid-sparing effect.
Why does this matter?
Because long-term steroid use is not always safe, especially in patients with conditions such as diabetes mellitus and osteoporosis
Tocilizumab may be recommended when symptoms repeatedly relapse during steroid tapering, and the risks of steroid side effects are significant
๐ง ๐๐๐ค๐ข๐ญ ๐ค๐๐ฉ๐๐ฅ๐ ๐๐ข๐๐ฌ๐โฆ ๐๐ญ๐๐ฎ ๐ญ๐๐ง๐๐ ๐๐๐ก๐๐ฒ๐ ๐ฒ๐๐ง๐ ๐๐ข๐ฌ๐ ๐ฆ๐๐ง๐ฒ๐๐๐๐๐ค๐๐ง ๐ค๐๐๐ฎ๐ญ๐๐๐ง?
Berikut saya bahas kasus wanita usia 65 tahun datang dengan diagnosis Giant Cell Arteritis (Temporal Arteritis) โ sebuah kondisi peradangan pembuluh darah besar yang bisa menyebabkan kehilangan penglihatan permanen jika tidak segera ditangani.
Ada tiga gejala kunci yang harus diwaspadai:
1. Sakit kepala baru di usia >50 tahun (terutama temporal)
2. Nyeri rahang saat mengunyah (jaw claudication)
3. Gangguan penglihatan mendadak atau kabur
Ini adalah kondisi medis darurat. Penanganan cepat dengan steroid dosis tinggi dapat mencegah komplikasi serius, termasuk kebutaan.
Jangan pernah anggap remeh sakit kepala baru pada usia lanjut โ terutama bila disertai gangguan penglihatan atau nyeri rahang.
Berikut kasus lengkapnya, selamat membaca ya.
๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ 65 ๐๐๐๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐ฉ**๐๐ ๐ฏ*๐๐*๐๐ ๐
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐.
Dokter: Selamat pagi, perkenalkan, nama saya dokter B**ti H*ri*ni, mohon sebutkan nama lengkap anda dan tanggal lahirnya ya. saya akan menanyakan beberapa hal tentang kondisi Anda, apakah Anda bersedia?
Pasien: Selamat pagi juga dokter, nama saya Siti Aminah, umur saya 65 tahun dok. iya saya bersedia dok
Dokter: Apa yang bisa saya bantu? Apa keluhan utama anda?
Pasien: Dok, kepala saya sakit banget dok.
Dokter: Sejak kapan?
Pasien: Sudah beberapa hari ini, hilang timbul tapi makin berat.
Dokter: Coba deskripsikan sakit kepalanya kayak gimana, nyut nyutan, ngerasa tetekan, atau kayak sakit tajam gitu?
Pasien: Berdenyut denyut dok, di sebelah kiri
Dokter: Di bagian mana tepatnya?
Pasien: di pelipis kiri sini dok (sambil menunjuk pelipis kirinya)
Dokter: Kapan mulainya? tiba tiba aja, atau bertahap?
Pasien: Awalnya banget sejak enam bulan yang lalu dok, sakit biasa aja dok, bisa ditahan, tapi makin lama makin berat dok.
Dokter: Sebelum kepalanya sakit, ngerasain sesuatu nggak? kayak gangguan penglihatan gitu, atau kebas kebas?
Pasien: Iya bener dok, penglihatan saya yang sebelah kanan kabur dok, di sebelah kiri
Dokter: Sakitnya di situ situ aja atau menjalar nggak ke tempat lain?
Pasien: Di situ aja sih dok, di pelipis kiri
Dokter: Kalau saya bikin skor nih, dari skala 1-10, 1 untuk yang paling nggak sakit, dan 10 untuk sakit paling berat, sakit kepala anda itu di skala berapa?
Pasien: skala 8 dok
Dokter: Setiap kali kambuh, berapa lama serangannya?
Pasien: Bisa dibilang sakit terus sih dok
Dokter: ada faktor pencetusnya/ triggernya nggak?
Pasien: Misalnya dok?
Dokter: misalnya makanan tertentu, stress atau kurang tidur?
Pasien: nggak dok. Sakitnya bisa dibilang persistent sih dok, walau kadang intensitasnya naik turun.
Dokter: Kalau makanan tertentu bagaimana? seperti keju, coklat atau minuman seperti wine gitu?
Pasien: Tidak dok
Dokter: Kalau terlambat makan, ngaruh nggak?
Pasien: Tidak ada pengaruh dok
Dokter: Pola tidur Ibu bagaimana?
Pasien: Iya akhir akhir ini saya kurang tidur dok. Ya karena sakit kepala ini juga salah satu penyebabnya dok.
Dokter: Ada gejala lain nggak yang dirasakan bersamaan dengan sakit kepalanya itu? Apakah mual, muntah gitu, atau pernah sampe pingsan?
Pasien: Mual dan muntah enggak dok.
Dokter: Pas serangan itu, penglihatannya jadi terasa kabur nggak? rahangnya jadi sakit nggak kalau lagi mengunyah makanan? Ada nyeri otot juga nggak?
Pasien: iya dok, mata kiri saya kabur dan rahang saya akit banget pas mengunyah
Dokter: Matanya berair juga nggak? hidung jadi tersumbat nggak?
Pasien: nggak dok
Dokter: BAB nya bagaimana?
Pasien: Normal aja dok
Dokter: Ada demamkah? Apakah merasa lehernya kaku atau jadi bingung atau linglung?
Pasien: Tidak ada dok
Dokter: Dulunya pernah mengalami cedera kepala nggak?
Pasien: Tidak pernah dok
Dokter: Seberapa sering sih kambuhnya?
Pasien: Hampir menetap sih dok, semakin hari semakin berat rasanya dok, dan mata juga makin lama makin kabur.
Dokter: Adakah sesuatu yang bisa membuat rasa sakitnya berkurang atau membaik?
Pasien: Tidak ada dok. Kalau dibawa istirahat hanya berkurang sangat sedikit, nggak signifikan dok. Kalau saya minum obat pereda sakit, bisa sedikit membantu tapi nggak hilang permanen dok, setelah itu sakit lagi.
Dokter: Sebaliknya, ada nggak situasi yang bisa bikin sakitnya malah tambah parah?
Pasien: ada dok, as I mentioned earlier, kalau misalnya mengunyah, saya makin kesakitan dok
Dokter: Ibu, sebelumnya saya ingin menanyakan beberapa riwayat kesehatan ya untuk membantu memastikan penyebab keluhan Ibu ya.
Pasien: Baik dok
Dokter: Ibu pernah nggak merasakan nyeri atau kaku di daerah bahu atau panggul, terutama saat bangun pagi? Biasanya kaku itu berlangsung lebih dari 30 menit atau sampai berjam-jam?
Pasien: Iya sering saya rasakan itu dok
Dokter: Sebelum ini, apakah Ibu pernah mengalami penglihatan tiba-tiba kabur atau seperti gelap sebentar, lalu membaik lagi?
Apakah pernah ada episode kehilangan penglihatan mendadak, walaupun hanya sementara?
Pasien: Iya 3 hari yang lalu dok. sekitar 1-2 menit, trus hilang lagi dok.
Dokter: Baik. Apakah Ibu memiliki riwayat tekanan darah tinggi nggak Apakah pernah didiagnosis diabetes atau kolesterol tinggi? Ibu pernah serangan stroke atau gangguan aliran darah ke otak sebelumnya nggak?
Pasien: nggak terlalu sih dok, paling tinggi tensi saya 140/90, itu juga nggak sering, hanya kalau lagi capek atau banyak pikiran aja. Saya tidak diabetes, kolesterol saya juga selalu normal, terakhir 3 bulan yang lalu kolesterol total 190 mg/ dl, dan trigliserida saya hanya 152 mg/ dl
Dokter: Ibu lagi rutin konsumsi obat tertentu nggak?
Pasien: Iya saya ada nyetok obat pereda nyeri biasa di rumah, saya beli di supermarket, obat bebas nggak pake resep dokter dok
Dokter: Ibu merokok juga nggak?
Pasien: nggak dok, saya nggak pernah merokok dok
Dokter: Alkohol?
Pasien: nggak dok
Dokter: Narkoba?
Pasien: nggak dok
Dokter: Kalau lagi kambuh itu, kerjaan atau aktifitas terganggu nggak?
Pasien: iya dok, kalau pas lagi kambuh itu, sangat sangat mengganggu aktifitas dok. sakit banget
Dokter: Apakah Ibu pernah didiagnosis penyakit autoimun, seperti rematik atau lupus? Apakah pernah ada peradangan sendi yang berlangsung lama?
Pasien: iya saya udah kena rematik sejak sepuluh tahun yang lalu dok. dan saya juga rutin kontrol dan berobat ke dokter spesialis untuk hal tersebut.
Dokter: Apakah Ibu pernah memiliki riwayat kanker?
Apakah akhir-akhir ini ada penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas?
Apakah Ibu pernah mengalami infeksi berat sebelumnya?
Pasien: nggak ada dok.
Dokter: Sekarang saya ingin bertanya tentang riwayat kesehatan keluarga Ibu ya. Apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit seperti rematik, lupus, atau penyakit autoimun lainnya?
Pasien: kakak kandung saya dulu kena lupus dok, sekarang udah meninggal.
Dokter: Apakah ada anggota keluarga yang pernah mengalami keluhan sakit kepala berat di usia lanjut atau gangguan penglihatan mendadak seperti ini?
Pasien: Setahu saya kakek saya dulunya buta dok, dan meninggalnya juga karena stroke. Kalau ibu saya dulu semasa hidupnya sakit hipertensi dan sakit jantung juga dok
Dokter: Baik, terima kasih atas jawabannya ya. Berdasarkan keluhan utama yang Anda sampaikan, saya awalnya mempertimbangkan beberapa kemungkinan penyebab sakit kepala anda. Namun setelah kita eksplore lagi gejala yang anda rasakan, maka berbagai kemungkinan tersebut tersingkir, sehingga kemungkinan diagnosa pastinya semakin mengerucut. Kemungkinan pertama cluster headache. Namun anda menjawab tidak ketika saya menanyakan apakah anda merasakan nyeri hebat di sekitar satu mata. anda juga bilang bahwa nggak ada riwayat mata berair atau hidung tersumbat. Sehingga cluster headache tidak saya pertimbangkan lagi, paham ya?
Pasien: paham dok
Dokter: Selanjutnya tension headache. tapi kalau tension headache itu biasanya terasa seperti tekanan di kedua sisi kepala, sedangkan keluhan anda adalah nyeri kepala berdenyut di sebelah kiri. Jadi nggak cocok ya. paham ya?
Pasien: paham dok
Dokter: trus bisa juga neuralgia trigeminal. Tapi pertimbangan itu saya singkirkan setelah Anda menjawab bahwa sakit kepalanya berlangsung berjam jam, bukan nyeri pada wajah yang tajam seperti serangan listrik dan berlangsung singkat. oke?
Pasien: oke dok
Pemeriksaan fisik
Dokter: Selanjutnya mohon berbaring di bed, saya akan lakukan pemeriksaan fisik.
Pasien: siap dok
Pemeriksaan fisik:
Dokter: Saya akan mulai dengan cek tanda vital anda ya.
Suhu Ibu 37ยฐC, nadi 85x/menit, RR 19x/menit, TD 140/85 mmHg, SpOโ 100% RA.
Pasien: baik dokter
Dokter: Secara umum anda tidak terlihat sangat gawat ya, dan kita akan lanjut ke pemeriksaan berikutnya
Pasien: Baik dokter
Dokter: Ini area yang saya tekan adalah area arteri remporalis. Apakah Ibu merasakan nyeri?
Pasien: Iya nyeri dok
Dokter: Sekarang saya akan lanjut memeriksa sistem sarafnya ya, mohon ikuti instruksi saya ya
Pasien: siap dok
Dokter: Mohon sebutkan kembali nama lengkap Anda, dan apakah Anda tau kita sedang berada dimana sekarang?
Pasien: Nama lengkap saya Siti Amninah dok, saat ini kita berada di ruang praktek dr. Bettricx di Cibubur
Dokter: Sekarang tanggal berapa?
Pasien: Sekarang tanggal 17 April 2026 dok
Dokter: perfect! Anda memiliki orientasi yang baik.
Dokter: (Melakukan rangkaian pemeriksaan neurologis)
Pasien: Kooperatif dengan instruksi dokter.
Dokter: All good. Saya simpulkan bahwa pemeriksaan neurologisnya semua dalam batas normal, mengerti?
Pasien: mengerti dok
Dokter: Saya juga akan cek sendi rahang anda. Apakah terasa nyeri saat membuka mulut, atau terasa seperti ada bunyi klik?
Pasien: Iya nyeri dok
Dokter: Good point. Saya akan lanjut pemeriksaan yang lainnya ya, paru paru, jantung, abdomen dan extremitas
Pasien: Baik dok
Dokter: Baik, saya sudah selesai melakukan pemeriksaannya, Ibu merasakan nyeri tekan pada arteri temporalis kanan
Leher Ibu tidak kaku
Paru & Kardiovaskular: Normal
Abdomen & Ekstremitas: Normal
Silahkan kembali ke tempat duduk dan kita lanjut diskusi ya
Pasien: siap dok
Dokter: Sakit kepala berat juga bisa terjadi pada tumor otak sih, tapi sejauh ini, kemungkinan tersebut juga udah kecil pada kasus anda saat ini.
Pasien: kenapa dok?
Dokter: Tumor otak itu gejalanya memburuk secara progresif juga, mirip dengan yang ibu rasakan, tapi biasanya ada hasil pemeriksaan neurologis yang tidak normal. Kalau kasus Ibu kan pemeriksaan neurologisnya dalam batas normal semua bu
Pasien: Puji tuhan, dok, terima kasih udah jelasin ini, saya bersyukur sekali.
Dokter: Sama sama.
Pasien: Jadi apa nama penyakit saya dok?
Dokter: Setelah semua tahap yang telah kita lalui, kemungkinannya lebih mengarah ke peradangan pembuluh darah arteri di area temporal ini ya bu (sambil menunjuk lokasi yang nyeri tekan). Saya tulis resep awal dulu untuk mengatasi keluhan ibu ya, dan kita ibu akan kita rawat inap selama beberapa hari ya. Apakah Ibu bersedia?
Pasien: Kenapa harus rawat inap dok?
Dokter: Alasan utamanya adalah karena kondisi yang kita curigai ini bisa memengaruhi aliran darah ke mata. Kalau tidak ditangani dengan cepat dan dipantau ketat, ada risiko gangguan penglihatan yang bisa menjadi permanen. Jadi rawat inap ini kita lakukan sebagai langkah pencegahan darurat untuk melindungi penglihatan Ibu.
Pasien: ooh berbahaya ya dok?
Dokter: Iya Ibu, karena ibu mengeluhkan Ibu pernah mengalami penglihatan tiba-tiba kabur atau seperti gelap sebentar, lalu membaik lagi beberapa hari yang lalu kan?
Dengan kata lain, Ibu pernah ada episode kehilangan penglihatan mendadak, walaupun hanya sementara. Dan penglihatan ibu juga makin lama makin kabur. Paham ya bu?
Pasien: Paham dok
Dokter: Kedua, karena kita sudah mulai obat steroid dosis tinggi, tadi saya resepkan Pr**n**on kan, nah itu adalah obat steroid bu. Kita perlu memantau respons tubuh Ibu secara dekat di awal pengobatan. Kita ingin memastikan obat ini bekerja dengan baik, nyeri berkurang, dan tidak ada efek samping yang perlu segera ditangani. Apakah Ibu mengerti?
Pasien: Mengerti dok
Dokter: Ketiga, selama di rumah sakit kita juga akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosisnya dengan lebih pasti. Jadi kita tidak hanya berdasarkan gejala, tapi juga dari hasil pemeriksaan penunjang.
Jadi tujuan rawat inap ini bukan karena kondisi Ibu sudah sangat kritis, tetapi lebih untuk memastikan kita bisa bertindak cepat, aman, dan tepat supaya tidak terjadi komplikasi, terutama pada penglihatan.
Jadi apakah Ibu bersedia untuk dirawat inap?
Pasien: Bersedia dok
Dokter: Kalau begitu mohon salah satu anggota keluarga Ibu yang kompeten mengurus administrasi rawat inap dan inform consent ya bu. Untuk Ibu tetap di sini dulu ya
Pasien: Baik dok
Dokter: Sebelum saya tulis resep, saya ingin memastikan apakah Ibu ada riwayat alergi obat tertentu?
Pasien: tidak dok
Dokter: Good. Bagaimana dengan asma?
Pasien: Tidak, saya nggak ada asma dok
Dokter: Ini saya sudah tuliskan resep obat untuk Ibu.
kita perlu melakukan pemasangan infus intravena dengan normal sal*ne dan saya akan resepkan p**dn*s*n. Untuk kepastian diagnosa ibu perlu kita pastikan dengan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, apakah Ibu bersedia?
Pasien: Bersedia dok
Dokter: Untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain, saya akan melakukan beberapa pemeriksaan ya bu:
yang pertama kita akan lakukan CBC (Complete Blood Count)
soalnya kita mau lihat tanda infeksi atau anemia yang bisa berhubungan dengan kondisi inflamasi ibu ya.
Next kita perlu test Chem 8 (panel kimia darah), untuk menilai fungsi ginjal dan elektrolit, penting sebelum pemberian obat tertentu bu. Lalu pemeriksaan ESR & CRP, ini adalah penanda peradangan, biasanya meningkat nih pada temporal arteritis.
kita juga akan lakukan MRI / MRA otak untuk melihat pembuluh darah dan menyingkirkan tumor atau kelainan struktural otak.
Terakhir kita perlu Chest X-ray untuk menyingkirkan infeksi atau kondisi sistemik lain yang bisa berkaitan. ya bu. Sejauh ini apakah Ibu paham?
Pasien: Paham dok
Dokter: Apakah Ibu ada pertanyaan?
Pasien: nggak dok
Dokter: Baik, saya udah order beberapa pemeriksaan penunjang, dan ibu akan dibantu nanti oleh analis lab dan staf radiologi. Kita akan lakukan pemasangan IV Line ibu sambil analis laboratorium mengambil sampel darah ibu ya.
Pasien: Baik dokter
Pasien: Saya paham dok, berapa lama saya akan perlu dirawat inap dok?
Dokter: Kami akan memantau Ibu dengan ketat selama beberapa hari (3-5) ke depan , dan begitu kondisi stabil, kita bisa lanjutkan perawatan dengan obat minum di rumah.
Selanjutnya Jika proses administrasi admisi rawat inap sudah selesai, petugas kami akan mengantarkan ibu ke ruang rawat inap yang nyaman, agar ibu bisa istirahat ya. Nanti kami akan follow up kembali jika hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi sudah selesai ya bu. Ini saya juga akan segera konsultasi ke dokter spesialis mata ya bu.
Pasien: Baik dokter. Terima kasih banyak atas pelayanan excellentnya ya dok, saya sangat menghargai bantuan Anda. Bye for now dokter, have a good day!
Dokter: Bye, take care and see you again later.
Beberapa jam setelah itu, di ruang rawat inap.
Dokter: Selamat siang Ibu. Saya harap Ibu sudah minum obatnya, dan istirahat dengan nyaman.
Pasien: Selamat siang dok. Terima kasih dokter, saya sudah minum obatnya, dan sekarang sakit kepalanya udah nggak seberat tadi lagi dok, mulai berkurang
Dokter: Syukurlah bu. Kalau saya bikin skor nih, dari skala 1-10, 1 untuk yang paling nggak sakit, dan 10 untuk sakit paling berat, sakit kepala anda itu di skala berapa?
Pasien: skala 4 dok
Dokter: Excellent. Oh iya ini saya sudah mendapatkan hasil pemeriksaan Ibu. ESR Ibu meningkat ya, CRP juga meningkat
Pemeriksaan lain (CBC, Chem 8, MRI/MRA, dan X-ray) dalam batas normal Hasil ini semakin mendukung diagnosis temporal arteritis. Namun, untuk lebih memastikan lagi diagnosis kondisi ini, ada beberapa pilihan pemeriksaan yang bisa kita pertimbangkan bersama.
Yang pertama adalah biopsi arteri temporalis, yaitu pengambilan sedikit jaringan pembuluh darah di pelipis. Ini adalah pemeriksaan yang paling akurat untuk memastikan diagnosis.
Pasien: Apa itu dok?
Dokter: Pemeriksaan ini adalah cara paling pasti untuk memastikan apakah memang ada peradangan pada pembuluh darah di daerah pelipis.
Prosedurnya seperti ini, Bu:
kami akan mengambil sedikit sekali bagian kecil dari pembuluh darah di area pelipis Ibu. Sebelum dilakukan, area tersebut akan dibius lokal, jadi Ibu tetap sadar, tapi tidak akan merasakan nyeri saat tindakan.
Setelah itu, sampel jaringan tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah ada tanda-tanda peradangan khas dari penyakit ini. Apakah Ibu paham dan bersedia?
Pasien: ditusuk-tusuk dok. apa nggak ada cara lain dok? USG misalnya?
Pilihan lainnya adalah USG pembuluh darah di pelipis, yang tidak invasif karena hanya menggunakan gelombang suara, jadi tidak perlu tindakan pembedahan. Perbandingannya begini Ibu,
USG ini lebih nyaman karena tidak ada luka, dan pada beberapa kasus bisa cukup membantu untuk diagnosis. Namun, hasilnya sangat bergantung pada alat dan keahlian pemeriksa, dan tidak semua fasilitas menyediakan pemeriksaan ini. Tapi di rumah sakit kita tersedia kok alatnya.
Sementara itu, biopsi memang sedikit lebih invasif, tetapi hasilnya lebih pasti.
Jadi kita punya dua pendekatan:
Mulai dengan USG terlebih dahulu jika tersedia,
Atau langsung melakukan biopsi untuk kepastian diagnosis.
Dokter (mengeksplorasi preferensi pasien):
Saya ingin tahu, bagaimana perasaan Ibu tentang kedua pilihan ini? Apakah Ibu lebih nyaman mencoba pemeriksaan yang tidak invasif terlebih dahulu, atau langsung ke pemeriksaan yang paling pasti?
Dari sisi medis, karena kondisi ini berisiko memengaruhi penglihatan, biasanya kami tetap akan mulai pengobatan terlebih dahulu, sambil melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis. Kita bisa putuskan bersama langkah mana yang paling sesuai dengan kondisi dan kenyamanan Ibu. Saya akan mendampingi dan memastikan Ibu mendapatkan penanganan terbaik.
Pasien: Mohon beri saya waktu untuk berfikir ya dok
Dokter: Baik Ibu. Disamping itu setiap pagi kita akan periksa ulang darah ibu untuk mengecek ESR setiap pagi ya bu.
Pasien: Baik dok, saya percayakan rencana pemeriksaan dan treatment terbaik yang sudah dokter rencanakan.
Dokter: Perfect. Terima kasih atas kerjasamanya ya bu
Pasien: Sama-sama dokter. Oh ya dok, berapa lama saya harus menjalani pengobatan dok?
Dokter: Penyakit ini biasanya termasuk kondisi jangka panjang ya bu, bisa berlangsung beberapa tahun. Namun, biasanya pasien mulai merasa lebih baik cukup cepat setelah pengobatan dimulai, sering kali dalam beberapa hari aja udah terasa angsurannya. Sebagian pasien bisa menghentikan obat dalam sekitar enam bulan, tetapi pada banyak kasus pengobatan perlu dilanjutkan lebih lama, sekitar dua sampai tiga tahun, untuk mencegah kekambuhan.
Kadang penyakit ini bisa kambuh lagi setelah lama tidak aktif, jadi kita perlu kontrol rutin ya bu.
Pasien: Ini obat saya hanya satu macam yang dokter bilang steroid itu tadi dok?
Dokter: Untuk tahap awal, obat utamanya steroid tersebut ya bu. Kita follow up setiap hari dan kita akan evaluasi ulang, kapan ibu akan butuh penurunan dosis steroid secara bertahap. Dan kita akan evaluasi lagi keluhan ibu selama penurunan dosis steroid ini nantinya.
Pasien: Kenapa harus diturunkan dosisnya dok?
Dokter: Karena pemakaian steroid ini kalau terlalu lama ada efek sampingnya bu, jadi kita akan berusaha sebisa mungkin agar hal itu nggak terjadi.
Pasien: Kalau pas turun dosis, saya kesakitan lagi bagaimana dok?
Dokter: kita punya beberapa pilihan pengobatan tambahan selain steroid.
Ada obat suntik bernama Act**ra yang membantu mengontrol peradangan dan sering memungkinkan kita menurunkan dosis steroid lebih cepat, sehingga efek samping steroid bisa lebih ringan. Kita mempertimbangkan obat ini kalau penyakitnya mudah kambuh saat steroid diturunkan.
Selain itu, ada juga obat minum baru bernama R*nv*q. Ini bisa jadi alternatif juga nantinya sesuai kebutuhan dan preferensi Ibu, misalnya lebih nyaman minum obat daripada suntikan. Jadi kita sudah buatkan treatment plan untuk Ibu sedemikian rupa dan sebaik mungkin ya bu.
Pasien: Baik dok, Saya semakin mengerti sekarang. Terima kasih atas penjelasannya ya dok, ini saya mulai ngantuk juga niy dok.
Dokter: Baik Ibu, Ibu istirahat yang nyaman ya bu. Mohon jangan sungkan hubungi kami jika ada yang ingin ibu diskusikan lagi atau Ibu ada keluhan ya bu. Have a good rest Ibu.
Pasien: Terima kasih atas pelayanan dokter yang komprehensif ya dok. Bye, wishing you a wonderful day.
Dokter: Same to you!
References
Harvard Health Publishing. (2026, March 6). Giant cell arteritis (temporal arteritis). https://www.health.harvard.edu/.../giant-cell-arteritis...
Becker, W. J., Findlay, T., Moga, C., Scott, N. A., Harstall, C., & Taenzer, P. (2015). Clinical review guideline for primary care management of headache in adults. Alberta Medical Association / Toward Optimized Practice (TOP) Program.
Le, T., Bhushan, V., Ascha, M., Bhardwaj, A., Boushra, M., & Griffin, D. (2023). First Aid for the USMLE Step 2 CK (11th ed.). McGraw-Hill Education.
Le, T., Lee, K., and Boushra, M. (2019). USMLE Step 3 (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Mayo Clinic Staff. (2025, July 8 ). Migraine headache: Symptoms and causes. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine- headache/symptoms-causes/syc-20360201
Royal College of Physicians and Surgeons of Canada. (2021). Entrustable professional activities for adult neurology (Version 1.0, editorial revision 2021). https://www.royalcollege.ca
Royal College of Physicians. (2019). Diagnosis and management of giant cell arteritis. https://www.rcp.ac.uk/.../diagnosis-and-management-of.../
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Burnaby, BC
V5G1B4