HIJAU SEHAT

HIJAU SEHAT

Share

keseimbangan antara ilahiah dan ilmiah

19/10/2022

Menjaga kesehatan lambung:
1. Istirahat yg cukup (jangan tidur kurang dari jam 11 malam)
2. Minum air hangat setiap pagi
3. Sarapan yg cukup
4. Kurangi makanan pedas
5. Hindari makanan dan minuman yg mengakibatkan asam lambung naik. Misal minum kopi dibarengi dengan makan pisang, makan mie instan dilanjutkan minuman bersoda/ berkafein tinggi, dan lainnya.
6. Atur emosi, Jangan tempramen. Karena ketika marah, hormon yg menyebabkan asam lambung naik beraksi dg cepat.

Semoga bermanfaat.

05/06/2021

TITIK TOTOK PUNGGUNG

DAHSYATNYA TERAPI TOTOK PUNGGUNG

Sejatinya adalah suatu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memberikan stimulan berupa penotokan pada
titik /simpul syaraf tertentu yang terpusat di area punggung, yang mana titik /simpul tersebut terkoneksi langsung dengan keluhan penyakit atau organ yang sedang mengalami gangguan.
Terapis hanya akan melakukan penotokan di bagian punggung tanpa menyentuh bagian tubuh atau organ yang bermasalah.

KENAPA DI PUNGGUNG?
Karena punggung adalah pusat syaraf dan pusat penyumbatan. Maka punggung sejatinya adalah terminal utama aliran darah. Teori sederhananya "suatu penyakit akan terjadi apabila aliran darah tidak lancar, sementara pusat peredaran darah itu adalah di punggung. Jadi untuk tetap sehat area punggung harus steril dari penyumbatan".

PENYAKIT APA SAJA YG BISA DISEMBUHKAN?
Dengan seizin Allah SWT tentunya, hampir semua penyakit bisa disembuhkan dengan Totok Punggung. Mulai dari penyakit ringan seperti batuk, pilek, flu, hingga penyakit yang tergolong berat seperti diabetes, kanker, Jantung, stroke dan lain-lain.

Kini, di zaman Now, masalah penyakit Jantung, Ginjal, HNP, Paru-paru, Stroke, Lambung dan berbagai penyakit lainnya, insya Allah bisa diatasi dengan terapi TOPUNG (Totok Punggung).

TOTOK PUNGGUNG EMERGENCY TREATMENT
1. Serangan Jantung
Titik Totok : Tengkuk (aliran darah/ oksigen ke kepala), belikat kiri (jantung), belikat kanan, Diulang-ulang secara bergantian.

2. Stroke
Titik Totok : Ginjal kanan-kiri (bila perlu 2 jempol sekaligus sambil ditekan dan digetarkan) Dalam kasus paling emergency (pecah pembuluh darah di kepala) hanya titik ginjal hingga darah keluar dari hidung. Jika tidak koma atau pecah pembuluh darah fokus pada titik jantung/tensi.

3. Pingsan
Titik Totok : Tengkuk, belikat kiri/ jantung, lambung, bahu belikat kanan-kiri. Diulang bergantian.

4. Kejang (saat kejadian)
Titik Totok : Ginjal kanan-kiri, jantung. Lalu cari sumber masalah/ penyumbatan.

5. Athsma
Titik Totok : Tengkuk, saluran paru-paru ke jantung. Diulang bergantian.

6. Gegar Otak
Titik Totok : Tengkuk, bahu belikat kanan-kiri, lalu tekan ginjal hingga darah keluar dari mulut,hidung,dan telinga

7. Keracunan
Titik Totok : Tengkuk, bahu belikat kanan-kiri, Lambung, lalu tekan dari ginjal ke bawah untuk mengeluarkan racun.

8. Patah tulang/keseleo
Titik Totok :
a. Untuk Tangan : GT lalu sekitar bahu belikat utk tangan lalu perbaiki posisi tulang tangan secara perlahan.
b. Untuk kaki : GT lalu totok mulai ginjal hingga sktr pinggul lalu perbaiki posisi tulang kaki secara perlahan.

9. Prostat (tidak bisa BAK)
Titik Totok : L4-5 lalu tekan mulai samping tulang ekor (kanan-kiri ditekan, ditotok) lalu tekan kesamping sepanjang garis pinggul pelan-pelan, lakukan secara berulang hingga bisa pipis normal kembali.

10. Hipotermia
Titik Totok : Tengkuk, Jantung, & lambung.

11. Angin duduk
Titik Totok : Sekitar jantung lalu lambung kemudian totok sekitar L1-L5, cari yang paling cekung / dalam lalu fokus totok di titik tersebut

Berikut adalah titik-titik totok punggung pada penderita beberapa penyakit , berdasarkan penanganan dan penyampaian materi dan konsultasi dalam pelatihan yang disampaikan oleh ustadz Abdurahman :
1. Parkinson
Titik Totok : Belikat Kanan

2. Jantung
Titik Totok : Belikat Kiri , Punggung

3. Stroke
Titik Totok : Tensi , Lumbar 2 & 4

Emergency :
Pembuluh darah pecah : kurang dari 8 jam
masa kritis pecah pembuluh darah yang
ditotok hanya ginjalnya sampai keluar darah.
Ciri ciri pembuluh darah pecah :
Koma, ngorok, tangan kiri tanpa sadar bergerak sendiri.

4. Ginjal
Titik Totok :
Gagal Ginjal : Saluran Lambung ke Ginjal
Batu Ginjal : Ginjal kebawah kearah pinggul

5. Keseleo
Titik Totok :
Lengan : Punggung , Belikat
Kaki : Ginjal ke arah Tulang Ekor dan Pinggul

6. Penyakit Anak (Panas,batuk, flek, TBC, radang, Alergi)
Titik Totok : Paru-paru ( Kanan, Tengah, Kiri )

7. Ambeien/Wasir
Titik Totok : Ginjal sebelah kiri dan pinggir tulang ekor sebelah kiri

8. Diabetes
Titik Totok : Pankreas dan Pinggul

9. HNP ( Syaraf Kejepit )
Titik Totok : Bagian Atas : Belikat & Punggung
Bagian Bawah : Lumbar 4, 5

10. Susah Nengok
Titik Totok : Belikat

11. Patah Tulang
Titik Totok : Belikat ( samping tulang ) & Punggung

12. Sinusitis / Asma
Titik Totok : Punggung & Paru-paru ( Kiri & Kanan )

13. Kejang
Titik Totok : Punggung , Paru-paru, Jantung, Lambung

14. Diare
Titik Totok : Dibawah titik paru-paru & pencernaan ( L 2,3,4)

15. Kejang Datang Bulan
Titik Totok : L3 , Jantung ke Otak

16. Liver , Hepatitis A B C
Titik Totok : Diatas paru-paru

17. Tipes
Titik Totok : Pencernaan

18. Asam Urat
Titik Totok : Belikat, Ginjal, L3, L4

19. Masuk Angin
Titik Totok : Ujung Belikat Kanan-kiri

20. Kesuburan Wanita
Titik Totok : Lumbar 3

21. Darah Tinggi
Titik Totok : Belikat

22. Kanker Otak, Getah Bening, Pusing, Gigi sakit
Titik Totok : Bahu ( kiri kanan ) , Tengkuk, Belikat ( Tensi )

23. Paru-Paru
Titik Totok : Paru – paru ( Kanan – Tengah – Kiri )

24. Pengapuran
Titik Totok : Pengapuran di kaki : Ginjal , L3 & L4
Titik Totok : Pengapuran di leher : Belikat

25. Glukoma
Titik Totok : Pankreas , Tekanan Darah Tinggi/Tensi

26. Kanker payudara sktr belikat tarik garis lurus ke belakang sejajar pusat benjolan kanker di depan.utk servik mulai L3 hingga sktr pinggul.

Barokallahu fiikum...semoga bermanfa'at

(copas dari grup sebelah)

24/03/2020

Copas...

Saya ingin membagikan informasi ini, yang dikirim oleh kolega saya yang bekerja di Dr. Negreen, rumah sakit utama di pulau kami. Tentu ini dalam bahasa Spanyol, maka saya akan membacakan terjemahannya. Begini informasi tersebut:

Sekarang pihak *China sudah mengerti ciri-ciri dari virus COVID-19 berkat berbagai otopsi yang telah mereka lakukan* Ciri khas virus ini adalah:

Menyumbat saluran-saluran pernafasan dengan lendir kental yang mengeras dan memblokir saluran pernafasan dan paru-paru. Jadi sebelum menggunakan obat, harus terlebih dahulu membuka sumbatan saluran pernafasan, agar pengobatan dapat berfungsi maksimal.

Namun, ini semua memakan waktu beberapa hari. Rekomendasi mereka *untuk menjaga diri adalah:*

*1. Minum banyak cairan yang panas* (kopi, sup, teh, air hangat). Selain itu, menyeruput sedikit air hangat setiap 20 menit, supaya rongga mulut tetap lembab dan ini juga mengusir semua virus yang telah masuk ke mulut hingga ke perut, di mana ia akan dinetralkan oleh asam di lambung, sehingga tidak bisa sampai ke paru-paru.

*2. Berkumur dengan bahan antiseptic* dalam air hangat, seperti cuka, garam atau lemon. Kalau bisa lakukanlah ini setiap hari.

*3. Virus ini menempel* di rambut dan pakaian. Bisa dibunuh oleh deterjen atau sabun, tetapi anda *harus langsung mandi/shower setelah setiap pulang dari perjalanan.* Jangan duduk dulu tetapi langsung pergi ke kamar mandi. Kalau tidak bisa mencuci pakaian setiap hari, digantung supaya kena sinar matahari, yang juga akan menetralkan virus.

*4. Mencuci semua permukaan yang terbuat dari logam* dengan baik, karena virus bisa bertahan hingga sembilan hari di situ. Berhati-hati sehingga tidak menyentuh rel pegangan tangan, gagang pintu, dst. Pastikan di rumah benda-benda itu tetap bersih, dibersihkan dan dilap secara teratur.

*5. Jangan merokok.*

*6. Mencuci tangan setiap 20 menit* dengan sabun yang berbusa. Lakukan ini selama 20 detik dan mencuci tangan secara menyeluruh.

*7. Makan buah-buahan dan sayuran.* Coba menaikkan jumlah zat besi, bukan hanya sekedar vitamin C.

*8.* Hewan tidak menyebarkan virus ini kepada manusia. Hanya ada transmisi antar manusia.

*9. Menghindari terkena flu.* Ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh. Menghindari makanan atau minuman dingin.

*10.* Apabila anda mengalami rasa tidak nyaman dalam tenggorokan, atau *merasa tanda-tanda akan sakit tenggorokan, langsung dilawan* dengan metode-metode diatas. Virus ini biasa masuk ke dalam sistem tubuh melalui mulut, dan bertahan di tenggorokan selama 3 atau 4 hari sebelum pindah ke paru-paru.

Semoga berhasil, jaga diri kalian dan silahkan bagikan informasi ini, katanya. Saya juga mendengar informasi yang mirip dari sumber-sumber lain, dan rupanya ini adalah nasihat yang kredibel yang bisa digunakan masyarakat untuk menjaga diri.

Semoga bermanfaat.

08/10/2019

inilah potongan kanker setelah dikeluarkan dari tubuh pasien. ternyata kanker itu makhluk hidup, didekatkan bawang putih dia menjauh tapi disimpan emas dia mendekat.
pantas kalau didalam tibuh dia beranak dan memakan darah dan daging.
MARI KITA MENJAGA KESEHATAN.
itulah mengapa Rosululloh melarang kaum pria memakai emas karena partikel emas itu akan mengendap dalam darah. sedangkan bagi kaum wanita partikel dan darah kotor itu akan keluar ketika haid.
Subhanalloh, lebih dari 14 abad silam salah satu kehebatan ajaran Islam baru terungkap sekarang.

04/09/2019

Bahaya Penyakit ‘Ain (Pengaruh Pandangan Mata Dengki atau Takjub)

Percakapan yg mengandung pengaruh 'Ain

Ibu A : “Ini loh, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman – teman sebayanya. Sudah bisa lari – lari, udah pinter ngomong, makannya lahap, makanya badannya montok. Duh, senengnya…”

Ibu B : “Baguslah, iya Si A emang pinter ya? Anak saya malah baru bisa jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah banget nih…”

Malamnya, si A rewel tidak seperti biasanya. Tidak mau menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke DSA (Dokter Spesialis Anak), sang Dokter pun mengatakan tidak ada indikasi medis apapun.

Apa itu Penyakit ‘Ain?

Secara harfiah, penyakit ‘Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain.

Penyakit ‘Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena ‘Ain. Yang paling rentan terkena penyakit ‘Ain adalah anak – anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda.

Dari Ilustrasi kasus di atas, terlihat jelas bahwa Ibu A tengah menceritakan tentang kepintaran anaknya kepada Ibu B. Namun, kondisi anak Ibu B tidaklah lebih baik dari Si A. Secara tersirat, Ibu B merasa iri dengan perkembangan Si A yang bagus. Dari perbincangan inilah, panah hasad mengenai si A. Sehingga, menyebabkan malamnya si A rewel. Padahal, dari lisannya meluncurkan pujian, namun disertai rasa dengki, yang tentu saja, setan turut berperan dalam membidikkan panah ‘Ain, hingga mengenai sasarannya.

Penyakit yang diderita anak-anak tidak semuanya bisa dideteksi dengan ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar’i yaitu penyakit ‘ain. Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu ‘ain insi atau ‘ain yang berunsur manusia, dan ‘ain jinni atau ‘ain yang berunsur jin.

Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim serta yang lainnya, diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain.

Apakah Penyakit ‘Ain Benar Adanya?

Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).

“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam”(Imam Ahmad)

Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.

Bagaimana Cara Kerja Penyakit ‘Ain?

Ibnu Hajar berkata : “Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya: ‘Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh?’. Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.

Oleh karenanya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain, dan Setan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama ALLAH sehingga bisa berpengaruh pada jasad orang yang didengki dengan izin ALLAH jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).

Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.

Ibnu Jauzi berkata : “Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi karena orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh).

Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”

Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang “kosong” dari dzikir kepada Allah swt. Allah berfirman di dalam Alqur’an yang artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)”.” (QS. Al-Qalam : 51).

Imam Al-Qasthalani berkata : Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbanya!!

Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena ‘Ain?

A. Pada Orang Dewasa Yang sehat Jasmani

1.) Kepala pusing

2.) Wajah yang menguning

3.) Banyak berkeringat

4.) Banyak Kencing

5.) Sering ingin muntah dan menguap

6.) Sedikit tidur atau banyak tidur

7.) Tidak mempunyai nafsu makan

8.) Basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada.

9.) Nyeri pada bagian punggung dan antar kedua pundak

10.) Tidak bisa tidur pada waktu malam

Tanda – tanda di atas terkadang ada baik semua maupun sebagian, tergantung pada kekuatan ‘ain tersebut dan banyaknya orang yang menyebabkan penyakit ‘ain, sebagaimana tanda – tanda ini juga terdapat pada orang yang tidak terkena penyakit ‘ain atau karena orang tersebut dijangkiti penyakit medis pada anggota badan atau jiwanya.

B. Pada Bayi, Balita dan Anak – anak

1.) Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung hentiAisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

2.) Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas

3.) Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas

4.) Kondisi tubuh yang sangat kurus kering. Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).

Perbedaan ‘Ain dengan Sihir

1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir
2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘ain tidak
3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untukmencelakakan, sedangkan al-‘ain tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri
4.Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT… sdangkan al-‘Ain bisa mlesat dari mata orang yang SHALEH
5.Saking bahayanya al-‘Ain sampai2-sampaiRasulullah bersabda :
أكثر من يموت من امتي بعد قضاء الله و قدره بالعين
“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat” (HR.Bukhari)

Indikasi Penyakit karena ‘ain menurut ‘ulama’
1. Rasa sakit yg berpindah – pindah di badan
2. Sebagian besar penyakit kanker/tumor/benjolan
3. Penyakit asma
4. Lumpuh mendadak
5. Mandul
6. Diabetes
7. Tekanan darah tidak stabil
8. Datang bulan tidak teratur
9. Beberapa penyakit dalam seperti usus
10. Beberapa penyakit kejiwaan, seperti sempit hati, was-was, linglung, dsb

Ciri-ciri seseorang yg sudah terkena ‘ain
* Kepala pusing
* Rasa sakit kepala yg berpindah-pindah
* Warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah-merahan bercampur hitam
* Banyak keluar keringat
* Sering buang air kecil
* Sering ingin muntah
* Tidak ada nafsu makan
* Kedua tangan dan kaki sering berkeringat disertai kesemutan
* Kesemutan
* Rasa panas / dingin di beberapa bagian tubuh
* Jantung berdebar
* Rasa sakit yg berpindah-pundah atau nyeri pada bagian. bawah punggung dan bahu
* Rasa sedih
* Dada sesak
* Berkeringat di malam hari
* Rasa takut yg berlebihan
* Temperamental
* Sering cegukan
* Sering menguap dan Mendesah
* Menyendiri dan s**a mengurung diri

* Rasa lemas dan malas
* Rasa ingin tidur terus atau sedikit tidur
* Susah tidur malam
* Badan kurus/susah gemuk
* Ada masalah kesehatan tanpa penyebab yg jelas dan sulit diobati scara medis
*Gatal-gatal pada kulit
*Anak tiba-tiba sering rewel sulit diatur

(Sumber diambil dari kitab “Min asbaabi daf’i al-bala’ karya syaikh Abdullah bin Muhammad As Sadhan dan “Al Ma’iin Fii ‘Ilaaj As Sihr Wal Mass Wal ‘Ain karya syaikh Abu ‘Azzam Musa)

Bagaimana Upaya Orang Tua Agar Anak Terhindar Dari Penyakit ‘Ain?

1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu allaihi wa sallam memohon perlindungan ALLAH untuk Hasan dan Husain dengan doa :

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”

“Aku berlindung kepada ALLAH untuk kalian berdua dengan kalimat – kalimat ALLAH yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR. Abu Daud)

2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam Zadul Ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan Radhyallahu ‘anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.

3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan – kelebihan atau kebaikan – kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengki siapa saja yang mendengarnya, kemudian berusaha melihatnya, hingga ALLAH menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.

Upaya Apa Yang Harus Ditempuh Jika Anak Tertimpa Penyakit ‘Ain?

1.) Memandikan Pelaku ‘Ain

Jika telah diketahui pelaku ‘Ain-nya, maka perintahkanlah ia agar mandi kemudian air yang dipakai mandi tersebut diambil dan disiramkan kepada orang yang terkena ‘Ain dari arah belakangnya.

Dari Umamah bin Sahl bin Hunaif, bahwasannya ayahnya telah menceritakan kepadanya : Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pergi bersamanya menuju Makkah. Ketika sampai di satu celah bukit Kharar di daerah Juhfah, maka Sahl bin Hunaif mandi. Ia adalah seorang yang yang berkulit sangat putih dan sangat bagus. Maka ‘Amir bin Rabi’ah – kerabat Bani ‘Adi bin Ka’b – memandangnya ketika ia sedang mandi. ‘Amir berkata : ‘Aku belum pernah melihat seperti sekarang, juga tidak pernah melihat kulit wanita perawan bercadar’. Maka tiba-tiba Sahl jatuh terguling (karena sakit. Maka datag Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dikatakan kepada beliau : “Wahai Rasulullah, apa kira-kira yang terjadi pada Sahl ? Ia (Sahl) tidak bisa mengangkat kepalanya dan sekarang ia belum juga sadar”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya : “Apakah ada seseorang yang kalian curigai ?”. Mereka berkata : “Amir bin Rabi’ah telah memandangnya”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu memarahinya dan bersabda : ‘Mengapa salah seorang diantara kalian hendak membunuh saudaranya ? Mengapa ketika kamu melihat sesuatu hal yang menakjubkanmu, kamu tidak memberkahi ?”. Kemudian beliau berkata kepadanya : “Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepadanya (Sahl) oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana tersebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali). ” (HR. Ahmad, Malik, dan Nasa’i)

Bisa juga pelaku ‘Ain cukup berwudhu saja dan kemudian air bekas wudhunya dipakai mandi oleh orang yang terkena ‘Ain.

Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : “Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi).” (HR. Abu Dawud)

At-Tirmidzi menjelaskan : ”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur, lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut, lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya. Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai. Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran.

2.) Meruqyahnya dan Meletakan tangan ke atas kepala penderita ‘Ain dengan membaca :

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ

“Dengan nama ALLAH, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dan dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. ALLAH-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama ALLAH aku meruqyahmu” (HR. Muslim)

بِسْمِ اللهِ يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَمِنْ شَرِّ ذِيْ عَيْنٍ

“Dengan nama ALLAH, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)” (HR. Muslim)

3.) Meletakkan tangan di bagian atas yang sakit dan meruqyah dengan QS. Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas, Ayat Kursi, bagian penutup surat al – Baqarah (dua ayat terakhir), serta mendo’akan dengan do’a ruqyah yang syar’i.

4.) Membacakan pada air (dengan bacaan –bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rasulullah shollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud)

5.) Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak, boleh juga dengan air hujan.

Sunnah – Sunnah Ketika Memandang Takjub Terhadap Sesuatu

1. Mendoakan keberkahan kepada apa yang dilihatnya

Dari Amir bin Robi’ah Radhiyallahu ‘anhu :

Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :

اللَّهُمَّ بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

“Ya ALLAH Semoga ALLAH memberikan berkah padanya”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya ALLAH berkahilah atasnya”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya ALLAH Berkahilah Baginya ”

2. Hendaknya Mengucapkan :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak ALLAH – lah semua ini terwujud”

Kesalahan – kesalahan Orang Tua Ketika Anak Tertimpa ‘Ain

Meletakkan gunting di bawah bantal si bayi dengan keyakinan itu akan menjaganya. Sungguh ini termasuk kesyirikan karena menggantungkan sesuatu pada yang tidak dapat memberi manfaat atau menolak bahaya.

Mengalungkan anak dengan Jimat, Penangkal Tolak Bala, dan lain sebagainya. Ini juga termasuk perbuatan syirik dan hanya akan melemahkan si anak dan orang tua karena berlindung pada sesuatu selain ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh, amat dashyat ancaman bagi Pelaku Syirik. Yaitu Dosa Besar Menyekutukan ALLAH dengan selainNya, serta tidak akan diampuni hingga Pelakunya benar – benar bertaubat.

Apakah Memajang Foto Di Facebook Dapat Menyebabkan Penyakit ‘Ain?

Terkena ain tidak harus dengan cara melihat langsung korban ain. Namun bisa juga terjadi dengan membayangkan atau mengkhayalkan apa yang disampaikan kepadanya. Termasuk dengan melihat foto atau gambar korban ain tersebut.

Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan,

ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية

”Jiwa orang yang menjadi penyebab ain bisa menimbulkan ain, tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, lalu jiwanya bisa menimbulkan ain, meskipun dia tidak melihat sesuatu itu. Dan ada banyak penyebab ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ain, hanya dengan cerita tanpa melihat langsung.” (Zadul Ma’ad, 4/149)

Setelah membawakan keterangan Ibnul Qooyim di atas, dalam Fatwa Islamdinyatakan,

وبهذا يتبين أن العائن قد ينظر إلى صورة الشخص في الحقيقة أو في التلفاز ، وقد يسمع أوصافه فيصيبه بعينه ، نسأل الله السلامة والعافية

“Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa penyebab ain bisa jadi ketika melihat gambar seseorang atau melalui televisi, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian orang itu terkena ain. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

Kemudian beliau mengingatkan,

وننبه إلى أن بعض الناس يستسلم للوساوس والهواجس ، ويظن أنه سيصاب بالعين كلما رزق نعمة ، أو جاءه خير ، وهذا من الضعف والعجز ، فإن المؤمن لديه من الأسلحة ما يتحصن بها من شر العين والحسد والسحر ، فعليه أن يتوكل على ربه ، ويعتصم به ، ويداوم على الذكر الواقي من تلك الشرور

”Kami ingatkan, sebagian orang telah menjadi korban was-was dan bisikan. Dia selalu dihantui dengan perasaan seolah terkena ain ketika mendapat rizki atau mendapat kabar baik. Semacam ini termasuk kelemahan mental. Karena setiap mukmin memiliki senjata yang bisa dia gunakan untuk melindungi dari ain, hasan dan sihir. Karena itu, selayaknya dia bertawakkal kepada Allah, memohon perllindungan kepadanya, dan merutinkan dzikir sebagai benteng dari semua kejahatan tersebut.” (Fatwa Islam, no. 122272)

Sikap Terbaik Dalam Menyikapi Bahaya ‘Ain

Perlulah kita selalu mengingat, bahwa sekalipun kita mengetahui bahaya ‘ain memiliki pengaruh besar dan berbahaya, namun tidaklah semua dapat terjadi kecuali dengan ijin ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sebagai orang Islam tidaklah berlebihan dalam segala sesuatu. Termasuk dalam masalah ‘ain ini, maka seseorang tidak boleh berlebihan dengan menganggap semua kejadian buruk berasal dari ‘ain, dan juga tidak boleh seseorang menganggap remeh dengan tidak mempercayai adanya pengaruh ‘ain sama sekali dengan menganggapnya tidak masuk akal. Ini termasuk pengingkaran terhadap hadits-hadits shahih Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Sikap yang terbaik bagi seorang muslim adalah berada di pertengahan, yaitu mempercayai pengaruh buruk ‘ain dengan tidak berlebihan sesuai dengan apa yang dikabarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Bandung
40385