Siti Iisnawati
Cinta sejati �
Malam semua
Puisi siang ini
DI ANTARA DETIK YANG BERLARI
Tanpa kita sadari
Hari berjingkat melewati batas pagi, menyisakan jejak senyap di tepi senja, dan waktu, seperti sungai tak henti mengalir, membawa kita pada arus yang tak kembali. Kita duduk di beranda usia, menatap bayang-bayang mimpi yang terlelap, sementara langkah-langkah kita terikat,
oleh rantai penantian yang sunyi.
Apa yang tersisa dari perjalanan ini?
Jika bukan angin yang membawa serpihan ingatan, dan langit yang mengisyaratkan malam, sedangkan kita, hanya menunggu, entah apa yang dinanti, entah kapan segalanya berhenti.
Waktu
Tak pernah lelah memutar roda, meninggalkan kita dalam lingkaran tanya, adakah kita benar-benar hidup, atau hanya sekadar menunggu akhir cerita?
Maka
Di antara detik yang berlari, biarlah kita berdamai dengan yang ada, merengkuh sisa cahaya, dan berharap, bahwa penantian ini bukan sekadar sia-sia.
Kita
Harus sabar pada penantian, dan jangan hanya terpaku pada waktu, yang entah kapan pergi dan datang kembali, mengukir detik detik yang berlari, mengarungi samudra waktu itu sendiri.
210325
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Website
Address
Bandung