Sukses Muda Bahagia
Buat kamu anak muda dan yang berjiwa muda, yang mau sukses bersama-sama, meraih bahagia selamanya :)
29/02/2024
Bismillah,
Hari ini hari terakhir di bulan Februari. Ada sedikit pengumuman, penting ngga penting sebenarnya. Tapi ngga papa akan diumumkan melalui postingan ini.
Setelah sedikit evaluasi ternyata banyak hal yang masih berantakan pada diri ini. Bingung mulai benahin dari mana. Akhirnya memutuskan mulai dari yang sepertinya paling effortless, detox media sosial.
Jujur sebenarnya diri ini punya ambisi cukup besar terhadap sosial media karena bisa menyalurkan sedikit kemampuan menulis.
Oleh karena itu, Insya Allah akun ini akan hiatus, tadinya selama bulan ramadhan. Tapi bsok kan pas tanggal satu jadi sekalian aja per tanggal 1 maret akan dimulai. Walaupun selama ini juga jarang sharing tapi scroll tetap jalan terus. Ada perasaan agak FOMO sebenarnya tapi bismillah ya.
Kalau ada yang muncul pertanyaan begini, hiatus kenapa bilang-bilang, “padahal tinggal uninstall weh aplikasinya,” kujawab,”Santai, Bro!” hhehe.
Jadi postingan ini dibikin bentuk komitmen, makin banyak orang tau harapannya makin banyak yang bantu ingetin. Siapa tau suatu saat seorang Fadhilah ini ngintip story, ngga sengaja like, atau bahkan story ig sebelum 1 Syawal, ingetin aja. Godaan HP kan emang luar binasa kan yak, siapa tau diri ini khilaf dan lupa.
Kalau ada keperluan, mau main mungkin, ngajak janjian, atau mungkin mau ngasih rejeki wa dan tele masih aktif Insya Allah. Komunikasi pakai jalur wa atau tele dulu, mangga langsung japri atau kalau aku japri jangan lupa dibalas yaaa.
See you at Syawal 😊
29/02/2024
Sejenak
Dengan tegap gadis itu melangkah menyambut kedatangan sang adik. Ia mendekati pintu belakang memasuki dapur. Ia sibakkan tirai yang membatasi dapur dengan halaman belakang. Sekilas ia tatap arah ke arah adiknya yang baru datang.
Ia tatap agak lamat, tampaknya ia agak kusut dari biasanya. Ia mundur sejenak berbalik ke dapur. Membuka kulkas menatap isinya perlahan. Ia pilih botol bening berisi air tanpa warna bening layaknya kristal. Gadis itu mengambil gelas dan membawa keduanya mendekat pada adiknya. Dituangnya air dalam gelas, ia serahkan pada adiknya sambil menatap adiknya dengan lamat.
Air sisanya dibawanya ruang tengah, diletakkan di sebuah meja kecil di samping satu-satunya sofa panjang di rumah tersebut. Kembali ia melihat ke arah adiknya, tampak ia menenggak habis minumnya. Kemudian melangkah mendekati kakaknya, ikut duduk disamping kakaknya. Kemudian ia diam, sejenak.
Sejenak, keduanya tak bergeming. Tampak menikmati setiap detik yang berlalu. Seolah membiarkan masai mengulur kusutnya. Selanjutnya keduanya menarik napas dalam, sejenak.
Sejenak.
04/01/2024
Selamat malam
Akankah ia kan panjang
Entahlah
Yang terpenting ia adalah segala akar
Memulai esok pagimu tergantung pada malam
Selamat malam
Akankah ia kan gulita
Entahlah
Yang jelas ia akar dari semburat
Memantik mentari itu tersebab pada malam
Selamat malam
Biarkan ia meringkuk
Mengulum mimpi sekerlip bintang
Untuk kita tegap hadapi kehidupan
01/01/2024
Tentang Seorang Gadis.
Ia terduduk di bangku panjang di samping sungai belakang rumahnya. Pikirannya kosong, terlalu banyak yang harus diputuskan hingga akhirnya ia memilih untuk diam mengambil jeda. Ia pandangi air yang mengalir membawa beberapa dedaunan hingga perlawan dedauan menjauh hingga tak lagi tampak wujudnya. Ia menyesapi jeda panjang sejak pagi hingga matahari sudah cukup tinggi. Mungkin ia tak merasakan panas semestinya karena panas muncul hanya semburat tertutup dedaunan pohon.
Kemudian ia menghela nafas panjang. Seakan tak hendak akan beranjak dari tempat duduknya. Namun, matanya sudah mulai gelisah. Mungkin perlahan seolah semut mulai menggerayangi kakinya yang tergantung tak mencapai tanah.
Kakinya bergoyang-goyang terlihat ia tak nyaman. Tapi pandangan matanya tetap tertuju pada aliran air sungai yang masih membawa beberapa dedaunan yang gugur menjauh darinya. Tak lama terlihat ia menaikkan kakinya kemudian duduk bersila di atas bangku kemudian bersandar menatap ranting yang tepat ada di atas kepalanya. Daun yang ada pada ranting itu masih hijau segar yang juga menghalangi cahaya matahari langsung jatuh di matanya.
Gadis dengan gaun selutut itu menghela napas. Seolah menarik kembali isi pikirannya yang berkecamuk. Dengan berkaca matanya menatap pucuk dedauan di atasnya dengan nanar. Ia menatap lama hingga kemudian menutup matanya. Tak ada yang tau apa kiranya masalah apa yang membebaninya. Angin seolah tak peduli hanya berlalu sambil meraba kulitnya dengan lembut kemudian berlalu. Tak lama ia merebahkan tubuhnya yang jenjang mengikuti panjangnya bangku. Ia menutupi wajahnya dengan lengan masih dengan diam, hanya ada terdengar suara angin yang membelai lembut dedaunan dan gemerisik air yang beradu dengan batu-batu. (dLa)
31/12/2023
Ia adalah kata yang tak kunjung menjadi paragraf
Ia tenggelam dalam fananya dunia
Ditekan sejadinya berusaha ia timbul kemudian tenggelam
Ia adalah kata yang hendak jadi cerita
Kemudian akhirnya hanya resah dengan gelisahnya
Kini tetap ingin timbul berusaha tak tenggelam
Ia adalah kata, perlahan menjadi frasa bertekad menjadi alenia dan berjuang berakhir menjadi sebuah cerita
31/12/2023
Bisa jadi semua adalah proses,
Bukan anggap semua adalah proses
Karena semua orang harus berproses
Tahun ini banyak hal yg terjadi jadikam semuanya pembelajaran untuk 2024 lebih baik
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Jalan Kapten Abdul Hamid Panorama 2, Hegarmanah, Cidadap
Bandung
40141