Lanting Banjar Terapi
Media Pengobatan Alternatif
Raih ketenangan dalam nafas. Bermula dari nafas dan berakhir pada nafas.
Panti Asuhan Nur Hidayah, 19 Januari 2020, di Jl Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Indonesia.
Latihan singkat menggali kreativitas melalui Teknik Terapi Kombinasi (Terapi Meditasi Nafas, Terapi Sufi Healing, Terapi Gelombang Otak, Terapi Suara, Terapi Warna, Terapi Akupresur & Hipnoterapi) yang disampaikan oleh A.Rahman.A, dalam rangkaian kegiatan sosial Berbagi Pengetahuan & Pengalaman “Lanjutan” di Panti Asuhan (BPP.L-PA) Nur Hidayah di Banjarmasin, pada 19 Januari 2020. Kehadiran di PA Nur Hidayah ini adalah kunjungan tahap kedua di panti tersebut. BPP-PA dilaksanakan oleh LanSa ABK (Lanting Sahabat Anak Berkebutuhan Khusus) dan Prasasti Pena, dengan rangkaian kegiatan lain beberapa diantaranya seperti motivasi positif, pengetahuan bahasa isyarat, workshop singkat mengenai dasar-dasar menulis, latihan membaca karya sastra, serta menyerahkan beberapa eksemplar buku antologi puisi
Sebelumnya, dalam workshop singkat dasar-dasar menulis, yang merupakan rangkaian kegiatan sosial Berbagi Pengetahuan & Pengalaman di Panti Asuhan (BPP-PA) Nur Hidayah pada November 2015, anak-anak PA Nur Hidayah telah menghasilkan beberapa karya sastra puisi dan prosa liris, yang kemudian diikut sertakan oleh Prasasti Pena dalam seleksi Antologi Puisi Bersama pada Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017. Ada 19 karya sastra puisi dan prosa liris yang lolos seleksi dan dimuat dalam Antologi Puisi Bersama Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017 yang berjudul “Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan”. Buku antologi puisi inilah yang diserahkan bersama satu eksemplar novel berjudul “Langkah Kecil”, yang disumbangkan oleh Panitia Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017 untuk kegiatan BPP.L-PA.
#
Prolog NAFAS Lanting Banjar Terapi.
Praktek meditasi bagiku mungkin bukan hal baru, tapi sudah dilakukan jauh sebelum aku mengetahui arti “meditasi” dan manfaatnya, bahkan saat itu aku tidak tahu bahwa itu adalah merupakan bagian dari terapi.
Ketika masih sekolah dasar, aku mengikuti kegiatan seni bela diri silat dan diajarkan latihan olah pernafasan untuk tenaga dalam, namun secara tidak sadar aku mempraktekkannya malah kepada meditasi nafas yang kusebut dengan “meditasi jiwa”, di mana dalam Islam disebut Tafakur, dan waktu itu pun aku masih belum mengerti secara mendalam arti dari kata “Tafakur” .
Bagiku waktu itu, latihan meditasi jiwa lebih terasa nyaman, tenang dan damai serta emosi yang terkontrol. Hingga dari praktek meditasi nafas untuk diri sendiri, berlanjut dengan membantu rekan-rekan pesilat lain dalam latihannya.
Saat menjadi santri di pesantern, barulah aku mengetahui bahwa gerakan wudhu dan sholat juga adalah bagian dari terapi, serta mengenal tata cara meditasi nafas secara Islami yang ada dalam Tauhid dan Tasawuf, seperti yang dilakukan kaum sufi yang disebut sufi healing, dengan berbagai istilah yang mendasarinya, yaitu Tafakur, Mujahadah, Muhasabah, Musyahadah, Muraqabah, Mukasyafah, Tawajjuh dan istilah lainnya.
Latihan dan pelaksanaan teknik terapi nafas dalam meditasi sufi dapat dilakukan terus menerus, baik saat diam maupun bergerak, baik saat tidur maupun terjaga, baik saat berbaring dan duduk maupun berdiri juga berjalan serta berlari, bahkan saat berbicara. Inilah yang disebut sebagai meditasi diam dan meditasi bergerak.
Sewaktu menjadi mahasiswa, aku terlibat aktif dalam latihan seni, yang kemudian mengarahkanku untuk lebih mendalami berbagai olah pernafasan dan beragam meditasi. Pada seni teater aku mengenal pernafasan olah vokal dan meditasi penjiwaan (karakter), pada seni tari aku mengenal meditasi gerak, pada seni musik aku mengenal meditasi nada dan irama, hingga pada seni sastra, lukis dan kriya. Ternyata seni dapat meningkatkan daya kreativitas.
Jika dikupas satu persatu, musik berguna untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati serta dengan menggunakan lagu dan gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Sementara seni tari akan membantu mengembangkan keterampilan motorik. Sedangkan drama akan mengajarkan tentang emosi, membantu pengendalian diri dan empati sehingga mampu memecahkan masalah, serta belajar menghadapi frustasi dan situasi sosial di sekeliling. Sedangkan seni lukis dapat membantu perkembangan emosional, sehingga bisa memahami apa yang membuat merasa senang, sedih maupun takut.
Memahami tentang seni serta olah nafas dan beragam meditasi, membawa pada pengetahuan tingkatan gelombang otak. Otak terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka otak tersebut sudah mati.
Beragam pengalaman kehidupan dan kegiatan serta pekerjaan, telah memberikan warna tersendiri. Belajar, berlatih dan mempraktekkannnya pada diri sendiri, serta membantu orang lain untuk melatihnya pada berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, semakin memberi pemahaman tentang jiwa manusia dan Sang Pencipta.
Seiring nafas yang dijalani, tiap ada kesempatan, aku kembali memperkaya wawasan tentang berbagai teknik terapi, baik itu terapi aroma, terapi suara, terapi warna, terapi akupresur, hipnoterapi maupun Tension and Trauma Releasing Exercises Therapy.
Perlu waktu yang cukup lama mengkombinasikan semua teknik terapi tersebut, karena masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga agar seimbang dan saling melengkapi, memang perlu proses latihan yang panjang agar menjadi kombinasi yang selaras.
Dari teknik terapi yang dipelajari, semuanya kembali pada teknik nafas, sebab teknik ini adalah teknik dasar dan menjadi pondasi dari semua bangunan terapi, yang kemudian untuk aplikasi prakteknya, aku bagi menjadi dua metode yaitu metode religi dan metode umum, tergantung dari kondisi keyakinan seseorang.
Namun kesudahannya, teknik nafas adalah awal dan akhir yang mengiringi perjalanan dari semua teknik lain, sebab tanpa pernafasan yang baik, teknik apapun tidak akan memberi hasil dengan baik. Karena perjalanan kehidupan itu berawal dari nafas dan berakhir pada nafas!
by A.Rahman.A
Foto :
https://web.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/photos/a.646834182742569/647364196022901/?type=3&theater
***
Selengkapnya bisa dibaca di “Pengantar Kata NAFAS Lanting Banjar Terapi”
https://www.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/photos/a.569963123763009/569963707096284/?type=3&theater
#
Informasi Lanting Banjar Terapi :
Rahman Banjar, Hp 085107722990 / 085820432229
19/02/2020
Panti Asuhan Nur Hidayah, 19 Januari 2020, di Jl Sungai Andai, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Indonesia.
Latihan singkat menggali kreativitas melalui Teknik Terapi Kombinasi (Terapi Meditasi Nafas, Terapi Sufi Healing, Terapi Gelombang Otak, Terapi Suara, Terapi Warna, Terapi Akupresur & Hipnoterapi) yang disampaikan oleh A.Rahman.A, dalam rangkaian kegiatan sosial Berbagi Pengetahuan & Pengalaman “Lanjutan” di Panti Asuhan (BPP.L-PA) Nur Hidayah di Banjarmasin, pada 19 Januari 2020. Kehadiran di PA Nur Hidayah ini adalah kunjungan tahap kedua di panti tersebut. BPP-PA dilaksanakan oleh LanSa ABK (Lanting Sahabat Anak Berkebutuhan Khusus) dan Prasasti Pena, dengan rangkaian kegiatan lain beberapa diantaranya seperti motivasi positif, pengetahuan bahasa isyarat, workshop singkat mengenai dasar-dasar menulis, latihan membaca karya sastra, serta menyerahkan beberapa eksemplar buku antologi puisi
Sebelumnya, dalam workshop singkat dasar-dasar menulis, yang merupakan rangkaian kegiatan sosial Berbagi Pengetahuan & Pengalaman di Panti Asuhan (BPP-PA) Nur Hidayah pada November 2015, anak-anak PA Nur Hidayah telah menghasilkan beberapa karya sastra puisi dan prosa liris, yang kemudian diikut sertakan oleh Prasasti Pena dalam seleksi Antologi Puisi Bersama pada Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017. Ada 19 karya sastra puisi dan prosa liris yang lolos seleksi dan dimuat dalam Antologi Puisi Bersama Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017 yang berjudul “Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan”. Buku antologi puisi inilah yang diserahkan bersama satu eksemplar novel berjudul “Langkah Kecil”, yang disumbangkan oleh Panitia Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017 untuk kegiatan BPP.L-PA.
#
Prolog NAFAS Lanting Banjar Terapi.
Praktek meditasi bagiku mungkin bukan hal baru, tapi sudah dilakukan jauh sebelum aku mengetahui arti “meditasi” dan manfaatnya, bahkan saat itu aku tidak tahu bahwa itu adalah merupakan bagian dari terapi.
Ketika masih sekolah dasar, aku mengikuti kegiatan seni bela diri silat dan diajarkan latihan olah pernafasan untuk tenaga dalam, namun secara tidak sadar aku mempraktekkannya malah kepada meditasi nafas yang kusebut dengan “meditasi jiwa”, di mana dalam Islam disebut Tafakur, dan waktu itu pun aku masih belum mengerti secara mendalam arti dari kata “Tafakur” .
Bagiku waktu itu, latihan meditasi jiwa lebih terasa nyaman, tenang dan damai serta emosi yang terkontrol. Hingga dari praktek meditasi nafas untuk diri sendiri, berlanjut dengan membantu rekan-rekan pesilat lain dalam latihannya.
Saat menjadi santri di pesantern, barulah aku mengetahui bahwa gerakan wudhu dan sholat juga adalah bagian dari terapi, serta mengenal tata cara meditasi nafas secara Islami yang ada dalam Tauhid dan Tasawuf, seperti yang dilakukan kaum sufi yang disebut sufi healing, dengan berbagai istilah yang mendasarinya, yaitu Tafakur, Mujahadah, Muhasabah, Musyahadah, Muraqabah, Mukasyafah, Tawajjuh dan istilah lainnya.
Latihan dan pelaksanaan teknik terapi nafas dalam meditasi sufi dapat dilakukan terus menerus, baik saat diam maupun bergerak, baik saat tidur maupun terjaga, baik saat berbaring dan duduk maupun berdiri juga berjalan serta berlari, bahkan saat berbicara. Inilah yang disebut sebagai meditasi diam dan meditasi bergerak.
Sewaktu menjadi mahasiswa, aku terlibat aktif dalam latihan seni, yang kemudian mengarahkanku untuk lebih mendalami berbagai olah pernafasan dan beragam meditasi. Pada seni teater aku mengenal pernafasan olah vokal dan meditasi penjiwaan (karakter), pada seni tari aku mengenal meditasi gerak, pada seni musik aku mengenal meditasi nada dan irama, hingga pada seni sastra, lukis dan kriya. Ternyata seni dapat meningkatkan daya kreativitas.
Jika dikupas satu persatu, musik berguna untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati serta dengan menggunakan lagu dan gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Sementara seni tari akan membantu mengembangkan keterampilan motorik. Sedangkan drama akan mengajarkan tentang emosi, membantu pengendalian diri dan empati sehingga mampu memecahkan masalah, serta belajar menghadapi frustasi dan situasi sosial di sekeliling. Sedangkan seni lukis dapat membantu perkembangan emosional, sehingga bisa memahami apa yang membuat merasa senang, sedih maupun takut.
Memahami tentang seni serta olah nafas dan beragam meditasi, membawa pada pengetahuan tingkatan gelombang otak. Otak terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka otak tersebut sudah mati.
Beragam pengalaman kehidupan dan kegiatan serta pekerjaan, telah memberikan warna tersendiri. Belajar, berlatih dan mempraktekkannnya pada diri sendiri, serta membantu orang lain untuk melatihnya pada berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, semakin memberi pemahaman tentang jiwa manusia dan Sang Pencipta.
Seiring nafas yang dijalani, tiap ada kesempatan, aku kembali memperkaya wawasan tentang berbagai teknik terapi, baik itu terapi aroma, terapi suara, terapi warna, terapi akupresur, hipnoterapi maupun Tension and Trauma Releasing Exercises Therapy.
Perlu waktu yang cukup lama mengkombinasikan semua teknik terapi tersebut, karena masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga agar seimbang dan saling melengkapi, memang perlu proses latihan yang panjang agar menjadi kombinasi yang selaras.
Dari teknik terapi yang dipelajari, semuanya kembali pada teknik nafas, sebab teknik ini adalah teknik dasar dan menjadi pondasi dari semua bangunan terapi, yang kemudian untuk aplikasi prakteknya, aku bagi menjadi dua metode yaitu metode religi dan metode umum, tergantung dari kondisi keyakinan seseorang.
Namun kesudahannya, teknik nafas adalah awal dan akhir yang mengiringi perjalanan dari semua teknik lain, sebab tanpa pernafasan yang baik, teknik apapun tidak akan memberi hasil dengan baik. Karena perjalanan kehidupan itu berawal dari nafas dan berakhir pada nafas!
by A.Rahman.A
Video
https://web.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/videos/899839910474069/
***
Selengkapnya bisa dibaca di “Pengantar Kata NAFAS Lanting Banjar Terapi”
https://www.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/photos/a.569963123763009/569963707096284/?type=3&theater
#
Informasi Lanting Banjar Terapi :
Rahman Banjar, Hp 085107722990 / 085820432229
19/02/2020
Menggali kreativitas melalui Latihan Teknik Terapi Kombinasi (Terapi Meditasi Nafas, Terapi Sufi Healing, Terapi Gelombang Otak, Terapi Suara, Terapi Warna, Terapi Akupresur & Hipnoterapi) yang disampaikan oleh A.Rahman.A, dalam rangkaian kegiatan sosial di Panti Asuhan tahap kedua, yang sempat terdokumentasi.
#
Prolog NAFAS Lanting Banjar Terapi.
Praktek meditasi bagiku mungkin bukan hal baru, tapi sudah dilakukan jauh sebelum aku mengetahui arti “meditasi” dan manfaatnya, bahkan saat itu aku tidak tahu bahwa itu adalah merupakan bagian dari terapi.
Ketika masih sekolah dasar, aku mengikuti kegiatan seni bela diri silat dan diajarkan latihan olah pernafasan untuk tenaga dalam, namun secara tidak sadar aku mempraktekkannya malah kepada meditasi nafas yang kusebut dengan “meditasi jiwa”, di mana dalam Islam disebut Tafakur, dan waktu itu pun aku masih belum mengerti secara mendalam arti dari kata “Tafakur” .
Bagiku waktu itu, latihan meditasi jiwa lebih terasa nyaman, tenang dan damai serta emosi yang terkontrol. Hingga dari praktek meditasi nafas untuk diri sendiri, berlanjut dengan membantu rekan-rekan pesilat lain dalam latihannya.
Saat menjadi santri di pesantern, barulah aku mengetahui bahwa gerakan wudhu dan sholat juga adalah bagian dari terapi, serta mengenal tata cara meditasi nafas secara Islami yang ada dalam Tauhid dan Tasawuf, seperti yang dilakukan kaum sufi yang disebut sufi healing, dengan berbagai istilah yang mendasarinya, yaitu Tafakur, Mujahadah, Muhasabah, Musyahadah, Muraqabah, Mukasyafah, Tawajjuh dan istilah lainnya.
Latihan dan pelaksanaan teknik terapi nafas dalam meditasi sufi dapat dilakukan terus menerus, baik saat diam maupun bergerak, baik saat tidur maupun terjaga, baik saat berbaring dan duduk maupun berdiri juga berjalan serta berlari, bahkan saat berbicara. Inilah yang disebut sebagai meditasi diam dan meditasi bergerak.
Sewaktu menjadi mahasiswa, aku terlibat aktif dalam latihan seni, yang kemudian mengarahkanku untuk lebih mendalami berbagai olah pernafasan dan beragam meditasi. Pada seni teater aku mengenal pernafasan olah vokal dan meditasi penjiwaan (karakter), pada seni tari aku mengenal meditasi gerak, pada seni musik aku mengenal meditasi nada dan irama, hingga pada seni sastra, lukis dan kriya. Ternyata seni dapat meningkatkan daya kreativitas.
Jika dikupas satu persatu, musik berguna untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati serta dengan menggunakan lagu dan gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Sementara seni tari akan membantu mengembangkan keterampilan motorik. Sedangkan drama akan mengajarkan tentang emosi, membantu pengendalian diri dan empati sehingga mampu memecahkan masalah, serta belajar menghadapi frustasi dan situasi sosial di sekeliling. Sedangkan seni lukis dapat membantu perkembangan emosional, sehingga bisa memahami apa yang membuat merasa senang, sedih maupun takut.
Memahami tentang seni serta olah nafas dan beragam meditasi, membawa pada pengetahuan tingkatan gelombang otak. Otak terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka otak tersebut sudah mati.
Beragam pengalaman kehidupan dan kegiatan serta pekerjaan, telah memberikan warna tersendiri. Belajar, berlatih dan mempraktekkannnya pada diri sendiri, serta membantu orang lain untuk melatihnya pada berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, semakin memberi pemahaman tentang jiwa manusia dan Sang Pencipta.
Seiring nafas yang dijalani, tiap ada kesempatan, aku kembali memperkaya wawasan tentang berbagai teknik terapi, baik itu terapi aroma, terapi suara, terapi warna, terapi akupresur, hipnoterapi maupun Tension and Trauma Releasing Exercises Therapy.
Perlu waktu yang cukup lama mengkombinasikan semua teknik terapi tersebut, karena masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga agar seimbang dan saling melengkapi, memang perlu proses latihan yang panjang agar menjadi kombinasi yang selaras.
Dari teknik terapi yang dipelajari, semuanya kembali pada teknik nafas, sebab teknik ini adalah teknik dasar dan menjadi pondasi dari semua bangunan terapi, yang kemudian untuk aplikasi prakteknya, aku bagi menjadi dua metode yaitu metode religi dan metode umum, tergantung dari kondisi keyakinan seseorang.
Namun kesudahannya, teknik nafas adalah awal dan akhir yang mengiringi perjalanan dari semua teknik lain, sebab tanpa pernafasan yang baik, teknik apapun tidak akan memberi hasil dengan baik. Karena perjalanan kehidupan itu berawal dari nafas dan berakhir pada nafas!
by A.Rahman.A
***
Selengkapnya bisa dibaca di “Pengantar Kata NAFAS Lanting Banjar Terapi”
https://www.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/photos/a.569963123763009/569963707096284/?type=3&theater
#
Informasi Lanting Banjar Terapi :
Rahman Banjar
Hp 085249654900 / 085820432229
WA 0895634901242
18/02/2020
Panti Asuhan Al Hidayah, 6 Agustus 2017, di Jl Sei Miae Dalam, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Indonesia.
Kegiatan sosial Berbagi Pengetahuan & Pengalaman “Lanjutan” di Panti Asuhan (BPP.L-PA) Al Hidayah di Banjarmasin, pada 6 Agustus 2017. Kehadiran di PA Al Hidayah ini adalah kunjungan tahap kedua di panti tersebut. Salah satu rangkaian kegiatan dalam BPP.L-PA adalah latihan singkat menggali kreativitas melalui Teknik Terapi Kombinasi (Terapi Meditasi Nafas, Terapi Sufi Healing, Terapi Gelombang Otak, Terapi Suara, Terapi Warna, Terapi Akupresur & Hipnoterapi) yang disampaikan oleh A.Rahman.A. BPP.L-PA dilaksanakan oleh LanSa ABK (Lanting Sahabat Anak Berkebutuhan Khusus) dan Prasasti Pena, dengan rangkaian kegiatan lain beberapa diantaranya seperti motivasi positif, pengetahuan bahasa isyarat, workshop singkat mengenai dasar-dasar menulis lanjutan, latihan membaca karya sastra, serta menyerahkan beberapa eksemplar buku antologi puisi.
Sebelumnya, dalam workshop singkat dasar-dasar menulis, yang merupakan rangkaian kegiatan sosial Berbagi Pengetahuan & Pengalaman di Panti Asuhan (BPP-PA) Al Hidayah pada November 2015, anak-anak PA Al Hidayah telah menghasilkan beberapa karya sastra puisi dan prosa liris, yang kemudian diikut sertakan oleh Prasasti Pena dalam seleksi Antologi Puisi Bersama pada Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017. Ada 11 karya sastra puisi dan prosa liris yang lolos seleksi dan dimuat dalam Antologi Puisi Bersama Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017 yang berjudul “Menembus Kegelapan Menggapai Kerinduan”. Buku antologi puisi inilah yang diserahkan bersama satu eksemplar novel berjudul “Langkah Kecil” yang disumbangkan oleh Panitia Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra Banjarbaru 2017 untuk kegiatan BPP.L-PA.
#
Prolog NAFAS Lanting Banjar Terapi.
Praktek meditasi bagiku mungkin bukan hal baru, tapi sudah dilakukan jauh sebelum aku mengetahui arti “meditasi” dan manfaatnya, bahkan saat itu aku tidak tahu bahwa itu adalah merupakan bagian dari terapi.
Ketika masih sekolah dasar, aku mengikuti kegiatan seni bela diri silat dan diajarkan latihan olah pernafasan untuk tenaga dalam, namun secara tidak sadar aku mempraktekkannya malah kepada meditasi nafas yang kusebut dengan “meditasi jiwa”, di mana dalam Islam disebut Tafakur, dan waktu itu pun aku masih belum mengerti secara mendalam arti dari kata “Tafakur” .
Bagiku waktu itu, latihan meditasi jiwa lebih terasa nyaman, tenang dan damai serta emosi yang terkontrol. Hingga dari praktek meditasi nafas untuk diri sendiri, berlanjut dengan membantu rekan-rekan pesilat lain dalam latihannya.
Saat menjadi santri di pesantern, barulah aku mengetahui bahwa gerakan wudhu dan sholat juga adalah bagian dari terapi, serta mengenal tata cara meditasi nafas secara Islami yang ada dalam Tauhid dan Tasawuf, seperti yang dilakukan kaum sufi yang disebut sufi healing, dengan berbagai istilah yang mendasarinya, yaitu Tafakur, Mujahadah, Muhasabah, Musyahadah, Muraqabah, Mukasyafah, Tawajjuh dan istilah lainnya.
Latihan dan pelaksanaan teknik terapi nafas dalam meditasi sufi dapat dilakukan terus menerus, baik saat diam maupun bergerak, baik saat tidur maupun terjaga, baik saat berbaring dan duduk maupun berdiri juga berjalan serta berlari, bahkan saat berbicara. Inilah yang disebut sebagai meditasi diam dan meditasi bergerak.
Sewaktu menjadi mahasiswa, aku terlibat aktif dalam latihan seni, yang kemudian mengarahkanku untuk lebih mendalami berbagai olah pernafasan dan beragam meditasi. Pada seni teater aku mengenal pernafasan olah vokal dan meditasi penjiwaan (karakter), pada seni tari aku mengenal meditasi gerak, pada seni musik aku mengenal meditasi nada dan irama, hingga pada seni sastra, lukis dan kriya. Ternyata seni dapat meningkatkan daya kreativitas.
Jika dikupas satu persatu, musik berguna untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati serta dengan menggunakan lagu dan gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Sementara seni tari akan membantu mengembangkan keterampilan motorik. Sedangkan drama akan mengajarkan tentang emosi, membantu pengendalian diri dan empati sehingga mampu memecahkan masalah, serta belajar menghadapi frustasi dan situasi sosial di sekeliling. Sedangkan seni lukis dapat membantu perkembangan emosional, sehingga bisa memahami apa yang membuat merasa senang, sedih maupun takut.
Memahami tentang seni serta olah nafas dan beragam meditasi, membawa pada pengetahuan tingkatan gelombang otak. Otak terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka otak tersebut sudah mati.
Beragam pengalaman kehidupan dan kegiatan serta pekerjaan, telah memberikan warna tersendiri. Belajar, berlatih dan mempraktekkannnya pada diri sendiri, serta membantu orang lain untuk melatihnya pada berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, semakin memberi pemahaman tentang jiwa manusia dan Sang Pencipta.
Seiring nafas yang dijalani, tiap ada kesempatan, aku kembali memperkaya wawasan tentang berbagai teknik terapi, baik itu terapi aroma, terapi suara, terapi warna, terapi akupresur, hipnoterapi maupun Tension and Trauma Releasing Exercises Therapy.
Perlu waktu yang cukup lama mengkombinasikan semua teknik terapi tersebut, karena masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga agar seimbang dan saling melengkapi, memang perlu proses latihan yang panjang agar menjadi kombinasi yang selaras.
Dari teknik terapi yang dipelajari, semuanya kembali pada teknik nafas, sebab teknik ini adalah teknik dasar dan menjadi pondasi dari semua bangunan terapi, yang kemudian untuk aplikasi prakteknya, aku bagi menjadi dua metode yaitu metode religi dan metode umum, tergantung dari kondisi keyakinan seseorang.
Namun kesudahannya, teknik nafas adalah awal dan akhir yang mengiringi perjalanan dari semua teknik lain, sebab tanpa pernafasan yang baik, teknik apapun tidak akan memberi hasil dengan baik. Karena perjalanan kehidupan itu berawal dari nafas dan berakhir pada nafas!
by A.Rahman.A
***
Selengkapnya bisa dibaca di “Pengantar Kata NAFAS Lanting Banjar Terapi”
https://www.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/photos/a.569963123763009/569963707096284/?type=3&theater
#
Informasi Lanting Banjar Terapi :
Rahman Banjar
Hp 085249654900 / 085820432229
WA 0895634901242
18/02/2020
Menggali kreativitas melalui Latihan Teknik Terapi Kombinasi (Terapi Meditasi Nafas, Terapi Sufi Healing, Terapi Gelombang Otak, Terapi Suara, Terapi Warna, Terapi Akupresur & Hipnoterapi) yang disampaikan oleh A.Rahman.A, dalam rangkaian kegiatan sosial ke sekolah tahap pertama, yang sempat terdokumentasi.
#
Prolog NAFAS Lanting Banjar Terapi.
Praktek meditasi bagiku mungkin bukan hal baru, tapi sudah dilakukan jauh sebelum aku mengetahui arti “meditasi” dan manfaatnya, bahkan saat itu aku tidak tahu bahwa itu adalah merupakan bagian dari terapi.
Ketika masih sekolah dasar, aku mengikuti kegiatan seni bela diri silat dan diajarkan latihan olah pernafasan untuk tenaga dalam, namun secara tidak sadar aku mempraktekkannya malah kepada meditasi nafas yang kusebut dengan “meditasi jiwa”, di mana dalam Islam disebut Tafakur, dan waktu itu pun aku masih belum mengerti secara mendalam arti dari kata “Tafakur” .
Bagiku waktu itu, latihan meditasi jiwa lebih terasa nyaman, tenang dan damai serta emosi yang terkontrol. Hingga dari praktek meditasi nafas untuk diri sendiri, berlanjut dengan membantu rekan-rekan pesilat lain dalam latihannya.
Saat menjadi santri di pesantern, barulah aku mengetahui bahwa gerakan wudhu dan sholat juga adalah bagian dari terapi, serta mengenal tata cara meditasi nafas secara Islami yang ada dalam Tauhid dan Tasawuf, seperti yang dilakukan kaum sufi yang disebut sufi healing, dengan berbagai istilah yang mendasarinya, yaitu Tafakur, Mujahadah, Muhasabah, Musyahadah, Muraqabah, Mukasyafah, Tawajjuh dan istilah lainnya.
Latihan dan pelaksanaan teknik terapi nafas dalam meditasi sufi dapat dilakukan terus menerus, baik saat diam maupun bergerak, baik saat tidur maupun terjaga, baik saat berbaring dan duduk maupun berdiri juga berjalan serta berlari, bahkan saat berbicara. Inilah yang disebut sebagai meditasi diam dan meditasi bergerak.
Sewaktu menjadi mahasiswa, aku terlibat aktif dalam latihan seni, yang kemudian mengarahkanku untuk lebih mendalami berbagai olah pernafasan dan beragam meditasi. Pada seni teater aku mengenal pernafasan olah vokal dan meditasi penjiwaan (karakter), pada seni tari aku mengenal meditasi gerak, pada seni musik aku mengenal meditasi nada dan irama, hingga pada seni sastra, lukis dan kriya. Ternyata seni dapat meningkatkan daya kreativitas.
Jika dikupas satu persatu, musik berguna untuk merangsang otak, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, melatih empati serta dengan menggunakan lagu dan gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak. Sementara seni tari akan membantu mengembangkan keterampilan motorik. Sedangkan drama akan mengajarkan tentang emosi, membantu pengendalian diri dan empati sehingga mampu memecahkan masalah, serta belajar menghadapi frustasi dan situasi sosial di sekeliling. Sedangkan seni lukis dapat membantu perkembangan emosional, sehingga bisa memahami apa yang membuat merasa senang, sedih maupun takut.
Memahami tentang seni serta olah nafas dan beragam meditasi, membawa pada pengetahuan tingkatan gelombang otak. Otak terdiri dari milyaran sel otak yang disebut neuron. Setiap neuron saling berkomunikasi (menjalin hubungan) dengan memancarkan gelombang listrik. Gelombang listrik yang dikeluarkan oleh neuron dalam otak inilah yang disebut "gelombang otak" atau brainwave. Jadi yang disebut gelombang otak adalah "arus listrik" yang dikeluarkan oleh otak. Apabila otak tidak lagi mengeluarkan gelombang otak, maka otak tersebut sudah mati.
Beragam pengalaman kehidupan dan kegiatan serta pekerjaan, telah memberikan warna tersendiri. Belajar, berlatih dan mempraktekkannnya pada diri sendiri, serta membantu orang lain untuk melatihnya pada berbagai kegiatan sosial yang dilakukan, semakin memberi pemahaman tentang jiwa manusia dan Sang Pencipta.
Seiring nafas yang dijalani, tiap ada kesempatan, aku kembali memperkaya wawasan tentang berbagai teknik terapi, baik itu terapi aroma, terapi suara, terapi warna, terapi akupresur, hipnoterapi maupun Tension and Trauma Releasing Exercises Therapy.
Perlu waktu yang cukup lama mengkombinasikan semua teknik terapi tersebut, karena masing-masing teknik mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri, sehingga agar seimbang dan saling melengkapi, memang perlu proses latihan yang panjang agar menjadi kombinasi yang selaras.
Dari teknik terapi yang dipelajari, semuanya kembali pada teknik nafas, sebab teknik ini adalah teknik dasar dan menjadi pondasi dari semua bangunan terapi, yang kemudian untuk aplikasi prakteknya, aku bagi menjadi dua metode yaitu metode religi dan metode umum, tergantung dari kondisi keyakinan seseorang.
Namun kesudahannya, teknik nafas adalah awal dan akhir yang mengiringi perjalanan dari semua teknik lain, sebab tanpa pernafasan yang baik, teknik apapun tidak akan memberi hasil dengan baik. Karena perjalanan kehidupan itu berawal dari nafas dan berakhir pada nafas!
by A.Rahman.A
***
Selengkapnya bisa dibaca di “Pengantar Kata NAFAS Lanting Banjar Terapi”
https://www.facebook.com/Lanting.Banjar.Terapi/photos/a.569963123763009/569963707096284/?type=3&theater
#
Informasi Lanting Banjar Terapi :
Rahman Banjar
Hp 085249654900 / 085820432229
WA 0895634901242
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Banjarmasin
70235