Rindu Rosul

Rindu Rosul

Share

‘’ Sebaik-baik wewangian adalah minyak kasturi” (Hadis Riwayat Muslim).

01/07/2019

kisah Nabi Muhammad SAW mengandung banyak pengajaran yang bisa dijadikan teladan untuk buah hati. Selain perjuangan beliau dalam menyebarkan agama Islam, Parents juga perlu meneladani kisah hidupnya yang penuh cobaan namun tetap dijalani beliau dengan sabar.
Nabi Muhammad SAW lahir dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab. Sayangnya, ayah beliau Abdullah meninggal ketika Nabi Muhammad masih berada dalam kandungan sang ibu. Jadi, dia telah menjadi yatim bahkan sebelum dilahirkan.
Pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Bertepatan dengan hari Senin, 20 April tahun 571 Masehi. Sesuai adat setempat, Nabi Muhammad dititipkan kepada Halimatussa’diah untuk disusui dan dibesarkan bersama anak-anak Halimah.

Kisah Nabi Muhammad SAW yang menjadi yatim piatu ketika masih berusia 6 tahun.Ketika berusia enam tahun, Muhammad kecil diajak ibundanya untuk mengunjungi makam sang ayah. Sayangnya, dalam perjalanan p**ang, sang ibu meninggal dunia. Hingga Nabi Muhammad resmi menjadi yatim piatu di usia 6 tahun.
Setelah itu, Muhammad kecil diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Hingga dua tahun kemudian sang kakek juga meninggal. Maka Nabi Muhammad yang baru berusia 8 tahun tersebut, ikut pamannya yang bernama Abu Thalib.
Abu Thalib bukanlah orang kaya, sehingga untuk membantu pamannya, Muhammad cilik ikut menggembala hewan ternak. Dan ketika sudah cukup dewasa, dia ikut berdagang bersama pamannya dengan mengambil barang dagangan dari seorang janda kaya bernama Siti Khadijah binti Khuwailid.

Kisah Nabi Muhammad SAW menikah dengan Siti Khadijah. Kagum atas kejujuran Nabi Muhammad dalam berdagang, yang membuat bisnis perniagaannya makin sukses. Khadijah pun melamar Nabi Muhammad untuk menjadi suami.
Perbedaan usia dan status sosial tidak menghentikan langkah dua insan yang telah ditakdirkan Allah SWT untuk bersatu dalam ikatan pernikahan. Nabi Muhammad SAW menikah pada usia 25 tahun, sedangkan Siti Khadijah berusia 40 tahun.
Kisah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu
Nabi Muhammad menerima wahyu pertama ketika sedang berkhalwat di Gua Hira. Malaikat Jibril datang dan memberinya wahyu berupa surat Al ‘Alaq ayat 1-5. Hari itu bertepatan dengan tanggal 17 bulan Ramadan. Yang kini diperingati sebagai malam Nuzulul Qur’an, atau malam turunnya Al Qur’an.
Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad berjuang menyebarkan agama Islam. Berbagai tantangan dan cobaan ia hadapi dengan tegar, demi menyebarkan Tauhid. Khadijah setia mendampingi beliau, dan menjadi orang pertama yang mengimani kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Muhammad SAW ialah, beliau sejak kecil telah mengalami berbagai cobaan dan kepahitan hidup. Menjadi yatim di usia yang masih sangat belia, lalu bekerja keras untuk membantu mencari nafkah di keluarga pamannya.
Kerasnya perjuangan hidup tidak membuat Nabi Muhammad SAW menjadi orang yang sinis terhadap hidup, namun ia tetap tegar dan menjalaninya. Hingga akhirnya diangkat menjadi Nabi dan Rasul untuk menyampaikan wahyu Allah kepada umat manusia.
Mari ajarkan anak kita untuk menjadi orang yang sabar, dan tetap tegar dalam menghadapi segala cobaan dalam hidup. Dengan meneladani sikap Nabi Muhammad SAW.

29/06/2019

Pelajaran dari Kisah Nabi Daud AS dan Cacing Merah: Jangan Meremehkan Makhluk Allah SWT!
Nabi Daud AS pernah meremehkan seekor cacing, namun Allah SWT menegurnya.

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang mempunyai banyak keistimewaan, kadang memandang remeh hal-hal lain. Bahkan kadang mengklaim dirinya paling baik diantara ciptaan Allah SWT yang lainnya. Sehingga muncul sikap bahwa yang diciptakan Allah SWT selainnya tidak mempunyai manfaat, akan tetapi hal tersebut sama sekali tidak benar.
Imam Ghazali dalam kitab Mukasyafatul Qulubpernah menceritakan kisah Nabi Dawud AS dan seekor cacing merah. Dalam kitabnya tersebut, Imam Ghazali mengisahkan suatu ketika Nabi Daud AS sedang duduk di atas tempat peribadahannya, sambil membaca kitab Zabur.
Pada saat itu p**a, Nabi Dawud AS melihat seekor cacing merah yang ada di tanah di bawah tempat duduknya, dan merasa kaget. Kemudian Nabi Dawud AS berkata dalam hatinya; “Apalah yang Allah SWT kehendaki dari menciptakan hewan cacing seperti ini?”.
Dengan izin Allah SWT, cacing merah tersebut kemudian berkata kepada Nabi Dawud AS; “Wahai Nabi Allah, bukankah di waktu siangku Tuhanku mengilhamiku untuk mengucapkan “Subhanallah Wal Hamdulillah Wa Laa Ilaaha Illallah Wallahu Akbar” di setiap harinya.
Kemudian di waktu malamku, Tuhanku mengilhamiku untuk mengucapkan “Allahumma Sholli ‘Alaa Muhammad, Nabiyyul Ummi Wa ‘Alaa Aalihi Wa Shahbihi Wa Sallim,” di setiap malamnya. Sedangkan apa yang engkau ucapkan itu? Sehingga aku yang seekor cacing ini bisa mengambil manfaat dari ucapanmu?.
Mendengar apa yang diucapkan oleh seekor cacing merah tersebut, Nabi Dawud AS merasa kaget dan menyesal, karena telah menghina ciptaan Allah SWT. Nabi Dawud AS pun merasa takut, kemudian bertaubat dan bertawakkal kepada Allah SWT.
Apa yang diciptakan oleh Allah SWT di dunia ini tidak ada yang sia-sia, semua diciptakan sesuai dengan kehendak Allah SWT, dan mempunyai manfaat dan keistimewaannya masing-masing. Keberadaan cacing yang tidak nampak dan kelihatan tidak ada gunanya, justru mendapat kedudukan di sisi Allah SWT sebagai makhluk yang ditugasi untuk berdzikir dan mendoakan Nabi Muhammad SAW.
Lalu bagaimana dengan keberadaan kita sebagai manusia, yang mempunyai banyak manfaat. Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT dengan diberi keistimewaan akal untuk berfikir dan diberi kesempurnaan fisik, kemudian diberi tuntunan wahyu dan dipilih sebagai khalifah di bumi Allah SWT tentu memiliki kedudukan yang mulia di hadapan Allah SWT. Akan tetapi kedudukan tersebut akan hilang seketika jika kita sebagai manusia s**a meremehkan sesama ciptaan Allah SWT.
Allah SWT menciptakan semua makhluk di dunia ini adalah untuk saling memberi manfaat, bukan untuk meremehkan satu sama lainnya. Kisah Nabi Dawud AS dengan seekor cacing merah adalah bukti bahwa manusia dilihat bukan hanya dari ketaatan ibadahnya kepada Allah SWT, tetapi juga bagaimana bisa saling memberikan manfaat dan menghargai sesama ciptaan-Nya.
Selain itu, kisah di atas juga memberi pelajaran penting bagi kita bahwa apa yang dilihat Allah SWT bukan dari jabatan yang kita punya, seberapa banyak harta yang kita miliki, setinggi apa derajat pendidikan yang kita punyai, dan seberapa banyak pujian dari manusia yang kita dapatkan.
Nabi Dawud AS yang mempunyai pangkat tinggi yaitu sebagai Nabiyullah saja mendapat teguran dari Allah SWT ketika meremahkan apa yang diciptakan oleh Allah SWT. Lalu bagaimana dengan kita manusia biasa yang kadang atau bahkan sering meremehkan orang lain yang derajatnya berada di bawah kita.
Kisah di atas juga menjadi petunjuk untuk selalu mengingat Allah SWT, memperbanyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta merenungkan bahwa semua yang diciptakan Allah SWT di dunia ini tidak ada yang sia-sia, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 191.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Banjarnegara?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Banjarnegara
53452

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00