Jualan Esenzo
obat herbal untuk kesehatan dan kecantikan
09/06/2026
Berdasarkan
Syari'at Islam (Perintah Allah SWT) mengenai Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA)
Sumber daya air (sungai, laut, danau), api (minyak bumi, batu bara, gas, dll) dan vegetasi (hutan, padang rumput), adalah milik rakyat. Dikelola oleh negara, kemudian hasilnya digunakan untuk memenuhi hajat hidup rakyat seperti kesehatan dan pendidikan gratis.
Sementara itu, sumber daya selain ketiganya, yaitu seperti emas, timah, nikel, dll, adalah milik negara. Hasilnya untuk membangun negara dan membiayai operasional negara.
Dengan demikian negara tidak perlu utang dan menarik pajak secara terus menerus.
Semoga Allah SWT memberikan petunjuk kepada pak Prabowo dan taat kepada hukum Allah. Kalau tidak Ingat lah azabNya sangat PEDIH.
07/06/2026
Banyak orang mengira korupsi adalah ketika seseorang mengambil miliaran rupiah dari uang rakyat.
Padahal korupsi sering dimulai jauh sebelum itu.
Dimulai ketika seseorang memanipulasi laporan kecil.
Dimulai ketika fasilitas yang bukan haknya dianggap wajar digunakan.
Dimulai ketika jabatan dipandang sebagai privilese, bukan amanah.
Masalahnya, manusia jarang langsung jatuh ke dosa besar.
Biasanya diawali dengan pelanggaran yang dianggap remeh.
Lalu diulang.
Lalu dinormalisasi.
Sampai akhirnya hati tidak lagi merasa bersalah.
Rasulullah bersabda:
"Tanda orang munafik ada tiga: ... apabila diberi amanah, ia berkhianat."
— HR Bukhari dan Muslim
Karena akar korupsi bukan sekadar uang.
Akar korupsi adalah pengkhianatan terhadap amanah.
Allah juga memperingatkan:
"Celakalah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, tetapi apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi."
— QS Al-Muthaffifin: 1–3
Ayat ini bukan hanya tentang timbangan di pasar.
Ia berbicara tentang mentalitas:
ingin menerima penuh, tetapi enggan menunaikan kewajiban secara penuh.
Sebelum bertanya kenapa korupsi terus lahir di negeri ini, mungkin kita perlu bertanya kepada diri sendiri:
Apakah amanah yang kecil sudah benar-benar kita jaga?
Karena korupsi besar sering kali hanya buah dari pengkhianatan kecil yang dibiarkan tumbuh terlalu lama.
01/06/2026
Pernahkah kita bertanya: Mengapa masalah di negeri ini seolah tak pernah selesai dari akarnya?
Dalam timbangan pemikiran Islam, kita harus jujur mendudukkan posisi: Apakah Lima Sila yang menjadi prinsip bernegara saat ini sebuah Ideologi (Mabda) atau sekadar Falsafah?
Sebuah Ideologi bukan hanya soal kumpulan nilai moral (Fikrah), tapi wajib memiliki metode penerapan yang baku (Thariqah). Meski sila Ketuhanan dan Keadilan termaktub di dalamnya, namun ia tidak memiliki modul operasional untuk mengatur ekonomi, politik, hingga hukum yang mampu menjauhkan keharaman dan kedzaliman.
Akibatnya?
Karena "kosong" secara teknis, ruang itu akhirnya diisi oleh "Gado-gado" sistem:
Ekonominya Kapitalisme, Politiknya Demokrasi, dan Aturan sosialnya Liberalisme. Kita mengaku merdeka dari penjajah, tapi masih menggunakan aturan main si penjajah di negeri sendiri.
Islam berbeda.
Islam adalah Mabda' (Ideologi) yang sempurna. Ia punya Akidah sebagai fondasi dan Khilafah sebagai sistem operasional (Thariqah). Di dalam Khilafah, aturan hidup tidak "comot sana-sini", melainkan memancar langsung dari aturan Sang Pencipta.
Khilafah bukan sekadar wacana identitas. Ia adalah proposal sistem yang menyeluruh—mulai dari manajemen kekayaan alam agar tak dikuasai segelintir orang, hingga kedaulatan politik yang mandiri dari intervensi asing.
Pertanyaannya bukan lagi tentang "cukup atau tidak cukup", tapi tentang keberanian kita untuk membuang warisan kolonial dan kembali kepada syariat Allah SWT.
Sudah siap bicara perubahan yang lebih besar?
28/05/2026
Dunia modern mengajarkan satu hal:
ikuti hanya yang terasa nyaman dan masuk akal bagimu.
Akibatnya banyak orang mulai memperlakukan agama seperti pilihan gaya hidup.
Kalau syariat terasa cocok, diambil.
Kalau terasa berat, mulai muncul banyak “tapi”.
“Tapi karierku…”
“Tapi lingkunganku…”
“Tapi zaman sekarang beda…”
Padahal iman sejati justru diuji ketika Allah memerintahkan sesuatu yang tidak selalu sesuai dengan ego manusia.
Lihat Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Ketika beliau bermimpi menyembelih anak yang sangat dicintainya, beliau tidak mendebat Allah.
Tidak menawar.
Tidak meminta versi yang lebih nyaman.
Allah mengabadikan kisah itu:
*"Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu..."*
— QS Ash-Shaffat: 102
Dan ketika keduanya berserah diri kepada Allah, Allah mengganti pengorbanan itu dengan yang lebih baik.
Karena inti dari iman bukan sekadar memahami semua hikmah terlebih dahulu.
Tapi percaya bahwa perintah Allah selalu lebih benar daripada hawa nafsu manusia.
Allah j
27/05/2026
Dua perintah dalam satu ayat: Shalat dan Qurban.
Dalam Islam, ketaatan tidak bisa dipaketkan secara eceran.
Shalat kita adalah pernyataan tunduk (loyalitas) kepada Sang Pencipta.
Sedangkan Qurban adalah aksi nyata untuk memutus keterikatan kita pada dunia.
Nabi Ibrahim 'alaihissalam tidak bertanya "mengapa" ketika pisau harus menyentuh leher putranya.
Beliau tidak meminta "negosiasi" saat perintah Allah terasa berat bagi kemanusiaannya.
Beliau mengajarkan kita satu hal:
Iman adalah tentang ketaatan total, bukan tentang kenyamanan ego.
Hari ini, Idul Adha 1447 H kembali menyapa.
Berapa banyak dari kita yang masih shalat namun enggan tunduk pada aturan-Nya?
Berapa banyak dari kita yang berqurban hewan, namun masih memelihara "anak lembu" berupa keserakahan dan ketundukan pada sistem selain Islam?
Qurban tahun ini bukan sekadar tentang membagikan daging.
Ini adalah momentum untuk menyembelih rasa takut kepada selain Allah.
Ini adalah saat untuk memotong ketergantungan pada standar hidup buatan manusia.
Tegakkan shalatmu sebagai tiang perjuangan.
Sembelih qurbanmu sebagai bukti ketundukan.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H.
Semoga Allah menerima setiap tetes darah qurban kita sebagai saksi ketakwaan dan perjuangan umat menuju kejayaan.
23/05/2026
Banyak orang rela menunggu tengah malam demi promo tanggal kembar.
Flash sale diburu. Wishlist disusun. Reminder dipasang.
Karena manusia takut rugi kesempatan dunia.
Tapi ironisnya, ketika datang 10 hari pertama Dzulhijjah — hari yang disebut Rasulullah sebagai hari terbaik untuk beramal — banyak yang justru biasa saja.
Tidak terasa penting.
Tidak terasa mendesak.
Tidak terasa sayang untuk dilewatkan.
Padahal Rasulullah bersabda:
"Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada 10 hari ini."
— HR Ahmad
Dan Allah sendiri bersumpah dengan hari-hari tersebut:
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh."
— QS Al-Fajr: 1–2
Masalah terbesar kita mungkin bukan malas berusaha.
Tapi salah dalam menentukan apa yang layak diperjuangkan.
Dunia dilatih untuk diburu secepat mungkin.
Sementara akhirat terus dianggap nanti.
Padahal bisa jadi, kita lebih takut kehilangan diskon…
daripada kehilangan pahala yang nilainya jauh lebih besar di sisi Allah.
23/05/2026
𝗞𝗮𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗺 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗱𝗶𝗺𝗼𝗱𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶.
𝗧𝗮𝗽𝗶 𝗺𝗮𝗿𝗶 𝗷𝘂𝗷𝘂𝗿 𝘀𝗲𝗯𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿.
Islam menjadikan SDA milik umat.
Air, tambang, energi → untuk rakyat, bukan korporasi.
Negara mengelola, rakyat menikmati.
Tanpa ada pajak mencekik. Tanpa riba memperbudak.
Lalu lihat sistem sekuler demokrasi hari ini.
SDA dirampas.
Diserahkan ke oligarki.
Rakyat cuma kebagian kerusakan dan pajak.
Ironisnya,
yang dirampas → dipajaki lagi.
Yang miskin → disuruh bayar utang negara.
Yang tertindas → disuruh bersyukur atas “toleransi”.
Ini yang disebut modern?
Ini yang disebut beradab?
Jika Islam melarang riba → dibilang ekstrem.
Jika Islam menolak privatisasi → dibilang anti kemajuan.
Jika Islam ingin hukum Allah → dibilang intoleran.
Tapi sistem yang:
👉 Melegalkan riba,
👉 Memiskinkan rakyat,
👉 Memalak dari lahir sampai mati,
Malah disebut paling manusiawi.
Siapa sebenarnya yang brutal?
Siapa yang primitif?
Dan siapa yang paling butuh dimoderasi?
Islam tidak menindas.
Islam membatasi kerakusan.
Yang takut pada Islam
bukan karena Islam kejam,
tapi karena Islam mengancam kenyamanan para perampas.
Jangan tertipu narasi.
Bandingkan sistemnya,
lihat dampaknya,
rasakan akibatnya.
Ini bukan soal simbol.
Ini soal siapa yang berpihak pada umat
dan siapa yang hidup dari penderitaan mereka.
👉 Sebarkan jika masih ada nurani dan kesadaran.
Diam berarti membiarkan perampokan terus berjalan.
Setuju kan anda sebagai seorang muslim jika syariat Islam ditegakkan secara Kaffah di Indonesia dengan seluruh jaminan kesejahteraan dan keadilannya hukum Islam..❓
Jika setuju silakan ketik angka 1 dikolom komentar ..
Follow 👉 Naluri Pejuang
===================================
LawanRiba
BangunKesadaran
SekulerRacunBarat
DemokrasiNeokolonilisme
14/05/2026
Banyak Muslim muda hari ini takut dianggap tidak toleran.
Akhirnya semua keyakinan dianggap sama, asal terlihat damai dan baik.
Padahal Islam tidak pernah mengajarkan kebencian kepada Nabi Isa.
Justru Islam memuliakan beliau sebagai nabi yang mulia, lahir dengan mukjizat, membawa petunjuk, dan termasuk ulul azmi.
Allah berfirman tentang Nabi Isa:
*"Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam, adalah utusan Allah..."*
— QS An-Nisa: 171
Tapi di saat yang sama, Islam juga menjaga aqidah dengan jelas.
Menghormati bukan berarti membenarkan semua keyakinan tentang beliau.
Karena kebenaran tidak diukur dari perasaan nyaman, tapi dari wahyu.
Hari ini media sosial sering mengajarkan toleransi tanpa batas.
Semua dianggap sama supaya terlihat dewasa dan modern.
Padahal Islam mengajarkan akhlak yang baik tanpa harus mencampur aqidah.
*"Untukmu agamamu, dan untukku agamaku."*
— QS Al-Kafirun: 6
Seorang Muslim bisa menghormati manusia lain tanpa kehilangan identitasnya.
Karena toleransi dalam Islam bukan menghapus keyakinan.
Tapi tetap berbuat adil dan baik tanpa mengorbankan kebenaran.
12/05/2026
80% pendapatan negara didapat dengan memungut pajak dari rakyat. Sementera itu SDA kita dikeruk habis-habisan. Larinya kemana? Masa hidup negara 80% ditanggung rakyat?
11/05/2026
Yesss, number one !!!!
Konoha emang the best
Jaman wiwi no. 2, jaman wowo no. 1,
Wowo selalu ga mau kalah sama wiwi 😁, bukan cuma masalah korupsinya juga termasuk masalah utang, doi pengen number 1 aja.
🔥🔥🔥
Gw ketepu gemoy, kirain bakal sangar kepada para koruptor, ehh malah jadi sohibnya semua sekarang.
Dari atas sampai bawah kroni nya bejibun, proyek bancakannya MBG 😁
Semoga masih ada harapan Indonesia kuh 🌹🌹❤️ !!!
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Bantul
55751