Zona Sehat Herbal

Zona Sehat Herbal

Share

Membagikan informasi kesehatan, masalah kesehatan dan solusi herbal yang membantu

Photos from Zona Sehat Herbal's post 01/04/2021

IMPOTENSI PERONGRONG PERCAYA DIRI

Impoten atau disfungsi ereksi adalah ketika Anda tidak bisa ereksi secara optimal untuk berhubungan seks. Anda mungkin memiliki impoten jika:
Bisa ereksi kadang-kadang meskipun tidak setiap waktu

Bisa ereksi, namun tidak berlangsung cukup lama untuk seks
Benar-benar tidak bisa ereksi
Dikutip dari Mayo Clinic, memiliki masalah ereksi dari waktu ke waktu tidak selalu memprihatinkan.

Namun, jika Anda mengalami impoten, Anda mungkin akan merasa stres, percaya diri berkurang, dan mengalami masalah pada hubungan Anda.

Masalah ereksi dan mempertahankannya juga bisa menjadi tanda kesehatan lainnya yang membutuhkan perawatan. Kondisi ini juga bisa menjadi risiko penyakit jantung.

Disfungsi ereksi memengaruhi pria dari segala ras dan seluruh bagian di dunia. Pria biasanya memiliki impoten setelah mereka tua.

Sebagai contoh, impoten terjadi dalam:
Sekitar 12 persen pria yang lebih muda dari 60 tahun
22 persen pria usia 60-69 tahun
30 persen pria usia 70 tahun ke atas
Ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko.

*GEJALA IMPOTENSI*
Gejala utama disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan untuk ereksi atau ketidakmampuan mempertahankan ereksi sampai kegiatan seks berakhir. Jika penyebabnya psikologis, ini mungkin diakibatkan kecemasan, perubahan mood, depresi, insomnia, dan kekhawatiran tentang kinerja seksual.

Jika penyebabnya adalah fisik, gejala penyakit medis biasanya termasuk sirkulasi yang buruk di kaki, nyeri dada, sesak napas saat olahraga (mungkin sakit jantung). Diabetes juga sering dikaitkan dengan disfungsi ereksi.
Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Anda khawatir tentang ereksi Anda atau pengalaman masalah seksual lainnya, termasuk impoten, seperti ejakulasi dini atau telat ejakulasi
Anda memiliki diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan lainnya yang bisa terkait impoten
Anda punya gejala lain bersama dengan impoten.

*PENYEBAB IMPOTENSI*
Fungsi ereksi normal dapat dipengaruhi oleh masalah dengan salah satu sistem berikut ini:
Gangguan yang membuat aliran darah lebih rendah atau kerusakan saraf di p***s
Kerusakan saraf p***s bisa diakibatkan dari operasi panggul atau perut (terutama operasi prostat), terapi radiasi, penyakit tulang belakang, diabetes

Gangguan hormon
Faktor-faktor lain termasuk stroke, merokok, alkohol, dan obat-obatan. Obat-obatan sering menyebabkan disfungsi ereksi (terutama pada pria lebih tua) termasuk antihipertensi, antidepresan, beberapa obat penenang, cimetidine, digoxin, diuretik, dan obat-obatan terlarang.

Penyebab fisik
Dirangkum dari Medical News Today, berikut adalah penyebab fisik dari impoten:
Penyakit jantung dan penyempitan pembuluh darah
Diabetes
Tekanan darah tinggi
Kolesterol Tinggi
Obesitas dan sindrom metabolik
Penyakit Parkinson
Multiple sclerosis
Gangguan hormonal, termasuk kondisi tiroid dan defisiensi testosteron
Kelainan struktural atau anatomi p***s, seperti penyakit Peyronie
Merokok, alkoholisme, dan penyalahgunaan zat, termasuk penggunaan kokain
Perawatan untuk penyakit prostat
Komplikasi bedah
Cedera di daerah panggul atau sumsum tulang belakang
Terapi radiasi ke daerah panggul.

Penyebab psikologis
Pada kasus yang langka, seorang pria dapat menderita impoten dan mungkin tidak pernah mencapai ereksi. Ini disebut sebagai impoten primer dan penyebabnya hampir selalu bersifat psikologis, jika tidak ada kelainan anatomi yang jelas atau masalah fisiologis.
Faktor semacam itu dapat meliputi:
Merasa bersalah
Takut akan keintiman
Depresi
Kecemasan berat.
Sebagian besar kasus impoten adalah bentuk sekunder. Ini berarti bahwa fungsi ereksi sudah normal, tetapi menjadi bermasalah.

Penyebab masalah biasanya berupa fisik.
Dalam kasus yang langka, faktor psikologis menyebabkan impoten, mulai dari penyakit kesehatan mental yang dapat diobati hingga kondisi emosi sehari-hari yang dialami sebagian besar orang pada suatu waktu.

Penting untuk dicatat bahwa mungkin ada tumpang tindih antara penyebab medis dan psikososial. Sebagai contoh, seorang pria obesitas mengalami kesulitan mempertahankan ereksi. Itu adalah penyebab fisik.

Namun dalam saat yang sama, pria tersebut memiliki harga diri yang rendah. Kondisi ini juga dapat memengaruhi fungsi ereksi dan merupakan penyebab psikososial.
Kanker prostat tidak menyebabkan impoten. Namun, operasi prostat untuk menghilangkan kanker dan terapi radiasi untuk mengobati kanker prostat dapat menyebabkan impoten.
Pengobatan penyakit prostat jinak non-kanker juga dapat menyebabkan impoten atau disfungsi ereksi.

*FAKTOR RESIKO*
Beragam faktor risiko bisa berkontribusi untuk disfungsi ereksi, termasuk:
Kondisi medis, terutama diabetes atau kondisi jantung
Konsumsi tembakau, yang membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri, lambat laun menyebabkan kondisi kesehatan kronis yang menyebabkan impoten
Kelebihan berat badan, terutama jika Anda obesitas
Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker
Cedera, terutama jika merusak saraf atau pembuluh darah yang mengontrol ereksi
Obat, termasuk antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengobati kondisi tekanan darah tinggi, nyeri, atau prostat
Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan, atau depresi
Penggunaan narkoba dan alkohol, terutama jika Anda menggunakan narkoba jangka panjang atau peminum berat
Bersepeda berkepanjangan, yang dapat menyebabkan saraf dan memengaruhi aliran darah ke p***s, dapat menyebabkan disfungsi ereksi sementara atau permanen.

Apa tes yang umum dilakukan untuk disfungsi ereksi?
Untuk kebanyakan pria, pemeriksaan fisik dan menjawab pertanyaan (sejarah medis) adalah yang diperlukan dokter untuk mendiagnosis impoten. Anda mungkin memerlukan tes lebih atau konsultasi dengan spesialis.
Tes untuk kondisi penyebab lain impoten yaitu:

Tes darah. Sampel darah Anda mungkin akan dikirim ke laboratorium untuk memeriksa tanda-tanda penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron yang rendah, dan kondisi kesehatan lainnya

Tes urin. Seperti tes darah, tes urin digunakan untuk mencari tanda-tanda diabetes dan kondisi kesehatan lain yang mendasar.
Ultrasound (USG). Tes ini biasanya dilakukan oleh spesialis di kantornya. Ini melibatkan penggunaan tongkat yang diarahkan di atas pembuluh darah yang memasok darah ke p***s. Ini menghasilkan gambar video yang akan jadi petunjuk bagi dokter Anda jika Anda memiliki masalah aliran darah

Tes ini kadang-kadang dilakukan dengan kombinasi suntikan obat ke dalam p***s untuk merangsang aliran darah dan menghasilkan ereksi.

Uji ereksi semalam
Kebanyakan pria mengalami ereksi saat tidur tanpa mengingatnya. Tes sederhana ini melibatkan perangkat khusus yang membungkus p***s Anda sebelum tidur.
Perangkat ini akan mengukur jumlah dan kekuatan ereksi yang dicapai dalam semalam. Ini dapat membantu menentukan apakah disfungsi ereksi Anda berhubungan dengan penyebab psikologis atau fisik.

Uji psikologis
Dokter Anda mungkin bertanya beberapa pertanyaan untuk mendeteksi depresi dan penyebab psikologis lain dari disfungsi ereksi.

*PENCEGAHAN IMPOTENSI*
Bagi kebanyakan pria, disfungsi ereksi disebabkan atau diperburuk oleh pilihan gaya hidup. Ini beberapa tahap yang mungkin membantu:
Berhenti merokok. Jika Anda sulit berhenti, minta tolong. Coba penggantian nikotin, seperti dengan permen karet atau tanya dokter Anda tentang resep pengobatan yang bisa membantu Anda berhenti
Penurunan berat badan. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan – atau memperburuk – impoten.

Sertakan aktivitas fisik dalam rutinitas harian Anda. Olahraga memiliki banyak fungsi yang dapat membantu mengatasi penyebab impoten, salah satunya, termasuk mengurangi stres, membantu Anda menurunkan berat badan, dan meningkatkan aliran darah.
Menjalani pengobatan masalah alkohol atau obat. Minum terlalu banyak atau menggunakan obat-obatan terlarang tertentu dapat memperburuk disfungsi ereksi secara langsung atau menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang
Selesaikan masalah hubungan percintaan Anda. Pertimbangkan konseling pernikahan jika Anda mengalami kesulitan meningkatkan komunikasi dengan pasangan Anda atau menyelesaikan masalah diri sendiri.

30/03/2021

HIPOTIROID

Penyakit hipotirodisme adalah kelainan akibat kekurangan hormon tiroid. Kelainan ini akan membuat penderitanya mudah lelah dan sulit untuk berkonsentrasi.

Hipotirodisme atau hipotiroid lebih sering ditemui pada wanita lanjut usia. Umumnya, penyakit ini menimbulkan gejala yang tidak spesifik di tahap awal, misalnya kenaikan berat badan atau mudah lelah yang dianggap biasa terjadi seiring pertambahan usia. Namun seiring perkembangan penyakit, gejala tersebut akan makin berat.

Meski jarang terjadi, hipotiroidisme juga dapat diderita oleh bayi baru lahir. Kondisi ini disebut hipotiroidisme konge***al. Bayi baru lahir yang mengalami hipotiroidisme konge***al akan mengalami gejala berupa penyakit kuning, lidah berukuran besar, hingga sesak napas.

*Gejala Hipotiroidisme*

Gejala hipotirodisme bervariasi, tergantung seberapa rendah kadar hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Gejala tersebut meliputi:

Mudah lelah dan pusing.
Sembelit atau susah buang air besar.
Otot-otot terasa lemah, nyeri, dan kaku.
Lebih sensitif pada cuaca dingin.
Kulit kering, kasar, mudah mengelupas, dan keriput.
Berat badan naik tanpa penyebab yang jelas.
Wajah bengkak dan suara menjadi parau.
Rambut rontok dan tipis.
Kuku rapuh.

Mudah lupa dan sulit berkonsentrasi.
Gejala-gejala di atas berkembang cukup lambat, bahkan hingga hitungan tahun. Hal ini membuat gejala hipotiroidisme tidak langsung disadari.

Meski lebih sering dialami oleh wanita berusia lanjut, namun hipotiroid dapat diderita oleh siapa saja, termasuk bayi baru lahir (hipotiroidisme konge***al). Meski begitu, gejala hipotiroid pada bayi sedikit berbeda dengan orang dewasa, yaitu:

Sering kentut atau bersendawa (perut kembung).
Tidak mau makan dan jarang buang air besar (sembelit).
Tidur terlalu lama.
Tangan dan kaki terasa dingin.
Lebih rewel dan suara tangisannya parau.
Lidah bengkak dan menjulur keluar.
Penyakit kuning.
Sulit bernapas.
Pertumbuhannya terhambat, berat badan rendah, dan terlambat berjalan.

Berikut ini adalah beberapa gejala hipotiroid berdasarkan usia penderitanya:

Hipotiroid pada bayi

Gejala terjadinya hipotiroid pada bayi adalah wajahnya tampak membengkak, lidahnya besar dan menonjol, sering tersedak, dan kulit serta bagian putih pada mata bayi berwarna kuning. Apabila tidak segera diobati, bayi bisa mengalami sembelit, kesulitan menyusu, mengantuk secara berlebihan, tangan dan kaki teraba dingin, serta otot yang lemah. Lebih jauh lagi, perkembangan bayi menjadi tidak optimal. Bahkan, dapat memengaruhi perkembangan mentalnya.

Hipotiroid pada anak dan remaja

Gejala hipotiroid yang terjadi pada anak-anak dan remaja cenderung sama dengan yang dialami orang dewasa. Namun, pada anak-anak dan remaja kadang-kadang gejalanya disertai penundaan pertumbuhan gigi, masa pubertas yang terlambat, serta buruknya pertumbuhan fisik dan mental.

Hipotiroid pada usia dewasa

Pada orang dewasa, secara umum beberapa gejala hipotiroid termasuk kelelahan, detak jantung melemah, konstipasi/sembelit, sensitif terhadap suhu dingin, peningkatan berat badan, peningkatan kolesterol dalam darah, bengkak pada wajah, nyeri otot atau nyeri sendi. Pada wanita, hipotiroid juga bisa berupa jadwal haid yang tidak teratur atau bahkan lebih banyak dari biasanya. Gejala hipotiroid juga dapat berupa gangguan daya ingat dan depresi.

*Penyebab Hipotiroidisme*

Kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di sisi depan leher, tepat di bawah jakun. Kelenjar ini bertugas menghasilkan hormon tiroid yang membantu tubuh menggunakan energi, termasuk mengatur metabolisme, suhu tubuh, serta detak jantung.

Hipotiroidisme terjadi saat kelenjar tiroid tidak dapat memproduksi hormon tersebut dalam jumlah cukup. Gangguan ini biasa disebabkan oleh beberapa hal berikut:

Penyakit autoimun

Penyakit autoimun, terutama penyakit Hashimoto, adalah penyebab hipotirodisme paling umum. Pada penyakit ini, tubuh menghasilkan antibodi yang justru menyerang kelenjar tiroid, sehingga fungsinya terganggu.
Pengobatan pada kelenjar tiroid
Radioterapi pada area leher dapat merusak sel-sel kelenjar tiroid, sehingga kelenjar tersebut sulit untuk memproduksi hormon. Selain itu, operasi tiroid juga dapat menjadi penyebab hipotiroidisme.

Obat-obatan tertentu

Penggunaan beberapa jenis obat, seperti lithium, amiodarone, serta interferon, dapat menyebabkan hipertiroidisme. Obat-obatan ini digunakan untuk gangguan mental, gangguan irama jantung, dan kanker.

Pola makan rendah yodium

Yodium adalah mineral penting yang dibutuhkan oleh kelenjar tiroid agar dapat memproduksi hormon. Kekurangan yodium bisa menyebabkan hipotirodisme.

Kelainan bawaan

Beberapa bayi lahir dengan kelenjar tiroid yang tidak berkembang sempurna, bahkan tanpa kelenjar tiroid. Kondisi yang disebut hipotiroidisme konge***al ini terjadi akibat beragam hal, mulai dari pola makan ibu hamil yang rendah yodium hingga faktor genetik.

Gangguan hormon TSH

TSH (thyroid-stimulating hormone) adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari untuk membantu kelenjar tiroid dalam memproduksi dan melepaskan hormon. Gangguan pada hormon TSH akan memengaruhi produksi hormon tiroid.
Terdapat juga sejumlah kondisi yang bisa membuat seseorang lebih berisiko menderita hipertiroidisme, di antaranya:

Berjenis kelamin wanita dan berusia di atas 60 tahun.
Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit tiroid.
Sedang hamil atau baru melahirkan dalam waktu 6 bulan terakhir.
Menderita penyakit autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1, penyakit celiac, atau multiple sclerosis.

Menderita gangguan bipolar, sindrom Down, atau sindrom Turner.

*Diagnosis Hipotiroidisme*

Untuk mendiagnosis hipertiroidisme, dokter akan menanyakan keluhan yang dialami pasien, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta prosedur medis yang pernah dijalani pasien. Dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit yang pernah diderita pasien dan anggota keluarganya.

Selanjutnya, pemeriksaan fisik dilakukan untuk mengamati kondisi kulit, kemampuan otot, refleks, hingga laju detak jantung pasien. Bila pasien diduga mengalami hipotirodisme, tes darah akan dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Tes darah dapat mengukur kadar hormon tiroid dan TSH di dalam tubuh. Rendahnya kadar tiroid atau tingginya kadar TSH di dalam darah dapat menandakan terjadinya hipotirodisme.

*Komplikasi Hipotiroidisme*

Jika tidak ditangani, hipotiroidisme bisa menyebabkan beragam komplikasi, seperti:

Nyeri sendi
Obesitas
Penyakit gondok
Infertilitas atau gangguan kesuburan
Kerusakan saraf
Penyakit jantung
Koma miksedema

Sedangkan hipotiroid yang terjadi pada wanita hamil dapat menimbulkan komplikasi berupa:

Anemia
Preeklamsia
Keguguran
Bayi lahir prematur atau memiliki berat badan lahir rendah
Bayi lahir dalam kondisi cacat
Bayi mengalami gangguan perkembangan fisik atau mental.
*Berbagai Penyebab Hipotiroid*

Ada banyak penyebab hipotiroid yang mungkin terjadi.

Penyebab-penyebab tersebut adalah:

Konsumsi obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat-obatan dapat memicu hipotiroid, seperti obat untuk kanker, penyakit jantung, dan kondisi kejiwaan. Hal ini disebabkan karena obat-obatan tersebut bisa memengaruhi produksi hormon tiroid.

Wanita hamil

Sebagian wanita hamil mungkin mengalami hipotiroid. Penyebabnya masih belum jelas, namun pada saat hamil kelenjar tiroid terkadang mengalami peradangan, sehingga terjadi peningkatan kadar hormon tiroid. Tapi setelah itu, terjadi penurunan kadar hormon tiroid secara drastis. Di sinilah hipotiroidisme terjadi. Namun, jangan khawatir umumnya kondisi ini akan kembali normal dengan sendirinya.

Radioterapi di sekitar leher
Limfoma atau kanker tertentu lainnya memerlukan pengobatan berupa radiasi di daerah leher. Radiasi di daerah ini membuat sel-sel di tiroid menjadi rusak, sehingga kemampuannya dalam memproduksi hormon tiroid, terganggu. Akibatnya, tubuh pun kekurangan hormon tersebut.

Pengobatan hipertiroid

Pada kondisi hipertiroid, kelenjar tiroid Anda justru terlalu aktif, sehingga Anda perlu mendapatkan pengobatan untuk menurunkan aktivitas tiroid. Salah satunya melalui terapi radioaktif. Sayangnya, efek samping dari radiasi pada pengobatan ini dapat menyebabkan kerusakan sel-sel di kelenjar tiroid, sehingga memungkinkan terjadinya hipotiroidisme.

Operasi tiroid

Operasi ini berupa pengangkatan kelenjar tiroid. Jika sebagian kelenjar masih ada, hormon tiroid masih bisa diproduksi. Namun, jika seluruh jaringan kelenjar tiroid sudah diangkat, tidak ada lagi hormon tiroid yang bisa diproduksi. Akibatnya, sudah pasti tubuh akan kekurangan hormon ini.

Gangguan tiroid sejak lahir

Ada bayi yang lahir dengan kelainan pada kelenjar tiroid dan produksi hormon tiroid yang rendah. Kondisi ini disebut dengan konge***al hipotiroidisme. Pada kondisi ini kelenjar tiroid tidak berkembang dengan semestinya. Sekalipun berkembang, kemampuan produksi hormon tiroidnya tidak baik. Bayi atau orang dewasa yang sudah memiliki masalah tiroid sejak lahir, sangat mungkin mengalami hipotiroid.

Kekurangan atau kelebihan yodium
Untuk membuat hormon tiroid, kelenjar tiroid membutuhkan yodium. Jangan sampai Anda kekurangan zat yang satu ini. Penuhi kebutuhan tubuh akan zat tersebut dengan mengonsumsi sumber yodium, seperti telur, produk susu, kerang, dan garam meja beryodium.

Untuk memastikan Anda mengalami hipotiroid atau tidak, dapat melakukan pemeriksaan fungsi tiroid. Apabila benar-benar mengalami hipotiroidisme, dokter kemungkinan akan memberikan pengobatan berupa pemberian hormon tiroid sintetis.

*Pencegahan Hipotiroidisme*

Penyakit hipotirodisme dapat dicegah dengan menghindari penyebab dan faktor risikonya. Caranya adalah dengan:
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang.

Mengonsumsi makanan beryodium, termasuk garam beryodium, rumput laut, telur, udang, dan produk susu.
Menjalani pengobatan dan pemeriksaan secara berkala bila menderita penyakit autoimun atau pernah menjalani pengobatan penyakit tiroid.
Menjalani pemeriksaan rutin ke dokter kandungan selama masa kehamilan.

*SOLUSI HERBAL 😘

ZINC : Mengendalikan hormon
MUNCORD : meningkatkan daya tahan tubuh
VITALINE : Antioksidan

Photos from Zona Sehat Herbal's post 25/03/2021

Hati2 ya...

Kurang kalsium menyebabkan gigi keropos
Salah pilih odol bahaya juga lho

23/03/2021

HERPES

Herpes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus herpes. Ada delapan jenis virus herpes, tapi dua yang paling umum adalah:

HSV-1, dikenal dengan herpes oral yang bisa menyebabkan luka dan benjolan melepuh di sekitar mulut serta wajah

HSV-2, termasuk ke dalam golongan herpes ge***al (kelamin) dan biasanya muncul di kelamin bagian luar serta daerah sekitar a**s

Ada juga penyakit yang bernama herpes zoster. Namun, penyakit ini secara teknis tidak tergolong sebagai infeksi herpes karena disebabkan oleh virus varicella zoster.

Virus varicella zoster merupakan virus yang juga menyebabkan cacar air. Oleh sebab itu, jenis penyakit yang satu ini biasanya menyerang orang yang pernah terkena cacar air.

Dilansir dari the New Zealand Herpes Foundation, penyakit ini sangat umum terjadi. Orang dewasa yang aktif secara seksual terutama kerap terjangkit penyakit ini di bagian kelamin. Diperkirakan 50% pengidapnya tertular dari orang lain.

*GEJALA HERPES*
Berikut berbagai tanda dan gejala penyakit herpes berdasar jenisnya:

Herpes simpleks
Kemunculan awal penyakit ini sering kali tanpa gejala. Gejala mungkin baru akan terasa muncul setelah berbulan-bulan hingga bertahun-tahun terinfeksi.
Di awal kemunculannya, tubuh akan menunjukkan berbagai gejala seperti:
Lecet dan luka pada alat kelamin bagian luar
Lepuhan merah berisi air di sekitar mulut, a**s, atau alat kelamin
Keputihan
Rasa sakit dan gatal pada lepuhan
Tidak enak badan
Demam
Nyeri saat buang air kecil
Kelenjar getah bening membengkak

Umumnya, orang yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala yang terus kambuh secara berulang. Namun, gejala pada infeksi berulang cenderung lebih ringan dan tidak berlangsung lebih dari 10 hari.

Berikut berbagai gejala yang ditunjukkannya:
Rasa terbakar atau kesemutan di sekitar alat kelamin sebelum luka lepuhan yang berisi air kembali muncul
Adanya lecet dan luka pada serviks
Luka lepuhan di sekitar mulut yang berisi cairan dan berwarna kemerahan

Herpes zoster
Jika Anda terkena herpes zoster, maka Anda akan menemukan berbagai gejala seperti:
Ruam disertai lenting berkelompok yang hanya terjadi di satu sisi tubuh
Ruam diawali dengan benjolan merah, berubah menjadi pembengkakan yang sedikit berair, dan akhirnya menjadi kerak kering (terlihat seperti segerombolan cacar air kecil-kecil)
Rasa sakit, gatal, dan kesemutan pada ruam. Hal ini juga berlaku di bagian tubuh saat ruam baru akan muncul
Demam
Sakit kepala
Panas dingin
Kelelahan

*PENYEBAB HERPES*

Herpes simpleks

Penyakit herpes simpleks termasuk penyakit menular yang bisa berpindah melalui kontak langsung dengan area tubuh yang terinfeksi. Selain melalui mulut, a**s, dan kelamin, virus juga dapat menyebar melalui area kulit lainnya serta mata.
Namun, Anda tidak akan terinfeksi virus hanya dengan menyentuh barang-barang atau area yang telah disentuh dan dipakai oleh orang yang terinfeksi virus ini. Infeksi dapat menular dengan cara:
Berhubungan seks va**na atau a**l tanpa kondom
Melakukan seks oral dengan orang yang memiliki luka dan ruam penyakit di sekitar mulutnya
Menggunakan mainan seks secara bergantian
Berciuman dengan orang yang memiliki ruam penyakit di sekitar mulutnya
Melalui kelahiran jika ibu dengan herpes ge***al memiliki luka saat melahirkan

Pada anak-anak, biasanya virus HSV-1 menyebar saat mengalami kontak langsung dengan orang dewasa yang terinfeksi. Pada akhirnya, virus ini akan mengendap di dalam tubuh seumur hidup.

Herpes zoster
Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster, yakni virus yang juga menyebabkan cacar air. Masalah kesehatan yang satu ini umumnya akan muncul pada orang yang pernah mengalami cacar air.
Virus biasanya dapat hidup dalam sistem saraf selama bertahun-tahun. Pada sebagian orang, virus akan tetap tidur tetapi pada sebagian lainnya akan bangun dan diaktifkan kembali.

Biasanya, virus akan kembali muncul saat:
Memiliki penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh
Seiring dengan penuaan
Menjalani kemoterapi atau radiasi
Mengonsumsi obat yang melemahkan sistem kekebalan
Oleh karenanya, penyakit ini bisa muncul lebih dari satu kali. Untuk itu, kurangi risikonya dengan cara melakukan serangkaian langkah pencegahan.

Berbeda dengan herpes simpleks, Anda tidak akan tertular virus ini dari kontak langsung dengan orang lain. Namun, jika Anda belum pernah terkena maupun divaksin cacar air, ada kemungkinan untuk tertular dari orang yang sedang sakit herpes zoster.

*FAKTOR RESIKO HERPES*
Berikut berbagai faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini:

Herpes simpleks
Semua orang berisiko terkena virus penyakit ini, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Namun, untuk yang menyerang kelamin biasanya lebih mudah menginfeksi orang-orang yang aktif secara seksual tanpa menerapkan seks aman. Berbagai faktor yang meningkatkan risiko penyakit yang satu ini:
Berjenis kelamin perempuan
Memiliki pasangan seks lebih dari satu
Berhubungan seks di usia yang sangat muda
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Memiki penyakit kelamin yang lain

Herpes zoster
Semua orang yang pernah terserang cacar air dapat terkena penyakit ini. Selain itu, ada berbagai faktor lain yang meningkatkan risikonya, yaitu:
Berusia lebih dari 50 tahun
Memiliki penyakit tertentu yang melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS dan kanker
Sedang menjalani perawatan kanker seperti radiasi dan kemoterapi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit
Mengonsumsi obat-obatan yang dirancang untuk mencegah penolakan terhadap organ transplantasi misalnya penggunaan steroid yang berkepanjangan seperti prednison

*PENCEGAHAN HERPES*

Herpes simpleks
Belum ada obat untuk menyembuhkan herpes simpleks. Oleh karena itu, cara terbaik menghindari infeksi ialah dengan melakukan berbagai tindakan pencegahan seperti:

Menghindari kontak fisik langsung dengan orang yang terinfeksi
Menghindari seks baik oral, va**nal, dan a**l selama terinfeksi
Menghindari berciuman dengan orang yang memiliki infeksi di bagian mulut
Tidak berganti-ganti pasangan seksual
Melakukan seks aman dengan menggunakan kondom

Herpes zoster
Vaksin cacar air membantu mencegah Anda dari gejala penyakit yang parah serta komplikasi yang ditimbulkannya. Untuk itu, semua anak perlu melakukan imunisasi varicella. Bahkan, orang dewasa yang belum pernah terserang cacar air juga perlu melakukan vaksin yang satu ini.
Tak hanya vaksin, Anda juga perlu mencegah penyebaran infeksi dengan cara:
Menghindari kontak dengan orang-orang yang belum pernah terkena cacar air dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun
Menjaga daya tahan tubuh agar tetap baik dengan cara menerapkan pola hidup sehat yaitu makan bergizi, istirahat cukup, mengurangi stres dan olahraga teratur
Melakukan berbagai langkah ini secara konsisten membantu mencegah Anda dari risiko dan komplikasi penyakit yang parah.

*SOLUSI HERBAL:*
Muncord anda bisa minum sbg antivirus dan utnuk meningkatkan daya tahan tubuh
Vitaline bisa ditusuk, dikeluarkan minyaknya dan dioles setiap 3 jam untuk mengurangi rasa panas, nyeri, dan biasanya akan sangat berkurang dan kering dalam 3 hari. Vitaline juga diminum

Photos from Zona Sehat Herbal's post 18/03/2021

HEPATITIS

Hepatitis adalah peradangan pada hati atau liver. Hepatitis bisa disebabkan oleh infeksi virus, bisa juga disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti kebiasaan mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, atau penyakit autoimun. Jika disebabkan oleh infeksi virus, hepatitis bisa menular.

Hepatitis ditandai dengan munculnya gejala berupa demam, nyeri sendi, nyeri perut, dan penyakit kuning. Hepatitis dapat bersifat akut (cepat dan tiba-tiba) maupun kronis (perlahan dan bertahap). Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis dapat menimbulkan komplikasi, seperti gagal hati, sirosis, atau kanker hati (hepatocellular carcinoma).

*PENYEBAB HEPATITIS*
Hepatitis bisa disebabkan oleh beragam kondisi dan penyakit. Namun, penyebab yang paling sering adalah infeksi virus. Berikut adalah beberapa jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus:

Hepatitis A
Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.

Hepatitis B
Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan va**na, dan air mani.

Hepatitis C
Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C juga ditularkan melalui cairan tubuh. Penularan bisa terjadi saat berhubungan seksual tanpa kondom atau menggunakan jarum suntik bekas penderita hepatitis C. Jika ibu hamil menderita hepatitis C, bayinya dapat tertular penyakit ini saat melewati jalan lahir ketika persalinan.

Hepatitis D
Hepatitis D disebabkan oleh infeksi virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan jenis hepatitis yang jarang terjadi, tetapi bisa bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh ma**sia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.

Hepatitis E
Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah menular pada lingkungan yang memiliki sanitasi yang buruk. Salah satunya melalui kontaminasinya pada sumber air.

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga dapat disebabkan oleh beberapa hal kondisi berikut:

Konsumsi alkohol secara berlebihan
Konsumsi alkohol secara berlebihan bisa menyebabkan peradangan pada hati (hepatitis) dan menimbulkan kerusakan permanen pada sel-sel hati, sehingga fungsi hati akan terganggu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi gagal hati dan sirosis.

Obat-obatan tertentu
Penggunaan obat-obatan melebihi dosis dan paparan racun juga dapat menyebabkan peradangan pada hati. Kondisi ini disebut toxic hepatitis.

Penyakit autoimun
Pada hepatitis yang disebabkan oleh penyakit autoimun, sistem imun tubuh secara keliru menyerang sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan dan kerusakan sel.

*FAKTOR RISIKO HEPATITIS*
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hepatitis adalah:

Kurang menjaga kebersihan, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan

Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis atau makanan yang tidak dimasak hingga matang

Berbagi penggunaan barang pribadi dan jarum suntik dengan orang lain

Melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan penderita hepatitis akibat infeksi virus

Memiliki penyakit infeksi akut dan kronis
Memiliki penyakit autoimun

Memiliki riwayat hepatitis dalam keluarga

Sering menerima transfusi darah, terutama bila darah yang didonorkan tidak melalui pemeriksaan ketat atau alat yang digunakan tidak bersih

*KOMPLIKASI HEPATITIS*
Jika tidak ditangani dengan baik, hepatitis dapat menimbulkan berbagai komplikasi, seperti:
Gagal hati
Sirosis
Kanker hati

*GEJALA HEPATITIS*
Pada tahap awal, penderita hepatitis biasanya tidak merasakan gejala apa pun, sampai akhirnya penyakit ini menyebabkan kerusakan dan gangguan fungsi hati. Pada hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus, gejala akan muncul setelah penderita melewati masa inkubasi.

Masa inkubasi tiap jenis virus hepatitis berbeda-beda, yaitu sekitar 2 minggu sampai 6 bulan.
Berikut adalah beberapa gejala umum yang muncul pada penderita hepatitis:

Mual
Muntah
Demam
Kelelahan
Feses berwarna pucat
Urine berwarna gelap
Nyeri perut
Nyeri sendi
Kehilangan nafsu makan

Penurunan berat badan

Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan atau penyakit kuning

*DIAGNOSIS HEPATITIS*
Tes fungsi hati, untuk memeriksa kinerja hati dan mengetahui jika ada masalah pada organ tersebut
Tes antibodi virus hepatitis, untuk menentukan keberadaan antibodi yang spesifik untuk virus HAV, HBV, dan HCV, serta menentukan apakah hepatitis bersifat akut atau kronis
Pemindaian dengan USG perut, untuk mendeteksi kelainan pada organ hati, seperti kerusakan hati, pembesaran hati, atau tumor hati, serta untuk mendeteksi kelainan pada kandung empedu
Biopsi hati, untuk menentukan penyebab kerusakan di jaringan hati

*PENGOBATAN HEPATITIS*
Pengobatan hepatitis akan disesuaikan dengan jenis hepatitis, tingkat keparahan infeksi, serta kondisi pasien. Hepatitis akibat infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Pengobatan hepatitis akibat infeksi virus bertujuan untuk mengatasi infeksi, meredakan gejala, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Secara umum, pengobatan yang dilakukan meliputi:
Pemberian obat interferon
Meski beberapa jenis hepatitis akibat infeksi virus bisa sembuh dengan sendirinya, pemberian obat-obatan perlu dilakukan ketika jumlah virus penyebab hepatitis cukup banyak. Dokter akan memberikan obat interferon untuk menghentikan penyebaran virus dan mencegahnya kambuh. Obat ini biasanya diberikan melalui infus setiap minggu selama 1 tahun.
Pemberian obat imunosupresan
Untuk mengatasi hepatitis yang disebabkan oleh penyakit autoimun, dokter dapat memberikan obat imunosupresan, terutama golongan kortikosteroid, seperti prednisone dan budesonide. Selain itu, pasien penderita hepatitis autoimun juga dapat diberikan azathioprine, mycophenolate, tacrolimus, dan cyclosporin.
Pemberian obat antivirus
Pada beberapa kondisi, misalnya pada hepatitis B atau hepatitis C yang kronis, dokter juga bisa memberikan obat antivirus, seperti entecavir, famciclovir, lamivudine, ribavirin, ritonavir, atau tenofovir. Obat-obatan ini bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan virus dengan mekanisme yang berbeda-beda.

Transplantasi hati
Bila hepatitis sudah menyebabkan kerusakan hati yang berat, dokter mungkin akan menyarankan transplantasi hati atau penggantian hati. Melalui prosedur ini, hati penderita hepatitis yang rusak akan diganti dengan hati yang sehat dari pendonor.
Pemantauan kondisi fisik pasien selama masa penyembuhan hepatitis sangat diperlukan agar proses pemulihan bisa berjalan dengan baik. Aktivitas fisik yang melelahkan harus dihindari selama masa penyembuhan hingga gejala mereda.

Selain itu, penderita hepatitis tidak boleh mengonsumsi alkohol, terutama jika hepatitisnya disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih. Jika penyebabnya adalah penggunaan obat-obatan tertentu,akan melakukan penghentian atau penggantian obat agar peradangan hati tidak semakin parah.

*PENCEGAHAN HEPATITIS*
Anda dapat menurunkan risiko terjadinya hepatitis dengan melakukan beberapa langkah berikut:

Cuci tangan secara teratur dengan air dan sabun, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan dan sebelum makan.

Lakukan hubungan seks yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan.

Hindari berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti sikat gigi atau handuk, termasuk juga peralatan makan.

Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan beristirahat yang cukup.
Jangan mengonsumsi alkohol dan NAPZA.

Hindari mengonsumsi makanan yang belum dimasak hingga matang dan air minum yang tidak terjamin kebersihannya atau belum direbus hingga mendidih.
Lakukan vaksinasi hepatitis sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter.

*SOLUSI HERBAL 😘
Muncord, chitosan, kalsium dan vitaline merupakan nutrisi yg membantu sekali utk memperbaiki fungsi liver

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bantul?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Bantul
55711