Susu Etawa Bubuk Kaya Manfaat

Susu Etawa Bubuk Kaya Manfaat

Share

Susu Etawa Bubuk Kaya Manfaat,,bisa untuk kesehatan. Ayo kesempatan bagi yg ingin menjadi resseler.,,langsung saja hubungi kami.!!!

01/07/2017

“Juara adalah pecundang yang bangkit
dan mencoba sekali lagi.”
– Dennis DeYoung

14/06/2017

Hanya copas,,smoga brmanfaat.!!!

*KISAH NYATA MENGGUGAH JIWA*
Diceritakan oleh seorang Khatib ketika
Khutbah Jum'at:
Seorang anak berumur 10 th namanya Umar.
Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.
Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD
Internasional paling bergengsi di Jakarta.
Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal.
Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah,
karena uangnya berlimpah.
Si ayah berfikir kalau anaknya harus
mendapat bekal pendidikan terbaik di semua
jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg
sukses mengikuti jejaknya.
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu
depan si ayah diundang menghadiri acara
“Father’s Day” di sekolah Umar.
“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yg
datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.
Bagi dia acara beginian sangat nggak penting,
dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali
ini isterinya marah dan mengancam, sebab
sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah
mau datang ke acara anaknya. Dia malu
karena anaknya selalu didampingi ibunya,
sedang anak2 yg lain selalu didampingi
ayahnya.
Nah karena diancam isterinya, akhirnya si
ayah mau hadir meski agak ogah2an.
Father’s day adalah acara yg dikemas khusus
dimana anak2 saling unjuk kemampuan di
depan ayah2nya.
Karena ayah si Umar ogah2an maka dia
memilih duduk di paling belakang, sementara
para ayah yg lain (terutama yg muda2)
berebut duduk di depan agar bisa
menyemangati anak2nya yang akan tampil di
panggung.
Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan
kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi,
menari, membaca puisi, pantomim. Ada p**a
yang pamerkan lukisannya, dll. Semua
mendapat applause yang gegap gempita dari
ayah2 mereka.
Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya
untuk menampilkan kebolehannya...
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya
si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru
mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di
sekolah itu.
”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.
Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak
Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al
Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar
minta kepada guru ngajinya.
”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.
“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan
saya ada yang salah.”
Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’
tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan
lantunan irama yg persis seperti bacaan
“Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan
bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk
ayah si Umar yang duduk dibelakang.
”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/
d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu
baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2
memotong bacaan Umar.
Lalu Umar pun membaca ayat 9.
”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat
33..” setelah usai Umar membacanya…lalu
kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40
(ayat terakhir)”.
Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai
selesai."
“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’
dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief
sambil mengucurkan air matanya.
Para hadirin yang muslim pun tak kuasa
menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya
kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih
menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di
acara ini nak, sementara teman2mu unjuk
kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief
penasaran.
Begini pak guru, waktu saya malas mengaji
dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak
menegur saya sambil menyampaikan sabda
Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al
Qur’an, mempelajarinya, dan
mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota
dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya
seperti cahaya matahari dan kedua orang
tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan)
yang tidak pernah didapatkan di dunia.
Keduanya bertanya, “Mengapa kami
dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian
berdua memerintahkan anak kalian untuk
mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).
“Pak guru, saya ingin mempersembahkan
“Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya
di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai
seorang anak yang berbakti kepada kedua
orangnya..”
Semua orang terkesiap dan tidak bisa
membendung air matanya mendengar ucapan
anak berumur 10 tahun tsb…
Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar
teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang
lari dari belakang menuju ke panggung.
Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-
gopoh2 langsung menubruk sang anak,
bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.
”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini
tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah
mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi
mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang
ayah sambil menangis di kaki anaknya.
”Ayah menginginkan agar kamu sukses di
dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan
“kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah
maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis
ter-sedu2.
Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai
meneteskan airmatanya, termasuk saya.
Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak
bisa menyembunyikan suara isak tangisnya,
luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak
jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada
yang merasa berdosa karena menelantarkan
anaknya, mungkin merasa bersalah karena
lalai mengajarkan agama kepada anaknya,
mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya
membaca Al Quran, atau merasa berdosa
karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya
tergeletak di rak bukunya.
Wallahu ‘alam

14/06/2017

Kunci sukses hidup tentram bahagia di dunia-akhirat hanya 2,yaitu SABAR & BERSYUKUR.!!!! tp untuk mewujudkanya butuh kerja keras,,,yakin klau sdh bisa melaksanakan sabar & syukur hidup kita akan tentram. Ayo kita mulai dg "Bissmillah".

11/04/2017

DICARI DISTRIBUTOR/AGEN SUSU KAMBING
ETAWA UNTUK SELURUH WILAYAH INDONESIA
UNTUK INFO/PEMESANAN SILAHKAN HUB :
HP /WA: 085292025271

APA ITU SUSU KAMBING ETAWA???
Susu kambing Etawa adalah Susu yang
dihasilkan oleh Kambing Etawa atau
Peranakan Kambing Etawa ( PE ) yang di
budidayakan secara khusus untuk diambil
susunya guna di manfaatkan sebagai nutrisi
tambahan sekaligus sebagai Terapi terhadap
berbagai macam penyakit.
Mengapa Susu Kambing Etawa ?
Mengapa kita harus memilih susu kambing
etawa ? bukankah sudah ada susu sapi ?
berikut alasan mengapa memilih susu
kambing etawa :
Susu Kambing Etawa tidak menimbulkan
alergi. Bahkan mampu menghilangkan alergi
Susu Kambing Etawa Mudah dicerna oleh
pencernakan. Karena Lemak mempunyai
tekstur yang lembut lebih lembut dari susu
sapi.
Protein dari susu kambing etawa ini sangat
lembut, efek laktasenya ringan. Dan
Proteinnya 6 kali lebih banyak dibandingkan
susu sapi
Susu kambing Etawa mempunyai sifat
antiseptik alami yang mampu menekan
pertumbuhan bakteri dalam tubuh.
Manfaat Susu kambing Etawa
Ada 2 manfaat yang ada pada susu kambing
etawa. Yaitu susu etawa sebagai sumber
nutrisi, dan susu kambing etawa sebagai Obat
terapi terhadap berbagai macam penyakit.
Berikut ini kami sampaikan kebaikan dari susu
kambing etawa
Seseorang yang mempunyai infeksi pada
paru-paru, penderita Asma, Bronkitis maupun
TBC
Wanita atau Remaja putri yang Sakit akibat
haid dan Penderita Anemia
Para Manula atau seseorang sudah
mengalami kerapuhan tulang dan
Osteoporosis ataupun penderita Rematik
Untuk anak-anak pada masa pertumbuhan.
sangat baik minum susu kambing etawa
karena mampu menguatkan tulang dan gigi
Bagi Penderita Maag akut dan anda yang
sering mengeluhkan sakit perut dan
pencernaan yang tidak lancar.
Bagi Pria dan Wanita pekerja keras guna
meningkatkan vitalitas dan daya tahan tubuh
Untuk anda yang menderita kanker, susu
kambing etawa ini mampu mengurangi
keluhan sakit kanker dan membantu proses
penyembuhannya
Bagi anda yang baru saja sembuh dari sakit,
susu kambing etawa ini cocok untuk
memulihkan kondisi sehingga cepat kembali
normal
Bagi Anda yang ingin tampil cantik dan kulit
yang halus, susu kambing etawa ini mampu
meremajakan jaringan lemak pada kulit
sehingga kulit akan terasa halus.
Bagi anda yang sering sakit-sakitan
sebaiknya minum susu kambing etawa ini
karna susu kambing etawa ini mampu
meningkatkan imunitas atau daya tahan
tubuh terhadap serangan penyakit
Bagi anda yang punya asam urat lebih sangat
baik minum susu kambing etawa ini. Serta
anda yang mengalami infeksi pada ginjal
akan sangat baik disembuhkan dengan terapi
susu kambing etawa
KANDUNGAN SENYAWA SUSU KAMBING
ETAWA :
Kalsium : Dapat mencegah Osteoporosis
karena kalisum ini membantu pertumbuhan
tulang.
Zincum (Zn) : Berfungsi untuk pembentuk
system kekebalan tubuh.
MCT (Medium Chain Trygliseride) : Berguna
bagi program Dietary dan penyembuhan
akibat Stroke.
Kalium (K) : Baik untuk penderita Tekanan
Darah Tinggi maupun Tekanan Darah Rendah
dan juga penderita Arteriosclerosis.
Flourin+Betakasein : baik untuk Penderita
Asma, TBC, Bronchitis, Pneumonia.
A2-betakasein dan Asam Amino Esensia :
Sebagai pembentuk insulin dan ini baik bagi
penderita diabetes.
Riboflavin (Vit B2) dan B3 yang menumbuh
kembangkan sel otak dan sel system saraf
sehingga baik bagi kecerdasan anak dan
menurunkan frekuensi serangan migrain.
Cynokobalamin : Sebagai pembentuk zat HB
bagi penderita Thalasemia, demam berdarah,
Anemia.
Mineral Alkaline : Sangat baik untuk penderita
Maag Kronis.
Enzim Xanthine Oxydase dan Niasin (Vit B3)
berfungsi mengatasi sel Kanker / Tumor dan
juga bisa mengurangi efek toksis kemoterapi.
Dengan segala Manfaat Susu kambing Etawa
yang dahsyat tersebut, maka kami selaku
pabrik produsen Produk herbal dengan bangga
memproduksi susu kambing etawa tersebut
untuk diambil Manfaatnya bagi anda sekalian.
perkenalkan produk kami Susu kambing Etawa
GOMARS
Susu Kambing Etawa GOMARS adalah susu
kambing bubuk yang terbuat dari susu
kambing etawa yang dibudidayakan secara
khusus dan diolah dengan tehnik khusus
sehingga menjadikan susu kambing etawa
GMP NUTRI senantiasa terjaga kwalitasnya
yang dipercaya mampu menyembuhkan
berbagai macam penyakit tersebut.

09/04/2017

SIAPA BILANG KITA ORANG HEBAT?
Lahir : ditolong oleh orang lain
Nama : diberi oleh orang lain
Pendidikan : didapat dari orang lain
Gaji : diterima dari orang lain
Kehormatan : diberikan oleh orang lain
Mandi pertama : dilakukan oleh orang lain
Mandi terakhir : dilakukan oleh orang lain
Harta setelah meninggal : menjadi hak orang
lain
Pemakaman : dilakukan oleh orang lain
Ternyata sejak lahir hingga meninggal kita
selalu membutuhkan "Orang Lain".
Oleh karenanya jangan sesekali menyepelekan
Orang lain.
Kita mulai sadar...
DI MANAKAH KEHEBATAN KITA?
Mari kita mempererat persahabatan kita, boleh
jadi kita masuk surga juga karena orang lain.
Semoga kita selalu sehat wal'afiah dan di beri
kemudahan menuju jalan kebaikan... Aamiin

02/04/2017

*TERNYATA HIDUP ITU INDAH*
Seorang dosen tengah berjalan santai
bersama seorg mahasiswa di taman kampus,
keduanya melihat sepasang sepatu yg sudah
usang & lusuh.
Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu
milik pekerja kebun yg sebentar lagi akan
menyelesaikan pekerjaannya.
_Sang mahasiswa melihat kpd dosennya &
berkata :_
*Bgmn kalau kita candai tukang kebun ini dgn
menyembunyikan sepatunya,* kemudian kita
bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti
ketika dia datang, kita lihat bgmn dia kaget &
cemas krn kehilangan sepatunya...
_Dosen itu menjawab:_
Mahasiswaku, _*tidak pantas kita menghibur
diri dgn mengorbankan org miskin.*_
*Kamu kan seorg yg kaya & kamu bisa saja
menambah kebahagiaan utk dirinya...*
*Sekarang coba kamu masukkan bbrp lembar
uang kertas ke dlm sepatunya,* _kemudian
saksikan bgmn respon dari tukang kebun
miskin itu?_
_Sang mhsiswa sangat takjub dgn usulan
dosennya._
*Dia langsung memasukkan beberapa lembar
uang ke dlm sepatu tukang kebun itu.*
_Setelah itu ia bersembunyi di balik semak2
bersama dosennya sambil mengintip apa yg
akan terjadi dgn tukang kebun._
Tak brpa lama datanglah tukang kebun itu,
sambil mengibas-ngibaskan kotoran debu
dari pakaiannya, dia menuju, tempat dia
meninggalkan sepatu sblm bekerja.
Ketika ia memasukkan kakinya ke dlm sepatu,
ia menjadi terperanjat, krn ada sesuatu yg
mengganjal di dalamnya.
Saat ia keluarkan ternyata, *uang...*
Dia memeriksa sepatu yg satunya lagi,
ternyata juga berisi *uang...*
Dia memandangi *uang* itu ber-ulang2
seolah ia tidak percaya dgn penglihatannya.
Ia pun memutar pandangannya ke segala
penjuru namun ia tidak melihat seorg pun.
_Sambil menggenggam uang itu lalu ia
berlutut sambil menengadah ke langit ia
berucap :_
*“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku
yg maha Pengasih & Penyayang...*
_Wahai Yang Maha Tahu, istriku sedang sakit
& anak2-ku kelaparan, mrk belum
mendapatkan makanan hari ini._
*Engkau telah menyelamatkanku, anak-
anakku dan istriku dari penderitaan...”*
_Dengan kepolosannya dia terus menangis
terharu sambil memandangi langit sbg
ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari
*Allah Yang Maha Pemurah*._
Sang mhsiswa sangat terharu dgn
pemandangan yg di lihatnya dari balik
persembunyian itu Air matanya menetes tanpa
dapat ia bendung.
_Sang dosen yg bijak tsb.pun berkata pd
mahasiswanya :_
_“Bukankah sekarang kamu *merasakan
kebahagiaan yg lebih* dari pada kamu
melakukan usulan pertama dgn
menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin
itu?”_
_Sang mahasiswa menjawab :_
*"Aku telah mendapatkan pelajaran yg tidak
akan aku lupakan seumur hidupku."*
_Sekarang aku paham makna kalimat :_
*“Ketika kamu memberi,* _kamu akan
memperoleh *kebahagiaan yg lebih banyak*
daripada ketika kamu diberi”._
_Sang dosen melanjutkan nasehatnya, &
ketahuilah bhw *bentuk pemberian itu ber-
macam2 :*_
1. _Memaafkan kesalahan org di saat kamu
mampu melakukan balas dendam_,...adalah
suatu *pemberian.*
2. _Mendoakan teman & saudaramu di
belakangnya_ (tanpa sepengetahuannya) itu
adalah juga *pemberian.*
3. _Berusaha berbaik sangka &
menghilangkan prasangka buruk,_ juga suatu
*pemberian.*
4. _Menahan diri dari membicarakan aib
sesama kita dibelakangnya_ adalah
*pemberian* juga.
Ini semua adalah *"pemberian"*
Marilah kita saling *"memberi & berbuat
baik"*, niscaya _*hidup kita akan menjadi
lebih indah.*_
*"Ternyata hidup itu Indah"*
Semoga kita menjadi lebih baik dan
bermanfaat utk sesama...

27/03/2017

SEDEKAH TIDAK MENGURANGI REZEKI
Sedekah tidak, mengurangi Rezeki,
Begitulah ajaran, para nabi
Hal ini harus Anda, yakini
Jangan berubah, sampai mati.
Bersedekah diniatkan, untuk berobat,
Diiringi dengan, ucapan tobat.
Hasilnya, sangatlah hebat
Buktikan dalam, qaktu dekat...
Allah SWT berfirman dalam surat Saba’ bahwa
Allah SWT akan mengganti sedekah yang kita
keluarkan:
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku
melapangkan rezeki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya
dan menyempitkan bagi (siapa yang
dikehendaki-Nya).’ Dan barang apa saja yang
kamu nafkahkan, maka Allah akan
menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang
sebaik-baiknya.”
(Q.S. Saba 34:39)
Secara logika, mungkin kita akan berpikir
bahwa harta yang kita keluarkan untuk
sedekah berarti pengurangan harta yang ada
di tangan kita. Tetapi, apa kenyataannya
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa harta
seseorang tidak akan berkurang karena
disedekahkan:
“Ada tiga perkara yang saya bersumpah
atasnya dan saya memberitahukan kepadamu
semua akan suatu Hadits, maka peliharalah
itu: Tidaklah harta seseorang itu akan
menjadi berkurang sebab disedekahkan,
tidaklah seseorang hamba dianiaya dengan
suatu penganiayaan dan ia bersabar dalam
menderitanya, melainkan Allah menambahkan
kemuliaan padanya, juga tidaklah seseorang
hamba itu membuka pintu permintaan,
melainkan Allah membuka untuknya pintu
kemiskinan.” (H.R. Tirmidzi, dari Abu
Kabsyah, yaitu Umar bin Sa’ad al-Anmari r.a.)
Sedekah membuka pintu rezeki
Rasulullah SAW pernah bersabda
“Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari
Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR.
Al-Baihaqi)
Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah
Tabaraka wataala berfirman: “Hai anak Adam,
infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku
memberikan nafkah kepadamu.” (H.R. Muslim)
Dalam hadits lain yang dinarasikan oleh Abu
Hurairah r.a., Nabi SAW pernah bersabda:
“Tidak ada hari yang disambut oleh para
hamba melainkan di sana ada dua malaikat
yang turun, sala satunya berkata: “Ya Allah,
berikanlah ganti kepada orang-orang yang
berinfaq.” Sedangkan (malaikat) yang lainnya
berkata: “Ya Allah berikanlah kehancuran
kepada orang-orang yang menahan
(hartanya).” (H.R. Bukhari – Muslim)
Ada satu kisah pada zaman Nabi SAW yang
mana seseorang yang banyak hutang berdiam
di masjid di saat orang-orang bekerja. Ketika
ditanya oleh Nabi SAW, orang tersebut
menjawab bahwa ia sedang banyak hutang.
Yang menarik adalah Nabi SAW mengajarkan
beliau sebuah doa, yang mana doa tersebut
tidak menyebut sama sekali “Bukakanlah
pintu rezeki” atau “Perbanyaklah rezeki saya
sehingga bisa membayar hutang.” Tetapi doa
yang diajarkan oleh Nabi SAW adalah
meminta perlindungan dari rasa malas dan
bakhil (pelit). Hadits-hadits di atas
menjelaskan tentang doa ini, bahwa
ketidakpelitan seseorang untuk bersedekah
membuka pintu rezeki orang tersebut.
Doa tersebut adalah: “Ya Allah! Aku
berlindung kepada-Mu daripada kegundahan
dan kesedihan, daripada kelemahan dan
kemalasan, daripada sifat pengecut dan bakhil
(pelit), daripada kesempitan hutang dan
penindasan orang.”

18/02/2017

Kebohongan pertama,,itu hanya akan menimbulkan Kebohongan - Kebohongan berikutnya.!!!!
Hindari berbohong,,mulailah dg kejujuran dlm sgala hal.!!!,,

09/11/2016

Benarkah Pekerjaan Rumah (memasak,
mencuci, menyapu, dll) itu bukan kewajiban
istri?
Di subuh yang dingin… kudapati ibu sudah
sibuk memasak untuk keluarga..
“Ibu masak apa? Bisa ku bantu?”
“Ini masak gurame goreng. Sama sambal
tomat kes**aan bapak” sahutnya..
“Alhamdulillah.. mantab pasti.. mari saya
bantu. Eh bu.. calon istriku dia tidak bisa
masak loh..”
“Iya terus kenapa,,?” Sahut ibu..
“Ya tidak kenapa2 sih bu.. hanya cerita saja,
hehehe”..
“Jangan di pikir memasak, mencuci, menyapu,
mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban
wanita”
“Hah.? Maksud ibu..?” Kaget..
“Itu semua adalah kewajiban lelaki”
“Tapi bukankah ibu setiap hari
melakukannya?”
“Kewajiban istri adalah taat pada suami.
Karena bapak itu tidak mungkin bisa
mengurusi rumah maka ibu bantu mengurusi
semuanya. Sebagai wujud cinta dan juga
wujud istri yang mencari ridho suaminya”
Saya makin bingung bu.
“Bukankah kewajiban lelaki untuk menafkahi
istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan”
tanya ibu..
“Iya tentu saja bu..”
“Menurut mu pengertian nafkah itu yang
seperti apa? Pakaian yang bersih adalah
nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban
suami. Makanan adalah nafkah. Kalau beras.
Itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa
di makan. Sehingga memasak adalah
kewajiban suami. Lalu rumah adalah
kewajiban suami. Sehingga kebersihan rumah
adalah kewajiban suami”
“Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika
itu semua kewajiban suami. Kenapa ibu tetap
melakukan itu semuanya tanpa menuntut
bapak sekalipun?
Sang ibu menjawab: “Karena ibu juga seorang
istri yang mencari ridha dari suaminya. Ibu
juga mencari pahala agar selamat di akhirat
sana. Karena ibu mencintai ayahmu, mana
mungkin ibu tega menyuruh ayahmu yang
baru p**ang bekerja untuk melakukan tugas
itu semua. Jika ayahmu berpunya mungkin
pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum
ada, ini adalah ladang pahala untuk ibu”
Aku hanya diam..
“Pernah dengar cerita fatimah yang meminta
pembantu kepada Nabi karena tangan nya
lebam karena menumbuk tepung?” Tapi Nabi
tidak memberinya.
Atau pernah dengar juga saat Umar di Omeli
istrinya? Umar diam saja karena tahu betul.
Wanita kecintaannya sudah melakukan tugas
macam2 yang sebenarnya itu bukanlah tugas
istri. Tapi karena patuh dan taatnya wanita
semua ridha di kerjakannya.
“Iya buu…”
“Jadi laki laki selama ini salah sangka ya bu,
seharusnya setiap lelaki berterimakasih pada
istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati
jerih payah istri.”
“Eh. Terus kenapa ibu tetap mau melakukan
semuanya padahal itu bukan kewajiban ibu?”
“Menikah bukan hanya soal menuntut hak
kita. Atau menuntut kewajiban suami kita.
Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego.
Menjaga keharmonisan. Mengalah. Kerja
sama. Kasih sayang. Cinta. Dan
Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk
brusaha membaikan satu sama lain. Yang
wanita sebaik mungkin membantu suaminya.
Yang lelaki sebaik mungkin membantu
istrinya. Toh impianya rumah tangga sampai
surga”
“Ma syaa Allaah... eeh kalo calon istriku tau
hal ini dan dia malas ngapa2 in bu?”
“Wanita beragama tentu tau bahwa ia harus
mencari keridhoan suaminya. Sehingga tidak
mungkin setega itu. Sedang lelaki beragama
tentu tau bahwa istrinya telah banyak
membantu. Sehingga tidak ada cara lain
selain lebih mencintainya”
(copas)
==============================
Pekerjaan Rumah Tangga (mencuci, memasak,
bersih2, dll), Bukan Kewajiban Istri?
Ustadzah, apakah benar dalam Islam tidak
ada kewajiban mencuci baju suami dan
memasak makanan? Bagaimana dengan
pandangan konservatif soal kewajiban istri
ini? Terima kasih.
Jawaban dari Majalah Ummi:
Pertanyaan ini sangat menarik, karena tradisi
yang berkembang di masyarakat kita di antara
kewajiban seorang istri adalah mengurus
rumah tangga dengan pekerjaan mencuci,
memasak, dan lainnya. Sementara tradisi
yang berkembang di Timur Tengah, yang biasa
belanja ke pasar adalah para suami, dan
pekerjaan rumah tangga menjadi tanggung
jawab suami dengan menggaji pekerja rumah
tangga.
Lalu benarkah dalam Islam tidak ada
kewajiban melakukan itu semua bagi seorang
istri? Para ulama berbeda pandangan dalam
hal ini sebab tidak ada dalil secara eksplisit
yang menyebutkan kewajiban memasak dan
mencuci dibebankan kepada istri atau menjadi
tanggung jawab suami.
Apakah istri wajib melakukan pekerjaan
rumah? Abdul Majid Mahmud Mathlub dalam
kitabnya Al-Wajiz Fi Ahkamil Usroh al-
Islamiyah dan Sayyid Sabiq dalam Fiqih
Sunnah menjelaskan bahwa sebagian fuqaha
berpandangan seorang suami tidak boleh
menuntut istrinya secara hukum untuk
melakukan pekerjaan rumah. Karena akad
nikah yang terlaksana antara mereka berdua
hanya bermaksud menghalalkan bergaul
antara suami istri untuk menjaga kehormatan
diri dan menghasilkan keturunan.
Pekerjaan rumah seperti mencuci dan
memasak termasuk dalam ruang lingkup
kewajiban yang harus disediakan suami
dalam kehidupan rumah tangga. Pandangan
ini diwakili oleh mazhab Hanafi, Syafi’i,
Maliki, dan az-Zhahiriyah. Adapun riwayat-
riwayat yang menyebutkan bahwa istri harus
melayani suaminya hanya menunjukkan sifat
kerelaan dan keluhuran budi.
Seperti kisah Asma’ binti Abu Bakar yang
dinikahi oleh az-Zubair yang miskin tidak
memiliki harta dan budak, sehingga Asma'
turut mengambil air, memberi makan kuda,
membuat roti, bahkan membawa biji-biji
kurma di atas kepalanya dari kebun Zubair
yang diberi Rasulullah saw.
Imam Nawawi mengomentari kisah ini dalam
Syarh an-Nawawi. “Semua ini termasuk
kepatutan (apa yang telah dilakukan Asma’
binti Abu Bakar tersebut), bahwa wanita
melayani suaminya dengan hal-hal yang telah
disebutkan itu (seperti memasak, mencuci
pakaian, dan lainnya), semua itu merupakan
sumbangan dan kebaikan wanita kepada
suaminya, pergaulan yang baik, perbuatan
yang makruf, yang tidak wajib sama sekali
atasnya, bahkan seandainya ia tidak mau
melaksanakannya maka ia tidak berdosa.”
Dalam haditsnya, Rasulullah menjelaskan
tentang tanggung jawab kepemimpinan.
“Setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap
pemimpin bertanggung jawab atas
kepemimpinannya. Imam itu pemimpin dalam
keluarganya, bertanggung jawab tentang
kepemimpinannya. Laki-laki itu pemimpin,
bertanggung jawab tentang kepemimpinannya.
Wanita itu pemimpin dalam rumah tangganya
dan bertanggung jawab tentang
kepemimpinannya. Khadam itu pemimpin bagi
harta majikannya, bertanggung jawab
terhadap kepemimpinannya,” (HR Bukhari).
Abdul Halim Abu Syuqqoh dalam Tahrirul
Mar’ah mengomentari kalimat “Wanita itu
pemimpin dalam rumah tangganya dan
bertanggung jawab tentang kepemimpinannya
”. Menurutnya, bukan berarti wanita harus
melaksanakan sendiri semua tugas rumah
tangganya, mulai dari menyiapkan makanan,
mencuci, menyetrika hingga membersihkan
rumah. Tapi yang dimaksud adalah, semua itu
merupakan tanggung jawab (pengawasannya),
namun bisa dilaksanakan orang lain seperti
pekerja rumah tangga (pembantu), anak-anak,
kerabat atau dibantu suaminya sendiri. Maka
semua itu bergantung pada kemampuan
nafkah dan finansial suami, juga kesempatan
dan kemampuan istri untuk melaksanakannya
dengan tidak mengabaikan tugas utama yang
lainnya, yaitu merawat anak-anak dan
mendidiknya dengan baik.
Sementara fuqaha yang lain berpendapat,
melayani suami dan melakukan pekerjaan
rumah merupakan kewajiban istri. Dalam
hadits yang diriwayatkan Ahmad dan
Thabrani, Rasulullah saw bersabda, “Jika
seorang perempuan telah mengerjakan shalat
fardhu lima waktu, puasa di bulan Ramadhan,
menjaga kehormatannya dan taat kepada
suaminya, maka akan dikatakan kepadanya:
masuklah ke dalam surga dari pintu mana
saja yang engkau s**ai.”
Maka seorang istri, ketika diperintahkan
suaminya untuk mencuci dan memasak, ia
harus menaatinya. Karena melayani suami
dengan memasakkan makanan dan mencuci
pakaiannya merupakan bagian dari ketaatan
pada suami. Nabi saw dan para sahabat Nabi
menyuruh istri-istrinya membuatkan roti,
memasak, membersihkan tempat tidur,
menghidangkan makanan, dan sebagainya.
Tidak seorang pun dari mereka yang menolak
pekerjaan tersebut.
Terlepas dari dua pandangan yang berbeda
tersebut, pada prinsipnya, hubungan suami
istri dalam Islam dibangun atas dasar cinta
dan kasih sayang, saling percaya, saling
tolong menolong dalam s**a dan duka.
Seluruh urusan dalam rumah tangga
berlandaskan saling ridha dan musyawarah.
Masing-masing pihak ikhlas menerima
kelebihan dan kekurangan pasangannya.
Mereka harus saling menasihati, saling
membantu untuk menunaikan tanggung jawab
kehidupan suami istri serta pemeliharaan
anak-anak dan pendidikan mereka dalam
setiap situasi dan kondisi. Rumah tangga
tidak akan harmonis jika hubungan yang
dibangun atas penuntutan hak, bersifat hitam
putih, kaku dan saklek.
Semoga Allah memberkahi istri-istri yang
menghabiskan hari-harinya untuk mendidik
anak dan memelihara rumah tangganya
dengan mengharapkan ridha Allah semata.
Dan semoga Allah memberkahi suami-suami
yang menghabiskan masa hidupnya dalam
berusaha memenuhi kebutuhan keluarga,
anak-anaknya, dan tulus membantu istrinya
dalam mengerjakan tugas-tugas rumahnya.
Semoga Allah meridhai rumah tangga yang
dibangun atas azas wata’awanu ‘alal birri wat
taqwa, saling menolong dalam perbuatan
kebaikan dan ketakwaan. Wallahu a’lam.
http://ummi-online.com/cuci-baju-dan-ma
sak-kewajiban-istri.html
=================================
Pendapat 5 Mazhab Fiqih
Dan kalau kita telusuri dalam kitab-kitab fiqih
para ulama, terutama mazhab-mazhab yang
besar dan muktamad, kita akan menemukan
bahwa pendapat mereka umumnya cenderung
mengatakan bahwa para wanita tidak wajib
melakukan semua pekerjaan pembantu.
Ternyata 4 mazhab besar plus satu mazhab
lagi yaitu mazhab Dzahiri semua sepakat
mengatakan bahwa para istri pada hakikatnya
tidak punya kewajiban untuk berkhidmat
kepada suaminya.
a. Mazhab al-Hanafi
Al-Imam Al-Kasani dalam kitab Al-Badai'
menyebutkan :
Seandainya suami p**ang bawa bahan pangan
yang masih harus dimasak dan diolah, lalu
istrinya enggan unutk memasak dan
mengolahnya, maka istri itu tidak boleh
dipaksa. Suaminya diperintahkan untuk
p**ang membaca makanan yang siap santap.
Di dalam kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah fi Fiqhil
Hanafiyah disebutkan:
Seandainya seorang istri berkata,"Saya tidak
mau masak dan membuat roti", maka istri itu
tidak boleh dipaksa untuk melakukannya. Dan
suami harus memberinya makanan siap
santan, atau menyediakan pembantu untuk
memasak makanan.
b. Mazhab Maliki
Di dalam kitab Asy-syarhul Kabir oleh Ad-
Dardir, ada disebutkan:
Wajib atas suami berkhidmat (melayani)
istrinya. Meski suami memiliki keluasan rejeki
sementara istrinya punya kemampuan untuk
berkhidmat, namun tetap kewajiban istri
bukan berkhidmat. Suami adalah pihak yang
wajib berkhidmat. Maka wajib atas suami
untuk menyediakan pembantu buat istrinya.
c. Mazhab As-Syafi'i
Di dalam kitab Al-Majmu' Syarah Al-
Muhadzdzab karya Abu Ishaq Asy-Syirazi
rahimahullah, ada disebutkan:
Tidak wajib atas istri berkhidmat untuk
membuat roti, memasak, mencuci dan bentuk
khidmat lainnya, karena yang ditetapkan
(dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk
memberi pelayanan seksual (istimta'),
sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk
kewajiban.
d. Mazhab Hanabilah
Seorang istri tidak diwajibkan untuk
berkhidmat kepada suaminya, baik berupa
mengadoni bahan makanan, membuat roti,
memasak, dan yang sejenisnya, termasuk
menyapu rumah, menimba air di sumur. Ini
merupakan nash Imam Ahmad rahimahullah.
Karena aqadnya hanya kewajiban pelayanan
seksual. Maka pelayanan dalam bentuk lain
tidak wajib dilakukan oleh istri, seperti
memberi minum kuda atau memanen
tanamannya.
e. Mazhab Az-Zhahiri
Dalam mazhab yang dipelopori oleh Daud
Adz-Dzahiri ini, kita juga menemukan
pendapat para ulamanya yang tegas
menyatakan bahwa tidak ada kewajiban bagi
istri untuk mengadoni, membuat roti,
memasak dan khidmat lain yang sejenisnya,
walau pun suaminya anak khalifah.
Suaminya itu tetap wajib menyediakan orang
yang bisa menyiapkan bagi istrinya makanan
dan minuman yang siap santap, baik untuk
makan pagi maupun makan malam. Serta
wajib menyediakan pelayan (pembantu) yang
bekerja menyapu dan menyiapkan tempat
tidur.
copas dari ustadz Ahmad sarwat Lc MA
==============================
=============
dikutip dari Ustadz Muhammad Abduh
Tuasikal:
apakah mengurus pekerjaan rumah itu wajib
bagi istri ataukah tidak. Menurut jumhur atau
mayoritas ulama pekerjaan tersebut tidaklah
wajib.
Namun pendapat yang lebih baik apakah
wajib ataukah tidak, ini dilihat dari urf atau
kebiasaan masyarakat. Pendapat ini dianut
oleh Abul ‘Abbas Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah.
Apa maksudnya?
Jika masyarakat kota mungkin wajar punya
pembantu. Pembantulah yang mengurus
urusan rumah, mulai dari memasak, mencuci,
menyetrika bahkan sampai mengurus anak.
Contohnya p**a di sini, di Saudi Arabia, suatu
hal yang wajar jikalau kaum muslimin di sana
rata-rata memiliki pembantu rumah tangga di
rumahnya. Kalau memang urf atau
kebiasaannya seperti itu, maka suami bisa
dituntut menyediakan pembantu.
Sedangkan bagi wanita yang hidup di desa
menganggap lumrah dan wajar mengerjakan
itu semua seorang diri kecuali memang berat
barulah dicarikan pembantu. Namun asalnya
wanita pedesaan menganggap semua itu
memang sudah jadi kewajibannya sebagai
seorang istri. Ketika bangun pagi sudah
menyajikan sarapan dan menghidangkan teh,
lanjut mencuci, dan menyetrika di siang hari.
Mereka pun tahu harus momong dan
mengasuh anak-anak. Namun suami tetap
dituntut peran sertanya oleh wanita desa
untuk meringankan bebannya.
Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
“Ada ulama yang menyatakan bahwa wajib
bagi istri mengurus pekerjaan rumah yang
ringan. Sebagian ulama menyatakan bahwa
yang wajib adalah yang dianggap oleh urf
(kebiasaan masyarakat). Pendapat yang
terakhir inilah yang lebih tepat. Hendaklah
wanita mengurus pekerjaan rumah sesuai
dengan yang berlaku di masyarakatnya, itulah
yang ia tunaikan pada suami. Ini semua akan
berbeda-beda tergantung kondisi. Orang badui
dibanding orang kota tentu berbeda dalam
mengurus rumah. Begitu p**a istri yang kuat
dengan istri yang lemah kondisinya berbeda
p**a dalam hal mengurus
rumah.” (Disebutkan dalam Fatawa Al Kubro)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin
dalam Fatawa Nur ‘alad Darb berkata,
“Istri punya kewajiban untuk mengurus
rumahnya sebagaimana yang berlaku di
masyarakatnya. Berdasarkan hal itu, kami
akan berkata berbeda untuk setiap zaman.
Mungkin satu waktu, mengurus rumah dengan
memasak, membersihkan perkakas, mencuci
pakaian suami, pakaiannya dan pakaian
anak-anak itu wajib. Begitu p**a dalam hal
mengurus anak-anak dan mengurus hal-hal
yang maslahat di rumah jadi harus. Namun
hal ini bisa jadi berbeda di zaman yang
berbeda. Di suatu zaman bisa jadi memasak
bukan jadi kewajiban, begitu p**a dalam hal
mencuci pakaian di rumah untuk suami dan
anak-anak. Jadi apa yang berlaku di
masyarakat, itulah yang diikuti.”
(rumaysho.com )
==================
=================================
catatan:
Banyak ulama sejak zaman dahulu
berpendapat bahwa pekerjaan rumah tangga
bukan kewajiban bagi istri,
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
menyatakan:
apakah mengurus pekerjaan rumah itu wajib
bagi istri ataukah tidak. Menurut jumhur atau
mayoritas ulama pekerjaan tersebut tidaklah
wajib.
===============
ustadz Hidayat Mustafid Lc MA menyatakan:
Termasuk hak seorang isteri yang wajib
dipenuhi suami adalah menyediakan pelayan
karena hal itu termasuk mu’asyarah bil
ma’ruf dan hal itu sangat dibutuhkan dalam
sepanjang waktu. (kecuali istri yg menolak
diberi pelayan)
ustadz Hidayat Mustafid Lc MA menyatakan:
Dalam menentukan sejauh mana seorang
isteri harus atau tidak melayani suami perlu
dilihat dari sudut pandang para ulama dalam
masalah ini. Yang dimaksud dengan melayani
di sini adalah bukan hal melayani kebutuhan
biologis sang suami karena masalah melayani
kebutuhan biologis merupakan kewajiban
mutlak. Para ulama fikih berbeda pendapat
dalam masalah wajib atau tidaknya seorang
isteri melayani suaminya. Para ulama dalam
madzhab Syafi’i, Hanbali, dan sebagian ulama
madzhab Maliki berpendapat bahwa isteri
tidak wajib melayani suaminya, tapi utamanya
ia melakukan apa yang sudah berjalan dalam
kebiasaan masyarakat umumnya. Sementara
para ulama madzhab Hanafi berpendapat
bahwa seorang isteri wajib melayani suami
( ﺩﻳﺎﻧﺔ ﻻ ﻗﻀﺎﺀ ), artinya, dalam penilaian agama
hal itu wajib, tapi ketika dipermasalahkan di
mahkamah maka sang suami tidak dapat
dimenangkan dalam masalah ini.
=============
Ustadz Ahmad Sarwat Lc MA menyatakan:
Meski ada khilaf (perbedaan pendapat) juga di
tengah ulama dalam hal ini, namun mazhab
As-Syafi`i dan banyak mazhab lainnya yang
secara tegas menyebutkan bahwa pada
dasarnya pernikahan itu hanya mewajibkan
seorang istri untuk melayani suaminya secara
seksual saja, tidak lebih. Yang wajib
memasak, belanja, menyapu, mengepel,
mencuci pakaian, beres-beres rumah, sampai
urusan kebutuhan rumah tangga, bukan istri
tetapi suami.
(jika suami tidak bisa atau tidak mau
mengerjakannya sendiri maka bisa menyewa
tenaga kerja / pembantu).
Aneh?
Nggak juga.
Kalau pun istri melakukan semua itu, sifatnya
hanya membantu saja, tidak ada kewajiban
dari langit atas seorang wanita untuk dipaksa
melakukan semua itu.
Sebab seorang istri bukanlah pembantu. Istri
adalah wanita yang mulia, dia adalah ratu
dalam rumahnya.
(dikutip dari Ustadz Ahmad Sarwat Lc MA)
===========
=======================
Manfaat jika istri mengerjakan pekerjaan
rumah:
1. berpahala jika ikhlas menolong/
menyenangkan suami demi mengharap ridho
Allah ta'ala
2. menyehatkan badan, sebab jika kurang
aktivitas dan kurang gerak maka tidak baik
bagi kesehatan
3. hiburan, mengisi waktu luang (terutama
jika tidak bekerja diluar rumah)
4. Jika terkadang/sering mendatangkan
pembantu wanita ke rumah, boleh jadi suami
akan tertarik dgn pembantu tersebut, apalagi
jika pembantu tersebut muda dan cantik.
5. Menambah keharmonisan rumah tangga
dan rasa sayang suami, sebab istri banyak
berkorban dan membantunya
6. Suami lebih menghargai istri karena jasa-
jasanya
7. menyalurkan hobi, misalnya memang hobi
memasak
8. menghemat uang suami, karena tidak perlu
membayar pembantu/tenaga kerja, sehingga
uangnya bisa digunakan untuk hal lain,
misalnya untuk memberi hadiah istri, membeli
perabot rumah tangga, diberikan kepada istri,
dll

404 — Page Not Found 404 - Page Not Found

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bantul?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Bantul