Tips Kesehatan Wanita Modern
Khusus Konsultasi Kesehatan Wanita
27/07/2021
7 Makanan Penyebab Keputihan Gatal
Makanan penyebab keputihan gatal
1. Makanan manis
Siapa sangka, makanan manis yang kaya akan gula bisa menyebabkan seorang wanita lebih rentan keputihan. Menurut Christine Greves, MD, seorang ahli Obstetric dan Gynecology, gula menjadi salah satu yang bisa memunculkan pertumbuhan jamur, khususnya di va**na.
Mengonsumsi makanan dengan kadar gula yang tinggi bisa membuat keputihan gatal lebih sering terjadi. Hal ini akan diperparah bila kondisi va**na lebih lembab karena kurangnya upaya kebersihan dari diri sendiri.
2. Alkohol
Mengonsumsi alkohol juga sangat memengaruhi kesehatan organ intim. Walau hanya beberapa teguk atau dalam jumlah yang sedikit, mengonsumsinya dalam jangka waktu tertentu bisa membuat va**na menjadi kering.
Hal inilah yang bisa menyebabkan seorang wanita akhirnya rentan mengalami keputihan karena organ kewanitaan tidak bisa menghasilkan pelumas alami yang cukup.
3. Kopi
Bunda penyuka kopi? Hati-hati karena mengonsumsi kopi secara teratur dikaitkan dengan peningkatan risiko infeksi pada va**na. Selain itu, kopi pun bisa mengubah bau pada va**na.
Kafein dalam kopi bisa juga memicu dampak stres pada beberapa wanita sehingga lebih rentan terkena infeksi.
4. Bawang
Seorang spesialis Obgyn di IU Health, Dr. Nicole Scott mengungkapkan, makanan apapun yang bisa membuat seseorang bau mulut juga bisa menyebabkan bau pada va**na. Bawang menjadi salah satu pangan yang bisa memengaruhinya.
Kandungan dalam bawang bisa mengubah susunan bakteri di va**na yang menyebabkan adanya bau menyengat. Namun, bawang tetap memiliki manfaat yang lain asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
5. Karbohidrat kompleks
Makanan penyebab keputihan gatal
Penelitian University of Maryland mengungkapkan bahwa beberapa pangan sumber karbohidrat kompleks bisa memengaruhi kesehatan va**na. Mengonsumsi pangan seperti nasi, roti putih, dan sebagainya bisa meningkatkan risiko bakteri vaginosis atau infeksi jamur.
Bukan tanpa alasan, mengonsumsinya bisa membuat kadar gula dalam darah meningkat yang menjadi lingkungan efektif bagi bakteri untuk berkembang biak.
6. Asparagus
Walau menyehatkan, mengonsumsi asparagus tidak bisa berlebihan, khususnya bagi wanita yang mengalami masalah di organ intimnya. Hal ini karena asparagus menjadi makanan penyebab keputihan gatal yang jarang disadari.
Sayuran satu ini bisa memengaruhi pH va**na sehingga menimbulkan bau yang tajam. Bila pH sudah terpengaruh, kemungkinan munculnya keputihan bisa lebih rentan.
Selain itu, sayuran satu ini pun juga bisa membuat aroma urin menjadi lebih pekat.
7. Makanan tinggi lemak
Berbagai jenis makanan yang digoreng rupanya dikaitkan dengan kemungkinan infeksi bakteri di organ intim wanita. Menurut Sara Twogood, MD, FACOG, alasannya tidak terlalu jelas namun dirinya menduga bahwa makanan tinggi lemak tersebut membuat tubuh tidak tercukupi asupan zat gizi harian yang disarankan.
26/07/2021
Keputihan adalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari va**na. Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan.
Ketika seorang wanita mengalami keputihan, cairan yang diproduksi kelenjar va**na dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri, sehingga va**na tetap terlindung dari infeksi.
Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Ibu hamil mungkin akan lebih sering mengalami keputihan akibat perubahan hormon.
Ketika wanita mulai memasuki masa menopause, barulah keputihan akan berkurang.
Harap berhati-hati jika cairan keputihan mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi wanita.
Keputihan yang berciri seperti ini sering kali merupakan salah satu ciri penyakit kelamin wanita.
Penyebab Keputihan
Keputihan yang dialami setiap wanita berbeda-beda, mulai dari jumlah cairan yang keluar hingga warna dan tekstur cairan. Keputihan normal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh.
Selain karena perubahan hormon, keputihan juga akan normal keluar saat wanita mendapatkan rangsangan seksual, sedang menyusui, atau stres.
Sementara itu, keputihan yang tergolong tidak normal disebabkan oleh vulvovaginitis, infeksi, baik karena jamur, bakteri (vaginosis bakterialis, gonore, chlamydia), atau parasit (trikomoniasis). Selain infeksi, keputihan juga dapat menjadi tanda dari kanker rahim atau leher rahim.
Bila keputihan yang dialami merupakan petanda dari kanker rahim, maka mungkin dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan histerektomi atau bedah pengangkatan rahim.
Sebelum mengambil langkah ini, ada baiknya Anda tanyakan terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangan prosedur tersebut dengan dokter. Saat ini, terdapat asuransi kesehatan yang menyediakan layanan chat gratis bersama dokter spesialis.
Ada beberapa faktor yang membuat seorang wanita rentan mengalami infeksi va**na dan menimbulkan keputihan, antara lain:
• Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
• Menderita penyakit diabetes.
• Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering
berganti pasangan.
• Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya penyakit HIV.
• Terdapat iritasi di dalam atau sekitar va**na.
• Menipisnya dinding va**na akibat menopause.
• Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan
semprotan air.
• Menggunakan sabun atau losion yang mengandung parfum
atau pewangi.
22/07/2021
KENALI WARNA WARNA KEPUTIHAN
Perubahan warna pada cairan keputihan ini dapat menjadi petunjuk bagi dokter untuk menentukan penyebabnya. Berikut penjelasannya:
1.Cairan berwarna coklat atau disertai bercak darah. Keputihan ini disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa juga merupakan tanda dari kanker rahim atau leher rahim.
2.Cairan berwarna hijau atau kuning dan berbuih. Keputihan ini disebabkan oleh penyakit trikomoniasis.
3.Cairan berwarna kelabu atau kuning. Keputihan ini dapat disebabkan oleh penyakit gonore.
4.Cairan berwarna putih dan kental. Keputihan ini disebabkan oleh infeksi jamur pada va**na.
5.Cairan berwarna putih, abu-abu, atau kuning, disertai bau amis. Keputihan ini disebabkan oleh penyakit vaginosis bakterialis.
6.Cairan berwarna merah muda. Keputihan yang terjadi setelah melahirkan.
Tanda keputihan yang tidak normal umumnya sudah dapat terdeteksi pada pemeriksaan awal. Namun, dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan agar lebih pasti, seperti:
•Tes pH, untuk memeriksa tingkat keasaman lendir atau cairan dan mendeteksi tanda-tanda infeksi pada va**na.
•Tes sampel cairan va**na, yaitu pemeriksaan laboratorium terhadap sampel cairan atau lendir keputihan untuk mendeteksi keberadaan jamur, bakteri, atau parasit yang menyebabkan keputihan.
•Tes infeksi menular seksual, untuk mendeteksi tanda atau gejala dari infeksi menular seksual, seperti gonore, chlamydia, dan trikomoniasis.
Pap smear, yaitu pemeriksaan terhadap sampel jaringan serviks untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada jaringan serviks.
21/07/2021
Serviks Terjaga, Kenali sejak Dini
Setiap 1 jam, Wanita Indonesia meninggal karena Kanker Serviks. Berarti setiap hari ada 24 Wanita meninggal karena kanker serviks dan itu berarti ada 1 keluarga setiap jam berduka karena kehilangan sosok Ibu
Padahal Kanker Serviks adalah KANKER dengan TINGKAT KESEMBUHAN TINGGI, JIKA TERDETEKSI SEJAK AWAL, DAN DI TANGANI DENGAN TEPAT!
Cara Pencegahan:
Lakukan Pap Smear Rutin 1x setahun jika Anda sudah menikah
Bantu setiap Wanita Memiliki Hidup Lebih Bermakna
Jaga Serviks Sejak Dini !
05/07/2021
Pengobatan Keputihan
Keputihan yang tergolong normal tidak memerlukan penanganan medis secara khusus. Kondisi ini dapat ditangani dengan membersihkan area kewanitaan secara rutin untuk menghilangkan lendir atau cairan.
Sementara, cara mengatasi keputihan yang tergolong abnormal dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasari keputihan. Dokter akan memberikan terapi obat untuk mengobati keputihan abnormal, seperti:
1.Obat antibiotik, seperti clindamycin, untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan. Antibiotik tersedia dalam bentuk pil atau krim oles.
2.Obat antijamur, seperti clotrimazole dan miconazole, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam va**na.
3.Metronidazole atau tinidazole, jika keputihan disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis.
Selain dengan obat-obatan dari dokter, keputihan juga bisa diatasi dengan obat keputihan tradisional.
Pencegahan Keputihan
Langkah utama untuk mencegah keputihan abnormal adalah menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari risiko infeksi. Cara yang bisa dilakukan yaitu:
-Bersihkan va**na dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil atau besar serta berhubungan seks, kemudian keringkan. Cara ini dilakukan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam va**na dari dubur.
-Hindari menyiram atau membersihkan va**na dengan semprotan air. Cara ini berisiko menghilangkan bakteri baik yang melindungi va**na dari infeksi.
-Gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan. Hindari menggunakan celana dalam yang terlalu ketat.
-Hindari menggunakan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada va**na.
-Jagalah kebersihan va**na selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 3-5 jam sekali.
-Tidak berganti pasangan seksual atau menggunakan kondom agar terhindar dari risiko infeksi menular seksual.
-Lakukan pemeriksaan kesehatan va**na secara rutin kepada dokter kandungan.
03/07/2021
Uterine fibroid atau miom adalah benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Miom atau fibroid uterus dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun bagian luar.
Seorang wanita yang mengalami miom dapat memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. Gejala miom yang muncul pada penderitanya bergantung kepada ukuran, lokasi dan jumlah tumor yang terdapat pada rahim.
Gejala Miom
Miom umumnya tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun jika muncul gejala, penderita dapat merasakan perdarahan menstruasi yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, keluar darah menggumpal dari va**na, nyeri perut bagian bawah, dan sering buang air kecil.
Penyebab Miom
Penyebab miom belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko munculnya miom. Salah satunya adalah peningkatan hormon estrogen, misalnya pada siklus menstruasi atau kehamilan.
Sedangkan faktor yang dapat menurunkan risiko terjadinya miom adalah riwayat melahirkan. Wanita yang pernah menjalani persalinan memiliki risiko lebih rendah untuk menderita miom.
Diagnosis Miom
Miom terkadang tidak terdiagnosis karena sering tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, miom dapat terdeteksi saat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Untuk memastikannya, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan USG atau MRI.
Terkadang, gejala miom dan kista rahim bisa mirip. Oleh karena itu, pemeriksaan tersebut juga bisa memastikan apakah gejala yang muncul disebabkan miom atau kista.
Pengobatan Miom
Pada kasus miom yang kecil dan tidak menimbulkan gejala, tidak diperlukan pengobatan karena dapat menyusut dengan sendirinya. Meski demikian, penderitanya tetap perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi miomnya.
Sedangkan pada miom yang menimbulkan gejala, pengobatannya berupa terapi hormon untuk mencegah perkembangan miom dan meredakan gejalanya, atau tindakan operasi untuk mengangkat miom.
Komplikasi Miom
Meskipun jarang, miom tetap dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya. Komplikasi yang dapat timbul akibat miom adalah anemia, kemandulan, dan gangguan saat hamil akibat miom.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
Banyumas
53163