Solusi Kesehatan Wanita

Solusi Kesehatan Wanita

Share

untuk konsulatasi kecantikan dan kesehatan
wa +62 882-0054-15356

30/11/2021

Istri sehatt👱‍♀🤗🍃
Suami senaaanggg 😎😊💪
Hanya Orang yg optimis yang tau ada kesempatan setelah kegagalan
Dan hanya wanita yg pakai ncx nasa yg tau ada KESEMPITAN setelah kelonggaran...
Upsss apanya yg sempit???
Yg sudah pakai ncx senyum senyum sendiri
Eh suaminya ikut senyum juga
Maaf konten khusus dewasa
Wkwk
Informasi dan pemesanan WA:
https://pesan.link/herbalshope12.id

Photos from Solusi Kesehatan Wanita's post 05/07/2021

Siapa lagi yang pengen pasangannya klepek-klepek???😃yuk ah manjakan suamimu dgn rutin menggunakan NCX😊
_menghilangkan bau tak sedap
_mengatasi keput1han,
_menjadikan mi55 v ,KESET,RAPET,SINGSET😁
_DAN BONUSNYA DI SAYANG SU4MI🥰🥰
di jamin ga ada kata"pelakorr di dalam rumahtanggamu dahh🤭
WA LINK wa.link/bcqcq9

03/07/2021

Siapa lagi yang pengen pasangannya klepek-klepek???😃yuk ah manjakan suamimu dgn rutin menggunakan NCX😊
_menghilangkan bau tak sedap
_mengatasi keput1han,
_menjadikan mi55 v ,KESET,RAPET,SINGSET😁
_DAN BONUSNYA DI SAYANG SU4MI🥰🥰
di jamin ga ada kata"pelakorr di dalam rumahtanggamu dahh🤭

Mau tanya tanya silahkan klik wa
wa.link/bcqcq9

03/07/2021

TESTIMONI SEMBUH KEPUTIHAN DENGAN CEPAT

03/07/2021

Pengobatan Keputihan
Keputihan yang tergolong normal tidak memerlukan penanganan medis secara khusus. Kondisi ini dapat ditangani dengan membersihkan area kewanitaan secara rutin untuk menghilangkan lendir atau cairan.

Sementara, cara mengatasi keputihan yang tergolong abnormal dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasari keputihan. Dokter akan memberikan terapi obat untuk mengobati keputihan abnormal, seperti:

1.Obat antibiotik, seperti clindamycin, untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan. Antibiotik tersedia dalam bentuk pil atau krim oles.

2.Obat antijamur, seperti clotrimazole dan miconazole, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam va**na.

3.Metronidazole atau tinidazole, jika keputihan disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis.

Selain dengan obat-obatan dari dokter, keputihan juga bisa diatasi dengan obat keputihan tradisional.

Pencegahan Keputihan
Langkah utama untuk mencegah keputihan abnormal adalah menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari risiko infeksi. Cara yang bisa dilakukan yaitu:

-Bersihkan va**na dengan sabun dan air hangat setelah buang air kecil atau besar serta berhubungan seks, kemudian keringkan. Cara ini dilakukan untuk mencegah bakteri masuk ke dalam va**na dari dubur.

-Hindari menyiram atau membersihkan va**na dengan semprotan air. Cara ini berisiko menghilangkan bakteri baik yang melindungi va**na dari infeksi.

-Gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan. Hindari menggunakan celana dalam yang terlalu ketat.

-Hindari menggunakan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada va**na.

-Jagalah kebersihan va**na selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 3-5 jam sekali.

-Tidak berganti pasangan seksual atau menggunakan kondom agar terhindar dari risiko infeksi menular seksual.

-Lakukan pemeriksaan kesehatan va**na secara rutin kepada dokter kandungan.

03/07/2021

KENALI WARNA WARNA KEPUTIHAN
Perubahan warna pada cairan keputihan ini dapat menjadi petunjuk bagi dokter untuk menentukan penyebabnya. Berikut penjelasannya:

1.Cairan berwarna coklat atau disertai bercak darah. Keputihan ini disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Meskipun jarang terjadi, kondisi ini bisa juga merupakan tanda dari kanker rahim atau leher rahim.

2.Cairan berwarna hijau atau kuning dan berbuih. Keputihan ini disebabkan oleh penyakit trikomoniasis.

3.Cairan berwarna kelabu atau kuning. Keputihan ini dapat disebabkan oleh penyakit gonore.

4.Cairan berwarna putih dan kental. Keputihan ini disebabkan oleh infeksi jamur pada va**na.

5.Cairan berwarna putih, abu-abu, atau kuning, disertai bau amis. Keputihan ini disebabkan oleh penyakit vaginosis bakterialis.

6.Cairan berwarna merah muda. Keputihan yang terjadi setelah melahirkan.

Tanda keputihan yang tidak normal umumnya sudah dapat terdeteksi pada pemeriksaan awal. Namun, dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan agar lebih pasti, seperti:

•Tes pH, untuk memeriksa tingkat keasaman lendir atau cairan dan mendeteksi tanda-tanda infeksi pada va**na.

•Tes sampel cairan va**na, yaitu pemeriksaan laboratorium terhadap sampel cairan atau lendir keputihan untuk mendeteksi keberadaan jamur, bakteri, atau parasit yang menyebabkan keputihan.

•Tes infeksi menular seksual, untuk mendeteksi tanda atau gejala dari infeksi menular seksual, seperti gonore, chlamydia, dan trikomoniasis.

Pap smear, yaitu pemeriksaan terhadap sampel jaringan serviks untuk mendeteksi kelainan yang terjadi pada jaringan serviks.

03/07/2021

Keputihan adalah kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari va**na. Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan.

Ketika seorang wanita mengalami keputihan, cairan yang diproduksi kelenjar va**na dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri, sehingga va**na tetap terlindung dari infeksi.
Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Ibu hamil mungkin akan lebih sering mengalami keputihan akibat perubahan hormon.

Ketika wanita mulai memasuki masa menopause, barulah keputihan akan berkurang.

Harap berhati-hati jika cairan keputihan mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi atau kelainan pada organ reproduksi wanita.

Keputihan yang berciri seperti ini sering kali merupakan salah satu ciri penyakit kelamin wanita.
Penyebab Keputihan
Keputihan yang dialami setiap wanita berbeda-beda, mulai dari jumlah cairan yang keluar hingga warna dan tekstur cairan. Keputihan normal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum seorang wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh.

Selain karena perubahan hormon, keputihan juga akan normal keluar saat wanita mendapatkan rangsangan seksual, sedang menyusui, atau stres.

Sementara itu, keputihan yang tergolong tidak normal disebabkan oleh vulvovaginitis, infeksi, baik karena jamur, bakteri (vaginosis bakterialis, gonore, chlamydia), atau parasit (trikomoniasis). Selain infeksi, keputihan juga dapat menjadi tanda dari kanker rahim atau leher rahim.

Bila keputihan yang dialami merupakan petanda dari kanker rahim, maka mungkin dokter akan menganjurkan Anda untuk melakukan histerektomi atau bedah pengangkatan rahim.

Sebelum mengambil langkah ini, ada baiknya Anda tanyakan terlebih dahulu apa kelebihan dan kekurangan prosedur tersebut dengan dokter. Saat ini, terdapat asuransi kesehatan yang menyediakan layanan chat gratis bersama dokter spesialis.

Ada beberapa faktor yang membuat seorang wanita rentan mengalami infeksi va**na dan menimbulkan keputihan, antara lain:
• Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
• Menderita penyakit diabetes.
• Melakukan hubungan seksual tanpa kondom dan sering
berganti pasangan.
• Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya penyakit HIV.
• Terdapat iritasi di dalam atau sekitar va**na.
• Menipisnya dinding va**na akibat menopause.
• Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan
semprotan air.
• Menggunakan sabun atau losion yang mengandung parfum
atau pewangi.

03/07/2021

Gejala Keputihan
Keputihan yang tergolong normal akan terlihat dari cairan yang keluar dengan tanda sebagai berikut:

1.Tidak berwarna atau berwarna putih.
2.Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat.
3.Meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam.
4.Tesktur cairan keputihan dapat berubah tergantung siklus menstruasi.

Untuk keputihan yang tidak normal dapat ditandai dengan:
1.Cairan keputihan berbeda warna, bau, atau tekstur dari biasanya.
2.Cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya.
3.Keluar darah setelah berhubungan seksual atau di luar jadwal haid.

Keputihan yang abnormal ini dapat disertai dengan keluhan:
1.Gatal pada area kewanitaan.
2.Nyeri di panggul atau ketika buang air kecil.
3.Rasa terbakar di sekitar va**na.

03/07/2021

Kista Ovarium

Kista ovarium dapat terjadi normal akibat proses dari siklus menstruasi itu sendiri (kista fungsional), atau kista ovarium timbul akibat pertumbuhan sel yang abnormal (kista patologis). Berikut adalah beberapa jenis kista ovarium yang disesuaikan dengan jenisnya:
Kista Fungsional
Kista fungsional dapat terbentuk saat ovarium atau indung telur wanita melepaskan sel telur untuk dibuahi (ovulasi). Bila setiap bulan ukurannya makin bertambah dapat menimbulkan kista fungsional.
Kista fungsional adalah jenis yang paling banyak dialami wanita. Kista ini tidak berbahaya dan dapat menghilang dalam waktu dua atau tiga siklus menstruasi. Kista fungsional terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
• Kista folikel
Sel telur dikelilingi oleh folikel dan akan pecah saat ovulasi. Kista folikel terbentuk ketika folikel tidak pecah sehingga tidak bisa melepaskan sel telur. Folikel akan terus membengkak karena penuh cairan dan menjadi sebuah kista.
• Kista korpus luteum.
Folikel yang sudah pecah dan melepaskan sel telur akan menjadi korpus luteum dan menghasilkan cairan. Kista ini terjadi ketika lubang pada korpus luteum tersumbat dan menyebabkan penumpukkan cairan. Akibatnya, korpus luteum berkembang menjadi kista.
Kista Patologis
Kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Kista patologis tergolong tumor ovarium yang dapat bersifat jinak atau bersifat ganas, namun sebagian besarnya bersifat jinak. Kista ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu:
• Kista dermoid
Kista ini terbentuk dari sel embrio yang sudah ada sejak lahir dan berkembang selama masa subur wanita. Kista ini umumnya bersifat jinak. Namun, pada beberapa kasus, kista ini dapat berkembang menjadi kanker.
• Kista adenoma
Kista ini terbentuk di permukaan ovarium dan dapat berisi cairan atau lendir. Kista jenis ini dapat membesar dan membuat ovarium terpelintir sehingga mengurangi atau menghentikan aliran darah ke ovarium.
• Endometrioma
Kista ini disebabkan oleh sel dinding rahim atau endometrium tumbuh di indung telur.
Selain penyebab kista yang telah dibahas di atas, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kista ovarium, antara lain:
• Minum obat penyubur kandungan.
• Seorang wanita yang sedang hamil.
• Sudah pernah menderita kista ovarium sebelumnya.
• Mengalami infeksi panggul parah, endometriosis atau PCOS.

03/07/2021

Uterine fibroid atau miom adalah benjolan atau tumor jinak yang tumbuh di rahim. Miom atau fibroid uterus dapat tumbuh di dinding rahim bagian dalam maupun bagian luar.

Seorang wanita yang mengalami miom dapat memiliki lebih dari satu buah tumor di dalam rahimnya. Gejala miom yang muncul pada penderitanya bergantung kepada ukuran, lokasi dan jumlah tumor yang terdapat pada rahim.

Gejala Miom
Miom umumnya tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Namun jika muncul gejala, penderita dapat merasakan perdarahan menstruasi yang banyak dan berlangsung lebih dari seminggu, keluar darah menggumpal dari va**na, nyeri perut bagian bawah, dan sering buang air kecil.

Penyebab Miom

Penyebab miom belum diketahui dengan pasti, namun ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko munculnya miom. Salah satunya adalah peningkatan hormon estrogen, misalnya pada siklus menstruasi atau kehamilan.
Sedangkan faktor yang dapat menurunkan risiko terjadinya miom adalah riwayat melahirkan. Wanita yang pernah menjalani persalinan memiliki risiko lebih rendah untuk menderita miom.

Diagnosis Miom

Miom terkadang tidak terdiagnosis karena sering tidak menimbulkan gejala. Meskipun demikian, miom dapat terdeteksi saat melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Untuk memastikannya, dokter kandungan dapat melakukan pemeriksaan USG atau MRI.
Terkadang, gejala miom dan kista rahim bisa mirip. Oleh karena itu, pemeriksaan tersebut juga bisa memastikan apakah gejala yang muncul disebabkan miom atau kista.

Pengobatan Miom
Pada kasus miom yang kecil dan tidak menimbulkan gejala, tidak diperlukan pengobatan karena dapat menyusut dengan sendirinya. Meski demikian, penderitanya tetap perlu menjalani pemeriksaan rutin untuk memantau kondisi miomnya.
Sedangkan pada miom yang menimbulkan gejala, pengobatannya berupa terapi hormon untuk mencegah perkembangan miom dan meredakan gejalanya, atau tindakan operasi untuk mengangkat miom.

Komplikasi Miom

Meskipun jarang, miom tetap dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya. Komplikasi yang dapat timbul akibat miom adalah anemia, kemandulan, dan gangguan saat hamil akibat miom.

03/07/2021

Kanker serviks atau kanker leher rahim disebut sebagai pembunuh perempuan nomor satu di Indonesia. Pasalnya, diperkirakan 20 perempuan meninggal setiap harinya karena kanker serviks.
Data ini disampaikan oleh dokter kandungan di Siloam Hospitals Asri, Achmad Mediana. Menurutnya, setiap perempuan berisiko terkena Human Papilloma Virus (HPV) atau virus penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia dan gaya hidup.

Kanker serviks terjadi di mana sel normal di serviks berubah menjadi sel kanker dan disebabkan HPV,” ujar Achmad dalam seminar daring Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Rabu (24/2/2021).
Ia juga menyebutkan beberapa faktor pendukung kanker serviks yakni menikah muda, kehamilan yang sering, merokok, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang, dan infeksi menular seksual.
Sebagian besar penderita kanker serviks berlangsung tanpa gejala, lanjutnya. Apabila kanker menjadi parah, maka gejala-gejala yang mungkin timbul adalah pendarahan perva**nam, keputihan bercampur darah dan berbau, nyeri panggul, dan tidak dapat buang air kecil.
“Perjalanan untuk menjadi gejala ini sangat panjang, sekitar 15 tahun, jadi perempuan bisa terkena kanker ini sejak usia belasan (remaja) dan saat itu tidak ada gejala masih terasa normal. Kalau sudah bergejala, ini sudah telat.”

Pencegahan Kanker Serviks
Kanker serviks yang mematikan akan sulit ditangani jika sudah muncul gejala, kata Achmad. Maka pencegahan sejak awal akan sangat membantu.
Pencegahan pertama yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks adalah skrining. Dengan skrining seseorang dapat mengetahui tanda-tanda awal dari kanker leher rahim ini.
“Skrining yang direkomendasikan di Indonesia namanya Pap Smear dan IVA Test. Ini harus rutin dilakukan,” kata Achmad.
Pencegahan lainnya dapat dilakukan dengan memberikan informasi terkait kanker serviks kepada masyarakat secara terus menerus. Sedang, pencegahan primer dapat dilakukan dengan vaksinasi.
“Vaksinasi dengan skrining bersama-sama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif.”
Ia menambahkan, sekarang Indonesia sedang gencar melakukan vaksinasi COVID-19, sedangkan kanker serviks sudah ada sejak dulu dan seharusnya gencar p**a vaksinasinya, tandasnya.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Banyumas?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Desa Kalibenda Rt04 Rw01
Banyumas
53163