Vcoenso

Vcoenso

Share

we makeing VCO virgin coconut oil + coconut cooking oil

21/12/2022

Kegunaan VCO

20/12/2022

Ketika VCO extra virgin conut oi proses Fermentasi.
Berikut Fermentasi - Pengertian, Sifat, Faktor, Tujuan, Tahapan, Manfaat, Asam Laktat, Contoh

Oleh Aris Kurniawan
Diposting pada 07/01/2020

Fermentasi – Pengertian, Sifat, Faktor, Tujuan, Tahapan, Manfaat, Asam Laktat, Contoh : Fermentasi dapat digolongkan kedalam salah satu bioteknologi dalam bidang pangan.

Pengolahan makanan dan bahan makanan mealui bioteknologi menghasilkan aneka macam pangan dan bahan pangan hasil fermentasi yang digunakan secara luas. Arti kata fermentasi selama ini berubah-ubah. Kata fermentasi berasal dari Bahasa Latin “fervere” yang berarti merebus. Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba.

Pengertian Fermentasi

Kata fermentasi berasal dari Bahasa Latin “fervere” yang berarti merebus. Fermentasi adalah proses yang memanfaatkan kemampuan mikroba untuk menghasilkan metabolit primer dan metabolit sekunder dalam suatu lingkungan yang dikendalikan.

Fermentasi merupakan bentuk penerapan atau aplikasi tertua dari bidang bioteknologi. Pada mulanya istilah fermentasi digunakan untuk menunjukkan proses pengubahan glukosa menjadi alkohol yang berlangsung secara anaerob.

Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai minuman atau makanan. Fermentasi suatu cara telah dikenal dan digunakan sejak lama sejak jaman kuno.

Sebagai suatu proses fermentasi memerlukan:
Mikroba sebagai inokulum
Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal.
Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba.

Sifat Fermentasi

Fermentasi mempunyai sifat, sifat fermentasi terbagi dua tipe yaitu aerobik ( oksigen ) dan anaerobik ( tanpa oksigen ).

Tipe Fermentasi Aerobik

Fermentasi aerobik adalah fermentasi yang pada prosesnya memerlukan oksigen. Semua organisme untuk hidupnya memerlukan sumber energi yang diperoleh dari hasil metabolisme bahan pangan, dimana organism itu berada. Mikroorganisme adalah organisme yang memerlukan energi tersebut. Bahan energi yang paling banyak digunakan mikroorganisme untuk tumbuh adalah glukosa. Dengan adanya oksigen maka mikroorganisme dapat mencerna glukosa menghasilkan air, karbondioksida, dan sejumlah besar energi. Fermentasi yang terdapat pada tipe fermentasai aerobik, yaitu :

Fermentasi asam cuka

Merupakan suatu contoh fermentasi yang berlangsung dalam keadaan aerob. Fermentasi ini dilakukan oleh bakteri asam cuka ( acetobacter aceti ) dengan substrat etanol. Energi yang dihasilkan 5 kali lebih besar dari energi yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob. Reaksi Kimia :

CH12O6 à 2C2H5OH à 2CH3COOH +H2O+116 kkal

Tipe Fermentasi Anaerobik

Fermentasi anaerobik adalah fermentasi yang pada prosesnya tidak memerlukan oksigen. Beberapa mikro organisme dapat mencerna bahan energinya tanpa adanya oksigen jadi hanya sebagian bahan energi itu dipecah, yang dihasilkan adalah sebagian dari energi, karbondioksida dan air , termasuk sejumlah asam laktat , asetat, etanol, asam volatile ,alkohol, dan ester.

Pada fermentasi anaerob, zat-zat organik dikatabolisme tanpa kehadiran oksigen yang berarti tidak adanya akseptor elektron eksternal melainkan melalui keseimbangan reaksi oksidasi-reduksi internal. Produk dihasilkan selama proses penerimaan elektron yang dilepaskan saat pemecahan zar-zat organik. Oleh karenanya zat-zat organik tersebut berperan sebagai akseptor dan donor elektron. Pada fermentasi, substrat hanya dioksidasi sebagian dan oleh karena itu hanya sedikit energi yang bisa dihasilkan.

Fermentasi asam laktat

Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang terjadi pada sel hewan atau manusia, ketika kebutuhan oksigen tidak tercukupi akibat bekerja terlalu berat. Peristiwa ini dapat terjadi diotot dalam kondisi anaerob. Reaksi Kimia :

C6H12O6 –> 2CH3CH(OH)COOH + 2ATP

Secara umum, fermentasi asam laktat perlu melalui dua tahapan, antara lain:

Proses fermentasi Homolactic
Pada proses ini terjadi perubahan glukosa mnjadi piruvat. Lalu terbentuklah 2 molekul asam laktat. Proses ini menggunakan enzim laktat Dehidrogenase.

Proses Fermentasi
Heterofermentatif

Proses inin menggunakan piruvat sebagai penghasil asam laktat, etanol dan karbon dioksida sebagai hasil bawa bentuan enzim dehidrogenanse laktat dan piruvat dekarboksilase

Fermentasi alkohol

Fermentasi alkohol merupakan suatu reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol ( etil alkohol ) dan karbon dioksida. Organisme yang berperan yaitu Saccharomyces cerevisiae (ragi) untuk pembuatan tape, roti atau minuman keras.

Reaksi Kimia: C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

Faktor yang Mempengaruhi Proses Fermentasi

Fermentasi bahan pangan merupakan hasil kegiatan beberapa mikroorganisme. Agar proses fermentasi dapat berjalan dengan baik, tentunya beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan dari mikroorganisme perlu p**a diperhatikan. Sehingga apabila kita berbicara mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi proses fermentasi, tentunya tidak lepas dari kegiatan mikroorganisme itu sendiri. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi proses fermentasi meliputi suhu, oksigen, substrat dan air.

Suhu

Suhu sebagai salah satu faktor lingkungan terpenting yang mempengaruhi dan menentukan macam organisme yang dominan selama fermentasi. Beberapa hal sehubungan dengan suhu untuk setiap mikroorganisme dapat digolongkan sebagai berikut :

Suhu minimum, di bawah suhu itu pertumbuhan mikroorganisme tidak terjadi lagi.
Suhu optimum, sebagai suhu yang memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme paling cepat.
Suhu maksimum, di atas suhu itu pertumbuhan mikroorganisme tidak mungkin terjadi lagi.

Oksigen

Udara atau oksigen selama proses fermentasi harus diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Setiap mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya untuk pertumbuhan atau membentuk sel-sel baru dan untuk fermentasi.

Substrat

Seperti halnya makhluk lain, mikroorganisme juga membutuhkan suplai makanan yang akan menjadi sumber energi, dan menyediakan unsur-unsur kimia dasar untuk pertumbuhan sel. Substrat ( makanan ) yang dibutuhkan oleh mikroba untuk kelangsungan hidupnya berhubungan erat dengan komposisi kimianya. Kebutuhan mikroorganisme akan substrat juga berbeda-beda.

Ada yang memerlukan substrat lengkap dan ada p**a yang tumbuh subur dengan substrat yang sangat sederhana. Hal itu karena beberapa mikroorganisme ada yang memiliki sistem enzim ( katalis biologis ) yang dapat mencerna senyawa-senyawa yang tidak dapat dilakukan oleh mikro organisme lain. Komposisi kimia hasil pertanian yang terpenting adalah ptotein, karbohidrat dan lemak. Pada pH 7,0 protein mudah sekali digunakan oleh bakteri sebagai substrat. Karbohidrat seperti pektin, pati dan lainnya merupakan substrat yang baik bagi kapang dan beberapa khamir.

Air

Mikroorganisme tidak dapat tumbuh tanpa adanya air. Air dalam substrat yang digunakan untuk pertumbuhan mikroorganisme dinyatakan dalam istilah water activity atau aktivitas air = aw, yaitu perbandingan antara tekanan uap dari larutan (P) dengan tekanan uap air murni (Po) pada suhu yang sama.

Contoh Produk yang Mengalami Prose Fermentasi

Bir

Bir adalah salah satu contoh terbaik hasil fermentasi. Minuman ini terbuat dari biji-bijian seperti gandum, barley, dll.

Gandum dikeringkan dan kemudian dihaluskan kemudian dicampur dengan air panas.
Campuran ini lantas disimpan dalam bejana fermentasi dan ditambahkan ragi serta dibiarkan selama beberapa minggu dalam kondisi anaerobik.
Dalam kondisi ini, ragi akan memakan gula atau karbohidrat dan membentuk alkohol.
Setelah disimpan dalam waktu yang cukup, bir kemudian disaring dan dikemas dalam botol.

Anggur

Anggur merupakan minuman beralkohol yang biasanya terbuat dari buah anggur yang difermentasi. Keseimbangan sifat alami yang terkandung pada buah anggur, menyebabkan buah tersebut dapat difermentasi tanpa penambahan gula, asam, enzim, ataupun nutrisi lain. Anggur dibuat dengan cara memfermentasi jus buah anggur menggunakan khamir dari tipe tertentu. Ragi tersebut akan mengkonsumsi kandungan gula yang ada pada buah anggur dan mengubahnya menjadi alkohol.

Pertama kali, buah anggur segar dihancurkan sampai terbentuk seperti bubur.
Bubur anggur kemudian dibiarkan selama beberapa hari sehingga sari buahnya keluar dan kulit terkelupas dari daging buah.
Bubur anggur lantas disaring untuk memisahkan kulitnya. Ragi lantas ditambahkan dan dibiarkan selama beberapa minggu dalam kondisi anaerobik.
Setelah periode waktu tertentu, cairan anggur kemudian dipisahkan dalam berbagai wadah yang berbeda dan dibiarkan mengalami fermentasi lambat.
Terakhir, anggur kemudian dikemas dalam botol dan siap dikonsumsi.
Minuman anggur atau wine dibedakan menjadi beberapakelompok, anggur merah, anggur putih, dan lain-lain. Beberapa jenis anggur merah yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah merlot, cabernet sauvignon, syrah/shiraz, dan pinot noir.

Tahu

Tahu merupakan makanan yang terbuat dari bahan baku kedelai, dan prosesnya masih sederhana dan terbatas pada skala rumah tangga. Suryanto (dalam Hartaty, 1994) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan tahu adalah makanan padat yang dicetak dari sari kedelai (Glycine spp) dengan proses pengendapan protein pada titik isoelektriknya, tanpa atau dengan penambahan zat lain yang diizinkan.

Pembuatan tahu pada prinsipnya dibuat dengan mengekstrak protein, kemudian mengumpulkannya, sehingga terbentuk padatan protein. Cara penggumpalan susu kedelai umumnya dilakukan dengan cara penambahan bahan penggumpal berupa asam. Bahan penggumpal yang biasa digunakan adalah asam cuka (CH3COOH), batu tahu (CaSO4nH 2O) dan larutan bibit tahu (larutan perasan tahu yang telah diendapkan satu malam).

Secara umum tahapan proses pembuatan tahu adalah sebagai berikut :

Kedelai yang telah dipilih dibersihkan dan disortasi. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan alat pembersih.
Perendaman dalam air bersih agar kedelai dapat mengembang dan cukup lunak untuk digiling. Lama perendaman berkisar 4 – 10 jam.
Pencucian dengan air bersih. Jumlah air yang digunakan tergantung pada besarnya atau jumlah kedelai yang digunakan.

Penggilingan kedelai menjadi bubur kedelai dengan mesin giling. Untuk memperlancar penggilingan perlu ditambahkan air dengan jumlah yang sebanding dengan jumlah kedelai.

Pemasakan kedelai dilakukan di atas tungku dan dididihkan selama 5 menit. Selama pemasakan ini dijaga agar tidak berbuih, dengan cara menambahkan air dan diaduk.
Penyaringan bubur kedelai dilakukan dengan kain penyaring. Ampas yang diperoleh diperas dan dibilas dengan air hangat. Jumlah ampas basah kurang lebih 70% sampai 90% dari bobot kering kedelai.

Setelah itu dilakukan penggumpalan dengan menggunakan air asam, pada suhu 50oC, kemudian didiamkan sampai terbentuk gumpalan besar. Selanjutnya air di atas endapan dibuang dan sebagian digunakan untuk proses penggumpalan kembali.
Langkah terakhir adalah pengepresan dan pencetakan yang dilapisi dengan kain penyaring sampai padat. Setelah air tinggal sedikit, maka cetakan dibuka dan diangin-anginkan.

Tujuan Fermentasi

Tujuan fermentasi manjadikan suatu makanan lebih tahan lama. Mengawetkan makanan dengan menghasilkan beberapa asam laktat, asam asetat dan alkohol dalam jumlah yang cukup banyak. memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan beberapa asam amino, protein dan vitamin.

Contoh fermentasi keju

Tahapan Proses Fermentasi
Formulasi medium yang dipakai untuk menumbuhkan mikroorganisme, baik pada pengkayaan ataupun Proses Produksi
Sterilisasi Medium, Fermentor dan Perlengkapannya
Produksi kultur murni atau campuran yang cukup untuk menginokulasi pada tahap produksi
Optimasi produksi pada tahap Fermentasi produk dengan kondisi Optimum
Ekstraksi dan Purifikasi
Pembuangan limbah medium yang dihasilkan pada saat produksi

Manfaat Fermentasi

Memperkaya variasi makanan dengan mengubah rasa, aroma serta tekstur makanan
Mengawetkan makanan agar menghasilkan asam laktat, alkohol, dan asam asetat dalam jumlah yang cukup banyak
Memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan sejumlah vitamin, asam amino dan protein
Mengeliminasi senyawa anti nutrien
Mengurangi waktu dan sumber daya yang diperlukan dalam memproses makanan

07/11/2022

Stok ready
100 ml 25.000
250 ml 45.000
500 ml 85.000
1000 ml 160.000
Respon cepat 081277328866

10/10/2022

VCO bisa mengobati tumit kaki pecah"
Dengn cara d oles semalamn seblum tidur di biarkan semalaman biar meresap

03/09/2022

Sudah ready lagi 😊
Fast respon wa +6281277328866

27/06/2022

Stiker kemasan vco 500 ml
VCO press cold di proses tanpa pemanasan untuk mempertahankan kebaikan murni kelapa, vco bisa di gunakan internal juga external.
Internal di konsumsi langsung untuk menambah tenaga .
External di oleskan ke kulit / rambut sebagai pelembab, anti bakteri

16/06/2022

Ready stok lagi VCO extra virgin coconut oil
Lokasi buana vista 3 botania 1 batam centre
08127732886

26/03/2022

PROMO BULAN PUASA FREE ONGKIR SE BATAM
Miyak kelapa murni 1 liter 85.000
rekomend untuk numis",
membuat sambal masakan lebih harum sedap dan tahan lebih lama

17/03/2022

VCO extra virgin coconut oil cold prosess
ready 500 ml : 85.000
Kegunaan internal dan external / di minum / di oles .
Untuk menjaga kesehatan dan penambah tenaga orang dewasa 1 - 2 sendok makan / hari di pagi hari supaya lebih bertenaga.
Atau untuk pemulihan sehabis sakit.
Anak" 1 - 2 sendok teh / hari
081277328866
Lokasi botania 1 BATAM CENTRE

10/03/2022

Ready stok miyak kelapa masak kemsan 1 liter PROMO haya : 80.000 / liter
Miyak kelapa murni baik untuk menjaga kolestrol, duet keto, makanan yg di masak lebih tahan lama tidak cepat basi.
Bahan murni untuk sambal lebih nikmat harum kelpa .
Lokasi botania 1 batam center .
Menerima PO 5 liter ke atas 081277428866

Photos from Vcoenso's post 28/02/2022

Berikut perbedaan warna miyak kelpa / coconut oil
Dan vco / extra virgin coconut oil
Vco warnaya lebih bening dan rongan di minum di buat dari kelpa kualitas A di proses tanpa pemanasan untuk menghasilkan VCO / extra virgin coconut oil .
Sedang miyak kelpa di proses melalui pemanasan sehingga warna ya bisa menjadi agak muning dan yg minyak seperti ini berat untuk di tenggorokan klu di minum di sarankan untuk memasak lebih baik karna miyak kelapa lemak baik.
Vco homade
Miyak kelapa home made bisa PO untuk kebutuhan 5 liter ke atas
Wa 081277328866
Lokasi batam centre botania 1

17/01/2022

Kanker Kista Stadium 4 Sembuh Tanpa Operasi Lantaran Minum VCO ( Minyak Kelapa Murni )

VCO Penumpas Kanker Kista

Kenangan pahit di bulan Ramadhan 2004 tak akan terhapus dari ingatan Suprobowati Suratman. Ia baru saja hendak menyuapkan nasi ke mulut ketika tiba-tiba perut di sekitar pinggang sakit luar biasa. Gangguan itu diikuti muntah-muntah sehingga ia menghentikan makan sahur. Frekuensi gangguan itu semakin meningkat, sepekan beberapa kali terjadi. Kadang disertai dada berdebar-debar.

Klimaks keluhan itu terjadi pada penghujung 2004. Di malam pekat itu Suprobowati kembali merasakan sakit perut hebat disertai pendarahan. Ketika orang-orang dibuai mimpi dalam nyenyak tidur, Joko Sulistyo, sang suami, membawa Suprobowati ke Rumah Sakit Salak Kotamadya Bogor. Tiga dokter spesialis—kandungan, penyakit dalam, dan bedah—memeriksa kesehatan perempuan 46 tahun itu dengan saksama.

Hasil pemeriksaan dokter sungguh mengejutkan keluarga Joko Sulistyo: Suprobowati mengidap kanker kista stadium 4. Bahkan terjadi pelekatan kista ke usus dan gangguan sistem pencernaan. CA 125, sel asal kanker, mencapai 153. Padahal normalnya maksimal 35. Mendengar kabar itu air mata menggenangi pelupuk mata perempuan kelahiran Semarang 19 November 1959. “Saya merasa esok adalah hari terakhir bagi saya,” katanya.

Itu yang menyebabkan ia ingin selalu dekat dengan ke-3 anak dan suami terkasih. Andai maut menjemput, mereka ada di sampingnya. Dua puluh hari ia lalui di rumah sakit itu. Sayang, tak ada kemajuan berarti yang dicapai. Oleh karena itu ia dipindahkan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Membaca rekam medis dari RS Salak, tim dokter RSCM memutuskan untuk mengoperasi. Joko Sulistyo telah meneken borang atau formulir persetujuan operasi.

Dua hari setelah dirawat, Suprobowati dibawa ke kamar operasi. Ia melihat beberapa dokter yang telah siap mengoperasi dirinya. Mereka mengenakan pakaian khusus dilengkapi dengan masker. Pisau bedah tak luput dari pandangannya. Tekanan psikologis mahaberat ia rasakan saat itu. “Saya takut operasi,” katanya. Ketakutan itu meyebabkan Suprobowati pingsan. Operasi hari itu pun urung. Joko membawa istrinya p**ang ke rumah di Ciomas, Kotamadya Bogor.

Membesar

Kista merupakan rongga tertutup berisi cairan encer, kental, atau setengah padat yang dilapisi epitel. Sebetulnya kista adalah kelainan yang dapat ditemukan di berbagai bagian tubuh, terutama di organ reproduksi seperti indung telur, leher rahim, dan rahim. Menurut dr Sidi Aritjahja herbalis di Yogyakarta, kista adalah tumor kelenjar sehingga namanya tergantung letak kelenjar. Misalnya bila ada di ovarium disebut kista ovarium; di ketiak, kista axial; di payudara, kista mame.

Dr Tagor Sidabutar, SpOG dari Rumah Sakit PGI Cikini, menuturkan kista di kandungan berasal dari indung telur. Kista ovarium membahayakan karena menyerang dan mendesak sel telur. Pada kasus Suprobowati tempat kista adalah indung telur. Kista menekan indung telur sehingga nyeri. Lalu timbul perlengketan dan pergesekan di usus dan menimbulkan nyeri. ”Bila kista mendesak ke usus mengakibatkan sulit buang air besar. Mendesak ke kantong kemih mengakibatkan sulit buang air,” ujar Sidabutar.

Berdasar tingkat keganasan, kista dibedakan menjadi 2 jenis, nonneoplasia dan neoplasia. Nonneoplasia adalah kista yang tak tumbuh terus-menerus, sifatnya jinak, biasanya kempes sendiri dalam 2—3bulan. Dengan pemberian antibiotik, nonneoplasia bisa sembuh. Contoh, sel sperma yang hanya membuahi inti sel telur, sedangkan sitoplasma atau cangkang telur yang ditinggalkan membentuk kista. Kista neoplasia adalah kista yang tumbuh terus-menerus. Bisa jinak atau ganas. Ada kista yang nyeri saat haid disebut kista endometriosis.
Sampai kini penyebab kista belum diketahui. ”Menurut penelitian, dugaan sementara karena faktor genetik. Bila orangtuanya ada kista atau tumor, kemungkinan ia terserang kista,” kata alumnus University of Paris. Makanan yang banyak mengandung hormon dan kolesterol—makanan cepat saji kaya hormon estrogen—memicu kista endometriosis. Itulah kebiasaan Suprobowati ketika menemani sang suami yang menempuh studi master dan doktoral di Jepang. Hampir setiap hari ia mengkonsumsi makanan cepat saji yang dianggapnya praktis.

Begitu p**a kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung radikal bebas. Dampaknya menurunkan antioksidan dalam tubuh sehingga imunitas berkurang. Sidi Aritjahya menyarankan penderita kista untuk menghindari makanan yang dibakar dan diberi alas logam. Semua makanan itu mengandung zat karsinogen alias pemicu kanker. Makanan yang diragikan atau jamur sebaiknya dipantang karena merangsang neufas polarisasi / pembuluh darah.

Selain itu pola hidup juga memicu kista. Contoh merokok yang menyebabkan perubahan genetik dalam sel. Menurut dr Sidi Aritjahya, kista terjadi karena sumbatan dan peradangan. Akibat sumbatan kolesterol pada saluran tertentu, sel-sel tumor tumbuh di tempat itu. Jika karena peradangan pada sel kelenjar terjadi sekresi berlebih. Sayangnya, gejala tidak tampak pada fisik seseorang. Oleh karena itu kista kerap ditemukan secara kebetulan lewat pemeriksaan ultrasonografi .

Prevalensi di Indonesia termasuk besar. Rumah Sakit Happyland Medical Center di Yogyakarta sejak 1994—2004 menerima 20.000 pasien, 7.000 di antaranya (30%) pasien tumor dan kanker. Mekanisme pengobatan kista yang selama ini dilakukan dengan membangkitkan antitumor agar lebih dominan. ”Jadi harus dilihat dulu sel asal kankernya. Misalnya jenis adeno berarti sel kanker berasal dari kelenjar, maka harus dicarikan antitumor untuk jenis kelenjar,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu.
Luka ginjal

Karena tak memungkinkan untuk operasi, Suprobowati memilih pengobatan herbal sebagai jalan penyembuhan. Sarjana Biologi alumnus Universitas Jenderal Soedirman itu dirawat di sebuah klinik herbal. Sayang, kesembuhan yang diharapkan seperti menjauh. Biaya yang relatif mahal, mencapai Rp10- juta, juga menjadi bahan pertimbangan sehingga Ati—demikian sapaannya—menghentikan pengobatan di sana.

Harapan sembuh kembali disemaikan. Kali ini ia memadukan pengobatan herbal, fisioterapi, dan akupunktur. Atas saran kerabat, ia juga mengkonsumsi ramuan asal Cina berupa serbuk. Bahan dan kandungan ramuan yang dibeli bebas di sebuah toko di Bekasi, Jawa Barat, itu tak diketahui. Ia hanya patuh memenuhi saran kerabat agar cepat sembuh. Namun, setelah rutin mengkonsumsinya bukan kesembuhan yang digapai, justru petaka yang didapat.

Ginjalnya luka lantaran terjadi endapan di organ itu. Kencing tampak kemerahan. Itu akibat ia tak memenuhi saran herbalis agar konsumsi ramuan cina disertai minum 2 liter per hari. Sedangkan ia cuma sanggup menghabiskan 4—5 gelas. Dampak buruk lain, rambut rontok. Hanya disisir dengan jari, puluhan rambut terlepas dari kepala. Kulitnya tampak menghitam dan kusam.

Ia menghabiskan waktu di atas pembaringan. Sebab, ketika kaki menapak untuk berjalan, sakitnya sampai ke ubun-ubun. Perutnya juga terasa nyeri. Jika hendak ke kamar mandi, misalnya, suaminya yang menggendong. Suprobowati menanggung penderitaan mahaberat sehingga kerap putus asa. “Sudahlah saya tak perlu dibawa ke mana-mana lagi. Biarkan saja meninggal di rumah,” katanya suatu hari.
Normal

Harapan sembuh kembali muncul ketika Joko Sulistyo teringat banyak penderita penyakit maut yang sembuh setelah mengkonsumsi virgin coconut oil (VCO). Selain sebagai peneliti LIPI, alumnus University of Tsukuba Jepang itu juga memproduksi VCO. Puluhan pelanggannya merasakan faedah minyak kelapa murni bikinannya. Joko segera menganjurkan Suprobowati untuk minum VCO.

Sejak Februari 2005, Suprobowati hanya mengkonsumsi minyak perawan itu. Obat-obatan dari dokter dihentikan konsumsinya. Dosis 2 sendok makan sekali minum sebelum makan. Frekuensinya 3 kali sehari. Sebulan kemudian bobot tubuhnya yang semula 40 kg, naik menjadi 42 kg. Pada awal Oktober 2005, ia ke laboratorium untuk mengecek kesehatannya.

Hasilnya, CA 125 alias sel asal kanker turun dari 153 menjadi 23,9 alias normal. Dua bulan berselang pada 1 Desember 2005 ukuran kista yang semula 12 cm x 10 cm x 8 cm tampak mengecil, menjadi 9 cm x 7 cm x 6 cm. Pengecilan ukuran itu tampak secara kasat mata. Perutnya yang semula membuncit seperti hamil 7 bulan, sekarang mengempes. Hingga sekarang Suprobowati terus melanjutkan konsumsi VCO.

Dengan normalnya CA 125 dan mengecilnya kista, Suprobowati kini dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala. Ketika ditemui Trubus untuk wawancara, ia tampak bugar. Menurut dr Sidi Aritjahya peran VCO terhadap mengecilnya kista dan menormalkan CA 125 terjadi secara tidak langsung. “VCO baiknya hanya untuk suplemen karena membantu menambah asam laurat ke dalam tubuh sehingga meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan daya tahan tubuh yang baik antibodi jadi makin baik,” kata Ari—sapaannya.

Pendapat serupa dikemukakan oleh Dr Muhammad Ahkam Subroto, peneliti VCO dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIPI. Doktor Bioteknologi alumnus University of New South Wales itu mengatakan, enzim yang dikandung VCO membantu sistem pencernaan. Dampaknya produksi hormonal lebih baik sehingga kekebalan tubuh meningkat dan membantu proses penyembuhan.

Dengan demikian pertumbuhan sel kanker dapat dihambat. Ahkam menuturkan, hasil riset VCO terbukti tak mempunyai LD (lethal dosage) 50 yang bersifat racun atau sitotoksik. Artinya, VCO tak mungkin membunuh sel kanker, ia hanya meningkatkan kekebalan tubuh. Peran meningkatkan kekebalan tubuh diemban dengan baik oleh MCT alias Medium Chain Triglyceride dalam VCO. Yang termasuk di dalamnya adalah asam kaproat, kaprilat, kaprat, dan laurat.
Riset Wan & Grimble menunjukkan, VCO meningkatkan respon sistem kekebalan tubuh sekaligus untuk memusnahkan racun. Monolaurin dalam VCO juga mampu mengatasi racun dalam bentuk asam glutamat. Minyak kelapa murni tak hanya mengatasi sel kanker, tetapi juga ampuh mencegahnya. Menurut riset Lim-Sybianco pada 1987, konsumsi VCO berefek antikarsinogenik. Medium Chain Fatty Acid (MCFA) dalam VCO membantu tubuh mengenyahkan mikroorganisme patogen.

Tugas itu semula diemban oleh sel darah putih. Dengan pengambilalihan tugas itu, sel darah putih lebih terfokus pada tugas baru: mengatasi sel kanker. Itu diperkuat dengan uji praklinis yang ditempuh Dr Robert L Wick Remasinghe, kepala Divisi Serologi di Sri Lanka. VCO menghambat induksi sel kanker.

Sumber: Majalah Trubus Desember 2005 – Sardi Duryatmo/Peliput: Hanni Sofi a, Laksita Wijayanti, & Lastioro Anmi Tambunan

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Batam?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Botania 1
Batam