Dr Leonardo W Permana, MARS Kesehatan dan Manajemen

Dr Leonardo W Permana, MARS Kesehatan dan Manajemen

Share

Dokter, Trainer Manajemen dan Akreditasi Rumah Sakit dan Fasyankes Lainnya, Narasumber Kesehatan dan Manajemen dalam Seminar dan Seminar Virtual, Penulis Buku.

15/06/2026

SAYA S**A NYERI LUTUT, DOK…..

Halo, Pak Robert. Apa kabar ?
Kabar yang tidak begitu baik, Dokter. Saya s**a nyeri lutut.

Oh, boleh, diteruskan saja, Pak. Kan Bapak s**a, he he he.
Waduh, Dokter triple a, ada ada aja. Ini nyeri, Dokter !

Ups, maaf, Pak. Tadi katanya Bapak s**a, ha ha ha.
Lutut saya yang kanan nyeri saat bergerak. Sering juga berbunyi seperti berderak. Kira-kira kenapa ya, Dok?

Setelah saya periksa, saya mendiagnosis, gangguan lutut Pak Robert adalah osteoartritis atau pengapuran sendi. Dalam dunia kedokteran dikenal lebih dari 100 jenis artritis atau radang sendi. Dan jenis radang sendi terbanyak di seluruh dunia adalah, seperti yang Bapak alami itu. Awalnya osteoartritis bukan radang, tapi kemudian bisa berkembang menjadi radang dengan tanda-tanda merah, bengkak, nyeri, panas, dan gangguan gerak sendi. Dan, seperti yang Anda keluhkan, Pak Robert, osteoartritis atau OA itu memang paling banyak menyerang lutut.

Sekarang usia Bapak berapa?
Lima puluh dua tahun, Dok.

Cocok dengan usia Bapak, kejadian OA memang meningkat sesudah usia 50 tahun. Tapi, usia lebih mudapun bisa diserang penyakit ini. Bahkan ada anak-anak yang terkena!

Penyebab sebenarnya apa, Dok?
Banyak faktor, Pak, antara lain usia, jenis kelamin, obesitas, genetik, diabetes, dan trauma harian yang ringan tapi kontinyu seperti naik turun tangga dan mendaki. Cedera berat, yang tiba-tiba mengenai sendi, seperti benturan atau kecelakaan, cukup sekali saja, bahkan operasi sendi, bisa memunculkan gejala OA bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun kemudian. Prinsipnya, OA terjadi karena degenerasi atau kerusakan jaringan sendi seiring penuaan, gangguan metabolisme, dan pembebanan pada sendi.

So, apa yang harus dilakukan penderita OA, Dok?
Semuanya sangat tergantung dari berat ringannya keluhan dan kerusakan sendi. Namun perbaikan gaya hidup adalah salah satu langkah utama. Perbaikan gaya hidup meliputi pencapaian berat badan yang sehat dan melakukan latihan fisik moderat secara teratur dan terukur selama 30 hingga 60 menit sehari, lima hingga enam hari dalam seminggu. Latihan fisik yang bisa dilakukan antara lain jogging atau jalan cepat, bersepeda atau mengayuh sepeda statis, dan yang lebih bagus lagi, berenang. Tentu latihan fisik ini disesuaikan dengan keluhan yang dirasakan karena sendi tidak boleh dipaksa bergerak, terlebih saat nyeri, tetapi juga tidak baik kalau diam dan kaku dalam waktu lama. Dan jangan lupa, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat dalam pola gizi seimbang.

Apakah ada suplemen yang bisa saya konsumsi, Dok?
Sebagian pakar merekomendasikan konsumsi suplemen bagi penderita OA ringan hingga sedang. Suplemen yang mengandung glukosamin, kondroitin, dan MSM bisa merawat sendi dan mengurangi nyeri, Pak. Fish oil atau minyak ikan juga bermanfaat bagi sendi.

Kalau obat?
Untuk rasa nyeri seperti yang Pak Robert alami, tentu saya akan meresepkan obat, untuk menghilangkan nyeri dan meredakan radang.

Perlu suntikan, Dok?
Sampai saat ini, Pak Robert belum perlu suntikan. Penyuntikan pada OA perlu pertimbangan yang baik untuk menentukan jenis obat yang akan disuntikkan, frekuensi penyuntikan, dan tentu saja efek samping obat yang disuntikkan.

Oh, ada efek samping juga?
Tentu, Pak. Semua obat dan tindakan ada efek sampingnya. Hanya saja, obat dan tindakan dalam dunia kedokteran itu semuanya terukur, termasuk efek sampingnya. Karena itu, sebelum dilakukan penyuntikan, perlu diskusi antara Pasien dengan Dokter, sejauh mana manfaat lebih besar dari mudaratnya.

Baik, Dokter. Tengkiyu berat ya.
Waduh, jangan berat-berat, Pak. Nanti malah saya yang OA, ha ha ha.

15/06/2026

Apakah Anda mengalami GERAKAN KAKI BERKALA SAAT TIDUR ? Atau sebenarnya Anda mengalami tetapi tidak menyadarinya ? Tahukah Anda bahwa gangguan ini bukan hanya 'mensabotase' tidur tetapi lebih dari itu, bisa MENINGKATKAN RISIKO PENYAKIT BAHKAN KEMATIAN AKIBAT GANGGUAN JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH ? Apa penyebabnya dan bagaimana p**a cara mengatasinya ?

Mari bergabung dengan dr. Leonardo W. Permana, MARS., dalam Health Talk "GERAKAN KAKI BERKALA SAAT TIDUR MENINGKATKAN RISIKO PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH", Minggu 21 Juni 2026, pukul 19.30-21.00 WIB, Live on zoom.

Investasi Rp. 50.000,00, Registrasi, silakan klik https://forms.gle/iKVvMU1Zap3NgkJ26.
🙏

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Batam?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Perumahan Anggrek Mas II Blok B 15 Batam
Batam