Gery jo
YouTuber Im here to make everyone laught
04/06/2026
Bapak ga kuat bapa, sakit banget Bapak"
***
Ilyas (13 tahun), terpaksa harus menahan sakit, karena harta ayahnya habis. MIRIS! sementara tumor Ilyas di kaki kian mengg4nas dan menyebar..
Awalnya, Ilyas jatuh saat berangkat ke sekolah. Keluarga mengira itu hanya jatuh dan memar biasa. Namun ternyata kondisinya terus memburuk. Kakinya tumbuh benjolan dan semakin hari semakin besar, sakitnya menjalar dan membuat Ilyas lumpuh.
Ilyas tumor g4nas di kaki. Dengan segala keterbatasan, ayah berusaha keras menghidupi Ilyas. Namun biaya pengobatan sudah dikeluarkan besar-besaran sampai menghabiskan semua harta benda sang ayah. Ia telah gadaikan sawah, jual domba hingga relakan motor satu-satunya.
Kini harta habis, penyakit anaknya Ilyas belum sembuh
🥲🤤😭🤲🏻
Ayah Ilyas bertahan dengan jualan cuangki dan penghasilan 40.000 sehari, itupun untuk hidup tak cukup.. belum untuk modal apalagi bawa Ilyas operasi. Ilyas menanti diobati, pengobatannya tak bisa lagi ditunda, karena tumornya semakin ganas..
04/06/2026
Dua gadis asal Cianjur menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja setelah tergiur tawaran pekerjaan yang mereka temukan melalui media sosial Facebook. Akibatnya, keduanya terlantar di kawasan Padalarang setelah orang yang menjanjikan pekerjaan tersebut tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi.
Berdasarkan keterangan korban, awalnya mereka berkenalan dengan seseorang di Facebook yang menawarkan pekerjaan di sebuah toko pakaian di Bandung. Setelah merasa yakin dengan tawaran tersebut, kedua korban meminta izin kepada orang tua mereka dan berangkat dari Cianjur menggunakan kereta api sekitar pukul 16.30 WIB.
Namun sesampainya di lokasi yang telah dijanjikan, nomor kontak orang yang menawarkan pekerjaan mendadak tidak aktif. Upaya menghubungi orang tersebut berkali-kali pun tidak membuahkan hasil.
Kondisi itu membuat kedua gadis tersebut kebingungan dan kehabisan ongkos untuk pulang. Mereka pun terlantar hingga larut malam di kawasan Padalarang.
Beruntung, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, keduanya bertemu petugas kepolisian yang sedang berpatroli. Anggota dari Pos Polisi Patwal Padalarang kemudian membawa kedua korban ke pos polisi untuk dimintai keterangan dan diberikan perlindungan.
Karena saat itu sudah larut malam dan tidak ada lagi transportasi menuju Cianjur, petugas memberikan tempat beristirahat yang aman di musala pos polisi. Keesokan harinya, setelah diberi sarapan, kedua korban juga dibantu ongkos perjalanan pulang dan sembako, lalu diantar untuk naik bus menuju arah Cipanas, Cianjur.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan dari orang yang baru dikenal di media sosial. Warga diminta untuk memastikan kejelasan identitas perekrut serta keabsahan lowongan kerja sebelum berangkat ke lokasi tujuan.
03/06/2026
Ini marak di Sumatra, apa pulau yang lain tidak ada poci ya???
Kenapa hanya di Sumatra, ada apa dengan Sumatra????
02/06/2026
Di usia senja, seharusnya para lansia bisa merasakan ketenangan hidup tanpa harus memikirkan bagaimana memenuhi kebutuhan makan setiap hari. Kehadiran bantuan sosial semestinya menjadi penopang agar mereka tidak hidup dalam kesulitan dan kel4paran.
Namun kenyataannya, masih ada warga kurang mampu yang belum menerima bantuan karena berbagai kendala, mulai dari d4ta yang tidak 4kurat, salah s4saran, hingga masalah 4dministrasi kep3ndudukan yang belum terselesaikan.
Karena itu, peran aparat desa dan pihak terkait sangat penting untuk memastikan pendataan dilakukan secara cermat dan menyeluruh. Warga yang benar-benar membutuhkan, terutama para lansia yang hidup dalam keterbatasan, sudah seharusnya menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan.
Di tengah kemajuan zaman seperti sekarang, tidak seharusnya masih ada masyarakat yang harus menahan l4par karena tidak tersentuh bantuan yang semestinya mereka terima. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, diharapkan kesejahteraan masyarakat yang rentan dapat lebih terjamin.
Semoga kakek beserta keluarganya selalu diberikan kesehatan, kemudahan dalam mencari rezeki, dan kekuatan untuk menjalani hari-hari ke depan. Tetap semangat, semoga ada jalan terbaik yang segera menghampiri. 🙏🏻❤️
25/05/2026
Sebuah warung sate di Semarang menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan tusuk sate bekas pelanggan dikumpulkan, kemudian dicuci menggunakan air sabun sebelum dipilah. Video tersebut ramai dibahas di media sosial pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam rekaman itu, terlihat sebagian tusuk sate dimasukkan ke dalam air sabun, sementara tusuk yang patah dibuang ke keranjang sampah. Hal ini memicu dugaan dari sejumlah pelanggan bahwa tusuk sate tersebut digunakan lebih dari sekali.
Salah satu pelanggan mengaku kecewa dan menilai kondisi tusuk sate sudah sangat tipis. Ia juga menyayangkan hal tersebut mengingat harga satu porsi sate yang dijual sekitar Rp24 ribu.
“Gak pernah semuak ini, tusuk sate dicuci dan dipakai lagi. Sudah bekas berapa mulut tuh tusuk sate sampai tipis banget,” tulis salah satu akun yang mengunggah video tersebut.
Namun, pihak warung memberikan klarifikasi bahwa proses pencucian dilakukan bukan untuk penggunaan ulang, melainkan untuk membersihkan sisa lemak dan bumbu sebelum tusuk sate dibuang atau dimusnahkan dengan cara dibakar.
“Kami cuci untuk menghilangkan lemak dan sisa bumbu, lalu dijemur dan setelah itu dimusnahkan/dibakar. Ini agar pembakaran lebih optimal,” ujar pihak warung.
Meski demikian, penjelasan tersebut masih menimbulkan keraguan di kalangan warganet, dan perdebatan pun terus berlangsung di media sosial.
*Sebagai catatan:
penggunaan kembali tusuk sate yang telah dipakai sebelumnya tidak disarankan dalam praktik keamanan pangan. Hal ini karena tusuk sate berbahan bambu atau kayu memiliki pori-pori yang dapat menyerap sisa makanan dan cairan, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri. Meski dicuci, bahan tersebut sulit untuk benar-benar steril. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan keracunan makanan bagi konsumen.
22/05/2026
Kabupaten Merauke di Papua Selatan kini menjadi pusat perhatian dunia internasional setelah rencana pembukaan lahan skala raksasa mencapai 2,5 juta hektar kembali disorot berbagai lembaga lingkungan global. Proyek yang berkaitan dengan pengembangan pangan, energi, serta perkebunan tebu dan bioetanol itu disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu deforestasi terbesar di dunia.
Wilayah yang akan dibuka sebagian besar merupakan kawasan hutan alam, rawa, savana, dan habitat penting bagi satwa liar Papua. Berbagai organisasi lingkungan memperingatkan bahwa pembabatan hutan dalam skala masif tersebut dapat menghapus bentang alam alami Merauke dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat adat yang selama ini bergantung pada hutan.
Sorotan terhadap Merauke semakin besar setelah laporan sejumlah media internasional dan lembaga lingkungan menyebut proyek ini sebagai “world’s biggest deforestation project” atau proyek deforestasi terbesar di dunia. Analisis Mighty Earth dan The TreeMap menunjukkan aktivitas pembukaan lahan terus meningkat di wilayah Papua bagian selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Proyek besar di Merauke sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2010, pemerintah telah menggagas program MIFEE atau Merauke Integrated Food and Energy Estate yang mengalokasikan sekitar 2,5 juta hektar lahan untuk pengembangan industri pangan dan energi. Namun program tersebut menuai penolakan dari berbagai kelompok masyarakat adat karena dianggap merampas tanah ulayat dan merusak hutan yang menjadi sumber kehidupan mereka.
Masyarakat adat Malind Anim menjadi kelompok yang paling terdampak. Mereka khawatir hilangnya hutan akan memutus akses terhadap sumber pangan tradisional, tempat berburu, hingga wilayah sakral adat. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menyebut proyek-proyek berskala besar di Merauke berpotensi memicu konflik sosial, krisis ekologis, dan hilangnya identitas budaya masyarakat asli Papua.
Selain ancaman terhadap masyarakat adat, dampak lingkungan juga menjad
21/05/2026
Sebuah video viral memperlihatkan momen penebaran satu ton ikan di sungai kawasan Wonogiri, Jawa Tengah, malah berubah jadi ajang “panen dadakan” warga. Dalam video, warga terlihat sudah bersiap di pinggir sungai dan langsung menghadang ikan yang baru ditebar menggunakan jaring serok hingga tangan kosong.
Kegiatan restocking yang dilakukan PT Prima Paper Indonesia pada Sabtu (16/5) itu awalnya bertujuan menjaga ekosistem sungai dengan menebar ikan bawal, lele, dan grass carp. Ikan diturunkan ke sungai menggunakan talang seng sebelum langsung dihadang warga yang sudah menunggu di aliran sungai menggunakan jaring serok.
Namun sesaat setelah ikan dilepas ke air, warga ramai-ramai turun ke sungai untuk menangkapnya.
Video tersebut pun memicu beragam reaksi netizen. Banyak yang menyayangkan aksi warga karena dianggap tidak mendukung pelestarian lingkungan, meski ada juga yang menganggapnya sebagai kejadian spontan yang menghibur.
19/05/2026
Seorang pedagang titip jualan mencurahkan isi hatinya di media sosial setelah mengalami kejadian yang cukup membuat kecewa. Ia mengaku sudah berusaha keras, mulai dari begadang untuk memproduksi barang dagangan, hingga bangun sebelum subuh untuk mengantarkannya ke tempat penitipan.
Dengan harapan dagangannya cepat laku dan habis terjual, ia kemudian kembali mengambil barang tersebut. Namun yang terjadi justru di luar dugaan, seluruh dagangannya masih utuh seperti tidak tersentuh.
Setelah ditelusuri, ternyata barang dagangan tersebut tidak dipajang oleh pihak yang dititipi. Alasannya, saat barang diantar kondisi meja sudah penuh, sehingga barang hanya diletakkan di bawah meja dan belum sempat dipajang.
“Katanya saya nganternya agak kesiangan, jadi meja sudah penuh. Akhirnya ditaruh dulu di bawah, nanti kalau sudah longgar baru dipajang,” ungkapnya.
Kejadian ini pun menuai simpati dari warganet. Banyak yang menyoroti pentingnya komunikasi dan kejelasan sistem titip jual agar tidak merugikan pedagang kecil yang sudah bersusah payah memproduksi barang dagangannya.
Bahkan, dari pengalaman ini, ia mengaku kadang bingung harus membawa ke mana sisa dagangan yang tidak terjual.
Kadang juga terpaksa dimakan sendiri agar tidak terbuang, meski di balik itu ada rasa sedih karena modal belum kembali sama sekali.
19/05/2026
Seorang streamer mendadak jadi sorotan warganet setelah potongan video siaran langsungnya saat makan di Mie Gacoan viral di media sosial. Dalam live tersebut, ia terlihat memperlihatkan total tagihan makan sebesar Rp51.500 sambil meminta penontonnya mentraktir lewat pembayaran QRIS.
“Ada yang mau bayarin nggak nih? Gua hitung sampai 100,” ucapnya sambil menunjukkan barcode QRIS ke kamera.
Awalnya suasana siaran terlihat santai. Namun setelah hitungannya selesai dan tidak ada satu pun penonton yang mengirim pembayaran, streamer itu mendadak emosi. Ia kemudian melontarkan umpatan dan menyebut para viewers dengan kata-kata kasar, termasuk menyindir mereka “miskin” karena tidak membayarkan pesanannya.
Cuplikan live tersebut langsung ramai diunggah ulang di berbagai platform media sosial dan memicu banjir kritik dari netizen. Banyak yang menilai sikap streamer tersebut tidak pantas karena terkesan memaksa penonton untuk membayar makanannya, lalu marah saat keinginannya tidak terpenuhi.
Komentar sinis pun bermunculan. Salah satunya berbunyi, “Dia yang makan, viewers yang disuruh bayar. Pas nggak dibayarin malah ngamuk.”
Hingga kini, video tersebut masih ramai diperbincangkan dan menuai beragam reaksi dari pengguna media sosial.
19/05/2026
Ya Allah… balita sekecil ini seharusnya dipeluk dengan kasih sayang, bukan menahan luka di tubuhnya sendiri 😭🤍
Kisah pilu dari Padang ini membuat banyak hati ikut hancur. Seorang balita diduga mengalami penganiayaan hingga tubuhnya dipenuhi luka dan harus merasakan sakit yang tak seharusnya dialami anak seusianya.
Di usia ketika anak kecil belajar tertawa dan bermain, ia justru harus berjuang menahan rasa sakit dan trauma yang mendalam.
Semoga Allah menjaga adik kecil ini, mengangkat rasa sakitnya, dan mengganti semua air matanya dengan kebahagiaan di masa depan 🤲
Dan jika benar ada kezaliman di balik semua ini, semoga keadilan ditegakkan dengan seadil-adilnya. Karena tidak ada satu pun tangisan anak kecil yang luput dari penglihatan Allah.
Cepat sembuh adik kecil… banyak orang mendoakanmu 🤍
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Batam
Batam
49222