Fit Nutritious
Selamat datang di halaman Fit Nutritious. Kami akan melayani seputar kesehatan dan menawarkan produk kesehatan.
13/05/2022
Manfaat Blueberry untuk Kesehatan Ternyata Sangat Dahsyat
Tak hanya rasanya yang nikmat, blueberry juga dikenal dengan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan. Salah satu manfaat blueberry yang dinilai luar biasa adalah meningkatkan daya ingat. Selain itu, masih ada manfaat blueberry lainnya yang juga perlu Anda ketahui.
Bluberi atau blueberry merupakan tanaman buah yang berasal dari Amerika Utara. Saat ini, blueberry bisa didapatkan di mana saja, termasuk Indonesia. Sesuai dengan namanya, blueberry berwarna biru, dan bentuknya bulat dengan ukuran yang kecil.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa buah blueberry diketahui dapat membantu mencegah beberapa jenis penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung.
Berbagai Kandungan Nutrisi yang Terdapat pada Blueberry
Buah blueberry sangat bermanfaat untuk tubuh karena buah ini diketahui mengandung berbagai nutrisi penting sebagai berikut:
Vitamin
Blueberry dikenal sebagai salah satu buah yang kaya akan vitamin, termasuk vitamin C dan vitamin K. Vitamin C bermanfaat untuk memelihara kesehatan kulit dan menjaga daya tahan tubuh. Sementara itu, vitamin K diketahui bermanfaat untuk mencegah perdarahan dan menjaga kesehatan tulang.
Buah blueberry juga mengandung vitamin B6 dan vitamin E, meski dalam jumlah yang sedikit. Vitamin E mampu menjaga kesehatan kulit dan mata, sedangkan vitamin B6 berperan penting dalam memelihara fungsi dan kesehatan saraf serta mendukung pembentukan darah.
Antioksidan
Vitamin C pada blueberry juga dapat berfungsi sebagai antioksidan yang bermanfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Selain vitamin C, antioksidan lain yang terkandung di dalam buah blueberry adalah antosianin dan flavonoid.
Antioksidan pada blueberry bermanfaat untuk menjaga kelancaran aliran darah, mencegah terjadinya aterosklerosis, serta mengurangi risiko kanker.
Karbohidrat Kompleks
Buah blueberry diketahui mengandung 14% karbohidrat dan 84% air, serta kandungan lemak dan protein dalam jumlah kecil. Sebagian besar karbohidrat pada buah blueberry merupakan jenis karbohidrat yang sehat (karbohidrat kompleks).
Tak hanya itu, blueberry juga memiliki indeks glikemik yang cukup rendah sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar gula darah secara drastis. Oleh karena itu, blueberry baik dikonsumsi oleh para penderita diabetes.
Serat
Serat banyak terdapat pada sayuran dan buah, termasuk blueberry. Kandungan serat ini baik untuk mengontrol kadar gula darah, kolesterol, dan berat badan, serta mencegah dan mengobati sembelit.
Mineral
Blueberry mengandung berbagai mineral yang baik bagi kesehatan tubuh, seperti mangan, tembaga, zat besi, kalium, dan zinc. Oleh karena itu, konsumsi blueberry baik untuk menguatkan tulang dan daya tahan tubuh.
Berbagai Manfaat Blueberry bagi Kesehatan
Beragam nutrisi penting yang terkandung di dalam buah blueberry membuat buah ini baik untuk mencegah berbagai penyakit dan memelihara kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa manfaat blueberry bagi kesehatan:
1. Memelihara kesehatan jantung
Blueberry bermanfaat untuk membantu menurunkan kolesterol di dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Hal ini dikarenakan blueberry banyak mengandung serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat mencegah penumpukan lemak dan kerusakan di pembuluh darah jantung.
2. Memelihara kesehatan mental dan otak
Mengonsumsi blueberry secara rutin juga bermanfaat untuk mendukung kesehatan otak serta menjaga daya ingat dan konsentrasi. Beberapa studi menyebutkan bahwa konsumsi buah blueberry secara rutin dan disertai pola hidup sehat dapat mengurangi risiko terjadinya gangguan otak, seperti penyakit Parkinson, stroke, dan demensia.
3. Mencegah penuaan dini
Salah satu manfaat blueberry adalah untuk mencegah penuaan dini. Ini berkat kandungan vitamin C dan antioksidan pada blueberry yang dapat merangsang pembentukan kolagen pada kulit.
Efek ini menjadikan blueberry baik untuk mencegah keriput, memperbaiki tekstur kulit, dan mencegah kerusakan kulit akibat polusi dan paparan sinar matahari.
4. Mengurangi risiko kanker
Kandungan-kandungan nutrisi di dalam blueberry, terutama vitamin C dan antioksidan lainnya dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Zat tersebut juga membantu memperlambat perkembangan beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, kanker mulut, kanker usus besar, dan kanker prostat.
5. Mengontrol gula darah
Sejumlah penelitian membuktikan bahwa mengonsumsi buah berry, termasuk blueberry bisa membantu tubuh untuk mengontrol gula darah. Buah beri diperkaya dengan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Oleh karena itu, buah beri merupakan pilihan yang tepat bagi orang-orang yang memiliki masalah dalam mengatur gula darah.
6. Mengurangi peradangan
Blueberry diketahui kaya akan komponen nabati, seperti flavonoid yang memiliki fungsi sebagai antioksidan dan antiradang. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, buah blueberry tinggi kadar vitamin C yang dapat berfungsi sebagai antioksidan dan membantu proses penyembuhan luka, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memberikan manfaat antipenuaan.
Jika Anda ingin mengonsumsi buah blueberry, pilihlah blueberry yang bersih, matang, berkulit halus, dan berwarna biru cerah. Hindari mengonsumsi buah blueberry yang sudah lunak, layu, dan berjamur.
Selain dikonsumsi secara langsung, blueberry dapat dicampurkan ke dalam pancake, aneka kue, yoghurt, dan oatmeal. Anda juga bisa mengolahnya menjadi minuman seperti jus dan smoothies.
06/05/2022
5 Cara Menjaga Berat Badan Setelah Lebaran
“Kenaikan berat badan adalah hal yang sering dialami oleh banyak orang setelah lebaran. Pasalnya, berbagai makanan lezat kerap tersaji saat lebaran. Namun, memerhatikan porsi makan, memperbanyak buah, dan tetap berolahraga menjadi cara yang bisa dilakukan untuk menjaga berat badan setelah lebaran.”
Setelah berpuasa selama satu bulan, umat Islam akan merayakan hari raya Idulfitri. Biasanya, momen ini identik dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk saling memaafkan. Bukan itu saja, berbagai jenis makanan lezat biasanya tersaji sebagai tradisi menyambut hari lebaran.
Sayangnya berbagai sajian menarik yang ditawarkan kerap membuat kamu lupa diri sehingga makan berlebihan. Selain itu, suasana hangat dan menyenangkan juga membuat kamu tidak sadar begitu banyak camilan lezat yang dikonsumsi ketika berkumpul dengan keluarga. Hal ini pun berisiko membuat berat badan kamu bertambah setelah lebaran.
Nah, sebaiknya ketahui beberapa tips yang bisa dilakukan sebagai cara menjaga berat badan. Dengan begitu kamu akan terhindari dari kenaikan berat badan yang tidak diinginkan setelah lebaran.
Tips Menjaga Berat Badan Setelah Lebaran
Makanan lezat yang memiliki citarasa manis dan mengandung santan menjadi makanan yang identik dengan sajian khas lebaran. Selain itu, suasana lebaran yang begitu menyenangkan kerap membuat sebagian orang lupa diri sehingga mengonsumsi berbagai makanan berlebihan.
Jika tidak menjaga pola makan dengan baik, bukan tidak mungkin kamu akan mengalami kenaikan berat badan setelah lebaran. Nah, untuk menghindari kondisi ini, sebaiknya simak cara menjaga berat badan setelah lebaran berikut ini!
Jalani Pola Makan yang Teratur
Saat merayakan lebaran, sebaiknya jalani pola makan yang teratur. Tetaplah makan di jam makan seperti biasanya. Jika kamu ingin mengonsumsi camilan, sebaiknya pastikan kamu tidak terlalu banyak mengonsumsi camilan.
Setelah lebaran, tetaplah menjalani pola makan yang teratur. Jangan melewati waktu sarapan untuk menjaga berat badan tetap terkontrol. Melewati waktu sarapan tidak akan membantu kamu untuk menurunkan berat badan karena membuat kamu merasa lapar lebih cepat sehingga sulit mengontrol porsi saat makan siang.
Perbanyak Asupan Buah saat Lebaran
Jika kamu ditunjuk sebagai tuan rumah lebaran tahun ini, jangan lupa untuk menyiapkan berbagai jenis buah kesukaan keluarga. Selain menyegarkan, buah juga bisa menjadi camilan sehat untuk dikonsumsi bersama keluarga sehingga kamu bisa menjaga berat badan dengan lebih mudah.
Pasalnya, buah memiliki kandungan serat tinggi yang bisa membantu kamu merasa kenyang lebih lama sehingga keinginan mengonsumsi camilan akan berkurang. Kamu bisa menyajikan buah kurma, pisang, apel, melon, atau jeruk sebagai camilan sehat ketika berkumpul dengan keluarga.
Perhatikan Porsi Makan yang Kamu Konsumsi
Berbagai sajian makanan lezat memang menjadi ciri khas lebaran, tetapi sebaiknya perhatikan jumlah makanan yang kamu konsumsi. Jika ingin mencoba semua makanan yang tersaji, sebaiknya ambil porsi kecil untuk setiap makanan. Jangan lupa untuk memperbanyak porsi sayur yang disediakan agar berat badan tetap terkontrol dengan baik.
Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh Agar Terhindar dari Dehidrasi
Selama berkumpul dengan keluarga di momen lebaran, sebaiknya jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih. Kebutuhan cairan yang terpenuhi dengan baik membuat kamu terhindar dari kondisi dehidrasi.
Saat cairan terpenuhi tubuh dapat membakar kalori dengan lebih baik. Selain itu, ketika tubuh terhidrasi dengan baik kamu bisa menekan nafsu makan sehingga lebih mudah mengontrol berat badan.
Perbanyak Aktivitas Fisik saat Lebaran Maupun Setelahnya
Saat lebaran sebaiknya perbanyak aktivitas fisik di dalam rumah, seperti membersihkan area makan, mencuci piring, atau mengajak keluarga bermain di halaman depan. Setelah lebaran selesai, jangan lupa untuk kembali berolahraga agar kesehatan tetap dalam kondisi yang baik.
Kamu bisa melakukan berbagai jenis olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki, lari, bersepeda, berenang, yoga, hingga melakukan kardio.
27/04/2022
5 Pilihan Olahraga yang Bisa Dilakukan saat Berpuasa
“Meski sedang puasa, kamu dianjurkan untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga. Namun, ketahui dulu apa saja pilihan olahraga saat puasa yang tepat, sehingga tubuh tidak kelelahan.”
Puasa tidak boleh jadi alasan kamu malas berolahraga. Sebaliknya, olahraga tetap perlu dilakukan supaya tubuh tetap bugar dan sehat, sehingga kamu tetap dapat produktif meski sedang berpuasa. Tak hanya itu, olahraga juga membantu meningkatkan sensitivitas hormon insulin sekaligus menjaga kadar gula darah tetap seimbang.
Tak ketinggalan, berbagai manfaat lain olahraga saat puasa, yaitu membantu mendapatkan berat badan ideal, memperlambat proses penuaan tubuh, membuat tidur lebih berkualitas, menguatkan otot dan tulang, dan membantu menjaga kesehatan mental. Namun, olahraga saat puasa tidak boleh dilakukan sembarangan.
Kamu dianjurkan untuk melakukan olahraga dengan intensitas ringan dan durasi yang lebih singkat. Adapun rekomendasi olahraga saat puasa yang dapat kamu lakukan, yaitu:
Yoga
Malas keluar rumah untuk berolahraga karena puasa? Kamu bisa melakukan yoga di rumah. Olahraga satu ini dapat membantu mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik, meningkatkan kebugaran tubuh, dan membuat tubuh serta pikiran menjadi lebih rileks. Kamu bahkan bisa mengikuti kelas yoga secara online atau melihat tutorial melakukan yoga langsung melalui sosial media, lho!
Bersepeda
Menikmati udara pagi atau mengisi waktu luang sebelum berbuka puasa bisa kamu lakukan dengan bersepeda. Olahraga ringan ini juga tidak memerlukan banyak tenaga, tetapi tetap dapat membantu membuat tubuh menjadi lebih sehat. Sambil berkeliling, kamu juga bisa sekalian beli camilan untuk berbuka puasa.
Jalan Kaki
Selain bersepeda, olahraga saat puasa lain yang sangat mudah dilakukan adalah berjalan kaki. Tidak hanya menyehatkan, berjalan kaki juga bisa membuat tubuh dan pikiran lebih tenang, lho! Sebab, kamu melihat pemandangan sekitar dan bertemu dengan orang lain ketika berjalan kaki. Jadi, kamu tidak bosan menunggu waktu berbuka dengan diam di rumah saja.
Tai Chi
Tai Chi termasuk jenis olahraga ringan yang cocok dilakukan ketika sedang berpuasa. Pilihan olahraga ini sangat pas untuk melatih keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan, dan ketenangan. Kamu bisa melakukan olahraga ini sendiri di rumah atau secara berkelompok di area yang luas. Biasanya, Tai Chi banyak dilakukan oleh lansia, tetapi tidak mengurangi manfaatnya jika dilakukan oleh remaja dan usia produktif.
Pilates
Selain Tai Chi, jenis olahraga saat puasa lainnya yang turut membantu meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan adalah pilates. Namun, supaya kamu bisa mendapatkan manfaat dari olahraga ini lebih maksimal, pastikan kamu melakukan setiap gerakannya dengan tepat.
Nah, itu tadi beberapa pilihan olahraga saat puasa yang bisa kamu lakukan untuk membuat tubuh lebih sehat dan bugar selama bulan Ramadan. Kurang aktif bergerak akan membuat kamu menjadi mudah lelah, kurang bertenaga, dan sulit berkonsentrasi, apalagi saat sedang berpuasa.
21/04/2022
Jelang Mudik Lebaran, Ini Cara Menjaga Kondisi Tubuh selama Perjalanan
“Banyak hal yang perlu dipersiapkan agar tubuh tetap sehat selama mudik Lebaran. Mulai dari mencukupi kebutuhan cairan tubuh, hingga mematuhi protokol kesehatan.”
Mudik Lebaran adalah salah satu tradisi yang sudah mengakar bagi masyarakat Muslim di Indonesia saat bulan puasa tiba. Meski jadi hal menyenangkan yang ditunggu-tunggu, mudik juga bisa membuat tubuh jadi lelah akibat perjalanan jauh yang ditempuh.
Oleh karena itu, banyak hal yang perlu dipersiapkan agar kondisi tubuh tetap terjaga selama perjalanan mudik Lebaran. Terlebih di masa pandemi COVID-19 yang belum usai, protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah juga perlu ditaati.
Tips Sehat selama Mudik Lebaran
Agar mudik Lebaran berjalan lancar dan kondisi tubuh tetap sehat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan, yaitu:
Lakukan Persiapan yang Matang
Persiapkan kondisi kendaraan yang digunakan untuk perjalanan mudik. Jika kamu menggunakan moda transportasi umum, sebaiknya pilih kendaraan yang kamu rasa nyaman untuk perjalanan mudik nanti.
Jangan lupa juga untuk istirahat yang cukup sebelum kamu melakukan perjalanan mudik. Agar kamu tetap sehat dan bugar setelah sampai di kampung halaman.
Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi
Dalam perjalanan ke kampung halaman, penuhi asupan nutrisi dan gizi dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Siapkan bekal sehat untuk perjalanan mudik Lebaran. Bekal makanan yang kamu bawa juga tidak boleh sembarangan.
Kamu bisa membawa roti gandum sebagai pengganti nasi yang tinggi serat. Selain itu, buah-buahan bisa kamu jadikan penambah nutrisi. Selain kaya manfaat, mengonsumsi buah dapat menjaga tubuh tetap prima selama perjalanan.
Istirahat Jika Lelah
Ketika merasa lelah selama perjalanan mudik Lebaran, sebaiknya segera istirahat dan jangan memaksakan diri. Terutama jika kamu membawa kendaraan pribadi.
Perhatikan Asupan Cairan
Selain makanan, perhatikan juga asupan cairan selama mudik Lebaran. Tubuh akan lebih banyak terpapar polusi saat perjalanan mudik. Oleh sebab itu sebaiknya cukupi kebutuhan cairan agar racun yang masuk dalam tubuh dapat dengan mudah dihilangkan.
Mencukupi kebutuhan cairan pada saat mudik Lebaran juga dapat mencegah dehidrasi. Selain dari air putih, cairan tubuh juga bisa dipenuhi dengan mengonsumsi buah-buahan tinggi kadar air.
Sediakan Obat-obatan Pribadi
Tidak ada salahnya untuk menyiapkan obat-obatan selama perjalanan mudik Lebaran. Terutama jika kamu memiliki penyakit yang mengharuskan kamu mengonsumsi obat secara teratur, sebaiknya jangan lupa untuk dibawa ketika perjalanan mudik, ya.
Konsumsi Suplemen atau Vitamin Kesehatan
Vitamin penting untuk menjaga daya tahan tubuh. Kamu bisa konsumsi vitamin C selama perjalanan agar kesehatan terjaga. Berbagai vitamin sebenarnya bisa didapatkan secara alami dari buah dan sayur. Namun, jika merasa butuh asupan lebih, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan.
Ikuti Syarat dan Protokol Kesehatan dari Pemerintah
Mudik Lebaran 2022 bisa dibilang berbeda dan paling dinanti-nantikan. Pasalnya, semenjak pandemi COVID-19, baru di tahun 2022 Pemerintah akhirnya memperbolehkan masyarakat untuk mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tentunya, ada hal-hal yang jadi syarat dan perlu diperhatikan. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022, tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang dikeluarkan pada 2 April 2022.
Salah satu ketentuan yang harus diperhatikan adalah soal vaksinasi booster.
Dalam SE tersebut, disebutkan bahwa Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), termasuk pemudik, perlu mendapatkan vaksin booster jika tidak ingin menunjukan hasil negatif tes RT-PCR atau rapid test antigen.
Sementara itu, bagi yang belum atau tidak bisa mendapatkan booster, ketentuannya adalah sebagai berikut:
Bagi yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan kedua, wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen dalam kurun waktu 1 x 24 jam atau hasil negatif tes RT PCR dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
Bagi yang baru mendapatkan vaksinasi dosis pertama saja, atau yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk divaksin, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam sebelum keberangkatan.
Bagi pengidap kondisi kesehatan khusus, juga harus melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.
Selain mendapatkan vaksin booster, protokol kesehatan juga perlu dipatuhi selama mudik Lebaran, seperti:
Menggunakan masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut dan dagu.
Mengganti masker secara berkala setiap empat jam, dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan.
Mencuci tangan secara berkala menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer, terutama setelah menyentuh benda yang disentuh orang lain.
Menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain serta menghindari kerumunan.
Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara.
Tidak diperkenankan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan penerbangan bagi perjalanan yang kurang dari 2 jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.
16/04/2022
Gejala Mirip, Ini Perbedaan Maag dan Salmonellosis
Sakit maag dengan infeksi bakteri Salmonella (salmonellosis) terkadang memiliki gejala yang begitu mirip. Keduanya bisa menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman di perut, membuat maag dan salmonellosis kerap dikira sama. Padahal, keduanya merupakan penyakit yang berbeda. Jika dicermati, ada beberapa perbedaan, tak hanya soal gejala, tetapi juga penyebab dan cara penanganannya. Sakit maag atau dispepsia merupakan penyakit dengan gejala berupa nyeri dan panas pada lambung. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat berbagai hal, yaitu luka terbuka pada lambung (tukak), infeksi bakteri H. pylori, efek samping obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), dan stres. Sementara itu, salmonellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella pada saluran usus.
Gejala Maag VS Salmonellosis
Umumnya, gejala sakit maag bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dengan perawatan rumahan. Namun, segera temui dokter jika gejala sakit maag terjadi terus-menerus, atau disertai gejala seperti:
Muntah.
Sulit menelan.
Nyeri ulu hati.
Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
Sementara itu, gejala yang bisa timbul ketika terkena salmonellosis, yaitu:
Diare.
Mual dan muntah.
Demam dan menggigil.
Kram perut.
Sakit kepala.
Terdapat darah dalam feses.
Waspada, jangan main-main dengan salmonellosis. Infeksi bakteri ini bisa menyebabkan peradangan di saluran pencernaan usus besar dan kecil. Dampaknya, akan bisa terjadi sekitar 7 hingga 36 jam setelah mengonsumsinya. Orang yang mengalami infeksi bakteri ini bisa mengalami gejala-gejala di atas.
Penyebab Maag VS Salmonellosis
Sakit maag dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti:
Kebiasaan makan terlalu banyak dan cepat.
Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas dan berlemak.
Luka pada lambung (tukak lambung).
Peradangan pada pankreas.
Tersumbatnya usus.
Infeksi bakteri H. pylori.
Efek samping obat antiinflamasi non-steroid (OAINS).
Stres.
mentara itu, penyebab terjadinya salmonellosis lebih spesifik, yaitu infeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Selain itu, bakteri Salmonella juga dapat ditularkan dari satu orang ke orang lainnya yang terinfeksi salmonellosis.
Terdapat beberapa makanan yang perlu diwaspadai. Umumnya bakteri salmonella masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi telur setengah matang.
Namun, daging ayam dan ikan juga disukai bakteri Salmonella karena kandungan airnya yang cukup tinggi. Kondisi ini memudahkan bakteri untuk berkembang biak dan hidup di dalamnya.
Beberapa faktor lainnya yang meningkatkan risiko seseorang terkena salmonellosis adalah:
Usia. Kelompok usia yang rentan terinfeksi bakteri Salmonella adalah bayi, balita, dan lansia di atas 65 tahun.
Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS, pasien transplantasi organ, dan orang yang sedang menerima pengobatan kemoterapi dan radiasi.
Memiliki riwayat penyakit peradangan usus. Sel-sel selaput lendir pada usus yang telah mengalami kerusakan sebelumnya lebih rentan terinfeksi bakteri Salmonella.
Penggunaan obat antasida. Obat ini dapat menyebabkan penurunan pH dalam lambung, sehingga bakteri Salmonella dapat bertahan hidup dan menginfeksi usus.
Penggunaan antibiotik minum tanpa indikasi yang tepat. Mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter dapat menurunkan jumlah bakteri baik dalam usus, sehingga Salmonella dengan mudah menginfeksi.
Pencegahan Maag VS Salmonella
Sakit maag dapat dicegah dengan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkannya. Beberapa cara yang dapat dilakukan agar bisa terhindar dari penyakit ini adalah:
Makanlah secara perlahan, dalam porsi yang kecil.
Kurangi konsumsi makanan pedas dan berlemak.
Batasi minuman berkafein.
Hindari obat-obatan yang dapat menyebabkan nyeri lambung.
Sementara itu, untuk mencegah salmonellosis, beberapa upaya yang dapat dilakukan, yaitu:
Mencuci bahan-bahan makanan dan peralatan makan dengan bersih, dan menggunakan air mengalir.
Memasak air dan makanan yang dikonsumsi hingga benar-benar matang.
Biasakan diri untuk selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Sebaiknya, selalu rutin mencuci tangan setelah berkontak dengan hewan, sebelum dan setelah makan, sebelum mengolah atau memegang makanan, serta setelah menggunakan toilet.
14/04/2022
Sering Pusing, Mungkin Terkena 5 Penyakit Ini
“Pusing yang sering muncul sebaiknya tidak disepelekan begitu saja. Sebab, kondisi ini bisa muncul sebagai tanda dari penyakit tertentu. Ada beberapa jenis penyakit yang bisa menyebabkan pengidapnya sering pusing, seperti hipotensi, hipoglikemia, vertigo, anemia, serta dehidrasi.”
Banyak hal yang menjadi penyebab kamu sering merasa pusing dan tidak kunjung hilang. Salah satunya karena adanya indikasi penyakit atau gangguan pada kesehatan. Pusing merupakan suatu rasa yang menggambarkan kondisi yang dialami oleh tubuh, seperti kehilangan keseimbangan, limbung, atau seperti mau pingsan. Pusing umum terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
Terkadang rasa pusing yang dirasakan tiap orang berbeda tergantung dari penyebab pusing. Meskipun kebanyakan rasa pusing bukan indikasi dari gangguan kesehatan yang serius, namun pemeriksaan dokter atau pengecekan diperlukan untuk mengetahui penyebab pusing tersebut. Apalagi jika pusing yang kamu rasakan sudah mengganggu kegiatan kamu sehari-hari.
Ketika pusing yang dirasakan tidak kunjung reda, ada baiknya kamu waspada. Sering merasakan pusing, mungkin kamu mengalami beberapa penyakit di bawah ini:
1. Hipotensi
Hipotensi biasa dikenal juga tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah. Terhambatnya aliran darah menuju otak dan organ tubuh lainnya dapat menyebabkan kamu merasa pusing. Tidak hanya pusing, ada beberapa gejala lain yang kamu rasakan ketika kamu mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi, seperti pucat, pandangan menjadi buram, jantung berdebar kencang, mual dan paling parah pingsan.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami darah rendah, seperti usia bahkan cuaca. Cuaca yang terlalu panas terkadang menyebabkan seseorang mengalami tekanan darah rendah secara tiba-tiba.
2. Vertigo
Vertigo adalah kondisi kelainan dalam proses pengiriman sinyal saraf dari mata menuju ke otak. Akibatnya ada gangguan keseimbangan pada seseorang yang mengalami kelainan ini. Rasa pusing yang kamu rasakan ketika vertigo sedikit berbeda dengan rasa pusing yang kamu rasakan ketika mengalami hipotensi. Pusing akibat vertigo terasa lebih berputar. Beberapa penyebab yang membuat kamu mengalami vertigo, salah satunya adalah terjadinya cedera bagian kepala. Sebaiknya segera istirahat jika kamu mengalami pusing yang berputar atau vertigo.
3. Hipoglikemia
Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang disebabkan karena kadar gula dalam darah di bawah normal dan gejala awalnya adalah pusing. Tidak hanya pusing, ketika mengalami hipoglikemia kamu akan merasakan kelelahan, gemetar, merasa lapar, jantung berdebar, dan mudah marah. Kamu bisa lakukan pencegahan terhadap kondisi hipoglikemia dengan mengonsumsi makanan sehat, makan sesuai dengan aktivitas yang akan kamu lakukan, selalu pantau kadar gula darah secara berkala dan selalu siapkan cemilan untuk menunda rasa lapar.
4. Anemia
Ketika kamu memiliki penyakit anemia, gejala yang biasanya muncul adalah pusing. Anemia adalah kondisi saat jumlah sel darah merah dalam tubuh lebih rendah dari jumlah normal. Ketika anemia kambuh, maka tubuh tidak mencukupi kebutuhan darah serta oksigen dalam tubuh dan ini menyebabkan kamu merasakan pusing. Jangan anggap sepele masalah anemia, karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
5. Dehidrasi
Dehidrasi juga dapat membuat kamu mengalami pusing. Sebaiknya penuhi kebutuhan asupan air dalam tubuh agar kamu terhindar dari rasa pusing maupun vertigo.
11/04/2022
Tips Lancar Berpuasa untuk Pengidap Hipotensi
“Biasanya gejala hipotensi bisa kambuh saat menjalani puasa. Ini karena selama puasa, tubuh akan menerima lebih sedikit cairan dan asupan garam. Jadi, sangat penting untuk mengetahui cara berpuasa yang aman untuk pengidap hipotensi.”
Menjelang bulan Ramadan, ibadah puasa seharusnya tidak menjadi halangan bagi pengidap hipotensi atau tekanan darah rendah yang ingin berpuasa. Hanya saja, pengidap hipotensi harus waspada jika muncul gejala seperti pusing, pingsan, hingga mual saat berpuasa.
Darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi tekanan darah yang tidak normal karena terlalu rendah. Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah rendah jika saat pengukuran tekanan darah, hasilnya bisa kurang dari 90/60 mmHg. Biasanya gejala hipotensi ini bisa kambuh akibat minimnya jumlah konsumsi cairan dan garam ke dalam tubuh selama puasa.
Lantas, bagaimana agar pengidap hipotensi bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut ini!
Tips Puasa untuk Pengidap Hipotensi
Berikut ini beberapa tips puasa untuk pengidap hipotensi:
Cek Kondisi Kesehatan
Sebelum puasa, sebaiknya pengidap hipotensi menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan ini dapat meliputi pengukuran tekanan darah. Jika dokter menyarankan untuk menjalankan pengobatan, mintalah agar pengobatan disesuaikan dengan ketentuan selama puasa.
Perhatikan Asupan Makanan
Saat menjalankan ibadah puasa, penting untuk selalu memperhatikan asupan makanan, baik saat saat sahur, maupun berbuka. Untuk menu sahur, dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang butuh waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Contohnya beras, roti, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
Kacang-kacangan juga dikenal mampu meningkatkan tekanan darah. Jadi, jangan lupa untuk sertakan buncis, kacang merah, kacang polong, dan kacang hijau ke dalam menu sahur dan makan malam setelah berbuka puasa.
Sahur dan Berbuka Tepat Waktu
Satu hal yang tak kalah penting yaitu usahakan sahur dan berbuka tepat pada waktunya. Pastikan juga untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum 6-8 gelas per hari, ini dilakukan agar sirkulasi cairan dalam tubuh berjalan lancar. Dengan asupan air yang cukup, tekanan darah selama berpuasa pun akan kembali normal.
Lakukan Olahraga Ringan
Kebanyakan orang berpikir bahwa olahraga hanya akan membuat tubuh jadi cepat lelah saat puasa. Padahal olahraga sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko darah rendah, khususnya bagi pengidap hipotensi. Tidak perlu olahraga berat, cukup lakukan joging minimal 30 menit setiap hari untuk menstabilkan tekanan darah. Dengan begitu ibadah puasa pun tidak akan terganggu.
Bergerak Secara Perlahan
Perhatikan juga setiap gerakan tubuh. Pengidap hipotensi sebisa mungkin harus menghindari gerakan yang sifatnya tiba-tiba. Misalnya mendadak berdiri setelah duduk, atau jalan yang terburu-buru.
Cukupi Kebutuhan Cairan
Saat mengalami dehidrasi, volume darah akan berkurang. Hal tersebut dapat menyebabkan tekanan darah menurun. Dokter biasanya merekomendasikan untuk minum setidaknya dua liter air setiap hari. Namun jika cuaca panas atau aktivitas tinggi, kamu boleh minum lebih banyak dari itu.
Lengkapi dengan Suplemen Vitamin B12
Vitamin B12 berperan penting dalam membantu tubuh memproduksi sel darah merah yang sehat. Kekurangan vitamin penting ini dapat menyebabkan anemia, yang kemudian bisa menurunkan tekanan darah dan dapat mengakibatkan pendarahan yang berlebihan. Selain itu kekurangan vitamin ini juga berpotensi menyebabkan kerusakan organ dan saraf.
Kamu bisa mendapatkan vitamin B12 melalui makanan seperti telur, ayam, ikan, dan produk susu rendah lemak. Namun jika kesulitan mendapatkannya melalui makanan, kamu bisa melengkapinya melalui suplemen vitamin.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Karang Satria, Tambun
Bekasi Jaya
17110