Brita
Halo teman teman selamat datang di halaman kami, halaman kami akan rutin menyajikan info seputar kes
22/10/2021
Penyebab dan Cara Mengatasi Kebotakan
Sebagian besar orang mulai mengalami kebotakan di usia 50 tahun, namun ada juga ada mengalaminya di usia kurang dari 21 tahun. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari faktor keturunan hingga penyakit tertentu. Untuk dapat mengatasi kebotakan, kita perlu mengetahui dulu apa saja penyebabnya.
Rambut rontok yang parah dapat menyebabkan kebotakan. Ada kalanya kebotakan tersebut membentuk pola tertentu. Ada yang menyerupai bentuk M karena kebotakan hanya terjadi di daerah pelipis atau berbentuk bulat di puncak kepala saja. Kondisi ini sering kali terjadi pada pria, namun wanita juga dapat mengalaminya.
Penyebab Kebotakan
Sekitar 100 helai rambut akan rontok setiap harinya, tapi ini tidak menyebabkan kebotakan karena rambut baru akan tumbuh di saat bersamaan. Kebotakan baru akan terjadi ketika pertumbuhan rambut terganggu atau folikel rambut rusak.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan kebotakan adalah:
Faktor genetik atau keturunan.
Perubahan hormon.
Kondisi atau penyakit tertentu, seperti kekurangan gizi, sifilis, anemia, gangguan tiroid, dan infeksi jamur di kepala.
Pasca pemulihan operasi atau sakit berat.
Efek samping obat atau suplemen tertentu.
Menjalani terapi radiasi atau kemoterapi.
Stres berat.
Penggunaan produk perawatan rambut atau penataan rambut dalam gaya tertentu.
Cara Mengatasi Kebotakan
Kebotakan dapat mengganggu kepercayaan diri seseorang, yang mungkin akan berpengaruh pada kehidupan sosial dan produktivitasnya. Maka dari itu, penting untuk memahami cara-cara mengatasi kebotakan, sebelum bertambah luas. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi kebotakan:
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi rambut
Protein, asam lemak omega-3, zat besi, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan vitamin D penting untuk menyuburkan dan menjaga kekuatan rambut. Nutrisi ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi daging, ikan, telur, susu, dan kacang kedelai setiap harinya. Selain itu, konsumsilah juga beragam jenis makanan sehat setiap hari, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, dan daging tanpa lemak.
2. Mengurangi penggunaan alat penata rambut
Pelurus, pengering rambut, hingga sisir yang bergigi rapat dapat memperparah kerontokan dan kebotakan rambut. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penggunaan alat-alat ini secara berlebihan. Hindari juga terlalu sering keramas dan menyisir rambut yang masih basah, karena dapat menyebabkan kerontokan.
3. Mengonsumsi obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat, seperti minoxidil atau finasteride, juga dapat menjadi cara mengatasi kebotakan. Selain itu, bahan alami tertentu, seperti minyak jojoba dan lidah buaya, juga bisa membantu merangsang pertumbuhan rambut. Tentu saja penggunannya harus diresepkan oleh dokter guna meminimalkan risiko atau efek sampingnya.
4. Menata rambut dengan gaya berbeda
Anda dapat berkonsultasi dengan penata rambut Anda untuk menemukan gaya rambut yang dapat menyamarkan kebotakan atau membuat rambut terlihat lebih tebal.
5. Mengenakan wig
Wig dapat digunakan terutama jika kebotakan yang dialami sudah parah. Pemilihan rambut palsu ini dapat disesuaikan dengan warna, tekstur, dan gaya rambut yang diinginkan.
6. Meredakan stres
Salah satu cara untuk mencegah kerontokan rambut adalah meredakan stres. Stres dapat meningkatkan peradangan di dalam tubuh dan memengaruhi hormon, sehingga menyebabkan kebotakan rambut.
Selain itu, ada kalanya kebotakan disebabkan oleh gangguan psikologis, misalnya depresi. Untuk membantu mengatasi kebotakan terkait masalah psikologis seperti ini, dibutuhkan konseling dengan psikiater atau psikolog.
7. Melakukan transplantasi rambut
Transplantasi rambut dilakukan dengan memindahkan rambut dari area yang subur untuk kemudian ditanamkan ke area yang botak. Metode ini bersifat permanen dan terlihat alami, namun biayanya cukup mahal.
Untuk menentukan penyebab pasti dari kerontokan rambut dan kebotakan, perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan menilai parah tidaknya kerontokan rambut, melihat pola kebotakan, serta mungkin melakukan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan biopsi kulit kepala, untuk menentukan penyebab kebotakan.
Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan menentukan langkah penanganan yang terbaik untuk mengatasi kebotakan, sesuai penyebab tersebut.
5 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan
Kalau kamu concern sama kesehatan kulitmu, jangan asal mengombinasikan skincare, ya. Pasalnya, ada beberapa kandungan skincare yang tidak boleh kamu pakai secara bersamaan. Bukannya menyehatkan, mengombinasikan skincare dengan tidak tepat justru bisa berdampak buruk bagi kulitmu.
Layering skincare atau memakai skincare berlapis-lapis kini tengah menjadi tren perawatan kulit yang dilakukan oleh banyak wanita. Berbagai penelitian juga telah membuktikan, mengombinasikan berbagai bahan skincare dapat memaksimalkan manfaatnya dalam menjaga kesehatan dan kecantikan kulit.
Contohnya, kombinasi skincare vitamin C dan vitamin E lebih efektif dalam mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar UV, dibandingkan dengan memakai skincare vitamin C saja. Meski begitu, tidak semua kandungan skincare bisa dikombinasikan dan dipakai secara bersamaan, lho.
Bahan-Bahan Skincare yang Tidak Boleh Dipakai Bersamaan
Mengombinasikan kandungan skincare dengan tidak tepat bukan hanya dapat mengurangi efektivitas produk, tapi juga memicu berbagai masalah kulit, seperti iritasi dan kulit kering. Oleh karena itu, kamu perlu lebih selektif saat menggunakan produk skincare.
Berikut ini adalah beberapa bahan atau kandungan skincare yang tidak boleh dipakai bersamaan:
1. Retinol dan alpha hydroxy acid (AHA)
Vitamin A dan zat turunannya, seperti retinol dan retinoid, serta alpha hydroxy acid, seperti asam glikolat, bermanfaat untuk memperbaiki jaringan kulit, mengangkat sel-sel kulit mati (eksfoliasi), serta mencegah dan mengatasi munculnya tanda-tanda penuaan di kulit.
Meski demikian, karena sama-sama memiliki efek eksfoliasi, penggunaan kedua zat ini bisa membuat lapisan kulit terlalu banyak terkikis, sehingga kulit bisa menjadi memerah, mengelupas, dan terasa perih akibat iritasi.
Jika ingin menggunakan kedua produk skincare ini, kamu bisa memakainya dihari yang berbeda. Misalnya, hari senin untuk vitamin A dan hari selasa untuk AHA.
2. Retinol dan benzoyl peroxide
Jika kamu memiliki masalah kulit berjerawat, mungkin sudah tidak asing dengan kedua kandungan skincare ini. Namun, tahukah kamu, kalau retinol atau retinoid dan benzoyl peroxide tidak boleh dipakai secara bersamaan, lho!
Pasalnya, bahan skincare penghilang jerawat yang mengandung benzoyl peroxide justru dapat membuat retinol tidak dapat bekerja dengan baik. Selain itu, kedua bahan ini juga cenderung bersifat iritatif, sehingga bisa membuat kulit terluka dan iritasi, apabila digunakan bersamaan.
Alih-alih terbebas dari jerawat, pemakaian kedua bahan skincare ini secara bersamaan justru bisa membuat kulit menjadi lebih kering, terkelupas, perih, dan mengalami breakout.
Untuk menyiasatinya, kamu bisa memakai kedua skincare ini secara bergantian, misalnya benzoyl peroxide di pagi hari dan retinol di malam hari atau di hari yang berbeda.
3. Retinol atau retinoid dan vitamin C
Vitamin C adalah salah satu bahan skincare yang menjadi favorit banyak orang karena dapat mencerahkan dan memperbaiki jaringan kulit, menghilangkan bercak hitam atau hiperpigmentasi kulit, serta mencegah penuaan. Vitamin C juga tergolong aman digunakan oleh semua jenis kulit.
Namun, vitamin C tidak dapat berfungsi dengan baik ketika digunakan bersamaan dengan retinol. Kedua kandungan ini memiliki tingkat pH yang berbeda, retinol memiliki kadar pH yang lebih tinggi (basa), sedangkan vitamin C memiliki pH lebih rendah (asam).
Ketika dipakai bersamaan, retinol dan vitamin C tidak dapat bekerja secara optimal dan justru bisa membuat kulit mengalami pengelupasan secara berlebihan. Penggunaan kedua bahan skincare ini secara bersamaan juga bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, debu, sabun, dan kosmetik.
4. Retinol dan asam salisilat
Asam salisilat merupakan sejenis zat asam yang umum digunakan dalam produk skincare. Umumnya, bahan ini lebih cocok digunakan oleh orang yang memiliki kulit berminyak dan berjerawat karena dapat membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, serta mengurangi minyak (sebum).
Meski demikian, pemakaian asam salisilat tidak boleh dibarengi dengan retinol, ya. Sebab, kombinasi keduanya dapat membuat kulit menjadi lebih kering atau justru membuat kulit menjadi lebih berminyak. Hal ini bisa membuat kulit menjadi berkomedo dan mudah muncul jerawat.
Untuk menyiasatinya, Anda bisa menggunakan produk skincare yang berbahan asam salisilat di pagi hari dan retinol di malam hari.
5. Benzoyl peroxide dan vitamin C
Benzoyl peroxide dan vitamin C bukanlah kombinasi yang tepat untuk layering skincare. Jika dipakai berbarengan, kedua bahan ini tidak akan bekerja dengan efektif dan jusrtu bisa memicu reaksi iritasi kulit.
Agar bisa mendapatkan manfaatnya, benzoyl peroxide dan vitamin C bisa kamu gunakan dihari yang berbeda, ya.
13/10/2021
Cermat dalam Memilih Rumah Makan yang Tepat
Rumah makan yang baik harus memperhatikan kebersihan tempat, makanan yang disajikan, peralatan makan dan masak, serta karyawannya. Dengan demikian, makanan yang disajikan pun aman dikonsumsi dan bebas dari kuman serta virus penyebab penyakit.
Aturan mengenai kebersihan dan sanitasi rumah makan sudah diatur oleh pemerintah melalui perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Aturan ini wajib dipatuhi oleh setiap pelaku usaha kuliner agar melindungi para konsumen dari hal-hal yang bisa membahayakan kesehatan.
Cermat dalam Memilih Rumah Makan yang Tepat - Alodokter
Selain mewajibkan seluruh ruangan di rumah makan untuk selalu bersih, terutama dapur dan tempat makan, peraturan tersebut juga mengharuskan rumah makan untuk memiliki fasilitas sanitasi, seperti sarana air bersih, toilet, tempat cuci tangan, bak sampah, dan peralatan kebersihan.
Semangat dan terus jaga pola makan
05/10/2021
Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi
Hipertensi bisa diatasi dengan menjalani pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, dan mengurangi konsumsi minuman berkafein. Namun, jika tekanan darah sudah cukup tinggi, pasien juga diharuskan mengonsumsi obat penurun tekanan darah.
Untuk mencegah tekanan darah tinggi, lakukan olahraga secara rutin dan jaga berat badan agar tetap ideal. Periksakan juga tekanan darah secara berkala ke dokter, terlebih jika Anda memiliki faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi
Penyebab dan Gejala Hipertensi
Hipertensi terbagi ke dalam hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer tidak diketahui penyebabnya dengan pasti, sedangkan hipertensi sekunder dapat terjadi antara lain akibat penyakit ginjal, sleep apnea, dan kecanduan alkohol.
Hipertensi memiliki istilah silent killer atau penyakit yang membunuh secara diam-diam. Hal ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apa pun, sampai tekanan darahnya sudah terlalu tinggi dan mengancam nyawa. Oleh sebab itu, penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, baik secara mandiri atau dengan datang ke dokter.
Selain itu, ada juga beberapa tips lain bagi Anda yang ingin memulai rutinitas lari pagi untuk menurunkan berat badan, antara lain:
Jangan lewatkan sarapan dan pilihlah makanan yang mengandung protein dan karbohidrat, misalnya telur, pisang, atau yogurt.
Lakukan pemanasan dan peregangan sekitar 5 menit sebelum berlari.
Kenakan sepatu lari yang nyaman dan kuat serta pas dengan ukuran kaki Anda.
Kenakanlah pakaian yang nyaman. Khusus wanita, Anda disarankan untuk memakai bra olahraga guna menghindari rasa sakit.
Siapkan air minum, baik air putih atau minuman isotonik, untuk mencegah dehidrasi.
Mulailah lari pagi minimal 30 menit selama 3–4 hari per minggu terlebih dahulu. Kemudian, tingkatkan durasi dan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh Anda.
Lakukan pendinginan setelah berlari dengan berjalan selama sekitar 5 menit atau kurangi kecepatan berlari secara bertahap.
Tips Memulai Rutinitas Lari Pagi untuk Menurunkan Berat Badan
Rutinitas lari pagi sebaiknya dilakukan di bawah jam 10 pagi atau kalau bisa sebelum jam 6 pagi, sebab semakin siang Anda memulainya, cuaca akan semakin terik dan panas. Ini bisa berisiko menyebabkan Anda mengalami dehidrasi dan heatstroke.
Bagi yang baru memulai olahraga lari pagi, Anda disarankan untuk memulainya secara perlahan atau mulailah berlari dengan durasi sekitar 15 menit. Setelah tubuh sudah terbiasa, Anda bisa meningkatkan durasi lari pagi menjadi sekitar 20−30 menit dan lakukanlah minimal 3 kali seminggu.
Apabila Anda enggan berlari di luar rumah atau ingin menjauhi paparan sinar matahari, Anda bisa berlari pagi di dalam rumah dengan bantuan alat treadmill di atau di sasana olahraga (gym).
Manfaat Lari Pagi untuk Menurunkan Berat Badan
Ada beberapa jenis latihan lari yang memiliki tujuan dan manfaatnya masing-masing. Jenis latihan lari yang Anda pilih bisa menentukan seberapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan.
Agar bisa memperoleh manfaat lari pagi untuk menurunkan berat badan dengan maksimal, Anda disarankan untuk melakukan latihan lari dengan intensitas sedang atau tinggi, seperti sprint, HIIT, dan hill run atau lari menanjak.
Jenis latihan lari dengan intensitas tersebut dinilai mampu membakar kalori lebih efektif, bahkan bisa terus membakar kalori hingga 48 jam setelah selesai berlari. Ini karena lari dengan intensitas tinggi menggunakan lebih banyak otot dan membutuhkan lebih banyak energi untuk fase pemulihan.
Dengan tambahan ekstra kalori yang terbakar setelah berlari, tak mengherankan jika olahraga ini kerap menjadi andalan bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau mengurangi jumlah jaringan lemak di tubuhnya.
Jika lari pagi dilakukan dengan konsisten, manfaatnya tak hanya dapat menurunkan berat badan, tetapi juga dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Olahraga ini juga baik untuk mengurangi stres dan memperbaiki kualitas tidur.
Halo teman teman selamat datang di halaman kami, halaman kami akan rutin menyajikan info seputar kesehatan dan jangan ragu untuk meninggalkan pesan dan komentar jika dirasa perlu.
Terima Kasih, good luck..
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Karang Satria
Bekasi Jaya
17510