Awwe

Awwe

Share

WELCOME

17/05/2021

Cara Mempercepat Proses Persalinan yang Disarankan Dokter

Upaya mempercepat proses persalinan perlu dilakukan ketika ibu hamil belum juga melahirkan meski hari perkiraan lahir sudah lewat 2 minggu. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan proses persalinan lebih lama dan meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada janin.

Selain kehamilan yang sudah melewati waktu prediksi, mempercepat proses persalinan atau induksi persalinan juga perlu dilakukan jika ibu hamil mengalami ketuban pecah namun belum diikuti tanda-tanda persalinan lain, plasenta tak lagi berfungsi, atau menderita kondisi yang dapat membahayakan janin.

Cara Mempercepat Proses Persalinan yang Disarankan Dokter - Alodokter

Mempercepat proses persalinan dapat dilakukan secara alami di rumah atau melalui tindakan medis. Untuk mengetahui apa saja caranya, simak penjelasan berikut.

Cara Alami Mempercepat Proses Persalinan
Perhitungan hari perkiraan lahir memang tidak selalu akurat, karena tiap ibu hamil dapat melahirkan waktu yang berbeda. Namun, jika ibu hamil belum juga melahirkan pada waktu yang telah diprediksi, terutama jika sudah melewati beberapa minggu dari waktu perkiraan lahir, maka hal itu perlu diwaspadai.

Kendati efektivitasnya masih dipertanyakan, beberapa cara di bawah ini patut Bumil pertimbangkan guna mempercepat proses persalinan:

1. Berhubungan intim
Salah satu cara yang diyakini dapat mempercepat proses persalinan adalah dengan melakukan hubungan intim. Beberapa penelitian menyatakan bahwa berhubungan intim saat usia kehamilan di atas 36 minggu dapat menurunkan risiko terlambatnya persalinan. Hal itu dikarenakan zat prostaglandin yang terkandung dalam sperma diyakini dapat memicu kontraksi.

Jadi, pastikan suami ejakulasi di dalam va**na ketika Bumil mencobanya nanti, ya. Selain itu, pilihlah posisi bersenggama yang tidak membahayakan kehamilan, seperti women on top, doggy style, atau posisi sambil berdiri jika memungkinkan.

2. Merangsang puting payudara
Mengingat berhubungan intim tidak selalu bisa dilakukan, Bumil dapat mempercepat proses persalinan dengan cara lain dan lebih sederhana, yaitu merangsang puting payudara.

Menyentuh atau mengusap-usap dengan lembut puting payudara dapat membuat tubuh Bumil memproduksi hormon yang disebut oksitosin. Hormon inilah yang kemudian berperan dalam memicu kontraksi, sehingga persalinan dapat segera dimulai.

Kendati mudah diterapkan, namun Bumil tetap harus hati-hati. Jika rangsangan yang diberikan terlalu berlebihan, besar kemungkinan kontraksi yang terjadi pun akan sangat kuat dan justru membahayakan bayi saat dilahirkan. Sebaiknya diskusikan lebih dulu dengan dokter sebelum melakukannya.

3. Berolahraga
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa rutin olahraga selama hamil bukan hanya mencegah ibu hamil dan janin dari berbagai penyakit, tapi juga dapat mempermudah sekaligus mempercepat proses persalinan.

Beberapa jenis olahraga yang dapat Bumil pilih yaitu jalan santai, senam hamil, squat, latihan Kegel, yoga, atau pilates. Hindari olahraga yang menuntut Bumil untuk melompat, misalnya lompat tali, karena justru dapat berdampak buruk pada kehamilan.

4. Pijatan
Hamil tua dan belum ada tanda-tanda persalinan tentu bisa membuat Bumil frustasi. Namun untuk mengatasinya, cobalah lakukan pijatan. Pijat pada ibu hamil dapat membantu mengurangi rasa cemas, nyeri, dan merelaksasi tubuh. Selain itu, pijatan juga dapat membantu merangsang persalinan.

Pijatan di titik akupresur tertentu, seperti pada telapak kaki, betis, telapak tangan, tumit, dan panggul, dipercaya bisa membantu mempercepat persalinan.

Mempercepat proses persalinan dengan cara-cara alami di atas memang mudah dilakukan. Namun, mengingat keamanan dan efektivitasnya masih belum diketahui secara pasti, maka sebelum mencobanya, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter kandungan.

Penanganan Medis untuk Mempercepat Proses Persalinan
Penanganan secara medis merupakan cara paling efektif dan aman untuk menginduksi persalinan. Beberapa tindakan untuk mempercepat proses persalinan adalah:

Penggunaan obat-obatan
Salah satu jenis obat untuk mempercepat persalinan adalah hormon oksitosin. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, oksitosin merupakan hormon yang bisa memicu atau memperkuat kontraksi untuk memulai persalinan. Obat ini umumnya diberikan dalam bentuk suntikan.

Selain oksitosin, dokter juga dapat memberikan obat yang mengandung hormon prostaglandin. Fungsinya untuk melebarkan serviks dan memicu kontraksi. Obat ini digunakan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam va**na.

Pemecahan kantung ketuban
Tindakan medis ini disebut juga dengan istilah amniotomi. Saat usia kandungan sudah melewati jadwal dan belum terlihat adanya tanda-tanda persalinan, dokter atau bidan biasanya akan melakukan pemecehan kantung ketuban.

Tujuannya adalah untuk merangsang kontraksi persalinan, sehingga jalan lahir bisa mulai terbuka dan persalinan bisa segera dimulai.

Dilatasi mekanik
Dilatasi mekanik dilakukan dengan cara memasukkan tabung tipis ke dalam va**na. Setelah tabung berhasil dimasukkan, dokter akan mengalirkan air ke dalam tabung guna mengembangkan balon yang berada di ujungnya. Tindakan ini bisa membuat serviks melebar.

Efek induksi persalinan biasanya dapat dirasakan dalam kurun waktu beberapa jam atau hari setelah tindakan medis dilakukan. Apabila semua cara sudah dicoba namun persalinan belum juga terjadi, dokter mungkin akan menjalankan prosedur operasi caesar.

Menjalani proses persalinan yang lama memang melelahkan dan dapat membuat stres. Untuk mengatasi hal tersebut, Bumil bisa merelaksasi diri dengan meminta suami untuk memijat, mempraktikkan teknik pernapasan, atau mendengarkan lagu kesukaan.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan perihal cara apa saja yang Bumil bisa lakukan agar persalinan dapat segera terjadi. Melakukan tindakan mempercepat persalinan tanpa menyesuaikannya dengan kondisi kesehatan justru berisiko menimbulkan gangguan, baik pada ibu hamil atau janin dalam kandungan.

Terakhir diperbarui: 11 Oktober 2019
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
Referensi

17/05/2021

Bayi 3 Bulan: Meraih Benda yang Menarik Perhatian

Bayi 3 bulan umumnya sudah dapat meraih benda yang menarik perhatiannya. Selain itu, ia juga sudah bisa menggulingkan badannya saat berbaring. Melihat perkembangan bayi 3 bulan memang menyenangkan, tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk mencegah bahaya atau cedera.

Memasuki usia 3 bulan, tumbuh kembang bayi akan semakin terlihat, terutama dari berat badan dan tinggi badannya. Berat badan ideal untuk bayi 3 bulan adalah 5,1–7,9 kg untuk jenis kelamin laki-laki dan 4,6–7,4 kg untuk jenis kelamin perempuan.

Bayi 3 Bulan: Meraih Benda yang Menarik Perhatian - Alodokter

Selain itu, bayi berjenis kelamin laki-laki umumnya memiliki tinggi badan 57,6–65,3 cm. Sementara, bayi perempuan memiliki tinggi badan 55,8–63,8 cm. Kemampuan motoriknya pun kian berkembang dan ditandai dengan kemampuan untuk meraih benda di dekatnya.

Kemampuan Motorik Bayi 3 Bulan
Salah satu kemampuan motorik bayi 3 bulan adalah dapat menegakkan kepala dan dadanya ketika dalam posisi tengkurap. Posisi ini menjadi awal dirinya dapat membalikkan badan sendiri.

Selain itu, ada beberapa perkembangan motorik lain pada bayi 3 bulan, di antaranya:

Aktif bermain-main
Bayi 3 bulan sering kali menggunakan tangannya sendiri sebagai mainan pertamanya. Ia dapat mengamati dan memainkan jari-jarinya, menyatukan kedua tangan, membuka tutup jari-jarinya, serta memasukkannya ke mulut.

Koordinasi tangan dan mata terus berkembang
Orang tua bisa melatih bayi dengan memegang sebuah mainan dan melihat apakah ia bisa menjangkau mainan tersebut. Selain itu, bayi 3 bulan juga mampu menendang lebih kencang, karena sendi lutut dan panggulnya semakin fleksibel.

Bayi mulai dapat meraba dan merasakan berbagai permukaan kasar, halus, berbulu, atau berongga. Ia pun mulai bisa menggenggam benda. Pada saat inilah orang tua bisa memberikan berbagai macam mainan, seperti boneka lembut, mainan berbentuk cincin dari bahan plastik atau karet, dan mainan dengan bunyi.

Meski demikian, jauhkan bayi dari benda-benda yang berisiko membahayakan, misalnya benda berukuran kecil, memiliki sudut tajam, mudah pecah, dan berbahaya jika tertelan. Untuk mengantisipasinya, jangan tinggalkan bayi sendirian ketika sedang bermain dengan benda di sekelilingnya.

Kemampuan meniru
Bayi dapat meniru jika orang tua menjulurkan lidah atau mengeluarkan suara dari mulutnya. Pada tahap ini, orang tua dapat membimbing bayi agar lebih aktif bergerak.

Menjelang usia 4 bulan, orang tua mungkin akan terkejut karena bayi mulai berguling atau membalikkan badan sendiri.

Kemampuan Bicara Bayi 3 Bulan
Saat mendengar seseorang bicara, bayi 3 bulan biasanya langsung menatap mata orang yang berbicara dan bergumam seakan-akan ingin menjawab.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang sering diajak berbicara, nantinya akan memiliki kosakata lebih banyak dan IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang jarang diajak bicara.

Orang tua dapat mengajaknya bicara sambil menunjuk benda-benda yang ada di sekitar. Meski belum dapat dipahami oleh bayi, tetapi kata-kata itu akan terekam dalam ingatannya.

Kemampuan Sosial Bayi 3 Bulan
Seiring perkembangan otaknya, kemampuan bayi untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitar juga semakin berkembang. Berikut ini adalah beberapa perkembangan kemampuan sosial bayi usia 3 bulan:

Bayi mulai mengenali orang tua dan kerabat dekatnya. Ia pun mulai memilih dengan siapa ia mau berinteraksi.
Di tengah keramaian, bayi dapat mencari dan mengenali wajah orang-orang di sekelilingnya. Ia pun dapat tersenyum atau menggerak-gerakkan tangannya saat melihat orang yang dikenalnya datang.
Bayi mulai berceloteh dengan berusaha meniru suara dan ekspresi orang tua atau orang lain yang sedang mengajaknya bermain.
Bayi juga mulai tertarik untuk mengamati berbagai hal, termasuk bayi lain, binatang peliharaan, dan bahkan refleksi dirinya sendiri di cermin.
Dalam hal interaksi sosial, bayi akan merasa nyaman ketika orang tua memegang dan mendekapnya, terutama ketika ia sedang merasa terganggu, lelah, atau lapar. Dengan demikian, ia akan merasa aman dan dicintai.

Jadwal tidur bayi 3 bulan mulai terlihat lebih stabil. Sebagian bayi bahkan sudah dapat tidur tanpa terbangun sepanjang malam. Jam tidur bayi pun mulai sedikit berkurang, sehingga ia akan terjaga lebih lama dan memiliki lebih banyak waktu untuk bermain.

Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai pada Bayi 3 Bulan
Kemampuannya bermain dan berinteraksi akan makin berkembang saat bayi berusia 3 bulan. Namun, orang tua perlu waspada bila bayi 3 bulan menunjukkan tanda-tanda berikut:

Tidak dapat menegakkan kepalanya
Tidak dapat memfokuskan penglihatannya ke objek tertentu
Tidak tersenyum
Tidak dapat menggenggam benda
Tidak merespons suara kencang
Bila hal tersebut dialami oleh Si Kecil, Anda disarankan untuk segera memeriksakannya ke dokter agar dapat dilakukan penanganan bila memang diperlukan. Dengan begitu, Si Kecil dapat tumbuh dan berkembang sesuai usianya.

Terakhir diperbarui: 22 April 2021
Ditinjau oleh: dr. Sienny Agustin

17/05/2021

Penyebab Anak Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya

Ada berbagai penyebab anak sering buang air kecil (BAK). Di satu sisi, kondisi tersebut merupakan tanda bahwa anak tidak kekurangan cairan. Namun, di sisi lain, terlalu sering kencing juga bisa saja menandakan anak menderita penyakit tertentu.

Normalnya, anak yang berusia 5 tahun atau lebih buang air kecil sebanyak 4–7 kali dalam sehari, tergantung seberapa banyak ia minum. Anak dapat dikatakan sering buang air kecil jika hanya pada siang hari saja ia sudah BAK sebanyak 8 kali atau lebih.

Penyebab Anak Sering Buang Air Kecil dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Penyebab Anak Sering Buang Air Kecil
Telah disebutkan sebelumnya bahwa anak yang terlalu sering buang air kecil bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang sedang ia derita. Berikut ini ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab anak sering buang air kecil:

1. Poliuria
Poliuria adalah salah satu penyebab anak sering buang air kecil yang cukup umum terjadi. Gejalanya adalah anak merasakan keinginan untuk buang air kecil di siang hari lebih sering dari biasanya. Meski demikian, urine tidak benar-benar keluar atau hanya keluar dalam jumlah yang sedikit.

Anak yang menderita poliuria bisa buang air kecil sebanyak 30–40 kali setiap harinya. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak berusia 3–5 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada remaja.

Penyebab poliuria belum diketahui secara pasti, tetapi kondisi ini bisa terjadi karena anak merasa stres atau cemas.

2. Infeksi saluran kemih
Di samping sering buang air kecil, anak yang menderita infeksi salurah kemih (ISK) juga umumnya mengalami gejala lain, seperti nyeri saat buang air kecil, urine berwarna keruh atau berdarah, demam, dan nyeri perut.

ISK disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan infeksi atau peradangan di dinding kandung kemih.

3. Buang air kecil tidak tuntas
Saat anak sedang beraktivitas, seperti bermain atau belajar, anak mungkin terburu-buru ke toilet sehingga buang air kecilnya tidak tuntas. Hal ini membuat keinginan untuk buang air kecil terus muncul karena kandung kemih tidak sepenuhnya dikosongkan.

4. Peradangan pada organ intim
Penyebab anak sering buang air kecil berikutnya adalah peradangan pada area ge***al atau organ intim. Pada anak perempuan, peradangan dapat terjadi di sekitar va**na dan kondisi ini disebut vulvovaginitis.

Sementara itu, pada anak laki-laki, peradangan dapat terjadi di bagian kulup atau kepala p***s. Kondisi ini dikenal dengan sebutan balanitis.

Peradangan tersebut bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, reaksi alergi, atau penggunaan sabun yang tidak tepat.

5. Gangguan urinasi
Gangguan urinasi atau disfungsi berkemih terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah disfungsi berkemih neurogenik, yaitu gangguan sistem saraf pada otak atau sumsum tulang belakang yang memengaruhi kontrol kandung kemih.

Kedua adalah disfungsi berkemih non-neurogenik, yaitu gangguan yang disebabkan oleh lemahnya otot kandung kemih, penyumbatan aliran urine, atau kebiasaan buang air kecil yang tidak tuntas.

Selain menjadi peyebab anak buang air kecil lebih sering, kondisi ini juga membuat anak sering merasa buang air kecilnya tidak tuntas. Aliran urine saat buang air kecil pun juga terlihat lambat.

6. Diabetes melitus
Anak yang menderita diabetes melitus umumnya lebih sering buang air kecil dan jumlah urine yang dikeluarkan pun juga banyak. Di samping itu, anak juga mudah haus, sehingga timbul keinginan untuk minum lebih banyak air.

7. Diabetes insipidus
Diabetes insipidus merupakan penyebab anak sering buang air kecil yang jarang terjadi. Anak yang menderita kondisi ini umumnya mengalami gangguan hormon antidiuretik (ADH), sehingga penyerapan air oleh ginjal menjadi terganggu.

Akibatnya, tubuh akan lebih mudah kehilangan cairan, sehingga menyebabkan sering buang air kecil dan rasa haus yang ekstrem.

Cara Mengatasi Anak Sering Buang Air Kecil
Penanganan anak sering buang air kecil bergantung pada penyebabnya. Untuk membantu dokter menentukan diagnosis yang akurat, Anda dapat mencatat riwayat tentang kebiasaan buang air kecil dan buang air besar Si Kecil.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium, seperti analisis urine dan tes darah, bila diperlukan.

Bila hasil pemeriksaan telah menunjukkan penyebab anak sering buang air kecil, ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan, antara lain:

Pengaturan jadwal ke toilet
Sebagai penanganan awal, Anda bisa menjadwalkan Si Kecil ke toilet setiap 2 jam sekali, meski ia merasa belum ingin buang air kecil.

Dengan metode ini, anak secara bertahap akan belajar untuk mengenali sinyal tubuh untuk buang air kecil sehingga pengosongan kandung kemih menjadi maksimal. Selain itu, jeda waktu buang air kecil pun menjadi lebih teratur.

Double voiding
Pilihan penanganan lainnya adalah double voiding. Metode ini dilakukan dengan melatih anak untuk buang air kecil sebanyak 2 atau 3 kali setiap ke toilet untuk memastikan kandung kemihnya benar-benar sudah kosong.

Pelatihan biofeedback
Metode ini dilakukan dengan bantuan terapis, untuk melatih anak memusatkan perhatian pada otot-otot kandung kemih dan mengendurkannya saat buang air kecil.

Pemberian obat-obatan
Jika penyebab anak sering buang air kecil terkait dengan infeksi atau penyakit, dokter akan merepkan obat sesuai dengan kondisi yang diderita. Misalnya, antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih dan penghambat alfa untuk disfungsi berkemih nonneurogenik.

Anak juga disarankan untuk menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, kopi, dan soda, karena dapat meningkatkan produksi urine.

Anak sering buang air kecil atau bahkan mengompol mungkin merepotkan. Menyalahkan atau memberi hukuman bukanlah solusi terbaik. Si Kecil mungkin mengalami stres atau cemas akan hal tertentu, sehingga membutuhkan dukungan Anda.

Di samping itu, selalu dampingi saat Si Kecil ke toilet untuk memastikan agar ia benar-benar mengosongkan kandung kemihnya.

Bila Anda menemukan tanda-tanda Si Kecil terlalu sering buang air kecil, sebaiknya Anda membawanya ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan. Dengan begitu, penyebab anak sering buang air kecil pun dapat diketahui dan diberikan penanganan yang sesuai.

Terakhir diperbarui: 22 April 2021
Ditinjau oleh: dr. Sienny Agustin
Referensi

17/05/2021

Homeschooling: Keuntungan dan Kerugiannya

Homeschooling merupakan metode belajar mengajar yang dilakukan di rumah. Metode ini dinilai memiliki kelebihan daripada sekolah formal. Namun, di sisi lain, homeschooling juga memiliki kekurangan. Oleh karena itu, pertimbangkan lagi dengan baik sebelum Anda memilih metode ini.

Dalam metode homeschooling, orang tua dapat menentukan sendiri sistem pengajaran yang tepat sesuai kemampuan, minat, dan gaya belajar anak.

Homeschooling: Keuntungan dan Kerugiannya - Alodokter

Namun, ketika memutuskan untuk menggunakan metode homeschooling, orang tua bertanggung jawab sepenuhnya atas proses pendidikan anak. Selain itu, orang tua juga bisa mendatangkan guru ke rumah.

Sistem Pendidikan Homeschooling di Indonesia
Di Indonesia, homeschooling sudah menjadi salah satu sistem pendidikan yang legal. Hal ini berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2014.

Peraturan tersebut menyebutkan bahwa sekolah rumah atau homeschooling adalah proses layanan pendidikan secara sadar dan terencana yang dilakukan oleh orang tua atau keluarga di rumah atau tempat dengan suasana kondusif.

Orang tua yang ingin mendidik anaknya dengan cara homeschooling diwajibkan untuk melapor ke dinas pendidikan di tingkat kabupaten atau kota.

Homeschooling menjadi pilihan karena beragam alasan, seperti kondisi medis tertentu yang tidak memungkinkan anak mengikuti sekolah formal, ketidakpuasan dengan metode pendidikan yang tersedia, atau keyakinan bahwa anak tidak dapat mengembangkan minat, bakat, dan kreativitasnya di sekolah umum.

Beberapa Keuntungan Homeschooling untuk Pendidikan Anak
Keuntungan yang paling utama dari metode belajar dengan sistem homeschooling adalah anak mendapatkan perhatian penuh dari pengajar.

Ketika anak mampu mengikuti pelajaran, ia bisa terus melanjutkan belajar ke tahap selanjutnya. Namun, jika ada materi yang kurang dimengerti, ia tetap bisa meminta pendidik untuk mengulang materi hingga akhirnya ia paham.

Homeschooling juga memiliki sederet keuntungan lain, seperti:

1. Waktu belajar yang fleksibel
Salah satu keunggulan homeschooling adalah fleksibilitas waktu belajar. Orang tua, anak, dan pengajar dapat saling merundingkan kapan waktu yang tepat untuk memulai belajar dan menentukan lama waktu belajar.

Selain itu, orang tua juga dapat menyesuaikan jadwal mata pelajaran yang akan dipelajari dalam satu hari.

2. Anak lebih bisa mengembangkan bakatnya
Orang tua dan anak bisa bersama-sama menentukan sendiri topik, jadwal, durasi, hingga cara belajar yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan gaya belajar anak.

Setiap anak memiliki bakat dan minat serta kemampuan mengolah informasi yang berbeda. Dengan homeschooling, metode belajar bisa lebih optimal untuk mengembangkan bakat anak sesuai keinginan dan kemampuannya.

3. Anak bisa mendapatkan istirahat yang cukup
Rutinitas sekolah formal mengharuskan anak untuk datang lebih pagi dan terkadang pulang pada sore hari. Hal ini membuat waktu istirahat anak menjadi berkurang. Anak yang kurang tidur akan terganggu konsentrasinya dan kesulitan menyerap informasi yang disampaikan oleh guru.

Dengan metode homeschooling, anak bisa mendapatkan waktu istirahat lebih lama, sehingga dapat mengikuti pelajaran yang diberikan dengan optimal.

4. Orang tua bisa mengawasi pergaulan anak
Homeschooling juga membuat orang tua dapat terus mengawasi lingkungan pergaulan anak. Dengan demikian, anak dapat terhindar dari pergaulan bebas dan risiko mengalami bully.

5. Anak memiliki kesempatan untuk belajar di luar rumah
Berbeda dengan pendidikan formal yang mengharuskan muridnya belajar di sekolah, homeschooling memberikan peluang kepada anak untuk bisa mendapatkan ilmu pengetahuan dengan belajar di museum, perpustakaan, hingga alam terbuka.

Berbagai Kerugian Homeschooling
Dari berbagai keuntungan yang telah disampaikan di atas, Anda juga perlu mengetahui kerugian dari program homeschooling. Berikut ini adalah beberapa kerugiannya:

Ruang lingkup anak terbatas
Efek utama dari homeschooling adalah terbatasnya ruang lingkup pergaulan dan pertemanan anak. Metode ini membuat anak hanya berinteraksi dengan pengajar dan orang tuanya.

Untuk mengatasi efek sosial yang dapat terjadi pada anak homeschooling, para orang tua perlu membuat anak-anaknya tetap terhubung dengan lingkungan sebayanya. Misalnya, membuat kelompok anak-anak homeschooling untuk berkumpul, belajar, dan berinteraksi bersama.

Fasilitas pembelajaran yang juga terbatas
Anak-anak homeschooling biasanya tidak mendapatkan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar layaknya sekolah formal. Contohnya, peralatan olahraga, laboratorium dengan segala alat peraganya, atau perpustakaan. Hal ini membuat orang tua perlu menyiapkan dana lebih untuk bisa menikmati fasilitas tersebut.

Perlu usaha ekstra dari orang tua
Karena terlibat langsung dalam pengajaran anak, diperlukan usaha ekstra dari orang tua. Mulai dari menyiapkan bahan ajaran, memahami materi, hingga menyusun metode belajar yang menyenangkan bagi anak.

Jika menggunakan bantuan tutor pun, orang tua tidak bisa lepas tangan, karena keberhasilan homeschooling menjadi tanggung jawab orang tua. Ini akan menjadi tantangan tersendiri jika orang tua bekerja atau memiliki anak yang lebih kecil.

Kategori Anak yang Memerlukan Homeschooling
Orang tua lebih memilih memasukkan anaknya ke program homeschooling karena dipengaruhi berbagai faktor, misalnya karena anak menderita penyakit serius yang membuat aktivitasnya terbatas.

Berikut ini adalah beberapa kondisi khusus anak yang memerlukan program homeschooling:

ADHD (attention deficit hyperactivity disorder)
ADHD merupakan kondisi di mana anak kesulitan dalam berkonsentrasi serta memiliki perilaku hiperaktif dan implusif. Gejala ini umumnya muncul ketika anak memasuki usia sekolah, sehingga ia kesulitan dalam mengikuti pelajaran.

OCD (obsesif compulsive disorder)
OCD merupakan suatu kondisi yang menyebabkan anak memiliki pikiran, perasaan, dan ketakutan yang tidak diinginkan. Anak penderita OCD biasanya kesulitan untuk berkonsentrasi pada tugas sekolah yang diberikan.

Disleksia
Disleksia merupakan gangguan proses belajar yang membuat anak kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja. Namun pada umumnya, anak penderita disleksia tetap memiliki tingkat kecerdasan yang normal.

Satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah homeschooling bukanlah jalan pintas bagi anak yang mengalami kendala selama di sekolah, misalnya masalah akademik atau menjadi korban perundungan.

Sebelum memutuskan homeschooling, orang tua bersama guru harus berdiskusi bersama untuk mengetahui masalah yang dihadapi dan bila perlu konsultasi dengan psikolog, untuk menentukan metode pendidikan apa yang terbaik untuk anak.

Terakhir diperbarui: 23 April 2021
Ditinjau oleh: dr. Sienny Agustin
Referensi

17/05/2021

Kenali Berbagai Perkembangan Bayi Baru Lahir

Setiap tahap perkembangan bayi baru lahir merupakan hal yang dinantikan oleh orang tua. Meski demikian, tiap bayi melalui proses tumbuh kembang yang berbeda-beda, mulai dari duduk, merangkak, berdiri, hingga berbicara.

Sejak dalam kandungan, bayi sudah mampu mendengar dan merespons dengan gerakan. Kemampuan alami bayi ini terus berkembang setelah ia lahir.

Kenali Berbagai Perkembangan Bayi Baru Lahir - Alodokter

Saat baru lahir, otak bayi akan mengalami perkembangan dengan sangat pesat. Ia mulai mengenal dan belajar banyak hal tentang lingkungan di sekitarnya agar dapat membiasakan diri dengan kehidupan di luar rahim.

Indikator Perkembangan Bayi Baru Lahir
Nah, ada beberapa indikator perkembangan bayi baru lahir. Berikut ini adalah penjelasannya:

Ukuran dan berat bayi baru lahir
Berdasarkan data WHO, Berdasarkan data WHO, bayi laki-laki yang baru lahir umumnya berbobot 2.9–3,9 kg dengan panjang 48–52 cm. Sementara itu, bayi perempuan memiliki berat 2,8–3,7 kg dengan panjang 47–51 cm. Untuk beberapa kondisi, seperti prematur, bayi bisa saja terlahir dengan berat badan kurang.

Kemampuan motorik atau gerakan refleks
Bayi terlahir dengan beberapa gerakan refleks yang bahkan dapat ia lakukan dalam keadaan tidur. Beberapa gerakan refleks yang dapat ditunjukkan bayi adalah:

Melengkungkan punggung seperti saat masih berada dalam kandungan
Menangis kencang ketika terkejut mendengar suara keras
Meregangkan tangan dan kaki secara tiba-tiba. Refleks ini disebut juga dengan refleks Moro dan akan hilang dalam beberapa bulan ke depan setelah bayi lahir
Seiring waktu, gerakan refleks bayi akan semakin berkembang, misalnya bayi akan mendorong lidahnya keluar ketika ada sesuatu yang diletakkan di dalam mulutnya dan refleks berupa ibu jari kaki bayi yang melengkung ke belakang saat telapak kakinya diusap lembut. Refleks ini dikenal juga dengan refleks Babinski.

Kemampuan mengisap ASI secara alami
Bayi yang baru lahir umumnya menghabiskan waktu selama 16–17 jam dalam sehari untuk tidur. Meski demikian, jam tidurnya bisa jadi akan terputus-putus hingga 8 kali tidur. Biasanya, bayi akan bangun untuk minum ASI setiap 2–3 jam sekali. Namun, jadwal ini bisa berbeda-beda pada setiap bayi.

Bayi baru lahir juga dapat mencium aroma ASI dan secara alami akan menengok serta membuka mulutnya ketika Anda meletakkan puting pada p**i dan sudut bibirnya.

Gerakan tersebut ia lakukan untuk menyusu dan secara alami dapat langsung mengisap payudara untuk mendapatkan ASI. Hal inilah yang menjadi langkah dasar inisiasi menyusui dini (IMD). Kemampuan ini juga membuat bayi merasa lebih nyaman berada di dalam dekapan dada ibunya.

Meski baru lahir, bayi juga sudah dapat mengecap dan merasakan pahit dan manis, bahkan dengan kemampuan yang lebih tajam daripada orang dewasa. Sedangkan, rasa asin baru dapat bayi rasakan saat usianya mencapai 5 bulan.

Berbagai Kondisi Bayi Baru Lahir yang Perlu Diwaspadai
Setiap anak melalui tahap tumbuh kembang yang berbeda-beda dan unik. Oleh karena itu, Anda tida perlu khawatir bila Si Kecil belum menunjukkan tanda-tanda perkembangan sesuai usianya.

Namun, Anda perlu segera memeriksakan Si Kecil ke dokter bila mengalami kondisi berikut ini:

Tidak buang air kecil atau buang air kecil kurang dari 6 kali setelah usianya 5 hari
Sudah 48 jam tidak buang air besar
Ubun-ubun terlihat cekung
Tidak mau menyusu
Terdapat jeda lebih dari 10 detik setiap mengambil napas
Sulit dibangunkan dari tidur
Kotoran berwarna kuning tua dengan jumlah yang sangat sedikit setelah usianya 4 hari
Tali pusat mengeluarkan bau tidak sedap, nanah, atau darah
Dada, lengan, kaki, dan mata berwarna kekuningan
Tidak mampu menyusu dengan benar
Muntah cairan berwarna kuning atau hijau
Demam tinggi
Penting untuk selalu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi baru lahir melalui pemberian ASI secara rutin. Hal ini karena ASI merupakan satu-satunya sumber nutrisi yang dapat ia konsumsi untuk tumbuh kembangnya.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar perkembangan bayi baru lahir atau Si Kecil menunjukkan gejala yang perlu diwaspadai di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 23 April 2021
Ditinjau oleh: dr. Sienny Agustin
Referensi

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi Jaya?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


DARMAWANGSA
Bekasi Jaya