Wawewo

Wawewo

Share

Welcome

29/09/2021

Banyak Deadline, Ini 6 Manfaat Minum Kopi Sebelum Kerja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
28 September 2021

“Minum kopi nyatanya bukan sekedar lifestyle atau tren saja. Secangkir kopi di pagi hari bisa meningkatkan suasana hati jadi lebih baik. Itulah alasannya, minum kopi sebelum kerja sangat bermanfaat. Khususnya untuk meningkatkan konsentrasi hingga mencegah stres bekerja.”

Halodoc, Jakarta – Tampaknya hari ini meminum kopi sudah menjadi bagian dari lifestyle, terutama bagi para pekerja. Para pekerja sudah terbiasa menikmati secangkir kopi hangat sebelum memulai pekerjaan, terutama di waktu lembur yang membutuhkan tenaga agar tetap terjaga.

Banyak yang mengatakan bahwa minum kopi dapat membantu seseorang saat bekerja. Bahkan, di kantor pun pasti tersedia stok kopi beserta ruangan untuk menyeduh kopi. Tidak heran para pekerja menggandrungi kopi, karena ternyata kopi memiliki manfaat bagi para pekerja.

Baca juga: 5 Manfaat Minum Kopi sebelum Olahraga di Pagi Hari
Manfaat Minum Kopi Sebelum Bekerja

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan, kafein pada kopi memang bisa meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi, tetapi tidak berdampak langsung pada kreativitas seseorang. Selain itu, penelitian lain juga menyebut bahwa kopi tidak memiliki dampak pada kinerja otak, terutama pada memori. Namun, segelas kopi di pagi hari diketahui bisa membantu menjaga suasana hati tetap baik dan terhindar dari stres.

Berikut beberapa manfaat minum kopi sebelum kerja:
1.Meningkatkan Konsentrasi

Konsentrasi penuh sangat dibutuhkan saat menyelesaikan pekerjaan di kantor. Kejenuhan dan banyak faktor lain di luar kantor kadang membuat konsentrasi kamu menurun. Untuk meningkatkan konsentrasi, kamu membutuhkan secangkir kopi.

Pekerjaan yang melibatkan pikiran seperti creative planner, pengarang, dan pelajar tentunya membutuhkan secangkir kopi untuk menuntaskan tugas.

Ketika konsentrasi mulai menurun, sementara pekerjaanmu masih banyak, ada baiknya kamu mengambil secangkir kopi favorit. Konsentrasimu pun diharapkan mampu meningkat kembali.
2.Menahan Kantuk

Agar tetap terjaga saat deadline, tentunya kamu membutuhkan stamina. Salah satu cara menambah dan mempertahankan stamina bagi para pekerja yaitu dengan mengonsumsi kopi. Kafein yang terkandung dalam kopi dapat membantu kamu tetap terjaga tanpa rasa kantuk.

Bagi sebagian orang yang belum terbiasa mengonsumsi kopi, tentu akan merasakan kondisi tubuh yang sangat lemah setelah kafein masuk dalam tubuh. Maka sebaiknya, kamu perlu mencari kopi alami yang lebih aman untuk kesehatan.
3.Menjaga Stamina

Bekerja dengan kondisi yang lemas tentu tidak nyaman dialami, karena akan sangat terlihat dari penampilan. Kamu dapat mengatasinya dengan menikmati secangkir kopi dengan rasa dan aroma terbaik. Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan jumlah adrenalis dalam darah. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi kopi, kamu akan terlihat lebih bersemangat dengan stamina yang tetap terjaga.
4.Mengurangi Rasa Sakit

Bagi mereka yang bekerja di lapangan dengan mengandalkan kekuatan fisik, biasanya akan terasa sedikit sakit atau pegal-pegal setelah selesai bekerja. Untuk mengurangi rasa sakit, kamu dapat mengonsumsi kopi.

Dua gelas kopi ternyata mampu menghilangkan rasa sakit pada otot tubuh sebanyak 40 persen. Maka tidak heran jika para pekerja lapangan membutuhkan jumlah kopi yang lebih banyak dibandingkan mereka yang hanya duduk saat bekerja.
5.Mengurangi Risiko Encok

Rasa encok pada tubuh biasanya terjadi ketika duduk terlalu lama saat bekerja atau bekerja dengan mengandalkan fisik di lapangan. Untuk mengurangi risiko encok, dianjurkan untuk mengonsumsi kopi.

Sebuah penelitian terhadap 50 ribu orang pria di dunia yang mengalami encok menemukan bahwa, bagi mereka yang mengonsumsi kopi, angka pengurangan risiko encok lebih besar daripada yang tidak mengonsumsi kopi. Meski begitu, masih membutuhkan penelitian lebih jantung untuk membuktikan hal tersebut.

Baca juga: Adakah Dampak Negatif Terlalu Sering Minum Kopi?
6.Mencegah Stres

Minum kopi sebelum kerja saat deadline sedang banyak-banyaknya, bisa membantu seseorang terhindar dari stres dan depresi. Pasalnya, kopi memiliki kandungan antidepresan serta bisa menjaga mood alias suasana hati lebih seimbang. Stres tidak hanya akan mengganggu konsentrasi kerja, tapi juga aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas. Selain itu stres bisa berdampak dalam jangka panjang, termasuk memicu depresi yang berujung pada penurunan kualitas hidup pengidapnya.
Tetap Batasi Asupan Kopi

Meskipun minum kopi sebelum bekerja memiliki banyak manfaat, tetap ada batasan umum yang perlu dipatuhi dalam meminum kopi. Batas aman konsumsi kopi bagi orang dewasa adalah sekitar 3 hingga 4 cangkir setiap harinya. Jumlah ini merupakan kisaran dari batasan kadar kafein harian sebesar 300–400 miligram.

Konsumsi kafein yang berlebihan dapat mendatangkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, seperti insomnia, inkontinensia urine, meningkatnya tekanan darah, gangguan menstruasi, dan risiko asam urat.

Bahkan, kelebihan kafein dalam jangka panjang dapat memunculkan sejumlah permasalahan kesehatan serius, seperti masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, gangguan daya ingat, dan meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya perhatikan jumlah asupan kopi harian dan imbangi dengan pola makan sehat dan olahraga teratur.

Baca juga: Sulit Konsentrasi, Ini 6 Tanda Kecanduan Kopi

Nah, itulah yang perlu diketahui tentang manfaat minum kopi sebelum bekerja. Jadi, jika hari ini kamu akan deadline, segeralah ambil secangkir kopi. Kamu bisa juga mendapatkan stamina dari minuman atau makanan lain.

Jika kamu memiliki masalah kesehatan tertentu berkaitan dengan kopi, coba diskusikan minuman atau makanan apa yang cocok untuk meningkatkan stamina bekerja pada dokter di Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga. Kamu bisa bertanya kapan saja dan di mana saja hanya dengan Chat dan Voice Call/ Video Call.

Referensi:
Healthline.Diakses pada 2021. GERD and Caffeine: Are Coffee and Tea Off Limits?
Healthline. Diakses pada 2021. 13 Health Benefits of Coffee, Based on Science.

26/09/2021

Mengenal Manfaat Kopi untuk Kecantikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
25 September 2021

Halodoc, Jakarta – Hampir semua orang memulai pagi harinya dengan minum kopi. Si hitam ini merupakan jenis minuman yang dipercaya bisa mengurangi stres dan membuat badan lebih rileks.



Ada banyak jenis kopi yang bisa dikonsumsi. Mulai dari espresso, latte, cold brew, americano, white coffee, frappuccino, kopi tubruk, cappuccino, kopi luwak, affogato, dan macchiato. Tidak hanya beragam saja jenisnya, ternyata manfaatnya untuk kecantikan juga beragam. Simak di sini manfaat kopi untuk kecantikan di sini!


Mengurangi Selulit dan Lingkar Hitam di Mata

Beberapa studi menyebutkan bahwa mengonsumsi 3—4 cangkir kopi per hari berdampak positif pada tubuh. Di antaranya bisa mencegah kematian di usia muda dan menurunkan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung, demensia, stroke, parkinson, diabetes tipe-2 hingga kanker.



Baca juga: Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Sehat?



Studi dari Universitas Harvard, Amerika Serikat melaporkan bahwa mengonsumsi kopi secara rutin bisa mencegah depresi. Seperti sudah disinggung sebelumnya, selain bermanfaat untuk kesehatan, kopi punya banyak manfaat untuk kecantikan.



Berikut ini beberapa manfaat kopi untuk kecantikan:

1. Mengurangi Selulit

Kopi bisa digunakan untuk mengurangi selulit pada kulit. Kafein yang terkandung dalam kopi bisa mengurangi selulit dengan cara melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh.



Kamu bisa menjadikan kopi sebagai scrub. Cukup campurkan kopi dengan minyak zaitun, lalu oleskan ke seluruh tubuh dan diamkan selama 15 menit. Setelah itu, bilas dengan air bersih.

Baca juga: Ini Dampak Kebanyakan Minum Kopi pada Pencernaan

2. Bikin Awet Muda

Sebuah studi menyebutkan, mengonsumsi kopi secara rutin bisa membantu mengurangi bintik-bintik cokelat di wajah (akibat paparan sinar UV matahari), kemerahan, dan garis-garis halus. Kamu bisa mendapatkan manfaat ini dengan cara mengonsumsinya kopi secara rutin, setidaknya tidak lebih dari 4 gelas per hari.


3. Mencegah Kanker Kulit

Kopi mengandung banyak vitamin B3 (niacin). Kandungan tersebut yang membuat kopi bermanfaat untuk mencegah kanker kulit non-melanoma dan mencegah pertumbuhan abnormal pada kulit lainnya.

4. Mengobati Jerawat

Selain kafein dan niacin, kopi mengandung asam klorogenik dan melanoidin. Kandungan tersebut membuat kopi bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada kulit, termasuk mengobati jerawat.



Kamu bisa mendapat manfaat ini dengan membuat masker kopi. Caranya campurkan kopi dengan minyak zaitun, lalu oleskan pada wajah selama 10–15 menit. Setelah selesai, bilas wajah dengan air hingga bersih.


5. Mengurangi Lingkaran Hitam di Bawah Mata

Kandungan kafein dalam kopi dipercaya membantu melebarkan pembuluh darah di sekitar mata, sehingga berkontribusi dalam mengurangi lingkaran hitam di bawah mata (dark circle).



Cara menggunakan kopi untuk mengurangi lingkaran hitam di bawah mata, yaitu:

Campurkan kopi dengan minyak zaitun dan sedikit air.
Oleskan campuran tersebut di bawah mata dengan cara ditepuk-tepuk (jangan digosok).
Biarkan selama 5-10 menit.
Bilas dengan air hingga bersih.



Baca juga: Kopi Bisa Memperpanjang Usia, Benarkah?


6. Mengatasi Kulit Menghitam Akibat Paparan Sinar UV Matahari

Kopi dipercaya bisa menenangkan kulit yang telah terpapar sinar UV matahari dalam waktu lama (kulit terbakar).

Cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan manfaat ini, yaitu mengolah kopi dengan cara berikut ini:

Seduh secangkir kopi, lalu diamkan hingga dingin.
Masukkan kain lembut atau handuk ke dalam kopi yang sudah diseduh, lalu peras kain atau handuk tersebut.
Tempatkan kain atau handuk tersebut pada bagian kulit yang terpapar sinar UV matahari.
Ulangi beberapa kali sehari hingga kulit kemerahan dan bengkak akibat paparan sinar UV matahari membaik.



Itulah beberapa manfaat tentang kopi yang perlu diketahui. Lakukan secara rutin, setidaknya 2 – 3 kali per minggu untuk hasil yang maksimal. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar manfaat kopi, jangan ragu bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Does Coffee Have Any Benefits for Your Skin?
Medical News Today. Diakses pada 2021. Eight ways to use coffee on the skin, scalp, and hair

24/09/2021

7 Kebiasaan untuk Mencegah Wasir

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

“Bagi kamu yang pernah mengalami wasir, mungkin sudah tahu bagaimana tidak nyamannya kondisi tersebut. Namun, sebenarnya wasir dapat dicegah dengan beberapa kebiasaan sederhana. Salah satu kebiasaan tersebut adalah menghindari duduk terlalu lama karena dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di a**s.”

Halodoc, Jakarta - Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan dan peradangan pembuluh darah vena di rektum atau a**s. Biasanya wasir tidak menimbulkan gejala atau rasa nyeri. Namun, pada kasus yang ringan pun, beberapa tanda dan gejala wasir mungkin dapat dirasakan. Sementara itu, pada kasus yang parah wasir dapat menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, terutama saat buang air besar. Hal tersebut tentu dapat menghambat aktivitas pengidapnya.

Nah, sebelum terlanjur mengalami wasir, ada baiknya untuk mengetahui beberapa kebiasaan yang dapat mencegah wasir. Sebab, mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Penasaran apa saja kebiasaan tersebut? Yuk simak ulasannya di sini!

Baca juga: Gejala dari Penyakit Wasir yang Sering Diabaikan

Kebiasaan yang Dapat Mencegah Wasir

Sebenarnya wasir dapat dihindari dengan melakukan beberapa hal sederhana, antara lain:

Minum banyak air putih. Hal ini dapat membantu melunakkan feses sehingga kamu tidak perlu terlalu mengejan. Ini karena kebiasaan mengejan saat buang air besar dapat menyebabkan wasir.
Perbanyak konsumsi serat. Banyak makan sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat membantu melancarkan buang air besar.
Hindari menunda buang air besar. Semakin lama feses tidak dikeluarkan, maka penyerapan air oleh usus semakin banyak. Akibatnya feses menjadi lebih keras dan kering. Hal ini “memaksa” kamu untuk mengejan kuat saat buang air besar dan berakibat wasir.
Rutin berolahraga. Hal ini dapat membantu mencegah sembelit, membantu menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.
Hindari obat-obatan tertentu. Hindari obat-obatan yang memiliki efek samping sembelit, contohnya obat-obatan yang mengandung codein.
Menghindari duduk terlalu lama. Kebiasaan ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di a**s.
Jaga area a**s tetap bersih dan kering. Terutama setelah buang air kecil dan buang air besar.

Dari Gatal Sampai Perdarahan

Wasir umumnya tidak menimbulkan gejala, itulah sebabnya, banyak orang kerap mengabaikan gangguan kesehatan tersebut. Namun, ketika gejalanya muncul, biasanya hal ini ditandai dengan adanya rasa gatal ringan atau nyeri ringan pada area sekitar a**s. Bila masih pada tahap tersebut, sebenarnya wasir masih ringan.

Wasir yang masih ringan dapat ditangani di rumah dengan mengonsumsi obat yang tersedia di apotek. Namun, wasir juga dapat menimbulkan berbagai gejala lainnya, antara lain:

Gatal-gatal di sekitar a**s juga terkadang dapat dirasakan.
Terdapat benjolan di luar a**s. Benjolan biasanya dapat diraba ketika buang air besar. Benjolan bisa dimasukkan kembali dengan bantuan jari tangan.
Nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar a**s. Hal ini terutama dirasakan jika terdapat penekanan pada a**s, misalnya saat mengejan atau duduk terlalu lama.
Perdarahan setelah buang air besar. Darah berwarna merah terang dan biasanya menetes di akhir buang air besar.



Bila kamu merasakan beberapa gejala tersebut dan mencurigainya sebagai gejala wasir, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Agar penanganan dapat dilakukan sedari dini sehingga dapat mengurangi risiko gejala wasir semakin parah.

Baca juga: Wanita dengan Wasir Bisa Melahirkan Normal?

Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Wasir

Meski sangat jarang terjadi, tapi wasir bisa saja memicu terjadinya komplikasi serius pada pengidapnya, antara lain:

1. Anemia

Kehilangan darah secara kronis akibat wasir dapat memicu terjadinya anemia atau kekurangan darah. Bila seseorang mengalami anemia, maka dirinya tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh sel yang ada di tubuh. Namun, perlu diketahui bahwa anemia akibat wasir sangatlah jarang terjadi.

2. Wasir Tercekik

Kondisi ini dapat terjadi bila suplai darah ke wasir internal terputus. Alhasil, wasir pun menjadi tercekik sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa bagi pengidapnya.

3. Penggumpalan Darah

Dilansir dari Mayo Clinic, terkadang gumpalan darah dapat terbentuk pada wasir. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah thrombosed hemorrhoid atau wasir trombosis. Meskipun tidak berbahaya, tetapi penggumpalan tersebut bisa sangat menyakitkan. Selain itu, penggumpalan darah tersebut kadang perlu ditusuk dan dikeringkan.

Nah, itulah beberapa kebiasaan yang dapat mencegah risiko terjadinya wasir. Adapun itu, penerapan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan tinggi serat tentunya perlu diterapkan. Selain dapat mencegah wasir, menerapkan pola hidup sehat dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Bila kamu mengalami wasir yang tidak kunjung membaik walaupun sudah mengonsumsi obat-obatan, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter untuk bertanya seputar keluhan yang kamu rasakan.

Bila dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan fisik di rumah sakit, kamu juga dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hemorrhoids

Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. 5 Simple Ways You Can Prevent Hemorrhoids

NHS. Diakses pada 2021. Piles (haemorrhoids)

23/09/2021

Fakta Mengenai Umur Kucing yang Perlu Diketahui

Fakta Mengenai Umur Kucing yang Perlu Diketahui
Kesehatan Hewan
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
23 September 2021
Fakta Mengenai Umur Kucing yang Perlu Diketahui

“Lama usia kucing dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya seperti lingkungan, pemeliharaan, kesehatan, dan apakah kucing dikebiri atau disteril. Semua faktor tersebut sangatlah penting saat memikirkan harapan hidup kucing. Selain itu, nutrisi juga dapat memegang peranan penting dalam usianya, karena berpengaruh langsung pada kesehatannya.”

Halodoc, Jakarta – Setiap makhluk hidup pasti memiliki usia rata-rata, nah begitu juga dengan kucing. Bagi kamu yang berencana atau sudah memiliki kucing sebagai hewan peliharaan, penting untuk mengetahui berapa usia rata-rata kucing yang hidup di dunia. Tujuannya, agar kamu dapat mengerti bagaimana perawatan yang harus dilakukan untuk kesehatan hewan tersebut. Terutama saat kucing sudah memasuki masa tuanya. Bila rata-rata ma**sia dapat hidup hingga 78 tahun, maka berapakah rata-rata usia kucing? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

Baca juga: Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai
Fakta Mengenai Umur Kucing

Dilansir dari Catster, lama usia kucing dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya seperti lingkungan, pemeliharaan, kesehatan, dan apakah kucing dikebiri atau disteril. Semua faktor tersebut sangatlah penting saat memikirkan harapan hidup kucing. Namun, perlu diketahui bahwa bagi kucing peliharaan, sterilisasi dapat menjadi faktor yang paling penting. Sebab, memandulkan kucing dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan risiko penyakit yang dapat memengaruhi sistem reproduksi kucing di usia tua. Sedangkan itu, dengan kemajuan di bidang medis saat ini, kucing dapat hidup hingga 20 tahun atau lebih.

Namun, berdasarkan survei terhadap 10 situs ternama yang membahas rata-rata usia kucing domestik, umumnya rata-rata kucing domestik dapat mencapai usia 15 tahunan. Selain itu, perlu diketahui bahwa ras dari kucing dapat menjadi faktor lain yang juga dapat memengaruhi usia kucing. Berdasarkan berbagai penelitian, umumnya kucing ras campuran dapat hidup lebih lama bila dibandingkan kucing ras biasa.

Sementara, rekor untuk usia kucing paling tua yang tercatat dalam sejarah adalah 38 tahun dan tiga hari. Kucing tersebut berjenis shorthair domestik dan terkadang diberi makanan aneh seperti asparagus, hingga telur. Tidak diketahui secara pasti bagaimana kucing tersebut bisa berumur panjang. Namun, kombinasi dari perawatan yang penuh kasih, susunan genetika yang baik, hingga lingkungan yang aman mungkin menjadi faktor kunci.
Kaitan Antara Nutrisi dengan Usia Kucing

Kucing merupakan karnivora yang memakan daging, sehingga makanan yang diberikan pun harus sesuai dengan sifat alaminya. Merujuk pada laman The Spruce Pets, sangat penting bagi kucing untuk mendapatkan asupan protein yang besar. Bahkan, kucing membutuhkan protein yang lebih banyak bila dibandingkan dengan anjing, karena sistem pencernaannya yang unik. Kucing dewasa harus menerima setidaknya 5,5 gram/kilogram protein dalam sehari. Bila dibuat contoh, rata-rata kucing seberat delapan pon perlu mengonsumsi setidaknya 20 gram protein setiap harinya.

Tak hanya protein, nutrisi seperti asam amino esensial juga sangat penting bagi kucing. Misalnya seperti taurin, metionin, dan sistin. Bila makanan kucing tidak terdiri dari jumlah protein yang tepat, asam amino esensial, dan vitamin penting yang dibutuhkan kucing, maka kesehatan kucing dapat terganggu. Apabila kesehatan kucing terganggu, maka kondisi tersebut dapat mengurangi usia dari kucing.

Baca juga: Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan
Usia Rata-rata Kucing Rumahan

Kucing rumahan yang banyak menghabiskan waktu dalam ruangan dapat hidup tiga kali lebih lama dari kucing yang berada di luar ruangan. Umumnya kucing rumahan juga disterilkan, divaksinasi, dan dijauhkan dari tekanan atau bahaya dunia luar. Selain itu, kucing rumahan juga diberikan makan secara teratur dan memiliki akses mudah ke air yang bersih dan segar.

Kucing rumahan dapat hidup antara 14 hingga 20 tahun. Namun, kucing rumahan membutuhkan lebih banyak perhatian dan harus diajak bermain. Selain itu, karena lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, mereka cenderung kurang bergerak. Maka dari itu, kucing rumahan perlu diajak olahraga yang cukup agar dapat terhindar dari obesitas.

Bagaimana dengan Kucing yang Tinggal di Luar?

Dilansir dari The Spruce Pets, baik kucing peliharaan maupun kucing liar yang tinggal di luar ruangan rata-rata berumur sekitar lima tahunan. Pasalnya, kucing menghadapi berbagai risiko dan tantangan yang dapat mengancam nyawanya. Misalnya seperti tertabrak kendaraan, terluka oleh hewan lain, tak sengaja memakan racun saat mencari makanan, hingga terpapar jamur, parasit atau virus. Oleh sebab itu, semakin banyak waktu yang dihabiskan kucing liar di luar ruangan, semakin besar risiko cedera atau penyakit yang dapat terjadi.

Baca juga: Manfaat Kesehatan Memiliki Hewan Peliharaan

Nah itulah fakta mengenai usia kucing yang perlu kamu ketahui. Apabila kamu berencana atau sudah memiliki kucing, jangan lupa untuk memenuhi segala kebutuhan asupan nutrisi hewan peliharaan. Kamu juga dapat menghubungi dokter hewan melalui aplikasi Halodoc, jika kamu ingin bertanya seputar pola makan yang sehat untuk kucing atau makanan yang tepat untuknya.

Selain itu, kamu juga dapat membeli makanan kucing melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantri berlama-lama di Petshop. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Catster. Diakses pada 2021. How Long Do Cats Live? Facts About the Average Cat Lifespan
The Spruce Pets. Diakses pada 2021. The Average Cat Lifespan

22/09/2021

5 Manfaat Jagung Rebus Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

“Tak hanya enak dan mengenyangkan, jagung rebus juga menyimpan banyak hal baik untuk kesehatan. Manfaat jagung rebus sangat beragam, mulai dari menyehatkan mata, hingga mendukung kesehatan ibu hamil.”

Halodoc, Jakarta – Selain rasanya yang manis dan enak disantap hangat-hangat, jagung rebus ternyata juga menyehatkan, lo. Manfaat jagung rebus bagi kesehatan sangat sayang untuk dilewatkan. Yuk, simak pembahasannya!

Baca juga: Tepung Jagung untuk Orang yang Diet Bebas Gluten
Berbagai Manfaat Jagung untuk Kesehatan

Jagung kaya serat, karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Berikut ini manfaat jagung rebus untuk kesehatan yang jarang diketahui:

Menyehatkan Mata

menyehatkan mata

Jagung mengandung antioksidan karotenoid seperti zeaxanthin dan lutein, yang dapat meningkatkan kesehatan mata.

Mengurangi Risiko Anemia

mengurangi risiko anemia

Jagung kaya akan vitamin B12, asam folat, dan zat besi yang membantu produksi sel darah merah dalam tubuh. Ini berarti konsumsi jagung dapat mengurangi risiko anemia.

Membantu Menambah Berat Badan

menambah berat badan

Bagi kamu yang sedang berjuang untuk meningkatkan berat badan, cobalah masukkan jagung rebus dalam daftar menu sehari-hari. Sebab, jagung mengandung kalori yang cukup tinggi, dengan vitamin dan mineral, yang diperlukan untuk meningkatkan berat badan sehat.

Menurunkan Gula Darah dan Kolesterol

menurunkan gula darah

Manfaat jagung selanjutnya adalah menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Hal ini karena jagung dapat mengurangi penyerapan kolesterol dan mengatur insulin, sehingga sangat baik untuk pengidap diabetes dan kolesterol tinggi.

Baca juga: 10 Manfaat Jagung Rebus untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Mendukung Kehamilan Sehat

mendukung kehamilan sehat

Jagung kaya akan asam folat, dan mengandung zeaxanthin, serta asam patogen yang mengurangi risiko cacat lahir pada bayi. Jagung memiliki kandungan serat yang tinggi dan dapat meredakan sembelit pada ibu hamil.

Itulah beberapa manfaat jagung rebus untuk kesehatan yang perlu diketahui. Bila kamu butuh informasi lebih lanjut mengenai hal ini, kamu download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Corn 101: Nutrition Facts and Health Benefits.
NDTV Foods. Diakses pada 2021. Health Benefits Of Corn, Nothing Corny Here

22/09/2021

4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan

Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
21 September 2021
Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan

“Diare bukan hanya terjadi pada ma**sia, tetapi juga hewan seperti kucing. Diare yang terjadi pada kucing dapat disebabkan oleh beberapa hal dan umumnya akibat sesuatu yang dimakannya. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan yang diberikan.”

Halodoc, Jakarta – Sebagai pemilik kucing, kamu perlu melihat sesekali ke pasirnya untuk memperhatikan kotoran yang dikeluarkannya. Dengan cara ini, kamu bisa tahu jika kucing tetap sehat atau mengalami masalah terkait pencernaannya. Hal ini dapat kamu nilai jika kotoran yang dikeluarkannya encer, mungkin saja kucing mengalami diare.

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab diare pada kucing. Maka dari itu, kamu perlu tahu beberapa penyebabnya agar dapat menentukan pengobatan yang terbaik, atau memberitahu dokter tentang cara penanganan yang paling ampuh. Untuk mengetahui segala penyebabnya, baca ulasan artikel berikut ini!

Baca juga: Waspadai 4 Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Kucing
Segala Penyebab Diare pada Kucing

Biasanya, kucing akan buang air besar 1-2 kali per hari dan berbentuk padat serta lembap. Jika tidak seperti itu, bisa jadi menjadi tanda jika kucing terserang penyakit. Saat kucing mengalami diare, tinjanya dapat berbentuk lunak atau bahkan cair. Jika terjadi hanya satu kali, mungkin karena ada perubahan makanan atau pola diet yang salah. Namun, jika terjadi terlalu sering, penting untuk berdiskusi dengan dokter hewan.

Lalu, apa saja sih penyebab diare yang perlu diketahui? Nah, berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya:
1. Parasit

Beberapa jenis parasit yang menyerang usus, seperti cacing gelang, cacing tambang, atau cacing pita dapat menyebabkan diare pada kucing. Meski kucing selalu di dalam ruangan, parasit bisa saja tersisa di dalam tubuhnya sejak kecil atau terinfeksi oleh bahan yang terkontaminasi. Jika kucing terbiasa di luar rumah, ia mungkin terpapar melalui kontak dengan telur parasit di lingkungannya atau memakan satwa liar.

Anak kucing juga dapat mengalami infeksi cacing, gejala parasit pada usus yang paling umum, saat menyusui dari induknya. Jika kondisi ini terjadi pada anak kucing, segeralah bawa dirinya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan medis. Perawatan diare pada anak kucing mungkin tidak mencegah infeksi berulang, dan kucing dewasa juga dapat mengalami infeksi secara terus-menerus jika dibiarkan.

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Umum Dialami Kucing
2. Infeksi

Diare pada kucing juga dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Meski begitu, gangguan ini lebih sering terjadi pada kucing yang lebih muda. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan makanan dan lingkungannya, terutama jika kucing yang kamu miliki masih anakan.

Jika kucing kesayangan kamu mengalami diare dan bingung penanganan tepat yang perlu dilakukan, dokter hewan dari Halodoc siap membantu. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, interaksi dengan ahli medis bisa dilakukan hanya melalui smartphone di tangan. Untuk menikmati kemudahan ini, unduh aplikasinya sekarang juga!
3. Pola Makan

Terkadang, pola makan yang berubah atau tidak biasa dapat menjadi penyebab diare pada kucing. Hal ini bisa terjadi saat kamu memberikan makanan yang tidak biasa dikonsumsi atau kucing makan sembarangan, seperti rumput. Oleh sebab itu, kamu perlu memperhatikan makanan yang diberikan, dan awasi dirinya ketika ke luar rumah agar tidak makan sembarangan.

Baca juga: 4 Penyebab Kucing Muntah Kuning dan Cara Mengatasinya
4. Keracunan

Tanaman yang ada di sekitar kita juga bisa menyebabkan diare pada kucing. Tanaman lidah mertua dan lidah buaya misalnya, bisa menyebabkan diare dan muntah jika tertelan oleh kucing. Pastikan kucing kesayangan kamu tidak bermain dengan tanaman-tanaman ini ya!”

Nah, itulah beberapa penyebab dari diare pada kucing yang perlu kamu ketahui. Jika dirasa kucing mengalami masalah pencernaan ini selama beberapa hari, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, masalah yang terjadi lebih cepat selesai dan kucing kembali sehat.
Referensi:
Cat Friendly. Diakses pada 2021. Diarrhea.
Pet Health Network. Diakses pada 2021. Cat Diarrhea: When is it Serious and How Do I Stop It?

19/09/2021

Ini Manfaat Whey Protein sebagai Suplemen Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
17 September 2021

“Sebagai suplemen makanan, whey protein sangat populer di kalangan binaragawan, atlet, dan seseorang yang sedang butuh protein tambahan. Selain itu, whey protein juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah dapat meningkatkan pertumbuhan massa otot.”

Halodoc, Jakarta – Susu terbentuk dari dua jenis protein, kasein dan whey. Whey dan kasein dalam susu ternyata dapat dipisahkan melalui proses tertentu untuk membentuk produk baru. Nah, whey protein dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial serta rendah kandungan laktosanya. Karena alasan inilah whey protein sering dijadikan suplemen ketika seseorang sedang menjalani latihan tertentu.

Rutin mengonsumsi whey protein diyakini mampu meningkatkan sintesis protein otot dan mendorong pertumbuhan massa otot tanpa lemak. Berikut sejumlah manfaat whey protein sebagai suplemen olahraga.

Baca juga: Inilah 7 Jenis dan Fungsi Protein bagi Tubuh
Manfaat Whey Protein sebagai Suplemen Olahraga

1. Mudah Dicerna

Whey dalam susu berbentuk cairan yang kemudian dipisahkan selama produksi keju. Selain mengandung asam amino lengkap, whey protein sangat mudah dicerna dan mudah diserap usus jika dibandingkan jenis protein lainnya. Umumnya whey protein tersedia dalam tiga bentuk, yaitu konsentrat (WPC), isolat (WPI), dan hidrolisat (WPH). Konsentrat adalah jenis yang paling umum dan sangat terjangkau. Sebagai suplemen makanan, whey protein sangat populer di kalangan binaragawan, atlet, dan seseorang yang sedang butuh protein tambahan.

2. Meningkatkan Pertumbuhan Otot

Massa otot menurun secara alami seiring bertambahnya usia seseorang. Ketika massa otot menurun, pertambahan usia juga cenderung menyebabkan penumpukan lemak, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Namun, perubahan tubuh ini dapat diperlambat, dan dicegah dengan kombinasi latihan kekuatan dan diet yang tepat.

Latihan kekuatan dibarengi dengan konsumsi makanan berprotein tinggi atau suplemen protein telah terbukti menjadi strategi efektif untuk mencegah perkembangan penyakit kronis. Whey protein bisa menjadi pilihan sumber protein berkualitas tinggi dan kaya akan asam amino yang disebut leusin. Nah, leusin ini mampu meningkatkan pertumbuhan (anabolik).

Karena kandungan leusinnya yang baik, whey protein terbukti efektif untuk mencegah kehilangan massa otot yang berkaitan dengan pertambahan usia dan untuk meningkatkan kekuatan serta bentuk tubuh yang baik.

Baca juga: Ini 6 Pilihan Makanan yang Tinggi Protein

3. Mengenyangkan dan Mengurangi Rasa Lapar

Salah satu kendala menjalani diet adalah berperang dengan rasa lapar. Salah satu trik untuk mengatasinya adalah memilih jenis makanan yang mampu mengurangi rasa lapar atau membuat kenyang lebih lama. Beberapa jenis makanan yang memberikan efek kenyang lebih lama umumnya makanan dengan komposisi makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak). Protein sejauh ini punya proporsi yang lebih besar dari ketiga makronutrien.

Namun, tidak semua protein memiliki efek yang sama terhadap rasa kenyang. Terkecuali untuk whey protein. Jenis protein ini dinilai lebih mengenyangkan dibandingkan jenis protein lain, seperti kasein dan kedelai. Karena alasan inilah, whey protein menjadi pilihan untuk orang-orang yang perlu makan lebih sedikit kalori untuk menurunkan berat badan.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Memperbanyak konsumsi protein telah menjadi strategi penurunan berat badan yang paling terkenal. Pasalnya, konsumsi banyak protein dapat meningkatkan penurunan lemak dengan cara menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, dan membantu menjaga massa otot saat menurunkan berat badan. Whey protein telah terbukti sangat efektif untuk membantu pembakaran lemak dibandingkan dengan jenis protein lainnya.

Baca juga: Siapa Saja yang Butuh Suplemen? Ini Kriterianya

Makanan yang Kaya Akan Protein

Selain minum whey protein, pastikan asupan protein yang dibutuhkan tubuh terpenuhi dari makanan. Tidak hanya untuk otot, protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah makanan yang kaya akan kandungan protein baik secara hewani maupun nabati, antara lain:

1. Sumber Protein Hewani

Sumber protein hewani berasal dari hewan, seperti daging, ikan, udang, telur, susu, keju, seafood, dan yoghurt. Namun, mengonsumsi beberapa jenis makanan laut seperti udang dan cumi tidak boleh berlebihan. Sebab, kedua makanan tersebut juga tinggi akan kolesterol, meskipun kadar proteinnya baik untuk tubuh.

2. Sumber Protein Nabati

Tidak hanya bersumber dari hewan, protein juga bisa diperoleh dari berbagai jenis sayuran. Misalnya seperti brokoli yang juga mengandung serat, kalium, vitamin C dan vitamin K, serta banyak mengandung nutrisi bioaktif yang dipercaya dapat melindungi tubuh dari kanker. Selain itu, kacang-kacangan seperti kacang polong, ,kacang tanah, buncis, atau kacang kedelai, termasuk tahu dan tempe juga mengandung protein nabati tinggi.

Bila kamu ingin memenuhi segala nutrisi penting untuk kesehatan otot, kamu dapat membeli suplemen olahraga sesuai kebutuhan di aplikasi Halodoc. Tanpa perlu mengantri atau menunggu berlama-lama di Apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. 10 Evidence-Based Health Benefits of Whey Protein.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Bekasi
Bekasi