PT. Sehat Abadi

PT. Sehat Abadi

Share

Halaman Ini Berisi Tentang Kesehatan Kulit & Perawatan

21/09/2022

Cara Menghilangkan Kutu Rambut yang Ampuh
Cara menghilangkan kutu rambut bisa dilakukan dengan obat antikutu yang dijual bebas maupun yang diresepkan oleh dokter. Dengan obat ini, Anda dapat terbebas dari rasa gatal yang dapat memengaruhi kepercayaan diri dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada beberapa cara menghilangkan kutu rambut, baik secara alami maupun menggunakan obat medis. Namun, cara menghilangkan kutu rambut secara alami belum tentu terbukti efektif dan mungkin memerlukan pemakaian yang lebih lama agar terlihat hasilnya.

Cara Menghilangkan Kutu Rambut yang Ampuh - Alodokter

Untuk itu, Anda perlu mengetahui produk pembasmi kutu rambut maupun obat kutu yang diresepkan dokter. Pemakaian yang tepat umumnya efektif dalam membasmi kutu rambut.

Cara Menghilangkan Kutu Rambut dengan Obat Apotek
Banyak produk pembasmi kutu rambut yang dijual di apotek atau supermarket. Obat antikutu tersebut biasanya mengandung bahan aktif seperti berikut:

1. Piretrin

Pyrethrin atau piretrin merupakan ekstrak alami dari bunga chrysanthemum. Kandungan ini tergolong efektif membasmi kutu rambut bila diaplikasikan sesuai petunjuk dan aman digunakan untuk anak berusia 2 tahun atau lebih.

Hanya saja, obat ini hanya dapat membunuh kutu hidup, bukan telur yang belum menetas. Oleh karena itu, penggunaan kedua direkomendasikan dalam waktu 9–10 hari setelah perawatan pertama. Tujuannya, untuk membunuh kutu yang baru menetas sebelum mereka dapat menghasilkan telur baru.

2. Losion permetrin 1%

Kandungan ini merupakan bentuk sistetis dari piretrin. Permethrin atau permetrin aman dan efektif untuk menghilangkan kutu rambut pada orang dewasa maupun anak, bahkan bayi berusia minimal 2 bulan.

Sama halnya dengan piretrin, permetrin juga hanya dapat membunuh kutu hidup. Untuk itu, dibutuhkan perawatan kedua dalam jangka waktu 7–10 hari kemudian untuk membunuh kutu yang baru menetas.

Cara Menghilangkan Kutu Rambut dengan Obat Dokter
Cara menghilangkan kutu rambut yang lain adalah dengan menggunakan obat kutu yang diresepkan dokter. Beberapa obat kutu tersebut adalah:

1. Losion benzil alkohol 5%

Benzil alkohol aman digunakan untuk menghilangkan kutu rambut pada bayi berusia minimal 6 bulan, ibu hamil, atau ibu menyusui. Meski demikian, losion ini hanya dapat membunuh kutu hidup dan tidak mempan terhadap telur kutu.

Cara penggunaannya, sisir rambut terlebih dahulu, lalu oleskan losion pada rambut yang kering (tidak dibasahi). Diamkan selama 10 menit, lalu bilas rambut hingga bersih. Penggunaan kedua diperlukan dalam rentang waktu 1 minggu.

2. Ivermektin (losion 0.5% dan obat minum)

Meski tidak dapat memusnahkan telur kutu, invermectin atau ivermektin dapat mencegah kutu yang baru menetas. Selain dalam bentuk losion yang dioleskan pada rambut kering, invermectin juga tersedia dalam bentuk obat minum.

Cara minum obat ini bisa dengan sekali dosis saja atau dengan pengulangan selama 9–10 hari setelah dosis awal.

Losion ivermektin tidak boleh diberikan pada bayi berusia di bawah 6 bulan, sedangkan obat minum ivermektin sebaiknya tidak diberikan pada anak yang beratnya kurang dari 15 kg dan pada ibu hamil.

3. Losion malation 0.5%

Obat kutu ini bekerja dengan cara melumpuhkan dan membunuh kutu, termasuk telur kutu. Penggunaannya hanya diperbolehkan pada anak berusia minimal 6 tahun.

Untuk menghilangkan kutu rambut, cukup oleskan pada rambut yang kering. Diamkan selama 8–12 jam atau biarkan rambut kering dengan sendirinya. Setelah itu, bilas rambut hingga bersih.

Gunakan sisir serit setiap 2–3 hari untuk menghilangkan telur kutu atau bangkai kutu yang masih menempel pada rambut. Jika Anda mendapati masih ada kutu yang hidup setelah 7–9 hari, Anda membutukan perawatan kedua.

Penggunaan malation harus dilakukan secara hati-hati. Selain dapat mengiritasi kulit, produk ini juga mudah terbakar. Oleh karena itu, jauhkan dari sumber panas seperti rokok, pengering, pengeriting, serta pelurus rambut.

4. Obat oles spinosad 0.9%

Spinosad bisa digunakan untuk bayi berusia minimal 6 bulan. Obat kutu ini dapat membunuh kutu hidup maupun telur kutu yang belum menetas. Dengan demikian pada umumnya pemakaian ulang tidak dibutuhkan.

Namun, Anda bisa mengulangi penggunaan jika masih mendapati kutu dalam 7 hari setelah penggunaan pertama.

Agar obat kutu bekerja dengan efektif, aplikasikan sesuai petunjuk pemakaian. Hindari juga menggunakan dua jenis obat kutu secara bersamaan.

Jika kutu masih didapati setelah pemakaian kedua, hindari pemakaian ketiga atau seterusnya. Ini menandakan obat kutu tidak mempan dan bisa juga menandakan bahwa kutu telah kebal terhadap obat tersebut.

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai cara menghilangkan kutu rambut yang tepat, atau jika produk yang digunakan tidak berhasil membasmi kutu rambut.

21/09/2022

6 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Perawatan Medis.
Ada berbagai cara menghilangkan bekas jerawat yang dapat Anda coba. Salah satunya adalah dengan melakukan perawatan ke dokter kulit atau dokter kecantikan. Jika dilakukan secara rutin, tidak hanya bekas jerawat dapat hilang, kulit tampak halus dan sehat pun dapat Anda wujudkan.

Jerawat yang mulai kempes dan sembuh, terkadang meninggalkan bekas luka kemerahan atau kehitaman pada kulit. Terkadang, ada p**a jerawat yang menyebabkan tekstur dan warna kulit tidak merata.

6 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Perawatan Medis - AlodokterMunculnya bekas jerawat ini tentu bisa berdampak pada rasa percaya diri dan tampilan wajah secara keseluruhan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena bekas jerawat dapat disamarkan atau dihilangkan.

Nah, cara menghilangkan bekas jerawat bisa dilakukan melalui beragam perawatan medis yang disesuaikan dengan jenis kulit dan tingkat keparahan bekas jerawat.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat dengan Perawatan
Ada beberapa jenis perawatan medis untuk menghilangkan bekas jerawat yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Platelet rich plasma (PRP)
Anda bisa mencoba metode PRP sebagai salah satu cara menghilangkan bekas jerawat. Metode PRP diduga cukup efektif untuk mengatasi bekas jerawat karena dapat meningkatkan produksi kolagen dan menghilangkan bekas luka akibat jerawat.

Cara kerja metode ini adalah dengan merangsang pergantian sel kulit mati menjadi sel baru yang sehat, sehingga prosesnya membutuhkan waktu cukup lama. Hasilnya pun belum dapat terlihat hanya dari satu kali melakukan perawatan. Diperlukan setidaknya 3 kali perawatan untuk dapat melihat hasilnya.

2. Chemical peeling treatment
Chemical peeling juga bisa Anda pilih sebagai cara untuk menghilangkan bekas jerawat. Perawatan ini menggunakan larutan kimia khusus yang dioleskan ke kulit. Tujuannya untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang pembentukan sel kulit baru di bawahnya yang lebih sehat.

Saat melakukan perawatan ini, Anda akan merasakan perih pada kulit. Setelah 3–4 hari, kulit pun mulai mengelupas. Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan PRP, metode ini bisa Anda jadikan pilihan untuk meratakan warna kulit dan menghilangkan bekas jerawat.

3. Mikrodermabrasi
Selain chemical peeling, ada p**a prosedur nonbedah untuk menghilangkan bekas jerawat, yaitu mikrodermabrasi. Dalam penerapannya, dokter akan menggunakan alat khusus yang bisa mengikis kulit mati sekaligus mengisapnya. Cara ini pun mampu merangsang pertumbuhan kulit yang lebih sehat dan menjadi halus.

Di samping itu, mikrodermabrasi juga dimanfaatkan untuk mengurangi kerutan, menyamarkan stretch marks, bahkan meratakan warna kulit. Agar hasilnya lebih maksimal, prosedur ini perlu dilakukan lebih dari satu kali.

4. Filler injection
Cara menghilangkan bekas jerawat selanjutnya adalah injeksi filler. Perawatan ini lebih cocok digunakan untuk bekas jerawat yang berbentuk bopeng. Dalam prosedurnya, dokter akan menyuntikkan bahan kimia tertentu ke dalam kulit untuk meratakan bekas jerawat.

Injeksi filler umumnya bertahan sementara dan perlu dilakukan pengulangan setiap 6–18 bulan. Namun, ada juga injeksi filler yang bersifat permanen. Hal ini tergantung jenis filler yang digunakan.

5. Terapi laser
Ada dua jenis perawatan laser untuk bekas jerawat, yaitu laser ablatif dan laser nonablatif. Laser ablatif bertujuan untuk menghancurkan lapisan bekas jerawat di kulit, sehingga sel-sel kulit baru bisa tumbuh. Sementara itu, laser nonablatif dilakukan untuk merangsang produksi kolagen dan pertumbuhan sel kulit baru.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menghilangkan bekas jerawat, Anda disarankan agar melakukan perawatan laser lebih dari sekali. Selain untuk menyamarkan bekas jerawat, laser juga digunakan untuk menghilangkan tattoo.

6. Intense pulsed light (IPL)
Selain menggunakan metode laser, IPL juga bisa dipilih untuk menghilangkan bekas jerawat yang menyebabkan perubahan warna kulit. Metode IPL sebenarnya mirip dengan metode laser. Perbedaan keduanya terletak pada gelombang cahaya yang digunakan.

Metode laser biasanya menggunakan gelombang infrared, sedangkan IPL menggunakan kombinasi berbagai jenis gelombang cahaya dan getaran sehingga cakupan area perawatannya bisa lebih luas.

Selain bisa menyamarkan bekas jerawat, IPL juga dapat memperbaiki kerutan pada wajah, merontokan bulu, dan memudarkan stretch mark.

Secara umum, berbagai cara menghilangkan bekas jerawat melalui perawatan medis aman untuk dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa semua perawatan di atas harus dilakukan oleh dokter kulit atau dokter kecantikan guna mencegah atau mengurangi efek yang tidak diinginkan.

Bila Anda tertarik dan ingin mencoba berbagai cara menghilangkan bekas jerawat di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna menentukan jenis perawatan yang sesuai dengan jenis kulit dan tingkat keparahan bekas jerawat Anda.

21/09/2022

Kenali Obat untuk Mengatasi Jamur Kulit
Kulit berjamur tidak hanya menimbulkan gatal dan tidak nyaman, tetapi juga berdampak pada rasa percaya diri. Nah, obat untuk mengatasi jamur kulit bisa menjadi pilihan. Dengan begitu, jamur kulit pun lekas hilang dan tidak lagi mengganggu Anda.

Meski umumnya tidak berbahaya, jamur kulit bisa menular dan menyebabkan ruam, gatal, iritasi, kulit bersisik, atau pembengkakan, sehingga perlu diatasi dengan obat jamur kulit.

Kenali Obat untuk Mengatasi Jamur Kulit - Alodokter

Jamur kulit sebenarnya bisa muncul di bagian tubuh mana saja, bahkan kuku sekali pun. Namun, jamur kulit paling sering muncul di area kulit yang hangat dan lembap, misalnya sela-sela jari kaki dan area lipatan kulit, seperti selangkangan, bokong, dan paha. Salah satu contoh infeksi jamur adalah kutu air.

Ragam Penyebab Jamur Kulit
Penyebab jamur kulit adalah infeksi atau pertumbuhan jamur yang tidak terkendali. Kondisi ini biasanya dipicu oleh kebersihan kulit yang kurang terjaga. Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang juga bisa menjadi pemicu, seperti:

Tidak menggunakan alas kaki di tempat yang lembap
Memakai sepatu atau kaos kaki yang basah atau lembap
Mengenakan pakaian yang terlalu ketat
Tidak membersihkan diri atau mandi setelah berkeringat atau berolahraga
Memakai handuk bersama orang yang menderita jamur kulit
Bersentuhan langsung dengan penderita jamur kulit
Melakukan kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi jamur kulit
Selain dipicu oleh hal-hal di atas, jamur kulit juga rentan terjadi pada penderita obesitas, karena adanya lipatan-lipatan kulit yang cenderung lembap sehingga mudah ditumbuhi jamur.

Beberapa kondisi yang juga rentan terkena infeksi jamur kulit adalah menderita diabetes, memiliki imunitas tubuh yang lemah, memiliki riwayat psoriasis, atau sedang mengonsumsi kortikosteroid dalam dosis tinggi dan jangka panjang.

Obat untuk Mengatasi Jamur Kulit
Jamur kulit perlu segera diobati agar tidak menular dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pengobatan jamur kulit umumnya berupa krim oles. Pilihan dan kandungan obatnya pun bervariasi.

Salah satu obat yang efektif dan umum digunakan untuk mengatasi infeksi jamur, termasuk kutu air, adalah krim oles dengan kandungan clotrimazole 1%. Clotrimazole termasuk dalam obat antijamur golongan azole yang mampu menghentikan pertumbuhan jamur kulit dengan cara merusak lapisan sel jamur.

Produk obat yang mengandung clotrimazoe umumnya tidak sulit untuk Anda dapatkan karena banyak dijual di apotek-apotek.

Penggunaan clotrimazole secara rutin, yaitu 2–3 kali sehari selama 2 minggu, biasanya efektif untuk menghilangkan jamur kulit. Penggunaannya pun cukup mudah, Anda hanya perlu mengoleskan krim ini secukupnya ke area kulit yang berjamur.

Sebelum mengoleskan krim tersebut, Anda harus mencuci dan mengeringkan area kulit yang terinfeksi jamur. Pada kasus jamur kuku, penggunaan clotrimazole sebaiknya dilakukan saat kuku sudah dipotong pendek dan dibersihkan.

Agar jamur kulit tidak kembali muncul setelah diobati, Anda dianjurkan untuk mencegahnya dengan cara menjaga kebersihan diri dengan baik, seperti mandi setiap habis berolahraga atau berkeringat

Selain itu, karena infeksi jamur rentan diderita oleh penderita diabetes dan obesitas, terapkanlah pola makan sehat dengan membatasi konsumsi makanan yang tinggi gula dan berlemak, agar kadar gula darah dan berat badan terkontrol dengan baik. Dengan begitu, Anda tidak mudah mengalami obesitas atau diabetes.

Bila Anda memiliki masalah jamur kulit, lakukan pengobatan secara rutin agar jamur mati dan Anda terbebas dari gatal akibat jamur dan kutu air.

Namun, jika Anda sudah menggunakan obat untuk mengatasi jamur kulit tapi jamur masih juga membandel, periksakanlah diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Address


Bekasi
17510