Mami Indah
Halaman Ini Berisi Artikel Tentang Kesehatan
Plasenta Bayi dan Gangguan yang Menyertainya
facebook twitter share to email
Plasenta bayi memiliki peran yang sangat penting, salah satunya untuk menyuplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin selama berada di dalam kandungan. Gangguan pada plasenta dapat memengaruhi kesehatan dan bahkan mengancam keselamatan bayi.
Selain menyuplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin, plasenta juga berperan dalam memproduksi hormon pendukung kehamilan, membuang karbon dioksida, serta melindungi janin dari guncangan dan infeksi.
Plasenta Bayi dan Gangguan yang Menyertainya - Alodokter
Macam-Macam Gangguan Plasenta
Peranan plasenta bayi dalam menunjang perkembangan janin dalam kandungan memang sangat penting. Tak heran saat terjadi gangguan pada plasenta, kesehatan dan keselamatan janin bisa terganggu.
Ada beragam gangguan yang bisa terjadi pada plasenta, di antaranya:
1. Plasenta previa
Plasenta previa terjadi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutup jalan lahir. Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan melalui va**na, baik selama kehamilan maupun persalinan.
Penyebab plasenta previa tidak diketahui dengan pasti. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga dapat membuat ibu hamil lebih berisiko menderita plasenta previa, yaitu:
Hamil di usia 35 tahun atau lebih
Pernah hamil sebelumnya
Pernah menjalani operasi caesar
Mengandung anak kembar
Merokok
2. Plasenta akreta
Plasenta akreta adalah gangguan plasenta di mana pembuluh darah dan jaringan pada organ ini tumbuh terlalu dalam pada dinding rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan pada jalan lahir dan perdarahan hebat setelah melahirkan.
Penyebab plasenta akreta juga belum bisa diketahui dengan pasti. Namun, risiko ibu hamil untuk mengalami plasenta akreta cenderung lebih besar jika pernah melahirkan secara caesar atau telah melahirkan beberapa kali.
3. Solusio plasenta atau abruptio plasenta
Solusio plasenta terjadi ketika plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum persalinan. Solusio plasenta termasuk kondisi yang berbahaya karena dapat menyebabkan pasokan oksigen dan nutrisi ke janin berkurang.
Bahkan, kondisi ini bisa membahayakan nyawa ibu hamil akibat perdarahan yang hebat serta menyebabkan kematian pada bayi baru lahir.
4. Retensi plasenta
Retensi plasenta merupakan gangguan di mana plasenta atau ari-ari tidak keluar dari dalam rahim setelah 30 menit persalinan. Gangguan plasenta ini dapat terjadi karena kontraksi rahim tidak cukup kuat untuk mendorong plasenta keluar.
Retensi plasenta juga bisa terjadi akibat plasenta tumbuh terlalu dalam di dinding rahim (plasenta akreta) atau plasenta terperangkap di belakang dinding rahim sehingga sulit untuk keluar. Retensi plasenta termasuk dalam komplikasi kehamilan yang berbahaya karena dapat menyebabkan infeksi dan kematian akibat perdarahan yang hebat.
Gangguan plasenta memang sulit untuk dicegah karena tidak diketahui dengan jelas penyebabnya. Meski begitu, kondisi ini dapat diantisipasi dan diketahui sejak dini dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter.
Memahami Teknik dan Manfaat Renang Gaya Dada
facebook twitter share to email
Renang gaya dada merupakan salah satu teknik berenang yang populer. Selain tidak sulit untuk dilakukan, renang gaya dada juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai teknik dan manfaat renang gaya dada.
Renang gaya dada atau yang kerap juga disebut sebagai gaya katak adalah salah satu teknik berenang yang gerakannya terbilang sederhana dan sering dianggap paling mudah untuk dilakukan. Oleh sebab itu, renang gaya dada biasanya menjadi teknik pertama yang dipelajari oleh orang-orang yang baru mulai belajar berenang.
Memahami Teknik dan Manfaat Renang Gaya Dada - Alodokter
Teknik dan Manfaat Renang Gaya Dada
Seperti yang disebutkan di atas, teknik renang gaya dada tidaklah sulit untuk dilakukan. Agar bisa berenang menggunakan teknik ini, ada langkah-langkah yang harus Anda ikuti, yaitu:
Posisikan bagian depan tubuh menghadap ke lantai kolam renang.
Jaga tubuh selurus dan serileks mungkin, tetapi usahakan agar pergelangan kaki tetap berada di bawah air.
Satukan kedua telapak tangan Anda dan luruskan tangan untuk bersiap-siap meluncur.
Lakukan gerakan meluncur dengan menolakkan telapak kaki yang menempel pada dinding kolam.
Mulai buka kedua telapak tangan ke arah luar hingga tubuh membentuk huruf Y, kemudian putar tangan ke dalam hingga kedua tangan kembali bertemu di depan dada.
Secara bersamaan dengan gerakan tangan di atas, buka kedua paha dan tekuk lutut hingga tumit mengarah ke bagian bokong, seperti gerakan kaki katak saat berenang.
Saat tangan sudah berada di depan dada dan kembali bersiap membuka, angkat kepala dan bahu ke atas air untuk mengambil napas.
Seraya tangan kembali membuka, kepala dan bahu sudah harus kembali berada di bawah permukaan air.
Ulangi gerakan di atas hingga selesai.
Bicara soal manfaat renang gaya dada, ada banyak hal positif yang bisa Anda peroleh, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
1. Menjaga kesehatan jantung
Renang gaya dada adalah salah satu teknik berenang yang paling baik untuk dijadikan latihan kardio. Renang gaya dada dipercaya dapat memperkuat jantung dan membantu organ ini memompa darah dengan lebih efisien ke seluruh tubuh.
Selain itu, latihan kardio, seperti renang gaya dada, juga dapat membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Hal ini nantinya dapat membantu menurunkan risiko terjadinya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung.
2. Menjaga kesehatan paru-paru
Tidak hanya menjaga kesehatan jantung, teknik renang gaya dada juga bermanfaat bagi kesehatan paru-paru. Latihan kardio, seperti renang gaya dada, mampu meningkatkan kapasitas paru-paru, yaitu jumlah maksimal udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.
3. Melatih otot-otot tubuh
Saat berenang gaya dada, Anda akan menggunakan hampir sebagian besar otot tubuh untuk bergerak di air. Renang gaya dada bermanfaat untuk melatih dan mengencangkan otot-otot tubuh, terutama otot dada, perut, paha, lengan, punggung bagian atas, dan kaki bagian bawah.
4. Membakar kalori
Walau tidak seefektif gaya renang lainnya dalam membakar kalori, bukan berarti renang gaya dada tidak membakar kalori sama sekali.
Renang gaya dada umumnya mampu membakar sekitar 200 kalori selama 30 menit. Jika dilakukan dengan rutin dan diimbangi dengan pola makan yang sehat, renang gaya dada bisa efektif untuk menurunkan berat badan.
5. Baik untuk penderita radang sendi
Berenang, termasuk renang gaya dada, merupakan jenis olahraga yang sangat baik untuk dilakukan oleh penderita radang sendi. Bagi penderita radang sendi, olahraga akan menjadi lebih mudah dan ringan jika dilakukan di dalam air.
Hal ini karena air membuat tubuh Anda terapung, sehingga sendi tidak perlu bekerja keras. Air juga menciptakan daya redam alami ketika menggerakkan tubuh, sehingga melatih kekuatan otot.
Beragam manfaat renang gaya dada di atas dapat Anda rasakan jika gaya renang ini dilakukan secara teratur, yaitu sekitar 2,5 jam dalam seminggu dan tentunya dengan teknik yang tepat.
Apabila Anda masih memiliki pertanyaan terkait teknik dan manfaat renang gaya dada untuk kondisi kesehatan Anda, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.
Ini Dampak Negatif Fogging Nyamuk bagi Kesehatan
facebook twitter share to email
Fogging dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, misalnya demam berdarah atau malaria. Meski begitu, dampak negatif fogging juga bisa dirasakan manusia jika terpapar asap fogging dalam jumlah banyak.
Fogging untuk membunuh nyamuk umumnya menggunakan racun insektisida jenis piretrin dan permetrin sintetis. Zat kimia ini juga terkandung dalam semprotan antinyamuk yang banyak dijual di pasaran.
Ini Dampak Negatif Fogging Nyamuk bagi Kesehatan - Alodokter
Dampak Negatif Fogging Nyamuk
Kabut fogging dibentuk dengan mengubah campuran insektisida dan air menjadi asap melalui mesin. Takaran insektisida yang terdapat dalam asap fogging sangat kecil, tetapi cukup untuk membunuh nyamuk.
Dalam jumlah kecil, asap yang terhirup tidak menimbulkan efek samping pada manusia. Akan tetapi, jika terhirup dalam jumlah besar, asap fogging bisa mengganggu kesehatan manusia.
Berikut ini adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul jika seseorang terpapar asap fogging dalam jumlah besar:
Mata perih dan berair
Batuk-batuk
Sulit bernapas, mengi
Sakit kepala
Iritasi kulit
Lemas
Selain itu, dampak negatif fogging juga bisa dialami jika cairan racun mengenai kulit atau tidak sengaja tertelan.
Tak hanya beberapa gejala di atas, paparan insektisida dalam jumlah besar juga dapat menyebabkan keracunan insektisida yang ditandai dengan munculnya beberapa gejala, yaitu:
Gangguan penglihatan
Keringat berlebih
Produksi air liur berlebih
Muntah
Sesak napas
Sakit perut
Detak jantung dan tekanan darah menurun
Untuk kondisi yang cukup parah, keracunan insektisida dapat menyebabkan penderitanya kejang hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini tergolong berbahaya dan harus segera ditangani oleh dokter.
Tips Mencegah Paparan Racun Fogging Nyamuk
Untuk mencegah dampak negatif fogging, hindarilah area penyemprotan. Jika terpapar dan mengalami efek samping seperti yang telah disebutkan di atas, segera bilas bagian tubuh yang terkena asap fogging dengan air bersih, kemudian ganti dan cuci pakaian yang terpapar asap tersebut.
Apabila fogging dilakukan di dalam atau area sekitar rumah Anda, lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah efek samping yang mungkin terjadi:
Kosongkan bak mandi atau wadah penampungan air sebelum penyemprotan dilakukan.
Tutupi barang-barang di rumah dengan koran dan simpan benda-benda, seperti alat makan, baju, atau handuk, di tempat yang rapat.
Jangan biarkan ada makanan atau bahan makanan yang diletakkan di tempat terbuka.
Gunakan masker selama fogging dilakukan dan beberapa saat setelahnya.
Bukalah jendela lebar-lebar agar terjadi pertukaran udara.
Bersihkan permukaan furnitur atau perabot rumah tangga yang terkena asap.
Fogging bertujuan untuk mengurangi populasi nyamuk, sehingga risiko penularan penyakit akibat gigitan nyamuk pun dapat ditekan. Namun, cara ini bukan satu-satunya upaya untuk memberantas nyamuk.
Kegiatan pencegahan yang disebut 3M Plus juga dianjurkan untuk dilakukan, karena dinilai lebih efektif dibandingkan hanya fogging saja. Gerakan 3M Plus meliputi menguras bak dan tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Jika Anda mengalami dampak negatif fogging yang mengarah pada gejala keracunan insektisida, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.
Kenali Ciri-Ciri Bayi Sehat dan Cara Mendukung Kesehatannya
facebook twitter share to email
Banyak orang menilai bayi yang sehat dapat dilihat dari berat badannya. Hal tersebut tidaklah salah, tetapi ciri-ciri bayi sehat tidak hanya diukur dari kenaikan berat badan. Ada beberapa tanda bayi sehat lain yang perlu Bunda kenali.
Mengenali ciri-ciri bayi sehat penting dilakukan orang tua untuk memastikan tumbuh kembang anak sudah sesuai usianya. Selain penambahan berat badan, ciri bayi sehat juga dapat dikenali melalui perkembangan motorik dan emosionalnya, serta bagaimana ia berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
Kenali Ciri-Ciri Bayi Sehat dan Cara Mendukung Kesehatannya - Alodokter
Beragam Ciri Bayi Sehat
Secara umum, ciri-ciri bayi sehat yang perlu Bunda kenali antara lain:
1. Mengalami kenaikan berat badan
Ciri utama bayi sehat adalah penambahan berat badan yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa bayi telah mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Untuk memastikan penambahan berat badan Si Kecil sudah sesuai dengan usianya, Bunda sebaiknya rutin memeriksakan ia ke dokter.
Idealnya, sejak dilahirkan hingga berusia 6 bulan, kenaikan berat badan bayi berkisar 150–200 gram per minggu. Sementara untuk bayi usia 6–12 bulan, kenaikan berat badan yang dianjurkan berkisar 85–140 gram per minggu.
2. Merasa tenang saat berada di dekat orang tua
Bayi baru lahir memang akan sering menangis untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, saat Si Kecil menangis, Bunda bisa memberikan sentuhan lembut atau mengajaknya berbicara, agar ia merasa tenang dan mengetahui bahwa Bunda sedang berada di sampingnya.
Merasa tenang saat berada di dekat orang tua juga merupakan salah satu ciri bayi sehat karena perkembangan emosionalnya berjalan dengan baik.
3. Merasa tertarik dengan dunia sekelilingnya
Saat memasuki usia 2 bulan, sebagian besar bayi sudah mulai tertarik dengan berbagai hal di sekitarnya. Ia mulai tertarik melihat warna-warna cerah, memperhatikan wajah atau gerakan Bunda, hingga melihat kipas angin yang bergerak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi otak dan mata bayi mulai meningkat dan bekerja dengan baik. Ini juga merupakan ciri-ciri bayi sehat.
Nantinya, ketika bayi memasuki usia 3 bulan, perkembangan motoriknya pun kian meningkat. Hal ini ditandai dengan kemampuan bayi untuk meraih benda-benda di dekatnya.
4. Mampu berinteraksi dengan orang lain
Bayi berusia 1–2 bulan umumnya sudah bisa berinteraksi dengan orang lain, melakukan kontak mata, hingga tersenyum saat diajak berbicara atau bercanda. Pada usia 4 bulan, bayi bahkan sudah bisa tertawa atau merespons saat diajak bicara atau bercanda.
Semua interaksi yang dilakukan bayi tersebut termasuk ciri bayi sehat karena menunjukkan bahwa ia sudah mengenal kondisi lingkungan sekitarnya.
5. Bisa menyangga berat badannya sendiri
Pada usia 1 bulan, bayi biasanya sudah bisa menahan kepalanya sendiri walau sebentar. Di usia 3 bulan, bayi sudah bisa menyangga kepala dan berat badannya sendiri.
Di masa ini, Bunda sangat dianjurkan untuk melakukan tummy time bersama Si Kecil. Selain menyenangkan, aktivitas ini juga dapat melatih perkembangan otot Si Kecil, agar ia bisa lebih cepat tengkurap, berguling, dan duduk sendiri.
Cara Mendukung Kesehatan Bayi
Untuk mendukung kesehatan dan mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil, Bunda dapat menerapkan beberapa tips berikut:
Berikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. Pemberian ASI bisa diteruskan hingga ia berusia 2 tahun untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.
Berikan makanan pendamping ASI (MPASI) setelah bayi berusia 6 bulan.
Pastikan bayi mendapat imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal yang ditentukan oleh dokter.
Pastikan bayi mendapatkan waktu tidur yang cukup sesuai usianya untuk mengoptimalkan perkembangan mental dan fisiknya.
Mandikan bayi secara rutin agar tubuhnya bersih dan terhindar dari infeksi.
Memandikan bayi juga dapat menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan (bonding) antara Bunda dan Si Kecil. Setelah Si Kecil dimandikan, Bunda bisa mengoleskan minyak telon ke tubuhnya agar ia merasa hangat dan rileks.
Bunda dapat memilih minyak telon yang mengandung minyak kelapa untuk menjaga kulit Si Kecil tetap lembap.
Minyak telon, terutama yang mengandung ekstrak sereh, juga bisa berfungsi sebagai pengusir nyamuk. Dengan mengoleskan minyak telon tersebut ke tubuh Si Kecil, ia akan terlindung dari gigitan nyamuk serta terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.
Pastikan Bunda membaca tata cara penggunaan dan tanggal kedaluwarsa pada label kemasan sebelum mengoleskan minyak telon ke kulit bayi.
Bunda, sudahkah ciri-ciri bayi sehat dipenuhi oleh Si Kecil? Untuk memastikan apakah perkembangan Si Kecil sesuai dengan pertambahan usianya, Bunda dapat memeriksakannya secara rutin ke dokter.
Ini Alasan Mengapa Hepatitis Akut Berbahaya
facebook twitter share to email
Akhir-akhir ini, merebaknya berita tentang penyakit hepatitis akut misterius menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang. Katanya, penyakit ini tergolong berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Untuk mengetahui lebih lanjut mengapa penyakit ini berbahaya, mari simak artikel berikut.
Hepatitis adalah istilah untuk peradangan pada hati. Dilihat dari lama terjadinya, hepatitis dibagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Istilah hepatitis akut digunakan untuk menggambarkan radang hati yang berlangsung dalam waktu kurang dari 6 bulan.
Ini Alasan Mengapa Hepatitis Akut Berbahaya - Alodokter
Beberapa waktu terakhir, hepatitis akut misterius sedang menjadi perhatian khusus. Kondisi ini diketahui banyak menyerang anak-anak yang berusia kurang dari 16 tahun dan penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Bahaya Hepatitis Akut
Hepatitis akut umumnya bisa disebabkan oleh infeksi virus hepatitis, keracunan alkohol, penyakit autoimun, atau penggunaan obat-obatan tertentu (drug-induced hepatitis). Setidaknya, ada lima jenis virus yang dapat menyebabkan hepatitis, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E.
Cara penularan infeksi virus hepatitis ini berbeda-beda, tergantung jenis virusnya. Beberapa virus bisa menular melalui percikan air yang keluar ketika bersin atau batuk, hubungan seksual tanpa alat pengaman, transfusi darah, serta makanan dan minuman yang terkontaminasi.
Saat ini, WHO menyatakan kewaspadaan terhadap hepatitis akut misterius yang belum diketahui penyebabnya. Ada beberapa virus yang dikaitkan dengan kemunculan kondisi ini, yaitu Adenovirus, termasuk tipe 41 dan SARS-CoV-2.
Kendati demikian, sejauh ini, sudah dinyatakan bahwa tidak ada hubungan hepatitis akut dengan vaksinasi COVID-19.
Hepatitis akut, termasuk hepatitis misterius, tidak boleh dianggap sepele dan harus mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Pasalnya, hepatitis akut bisa menyebabkan kegagalan fungsi hati.
Kegagalan fungsi hati yang berat membutuhkan transplantasi. Selain itu, beberapa jenis hepatitis akut, misalnya akibat infeksi virus hepatitis B atau C, juga bisa berkembang menjadi hepatitis kronis.
Data WHO terakhir menyebutkan, diduga ada 350 kasus hepatitis akut misterius yang sudah dilaporkan di 11 negara, dengan 17 kasus diketahui sampai membutuhkan transplantasi hati. Di Indonesia sendiri, penyakit ini bahkan sudah menyebabkan 7 kematian pada anak.
Kenali Gejala Hepatitis Akut
Hepatitis akut dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda, tergantung penyebabnya. Namun, secara umum, ada beberapa gejala hepatitis akut yang bisa dikenali, yaitu:
Demam
Kelelahan
Mual dan muntah
Sakit perut
Hilang nafsu makan
Nyeri otot dan sendi
Diare
Urine berwarna gelap
Feses berwarna pucat
Penyakit kuning
Pada anak-anak, hepatitis akut, termasuk hepatitis akut misterius, lebih sering menyebabkan gejala gangguan saluran pencernaan, seperti diare, muntah, dan penyakit kuning. Akan tetapi, pada kebanyakan kasus gejalanya tidak disertai dengan demam.
Dari hasil pemeriksaan darah, biasanya penderita hepatitis akut misterius akan menunjukkan peningkatan enzim hati namun tidak ditemukan virus hepatitis yang umum menjadi penyebab hepatitis akut.
Jadi, jika saat ini kamu atau anggota keluarga ada yang sedang mengalami gejala hepatitis akut seperti yang telah dijelaskan di atas, segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Selain itu, lakukanlah langkah pencegahan hepatitis akut sedini mungkin.
Mencegah hepatitis bisa dilakukan dengan cara menjalani vaksinasi dan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang sehat dan sudah dimasak sampai matang, menjaga kebersihan makanan, tidak berbagi penggunaan peralatan pribadi, dan menghindari konsumsi minuman beralkohol.
Kamu juga dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19. Selain untuk melindungimu dan keluarga dari infeksi Virus Corona, prokes COVID-19 juga dapat mencegah penularan virus yang diduga menjadi penyebab hepatitis akut misterius.
Seputar Terapi Ikan Beserta Manfaat dan Risikonya
facebook twitter share to email
Terapi ikan menjadi salah satu metode relaksasi yang mulai digemari banyak orang. Tak hanya menenangkan pikiran, terapi ini juga dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Di sisi lain, terapi ikan juga memiliki risiko yang perlu Anda waspadai.
Terapi ikan atau biasa disebut fish spa adalah salah satu metode terapi yang cukup populer di Indonesia. Terapi ini dapat ditemukan di berbagai tempat, seperti pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi.
Seputar Terapi Ikan Beserta Manfaat dan Risikonya - Alodokter
Terapi ikan dilakukan dengan cara mencelupkan kaki selama 15–20 menit ke dalam kolam yang berisi ikan Garra rufa atau ikan Chinchin, jenis ikan yang dapat memakan sel kulit mati manusia.
Beragam Manfaat Terapi Ikan
Terapi ikan dipercaya bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati, mengurangi kapalan, mencerahkan kulit kaki, dan mengobati psoriasis.
Ikan Garra rufa memang dapat memakan sel kulit mati manusia. Akan tetapi, sel kulit mati bukanlah makanan utama ikan Garra rufa. Pada habitatnya, ikan ini mengonsumsi plankton sebagai makanan sehari-harinya.
Selain itu, manfaat terapi ikan untuk penyembuhan psoriasis pun belum terbukti kebenarannya. Terapi ini justru dianggap memiliki berbagai risiko sehingga praktiknya telah dilarang di beberapa negara.
Berbagai Risiko Terapi Ikan
Ada beberapa risiko yang bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum melakukan terapi ikan, yaitu:
1. Infeksi kulit
Kolam yang dipakai untuk praktik terapi ikan biasanya dipakai secara bersama-sama atau bergantian. Bila tidak langsung atau rutin dibersihkan, dikhawatirkan bisa menjadi tempat penyebaran kuman penyebab infeksi kulit. Gigitan ikan dari satu orang ke orang lainnya juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penularan infeksi.
2. Penyakit menular melalui darah
Ikan Chinchin sering kali dianggap sama dengan ikan Garra rufa. Padahal, keduanya jauh berbeda. Ikan Chinchin adalah jenis ikan yang agresif dan gigitannya dapat menimbulkan luka.
Luka yang terbentuk berisiko meningkatkan penularan penyakit melalui darah, seperti hepatitis B atau HIV, pada orang-orang yang berada dalam kolam tersebut.
3. Eksploitasi ikan
Selain menimbulkan risiko bagi manusia, terapi menggunakan ikan Garra rufa juga bisa menimbulkan risiko bagi ikan itu sendiri. Praktik terapi ini membuat ikan Garra rufa kelaparan karena terpaksa mengonsumsi makanan yang tidak seharusnya mereka konsumsi.
Itulah beberapa risiko yang bisa menjadi pertimbangan Anda sebelum melakukan terapi ikan. Terapi ini memang memiliki khasiat bagi kesehatan kulit, tetapi risikonya dianggap lebih besar daripada manfaatnya.
Meski begitu, Anda tetap bisa mendapatkan berbagai manfaat terapi ikan seperti yang telah disebutkan di atas dengan cara lain yang tidak berisiko, seperti melakukan perawatan kulit secara rutin.
Bila ingin mengetahui lebih jauh seputar manfaat dan risiko dari terapi ikan atau ingin menggunakan terapi ini untuk mengobati kondisi tertentu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Alasan Mengapa Pisang Baik untuk Asam Lambung
facebook twitter share to email
Manfaat pisang untuk asam lambung memang belum diketahui oleh sebagian orang. Padahal, buah yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia ini dinilai efektif untuk meredakan gejala asam lambung yang muncul. Bagaimana bisa demikian? Mari simak jawabannya dalam artikel berikut.
Penyakit asam lambung atau refluks gastroesofagus (GERD) terjadi ketika cairan asam dari lambung naik kembali ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi. Gejalanya bisa berupa sensasi panas di perut atau dada setelah makan.
Alasan Mengapa Pisang Baik untuk Asam Lambung - Alodokter
Selain itu, penyakit asam lambung juga bisa menyebabkan muntah, batuk kering, sakit tenggorokan, perut kembung, dan kesulitan menelan. Kambuhnya gejala tersebut sering kali dipicu oleh produksi asam yang berlebihan di perut.
Itulah sebabnya mengapa konsumsi makanan yang rendah asam adalah kunci untuk mengendalikan asam lambung. Salah satu makanan rendah asam yang bisa dikonsumsi adalah pisang.
Alasan Pisang Baik untuk Asam Lambung
Pisang diketahui mampu mengatasi iritasi pada lapisan kerongkongan dan mengurangi gejala nyeri akibat naiknya cairan asam dari lambung. Hal ini karena pisang bersifat basa, sehingga dapat menetralkan asam lambung.
Selain itu, pisang kaya akan kalium yang dapat meningkatkan produksi lendir di lambung dan mencegah penumpukan asam berlebih. Buah ini juga mengandung serat larut yang dapat mendorong makanan mengalir dengan mudah melalui saluran cerna. Dengan begitu, kesehatan pencernaan bisa selalu terjaga.
Konsumsi makanan tinggi serat pun bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan tidak makan berlebihan. Makan yang terlalu banyak dalam satu waktu atau terlalu cepat justru dapat memicu kambuhnya gejala asam lambung.
Pisang pun mudah diperoleh dan bisa dikonsumsi secara langsung sebagai camilan sehat. Oleh karena itu, jika Anda menderita asam lambung dan gejalanya sering kambuh, cobalah untuk memasukkan pisang ke dalam menu makan Anda sehari-hari.
Agar manfaat pisang untuk asam lambung bisa Anda peroleh secara maksimal, sebaiknya pilihlah pisang yang sudah matang, ya.
Pilihan Makanan Lain yang Baik untuk Asam Lambung
Selain pisang, ada juga beberapa makanan lain yang baik untuk penderita asam lambung, antara lain:
Melon
Sayuran, seperti asparagus, kacang panjang, dan mentimun
Jahe
Roti gandum utuh
Putih telur
Daging tanpa lemak, seperti ayam dan ikan
Sumber lemak sehat, seperti alpukat, minyak zaitun, atau minyak wijen
Konsumsi pisang dan pilihan makanan lain seperti yang telah disebutkan di atas juga harus didukung dengan pola hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, menghindari minuman beralkohol, berhenti merokok, mengonsumsi makanan secara perlahan, dan menghindari makan selama 3–4 jam sebelum tidur.
Itulah manfaat pisang untuk asam lambung. Jika gejala asam lambung yang Anda alami tak kunjung membaik atau justru semakin sering kambuh dan memburuk meski sudah mengonsumsi pisang serta menerapkan gaya hidup sehat, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Peran Sistem Daya Tahan Tubuh dalam Melawan Wabah dan Infeksi Virus
facebook twitter share to email
Daya tahan tubuh atau imunitas memiliki peranan penting dalam menjaga tubuh tetap sehat dan mencegah terjadinya infeksi. Karena perannya yang penting ini, daya tahan tubuh harus selalu dijaga agar dapat melawan berbagai penyakit, seperti COVID-19, hepatitis misterius, atau cacar monyet.
Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Tiongkok, lalu menyebar dan menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Pada awal tahun 2021, Indonesia memulai program vaksinasi massal secara bertahap sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus Corona.
Peran Sistem Daya Tahan Tubuh dalam Melawan Wabah dan Infeksi Virus - Alodokter
Berkat vaksin COVID-19, penyebaran virus Corona memang sudah lebih terkendali. Namun, kini muncul virus hepatitis misterius dan cacar monyet yang mulai mewabah di berbagai negara. Agar Anda terhindar dari serangan penyakit-penyakit tersebut, penting untuk menjaga dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat.
Peran Sistem Daya Tahan Tubuh dan Reaksinya terhadap Infeksi Virus
Sistem daya tahan tubuh merupakan hasil kerja sama dari berbagai sel, jaringan, protein, dan organ tubuh. Bagian utama dari sistem kekebalan adalah:
Sel darah putih, terdiri dari neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil yang masing-masing memiliki peran berbeda dalam memerangi penyakit
Antibodi, yaitu protein yang dibuat oleh sel darah putih. Antibodi bekerja dengan cara menempel pada benda asing yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh
Sistem limfatik terdiri dari kelenjar dan pembuluh getah bening, sumsum tulang, kelenjar timus, limpa, dan amandel
Sistem daya tahan tubuh bekerja dengan cara mengenali zat asing (antigen) yang masuk ke tubuh, seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Setelah dikenali, sel darah putih lalu membentuk antibodi untuk mengingat antigen tersebut.
Jika antigen yang sama kembali masuk ke dalam tubuh atau menyerang tubuh, antibodi yang sudah terbentuk akan mengenali dan menguncinya. Zat asing yang bisa membahayakan tubuh ini kemudian dihancurkan oleh limfosit T yang merupakan bagian dari sel darah putih.
Faktor yang Memengaruhi Sistem Daya Tahan Tubuh
Ketika daya tahan tubuh menurun, tubuh menjadi lebih rentan terserang penyakit. Kemampuan daya tahan tubuh cenderung menjadi kurang optimal jika Anda berada dalam kondisi berikut:
Kekurangan nutrisi, seperti vitamin D
Kurang makan sayur dan buah
Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak
Kurang tidur
Stres
Merokok
Sering minum minuman beralkohol
Kurang olahraga
Jarang terkena sinar matahari
Mengonsumsi obat-obatan tertentu
Cara Meningkatkan Sistem Imun untuk Melawan Infeksi Virus
Agar daya tahan tubuh Anda dapat bekerja dengan optimal, penting untuk menerapkan pola hidup sehat. Berikut beberapa cara untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh Anda:
1. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi
Sistem daya tahan tubuh tergantung pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, dengan jenis yang beragam.
Mengonsumsi makanan sehat yang bervariasi dapat menentukan komposisi mikroba di dalam usus yang selanjutnya membentuk respons imun tubuh.
Anda dapat mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung zinc, zat besi, serta vitamin A, B12, B6, C, dan E untuk memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sayur dan buah dapat membuat daya tahan tubuh lebih baik. Hal ini karena sayur dan buah mengandung vitamin dan mineral yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.
Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang terdapat dalam banyak sayur dan buah, seperti jeruk, mangga, apel, dan jambu biji merah. Vitamin ini berperan dalam menjaga atau meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain dikonsumsi secara langsung, Anda juga dapat mengolah sayur dan buah menjadi jus. Cara ini sangat praktis dan berguna, terutama untuk menyiasati anak yang cenderung lebih sulit mengonsumsi buah dan sayur.
Selain membuat jus sendiri, Anda juga dapat membeli jus kemasan yang tersedia di warung, pasar, atau pasar swalayan. Namun, pastikan jus kemasan yang Anda pilih terbuat dari buah asli serta tanpa tambahan pemanis, pengawet, dan pewarna sintetis.
3. Cukup beristirahat
Sitokin merupakan protein yang membantu sistem kekebalan tubuh. Protein ini diproduksi tubuh hanya ketika Anda tidur. Kurang tidur membuat Anda lebih mudah terserang penyakit, karena tubuh tidak memproduksi antibodi seperti seharusnya.
Umumnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7–9 jam per hari sedangkan remaja dianjurkan untuk tidur selama 8–10 jam sehari.
4. Menghindari stres
Saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Peningkatan kortisol dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penurunan fungsi kekebalan tubuh.
Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk bisa mengurangi dan mengendalikan stres dengan baik. Anda dapat melakukan yoga, meditasi, atau kegiatan lain yang Anda gemari untuk mengendalikan stres.
5. Rutin berolahraga
Rutin berolahraga terbukti dapat meningkatkan komponen-komponen yang berperan dalam menjaga atau meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk merasakan manfaat olahraga ini, Anda perlu rutin berolahraga selama 30 menit, sebanyak 5 hari dalam 1 minggu.
Untuk memaksimalkan efeknya terhadap daya tahan tubuh, Anda bisa melakukan olahraga di luar rumah saat pagi hari. Paparan sinar matahari di pagi hari dapat merangsang produksi vitamin D yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
6. Berhenti rokok
Nikotin yang berasal dari rokok dapat menurunkan daya tahan tubuh. Merokok membuat tubuh menjadi lebih rentan terserang infeksi, seperti flu dan pneumonia, serta membuat penyembuhan jadi lebih lama saat terserang penyakit.
7. Membatasi konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Alkohol juga merusak sel-sel tubuh yang berperan untuk melawan infeksi serta membunuh mikroba usus yang menunjang fungsi imunitas.
Selain menerapkan cara-cara di atas, Anda juga sebaiknya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, baik ketika beraktivitas di dalam maupun di luar rumah untuk menjaga daya tahan tubuh.
Selain itu, jangan lupa untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga kebersihan makanan dan minuman yang Anda konsumsi, guna mencegah penularan penyakit.
Bila Anda atau anggota keluarga mengalami keluhan yang bisa mengarah ke penyakit infeksi, seperti demam, batuk, pilek, muntah, diare, atau muncul ruam di kulit yang tidak kunjung membaik dalam 3 hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Darmawangsa Residence
Bekasi
17510