Bunda Sulva
Welcome
✅ Harga 195rb. Barang Ready ya kak, siap dikirim.
✅ Produk kami terbuat dari bahan alami dan bukan produk bahan kimia serta sudah terdaftar di BPOM, jadi aman ya kak
✅ Satu Botol berisi 30 Kapsul Kak.
✅ Bisa BAYAR DIRUMAH ke seluruh Indonesia.
✅ Untuk pemesanan silahkan isi datanya disini ya Kak, nanti akan langsung terhubung ke Whatsapp Kami melalui link berikut
👉https://vomelo.online/solusi-batu-ginjal/
✅ Harga 195rb. Barang Ready ya kak, siap dikirim.
✅ Produk kami terbuat dari bahan alami dan bukan produk bahan kimia serta sudah terdaftar di BPOM, jadi aman ya kak
✅ Satu Botol berisi 30 Kapsul Kak.
✅ Bisa BAYAR DIRUMAH ke seluruh Indonesia.
✅ Untuk pemesanan silahkan isi datanya disini ya Kak, nanti akan langsung terhubung ke Whatsapp Kami melalui link berikut
👉https://vomelo.online/solusi-batu-ginjal/
28/04/2021
Ini Makanan Sumber Protein Hewani yang Harus Anda Ketahui
Selain protein nabati, Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi beragam makanan yang merupakan sumber protein hewani. Hal ini penting karena selain mencukupi kebutuhan gizi seimbang, protein hewani juga bermanfaat dalam membangun serta memperbaiki jaringan pada tubuh Anda.
Meski ada sebagian orang telah menerapkan pola diet vegetarian atau tidak mengonsumsi daging hewan, bukan berarti mereka tidak bisa mendapatkan protein hewani. Karena selain daging, ada juga ragam makanan sumber protein hewani yang bisa dikonsumsi, seperti telur dan susu.
Ini Makanan Sumber Protein Hewani yang Harus Anda Ketahui - Alodokter
Ketahui Keunggulan dari Protein Hewani
Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, meliputi daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, daging rusa), daging unggas (daging ayam, daging bebek), seafood, serta telur dan susu.
Salah satu keunggulan protein hewani yang sangat dikenal adalah memiliki komposisi asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Tidak hanya itu, protein hewani juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih beragam, seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan asam lemak omega-3.
Namun, meski protein hewani memiliki beberapa keunggulan, Anda tidak disarankan mengonsumsinya secara berlebihan, terutama daging merah. Mengonsumsi protein hewani terlalu banyak dapat berisiko pada kesehatan Anda, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.
Daftar Makanan Sumber Protein Hewani dan Manfaatnya
Berikut ini adalah beberapa daftar makanan sumber protein hewani yang bisa Anda konsumsi dalam menu harian:
1. Daging tanpa lemak
Daging tanpa lemak merupakan sumber protein hewani yang baik bagi kesehatan. Selain jumlah kalorinya lebih rendah, makanan ini juga mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti vitamin B12, niasin, dan selenium.
Ada beberapa manfaat yang bisa diambil dari konsumsi daging tanpa lemak ini, antara lain dapat meningkatkan metabolisme, meningkatkan massa otot, bahkan kekuatan dan kepadatan tulang. Untuk mendapatkan manfaat daging tanpa lemak dengan optimal, Anda juga harus memilih daging yang segar dan mengolahnya dengan benar.
2. Ikan
Tidak hanya daging tanpa lemak, ikan dan telur ikan juga merupakan salah satu jenis makanan sumber protein hewani yang sangat kaya akan kandungan nutrisi di dalamnya, mulai dari asam lemak omega-3, asam lemak tak jenuh, mineral dan vitamin A, D, B6, dan B12.
Secara umum, manfaat mengonsumsi ikan diyakini dapat memperkuat tulang, mengurangi risiko penyakit asma dan diabetes pada anak, serta menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah).
Anda bisa memilih berbagai jenis ikan, baik ikan laut atau ikan air tawar, seperti ikan tilapia dan ikan lele.
3. Telur
Dibandingkan jenis sumber protein hewani lainnya, telur termasuk salah satu makanan sumber protein terbaik yang sangat mudah didapat dengan harga yang terjangkau murah. Kadar protein paling tinggi terdapat di bagian putih telur.
4. Susu, keju, dan yogurt
Susu, keju, dan yogurt memang sudah lama dikenal sebagai sumber protein, kalsium, dan vitamin D. Dari banyak pilihan susu, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi susu skim atau susu rendah lemak, karena sangat baik untuk menjaga tulang dan gigi tetap kuat, serta dapat membantu mencegah terjadinya osteoporosis.
Dalam memenuhi gizi seimbang, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sumber protein hewani setidaknya 2-3 porsi setiap hari, yang disertai makanan pokok, sayuran, dan buah-buahan.
Namun, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, berkonsultasilah dulu dengan dokter gizi untuk mengetahui porsi protein hewani yang disarankan, sesuai kondisi kesehatan Anda.
Terakhir diperbarui: 13 Desember 2019
Ditinjau oleh: dr. Marianti
Referensi
Mengolah Daging Sapi dengan Benar
Daging sapi merupakan sumber nutrisi penting, seperti protein dan mineral. Namun, daging sapi juga bisa menjadi sumber lemak dan kolesterol jahat. Cara mengolah, cara mengonsumsi, hingga cara penyimpanan daging sapi yang baik dan benar bisa mengurangi dampak buruk dari mengonsumsi daging sapi.
Daging sapi merupakan sumber protein, vitamin B, dan mineral seperti zinc, fosfor, selenium, dan zat besi yang baik dan penting untuk tubuh. Daging sapi juga mengandung berbagai jenis lemak, terutama lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal. Jika sering mengonsumsi daging sapi, tidak hanya kadar protein dalam tubuh yang meningkat, tetapi juga lemak.
Mengolah Daging Sapi dengan Benar - Alodokter
Tingginya kadar lemak dalam tubuh akan meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan terjadinya obesitas. Makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat LDL. Akibatnya, risiko terjadinya aterosklerosis, penyakit jantung, dan stroke pun akan meningkat. Selain itu, terlalu sering makan daging merah, termasuk daging sapi, diduga dapat memicu peradangan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit kanker, seperti kanker kolorektal, lambung, payudara, dan endometrium.
Cara Sehat Menyimpan, Mengolah, dan Mengonsumsi Daging Sapi
Tak hanya jumlah konsumsi daging sapi yang harus diawasi, cara menyimpan dan mengolahnya pun harus diperhatikan. Berikut beberapa cara sehat untuk menyimpan, mengolah, dan mengonsumsi daging sapi:
Memilih daging sapi
Pilih bagian daging sapi yang lemaknya sedikit seperti paha belakang, paha depan, has luar (sirloin), atau pinggang.
Pilih daging sapi yang segar, yaitu berwarna merah segar dan bersih. Jauhi daging sapi yang sudah berwarna kecokelatan, berlendir, atau tampak kotor.
Sebaiknya konsumsi daging sapi asli, bukan daging olahan seperti daging asap, hot dog, atau sosis.
Menyimpan daging sapi
Simpan daging sapi di kulkas bersuhu 1 derajat Celcius atau di freezer bersuhu -18 derajat Celcius segera setelah membeli Hal ini berguna untuk menjaga daging tetap segar, mempertahankan nutrisi daging sapi, dan memperpanjang umur simpan makanan.
Jika disimpan di kulkas, daging sapi mentah sebaiknya hanya disimpan selama satu atau dua hari. Sedangkan daging sapi masak, dapat bertahan selama tiga hingga empat hari.
Apabila disimpan dalam freezer, daging sapi mentah bisa bertahan hingga tiga atau empat bulan, sedangkan daging sapi matang dua hingga enam bulan.
Simpan daging sapi dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Jika ingin mencairkan daging sapi yang beku, taruh dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Mengolah daging sapi
Sebelum dan setelah memegang daging sapi, jangan lupa cuci tangan selama setidaknya 20 detik dengan air bersih dan sabun agar bakteri di tangan tidak menyebar.
Gunakan pisau dan talenan yang berbeda ketika mengolah daging sapi agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan lain.
Buang lemak daging terlebih dahulu sebelum dimasak, terutama jika ingin membuat sup atau semur.
Jika ingin memasak daging sapi, disarankan untuk memanggangnya atau merebusnya, bukan menggoreng.
Jika digoreng, gunakan minyak yang sehat bagi jantung, seperti minyak bunga matahari, minyak kanola, minyak kedelai, atau minyak zaitun. Masak daging sapi dalam penggorengan, oven, atau air bersuhu setidaknya 71 derajat Celcius untuk membunuh bakteri.
Mengonsumsi daging sapi
Konsumsi sayuran berserat yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol setelah mengonsumsi daging sapi. Batasi konsumsi daging sapi yang tinggi zat besi jika sedang diberikan suplemen zat besi oleh dokter. Hal ini guna mencegah kelebihan zat besi dalam darah.
Dengan cara-cara di atas, Anda dapat menyantap menu daging sapi tanpa rasa khawatir. Selain itu, terapkan pola makan bernutrisi seimbang dan berolahragalah dengan rutin, agar tubuh Anda tetap sehat.
Terakhir diperbarui: 31 Juli 2018
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
Referensi
Ketahui Manfaat dan Cara Mengolah Daging Kambing untuk Kesehatan
Daging kambing yang sering diolah menjadi satai atau sop ini tidak hanya enak, tetapi juga menyehatkan karena banyak kandungan gizinya. Manfaat daging kambing ini bisa diperoleh asalkan dimasak dengan cara yang benar. Yuk, ketahui manfaat daging kambing dan cara mengolahnya dengan benar.
Dalam 100 gram daging kambing, setidaknya terdapat 150 kalori, 27 gram protein, dan 15 gram lemak. Tak hanya itu, daging kambing juga mengandung kalium, vitamin B12, zat besi, magnesium, selenium, dan omega-3.
Ketahui Manfaat dan Cara Mengolah Daging Kambing untuk Kesehatan - Alodokter
Sederet Manfaat Daging Kambing
Karena ada banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya, daging kambing sudah pasti memiliki manfaat bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari mengonsumsi daging kambing:
Memelihara massa otot
Daging kambing adalah salah satu sumber protein atau asam amino yang baik. Nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga massa otot, meningkatkan stamina dan kekuatan otot, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Setiap orang dewasa perlu mencukupi asupan protein sebanyak 50-70 gram setiap harinya. Jika asupan protein tidak tercukupi, maka tubuh dapat mengalami kekurangan protein.
Hal ini bisa mempercepat penyusutan massa otot seiring bertambahnya usia. Jika dibiarkan, hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya sarcopenia, yakni penipisan massa otot.
Mencegah anemia
Dalam 100 gram daging kambing, terdapat sekitar 3,5-4 miligram zat besi yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya anemia. Anemia adalah kondisi di mana sel darah merah atau hemoglobin berkurang karena kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat menyebabkan organ dan jaringan tubuh kekurangan oksigen, sehingga fungsinya terganggu.
Mengelola tekanan darah
Dalam 100 gram daging kambing, terkandung sekitar 400 mg kalium. Asupan kalium yang perlu dikonsumsi setiap harinya adalah sebanyak 4500-4700 gram. Kalium dibutuhkan tubuh untuk mengatur detak jantung dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
Namun, Anda disarankan untuk tetap memperoleh asupan kalium dari makanan sumber kalium lainnya selain kambing. Hal ini karena kambing mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga asupannya perlu dibatasi.
Cara Sehat untuk Mengolah Daging Kambing
Kendati mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, daging kambing merupakan sumber lemak jenuh. Jika dikonsumsi terlalu banyak, daging kambing justru bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
Dalam 100 gram daging kambing matang, setidaknya terkandung sekitar 75 mg kolesterol. Namun, jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kadar kolesterol dalam daging sapi sirloin yang mengandung 90 mg kolesterol atau dada ayam tanpa kulit yang mengandung 85 mg kolesterol.
Agar tidak membahayakan kesehatan, konsumsi daging kambing atau daging merah lainnya direkomendasikan sebanyak 1-2 porsi setiap minggunya. Daging yang dipilih juga harus daging yang segar dan bersih.
Selain itu, cara mengolahnya juga tidak boleh sembarangan. Anda dianjurkan untuk tidak menggoreng daging kambing karena proses memasak dengan cara menggoreng dapat menambah kadar lemak pada daging kambing yang akan dikonsumsi.
Anda bisa mengolah daging kambing menjadi satai, kambing bakar, kambing panggang, atau sup. Jangan lupa untuk membuang lemak di daging sebelum mengolahnya menjadi santapan yang nikmat.
Dengan mengetahui manfaat daging kambing dan cara mengolahnya, kini Anda bisa memasukkan daging ini ke dalam menu harian. Namun, ingat untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Selain itu, tambahkan p**a buah dan sayur ketika menyantap daging kambing, untuk mencukupi asupan serat yang akan memperlancar pencernaan dan mengurangi penyerapan kolesterol.
Jangan Sampai Anak Kelebihan Garam dari Makanan dan Susu
Menu makanan anak-anak kini cenderung mengandung garam dalam jumlah berlebih. Terutama jika anak lebih sering menikmati makanan yang tinggi garam, seperti piza, roti, makanan siap saji dan makanan yang sudah diproses.
Yang perlu diketahui, kebutuhan anak terhadap garam tidak sebanyak orang dewasa. Asupan garam yang ideal pada anak disesuaikan berdasarkan usianya. Berbagai produk kerap menuliskan jumlah garam pada label keterangan informasi gizi dengan mencantumkan nilai natrium/sodium saja. Namun, jumlah garam sebenarnya adalah 2,5 kalinya dari nilai kandungan natrium yang tertera pada kemasan.
Jangan Sampai Anak Kelebihan Garam dari Makanan dan Susu - Alodokter
Ukuran Kebutuhan Garam pada Anak
Kebutuhan garam pada masing-masing orang tidak sama. Pada anak, kebutuhan garam dapat ditentukan berdasarkan usia. Berikut jumlah kebutuhan garam pada anak di bawah usia 11 tahun:
Anak usia 4-6 tahun, kebutuhan asupan garamnya adalah 3 gram per hari atau setara dengan 1,2 gram natrium
Anak usia 7-10 tahun, kebutuhan asupan garamnya adalah adalah 5 gram per hari atau setara dengan 2 gram natrium.
Anak usia 11 tahun ke atas, kebutuhan asupan garam yang disarankan adalah 6 gram per hari atau setara dengan 2,4 gram natrium.
Melihat kebutuhan garam pada anak di atas, Anda harus lebih cermat dalam memberi asupan nutrisi untuk anak. Makanan-makanan tinggi garam ada pada keju, ikan asin, acar, daging atau ikan yang sudah diasap, makanan yang sudah diasamkan, saus, serta kecap. Untuk membantu upaya tersebut, pada beragam jenis makanan dalam kemasan, seperti roti dan sereal, bahkan susu, Anda dapat memeriksa label nutrisi untuk memastikan berapa jumlah natrium yang terkandung di dalamnya.
Sebaiknya batasi konsumsi makanan yang diketahui tinggi garam. Kemudian hindari menambahkan garam pada jenis-jenis makanan tersebut, karena berpotensi membuat anak mengalami kelebihan garam.
Memilih Susu tanpa Tambahan Garam untuk Anak
Susu adalah salah satu sumber nutrisi pelengkap pada anak. Salah satu manfaat susu adalah mendukung perkembangan saraf dan otak anak melalui kandungan lemak yang ada di dalam susu, terutama untuk anak di bawah usia 2 tahun. Susu juga kaya akan vitamin D dan merupakan sumber kalsium yang dapat menyokong pembentukan tulang yang kuat pada anak.
Meski demikian, takaran susu harus diatur agar tidak berlebihan. Misalnya, apabila pertambahan berat badan anak melebihi pertambahan tinggi badannya, disarankan untuk mulai mengganti susu tinggi lemak dengan susu rendah lemak, meskipun usia anak masih di bawah 2 tahun. Hal ini untuk mencegah agar anak tidak kelebihan lemak dan kolesterol.
Selain itu, tidak jarang orang yang memberikan tambahan garam pada susu untuk sekadar menambah rasa gurih, beragam jenis susu dalam kemasan pun memiliki kandungan garam di dalamnya agar lebih menggugah selera. Meski demikian, sebaiknya hindari menambahkan garam pada susu anak, karena kebutuhan garam anak sebenarnya sudah dapat dipenuhi melalui asupan makanannya sehari-hari.
Asupan garam yang berlebihan dapat menambah rasa haus dan lapar, bahkan mungkin mengganggu kesehatan ginjal. Peningkatan rasa haus beserta lapar tersebut secara tidak langsung bisa saja meningkatkan risiko anak obesitas.
Asupan garam berlebih juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Dengan tidak mengonsumsi garam berlebih, tekanan darah tinggi dapat dicegah. Oleh karenanya, pemberian susu tanpa garam dapat menurunkan risiko hipertensi pada anak serta berbagai komplikasinya, karena tidak mengandung garam tambahan.
Sebenarnya susu juga sudah mengandung bahan-bahan yang membuatnya memiliki rasa. Misalnya, laktosa yang merupakan gula alami, sehingga memberi rasa manis. Zat ini berpadu dengan zat-zat mineral lainnya, sehingga menghasilkan rasa gurih susu asli.
Anak-anak memerlukan nutrisi yang sesuai untuk perkembangannya, termasuk asupan garam. Umumnya, makanan sehari-hari bagi anak sudah mencukupi kebutuhan tersebut. Penting bagi orang tua memastikan asupan gizi yang diberikan sehari-hari pada anak memiliki jumlah nutrisi yang seimbang, termasuk memberikan susu pada anak sebagai pelengkap gizi.
Terakhir diperbarui: 23 November 2018
Ditinjau oleh: dr. Allert Benedicto Ieuan Noya
Referensi
Bahaya Polusi Udara pada Anak dan Cara Mengatasinya
Bayi dan anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna. Karena alasan itulah, mereka lebih rentan terkena beragam jenis penyakit. Salah satunya adalah akibat paparan polusi udara.
Polusi udara adalah kondisi di mana lingkungan telah terkontaminasi oleh campuran partikel padat dan gas yang berbahaya. Zat-zat tersebut bisa berasal dari bahan kimia atau limbah pabrik, asap kendaraan dan asap rokok, atau debu.
Bahaya Polusi Udara pada Anak dan Cara Mengatasinya - Alodokter
Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Anak
Permasalahan polusi udara tidak boleh dianggap sepele, sebab hal ini bisa berdampak pada kesehatan buah hati Bunda. Beberapa efek negatif yang bisa ditimbulkan dari polusi udara pada anak adalah:
Penyakit saluran pernapasan
Polusi udara bisa menimbulkan masalah pada saluran pernapasan anak. Sebab paru-paru dan saluran pernapasan anak masih dalam tahap perkembangan, sehingga paparan udara yang tidak bersih akan lebih bersiko merusak perkembangan organ dan saluran pernapasannya.
Pada anak-anak yang memilki riwayat alergi dan asma, paparan polusi udara juga bisa meningkatkan risiko kambuhnya alergi dan asma.
Selain itu, durasi paparan polusi udara juga bisa memengaruhi munculnya penyakit saluran pernapasan. Kebiasaan anak bermain di luar ruangan menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan durasi paparan polusi udara yang bisa merusak saluran pernapasannya.
Gangguan janin
Selain bahaya akibat paparan langsung, polusi udara juga bisa dirasakan sejak anak masih dalam kandungan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa wanita hamil yang terpapar polusi udara, janinnya bisa mengalami gangguan kognitif setelah lahir.
Selain itu, wanita hamil yang sering terpapar polusi udara juga bisa melahirkan bayi prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Gangguan mental
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paparan polusi udara dalam durasi yang cukup lama berkaitan dengan munculnya gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, dan gangguan kepribadian pada anak.
Namun, Bunda jangan panik dulu, karena polusi udara hanyalah salah satu dari sekian banyak faktor. Gangguan mental bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetik dan lingkungan.
Pada intinya, polusi udara tidak baik jika dihirup oleh anak-anak. Polusi udara tidak melulu udara yang ada di luar ya, Bun. Ruangan di dalam rumah pun bisa saja terkontaminasi oleh polusi udara, seperti asap rokok, asap kompor, produk pengharum ruangan, cat dinding, dan produk-produk pembersih.
Cara Melindungi Anak dari Polusi Udara
Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan agar Si Kecil tidak terpapar polusi udara, yaitu:
Jangan membakar sampah di area sekitar rumah.
Jauhkan Si Kecil dari asap rokok.
Pastikan ventilasi rumah dan dapur baik, agar asap masakan tidak menjadi polusi udara di dalam rumah.
Gunakan alat pembersih udara dengan penyaring yang memiliki teknologi HEPA.
Kenakan masker pada Si Kecil ketika ia beraktivitas di luar ruangan yang beresiko membuatnya terpapar polusi udara.
Selain itu, jangan lupa untuk melengkapi imunisasinya, dan ajarkan kebiasaan hidup sehat, termasuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Polusi udara tidak hanya bisa membahayakan anak, namun juga seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, lakukanlah tips dan cara di atas untuk meminimalkan paparan polusi udara. Jika polusi udara sampai menimbulkan keluhan dan gangguan kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, agar diberikan penanganan yang tepat.
Terakhir diperbarui: 15 Oktober 2019
Ditinjau oleh: dr. Merry Dame Cristy Pane
Referensi
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
DARMAWANGSA
Bekasi