Bunda Alya
Halaman Ini Berisi Tentang Kesehatan
Seputar Manfaat Madu untuk Asam Lambung
Konsumsi madu untuk asam lambung masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, madu juga memiliki khasiat untuk meredakan gejala asam lambung. Jika Anda penasaran dan tertarik mencobanya, mari simak informasinya lebih jauh dalam artikel berikut.
Madu merupakan salah satu obat tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun untuk mengatasi berbagai penyakit, tak terkecuali asam lambung. Gejala penyakit asam lambung atau GERD bisa muncul ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.
Seputar Manfaat Madu untuk Asam Lambung - Alodokter
Beberapa gejala yang sering muncul adalah sensasi panas di perut atau dada, mulut terasa pahit, dan kesulitan menelan. Nah, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala asam lambung, baik secara alami atau dengan obat-obatan medis.
Salah satu cara alami yang bisa dicoba adalah konsumsi madu. Penggunaan madu untuk asam lambung bisa menjadi alternatif pengobatan, karena bahan ini memiliki berbagai senyawa alami yang baik bagi kesehatan tubuh.
Manfaat Madu untuk Asam Lambung
Khasiat madu untuk asam lambung tak terlepas dari kandungan di dalamnya. Komponen senyawa aktif, seperti flavonoid, asam fenolik, dan polifenol, berperan sebagai antioksidan dan antiradang yang dapat memberikan manfaat kesehatan.
Sebagai obat alami asam lambung, antioksidan dalam madu bekerja sebagai penangkal radikal bebas yang dapat mencegah kerusakan sel di saluran pencernaan. Selain itu, madu juga bisa meredakan peradangan di kerongkongan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu dapat melindungi lapisan kerongkongan dari iritasi akibat naiknya asam lambung. Madu juga dapat menetralkan asam lambung berlebih.
Meski begitu, penelitian yang lebih luas dan mendalam masih perlu dilakukan untuk menilai efektivitas madu untuk meredakan gejala asam lambung.
Selain untuk meredakan gejala asam lambung, manfaat madu juga dipercaya untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan lainnya, seperti diare, gastroenteritis, dan sembelit.
Cara Mendapatkan Manfaat Madu untuk Asam Lambung
Menurut beberapa penelitian, konsumsi sekitar 1 sendok teh madu setiap harinya cukup untuk meredakan gejala asam lambung. Anda bisa mencampur madu dengan segelas air hangat atau teh.
Meski penelitiannya masih terbatas, konsumsi madu masih dianggap sebagai cara yang aman dan efektif untuk meredakan gejala asam lambung. Sebagian besar orang bisa mengonsumsi madu tanpa mengalami efek samping tertentu. Namun, jika Anda memiliki alergi terhadap madu, hindari konsumsinya.
Bila Anda menderita diabetes, gula darah rendah, atau konsumsi obat yang dapat memengaruhi gula darah, pastikan Anda konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum rutin mengonsumsi madu.
Hal lain yang perlu diketahui adalah penggunaan madu tidak disarankan untuk bayi di bawah usia 12 bulan. Pasalnya, konsumsi madu dapat meningkatkan risiko terjadinya botulisme pada bayi.
Kini, Anda telah mengetahui seputar manfaat dan penggunaan madu untuk asam lambung. Jika gejala asam lambung yang Anda alami tak kunjung membaik atau justru memburuk, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Cara Memilih Suplemen Vitamin C yang Tepat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh
Salah satu cara yang bisa dilakukan agar sistem imun tubuh tetap kuat adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin C. Namun, sebelum Anda mengonsumsi suplemen vitamin C, Anda perlu memerhatikan cara memilih suplemen vitamin C yang benar.
Vitamin C bermanfaat untuk memelihara fungsi organ, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, menjaga kesehatan kulit, tulang, dan gigi, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Cara Memilih Suplemen Vitamin C yang Tepat untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh - Alodokter
Kurangnya asupan vitamin C dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah memar, kulit terasa kering dan kasar, serta muncul gangguan pada gusi dan gigi. Selain itu, Anda juga akan merasa mudah lelah, terlihat lesu, serta sering mengalami nyeri otot dan sendi.
Vitamin yang juga disebut sebagai asam askorbat ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga asupannya harus dicukupi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C. Selain itu, jika diperlukan, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin C.
Beragam Sumber Vitamin C
Kebutuhan vitamin C dalam tubuh dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C, seperti buah dan sayur.
Beberapa jenis buah yang merupakan sumber vitamin C alami adalah jeruk, mangga, jambu, nanas, kiwi, tomat, stroberi, dan pepaya. Vitamin C juga banyak terkandung di dalam sayuran seperti paprika, brokoli, kentang, dan kembang kol.
Asupan vitamin C sebetulnya sudah bisa tercukupi apabila Anda sering mengonsumsi beragam buah dan sayuran. Namun, padatnya aktivitas terkadang mungkin membuat Anda kurang memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, sehingga kebutuhan tubuh akan vitamin C tidak terpenuhi.
Padahal, di masa adaptasi kebiasaan baru ini, mengonsumsi makanan tinggi vitamin C merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar lebih kuat melawan infeksi virus Corona.
Tak hanya dari makanan, Anda juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan mengonsumsi suplemen vitamin C. Namun, pastikan suplemen yang Anda pilih memiliki kandungan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Berdasarkan rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut ini adalah jumlah asupan vitamin C yang perlu dikonsumsi setiap harinya:
Bayi dan anak usia 0–9 tahun: 40–45 miligram (mg)
Remaja dan orang dewasa: 50–90 mg
Ibu hamil: 85 mg
Ibu menyusui: 120 mg
Memilih Suplemen Vitamin C yang Tepat
Jika hendak menggunakan suplemen vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh, Anda tidak boleh sembarang memilih suplemen. Berikut ini adalah cara untuk memilih suplemen vitamin C yang tepat:
1. Nyaman di lambung
Pilihlah suplemen vitamin C yang tidak mengandung asam atau bersifat non-acidic sehingga terasa lebih nyaman di lambung. Terlebih, bagi Anda yang memang memiliki penyakit asam lambung.
2. Aman untuk ginjal
Selain nyaman di lambung, Anda juga disarankan untuk memilih suplemen vitamin C yang rendah kadar oksalat (oxalate). Jika kadar oksalat di dalam tubuh tinggi, zat ini dapat membentuk kristal atau batu di dalam ginjal.
3. Dosis vitamin C
Batas konsumsi maksimal vitamin C bagi orang dewasa adalah 2.000 mg per hari. Tidak ada manfaat lebih yang akan didapatkan tubuh dengan mengonsumsi vitamin C melebihi jumlah yang disarankan. Asupan vitamin C yang berlebih justru akan dibuang oleh tubuh.
Mengonsumsi suplemen vitamin C dengan kadar berlebihan juga berisiko menimbulkan efek samping, seperti diare, mual, dan sakit kepala.
4. Perhatikan bahan tambahan
Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen vitamin C, Anda disarankan untuk memeriksa terlebih dahulu bahan tambahan yang terkandung di dalam suplemen tersebut. Misalnya, jika Anda sedang mengurangi konsumsi gula, Anda bisa memilih suplemen yang tidak mengandung gula.
Hal yang paling penting dalam menjaga kesehatan serta daya tahan tubuh adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, serta beristirahat yang cukup. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk melindungi diri dari berbagai jenis penyakit, termasuk COVID-19.
Sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C, Anda dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis suplemen dan dosis vitamin C yang tepat sesuai kondisi Anda.
10 Jenis Sayuran yang Mengandung Vitamin C
Sayuran yang mengandung vitamin C bisa Anda konsumsi untuk mencukupi asupan harian nutrisi ini. Tubuh manusia tidak bisa memproduksi vitamin C sehingga Anda harus mendapatkannya melalui asupan makanan.
Mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin C dapat menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh, memelihara kesehatan tulang dan gigi, serta membantu proses penyembuhan luka.
10 Jenis Sayuran yang Mengandung Vitamin C - Alodokter
Tidak hanya itu, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel, membantu penyerapan zat besi, serta menunjang fungsi berbagai organ tubuh, seperti jantung dan otak.
Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi
Kebutuhan vitamin C pada setiap orang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Asupan vitamin C harian yang dianjurkan untuk pria dewasa adalah sebanyak 90 miligram (mg) per hari, sedangkan untuk wanita dewasa adalah 75 mg per hari.
Agar kebutuhan vitamin C harian terpenuhi, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin C, di antaranya:
1. Paprika
Di antara tiga warna paprika, kandungan vitamin C tertinggi ada pada paprika kuning. Di dalam satu buah paprika kuning terdapat sekitar 342 mg vitamin C. Sementara itu, di dalam secangkir paprika merah terkandung sekitar 190 mg vitamin C dan di dalam secangkir paprika hijau terkandung hanya sekitar 120 mg vitamin C.
Selain vitamin C, paprika juga merupakan sumber vitamin A, B, E, dan K, serta kalium, folat, mangan, fosfor, dan magnesium.
2. Cabai
Satu buah cabai hijau mengandung sekitar 109 mg vitamin C, sedangkan satu buah cabai merah mengandung vitamin C sebanyak 65 mg. Dengan mengonsumsi cabai dan olahannya, seperti sambal, Anda telah mencukupi asupan vitamin C harian.
3. Brokoli
Di dalam satu mangkuk brokoli mentah terkandung sekitar 132 mg vitamin C. Namun, setelah dimasak, kandungan vitamin C di dalam brokoli menyusut menjadi 50 mg. Meski demikian, brokokoli tetap menjadi sayuran yang mengandung vitamin C tinggi.
Selain vitamin C, brokoli juga mengandung vitamin K, serat, folat, kalium, zat besi, serta rendah kalori.
4. Kembang kol
Satu bonggol kembang kol menyediakan 127 mg vitamin C. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kembang kol dapat menyebabkan kelebihan gas di saluran pencernaan. Akibatnya, Anda akan mengalami perut kembung dan sering buang angin.
5. Kale
Di dalam 100 gram kale mentah, terkandung 93 mg vitamin C. Namun, setelah dimasak, kadar vitamin C di dalam kale turun menjadi sekitar 20 mg. Kandungan antioksidan dan mineral di dalam kale juga berkurang jika sayuran tersebut dimasak.
Agar tidak kehilangan banyak nutrisi di dalam kale, dianjurkan untuk mengolah sayuran hijau ini dengan cara mengukusnya sebentar.
6. Kangkung
Kandungan vitamin C di dalam kangkung memang tidak sebanyak kedua sayuran sebelumnya. Di dalam 100 gram kangkung hanya terdapat sekitar 35 mg vitamin C.
7. Bayam
Sayuran berdaun hijau lain yang mengandung vitamin C adalah bayam. Terdapat sekitar 24 mg vitamin C di dalam 85 gram bayam. Selain vitamin C, bayam juga mengandung banyak nutrisi penting lain, seperti vitamin A dan K, kalium, serta zat besi.
8. Tomat
Satu buah tomat mentah berukuran sedang mengandung 20 mg vitamin C. Kadar vitamin C ini akan turun ketika tomat dimasak. Namun, di sisi lain, kandungan likopen di dalam tomat justru mengalami peningkatan setelah sayuran ini dimasak.
9. Kentang
Dikenal sebagai sumber karbohidrat, kentang ternyata termasuk dalam sayuran yang mengandung vitamin C. Dalam satu buah kentang berukuran sedang terkandung 20 mg vitamin C.
Agar jumlah kalori di dalam tubuh tidak melonjak setelah mengonsumsi kentang, Anda dianjurkan untuk mengolah kentang dengan cara dikukus atau dipanggang, bukan digoreng.
10. Peterseli
Meski fungsi utamanya adalah sebagai hiasan atau pelengkap hidangan, daun peterseli merupakan salah satu sayuran yang mengandung vitamin C. Di dalam 8 gram atau 2 sendok makan daun peterseli segar terkandung sekitar 10 mg vitamin C.
Itulah deretan sayuran yang mengandung vitamin C. Anda dianjurkan untuk mencukupi asupan vitamin C harian agar terhindar dari dampak kekurangan vitamin C, seperti tubuh mudah sakit dan mudah memar, luka sulit sembuh, anemia, dan skorbut.
Jika Anda merasa sulit memenuhi kebutuhan vitamin C harian melalui makanan, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.
Dosis vitamin C dalam suplemen biasanya cukup tinggi, yaitu 500 mg–2.000 mg dalam sekali minum. Padahal, batas maksimum konsumsi vitamin C untuk orang dewasa setiap harinya tidak boleh melebihi 2.000 mg. Sementara untuk penderita gangguan hati atau ginjal, asam urat, atau riwayat batu ginjal, dosisnya tidak boleh melebihi 1.000 mg sehari.
5 Manfaat Tiram bagi Kesehatan dan Tips Aman Mengolahnya
Di balik rasanya yang lezat, ada beragam manfaat tiram bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga menjaga kesehatan jantung. Namun, untuk mendapatkan manfaat tersebut, Anda juga perlu mengetahui tips mengolah tiram agar aman dikonsumsi.
Tiram atau oyster merupakan salah satu jenis makanan laut yang cukup populer. Tiram mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti protein, karbohidrat, vitamin B2, vitamin B12, vitamin E, hingga beberapa mineral tertentu, misalnya zinc, tembaga, selenium, zat besi, mangan, fosfor, dan kalsium.
5 Manfaat Tiram bagi Kesehatan dan Tips Aman Mengolahnya - Alodokter
Tak hanya itu, makanan yang rendah kalori ini juga dikenal sebagai sumber 9 asam amino esensial.
Manfaat Tiram bagi Kesehatan Tubuh
Berkat keragaman nutrisi di dalamnya, tak heran jika tiram menjadi salah satu makanan laut bergizi tinggi. Berikut adalah beberapa manfaat tiram bagi kesehatan:
1. Meningkatkan daya tahan tubuh
Kandungan zinc di dalam tiram bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, tiram juga mengandung antioksidan yang dipercaya cukup efektif dalam melawan peradangan. Dengan demikian, tubuh Anda menjadi lebih sehat, tidak mudah terkena penyakit, serta terhindar dari penyakit kronis.
2. Menjaga kesehatan jantung
Mengonsumsi tiram juga dipercaya baik untuk menjaga kesehatan jantung. Tiram mengandung protein dan asam lemak omega-3 yang yang dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.
Selain itu, kandungan kalium di dalam tiram juga dapat menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Tiram juga mengandung protein yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung dengan cara menurunkan kadar trigliserida dalam darah.
Tak hanya itu, kandungan antioksidan di dalam tiram diyakini dapat menurunkan kadar lemak jahat LDL yang dapat menyebabkan aterosklerosis.
3. Mendukung kesehatan otak
Vitamin B12 yang terkandung di dalam tiram bermanfaat untuk mendukung kesehatan otak dan membantu mencegah penyakit Alzheimer. Tak hanya itu, vitamin B12 juga diduga bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi saraf dan pembentukan sel darah merah yang sehat.
4. Mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa tiram mengandung antioksidan DHMBA, yaitu senyawa yang 15 kali lebih kuat dalam melawan radikal bebas daripada vitamin E sintetis Trolox. Dengan terlindungnya sel tubuh dari radikal bebas, risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dapat dicegah.
5. Mencegah anemia defisiensi zat besi
Kandungan zat besi dalam tiram dapat mencegah anemia defisiensi besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membentuk hemoglobin yang berperan membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Selain itu, ada juga beragam manfaat tiram lainnya, seperti membantu mencegah risiko tulang keropos (osteoporosis) dan juga degenerasi makula. Namun, berbagai manfaat tiram tersebut masih membutuhkan bukti dan penelitian lebih lanjut.
Tips Memasak Tiram agar Aman Dikonsumsi
Meski bernutrisi tinggi, tiram harus diolah dengan tepat. Jika dikonsumsi mentah, tiram bisa mengandung virus, bakteri, maupun senyawa kimia berbahaya, seperti merkuri.
Untuk mencegah atau mengurangi risiko terpapar zat atau patogen tersebut, Anda disarankan untuk mengonsumsi tiram yang sudah masak. Berikut adalah cara memilih dan mengolah tiram yang baik:
Beli tiram dengan cangkang yang masih tertutup
Rebus tiram hingga matang, setidaknya selama 3 menit atau lebih
Hindari merebus tiram terlalu banyak dalam satu panci karena membuat kematangan tiram tidak merata
Pastikan tiram sudah matang dengan melihat cangkang tiram terbuka dengan sendirinya
Buang tiram yang cangkangnya tidak terbuka setelah dimasak, hal ini menandakan tiram tidak layak untuk dikonsumsi
Dengan mengikuti beberapa tips di atas, manfaat tiram akan lebih maksimal Anda dapatkan dan risiko terkena berbagai penyakit dapat Anda hindari.
Selain itu, Anda juga tidak disarankan untuk terlalu banyak mengonsumsi tiram. Tiram mengandung zinc dalam jumlah tinggi. Mengonsumsi zinc secara berlebihan akan berdampak buruk terhadap kesehatan Anda. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan saran mengonsumsi tiram yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda.
Peran Buah untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak
Buah sudah lama dikenal akan kandungan nutrisinya. Jika dikonsumsi dengan rutin, buah bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak. Dengan daya tahan tubuh yang kuat, anak pun bisa terlindungi dari berbagai penyakit, termasuk COVID-19.
Buah-buahan merupakan jenis makanan sehat yang baik untuk menjaga kesehatan anak dan bisa membantu agar tumbuh kembangnya lebih optimal. Oleh karena itu, kebiasaan makan buah harus ditanamkan sejak dini.
Peran Buah untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak - Alodokter
Sayangnya, tidak semua anak menyukai buah, bahkan sebagian anak sampai menolak untuk mengonsumsinya. Nah, jika Si Kecil termasuk yang tidak s**a makan buah, Bunda tidak perlu terlalu khawatir, ya. Membujuk anak untuk mau makan buah memang perlu trik khusus. Salah satu caranya adalah dengan mengolah buah menjadi jus.
Kaitan antara Buah dan Daya Tahan Tubuh Anak
Buah umumnya mengandung nutrisi tertentu, seperti serat, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, vitamin K, zinc, magnesium, seng, fosfor, dan asam folat. Semua nutrisi ini berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh anak.
Vitamin C yang terkandung di dalam buah sudah diketahui sejak lama mampu meningkatkan imunitas tubuh dengan cara mendorong produksi sel darah putih yang akan menghasilkan antibodi untuk membasmi virus, bakteri, dan mikroorganisme yang menyerang tubuh.
Vitamin ini juga meningkatkan kadar interferon dan sitokin yang berperan penting dalam melawan infeksi dan mengaktifkan sel-sel imun tubuh. Selain itu, sebagai antioksidan, vitamin C juga melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
Inilah alasan mengapa vitamin C merupakan nutrisi yang sering diandalkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk pada anak-anak.
Pilihan Buah untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak
Berikut ini adalah beberapa pilihan buah yang bisa Bunda berikan kepada Si kecil untuk menjaga daya tahan tubuhnya:
1. Guava
Guava atau jambu biji merupakan salah satu sumber vitamin C. Dalam 100 gram guava, terkandung sekitar 228 mg vitamin C. Angka ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C anak.
Selain itu, di dalam guava juga terkandung flavonoid yang akan menjaga dan mencegah kerusakan sel-sel tubuh.
2. Jeruk
Di dalam berbagai jenis jeruk, seperti jeruk sunkist, jeruk bali, maupun jeruk nipis, juga terkandung vitamin C yang dapat memperkuat imunitas tubuh anak. Buah ini pun mengandung kadar air yang tinggi, sehingga bisa menjaga tubuh agar tetap terhidrasi.
3. Mangga
Mangga bisa menjadi pilihan buah untuk menjaga daya tahan tubuh anak, lho. Hal ini karena mangga kaya akan vitamin C dan beragam senyawa tanaman yang bertindak sebagai antioksidan. Selain itu, buah ini juga termasuk dalam makanan tinggi serat yang baik bagi kesehatan pencernaan anak.
5. Apel
Selain memperkuat daya tahan tubuh anak, mengonsumsi apel secara teratur dapat menjaga kadar gula darah dan kolesterol dalam tubuh anak. Mengonsumsi buah ini secara rutin juga diketahui bisa membantu menurunkan kolesterol sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung. Selain itu, buah ini juga bisa membantu mencegah lonjakan kadar gula darah.
5. Leci
Jenis buah lain yang dapat membantu menjaga daya tahan tubuh anak adalah leci. Buah dengan rasa manis dan segar ini juga kaya akan antioksidan yang bermanfaat untuk mencegah kerusakan sel-sel tubuh.
Itulah beberapa pilihan buah yang bisa dikonsumsi oleh anak untuk membuat daya tahan tubuhnya kuat dan tumbuh kembangnya optimal. Pastikan Si Kecil mendapatkan asupan buah yang cukup, yaitu sekitar 3–4 porsi sehari, setara dengan 150–200 gram atau sekitar 1–2 buah jambu biji ukuran sedang.
Kalau Si Kecil tidak s**a dengan buah potong, Bunda bisa menyiasatinya dengan mengolah buah menjadi jus. Ketika membuat jus, hindari menambahkan gula secara berlebihan, ya.
Selain membuat jus buah sendiri di rumah, Bunda juga bisa menyajikan jus buah kemasan agar lebih praktis. Jus buah kemasan cocok dijadikan sebagai bekal yang bergizi untuk Si Kecil mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Pilihlah jus buah kemasan berkualitas yang diolah dari buah asli. Dengan begitu, konsumsi jus buah kemasan bisa membantu memenuhi 100% kebutuhan vitamin C Si Kecil. Pastikan juga jus buah kemasan diproduksi dengan standar yang baik serta tanpa penambahan bahan pengawet, pemanis buatan, dan perwarna.
Bunda bisa menyajikan jus buah kemasan dengan rasa yang dis**ai Si Kecil agar ia mau meminumnya.
Di samping itu, Bunda juga perlu memastikan Si Kecil mengonsumsi makanan sehat lainnya, seperti sayuran, daging, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta rutin berolahraga dan beristirahat yang cukup, supaya ia tidak mudah sakit dan terhindar dari COVID-19.
Apabila Bunda masih memiliki pertanyaan tentang jenis buah yang cocok diberikan kepada Si Kecil atau seputar masalah kesehatan anak lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya.
Selamat Datang Di Halaman Bunda Alya
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Darmawangsa Residence
Bekasi
17510