Lacta
Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Lacta, Health/Beauty, Jalan adjie malela, Bekasi.
22/04/2021
Sering Kentut dan Sendawa Kaitannya dengan Enzim Pencernaan
Perut kembung terjadi karena saluran pencernaan dipenuhi dengan gas. Kondisi ini disebabkan oleh makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, merokok, minuman bersoda, serta karena mengonsumsi sayuran seperti kol dan brokoli. Gas yang muncul akan dikeluarkan melalui kentut (buang angin) dan sendawa. Lalu apa kaitannya perut kembung dengan kekurangan enzim?
Tubuh ma**sia memiliki tiga jenis enzim, yaitu protease, lipase, dan amilase, untuk mencerna dan juga menghancurkan makanan yang kita makan. Apabila kita mengalami gangguan pencernaan yang menyebabkan perut kembung, bisa jadi kondisi ini terkait dengan kekurangan enzim pencernaan di atas.
Sering Kentut dan Sendawa Kaitannya dengan Enzim Pencernaan - Alodokter
Berbagai Kondisi Penyebab Kentut dan Sendawa Terus-menerus
Pankreas berfungsi untuk memproduksi enzim pencernaan, gangguan pada organ pankreas secara tidak langsung juga akan mengganggu sistem pencernaan tubuh.
Intoleransi laktosa adalah gangguan pencernaan lain yang juga bisa menyebabkan perut kembung. Kekurangan enzim laktase yang diproduksi di dalam usus kecil membuat tubuh tidak mampu mengolah suatu jenis gula alami bernama laktosa, yang biasanya ditemukan dalam susu.
Laktosa yang tidak dapat dipecah, dicerna, atau diserap dengan baik ini kemudian akan memasuki usus besar tempat bakteri saluran cerna bekerja. Semakin banyak sisa makanan yang diolah bakteri, maka semakin banyak p**a gas yang dihasilkan oleh bakteri tersebut. Gas berlebih inilah yang membuat perut kembung.
Cara Mengatasi Perut Kembung
Enzim memang memiliki peranan penting bagi pencernaan. Bersama zat kimia lain di dalam tubuh, enzim membantu memecah partikel makanan, bahkan menghancurkan racun yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan.
Mengonsumsi enzim atau obat yang mengandung enzim juga bisa membantu mencegah gangguan penyerapan nutrisi oleh usus kecil, dan meringankan gejala gangguan pencernaan yang diakibatkannya, seperti perut kembung.
Namun, dosis enzim yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda jumlahnya. Umumnya, dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi obat pengganti enzim khusus. Dosis yang dianjurkan akan ditetapkan antara lain berdasarkan fungsi dan kondisi pankreas Anda. Dosis bisa dimulai dari yang paling rendah lalu ditingkatkan secara bertahap, atau sesuai dengan hasil pengamatan dokter.
Perlu diperhatikan, obat yang mengandung enzim bukanlah obat untuk mengatasi penyakit akibat gangguan enzim, seperti exocrine pancreatic insufficiency (EPI) atau gangguan metabolisme bawaan. Obat tersebut diberikan untuk meringankan gejala atau keluhan yang muncul akibat gangguan enzim, salah satunya perut kembung.
Selain berbagai obat-obatan di atas, berikut ini beberapa bahan yang bisa dengan mudah Anda temukan di rumah yang dipercaya bisa membantu mengatasi perut kembung, yaitu:
Nanas
Buah ini mengandung bromelain yang merupakan enzim pencerna protein. Bromelain dikenal baik untuk mengatasi perut kembung.
Kunyit
Bumbu dapur yang memiliki rasa hangat, pahit dan berwarna kuning ini memiliki kandungan curcumin yang berfungsi untuk menurunkan pembengkakan dan kondisi yang terkait dengan peradangan. Kunyit juga bermanfaat untuk mengatasi berbagai gangguan pada saluran cerna, termasuk menurunkan kadar gas.
Peppermint
Kandungan peppermint dapat membantu mengatasi perut kembung dan melemaskan otot-otot pada saluran pencernaan.
Jahe
Jahe memiliki kandungan anti-inflamasi alami dan juga digunakan untuk membantu segala gangguan pencernaan. Kandungan jahe akan membuat sistem pencernaan tenang, dan membuat otot saluran pencernaan menjadi rileks. Manfaat inilah yang bisa meredakan perut kembung.
Perut kembung, kentut, dan sendawa juga bisa disebabkan oleh aerophagia, yaitu ketika Anda menelan terlalu banyak udara akibat mengunyah atau minum terlalu cepat, serta mengonsumsi makanan dan minuman tertentu yang menghasilkan banyak gas. Untuk mengatasinya, pijatan pada area perut juga bisa membantu mengatasi perut kembung. Pijat dengan lembut perut Anda selama 15 menit dua kali sehari, selama tiga hari. Mengonsumsi probiotik juga dapat membantu mengurangi perut kembung, namun jika Anda memiliki intoleransi laktosa, tidak disarankan mengonsumsi probiotik berbahan dasar susu, seperti yoghurt.
Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter jika perut kembung disertai keluhan lain, seperti nyeri perut, demam tinggi, diare, berat badan berkurang, muntah, nyeri ulu hati, dan tinja bercampur darah. Gejala-gejala tersebut menandakan kondisi medis yang lebih serius, serta perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dari dokter.
21/04/2021
Tanda-tanda Kamu Mungkin akan Melahirkan Secara Prematur
Kehamilan yang dijalani tiap wanita berbeda-beda, termasuk kapan waktu persalinan tiba. Berdasarkan beberapa kondisi, ibu hamil bisa saja melahirkan sebelum waktunya atau biasa disebut persalinan prematur. Yuk, kenali tanda-tanda melahirkan secara prematur agar kamu dapat mengantisipasinya.
Normalnya, persalinan akan terjadi ketika kehamilan berusia 40 minggu. Namun pada persalinan prematur, tubuhmu sudah mulai mempersiapkan diri untuk melahirkan sebelum kehamilan berusia 37 minggu.
Tanda-tanda Kamu Mungkin akan Melahirkan Secara Prematur - Alodokter
Tanda-Tanda Melahirkan secara Prematur yang Perlu Kamu Kenali
Pada umumnya, tanda melahirkan prematur tidak jauh berbeda dengan tanda melahirkan pada umumnya. Berikut adalah beberapa tanda bahwa tubuhmu sedang mempersiapkan diri untuk melahirkan secara prematur:
1. Mengalami kontraksi berkali-kali
Terjadinya kontraksi berkali-kali saat usia kehamilan kurang dari 37 minggu bisa menjadi tanda bahwa kamu akan melahirkan secara prematur. Kontraksi ini berupa rasa tarikan di perut yang disertai nyeri, dan keluhan tersebut tidak hilang meski kamu sudah mengubah posisi. Dalam satu jam, kontraksi bisa terjadi sebanyak 5 kali atau lebih.
2. Mengalami kram seperti saat menstruasi
Hal berikutnya yang bisa menjadi tanda melahirkan prematur adalah mengalami kram perut bagian bawah seperti saat menstruasi. Kram perut yang dirasakan dapat hilang timbul atau terjadi secara konstan.
3. Produksi cairan va**na meningkat
Tanda berikutnya adalah produksi cairan va**na yang meningkat. Beberapa ibu hamil bahkan juga menemukan adanya darah yang keluar dari va**na saat mengalami tanda melahirkan prematur.
4. Keluar cairan dari va**na
Selain produksi cairan va**na yang meningkat, keluarnya cairan dari va**na juga bisa menjadi tanda-tanda melahirkan prematur. Kondisi ini bisa mengindikasikan bahwa air ketubanmu pecah.
5. Sakit pada punggung bawah
Tanda melahirkan secara prematur lainnya adalah rasa sakit pada punggung yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Rasa sakit bisa hilang timbul atau menetap dan disertai dengan tekanan di panggul. Tekanan ini terasa seperti dorongan bayi yang mau keluar.
Jika kamu mengalami beberapa tanda yang dipaparkan di atas, segera periksakan kehamilanmu ke dokter atau bidan terdekat. Tujuannya agar kamu segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Faktor Risiko Melahirkan secara Prematur
Penyebab bayi lahir prematur belum diketahui secara pasti. Persalinan prematur dapat terjadi pada ibu hamil mana pun, tetapi risikonya akan lebih tinggi pada beberapa keadaan berikut:
Memiliki berat badan terlalu kurus atau terlalu gemuk sebelum hamil.
Menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba.
Memiliki jarak kehamilan yang terlalu dekat.
Mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan gangguan pembekuan darah.
Mengandung anak kembar.
Memiliki riwayat persalinan prematur atau riwayat keluarga yang mengalaminya.
Kurang memerhatikan kehamilan, seperti tidak rutin memeriksakan diri ke dokter atau tidak mengonsumsi vitamin yang disarankan oleh
Cara Mencegah Persalinan Prematur
Untuk mencegah berlanjutnya tanda persalinan prematur yang kamu alami, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, yaitu:
Saat muncul keluhan atau tanda persalinan prematur, kosongkan kandung kemih dan jangan menahan keinginan buang air kecil. Namun, pastikan untuk tetap meminum beberapa gelas air untuk mencegah dehidrasi.
Sebisa mungkin hindari tidur telentang, karena ini bisa memicu kontraksi. Sebaliknya, berbaringlah dengan posisi menyamping ke sisi kiri. Posisi ini bisa meringankan atau menghentikan tanda-tanda persalinan prematur.
Apabila tanda-tanda melahirkan secara prematur tidak juga hilang atau makin menjadi-jadi, segeralah ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan.
Beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan meliputi pemeriksaan detak jantung janin, kontraksi yang terjadi, air ketuban, pembukaan rahim, dan USG untuk memastikan kondisi kesehatanmu dan janin.
Dari hasil pemeriksaan, dokter mungkin akan memberikan beberapa obat-obatan untuk menghentikan keluhan yang kamu rasakan. Hal ini akan disesuaikan dengan kondisimu.
Jika tanda-tanda melahirkan secara prematur tetap ada dan keadaan janin menjadi tidak stabil, biasanya dokter akan memulai proses persalinan untuk melahirkan bayi, baik dengan persalinan normal maupun operasi caesar.
20/04/2021
Berbagai Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah
Sakit perut bagian bawah sering kali ditandai dengan kram atau bahkan rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk jarum. Keluhan ini bisa disebabkan oleh masalah yang ringan, seperti menstruasi, hingga gangguan yang berat, seperti batu ginjal atau kanker.
Secara medis, sakit perut bagian bawah juga dapat dideskripsikan sebagai nyeri panggul. Rasa sakit ini bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, walau sebenarnya lebih sering terjadi pada wanita.
Berbagai Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah - Alodokter
Meski umum terjadi dan terlihat ringan, sakit perut bagian bawah bukanlah kondisi yang dapat disepelekan, apalagi bila disertai dengan gejala tertentu.
Beragam Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah
Sakit perut bagian bawah bisa disebabkan oleh adanya infeksi di bagian tubuh tertentu, seperti tulang panggul, kandung kemih, atau usus besar. Ada beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya sakit perut bagian bawah, di antaranya:
Cedera
Penyakit Crohn
Gangguan usus, seperti ileus
Radang usus buntu
Radang kandung kemih
Konstipasi
GERD atau penyakit asam lambung
Infeksi ginjal
Batu ginjal
Hernia
Divertikulitis
Patah tulang panggul
Sirosis
Alergi makanan atau obat
Penyebab Lain Sakit Perut Bagian Bawah
Selain beberapa kondisi di atas, sakit perut bagian bawah juga dapat disebabkan oleh infeksi pada organ reproduksi wanita, seperti va**na, ovarium, rahim, serviks, atau tuba falopi. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa wanita lebih berisiko mengalami sakit perut bagian bawah.
Beberapa kemungkinan penyebab sakit perut bagian bawah pada wanita adalah:
Sakit perut akibat menstruasi
Ovulasi
Kehamilan ektopik
Keguguran
Penyakit radang panggul
Kista ovarium atau gangguan lain pada ovarium
Endometriosis
Abrupsi plasenta atau gangguan lain pada plasenta saat hamil
Miom atau uterine fibroid
Gangguan pada serviks, seperti infeksi atau kanker
Kanker rahim
Radang saluran tuba atau salpingitis
Menentukan Penyebab Sakit Perut Bagian Bawah dan Penanganannya
Untuk mengetahui penyebab pasti rasa sakit yang muncul, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter. Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait rasa sakit yang Anda rasakan, seperti:
Apakah sedang hamil?
Sudah berapa lama merasakan sakit pada bagian bawah perut?
Seperti apa rasa sakitnya?
Kapan rasa sakit biasanya muncul? Apakah pada pagi hari, malam hari, sesudah makan, atau saat menstruasi?
Apakah rasa sakit turut menyerang bagian tubuh lainnya, seperti bokong, selangkangan, pundak, atau punggung bawah?
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:
Tes darah, urine, dan tinja
Pemeriksaan alat kelamin
Tes kehamilan
Foto Rontgen
USG
CT scan
Endoskopi
Kolonoskopi
Histeroskopi
Laparoskopi
Setelah hasil tes keluar, dokter akan memberikan pengobatan sesuai penyebab, tingkat keparahan, dan frekuensi sakit perut bagian bawah yang Anda derita.
Sakit perut bagian bawah yang bersifat ringan umumnya dapat ditangani sendiri di rumah dengan cara sederhana atau menggunakan obat-obatan. Namun, bila sakit perut bagian bawah yang dialami tergolong berat, penanganan secara medis pun diperlukan, misalnya melalui operasi.
Bila sakit perut bagian bawah yang Anda alami disertai nyeri yang sangat hebat, demam, mual, muntah, perut bengkak, perut terasa sakit saat disentuh, atau tinja berdarah, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Begitu p**a halnya jika Anda merasakan sakit perut bagian bawah setelah mengalami kecelakaan, cedera, atau sakit di bagian dada.
20/04/2021
Crown Gigi Dapat Memperbaiki Tampilan dan Memberi Perlindungan
Crown gigi atau dental crown adalah metode pemasangan selubung gigi palsu di atas gigi yang rusak atau patah. Layaknya mahkota, crown gigi berfungsi untuk memperbaiki tampilan dan melindungi gigi dari kerusakan yang lebih parah.
Struktur gigi sangatlah kuat jika dirawat dengan baik. Normalnya, gigi membutuhkan waktu yang sangat lama untuk keropos. Meski begitu, beberapa kondisi bisa membuat gigi menjadi rusak atau malah patah, misalnya gigi berlubang yang sudah parah atau cedera yang menyebabkan gigi patah. Nah, untuk melindungi dan memperbaiki penampilan gigi yang rusak ini, metode crown gigi perlu dilakukan.
Crown Gigi Dapat Memperbaiki Tampilan dan Memberi Perlindungan - Alodokter
Kapan Crown Gigi Bisa Dipasang ?
Crown gigi tidak sama dengan metode tanam atau implan gigi yang menanam gigi baru sampai akar-akarnya. Medode ini berfungsi melindungi gigi dari kerusakan lebih parah dengan cara menutup bagian gigi lama yang rusak atau patah sebagian dengan gigi palsu.
Pemasangan crown gigi bukan hanya semata-mata sebagai kosmetik demi mempercantik penampilan diri. Crown gigi juga dapat mengembalikan bentuk, ukuran, kekuatan, dan melindungi gigi yang rapuh.
Metode crown gigi dibutuhkan untuk tujuan-tujuan berikut ini:
Memperbaiki penampilan gigi yang rusak dan patah
Melindungi gigi yang rentan mengalami kerusakan akibat pembusukan
Menutup bentuk gigi yang sudah rusak atau yang berubah warna
Melindungi dan mendukung susunan gigi bila ada gigi yang copot
Melindungi posisi implan gigi
Proses Pemasangan Crown Gigi
Pemasangan crown gigi biasanya membutuhkan waktu beberapa kali kunjungan ke dokter gigi. Jumlah kunjungan yang diperlukan akan tergantung pada kondisi gigi Anda. Berikut ini prosedur pemasangan crown gigi yang perlu diketahui:
1. Menentukan bahan pembentuk crown gigi
Crown gigi memiliki bahan yang bermacam-macam dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bahan crown gigi yang akan dipakai ditentukan oleh dokter gigi. Beberapa jenis material untuk crown gigi meliputi:
Logam. Jenis crown gigi ini umumnya menjadi pilihan untuk melapisi gigi yang tidak tampak dari luar, seperti geraham. Material ini cenderung tidak mudah rusak dan dapat bertahan lama.
Porselen atau keramik. Bahan ini biasanya digunakan untuk melapisi bagian gigi yang nampak dari luar. Warna mahkota gigi tiruan ini memberikan tampilan warna yang serupa dengan gigi asli.
Rasin. Bahan ini tergolong lebih murah harganya dibandingkan dengan jenis lainnya. Namun, resin lebih mudah retak atau rusak.
Campuran porselen dan logam. Campuran kedua bahan ini menyerupai gigi asli dan juga kuat, sehingga cocok untuk melapisi gigi depan ataupun geraham.
Stainless steel. Ini merupakan bahan crown gigi yang sementara. Material ini hanya digunakan untuk melindungi gigi yang rusak sampai crown gigi permanen selesai dibuat. Crown gigi stainless steel juga biasanya dipasang pada anak-anak untuk melapisi gigi susu yang sudah rusak.
2. Pemeriksaan mulut
Dokter gigi umumnya akan melakukan beberapa pemeriksaan terlebih dahulu, seperti foto rontgen, untuk mengetahui kondisi akar gigi dan dan tulang di sekitar gigi. Jika ditemukan kerusakan gigi yang parah atau risiko infeksi pada akar gigi, dokter akan melakukan perawatan saluran akar terlebih dulu.
3. Mencetak crown gigi
Crown gigi dicetak dengan kondisi gigi yang akan ditutupi. Dari cetakan yang telah dibuat, umumnya crown gigi akan selesai sekitar 2–3 minggu kemudian.
Dokter akan menggunakan anestesi atau pembiusan di jaringan gusi sekitar gigi saat memberikan crown gigi sementara untuk melindungi gigi sampai crown gigi permanen selesai dibuat.
4. Pemasangan crown gigi permanen
Setelah crown gigi selesai dibuat, dokter akan melepas crown gigi sementara dan membersihkan sisa-sisanya agar crown permanen bisa menempel dengan baik. Sesudah proses pasang crown gigi permanen selesai dan gigi sudah terasa nyaman, Anda diperbolehkan untuk p**ang.
Risiko Gangguan pada Crown Gigi
Setelah pemasangan, masih ada gangguan yang mungkin terjadi pada crown gigi, apalagi jika gigi tidak dirawat dengan baik. Berikut ini adalah gangguan pada crown gigi yang bisa terjadi:
Gigi menjadi lebih sensitif
Crown gigi retak atau pecah
Gigi di bawah crown gigi berlubang
Crown gigi longgar atau lepas
Reaksi alergi pada material logam atau porselen
Muncul garis hitam pada gusi yang dipasang crown gigi yang bisa merusak tanpilan gigi. Kondisi ini umum terjadi pada crown dengan bahan campuran porselen dan logam
Jika mengalami keluhan di atas, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter gigi supaya masalah bisa cepat diatasi dan tidak sampai menimbulkan komplikasi.
Perawatan Crown Gigi
Crown gigi yang telah dipasang rata-rata dapat bertahan 10–20 tahun. Kualitas crown gigi sangat bergantung pada cara perawatan kesehatan gigi. Hal-hal yang umumnya disarankan oleh dokter gigi ketika crown gigi baru dipasang adalah:
Kunyah makanan menggunakan gigi pada sisi mulut yang tidak dipasang crown gigi.
Hindari konsumsi jenis-jenis makanan kenyal dan lengket di mulut, seperti permen jelly, permen karet, atau karamel.
Jaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi secara teratur serta gunakan benang gigi atau obat kumur.
Hati-hati saat sikat gigi dan flossing. Ketika flossing, hindari menarik benang ke atas karena dapat melepaskan crown gigi.
Hindari kebiasaan yang dapat merusak gigi, seperti mengunyah es batu, menggigit kuku jari, atau membuka kemasan makanan dengan gigi.
Crown gigi dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam masalah gigi, mulai dari masalah penampilan hingga kerusakan gigi yang parah. Ada banyak pilihan crown gigi yang bisa Anda gunakan untuk berbagai jenis masalah gigi.
Sebelum memutuskan untuk melakukan pemasangan crown gigi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi mengenai keadaan gigi Anda dan bahan crown gigi apa yang paling cocok untuk Anda pakai. Selain itu, pastikan Anda mengerti akan risiko yang mungkin terjadi dan cara perawatan crown gigi setelah dipasang.
20/04/2021
Mengetahui Anatomi dan Fungsi Usus Besar
Usus besar merupakan salah satu bagian dalam sistem pencernaan ma**sia. Organ ini dikenal dengan perannya dalam proses pencernaan makanan. Untuk mengetahui pentingnya usus besar bagi kesehatan, kenali lebih jauh seputar anatomi dan fungsi usus besar berikut ini.
Usus besar adalah bagian akhir dari sistem pencernaan ma**sia. Organ ini memiliki beragam fungsi, seperti menyerap cairan dan vitamin, memproduksi antibodi dan mencegah infeksi, serta membentuk tinja.
Mengetahui Anatomi dan Fungsi Usus Besar - Alodokter
Anatomi Usus Besar dan Fungsinya
Usus besar terbagi menjadi empat bagian utama dengan fungsi yang berbeda-beda. Berikut ini adalah penjelasan mengenai keempat bagian usus besar beserta fungsinya:
Sekum
Sekum adalah bagian usus besar berbentuk seperti kantong yang menghubungkan bagian akhir usus kecil (ileum) dengan usus besar. Sisa makanan dari usus kecil yang masuk ke dalam sekum umumnya masih berbentuk bubur cair (chyme).
Pada bagian organ usus besar ini, terjadi penyerapan kembali nutrisi dan sisa air dari chyme.
Kolon
Kolon adalah bagian usus besar yang paling panjang dan terbagi atas empat bagian, yaitu asenden (kanan rongga perut), transversum (melintang dari kanan ke kiri di bagian atas rongga perut), desenden (kiri rongga perut), dan sigmoid (bagian yang terhubung dengan rektum).
Fungsi utama dari kolon adalah mencampur chyme dengan enzim pada saluran cerna agar menjadi tinja untuk dikeluarkan dari tubuh. Kolon harus menyerap kembali air dan elektrolit untuk membentuk tinja. Inilah penyebabnya, ketika Anda mengalami dehidrasi, Anda bisa mengalami sembelit.
Rektum
Rektum adalah bagian bawah usus besar yang berukuran sekitar 15 cm dan terhubung dengan kolon sigmoid. Bagian usus besar ini berfungsi untuk menerima dan menyimpan limbah dari kolon hingga tiba saatnya dikeluarkan oleh tubuh melalui a**s.
Ketika ada limbah seperti gas atau tinja masuk ke dalam rektum, akan ada sensor yang mengirimkan rangsangan ke otak. Selanjutnya, sistem saraf pada otak akan memberikan sinyal kapan gas atau tinja tersebut dikeluarkan.
A**s
A**s adalah bagian akhir dari usus besar. Ketika rektum sudah terisi penuh dan tinja siap dikeluarkan melalui a**s, Anda akan merasakan mulas dan muncul dorongan untuk buang air besar.
Proses pengolahan dan pencernaan makanan hingga menjadi tinja umumnya memerlukan waktu kurang lebih 30–70 jam.
Berbagai Keluhan yang Dapat Terjadi pada Usus Besar
Penting untuk selalu menjaga kesehatan sistem pencernaan, termasuk usus besar, agar dapat berfungsi dengan baik dalam memproses makanan. Namun, ada kalanya usus besar mengalami gangguan yang dapat memicu beberapa penyakit, antara lain:
1. Diare
Diare ditandai dengan intensitas buang air besar yang lebih sering dan kondisi tinja yang encer. Pada umumnya, diare terjadi karena konsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis atau telah terpapar virus, bakteri, dan parasit.
Selain beberapa penyebab di atas, diare juga dapat terjadi karena intoleransi terhadap makanan tertentu, efek samping obat-obatan, dan malabsorpsi makanan.
2. Perdarahan usus besar
Perdarahan usus besar termasuk dalam gangguan saluran cerna bagian bawah. Kondisi ini umumnya ditandai dengan keluarnya darah berwarna merah segar dari a**s atau darah yang bercampur dengan tinja.
Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan perdarahan usus besar, yaitu radang usus, kanker usus besar, divertikulitis, dan wasir.
3. Kanker usus besar
Kanker usus besar disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen pada jaringan usus besar. Akan tetapi, penyebab mutasi gen tersebut belum diketahui dengan pasti.
Meski demikian, ada beberapa faktor yang diduga berisiko meningkatkan terjadinya kanker usus besar, seperti pola makan kurang serat, terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan lemak, serta kadar gula tinggi.
4. Polip usus besar
Polip usus besar adalah benjolan kecil yang tumbuh pada bagian dalam usus besar. Benjolan tersebut umumnya tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis polip usus besar dapat berkembang menjadi kanker usus besar.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena polip usus besar, antara lain perokok, orang dengan berat badan berlebih, dan ada riwayat anggota keluarga pernah menderita polip usus besar.
5. Kolitis
Kolitis adalah peradangan usus besar yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau reaksi autoimun. Gejala yang muncul tergantung jenis kolitis yang diderita. Akan tetapi, gejala khas yang ditunjukkan penderita kolitis adalah diare berdarah, demam, dan menggigil.
6. Penyakit Crohn
Penyakit Crohn adalah gangguan penyakit kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Penyakit ini dapat memengaruhi bagian mana saja dari saluran pencernaan, termasuk usus besar.
Gejala yang ditunjukkan penyakit Crohn adalah nyeri perut, diare kronis, penurunan berat badan, hingga kekurangan gizi. Penyakit Crohn juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar.
7. Divertikulitis
Divertikulitis merupakan peradangan yang terjadi pada divertikula, yaitu kantung yang terbentuk di sepanjang lapisan usus.
Kondisi ini umumnya disebabkan oleh tekanan dari gas, makanan, atau cairan di lapisan dalam usus sehingga terbentuk kantong-kantong kecil. Divertikulitis paling sering terjadi di usus besar, tepatnya di bagian bawah usus besar.
Usus besar merupakan salah satu organ pencernaan yang memiliki fungsi penting. Berkat kerja sistem organ ini, Anda dapat memperoleh nutrisi dan energi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Untuk menjaga kesehatan usus besar, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi, termasuk tinggi serat dan rendah kalori. Jika Anda mengalami gejala gangguan usus besar dan tidak kunjung reda, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
20/04/2021
Hati-hati dengan Tindakan Pembersihan Usus Besar
Tindakan pembersihan usus besar atau colon cleanser umumnya dilakukan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan terkait pencernaan. Namun, prosedur ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum menjalaninya.
Pembersihan usus besar biasanya digunakan sebagai bagian dari prosedur medis, seperti kolonoskopi. Namun, ada p**a beberapa praktik pengobatan alternatif yang menawarkan tindakan ini untuk tujuan detoksifikasi.
Hati-hati dengan Tindakan Pembersihan Usus Besar - Alodokter
Pembersihan usus besar sebenarnya tidak perlu dilakukan karena sistem pencernaan memiliki mekanisme tersendiri untuk membuang bakteri dan sisa makanan dari tubuh.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempertimbangkan dengan matang sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan pembersihan usus besar.
Berbagai Metode Pembersihan Usus Besar
Ada beberapa metode yang umumnya digunakan dalam tindakan pembersihan usus besar, yaitu:
Pemberian suplemen
Salah satu metode pembersihan usus besar yang paling umum dilakukan adalah dengan mengomsumsi suplemen tertentu. Jenis suplemen yang digunakan dapat berupa obat pencahar, teh herbal, dan enzim yang memiliki efek laksatif.
Anda sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat-obatan tersebut sebelum berkonsultasi dengan dokter.
Irigasi usus besar
Metode pembersihan usus besar lainnya adalah irigasi usus besar. Metode ini sama seperti e***a, yang dilakukan dengan mengalirkan cairan ke dalam usus besar melalui a**s.
Perbedaannya, irigasi usus besar menggunakan bantuan mesin modern dan melibatkan lebih banyak air, sedangkan e***a menggunakan alat biasa yang dapat dibeli di apotek dan menggunakan cairan kopi. Irigasi usus besar umumnya dilakukan oleh perawat atau dokter di rumah sakit atau klinik.
Saat menjalani irigasi usus besar, Anda akan diminta untuk berbaring dengan posisi miring. Selanjutnya, p***a bertekanan rendah akan mengalirkan air melalui selang kecil yang dimasukkan ke dalam a**s. Air yang sudah mencapai usus besar, akan dibiarkan beberapa saat.
Sambil menunggu, dokter atau perawat akan memijat bagian perut Anda, kemudian air dikeluarkan sebagaimana Anda buang air besar.
Efek Samping Pembersihan Usus Besar
Hingga saat ini, masih banyak perdebatan mengenai manfaat tindakan pembersihan usus besar. Selain itu, suatu studi menyebutkan bahwa pembersihan usus dapat menimbulkan efek berbahaya untuk kesehatan, baik yang ringan hingga serius.
Efek ringan yang dapat terjadi setelah pembersihan usus besar adalah mual, muntah, kram perut, diare, dan pusing akibat dehidrasi. Sementara itu, efek samping yang perlu diwaspadai meliputi:
Gangguan penyerapan obat, bila sedang menjalani pengobatan saat melakukan tindakan
Infeksi
Kebocoran atau lubang pada usus besar dan dubur
Ketidakseimbangan elektrolit
Gangguan fungsi ginjal
Gagal jantung
Tindakan pembersihan usus besar tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti penderita radang kronis pada usus besar atau kolitis ulseratif, divertikulitis, penyakit Crohn, wasir yang parah, dan kanker usus besar.
Selain itu, prosedur pembersihan usus besar juga tidak disarankan untuk orang yang baru saja menjalani operasi usus. Bagi penderita penyakit ginjal atau jantung, diperlukan persetujuan dan pengawasan oleh dokter sebelum melakukan tindakan pembersihan usus besar.
Untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, Anda disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih setiap hari.
Jika Anda memutuskan untuk menjalani pembersihan usus besar, konsultasikan dulu ke dokter untuk mengetahui apakah tindakan tersebut memang tindakan yang tepat dalam mengatasi keluhan yang Anda alami.
20/04/2021
5 Obat Sakit Gigi Alami yang Mudah Didapat di Rumah
Ada banyak pilihan obat sakit gigi yang dapat ditemukan di rumah. Anda hanya perlu memanfaatkan beberapa bahan, lalu menjadikannya sebagai obat pertolongan pertama untuk mengatasi sakit gigi.
Sakit gigi ditandai dengan munculnya rasa nyeri di dalam atau di sekitar gigi. Sakit gigi bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kerusakan gigi, tumbuh gigi, gigi bengkak, infeksi pada gusi, infeksi sinusitis, cedera, fraktur gigi, hingga tambalan gigi yang rusak.
5 Obat Sakit Gigi Alami yang Mudah Didapat di Rumah - Alodokter
Beragam Obat Sakit Gigi Alami
Sakit gigi tidak hanya ditandai dengan munculnya rasa nyeri, tapi juga bisa disertai dengan gejala lain, seperti sakit kepala, gigi bengkak, sensitif terhadap panas dan dingin, hingga perdarahan pada gigi.
Sakit gigi bisa diatasi dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan menggunakan obat sakit gigi alami yang mudah didapat di rumah. Bahan alami yang bisa dimanfaatkan antara lain:
1. Garam
Anda bisa menjadikan garam sebagai obat sakit gigi. Caranya mudah, cukup campurkan 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat lalu gunakan sebagai obat kumur. Air garam dapat menjadi disinfektan alami untuk mengurangi peradangan dan menyembuhkan luka di mulut.
Berkumur menggunakan air garam juga bisa membantu membuang sisa makanan dan kotoran yang menempel di antara gigi.
2. Minyak cengkeh
Obat sakit gigi alami berikutnya adalah minyak cengkeh. Minyak cengkeh efektif meredakan rasa sakit, mengurangi peradangan, dan mengandung senyawa kimia eugenol yang merupakan antiseptik alami.
Untuk menjadikannya sebagai obat sakit gigi, Anda dapat mencampurkan 3 tetes minyak cengkeh dengan 1/4 sendok teh minyak zaitun. Kemudian, masukkan kapas dan biarkan minyak menyerap ke dalam kapas. Lalu, taruh kapas tersebut di gigi yang sakit.
Selain dengan cara itu, Anda bisa meneteskan 1 minyak cengkeh ke segelas air dan menjadikannya sebagai obat kumur. Minyak cengkeh biasanya tersedia di toko obat. Walaupun tidak dapat dikatakan efektif menghilangkan sakit gigi, cara ini dipercaya mampu mengurangi nyeri.
3. Teh peppermint
Selain bisa diminum, teh peppermint juga bisa dimanfaatkan sebagai obat sakit gigi dan gigi sensitif.
Untuk mendapatkan manfaat ini, gunakan teh celup peppermint. Caranya adalah panaskan air, celupkan kantung teh peppermint, lalu angkat dan dinginkan kantung teh tersebut di dalam freezer selama beberapa menit. Setelah dingin, gigit kantong teh peppermint menggunakan gigi yang sakit.
4. Bawang Putih
Sudah sejak lama bawang putih dipercaya sebagai obat sakit gigi. Bawang putih dipercaya mampu meredakan nyeri sakit gigi sekaligus membunuh bakteri di plak gigi.
Untuk menjadikan bawang putih sebagai obat sakit gigi, Anda dapat menghancurkan satu siung bawang putih sampai halus, lalu mengoleskannya ke area yang mengalami sakit gigi. Anda juga dapat mengunyahnya secara langsung dan merasakan khasiatnya.
5. Es Batu
Jika sakit gigi disebabkan oleh benturan yang mengakibatkan cedera pada gigi, Anda dapat menempelkan es batu yang telah dibungkus kain tipis ke sisi luar p**i. Cara ini cukup ampuh untuk meredakan nyeri.
Selain memanfaatkan bahan-bahan di atas, tentu Anda harus disiplin menjaga kebersihan gigi. Pasalnya, sering kali akar masalah sakit gigi adalah kurangnya kebersihan gigi dan mulut.
Oleh karena itu, biasakan untuk menyikat gigi secara rutin setidaknya 2 kali sehari yaitu di pagi dan malam. Gunakan sikat gigi berbulu sikat lembut dengan gagang yang pas agar bisa menjangkau semua sela-sela gigi. Bagi yang memiliki gigi sensitif, sebaiknya gunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif ketika menyikat gigi.
Jika penggunaan obat sakit gigi alami sudah dilakukan selama 2 hari tetapi keluhan tak kunjung membaik, segera konsultasikan ke dokter gigi. Apalagi jika sakit gigi disertai dengan gejala lain, seperti demam, gusi merah, p**i dan rahang membengkak, telinga sakit, atau sulit untuk bernapas dan menelan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Jalan Adjie Malela
Bekasi