Villy

Villy

Share

Siap melayani anda

19/09/2022

Faktor Risiko Hipertensi
Memang faktor risiko untuk alami hipertensi berbanding lurus dengan usia. Seseorang yang memiliki usia lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar untuk alami hipertensi. Beberapa faktor risiko lainnya yang dapat meningkatkan terjadinya hipertensi adalah:
- Memiliki usia di atas 65 tahun.
- Sering mengonsumsi makanan tinggi garam berlebihan.
- Alami kelebihan berat badan atau obesitas.
- Adanya riwayat keluarga dengan kondisi medis yang sama.
- Kurang mengonsumsi buah dan sayuran.
- Tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.
- Mengonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman yang mengandung kafein.
- Memiliki kebiasaan merokok.
- Banyak mengonsumsi minuman beralkohol.
- Stres. Tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara.
- Alami kondisi kronis tertentu, seperti penyakit ginjal, diabetes, atau sleep apnea.

Perlu dipahami juga terkadang kehamilan juga dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi. Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi pada anak-anak yang biasanya disebabkan masalah pada ginjal atau jantung. Pengaruh gaya hidup yang buruk juga semakin memperparah masalah ini.

Meski demikian, kamu dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko terjadinya hipertensi dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan secara rutin. Pastikan untuk memenuhi asupan gizi pada tubuh agar tetap sehat, konsumsi air putih setiap hari, dan berolahraga secara teratur

02/11/2021

Mengetahui Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan COVID-19

Demam berdarah dan COVID-19 memiliki kemiripan pada beberapa gejala, sehingga cukup banyak orang keliru mengenalinya. Mengetahui perbedaan kedua penyakit tersebut dapat membantu Anda untuk mewaspadainya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Demam, sakit kepala, mual, dan muntah merupakan beberapa gejala demam berdarah dan COVID-19 yang tampak mirip. Kemiripan gejala ini dapat menyebabkan orang salah mengenali demam berdarah sebagai infeksi virus Corona atau sebaliknya, terlebih jika gejala tersebut dirasakan di tengah musim penghujan.

Mengetahui Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan COVID-19.

Meskipun begitu, kedua penyakit ini memiliki gejala khas yang hanya dimiliki oleh masing-masing penyakit tersebut. Apa sajakah gejala yang dimaksud?

Perbedaan Gejala Demam Berdarah dan COVID-19
Berikut adalah beberapa perbedaan gejala COVID-19 dan demam berdarah:

Gejala demam berdarah
Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala penyakit ini biasanya akan muncul dalam waktu 3–10 hari setelah digigit nyamuk.

Selain demam, gejala khas demam berdarah meliputi:

Sakit di bagian belakang mata
Nyeri otot
Muncul ruam atau bercak kemerahan di kulit
Pembengkakan kelenjar getah bening
Jika sudah parah, demam berdarah akan menimbulkan gejala berupa:

Nyeri perut yang parah atau perut terasa nyeri ketika ditekan
Mimisan atau gusi berdarah
Terdapat darah dalam tinja, air seni, atau muntahan
Gejala COVID-19
COVID-19 disebabkan oleh virus Corona dan ditularkan melalui percikan ingus atau ludah saat penderita COVID-19 bicara, bersin, atau batuk. Gejala COVID-19 biasa muncul dalam waktu 2–14 hari setelah terpapar virus.

Seseorang bisa diduga terinfeksi COVID-19 apabila menderita demam yang disertai beberapa gejala berikut:

Batuk
Sesak napas
Badan terasa lelah
Nyeri otot atau badan pegal-pegal
Kehilangan indra penciuman (anosmia) atau indra pengecap (ageusia)
Sakit tenggorokan
Hidung tersumbat atau hidung berair
Diare

02/11/2021

Selamat malam, selamat istirahat.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Kaliabang Tengah
Bekasi
17124