Bunda Yani
WELCOME
Jenis Olahraga yang Ampuh Mengusir Stres
5 Jenis Olahraga yang Ampuh Mengusir Stres
Olahraga
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
17 September 2021
5 Jenis Olahraga yang Ampuh Mengusir Stres
“Berolahraga secara teratur dapat membantu memperbaiki berbagai gangguan kesehatan mental. Ada beberapa olahraga yang secara ampuh dapat mengusir stres, baik yang dilakukan sendirian, maupun beregu. Salah satu olahraga tersebut adalah sepak bola. Pasalnya, bila dimainkan secara ‘seru-seruan’ sepakbola tentu dapat meningkatkan rasa bahagia karena terjadi banyak interaksi pada setiap pemainnya.”
Halodoc, Jakarta – Segala aktivitas yang dijalani setiap harinya tentu dapat menimbulkan stres. Jika tidak mampu mengatasi stres yang membebani pikiran, kualitas hidup dapat menurun. Alhasil, berpikir jernih dan tidur dengan nyenyak pun jadi sulit. Selain itu, tingkat stres yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menurunkan produktivitas, bahkan memicu gangguan mental seperti depresi. Namun, penting diketahui bahwa banyak cara untuk mengusir stres, salah satunya olahraga.
Nyatanya, olahraga tidak hanya dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental. Sebab, olahraga dapat memicu lepasnya hormon endorfin. Tak hanya itu, olahraga juga dapat meningkatkan kadar dopamin dan serotonin. Lantas, apa saja olahraga yang ampuh dalam mengusir stres? Simak infonya di sini!
Baca juga: Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?
Mulai dari Yoga Hingga Sepak Bola
Berikut adalah beberapa olahraga yang ampuh mengusir stres, baik yang dilakukan secara sendirian maupun beregu, antara lain:
1. Yoga
Yoga merupakan olahraga yang ampuh untuk mengusir stres. Pasalnya, yoga melibatkan kekuatan tubuh dan pikiran. Ketika melakukan gerakan-gerakan yoga, seseorang harus memfokuskan pikirannya, sehingga secara perlahan pikiran akan menjadi lebih tenang.
Selain itu, gerakan-gerakan yoga adalah bentuk latihan kekuatan yang dapat membuat tubuh lebih tangguh dan fleksibel. Bila dilakukan secara fokus, gerakan yoga dapat mengurangi ketegangan fisik yang timbul akibat stres. Yoga juga menggunakan pernapasan dalam, yang dapat merespons relaksasi tubuh.
2. Jalan Santai atau Jalan Cepat
Berjalan kaki dapat menjadi salah satu olahraga yang dapat mengurangi stres. Sebab, jalan kaki mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Melansir dari Everyday Health, berjalan dapat mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan stres. Misalnya seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, hingga diabetes tipe 2.
Selain itu, baik jalan santai atau cepat tentu dapat memanjakan mata ketika berkeliling di sekitar komplek misalnya. Kamu dapat menikmati rindangnya pepohonan, atau pemandangan lain.
3. Menari
Selain dapat dilakukan guna menyalurkan bakat seni, menari juga dapat memberikan banyak manfaat fisik, mental, hingga emosional. Pasalnya, menari dapat meningkatkan kelincahan tubuh ketika bergerak. Setiap gerakan pada menari juga dapat meningkatkan detak jantung, sehingga jantung dapat lebih sehat. Sementara itu, manfaat menari yang dapat mengurangi stres adalah tumbuhnya kontak dan hubungan dengan orang lain.
Misalnya saat seseorang berusaha untuk menyamakan ritme tarian agar gerakannya tetap kompak. Hal tersebut dapat mengalihkan pikiran dari berbagai masalah. Selain itu, mendengarkan musik ketika sedang menari juga dapat memberikan hiburan bagi otak, sehingga dapat meredakan rasa takut atau cemas.
Baca juga: 7 Manfaat Olahraga Jumping Jack untuk Tubuh
4. Tenis
Olahraga tenis dapat dianggap sebagai salah satu latihan kardio yang baik. Tenis juga dapat mencegah banyak gangguan kesehatan yang berhubungan dengan stres, seperti tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung. Tak hanya itu, olahraga ini harus dimainkan secara berpasangan, sehingga membuat kamu tetap terhubung dengan orang lain.
Kamu juga dapat bermain tenis sambil bersenda gurau dengan lawan main atau rekan satu tim. Di samping itu, apabila mendapatkan poin, tentu perasaan puas dan bangga juga dapat mengurangi stres yang sedang membebani pikiran. Hal tersebut adalah salah satu komponen kunci dalam mengusir stres.
5. Sepak Bola
Sepak bola merupakan olahraga yang memiliki banyak pola olahraga aerobik dan membawa banyak manfaat. Misalnya seperti mengurangi risiko penyakit kronis tertentu seperti penyakit jantung, hingga stroke. Pasalnya, kombinasi antara berlari, berjalan, berlari dan menendang dapat mengurangi tekanan darah, meningkatkan stamina, pengurangan lemak tubuh, dan peningkatan kekuatan otot.
Selain itu, dilansir dari NHS, berolahraga secara teratur juga dianggap membantu memperbaiki berbagai gangguan kesehatan mental. Misalnya seperti stres hingga depresi. Sementara itu, sepak bola dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri. Selain itu, sepak bola dimainkan secara beregu, sehingga dapat meningkatkan rasa bahagia karena dapat dimainkan secara menyenangkan sambil bercanda.
Penyebab P**i Bengkak dan Cara Mengatasinya
P**i bengkak adalah salah satu keluhan yang acap kali dianggap mengganggu karena bisa membuat penampilan wajah ikut berubah. P**i bengkak juga biasanya muncul beserta keluhan lain, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di p**i. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan p**i bengkak, mulai dari penyakit yang tidak berbahaya hingga penyakit serius.
Bengkak adalah kondisi di mana terjadi pembesaran pada area tubuh, baik karena peradangan atau penumpukan cairan. Bengkak bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk di p**i. P**i bengkak dapat dialami tanpa rasa sakit, namun ada juga yang disertai nyeri, ngilu, gatal, atau kesemutan.
Penyebab P**i Bengkak dan Cara Mengatasinya - Alodokter
Penyebab P**i Bengkak
Salah satu kondisi paling umum yang menyebabkan p**i bengkak adalah gangguan pada kelenjar liur yang diakibatkan oleh sumbatan, infeksi, peradangan, atau bahkan tumor.
Berikut ini adalah beberapa penyakit terkait kelenjar ludah yang bisa menyebabkan p**i menjadi bengkak:
1. Infeksi
Infeksi di mulut yang menyebabkan p**i bengkak bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan p**i bengkak adalah gondongan.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah di mulut. Karena posisinya yang berada di dalam p**i, maka pembengkakan kelenjar ini akan menyebabkan salah satu atau kedua p**i terlihat bengkak. Penyakit ini umumnya dapat mereda sendiri dalam beberapa hari.
Infeksi bakteri pada kelenjar ludah juga dapat menyebabkan p**i menjadi bengkak. Penyakit ini disebut sialadenitis. P**i bengkak karena infeksi bakteri disebabkan oleh kelenjar ludah yang meradang dan adanya penumpukan nanah di sekitar kelenjar tersebut.
Jika tidak diobati, sialadenitis dapat menyebabkan p**i bengkak yang disertai demam tinggi, nyeri berat di sekiat pembengkakan p**i, dan sulit membuka mulut.
2. Masalah gigi dan gusi
P**i bengkak juga bisa jadi salah satu gejala dari abses gigi. Abses gigi adalah kondisi di mana terjadi penumpukan nanah di sekitar gigi dan gusi akibat infeksi bakteri. Jika tidak diobati, abses gigi dapat mengakibatkan gigi tanggal dan infeksi yang menyebar ke organ lain.
Selain masalah gigi, gangguan kesehatan pada gusi juga turut menjadi dalang dari p**i bengkak. Salah satunya adalah perikoronitis. Perikoronitis terjadi ketika jaringan gusi, terutama di sekitar gigi bungsu, mengalami peradangan. Kondisi ini disertai dengan keluarnya nanah, pembengkakan gusi dan p**i, serta rasa nyeri di gusi dan mulut.
3. Batu di air liur
Kondisi di mana air liur mengendap atau mengeras ini disebut sebagai sialolithiasis. Air liur yang sudah mengeras dapat menghalangi saluran air liur, sehingga menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang hilang timbul pada p**i. Penyakit ini biasanya menyebabkan nyeri dan bengkak di salah satu p**i.
4. Alergi
P**i bengkak merupakan salah satu gejala dari reaksi alergi. Pada reaksi alergi yang parah, yaitu syok anafilaktik, pembengkakan juga bisa terjadi pada lidah dan tenggorokan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sulit bernapas.
5. Gangguan hormon
P**i bengkak juga bisa disebabkan oleh masalah pada hormon, seperti hipotiroidisme, yaitu kondisi di mana tubuh tidak memproduksi cukup hormon tiroid. Beberapa gejalanya adalah tidak tahan dengan suhu dingin, berat badan naik, dan sering mengantuk.
Selain itu, bengkak di p**i juga bisa disebabkan oleh sindrom Cushing, yaitu penyakit yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon kortisol. Penyakit ini sering terjadi pada orang yang menggunakan obat-obatan kortikosteroid dalam jangka panjang.
Gejala sindrom Cushing ada beragam, seperti tekanan darah meningkat, kulit tampak tipis atau muncul bercak merah keunguan, serta penambahan berat badan akibat pembengkakan di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah dan p**i.
6. Tumor kelenjar ludah
Terkadang pembengkakan kelenjar ludah juga bisa jadi menandakan adanya tumor kelenjar ludah. Tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas. Tumor ganas pada kelenjar ludah ini disebut kanker kelenjar ludah.
Gejalanya bisa berupa munculnya benjolan yang keras atau lunak pada p**i, p**i terasa nyeri, atau terkadang bagian wajah yang terdampak menjadi mati rasa atau lumpuh. Jika terdapat keluhan tersebut, segeralah periksakan diri ke dokter.
Cara Mengatasi P**i Bengkak
Cara mengatasi p**i bengkak tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh gondongan, maka Anda hanya perlu beristirahat selama beberapa hari hingga nyeri dan bengkak mereda. Namun untuk p**i bengkak yang disebabkan oleh hal lain, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
Selain dengan pengobatan dokter, ada beberapa cara yang bisa dicoba di rumah untuk membantu mengurangi pembengkakan pada p**i. Cara-cara tersebut antara lain:
1. Kompres dingin
Kompres dingin atau kompres es dapat meredakan bengkak dan rasa nyeri di area p**i bengkak. Caranya, bungkus es dengan handuk, kemudian kompreskan selama 10 menit pada p**i yang bengkak.
2. Posisikan kepala lebih tinggi
Saat berbaring atau tidur, ganjal kepala dengan bantal tambahan. Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi dapat menurunkan aliran darah ke area yang bengkak dan mengurangi pembengkakan.
3. Kurangi asupan garam
Mengonsumsi makanan asin dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam tubuh dan memperparah p**i yang bengkak. Oleh karena itu, mengurangi asupan garam dapat mengurangi penumpukan cairan pada p**i yang bengkak.
4. Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri
P**i bengkak terkadang muncul bersamaan dengan rasa nyeri atau ngilu yang mengganggu. Jika beberapa cara di atas tidak berhasil mengurangi nyeri dan bengkak di p**i, coba konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol.
P**i bengkak tidak selalu mengindikasikan masalah serius. Meski demikian, jangan sepelekan p**i bengkak, terutama jika disertai gejala nyeri hebat, sulit bernapas, pusing, penurunan berat badan, mulut sulit dibuka, dan lumpuh atau mati rasa pada wajah. Periksakan ke dokter juga bila p**i bengkak tidak membaik atau malah bertambah parah setelah beberapa hari.
Merawat payudara ketika memberikan ASI membuat aktivitas menyusui bisa dilakukan dengan nyaman dan tanpa rasa sakit. Ketahui cara merawat payudara agar Anda terhindar dari beragam keluhan yang dapat muncul ketika menyusui.
Air susu ibu (ASI) sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak. Air susu ibu (ASI) menyediakan nutrisi yang ideal, seperti vitamin, protein, lemak, dan gula, bahkan antibodi pembentuk sistem kekebalan tubuh untuk menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi. ASI juga terbukti efektif untuk mencegah bayi sakit. Selain itu, menyusui juga memberi manfaat untuk sang ibu, seperti membantu menurunkan berat badan, mengurangi pendarahan rahim setelah melahirkan, mengurangi risiko kanker payudara dan kanker ovarium, serta menurunkan risiko diabetes dan osteoporosis.
Jangan Lupa Merawat Payudara Ketika Menyusui - Alodokter
Namun terkadang ketika menyusui, ada saja masalah yang muncul dan terjadi pada payudara dan puting. Contohnya nyeri puting, puting kering dan pecah-pecah, puting masuk ke dalam, payudara membengkak, saluran susu tersumbat, atau infeksi payudara (mastitis). Namun dengan merawat payudara, berbagai masalah tersebut dapat diatasi dan dicegah.
Merawat Payudara Ketika Menyusui
Agar Anda dan Si Kecil dapat menikmati masa menyusui, rawat payudara Anda dengan langkah-langkah seperti berikut ini:
Pelajari bagaimana memosisikan Si Kecil dan mulutnya dengan benar ketika menyusui. Pastikan mulut Si Kecil mencakup sebagian besar ar**la (area gelap di sekitar puting) Anda, jangan hanya puting. Jika posisi mulut Si Kecil benar, Anda pun akan merasa nyaman dan tidak pegal. Posisi mulut yang tepat juga membantu mencegah puting terasa sakit dan melancarkan proses menyusui.
Cobalah posisi menyusui yang berbeda. Ada beberapa posisi menyusui yang dapat Anda coba. Temukan posisi terbaik untuk Anda dan Si Kecil. Minta saran dokter atau bidan tentang cara menggendong dan menyusui bayi dengan benar.
Cegah Si Kecil agar tidak menggigit puting. Pada usia 3-4 bulan, gigi pada bayi mungkin sedang mulai tumbuh. Ketika memasuki fase ini, Bunda pasti ingin tetap nyaman saat menyusui, kan? Untuk mencegah agar puting tidak digigit, hentikan isapan ASI setelah Si Kecil selesai menyusui atau ketika tertidur. Untuk menghentikan isapan ASI, selipkan jari Anda ke sisi mulut Si Kecil.
Menyusui Si Kecil secara teratur, setiap 2-3 jam. Anda mungkin perlu membangunkan Si Kecil pada malam hari untuk memberinya ASI. Bayi harus menyusu dari kedua payudara sama banyaknya selama sehari. Jika pada jam 8 Si Kecil menyusu dari payudara kanan, maka pada jam 10 tawarkan payudara kiri Anda.
Untuk melancarkan aliran ASI, bunda dapat mencoba memberi pijatan payudara atau kompres hangat pada payudara untuk membuka saluran-saluran kelenjar ASI. Untuk nyeri pada payudara, berikan kompres hangat dan dingin secara bergantian untuk mengurangi nyeri.
Merawat Payudara Usai Menyusui
Selain melakukan perawatan saat menyusui, Anda dapat melanjutkan perawatan usai menyusui dengan beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan ketika Si Kecil sedang tidur, antara lain:
Bersihkan puting dengan lembut tanpa menggunakan sabun atau sampo hingga bersih. Jangan oleskan alkohol, lotion, atau parfum pada puting. Gunakan salep antibakteri untuk mengatasi puting pecah-pecah.
Biarkan puting kering dengan sendirinya tanpa perlu dilap.
Oleskan salep pelembap yang mengandung lanolin pada puting setiap kali selesai menyusui. Ini akan mengurangi rasa sakit atau nyeri dan mencegah puting mengering dan pecah-pecah.
Sering-seringlah mengganti bantalan payudara (breast pad).
Jika payudara sakit ketika menyusui, berhenti menyusui secara langsung dan gunakan p***a ASI selama beberapa hari.
Jika merasa puting Anda datar atau masuk ke dalam, segera periksakan ke dokter.
Setiap selesai menyusui, oleskan beberapa tetes ASI pada puting Anda dan biarkan hingga kering. ASI melembapkan dan melindungi puting dari infeksi.
Selalu memegang payudara dengan tangan yang bersih.
Jika payudara tampak kendur atau kurang kencang usai masa menyusui, Anda bisa mencoba beberapa cara mengencangkan payudara setelah menyusui.
Segera konsultasikan ke dokter jika pada puting atau payudara muncul tanda-tanda infeksi, seperti demam, muncul bisul atau benjolan merah pada payudara yang terasa nyeri, keseluruhan payudara bengkak, dan puting payudara bernanah atau berdarah.
Bahaya Keseringan Makan All You Can Eat
Ini Bahaya Keseringan Makan All You Can Eat
Gangguan Makan
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
15 September 2021
Ini Bahaya Keseringan Makan All You Can Eat
“Kebiasaan terlalu sering makan all you can eat dapat memicu asam lambung naik kembali ke kerongkongan yang mengakibatkan mulas. Metabolisme pun mungkin meningkat saat mencoba membakar kalori ekstra sehingga memicu peningkatan sensasi panas, berkeringat, atau bahkan pusing.”
Halodoc, Jakarta – Konsep makan all you can eat memang bikin kita tergoda karena harganya yang relatif murah dengan porsi banyak dan varian yang beragam. Namun, di balik konsep tersebut ada risiko kesehatan yang bisa kita dapatkan dari keseringan makan all you can eat.
Makan berlebihan bisa menyebabkan perut membesar melebihi ukuran normal demi menyesuaikan diri dengan volume makanan yang banyak. Perut yang membesar mendorong organ lain, dan menciptakan ketidaknyamanan.
Beberapa rasa tidak nyaman ini dapat berupa rasa lelah, lesu, mengantuk serta pakaian yang mengetat. Simak di sini selengkapnya bahaya keseringan makan all you can eat!
Organ Bekerja Lebih Keras sampai Penurunan Memori
Seperti yang sudah disinggung di atas, bahaya keseringan makan all you can eat lainnya adalah organ bekerja lebih keras. Untuk memecah makanan, organ mengeluarkan hormon dan enzim, dan lambung menghasilkan asam klorida.
Makan berlebihan membuat asam naik kembali ke kerongkongan yang mengakibatkan mulas. Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi lemak, seperti pizza dan burger keju, membuat seseorang lebih rentan terhadap sakit maag. Metabolisme pun mungkin meningkat saat mencoba membakar kalori ekstra sehingga memicu peningkatan sensasi panas, berkeringat, atau bahkan pusing.
Baca juga: Makanan Gosong Sebabkan Kanker, Mitos atau Fakta?
Terlalu sering makan all you can eat bahkan menjadikannya sebagai kebiasaan dapat memicu efek yang lebih signifikan lagi. Saat makan, tubuh menggunakan sebagian kalori yang dikonsumsi untuk energi. Sisanya disimpan sebagai lemak.
Mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar dapat memicu obesitas. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kanker dan masalah kesehatan kronis lainnya. Terlebih lagi bila jenis makanan yang dikonsumsi adalah makanan tidak sehat, sudah pasti ini dapat berdampak buruk pada sistem pencernaan.
Enzim pencernaan hanya tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga semakin banyak jumlah makanan yang dimakan, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya. Jika kamu menjadikannya sebagai rutinitas, all you can eat dapat melambatkan proses pencernaan sehingga makanan akan tetap berada di perut untuk jangka waktu yang lebih lama dan lebih cenderung berubah menjadi lemak.
Baca juga: Milenial Rentan Alami Kanker Usus Besar, Ini Alasannya
Makan berlebihan juga memengaruhi waktu tidur, jam sirkadian yang mengontrol siklus tidur serta memicu ketidakstabilan hormon yang mengatur ritme tidur dan rasa lapar. Seiring berjalannya waktu, makan berlebihan juga dapat membahayakan fungsi otak.
Beberapa penelitian mengaitkan makan berlebihan terus-menerus dan obesitas dengan penurunan mental pada orang dewasa yang lebih tua, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan berlebihan.
Kelebihan berat badan memengaruhi memori secara negatif, dibandingkan dengan individu dengan berat badan normal. Mengingat otak terdiri dari sekitar 60 persen lemak, makan lemak sehat seperti alpukat, selai kacang, ikan berlemak, dan minyak zaitun membantu mencegah penurunan mental.
Makan Secukupnya
Konsep makan secukupnya bukan hanya jargon semata melainkan memang jauh lebih bermanfaat karena kita diminta untuk makan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Jika kamu sudah terbiasa dengan konsep all you can eat dan ingin mengubah pola makan berlebihan tersebut, simak tipsnya di sini!
Baca juga: Fakta Medis di Balik Makan Cepat Bikin Gemuk
1. Makanlah dengan bijaksana sepanjang hari serta perhatikan ukuran porsimu.
2. Hindari makanan olahan sebisa mungkin.
3. Lengkapi asupan makanan dengan buah dan sayuran segar. Buah dan sayur menyediakan banyak serat serta membantu kamu merasa kenyang yang mengurangi kebutuhan untuk ngemil.
4. Makanlah dari piring kecil untuk mengontrol porsimu.
5. Hindari gangguan saat makan, seperti menonton TV, menggunakan komputer atau perangkat elektronik lainnya. Berfokus pada makanan itu akan membuat kamu makan secara sadar sehingga makan lebih kenyang.
6. Makan perlahan dan berikan jeda untuk memperlambat waktu makan.
7. Minum air sebelum, selama, dan setelah makan.
Informasi selengkapnya mengenai panduan makan yang benar bisa ditanyakan langsung ke aplikasi Halodoc!
This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. 7 Harmful Effects of Overeating
The University of Texas MD Anderson Cancer Center. Diakses pada 2021. What happens when you overeat?
Selain mengonsumsi obat, ada beberapa makanan yang baik untuk penderita vertigo. Beberapa jenis makanan tersebut dianggap mampu mengatasi dan meringankan gejala vertigo yang Anda alami.
Vertigo merupakan sensasi pusing kepala berputar yang dapat memengaruhi keseimbangan tubuh. Vertigo dapat disebabkan karena penurunan tekanan darah, dehidrasi, gangguan telinga, perubahan posisi secara tiba-tiba, konsumsi makanan atau minuman tertentu, dan gangguan pada sistem saraf pusat.
Inilah Makanan yang Baik untuk Penderita Vertigo - Alodokter
4 Jenis Makanan untuk Penderita Vertigo
Ada beberapa makanan yang diyakini dapat membantu meringankan vertigo, antara lain:
1. Jahe
Untuk meredakan vertigo, Anda dapat mengonsumsi teh jahe atau makanan yang mengandung jahe. Jahe sejak lama diyakini mampu membantu meredakan berbagai macam penyakit, salah satunya meringankan pusing akibat vertigo.
2. Bayam
Bayam adalah sayuran yang kaya akan vitamin E. Vitamin E berperan dalam menjaga elastisitas pembuluh darah dan membantu melancarkan peredaran darah, sehingga bermanfaat dalam membantu meringankan pusing akibat vertigo.
3. Kuning telur
Kekurangan asupan vitamin D dapat menyebabkan vertigo. Kuning telur adalah salah satu jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi, guna mencukupi asupan vitamin D. Asupan vitamin D yang cukup dapat mengurangi gejala pusing berputar yang dirasakan penderita vertigo.
4. Tuna
Tak hanya sebagai sumber protein, tuna juga mengandung vitamin B6 yang baik untuk penderita vertigo karena mampu meringankan gejala penyakit ini.
Selain tuna, makanan sumber vitamin B6 lainnya yang dapat dikonsumsi untuk meringankan vertigo adalah kiwi, susu, salmon, telur, daging sapi tanpa lemak, bayam, wortel, dan ubi jalar.
Untuk mengatasi atau meringankan vertigo, Anda juga disarankan untuk minum air putih yang cukup. Selain itu, Anda perlu menghindari berbagai pemicu vertigo, seperti stres, kurang tidur, dan konsumsi minuman berkafein atau beralkohol.
Beberapa jenis makanan di atas dapat dikonsumsi penderita vertigo untuk mengurangi keluhan yang muncul. Apabila rasa pusing tak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat diberikan penanganan sesuai penyebab yang mendasari munculnya vertigo.
Cegah Corona dengan Cuci Tangan, Perlukah Pakai Sabun Khusus?
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
15 September 2021
“Sejak terdeteksi pertama kali di Wuhan pada akhir tahun 2019 lalu, sampai saat ini virus corona yang menjadi penyebab penyakit COVID-19 telah menginfeksi jutaan warga di seluruh dunia. Meski vaksin telah diberikan, kamu tetap wajib menjalankan protokol kesehatan, salah satunya adalah cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Namun, perlukah menggunakan sabun khusus?”
Halodoc, Jakarta - Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menjadi cara kedua selain memakai masker yang wajib dilakukan saat virus corona masuk dan menyerang di Indonesia. Memang, menggunakan hand sanitizer bisa jadi pilihan lain untuk membersihkan tangan dari kuman. Namun, para ahli menyetujui bahwa menggunakan sabun dan air mengalir tetap harus jadi cara utama yang dilakukan.
Lalu, ada pertanyaan baru yang muncul, apakah sabun yang digunakan adalah sabun khusus, misalnya sabun antibakteri? Atau tetap bisa menggunakan semua jenis sabun cuci tangan? Apakah ada perbedaan antara sabun khusus dengan sabun biasa dalam membantu menjaga kebersihan tangan dari kuman dan bakteri penyebab penyakit?
Baca juga: Tisu atau Pengering Tangan yang Lebih Higienis saat Corona?
Perlukah Cuci Tangan Menggunakan Sabun Khusus?
Semua jenis virus, termasuk corona bisa aktif di luar tubuh manusia selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. Virus ini bisa menyebar dengan mudah melalui droplets, seperti saat bersin, batuk, atau berbicara. Disinfektan, cairan hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim yang mengandung alkohol semuanya berguna untuk membunuh virus ini, tetapi ternyata tidak seefektif sabun.
Saat beraktivitas sehari-hari, akan sulit bagi tangan untuk menghindari virus, bakteri, atau kuman. Mata tidak mampu melihat virus secara langsung sehingga mencuci tangan menjadi langkah terbaik untuk menghindari penularan penyakit. Melansir dari Huffington Post, dr. Neha Vyas, dokter keluarga di Cleveland Clinic mengatakan bahwa cuci tangan yang efektif dilakukan minimal selama 20 detik.
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa jenis sabun ternyata bukan hal yang penting. Ini karena COVID-19 berasal dari virus, jadi sabun tangan antibakteri tidak akan memberi keunggulan tambahan, dibandingkan dengan jenis sabun yang lain.
Sementara itu, dr. Carl Fichtenbaum, ahli penyakit infeksi di University of Cincinnati College of Medicine juga mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti yang jelas bahwa sabun antibakteri bekerja lebih baik, daripada sabun lainnya. Ia menambahkan, yang paling penting adalah mencuci tangan selama setidaknya 20 detik dengan teknik yang benar.
Baca juga: Ketahui 11 Fakta Unik tentang Mencuci Tangan
Mengapa Sabun Dianggap Paling Efektif?
Melansir World Economic Forum, Palli Thordarson, profesor di School of Chemistry di University of New South Wales, Australia, juga turun ke Twitter untuk menjelaskan beberapa hal terkait teori kimia molekuler yang membantu menjelaskan mengapa sabun lebih efektif membunuh virus.
Thordarson menjelaskan bahwa virus cenderung terdiri dari tiga hal, yakni genom asam nukleat (bahan genetiknya: DNA atau RNA), protein yang membungkus asam nukleat dan membantu replikasi virus di dalam tubuh inang, dan lapisan luar yang berlemak. Koneksi antara ketiga bagian komponen ini membentuk struktur virus, tetapi koneksi itu lemah karena tidak ada ikatan kovalen yang memberikan struktur yang lebih stabil.
Sebaliknya, kata Thordarson, perakitan virus didasarkan pada interaksi “non-kovalen” yang lemah antara protein, RNA dan lipid. Mereka bersama-sama bertindak seperti perekat sehingga sulit untuk memecah partikel virus yang terbentuk sendiri.
Namun, sangat mungkin untuk memecah partikel dengan sabun yang baik dalam melarutkan lapisan lipid yang mengelilingi virus. Sabun juga menghancurkan semua ikatan lemah lainnya di dalam virus. Setelah itu terjadi, virus secara efektif akan hancur berantakan.
Mencuci tangan dengan air saja jauh lebih kecil kemungkinannya untuk memindahkan virus dari permukaan kulit. Jadi, cucilah tangan dengan sabun karena ia mengandung senyawa seperti lemak yang disebut amphiphiles, yang mirip dengan lipid dan ditemukan dalam membran virus. Ketika sabun bersentuhan dengan zat berlemak ini, sabun akan mengikatnya dan membuatnya terlepas dari virus. Ini juga memaksa virus melepaskan diri dari kulit.
Baca juga: Tangan Menjadi Tempat Penyebaran Virus dan Kuman
Saat Air dan Sabun Tidak Tersedia
Tentu saja, tidak semua tempat menyediakan air bersih, sabun, dan wastafel. Oleh karena itu, hand sanitizer juga bisa jadi alternatif. Bawalah selalu botol kecil hand sanitizer dan gunakan setelah bersentuhan dengan orang dan permukaan benda, seperti pegangan di bus atau kereta, gagang pintu, atau benda lain yang rentan disentuh oleh banyak orang.
Pilih produk hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol minimal 60 persen atau lebih. Produk pembersih tangan bebas alkohol saat ini juga dijual di berbagai tempat, tetapi mereka tidak direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention.
CDC merekomendasikan sabun dan air karena prosesnya lebih baik dalam membunuh jenis kuman tertentu, termasuk virus COVID-19. Terlebih jika tangan kamu kotor atau berminyak, hand sanitizer juga tidak akan membersihkannya dengan efektif.
Jadi, pastikan untuk membersihkan tangan dengan sabun sesering mungkin. Waspada juga dengan gejala COVID-19 yang memang sangat mirip dengan flu biasa. Jika kamu mendapati atau merasakan salah satu gejalanya dan semakin memburuk, jangan tunda untuk segera melakukan pemeriksaan medis ke rumah sakit terdekat atau bertanya pada dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Kamu bisa download dan pakai aplikasi Halodoc untuk memudahkan chat dengan dokter spesialis kapan dan di mana saja.
Referensi:
Huffington Post. Diakses pada 2021. Does The Type Of Soap Or Hand Sanitizer You Use Matter For Coronavirus?
World Economic Forum. Diakses pada 2021. A Chemistry Professor Explains: Why Soap Is So Good at Killing COVID-19.
The Guardian. Diakses pada 2021. The Science of Soap – Here’s How It Kills the Coronavirus.
6 Olahraga yang Dapat Memperkuat Otot Jantung
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
“Otot jantung menjadi lebih kuat dan sehat jika seseorang aktif secara fisik dan rutin berolahraga. Aerobik dan latihan ketahanan tubuh adalah olahraga yang baik untuk kekuatan otot jantung. Lakukan olahraga yang kamu senangi secara rutin dan tingkatkan secara bertahap, agar kesehatan dan kekuatan otot jantung tetap terjaga”
Halodoc, Jakarta – Pada dasarnya jantung adalah otot, dan otot jantung menjadi lebih kuat dan sehat jika seseorang rutin berolahraga. Tidak harus menjadi atlet untuk rutin berolahraga. Bahkan berjalan cepat selama 30 menit sehari dapat memberikan perubahan baik untuk otot jantung.
Perlu diketahui, orang yang tidak pernah berolahraga, hampir dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung dibandingkan orang yang aktif. Untuk memulai olahraga, pikirkan olahraga apa yang ingin kamu lakukan, dan seberapa cocok dengan kondisi tubuhmu. Lantas, olahraga apa saja yang baik untuk kesehatan otot jantung?
Baca juga: Fakta & Mitos yang Perlu Anda Ketahui Seputar Jantung
Olahraga untuk Otot Jantung yang Sehat
Berbagai jenis olahraga diperlukan untuk tubuh yang bugar. Aerobik dan latihan ketahanan tubuh adalah olahraga yang baik untuk kekuatan otot jantung. Berikut ini beberapa olahraga yang baik dilakukan untuk otot jantung yang sehat:
Aerobik
Olahraga aerobik meningkatkan sirkulasi darah, yang menghasilkan penurunan tekanan darah dan detak jantung. Olahraga ini juga membantu curah jantung atau seberapa baik jantung memompa. Aerobik juga mengurangi risiko diabetes tipe 2, jika seseorang sudah memiliki diabetes sebelumnya. Olahraga ini idealnya dilakukan selama 30 menit sehari, setidaknya lima kali dalam seminggu.
Olahraga Interval
Olahraga ini baik untuk mencegah penyakit jantung dan diabetes, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kebugaran tubuh. Untuk melakukan olahraga ini, kamu bisa menggabungkan olahraga intensitas tinggi dengan singkat.
Misalnya kamu memiliki olahraga jalan kaki, kamu bisa melakukannya dengan 3 menit berjalan dengan kecepatan normal, dan 1 menit dengan kecepatan tinggi.
Dengan begitu detak jantung akan meningkat dan menurun secara terus-menerus. Hal ini baik untuk otot jantung, fungsi pembuluh darah, membakar kalori, dan tubuh lebih efektif dalam membersihkan lemak dan gula darah.
Latihan Beban
Olahraga ini melibatkan banyak otot dan membangun keseimbangan tubuh. Otot tubuh yang kuat akan meringankan beban pada jantung. Kamu bisa melakukan latihan beban di gym dengan peralatan yang tersedia. Bisa juga dilakukan di rumah jika memiliki barbel, atau benda-benda tertentu yang memiliki berat yang cukup.
Baca juga: 4 Penyebab Serangan Jantung yang Tidak Disadari
Core Training
Salah satu olahraga yang melatih otot inti tubuh yaitu pilates. Latihan inti akan meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan tubuh, serta otot jantung.
Yoga
Ketenangan yang didapatkan dari olahraga yoga dapat menurunkan tekanan darah. Pembuluh darah pun lebih elastis, dengan begitu kesehatan otot jantung pun meningkat.
Fisik yang Aktif Sepanjang Hari
Selain olahraga, terkadang aktif secara fisik pun cukup untuk menjaga kesehatan tubuh. Orang yang aktif dalam aktivitas sepanjang hari, bisa membakar banyak kalori. Contoh aktivitas yang dapat dilakukan seperti membersihkan rumah, berkebun, atau mencuci mobil.
Aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari, sama sehatnya dengan berolahraga selama 30 hingga 60 menit. Gunakan juga pedometer untuk mengukur seberapa aktif kamu di luar waktu olahraga.
Sebagai langkah awal, kamu bisa melakukan olahraga yang kamu senangi selama 30 menit sehari, setidaknya 5 kali dalam seminggu. Lakukan secara perlahan sampai kamu bisa berolahraga lebih lama atau lebih menantang. Pastikan untuk meningkatkan intensitas secara bertahap, agar otot jantung dan tubuh bisa menyesuaikan.
Baca juga: Bagaimana Mengenali Gejala Serangan Jantung?
Saat berolahraga, pertahankan kecepatan selama beberapa menit di awal dan akhir latihan. Jangan lupa juga untuk melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah olahraga.
Ketahui juga, bahwa kamu tidak harus melakukan jenis olahraga yang sama setiap hari. Mungkin akan lebih menyenangkan jika berganti-ganti olahraga setiap hari. Jika otot jantung mengalami perbaikan maupun bermasalah, jangan ragu untuk bertanya pada dokter ahli di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!
Referensi:
Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. 3 Kinds of Exercise That Boost Heart Health
Prevention. Diakses pada 2021. 8 Best And Worst Exercises For Your Heart
WebMD. Diakses pada 2021. Exercise for a Healthy Heart
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Bekasi