Maju Muda

Maju Muda

Share

Kepercayaan anda terhadap produk-produk kami adalah yang utama

09/02/2022

Cara Onani Wanita yang Aman dan Memuaskan

Onani pada wanita menurut pandangan medis merupakan aktivitas seksual yang normal dan relatif aman jika dilakukan dengan cara yang benar. Ladies, agar tetap aman dan juga memuaskan, kamu perlu mempelajari teknik onani wanita yang benar di sini.

Onani (masturbasi) pada wanita umumnya dilakukan dengan menyentuh dan memainkan daerah intim, seperti klitoris dan va**na. Bagian ini merupakan daerah sensitif wanita yang bisa membangkitkan gairah dan mendatangkan kepuasan seksual, ketika dirangsang dengan tepat.

Cara Onani Wanita yang Aman dan Memuaskan.

Selain menyentuh dan memainkan klitoris dan va**na dengan tangan, onani pada wanita juga bisa dilakukan dengan meremas-remas payudara dan memainkan puting, atau menggunakan alat bantu seks.

Tips agar Onani pada Wanita Terasa Lebih Memuaskan
Sebagai langkah awal, kamu perlu lebih dulu melepaskan segala perasaan tabu, malu, bersalah, atau segala bentuk pikiran yang membuat kamu tidak nyaman melakukan onani.

Cobalah berpikir lebih positif bahwa onani adalah hal yang normal dilakukan. Selain dapat mendatangkan kenikmatan, onani juga bisa memberi sejumlah manfaat, seperti meredakan stres, memperbaiki suasana hati, dan membuat tidur lebih nyenyak.

Jika perlu, rencanakan kapan dan bagaimana harus melakukan onani. Pastikan tidak ada yang akan mengganggu waktumu selama melakukannya ya, Ladies!

Agar onani dapat terasa lebih memuaskan, berikut ini adalah beberapa tips untuk melakukan onani yang bisa kamu lakukan:

1. Mulailah saat mandi
Masturbasi yang nyaman dan sehat perlu dilakukan saat tubuh sudah bersih. Agar lebih rileks, kamu bisa mencoba mandi sambil menggunakan aromaterapi. Usapkan sabun ke tubuh secara menyeluruh, lalu mulailah menstimulasi payudara dan bagian intim saat sedang mandi.

2. Lakukan di tempat yang nyaman
Setelah selesai mandi atau cuci tangan, kamu bisa melanjutkan sesi onani ke kamar tidur dengan diiringi musik favorit. Baringkan diri di ranjang atau sofa, lalu lebarkan kedua kaki dan gunakan cermin untuk dapat melihat area intimmu.

Kemudian, berikan stimulasi pada area va**na dan klitoris dengan menggunakan pelumas yang aman. Jika tidak ada pelumas, kamu juga bisa menggunakan air liur.

3. Coba latihan otot panggul
Cobalah untuk mengencangkan dan mengendurkan otot-otot dasar panggul secara bergantian dan nikmati sensasinya.

Bersamaan dengan itu, cobalah masukan beberapa jari ke dalam va**na serta menstimulasi bagian klitoris, payudara, puting atau bagian tubuh yang sensitif secara bergiliran. Rasakan sensasinya hingga mencapai klimaks.

4. Lakukan onani dengan rileks dan tenang
Onani akan terasa lebih nyaman jika hal tersebut dilakukan dengan santai dan tidak terburu-buru. Lakukan stimulasi sambil berfantasi seksual, misalnya membayangkan bercinta dengan pria idaman atau tempat-tempat romantis yang ingin kamu kunjungi.

5. Bayangkan fantasi seksmu
Kamu juga bisa melakukan onani sambil menonton film atau melihat gambar yang erotis. Tidak hanya itu, melakukan onani sambil membaca novel erotis juga mungkin dapat meningkatkan kepuasan seksual wanita.

6. Variasikan dengan s*x toys
Jika belum cukup puas melakukan stimulasi dengan jari tangan, kamu bisa menggunakan alat bantu seksual atau s*x toys, seperti vi****or, ben wa balls, dan d***o atau p***s silikon untuk mendapatkan sensasi nikmat dan kepuasan seksual.

Agar sesi masturbasi ini tetap aman dan terhindar risiko penyakit, seperti infeksi saluran kemih, kamu perlu menjaga kebersihan diri ya, ladies. Ini dia tips untuk onani yang aman dan nyaman:

Bersihkan tubuh dan area intim sebelum dan sesudah melakukan onani.
Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan onani
Jika ingin menggunakan s*x toys, pastikan dulu kebersihannya. Cuci s*x toys sebelum dan sesudah digunakan. Bila pemakaian s*x toys akan berpindah dari satu area ke area tubuh lain, pencucian juga harus dilakukan.
Jangan menggunakan s*x toys bergantian dengan orang lain. Sebaiknya tidak menggunakan s*x toys yang sama untuk menstimulasi bagian va**na dan a**s.

07/02/2022

Cara Terbaik Melindungi Diri dari Bahaya Omicron

Bahaya Omicron diduga akibat tingkat penularannya yang tinggi, walaupun tingkat keparahan penyakitnya relatif lebih rendah. Hal ini terbukti dengan penyebarannya yang cepat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lantas, apa saja yang harus diwaspadai dan bagaimana cara kita melindungi diri?

Di Indonesia, kasus COVID-19 varian Omicron sebagian besar datang dari pelaku perjalanan luar negeri dan warga negara asing. Oleh karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk menahan diri agar tidak bepergian ke negara-negara dengan bahaya Omicron yang tinggi.

Cara Terbaik Melindungi Diri dari Bahaya Omicron.

Selain datang dari orang-orang yang baru saja melakukan perjalanan luar negeri, COVID-19 varian Omicron ini juga sudah menjadi transmisi lokal di Indonesia. Hal ini berarti kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan tetaplah menjadi sebuah keharusan, guna melindungi diri serta keluarga.

Apakah COVID-19 Varian Omicron Lebih Berbahaya?
Badan kesehatan dunia (WHO) memprediksi bahwa kasus COVID-19 varian Omicron akan mengalami peningkatan yang lebih tinggi daripada varian Delta. Tingkat penularan yang tinggi ini membuat Omicron dapat menginfeksi orang yang sudah divaksin COVID-19 dan bahkan tidak menimbulkan gejala.

Meski demikian, bahaya Omicron tersebut diiringi dengan tingkat keterisian rumah sakit yang lebih rendah. Uji klinis menunjukkan bahwa risiko terjadinya COVID-19 dengan gejala parah lebih rendah pada pasien yang terinfeksi Omicron dibandingkan varian Delta. Namun, hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Selain tingkat penularan dan keparahan penyakit, hal-hal seputar bahaya Omicron yang juga banyak menimbulkan pertanyaan adalah gejala umum dari penyakit ini. Sejumlah studi menungkapkan bahwa gejala COVID-19 varian Omicron tidak jauh berbeda dengan gejala COVID-19 pada umumnya.

Gejala pada setiap orang juga bisa berbeda, tergantung pada beberapa faktor, mulai dari status vaksinasi, usia, dan ada tidaknya kondisi medis tertentu. Menurut penelitian, berikut ini adalah beberapa gejala yang umum ditemukan pada pasien COVID-19 varian Omicron:

Pilek
Sakit kepala
Kelelahan
Bersin-bersin
Sakit tenggorokan
Hidung tersumbat
Menggigil
Demam
Meski tingkat keparahan penyakit pada COVID-19 varian Omicron ini diduga lebih rendah daripada varian lainnya. Namun, orang yang belum mendapatkan vaksin COVID-19 tetap berisiko tinggi mengalami panyakit parah. Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan vaksinasi COVID-19 untuk mengurangi risiko terinfeksi Omicron.

Apa yang Perlu Diwaspadai dari Bahaya Omicron?
COVID-19 varian Omicron menimbulkan banyak kekhawatiran. Terlebih, aktivitas sehari-hari mulai kembali seperti sebelumnya, termasuk bekerja di kantor, rekreasi, dan kegiatan belajar-mengajar.

Tingginya risiko penularan diduga merupakan salah satu bahaya Omicron yang harus diwaspadai. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 lengkap dan menjalankan protokol kesehatan di mana pun Anda berada untuk melindungi diri dari risiko tertular.

Sebagai salah satu upaya pencegahan, pemilihan dan cara mengenakan masker yang benar dapat melindungi Anda dari bahaya Omicron.

Saat mengenakan masker, bagian hidung dan mulut harus tertutup, sehingga cairan atau aerosol tidak mudah masuk. Masker juga harus selalu dipakai saat berada di tempat umum, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, membuka ventilasi saat berada dalam ruangan, mencuci tangan secara rutin, serta menjauhi kerumunan.

Asupan Nutrisi yang Tepat
Agar tetap sehat dan terhindar dari bahaya Omicron, tubuh memerlukan asupan nutrisi yang tepat. Konsumsilah makanan yang beragam dengan porsi buah dan sayur lebih banyak. Anda juga dapat menambahkan kacang-kacangan dan lemak sehat, seperti minyak zaitun, wijen, atau kacang tanah.

Konsumsi empon-empon, seperti kunyit dan jahe, juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh selama pandemi COVID-19.

Kunyit sendiri diketahui dapat meredakan demam, batuk, sakit tenggorokan, dan sesak napas yang merupakan gejala awal infeksi COVID-19, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, jahe dapat membantu melawan bakteri dan virus dalam tubuh, termasuk virus penyebab sakit tenggorokan.

Meski bahaya Omicron masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan tingkat penularan dan keparahan penyakitnya, Anda tidak boleh lengah. Tetap terapkan protokol kesehatan dan lengkapi dosis vaksinasi Anda untuk melindungi diri dan keluarga dari COVID-19.

Jika merasakan gejala COVID-19 varian Omicron seperti yang telah disebutkan di atas, konsultasikanlah dengan dokter untuk memastikannya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

22/10/2021

8 Makanan Pembakar Lemak untuk Berat Badan Ideal

Ada beragam cara untuk mencapai berat badal ideal. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan pembakar lemak. Nah, apa saja sih makanan yang dapat membakar lemak? Ketahui jawabannya dalam pembahasan berikut.

Pada dasarnya, lemak dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, membantu penyerapan vitamin, dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, tidak semua jenis lemak baik untuk kesehatan.

8 Makanan Pembakar Lemak untuk Berat Badan Ideal.

Konsumsi lemak jahat atau lemak jenuh secara berlebih dapat menyebabkan penumpukan di pembuluh darah bagian tubuh tertentu, seperti paha, bokong, lengan, dan perut. Namun, ada p**a beragam makanan pembakar lemak yang dapat menjaga berat badan tetap ideal.

Daftar Makanan Pembakar Lemak Tubuh
Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, ada beberapa jenis minuman dan makanan pembakar lemak yang bisa Anda konsumsi, yaitu:

1. Teh hijau
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi teh hijau secara rutin dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan melindungi tubuh terhadap pertumbuhan jenis kanker tertentu.

Selain itu, teh hijau juga mengandung senyawa epigallocatechin gallate dalam jumlah yang cukup banyak. Senyawa ini bermanfaat untuk mempercepat pembakaran lemak dalam tubuh.

2. Kopi
Selain teh hijau, mengonsumsi 1–4 cangkir kopi juga dipercaya mampu membakar lemak tubuh tanpa menimbulkan efek samping, seperti insomnia.

Meski demikian, penelitian mengenai kopi sebagai makanan pembakar lemak masih belum dapat dipastikan efektivitasnya, terutama jika dikonsumsi dengan menambahkan gula.

3. Cabai
Cabai dipercaya mampu membakar lemak tubuh dan menekan nafsu makan. Senyawa capsaicin yang terkandung dalam cabai dipercaya membantu proses pembakaran lemak dan metabolisme.

Tak hanya itu, kandungan antioksidan di dalam cabai bermanfaat untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel, terutama sel saraf.

4. Makanan tinggi serat
Makanan yang kaya akan serat, seperti oatmeal dan beras merah, dapat memberikan efek kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan. Oleh karena itu, makanan berserat sangat baik dikonsumsi jika Anda ingin menurunkan berat badan.

5. Produk olahan susu rendah lemak
Tak hanya mengandung kalsium, produk olahan susu juga kaya akan protein. Protein berfungsi untuk mempercepat proses pembakaran lemak tubuh, menjaga massa otot, dan membuat Anda tidak cepat lapar.

6. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan merupakan jenis makanan pembakar lemak yang sangat baik dikonsumsi sebagai pilihan menu diet, sebab di dalamnya mengandung beragam nutrisi, seperti serat, protein, dan lemak baik.

7. Telur
Telur juga masuk ke dalam daftar makanan pembakar lemak yang dapat Anda konsumsi. Penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi sarapan yang mengandung telur dapat mengurangi rasa lapar dan membantu proses pembakaran lemak.

Tak sampai di situ, kandungan protein yang tinggi dalam telur juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh.

8. Daging tanpa lemak
Daging adalah sumber protein yang bisa membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan meningkatkan pembakaran kalori oleh tubuh. Jika sedang menjalani program penurunan berat badan, Anda disarankan untuk memilih daging tanpa lemak.

Berat badan ideal tidak bisa Anda peroleh hanya dengan mengonsumsi makanan pembakar lemak. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, imbangi dengan penerapan pola hidup sehat yang mencakup olahraga secara rutin dan cukup istirahat.

22/10/2021

Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Kulit Ayam

Rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah mungkin menjadi alasan mengapa kulit ayam begitu digemari banyak orang. Namun, hati-hati, terlalu banyak mengonsumsi kulit ayam bisa membahayakan kesehatan, lho! Apa saja, sih, bahayanya?

Daging ayam, termasuk paha atau dada ayam, memang nikmat dikonsumsi, terlebih jika bersama dengan kulitnya. Namun, terlalu sering atau terlalu banyak makan kulit ayam bisa membahayakan kesehatan dan menimbulkan beragam penyakit. Pasalnya, kulit ayam mengandung banyak kolesterol, apalagi jika diolah dengan cara digoreng.

Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Kulit Ayam.
Bahaya Terlalu Banyak Mengonsumsi Kulit Ayam
Makan daging ayam beserta kulitnya bisa membuat asupan kalori dan lemak menjadi jauh lebih banyak ketimbang makan daging ayam saja. Bahkan, tidak jarang kulit ayam dijadikan sajian sendiri sebagai lauk maupun camilan. Hal ini bisa membuat konsumsi kulit ayam jadi berlebihan.

Dalam 100 gram kulit ayam yang dipanggang, terkandung sekitar 130 mg kolesterol dengan lemak total sekitar 45 gram. Bila kulit ayam digoreng, tentunya kandungan lemak dan kolesterol di dalamnya akan jadi lebih banyak.

Itulah sebabnya, konsumsi kulit ayam perlu dibatasi. Jika tidak, ada beragam bahaya kesehatan yang dapat mengintai Anda, di antaranya:

1. Berat badan berlebih
Kulit ayam mengandung banyak kalori, apalagi jika digoreng dengan tepung. Jadi, jangan heran kalau Anda mudah mengalami kenaikan berat badan bila sering makan kulit ayam goreng.

Jika konsumsi kulit ayam tidak segera dibatasi, Anda bisa mengalami berat badan berlebih (overweight) atau obesitas. Kedua kondisi ini akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, hipertensi, atau stroke.

2. Penyakit jantung
Konsumsi kulit ayam yang terlalu banyak atau terlalu sering dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, apalagi jika kulit ayam dikonsumsi bersama makanan tinggi kolesterol lainnya, seperti junk food atau gorengan.

Hal ini karena kelebihan kolestrol dalam darah dapat mengendap pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Nah, plak tersebut akan menyebabkan aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah arteri. Jika yang menyempit adalah pembuluh darah jantung, dapat terjadi penyakit jantung koroner.

3. Stroke
Konsumsi kulit ayam yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko terjadinya stroke. Prosesnya sama dengan penyakit jantung, tetapi pada stroke, penyempitannya terjadi di pembuluh darah otak.

Kondisi tersebut menyebabkan pasokan darah ke otak berkurang, sehingga sebagian jaringan otak tidak mendapatkan suplai darah yang cukup dan akhirnya terjadilah stroke.

4. Penyakit campylobacteriosis
Konsumsi kulit ayam juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena Campylobacteriosis, terutama bila pengolahannya tidak benar. Alasannya, bakteri Campylobacter jejuni yang menyebabkan campylobacteriosis dapat bertahan dan berkembang biak pada kulit ayam, meski disimpan dalam freezer.

Gejala penyakit campylobacteriosis biasanya muncul 2–5 hari setelah bakteri C. jejuni masuk ke dalam tubuh. Gejalanya bisa berupa diare, kram atau sakit perut, dan demam.

Selain itu, jika tidak dibersihkan dengan baik sebelum diolah atau dimasak, kulit ayam juga bisa mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan demam tifoid (tifus).

21/10/2021

Salam hangat dari Maju Muda.
Kepercayaan anda terhadap produk-produk kami adalah yang utama.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Harapan Jaya
Bekasi
17510