Draken
WELCOME
7 Kebiasaan untuk Mencegah Wasir
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
“Bagi kamu yang pernah mengalami wasir, mungkin sudah tahu bagaimana tidak nyamannya kondisi tersebut. Namun, sebenarnya wasir dapat dicegah dengan beberapa kebiasaan sederhana. Salah satu kebiasaan tersebut adalah menghindari duduk terlalu lama karena dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di a**s.”
Halodoc, Jakarta - Wasir atau hemoroid adalah pembengkakan dan peradangan pembuluh darah vena di rektum atau a**s. Biasanya wasir tidak menimbulkan gejala atau rasa nyeri. Namun, pada kasus yang ringan pun, beberapa tanda dan gejala wasir mungkin dapat dirasakan. Sementara itu, pada kasus yang parah wasir dapat menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, terutama saat buang air besar. Hal tersebut tentu dapat menghambat aktivitas pengidapnya.
Nah, sebelum terlanjur mengalami wasir, ada baiknya untuk mengetahui beberapa kebiasaan yang dapat mencegah wasir. Sebab, mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Penasaran apa saja kebiasaan tersebut? Yuk simak ulasannya di sini!
Baca juga: Gejala dari Penyakit Wasir yang Sering Diabaikan
Kebiasaan yang Dapat Mencegah Wasir
Sebenarnya wasir dapat dihindari dengan melakukan beberapa hal sederhana, antara lain:
Minum banyak air putih. Hal ini dapat membantu melunakkan feses sehingga kamu tidak perlu terlalu mengejan. Ini karena kebiasaan mengejan saat buang air besar dapat menyebabkan wasir.
Perbanyak konsumsi serat. Banyak makan sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat membantu melancarkan buang air besar.
Hindari menunda buang air besar. Semakin lama feses tidak dikeluarkan, maka penyerapan air oleh usus semakin banyak. Akibatnya feses menjadi lebih keras dan kering. Hal ini “memaksa” kamu untuk mengejan kuat saat buang air besar dan berakibat wasir.
Rutin berolahraga. Hal ini dapat membantu mencegah sembelit, membantu menurunkan tekanan darah, dan membantu menurunkan berat badan.
Hindari obat-obatan tertentu. Hindari obat-obatan yang memiliki efek samping sembelit, contohnya obat-obatan yang mengandung codein.
Menghindari duduk terlalu lama. Kebiasaan ini dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di a**s.
Jaga area a**s tetap bersih dan kering. Terutama setelah buang air kecil dan buang air besar.
Dari Gatal Sampai Perdarahan
Wasir umumnya tidak menimbulkan gejala, itulah sebabnya, banyak orang kerap mengabaikan gangguan kesehatan tersebut. Namun, ketika gejalanya muncul, biasanya hal ini ditandai dengan adanya rasa gatal ringan atau nyeri ringan pada area sekitar a**s. Bila masih pada tahap tersebut, sebenarnya wasir masih ringan.
Wasir yang masih ringan dapat ditangani di rumah dengan mengonsumsi obat yang tersedia di apotek. Namun, wasir juga dapat menimbulkan berbagai gejala lainnya, antara lain:
Gatal-gatal di sekitar a**s juga terkadang dapat dirasakan.
Terdapat benjolan di luar a**s. Benjolan biasanya dapat diraba ketika buang air besar. Benjolan bisa dimasukkan kembali dengan bantuan jari tangan.
Nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar a**s. Hal ini terutama dirasakan jika terdapat penekanan pada a**s, misalnya saat mengejan atau duduk terlalu lama.
Perdarahan setelah buang air besar. Darah berwarna merah terang dan biasanya menetes di akhir buang air besar.
Bila kamu merasakan beberapa gejala tersebut dan mencurigainya sebagai gejala wasir, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Agar penanganan dapat dilakukan sedari dini sehingga dapat mengurangi risiko gejala wasir semakin parah.
Baca juga: Wanita dengan Wasir Bisa Melahirkan Normal?
Komplikasi yang Dapat Terjadi Akibat Wasir
Meski sangat jarang terjadi, tapi wasir bisa saja memicu terjadinya komplikasi serius pada pengidapnya, antara lain:
1. Anemia
Kehilangan darah secara kronis akibat wasir dapat memicu terjadinya anemia atau kekurangan darah. Bila seseorang mengalami anemia, maka dirinya tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh sel yang ada di tubuh. Namun, perlu diketahui bahwa anemia akibat wasir sangatlah jarang terjadi.
2. Wasir Tercekik
Kondisi ini dapat terjadi bila suplai darah ke wasir internal terputus. Alhasil, wasir pun menjadi tercekik sehingga menyebabkan rasa sakit yang luar biasa bagi pengidapnya.
3. Penggumpalan Darah
Dilansir dari Mayo Clinic, terkadang gumpalan darah dapat terbentuk pada wasir. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah thrombosed hemorrhoid atau wasir trombosis. Meskipun tidak berbahaya, tetapi penggumpalan tersebut bisa sangat menyakitkan. Selain itu, penggumpalan darah tersebut kadang perlu ditusuk dan dikeringkan.
Nah, itulah beberapa kebiasaan yang dapat mencegah risiko terjadinya wasir. Adapun itu, penerapan pola hidup sehat seperti rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan tinggi serat tentunya perlu diterapkan. Selain dapat mencegah wasir, menerapkan pola hidup sehat dapat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Bila kamu mengalami wasir yang tidak kunjung membaik walaupun sudah mengonsumsi obat-obatan, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter untuk bertanya seputar keluhan yang kamu rasakan.
Bila dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan fisik di rumah sakit, kamu juga dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Hemorrhoids
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. 5 Simple Ways You Can Prevent Hemorrhoids
NHS. Diakses pada 2021. Piles (haemorrhoids)
Fakta Mengenai Umur Kucing yang Perlu Diketahui
Fakta Mengenai Umur Kucing yang Perlu Diketahui
Kesehatan Hewan
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
23 September 2021
Fakta Mengenai Umur Kucing yang Perlu Diketahui
“Lama usia kucing dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya seperti lingkungan, pemeliharaan, kesehatan, dan apakah kucing dikebiri atau disteril. Semua faktor tersebut sangatlah penting saat memikirkan harapan hidup kucing. Selain itu, nutrisi juga dapat memegang peranan penting dalam usianya, karena berpengaruh langsung pada kesehatannya.”
Halodoc, Jakarta – Setiap makhluk hidup pasti memiliki usia rata-rata, nah begitu juga dengan kucing. Bagi kamu yang berencana atau sudah memiliki kucing sebagai hewan peliharaan, penting untuk mengetahui berapa usia rata-rata kucing yang hidup di dunia. Tujuannya, agar kamu dapat mengerti bagaimana perawatan yang harus dilakukan untuk kesehatan hewan tersebut. Terutama saat kucing sudah memasuki masa tuanya. Bila rata-rata ma**sia dapat hidup hingga 78 tahun, maka berapakah rata-rata usia kucing? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!
Baca juga: Penyebab Bulu Kucing Rontok yang Perlu Diwaspadai
Fakta Mengenai Umur Kucing
Dilansir dari Catster, lama usia kucing dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya seperti lingkungan, pemeliharaan, kesehatan, dan apakah kucing dikebiri atau disteril. Semua faktor tersebut sangatlah penting saat memikirkan harapan hidup kucing. Namun, perlu diketahui bahwa bagi kucing peliharaan, sterilisasi dapat menjadi faktor yang paling penting. Sebab, memandulkan kucing dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan risiko penyakit yang dapat memengaruhi sistem reproduksi kucing di usia tua. Sedangkan itu, dengan kemajuan di bidang medis saat ini, kucing dapat hidup hingga 20 tahun atau lebih.
Namun, berdasarkan survei terhadap 10 situs ternama yang membahas rata-rata usia kucing domestik, umumnya rata-rata kucing domestik dapat mencapai usia 15 tahunan. Selain itu, perlu diketahui bahwa ras dari kucing dapat menjadi faktor lain yang juga dapat memengaruhi usia kucing. Berdasarkan berbagai penelitian, umumnya kucing ras campuran dapat hidup lebih lama bila dibandingkan kucing ras biasa.
Sementara, rekor untuk usia kucing paling tua yang tercatat dalam sejarah adalah 38 tahun dan tiga hari. Kucing tersebut berjenis shorthair domestik dan terkadang diberi makanan aneh seperti asparagus, hingga telur. Tidak diketahui secara pasti bagaimana kucing tersebut bisa berumur panjang. Namun, kombinasi dari perawatan yang penuh kasih, susunan genetika yang baik, hingga lingkungan yang aman mungkin menjadi faktor kunci.
Kaitan Antara Nutrisi dengan Usia Kucing
Kucing merupakan karnivora yang memakan daging, sehingga makanan yang diberikan pun harus sesuai dengan sifat alaminya. Merujuk pada laman The Spruce Pets, sangat penting bagi kucing untuk mendapatkan asupan protein yang besar. Bahkan, kucing membutuhkan protein yang lebih banyak bila dibandingkan dengan anjing, karena sistem pencernaannya yang unik. Kucing dewasa harus menerima setidaknya 5,5 gram/kilogram protein dalam sehari. Bila dibuat contoh, rata-rata kucing seberat delapan pon perlu mengonsumsi setidaknya 20 gram protein setiap harinya.
Tak hanya protein, nutrisi seperti asam amino esensial juga sangat penting bagi kucing. Misalnya seperti taurin, metionin, dan sistin. Bila makanan kucing tidak terdiri dari jumlah protein yang tepat, asam amino esensial, dan vitamin penting yang dibutuhkan kucing, maka kesehatan kucing dapat terganggu. Apabila kesehatan kucing terganggu, maka kondisi tersebut dapat mengurangi usia dari kucing.
Baca juga: Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan
Usia Rata-rata Kucing Rumahan
Kucing rumahan yang banyak menghabiskan waktu dalam ruangan dapat hidup tiga kali lebih lama dari kucing yang berada di luar ruangan. Umumnya kucing rumahan juga disterilkan, divaksinasi, dan dijauhkan dari tekanan atau bahaya dunia luar. Selain itu, kucing rumahan juga diberikan makan secara teratur dan memiliki akses mudah ke air yang bersih dan segar.
Kucing rumahan dapat hidup antara 14 hingga 20 tahun. Namun, kucing rumahan membutuhkan lebih banyak perhatian dan harus diajak bermain. Selain itu, karena lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan, mereka cenderung kurang bergerak. Maka dari itu, kucing rumahan perlu diajak olahraga yang cukup agar dapat terhindar dari obesitas.
Bagaimana dengan Kucing yang Tinggal di Luar?
Dilansir dari The Spruce Pets, baik kucing peliharaan maupun kucing liar yang tinggal di luar ruangan rata-rata berumur sekitar lima tahunan. Pasalnya, kucing menghadapi berbagai risiko dan tantangan yang dapat mengancam nyawanya. Misalnya seperti tertabrak kendaraan, terluka oleh hewan lain, tak sengaja memakan racun saat mencari makanan, hingga terpapar jamur, parasit atau virus. Oleh sebab itu, semakin banyak waktu yang dihabiskan kucing liar di luar ruangan, semakin besar risiko cedera atau penyakit yang dapat terjadi.
Baca juga: Manfaat Kesehatan Memiliki Hewan Peliharaan
Nah itulah fakta mengenai usia kucing yang perlu kamu ketahui. Apabila kamu berencana atau sudah memiliki kucing, jangan lupa untuk memenuhi segala kebutuhan asupan nutrisi hewan peliharaan. Kamu juga dapat menghubungi dokter hewan melalui aplikasi Halodoc, jika kamu ingin bertanya seputar pola makan yang sehat untuk kucing atau makanan yang tepat untuknya.
Selain itu, kamu juga dapat membeli makanan kucing melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu keluar rumah atau mengantri berlama-lama di Petshop. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Catster. Diakses pada 2021. How Long Do Cats Live? Facts About the Average Cat Lifespan
The Spruce Pets. Diakses pada 2021. The Average Cat Lifespan
5 Manfaat Jagung Rebus Bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
“Tak hanya enak dan mengenyangkan, jagung rebus juga menyimpan banyak hal baik untuk kesehatan. Manfaat jagung rebus sangat beragam, mulai dari menyehatkan mata, hingga mendukung kesehatan ibu hamil.”
Halodoc, Jakarta – Selain rasanya yang manis dan enak disantap hangat-hangat, jagung rebus ternyata juga menyehatkan, lo. Manfaat jagung rebus bagi kesehatan sangat sayang untuk dilewatkan. Yuk, simak pembahasannya!
Baca juga: Tepung Jagung untuk Orang yang Diet Bebas Gluten
Berbagai Manfaat Jagung untuk Kesehatan
Jagung kaya serat, karbohidrat, protein, serta vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Berikut ini manfaat jagung rebus untuk kesehatan yang jarang diketahui:
Menyehatkan Mata
menyehatkan mata
Jagung mengandung antioksidan karotenoid seperti zeaxanthin dan lutein, yang dapat meningkatkan kesehatan mata.
Mengurangi Risiko Anemia
mengurangi risiko anemia
Jagung kaya akan vitamin B12, asam folat, dan zat besi yang membantu produksi sel darah merah dalam tubuh. Ini berarti konsumsi jagung dapat mengurangi risiko anemia.
Membantu Menambah Berat Badan
menambah berat badan
Bagi kamu yang sedang berjuang untuk meningkatkan berat badan, cobalah masukkan jagung rebus dalam daftar menu sehari-hari. Sebab, jagung mengandung kalori yang cukup tinggi, dengan vitamin dan mineral, yang diperlukan untuk meningkatkan berat badan sehat.
Menurunkan Gula Darah dan Kolesterol
menurunkan gula darah
Manfaat jagung selanjutnya adalah menurunkan kadar gula darah dan kolesterol. Hal ini karena jagung dapat mengurangi penyerapan kolesterol dan mengatur insulin, sehingga sangat baik untuk pengidap diabetes dan kolesterol tinggi.
Baca juga: 10 Manfaat Jagung Rebus untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Mendukung Kehamilan Sehat
mendukung kehamilan sehat
Jagung kaya akan asam folat, dan mengandung zeaxanthin, serta asam patogen yang mengurangi risiko cacat lahir pada bayi. Jagung memiliki kandungan serat yang tinggi dan dapat meredakan sembelit pada ibu hamil.
Itulah beberapa manfaat jagung rebus untuk kesehatan yang perlu diketahui. Bila kamu butuh informasi lebih lanjut mengenai hal ini, kamu download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Corn 101: Nutrition Facts and Health Benefits.
NDTV Foods. Diakses pada 2021. Health Benefits Of Corn, Nothing Corny Here
4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan
Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan
Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
21 September 2021
Hati-Hati, 4 Hal Ini Bisa Menyebabkan Diare pada Kucing Peliharaan
“Diare bukan hanya terjadi pada ma**sia, tetapi juga hewan seperti kucing. Diare yang terjadi pada kucing dapat disebabkan oleh beberapa hal dan umumnya akibat sesuatu yang dimakannya. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan asupan makanan yang diberikan.”
Halodoc, Jakarta – Sebagai pemilik kucing, kamu perlu melihat sesekali ke pasirnya untuk memperhatikan kotoran yang dikeluarkannya. Dengan cara ini, kamu bisa tahu jika kucing tetap sehat atau mengalami masalah terkait pencernaannya. Hal ini dapat kamu nilai jika kotoran yang dikeluarkannya encer, mungkin saja kucing mengalami diare.
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab diare pada kucing. Maka dari itu, kamu perlu tahu beberapa penyebabnya agar dapat menentukan pengobatan yang terbaik, atau memberitahu dokter tentang cara penanganan yang paling ampuh. Untuk mengetahui segala penyebabnya, baca ulasan artikel berikut ini!
Baca juga: Waspadai 4 Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Kucing
Segala Penyebab Diare pada Kucing
Biasanya, kucing akan buang air besar 1-2 kali per hari dan berbentuk padat serta lembap. Jika tidak seperti itu, bisa jadi menjadi tanda jika kucing terserang penyakit. Saat kucing mengalami diare, tinjanya dapat berbentuk lunak atau bahkan cair. Jika terjadi hanya satu kali, mungkin karena ada perubahan makanan atau pola diet yang salah. Namun, jika terjadi terlalu sering, penting untuk berdiskusi dengan dokter hewan.
Lalu, apa saja sih penyebab diare yang perlu diketahui? Nah, berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya:
1. Parasit
Beberapa jenis parasit yang menyerang usus, seperti cacing gelang, cacing tambang, atau cacing pita dapat menyebabkan diare pada kucing. Meski kucing selalu di dalam ruangan, parasit bisa saja tersisa di dalam tubuhnya sejak kecil atau terinfeksi oleh bahan yang terkontaminasi. Jika kucing terbiasa di luar rumah, ia mungkin terpapar melalui kontak dengan telur parasit di lingkungannya atau memakan satwa liar.
Anak kucing juga dapat mengalami infeksi cacing, gejala parasit pada usus yang paling umum, saat menyusui dari induknya. Jika kondisi ini terjadi pada anak kucing, segeralah bawa dirinya ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan medis. Perawatan diare pada anak kucing mungkin tidak mencegah infeksi berulang, dan kucing dewasa juga dapat mengalami infeksi secara terus-menerus jika dibiarkan.
Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Umum Dialami Kucing
2. Infeksi
Diare pada kucing juga dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Meski begitu, gangguan ini lebih sering terjadi pada kucing yang lebih muda. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan makanan dan lingkungannya, terutama jika kucing yang kamu miliki masih anakan.
Jika kucing kesayangan kamu mengalami diare dan bingung penanganan tepat yang perlu dilakukan, dokter hewan dari Halodoc siap membantu. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, interaksi dengan ahli medis bisa dilakukan hanya melalui smartphone di tangan. Untuk menikmati kemudahan ini, unduh aplikasinya sekarang juga!
3. Pola Makan
Terkadang, pola makan yang berubah atau tidak biasa dapat menjadi penyebab diare pada kucing. Hal ini bisa terjadi saat kamu memberikan makanan yang tidak biasa dikonsumsi atau kucing makan sembarangan, seperti rumput. Oleh sebab itu, kamu perlu memperhatikan makanan yang diberikan, dan awasi dirinya ketika ke luar rumah agar tidak makan sembarangan.
Baca juga: 4 Penyebab Kucing Muntah Kuning dan Cara Mengatasinya
4. Keracunan
Tanaman yang ada di sekitar kita juga bisa menyebabkan diare pada kucing. Tanaman lidah mertua dan lidah buaya misalnya, bisa menyebabkan diare dan muntah jika tertelan oleh kucing. Pastikan kucing kesayangan kamu tidak bermain dengan tanaman-tanaman ini ya!”
Nah, itulah beberapa penyebab dari diare pada kucing yang perlu kamu ketahui. Jika dirasa kucing mengalami masalah pencernaan ini selama beberapa hari, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, masalah yang terjadi lebih cepat selesai dan kucing kembali sehat.
Referensi:
Cat Friendly. Diakses pada 2021. Diarrhea.
Pet Health Network. Diakses pada 2021. Cat Diarrhea: When is it Serious and How Do I Stop It?
Ini Manfaat Whey Protein sebagai Suplemen Olahraga
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
17 September 2021
“Sebagai suplemen makanan, whey protein sangat populer di kalangan binaragawan, atlet, dan seseorang yang sedang butuh protein tambahan. Selain itu, whey protein juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah dapat meningkatkan pertumbuhan massa otot.”
Halodoc, Jakarta – Susu terbentuk dari dua jenis protein, kasein dan whey. Whey dan kasein dalam susu ternyata dapat dipisahkan melalui proses tertentu untuk membentuk produk baru. Nah, whey protein dianggap sebagai protein lengkap karena mengandung sembilan asam amino esensial serta rendah kandungan laktosanya. Karena alasan inilah whey protein sering dijadikan suplemen ketika seseorang sedang menjalani latihan tertentu.
Rutin mengonsumsi whey protein diyakini mampu meningkatkan sintesis protein otot dan mendorong pertumbuhan massa otot tanpa lemak. Berikut sejumlah manfaat whey protein sebagai suplemen olahraga.
Baca juga: Inilah 7 Jenis dan Fungsi Protein bagi Tubuh
Manfaat Whey Protein sebagai Suplemen Olahraga
1. Mudah Dicerna
Whey dalam susu berbentuk cairan yang kemudian dipisahkan selama produksi keju. Selain mengandung asam amino lengkap, whey protein sangat mudah dicerna dan mudah diserap usus jika dibandingkan jenis protein lainnya. Umumnya whey protein tersedia dalam tiga bentuk, yaitu konsentrat (WPC), isolat (WPI), dan hidrolisat (WPH). Konsentrat adalah jenis yang paling umum dan sangat terjangkau. Sebagai suplemen makanan, whey protein sangat populer di kalangan binaragawan, atlet, dan seseorang yang sedang butuh protein tambahan.
2. Meningkatkan Pertumbuhan Otot
Massa otot menurun secara alami seiring bertambahnya usia seseorang. Ketika massa otot menurun, pertambahan usia juga cenderung menyebabkan penumpukan lemak, sehingga meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis. Namun, perubahan tubuh ini dapat diperlambat, dan dicegah dengan kombinasi latihan kekuatan dan diet yang tepat.
Latihan kekuatan dibarengi dengan konsumsi makanan berprotein tinggi atau suplemen protein telah terbukti menjadi strategi efektif untuk mencegah perkembangan penyakit kronis. Whey protein bisa menjadi pilihan sumber protein berkualitas tinggi dan kaya akan asam amino yang disebut leusin. Nah, leusin ini mampu meningkatkan pertumbuhan (anabolik).
Karena kandungan leusinnya yang baik, whey protein terbukti efektif untuk mencegah kehilangan massa otot yang berkaitan dengan pertambahan usia dan untuk meningkatkan kekuatan serta bentuk tubuh yang baik.
Baca juga: Ini 6 Pilihan Makanan yang Tinggi Protein
3. Mengenyangkan dan Mengurangi Rasa Lapar
Salah satu kendala menjalani diet adalah berperang dengan rasa lapar. Salah satu trik untuk mengatasinya adalah memilih jenis makanan yang mampu mengurangi rasa lapar atau membuat kenyang lebih lama. Beberapa jenis makanan yang memberikan efek kenyang lebih lama umumnya makanan dengan komposisi makronutrien (protein, karbohidrat, dan lemak). Protein sejauh ini punya proporsi yang lebih besar dari ketiga makronutrien.
Namun, tidak semua protein memiliki efek yang sama terhadap rasa kenyang. Terkecuali untuk whey protein. Jenis protein ini dinilai lebih mengenyangkan dibandingkan jenis protein lain, seperti kasein dan kedelai. Karena alasan inilah, whey protein menjadi pilihan untuk orang-orang yang perlu makan lebih sedikit kalori untuk menurunkan berat badan.
4. Membantu Menurunkan Berat Badan
Memperbanyak konsumsi protein telah menjadi strategi penurunan berat badan yang paling terkenal. Pasalnya, konsumsi banyak protein dapat meningkatkan penurunan lemak dengan cara menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme, dan membantu menjaga massa otot saat menurunkan berat badan. Whey protein telah terbukti sangat efektif untuk membantu pembakaran lemak dibandingkan dengan jenis protein lainnya.
Baca juga: Siapa Saja yang Butuh Suplemen? Ini Kriterianya
Makanan yang Kaya Akan Protein
Selain minum whey protein, pastikan asupan protein yang dibutuhkan tubuh terpenuhi dari makanan. Tidak hanya untuk otot, protein adalah nutrisi penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah makanan yang kaya akan kandungan protein baik secara hewani maupun nabati, antara lain:
1. Sumber Protein Hewani
Sumber protein hewani berasal dari hewan, seperti daging, ikan, udang, telur, susu, keju, seafood, dan yoghurt. Namun, mengonsumsi beberapa jenis makanan laut seperti udang dan cumi tidak boleh berlebihan. Sebab, kedua makanan tersebut juga tinggi akan kolesterol, meskipun kadar proteinnya baik untuk tubuh.
2. Sumber Protein Nabati
Tidak hanya bersumber dari hewan, protein juga bisa diperoleh dari berbagai jenis sayuran. Misalnya seperti brokoli yang juga mengandung serat, kalium, vitamin C dan vitamin K, serta banyak mengandung nutrisi bioaktif yang dipercaya dapat melindungi tubuh dari kanker. Selain itu, kacang-kacangan seperti kacang polong, ,kacang tanah, buncis, atau kacang kedelai, termasuk tahu dan tempe juga mengandung protein nabati tinggi.
Bila kamu ingin memenuhi segala nutrisi penting untuk kesehatan otot, kamu dapat membeli suplemen olahraga sesuai kebutuhan di aplikasi Halodoc. Tanpa perlu mengantri atau menunggu berlama-lama di Apotek. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. 10 Evidence-Based Health Benefits of Whey Protein.
Jenis Olahraga yang Ampuh Mengusir Stres
5 Jenis Olahraga yang Ampuh Mengusir Stres
Olahraga
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
17 September 2021
5 Jenis Olahraga yang Ampuh Mengusir Stres
“Berolahraga secara teratur dapat membantu memperbaiki berbagai gangguan kesehatan mental. Ada beberapa olahraga yang secara ampuh dapat mengusir stres, baik yang dilakukan sendirian, maupun beregu. Salah satu olahraga tersebut adalah sepak bola. Pasalnya, bila dimainkan secara ‘seru-seruan’ sepakbola tentu dapat meningkatkan rasa bahagia karena terjadi banyak interaksi pada setiap pemainnya.”
Halodoc, Jakarta – Segala aktivitas yang dijalani setiap harinya tentu dapat menimbulkan stres. Jika tidak mampu mengatasi stres yang membebani pikiran, kualitas hidup dapat menurun. Alhasil, berpikir jernih dan tidur dengan nyenyak pun jadi sulit. Selain itu, tingkat stres yang tidak dikelola dengan baik juga dapat menurunkan produktivitas, bahkan memicu gangguan mental seperti depresi. Namun, penting diketahui bahwa banyak cara untuk mengusir stres, salah satunya olahraga.
Nyatanya, olahraga tidak hanya dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk kesehatan fisik, tetapi juga mental. Sebab, olahraga dapat memicu lepasnya hormon endorfin. Tak hanya itu, olahraga juga dapat meningkatkan kadar dopamin dan serotonin. Lantas, apa saja olahraga yang ampuh dalam mengusir stres? Simak infonya di sini!
Baca juga: Olahraga Pagi atau Malam, Mana yang Lebih Baik?
Mulai dari Yoga Hingga Sepak Bola
Berikut adalah beberapa olahraga yang ampuh mengusir stres, baik yang dilakukan secara sendirian maupun beregu, antara lain:
1. Yoga
Yoga merupakan olahraga yang ampuh untuk mengusir stres. Pasalnya, yoga melibatkan kekuatan tubuh dan pikiran. Ketika melakukan gerakan-gerakan yoga, seseorang harus memfokuskan pikirannya, sehingga secara perlahan pikiran akan menjadi lebih tenang.
Selain itu, gerakan-gerakan yoga adalah bentuk latihan kekuatan yang dapat membuat tubuh lebih tangguh dan fleksibel. Bila dilakukan secara fokus, gerakan yoga dapat mengurangi ketegangan fisik yang timbul akibat stres. Yoga juga menggunakan pernapasan dalam, yang dapat merespons relaksasi tubuh.
2. Jalan Santai atau Jalan Cepat
Berjalan kaki dapat menjadi salah satu olahraga yang dapat mengurangi stres. Sebab, jalan kaki mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus. Melansir dari Everyday Health, berjalan dapat mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan stres. Misalnya seperti penyakit kardiovaskuler, tekanan darah tinggi, hingga diabetes tipe 2.
Selain itu, baik jalan santai atau cepat tentu dapat memanjakan mata ketika berkeliling di sekitar komplek misalnya. Kamu dapat menikmati rindangnya pepohonan, atau pemandangan lain.
3. Menari
Selain dapat dilakukan guna menyalurkan bakat seni, menari juga dapat memberikan banyak manfaat fisik, mental, hingga emosional. Pasalnya, menari dapat meningkatkan kelincahan tubuh ketika bergerak. Setiap gerakan pada menari juga dapat meningkatkan detak jantung, sehingga jantung dapat lebih sehat. Sementara itu, manfaat menari yang dapat mengurangi stres adalah tumbuhnya kontak dan hubungan dengan orang lain.
Misalnya saat seseorang berusaha untuk menyamakan ritme tarian agar gerakannya tetap kompak. Hal tersebut dapat mengalihkan pikiran dari berbagai masalah. Selain itu, mendengarkan musik ketika sedang menari juga dapat memberikan hiburan bagi otak, sehingga dapat meredakan rasa takut atau cemas.
Baca juga: 7 Manfaat Olahraga Jumping Jack untuk Tubuh
4. Tenis
Olahraga tenis dapat dianggap sebagai salah satu latihan kardio yang baik. Tenis juga dapat mencegah banyak gangguan kesehatan yang berhubungan dengan stres, seperti tekanan darah tinggi hingga penyakit jantung. Tak hanya itu, olahraga ini harus dimainkan secara berpasangan, sehingga membuat kamu tetap terhubung dengan orang lain.
Kamu juga dapat bermain tenis sambil bersenda gurau dengan lawan main atau rekan satu tim. Di samping itu, apabila mendapatkan poin, tentu perasaan puas dan bangga juga dapat mengurangi stres yang sedang membebani pikiran. Hal tersebut adalah salah satu komponen kunci dalam mengusir stres.
5. Sepak Bola
Sepak bola merupakan olahraga yang memiliki banyak pola olahraga aerobik dan membawa banyak manfaat. Misalnya seperti mengurangi risiko penyakit kronis tertentu seperti penyakit jantung, hingga stroke. Pasalnya, kombinasi antara berlari, berjalan, berlari dan menendang dapat mengurangi tekanan darah, meningkatkan stamina, pengurangan lemak tubuh, dan peningkatan kekuatan otot.
Selain itu, dilansir dari NHS, berolahraga secara teratur juga dianggap membantu memperbaiki berbagai gangguan kesehatan mental. Misalnya seperti stres hingga depresi. Sementara itu, sepak bola dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri. Selain itu, sepak bola dimainkan secara beregu, sehingga dapat meningkatkan rasa bahagia karena dapat dimainkan secara menyenangkan sambil bercanda.
Penyebab P**i Bengkak dan Cara Mengatasinya
P**i bengkak adalah salah satu keluhan yang acap kali dianggap mengganggu karena bisa membuat penampilan wajah ikut berubah. P**i bengkak juga biasanya muncul beserta keluhan lain, seperti nyeri atau rasa tidak nyaman di p**i. Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan p**i bengkak, mulai dari penyakit yang tidak berbahaya hingga penyakit serius.
Bengkak adalah kondisi di mana terjadi pembesaran pada area tubuh, baik karena peradangan atau penumpukan cairan. Bengkak bisa terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk di p**i. P**i bengkak dapat dialami tanpa rasa sakit, namun ada juga yang disertai nyeri, ngilu, gatal, atau kesemutan.
Penyebab P**i Bengkak dan Cara Mengatasinya - Alodokter
Penyebab P**i Bengkak
Salah satu kondisi paling umum yang menyebabkan p**i bengkak adalah gangguan pada kelenjar liur yang diakibatkan oleh sumbatan, infeksi, peradangan, atau bahkan tumor.
Berikut ini adalah beberapa penyakit terkait kelenjar ludah yang bisa menyebabkan p**i menjadi bengkak:
1. Infeksi
Infeksi di mulut yang menyebabkan p**i bengkak bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Salah satu penyakit infeksi yang dapat menyebabkan p**i bengkak adalah gondongan.
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi paramyxovirus yang menyerang kelenjar ludah di mulut. Karena posisinya yang berada di dalam p**i, maka pembengkakan kelenjar ini akan menyebabkan salah satu atau kedua p**i terlihat bengkak. Penyakit ini umumnya dapat mereda sendiri dalam beberapa hari.
Infeksi bakteri pada kelenjar ludah juga dapat menyebabkan p**i menjadi bengkak. Penyakit ini disebut sialadenitis. P**i bengkak karena infeksi bakteri disebabkan oleh kelenjar ludah yang meradang dan adanya penumpukan nanah di sekitar kelenjar tersebut.
Jika tidak diobati, sialadenitis dapat menyebabkan p**i bengkak yang disertai demam tinggi, nyeri berat di sekiat pembengkakan p**i, dan sulit membuka mulut.
2. Masalah gigi dan gusi
P**i bengkak juga bisa jadi salah satu gejala dari abses gigi. Abses gigi adalah kondisi di mana terjadi penumpukan nanah di sekitar gigi dan gusi akibat infeksi bakteri. Jika tidak diobati, abses gigi dapat mengakibatkan gigi tanggal dan infeksi yang menyebar ke organ lain.
Selain masalah gigi, gangguan kesehatan pada gusi juga turut menjadi dalang dari p**i bengkak. Salah satunya adalah perikoronitis. Perikoronitis terjadi ketika jaringan gusi, terutama di sekitar gigi bungsu, mengalami peradangan. Kondisi ini disertai dengan keluarnya nanah, pembengkakan gusi dan p**i, serta rasa nyeri di gusi dan mulut.
3. Batu di air liur
Kondisi di mana air liur mengendap atau mengeras ini disebut sebagai sialolithiasis. Air liur yang sudah mengeras dapat menghalangi saluran air liur, sehingga menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang hilang timbul pada p**i. Penyakit ini biasanya menyebabkan nyeri dan bengkak di salah satu p**i.
4. Alergi
P**i bengkak merupakan salah satu gejala dari reaksi alergi. Pada reaksi alergi yang parah, yaitu syok anafilaktik, pembengkakan juga bisa terjadi pada lidah dan tenggorokan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya sulit bernapas.
5. Gangguan hormon
P**i bengkak juga bisa disebabkan oleh masalah pada hormon, seperti hipotiroidisme, yaitu kondisi di mana tubuh tidak memproduksi cukup hormon tiroid. Beberapa gejalanya adalah tidak tahan dengan suhu dingin, berat badan naik, dan sering mengantuk.
Selain itu, bengkak di p**i juga bisa disebabkan oleh sindrom Cushing, yaitu penyakit yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon kortisol. Penyakit ini sering terjadi pada orang yang menggunakan obat-obatan kortikosteroid dalam jangka panjang.
Gejala sindrom Cushing ada beragam, seperti tekanan darah meningkat, kulit tampak tipis atau muncul bercak merah keunguan, serta penambahan berat badan akibat pembengkakan di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah dan p**i.
6. Tumor kelenjar ludah
Terkadang pembengkakan kelenjar ludah juga bisa jadi menandakan adanya tumor kelenjar ludah. Tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas. Tumor ganas pada kelenjar ludah ini disebut kanker kelenjar ludah.
Gejalanya bisa berupa munculnya benjolan yang keras atau lunak pada p**i, p**i terasa nyeri, atau terkadang bagian wajah yang terdampak menjadi mati rasa atau lumpuh. Jika terdapat keluhan tersebut, segeralah periksakan diri ke dokter.
Cara Mengatasi P**i Bengkak
Cara mengatasi p**i bengkak tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh gondongan, maka Anda hanya perlu beristirahat selama beberapa hari hingga nyeri dan bengkak mereda. Namun untuk p**i bengkak yang disebabkan oleh hal lain, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.
Selain dengan pengobatan dokter, ada beberapa cara yang bisa dicoba di rumah untuk membantu mengurangi pembengkakan pada p**i. Cara-cara tersebut antara lain:
1. Kompres dingin
Kompres dingin atau kompres es dapat meredakan bengkak dan rasa nyeri di area p**i bengkak. Caranya, bungkus es dengan handuk, kemudian kompreskan selama 10 menit pada p**i yang bengkak.
2. Posisikan kepala lebih tinggi
Saat berbaring atau tidur, ganjal kepala dengan bantal tambahan. Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi dapat menurunkan aliran darah ke area yang bengkak dan mengurangi pembengkakan.
3. Kurangi asupan garam
Mengonsumsi makanan asin dapat menyebabkan cairan menumpuk di dalam tubuh dan memperparah p**i yang bengkak. Oleh karena itu, mengurangi asupan garam dapat mengurangi penumpukan cairan pada p**i yang bengkak.
4. Mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri
P**i bengkak terkadang muncul bersamaan dengan rasa nyeri atau ngilu yang mengganggu. Jika beberapa cara di atas tidak berhasil mengurangi nyeri dan bengkak di p**i, coba konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol.
P**i bengkak tidak selalu mengindikasikan masalah serius. Meski demikian, jangan sepelekan p**i bengkak, terutama jika disertai gejala nyeri hebat, sulit bernapas, pusing, penurunan berat badan, mulut sulit dibuka, dan lumpuh atau mati rasa pada wajah. Periksakan ke dokter juga bila p**i bengkak tidak membaik atau malah bertambah parah setelah beberapa hari.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Bekasi