Caquet

Caquet

Share

welcome

11/11/2021

Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Granola

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
11 November 2021

“Granola banyak dikonsumsi sebagai makanan yang membantu menurunkan berat badan. Namun, ternyata manfaat granola tak hanya itu. Meski sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh, tetap ada hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi makanan satu ini.”

Halodoc, Jakarta – Sebenarnya, apa itu granola? Ternyata, granola terdiri dari biji gandum yang telah mengalami proses penggilingan hingga menjadi pipih atau disebut dengan rolled oats, beras, dan madu. Semua bahan tersebut lalu dipanggang hingga mengering. Namun, ada p**a granola yang ditambahkan campuran kurma, buah kering, kismis, atau kacang almond.

Kebanyakan orang memilih mengonsumsi granola yang telah dikemas dan lebih mudah dibawa. Beberapa orang memilih mengonsumsi makanan ini dengan tambahan buah segar, seperti stroberi atau pisang, madu, dan yoghurt. Selain itu, tambahan sereal juga bisa meningkatkan nilai gizi dari granola.

Data dari United States Department of Agriculture atau USDA menuliskan, terdapat kandungan kalori sebanyak 600 kalori, lemak sebanyak 28 gram, protein sebanyak 18 gram, karbohidrat sebanyak 65 gram, serat sebanyak 11 gram, dan gula sebesar 24,5 gram dalam semangkuk granola. Meski demikian, kandungan nutrisi tersebut tentu berbeda tergantung pada masing-masing produk atau cara menyajikannya.
Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Granola

Meski memiliki banyak manfaat untuk menunjang kesehatan tubuh, ada beberapa hal yang tetap perlu kamu perhatikan sebelum mengonsumsi granola. Terpenting, granola adalah karbohidrat yang diolah dalam lemak. Teknik pengolahan tadi akan menghasilkan molekul kimia di dalam tubuh yang sayangnya tidak bisa dicerna.

Tidak hanya itu, bahan beras yang turut dicampurkan dalam granola ternyata memiliki kandungan nutrisi yang tidak lengkap. Jadi, konsumsinya tentu perlu kamu batasi, bukan sebagai menu makanan sehari-hari, melainkan hanya sebagai camilan untuk menggantikan makanan ringan yang tinggi kalori dan lemak.

Lemak, seperti minyak sayur, minyak kelapa, dan mentega kacang sering dimasukkan untuk membantu mengikat bahan, menambah rasa, dan membantu proses pemanggangan granola. Namun, ini bisa memasok kelebihan kalori. Makan lebih dari porsi yang ditentukan dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak diinginkan, meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik.

Selain itu, Departemen Pertanian AS (USDA) merekomendasikan untuk membatasi asupan gula hingga 10 persen dari total kalori harian yang setara dengan sekitar 12 sendok teh (50 gram) gula untuk seseorang yang mengikuti diet 2.000 kalori. Sayangnya, beberapa granola memiliki hampir 4 sendok teh (17 gram) gula dalam satu porsi.

Oleh karena makan lebih dari ukuran porsi standar, kamu bisa mendapatkan banyak gula hanya dalam satu mangkuk. Sudah pasti, makan terlalu banyak gula dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, obesitas, penyakit jantung, gigi berlubang, bahkan beberapa jenis kanker. Inilah mengapa, kamu perlu memperhatikan berbagai bahan yang dicampurkan dalam granola, seperti madu, coklat, dan buah kering dengan tambahan gula.

Periksa dengan teliti semua bahan yang digunakan, hindari produk yang mencantumkan gula atau pemanis, termasuk pemanis alami seperti madu dalam beberapa bahan pertama. Sebaliknya, beberapa bahan pertama harus berupa makanan utuh, seperti gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah kering.

Pilih p**a granola dengan kandungan protein dan serat yang tinggi. Usahakan setidaknya 3–5 gram serat per porsi. Terlebih lagi, kamu harus mempertimbangkan dengan cermat ukuran porsi, yang bervariasi dari 2 sendok makan (12,5 gram) hingga 2/3 cangkir (67 gram). Ukuran porsi yang sangat kecil bisa membuat kamu cenderung mengonsumsi lebih banyak.

Jika ada pertanyaan seputar kesehatan lain, kamu bisa tanyakan pada dokter secara langsung melalui aplikasi Halodoc. Cukup dengan download Halodoc, sehat tentu akan jadi lebih mudah.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Is Granola Healthy? Benefits and Downsides.
Health.gov. Diakses pada 2021. 2015-2020 Dietary Guidelines for Americans. U.S. Department of Health and Human Services and U.S. Department of Agriculture.

07/11/2021

Apa Saja Nutrisi yang Terkandung dalam Talas?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
05 November 2021

“Tak hanya mengenyangkan, talas juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh, lho. Beberapa di antaranya adalah serat, vitamin E, kalium, dan magnesium.”

Halodoc, Jakarta – Punya rasa yang mirip singkong dan ubi, talas adalah sayuran bertepung yang sering dijadikan pengganti makanan pokok. Hal ini karena talas mengandung karbohidrat dan serat, yang membuat makanan ini bisa mengenyangkan perut.

Di Indonesia, talas sering diolah dengan cara digoreng, dibuat menjadi keripik, hingga bolu. Namun, apakah kamu sudah tahu nutrisi apa saja yang terkandung dalam makanan ini? Bila belum, yuk simak pembahasannya!

Baca juga: Intip 8 Makanan Sehat yang Baik untuk Mata
Kandungan Nutrisi dalam Talas

Selain enak dan mengenyangkan, talas ternyata mengandung banyak nutrisi penting, lho. Berikut ini beberapa nutrisi yang terkandung dalam talas:

1. Serat

Serat adalah nutrisi penting yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan. Termasuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, membantu mengatur berat badan dan meningkatkan pergerakan usus.

Menurut American Dietetic Association, orang dewasa membutuhkan 25 sampai 30 gram serat per hari. Satu porsi talas matang mengandung 6,7 gram serat, yang artinya memenuhi sekitar 25 persen kebutuhan serat harian kamu.

2. Vitamin E

Talas memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi, yaitu 3,87 miligram dalam porsi 1 cangkir. Vitamin E adalah vitamin yang larut dalam lemak yang terkenal karena aktivitas antioksidannya, sehingga melindungi sel dari oksidasi oleh radikal bebas.

Karena mengandung vitamin E yang memiliki sifat antioksidan, talas bisa dibilang dapat memberi perlindungan terhadap penyakit jantung dan jenis kanker tertentu. Satu porsi yang dimasak dapat memenuhi 25 persen kebutuhan vitamin E harian.

3. Kalium

Nutrisi lainnya yang terkandung dalam talas adalah kalium atau potasium. Dalam satu cangkirnya, makanan ini mengandung sekitar 639 miligram kalium. Ketika dimasukkan sebagai bagian dari diet sehat, makanan tinggi kalium dapat membantu mengontrol tekanan darah.

Menurut American Heart Association, pola makan yang sehat harus mencakup 4.700 miligram kalium per hari. Nah, dalam satu porsi yang dimasak, dapat memenuhi 13 persen kebutuhan kalium harian kamu. Jadi, kamu bisa masukkan talas dalam menu makan sehari-hari, ya.

Baca juga: Biar Sehat, Ini 5 Makanan yang Baik untuk Penambah Darah

Namun, sebaiknya bicarakan dengan dokter terlebih dahulu sebelum meningkatkan asupan kalium dalam pola makan. Sebab, seiring bertambahnya usia, ginjal tidak dapat mengeluarkan kalium dari darah seefisien ketika masih muda. Kadar kalium darah yang tinggi bisa berbahaya.

4. Magnesium

Talas adalah salah satu makanan sumber magnesium yang baik untuk dikonsumsi. Dalam satu porsi yang dimasak, terkandung sekitar 40 miligram magnesium.

Magnesium adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang, menjaga fungsi otot dan saraf, serta memelihara kekebalan tubuh. Asupan magnesium juga bermanfaat untuk menjaga tekanan darah dan gula darah tetap normal.

Pria dewasa membutuhkan 400 hingga 420 miligram magnesium sehari, dan wanita dewasa membutuhkan 310 hingga 320 miligram sehari. Satu porsi talas memenuhi 10 persen dari nilai harian magnesium.

Itulah beberapa nutrisi yang terkandung dalam talas. Dapat diketahui bahwa sayuran bertepung ini punya banyak zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat.

Dengan kandungan serat, vitamin E, kalium, dan magnesiumnya, talas dapat membantu menjaga daya tahan tubuh, serta mengontrol tekanan darah dan juga gula darah.

Baca juga: 8 Manfaat Makan Sayur Pakcoy untuk Kesehatan

Selain itu, talas juga bisa membuat kamu kenyang lebih lama karena kaya akan karbohidrat. Jadi, bagi kamu yang sedang diet, menjadikan talas sebagai salah satu menu bisa jadi ide yang baik.

Bila kamu memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang manfaat talas bagi kesehatan, kamu juga bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter kapan saja.

06/11/2021

Ketahui Cara Tepat Penggunaan Vitamin C, Retinol dan Hyaluronic Acid

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
05 November 2021

“Kamu tentu sudah familiar dengan bahan skincare seperti retinol, vitamin C, dan hyaluronic acid. Ketiga bahan ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk kulit wajah, tidak heran jika ketiganya sangat populer. Namun, penting untuk mengetahui cara tepat penggunaan ketiganya. Misalnya, retinol sebaiknya tidak digunakan secara berbarengan dengan vitamin C.”

Halodoc, Jakarta – Sebagai orang yang antusias dengan produk skincare, kemungkinan kamu pernah mendengar tentang manfaat kandungan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid. Kandungan tersebut adalah beberapa jenis yang paling populer untuk kecantikan saat ini. Bahkan, sering jadi kombinasi dalam rutinitas perawatan kulit wajah sehari-hari.

Ketiga bahan tersebut mungkin merupakan bahan perawatan kulit paling bermanfaat. Jadi tidak heran jika vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid paling diminati. Meskipun efektif untuk merawat kulit, penting untuk mengetahui cara menggunakannya bersama untuk memastikan hasil terbaik.

Baca juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya
Cara Tepat Penggunaan Vitamin C, Retinol, dan Hyaluronic Acid

Kamu mungkin bisa menggabungkan ketiga bahan (vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid) dalam rutinitas perawatan wajah. Dengan menggunakan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid bersama-sama, semua manfaat dapat dirasakan.

Namun, kulit wajah mungkin perlu perkenalan terlebih dulu pada produk dan bahan perawatan. Proses perkenalan ini biasanya tidak selalu mudah, bahkan bisa menimbulkan efek samping tertentu.

Untuk mengetahui cara tepat penggunaan vitamin C, retinol, dan hyaluronic acid, sebaiknya pahami terlebih dulu cara kerja ketiga bahan tersebut.

Hyaluronic Acid

Bahan ini pada dasarnya akan mengurangi kelembapan kulit. Akibatnya, kamu membutuhkan produk perawatan lain yang sifatnya menghidrasi agar kulit wajah tetap lembab sepanjang hari.

Vitamin C

Banyak manfaat yang dirasakan dengan menggunakan skincare berbahan vitamin C. Mulai dari mencerahkan kulit, memerangi garis-garis halus dan kerutan, meningkatkan kolagen, dan mengurangi tanda pigmentasi.

Namun, karena ada kemungkinan formulasinya yang tidak stabil, beberapa orang sedikit ragu untuk menggunakannya. Untuk itu, sebaiknya lakukan uji coba pada sedikit area wajah untuk memastikan vitamin C bereaksi baik pada kulit wajah.

Baca juga: Ketahui Kegunaan Vitamin C untuk Kesehatan Kulit

Retinol

Retinol adalah salah satu bahan perawatan kulit yang paling ampuh. Di sisi lain beberapa orang memiliki reaksi yang berbeda akibat ketidakpastian cara kerja retinol.

Perlu dipahami, retinol memiliki kemampuan untuk mempercepat pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Hal itu yang membuat retinol mampu menghasilkan kulit tampak mudah dan bercahaya.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kamu mungkin bisa menggunakan ketiga bahan tersebut. Hanya saja tidak dalam satu waktu secara berlapis. Cara terbaik untuk menggunakan ketiganya adalah dengan menggunakan vitamin C di pagi hari. Hal ini karena vitamin C memiliki manfaat antioksidan yang akan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

Pada malam hari, kamu bisa menggunakan retinol, terutama setelah terkena sinar UV di pagi dan siang hari. Sedangkan untuk hyaluronic acid, kamu bisa menggunakannya dua kali sehari, setiap hari. Bahan tersebut akan menjaga kulit terhidrasi pada kondisi yang paling sehat. Kulit pun akan terhindar dari iritasi.

Baca juga: Punya Kulit Sensitif, Ini Perawatan Wajah yang Tepat

Jadi, perlu dipahami sekali lagi bahwa retinol dan vitamin C tidak dapat digunakan secara bersamaan secara berlapis. Sementara itu hyaluronic acid bisa digunakan bersama retinol dan vitamin C.

Nah, itulah cara tepat penggunaan vitamin C, retinol dan hyaluronic acid. Pastikan juga bahan perawatan kulit yang kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan atau target yang ingin kamu capai.

Perlu diingat, setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda dan akan mengalami reaksi yang berbeda p**a pada setiap bahan skincare. Ada baiknya kamu bertanya terlebih dulu pada dokter kulit berpengalaman di aplikasi Halodoc sebelum memutuskan untuk menggunakan bahan skincare tertentu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

05/11/2021

Ini Dampak Radiasi Sinar Gamma pada Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
04 November 2021

“Sinar radiasi dan gelombang elektromagnetik banyak digunakan sebagai salah satu prosedur pengobatan selain untuk prosedur pemeriksaan. Salah satu jenisnya yang banyak dipakai adalah sinar gamma.”

Halodoc, Jakarta – Apa itu radiasi? Radiasi merupakan suatu energi yang dilepaskan dalam bentuk partikel maupun gelombang. Jika dilihat dari muatan listrik yang dihasilkan setelah mengenai objek tertentu, ada dua jenis radiasi, yaitu ion dan non-ion. Radiasi ion termasuk sinar gamma, kosmik, CT scan, neuron, beta, dan alfa.

Sementara itu, kelompok yang termasuk dalam radiasi non-ion adalah gelombang radio, gelombang mikro seperti yang terdapat dalam microwave, sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan sinar infra merah. Jika dilihat dari dampaknya, jenis radiasi ion bisa dikatakan lebih berbahaya, dibandingkan dengan radiasi non-ion.

Baca juga: Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Terapi Radiasi?

Sinar gamma sendiri merupakan paket energi tanpa bobot yang disebut foton. Tidak seperti partikel alfa dan beta yang memiliki energi dan massa, sinar gamma adalah energi murni. Sinar ini mirip dengan cahaya tampak, tetapi memiliki energi yang jauh lebih tinggi. Sinar gamma sering dipancarkan bersama dengan partikel alfa atau beta selama peluruhan radioaktif.

Sinar gamma adalah bahaya radiasi bagi seluruh tubuh. Mereka dapat dengan mudah menembus penghalang yang dapat menghentikan partikel alfa dan beta, seperti kulit dan pakaian. Sinar gamma dapat menembus tubuh manusia sepenuhnya, ketika sinar ini melewati tubuh, mereka dapat menyebabkan ionisasi yang merusak jaringan dan DNA.

Dampak Radiasi Sinar Gamma pada Tubuh Manusia

Radiasi sinar gamma sangat mudah menembus dan berinteraksi dengan materi melalui proses yang disebut ionisasi melalui tiga proses, yaitu efek fotolistrik, hamburan Compton, dan produksi pasangan. Oleh karena daya penetrasinya yang tinggi, dampak radiasi gamma dapat terjadi di seluruh tubuh, tetapi pengionnya lebih sedikit daripada partikel alfa.

Radiasi gamma dianggap sebagai bahaya eksternal berkaitan dengan proteksi radiasi. Mirip dengan semua paparan radiasi pengion, paparan tinggi dapat menyebabkan efek akut melalui kerusakan langsung pada sel. Tingkat paparan yang rendah membawa risiko kesehatan stokastik, ketika terjadi peningkatan kemungkinan induksi kanker seiring dengan peningkatan paparan.

Baca juga: Siapa Saja yang Membutuhkan Terapi Radiasi?

Secara sederhana, pada dosis yang rendah, sel tubuh yang terkena paparan radiasi masih memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri dalam waktu yang bisa dikatakan tidak lama. Sel yang mengalami kerusakan pada akhirnya akan mati dan terganti dengan sel yang baru.

Namun, pada dosis yang lebih tinggi, sel yang mengalami kerusakan justru akan memperbanyak dirinya sehingga berkembang menjadi sel kanker. Terlebih jika pola hidup atau kebiasaan sehari-hari kamu sangat mendukung untuk terpapar pembentukan sel kanker, seperti merokok atau mengonsumsi makanan yang memiliki kerentanan terhadap karsinogen.

Sementara itu, paparan radiasi pada dosis yang tinggi dalam waktu singkat juga bisa memicu munculnya beberapa gejala yang dikenal dengan sebutan sindrom radiasi akut pada tubuh, seperti mual, diare, muntah, rambut rontok, demam, lemas, kulit memerah, bengkak, dan gatal, nyeri, pingsan, hingga kejang. Sudah pasti, gejalanya akan sangat berbeda apabila kamu mengalami paparan dalam waktu yang lama.

Kadang-kadang, tingkat kepekaan pada tubuh juga berpengaruh terhadap dampak paparan radiasi pada tubuh. Misalnya, radiasi sinar gamma sebesar 400 rem bisa mengakibatkan kematian apabila terpapar sebanyak dua waktu berbeda dengan rentang 30 hari. Meski begitu, dosis yang sama justru tidak akan berdampak apabila tubuh terkena paparan selama sekitar satu tahun dengan dosis merata yang kadarnya lebih kecil.

Baca juga: Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Melakukan Terapi Radiasi

Apapun yang berhubungan dengan paparan radiasi dalam waktu lama bisa memicu dampak negatif untuk tubuh. Jadi, jika kamu merasakan gejala yang tidak biasa, segera tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa download aplikasinya di ponselmu melalui App Store atau Play Store.

04/11/2021

Berbagai Penyebab Gangguan Jiwa dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
03 November 2021

“Gangguan jiwa adalah masalah yang bisa terjadi pada semua orang, terutama pada seseorang dengan masalah mental yang tidak pernah mendapatkan intervensi medis. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lingkungan, biologis, dan psikologis.Untuk mengatasinya, pengobatan dan psikoterapi bisa menjadi pilihannya.”

Halodoc, Jakarta – Gangguan jiwa adalah masalah yang dapat terjadi saat seseorang mengalami masalah mental yang tidak diobati. Penyakit ini dapat menimbulkan masalah yang besar, seperti depresi dan bahkan kematian. Namun, apa saja sih yang dapat menjadi penyebab gangguan jiwa pada seseorang? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Ketahui pembahasan lengkapnya di sini!

Baca juga: Ini Tes untuk Mendiagnosis Gangguan Jiwa
Beberapa Penyebab Gangguan Jiwa yang Perlu Diketahui

Gangguan jiwa atau gangguan mental adalah kondisi yang terjadi saat seseorang mengalami beberapa kondisi, seperti gangguan yang memengaruhi suasana hati, pemikiran, dan perilaku seseorang. Banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental dan menjadi gangguan mental saat gejalanya berkelanjutan sehingga memengaruhi kemampuan tubuh untuk berjalan dengan normal.

Penyakit jiwa dapat membuat pengidapnya sengsara dan dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti di lingkungan sekolah, tempat kerja, atau dalam hubungan pertemanan. Seseorang yang mengalami masalah ini perlu mendapatkan diagnosis yang tepat disertai pengobatan yang sesuai dengan pemeriksaan dokter sebelumnya.

Namun, apa saja sih yang bisa menjadi penyebab gangguan jiwa? Faktanya, penyebab pasti dari sebagian besar gangguan ini tidak diketahui dengan pasti. Namun, beberapa penelitian menyebut jika banyak dari kondisi ini disebabkan oleh kombinasi dari berbagai faktor, seperti biologis, psikologis, dan lingkungan. Nah, berikut penjelasan lengkap terkait beberapa faktor ini:
1. Faktor Biologis

Faktor biologis juga dapat memengaruhi risiko seseorang untuk mengalami gangguan jiwa. Hal ini berkaitan dengan fungsi abnormal dari sirkuit sel saraf atau jalur yang menghubungkan area otak tertentu. Selain itu, seseorang juga dapat mengalami gangguan mental akibat cedera pada area otak tertentu.

Beberapa faktor psikologis yang dapat menjadi penyebabnya, antara lain:

Faktor keturunan.
Alami infeksi.
Cedera pada otak.
Gangguan saat lahir.
Penyalahgunaan zat.

Untuk mengatasinya, biasanya dokter akan memberikan beberapa obat-obatan, melakukan sesi psikoterapi, hingga beberapa prosedur medis lainnya agar dapat membantu otak kembali berjalan dengan normal. Dengan begitu, gangguan jiwa yang terjadi dapat diatasi dengan benar.

Baca juga: 5 Tanda-Tanda Gangguan Jiwa yang Sering Tak Disadari
2. Faktor Psikologis

Adanya masalah pada psikologis seseorang juga dapat menyebabkan gangguan jiwa. Beberapa masalah psikologis yang dapat terjadi, seperti:

Trauma psikologis berat yang terjadi saat masih kecil, seperti kekerasan emosional, fisik, ataupun seksual.
Kehilangan dini terhadap sosok penting dalam hidup, seperti orangtua.
Pernah ditelantarkan.
Memiliki kemampuan yang buruk saat berhubungan dengan orang lain.

3. Faktor Lingkungan

Beberapa penyebab terjadinya stres juga dapat memicu penyakit pada seseorang yang rentan terhadap gangguan jiwa. Beberapa stresor tersebut, antara lain:

Kematian atau perceraian.
Hubungan keluarga yang tidak berjalan dengan baik.
Perasaan tidak mampu, harga diri rendah, dan sebagainya.
Penyalahgunaan zat oleh orang-orang terdekat.

Penting untuk memperhatikan segala faktor risiko yang dapat menjadi penyebab dari gangguan jiwa. Jika kamu mengalami salah satu atau bahkan lebih dari risiko tersebut, ada baiknya untuk segera mendapatkan pemeriksaan.

Kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan mental di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih sendiri waktu dan tempat yang diinginkan untuk mendapatkan pemeriksaan. Maka dari itu, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga!

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental
Pengobatan Gangguan Jiwa yang Perlu Dilakukan

Perawatan dari masalah ini tergantung pada jenis gangguan mental yang terjadi, tingkat keparahannya, dan tindakan yang paling sesuai. Pada beberapa kasus, kombinasi perawatan adalah cara paling baik agar masalah ini dapat teratasi. Lalu, apa saja jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk atasi penyakit ini? Berikut beberapa metodenya:
1. Konsumsi Obat-Obatan

Kebanyakan dokter akan memberikan obat-obatan guna mengatasi gejala yang terus timbul. Obat-obatan juga dapat membantu untuk beberapa perawatan lainnya menjadi lebih efektif. Dokter akan memberikan obat tergantung situasi dan cara tubuh merespons obat. Berikut beberapa jenis obatnya:

Anti-depresan.
Obat anti-kecemasan.
Obat penstabil suasana hati.
Obat antipsikotik.

2. Psikoterapi

Terapi bicara, atau psikoterapi, adalah perawatan dengan cara membicarakan kondisi dan masalah yang dirasakan dengan psikolog atau psikiater. Saat perawatan ini dilakukan, seseorang dapat belajar tentang kondisinya dan segala hal yang dapat memengaruhinya. Dengan begitu, kamu dapat menerapkan beberapa cara untuk mengatasi dan mengelolanya agar lebih baik.

Itulah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab dari gangguan jiwa dan cara mengatasinya. Penting sekali untuk melakukan pemeriksaan dini agar kesehatan mental tetap terjaga. Jangan sampai masalah ini tidak terdeteksi dan menyebabkan masalah yang parah, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

02/11/2021

Awas, Malas Gerak saat WFH Bisa Sebabkan Nyeri Otot

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
02 November 2021

“Selama masa pandemi, bekerja dari rumah atau work from home menjadi sebuah keharusan dan rutinitas yang harus dijalani. Namun, ternyata kamu tetap harus aktif bergerak agar tidak mengalami nyeri pada otot”

Halodoc, Jakarta – Zona nyaman telah tercipta pada pekerja yang selama pandemi melakukan Work from Home (WFH). Keterbatasan ruang di rumah membuat orang malas bergerak yang berujung munculnya masalah pada otot, terutama di daerah leher, pundak, punggung, pinggang, paha, dan kaki. Apalagi, bekerja dari rumah tidak mengharuskan kamu untuk duduk tegak sebagaimana bekerja di kantor.

Jika terlalu malas, beberapa orang akan bekerja di atas kasur atau sofa empuk. Alhasil, posisi enak tersebut membuat orang malas bergerak. Tidak disadari, nyeri otot pun muncul akibat terlalu lama diam dalam posisi yang sama. Jika sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Jangan sampai terjadi, berikut ini langkah mengatasi dan beragam masalah kesehatan saat WFH.

Baca juga: Meski Repot, Ini 5 Keuntungan WFH bagi Keluarga
Masalah Kesehatan saat WFH Beserta Langkah Mengatasinya

Seperti pada penjelasan sebelumnya, nyeri otot menjadi salah satu masalah kesehatan saat WFH akibat berdiam diri pada posisi yang sama dalam waktu lama. Jika sudah begitu, berikut ini beberapa gangguan yang biasanya terjadi:

1. Sakit Punggung

Masalah kesehatan saat WFH yang sering terjadi, yaitu sakit punggung. Sakit punggung merupakan gangguan yang dapat terjadi secara berkepanjangan. Alasannya adalah, jarang bergerak dan lebih banyak duduk. Sebanyak 45 persen pekerja yang melakukan WFH, mereka mengeluhkan sakit pada punggung dan nyeri sendi. Sebanyak 71 persen dari mereka, mengeluhkan rasa sakit yang semakin parah.

2. Nyeri Pergelangan Tangan

Masalah kesehatan saat WFH yang satu ini terjadi akibat mengetik terlalu lama. Bahkan dalam kasus yang parah, carpal tunnel syndrome (CTS) bisa saja terjadi. gangguan kesehatan tersebut ditandai dengan kesemutan, kelemahan otot di tangan dan jari, serta mati rasa.

3. Sakit pada Leher

Sakit leher juga menjadi masalah kesehatan yang dapat terjadi karena malas gerak saat WFH. Sakit leher saat WFH terjadi akibat posisi tubuh yang kurang baik saat bekerja. Beberapa posisi tersebut seperti duduk sambil bersandar di sofa, sehingga membuat leher tertekuk dalam waktu lama.

Jika sudah mengalami sejumlah gangguan kesehatan tersebut, kamu perlu mengatasinya segera agar waktu WFH tidak terganggu. Salah satu cara yang direkomendasikan adalah mengonsumsi Alaxan FR, yaitu obat yang dapat bekerja secara cepat untuk meredakan segala keluhan, seperti nyeri otot di leher, pundak, punggung, kaki, nyeri haid, atau sakit gigi.

Baca juga: Hati-hati, Ini 6 Gangguan Fisik yang Bisa Terjadi Akibat WFH

Obat tersebut bekerja dengan menurunkan atau meminimalisir rasa sakit, meningkatkan aliran darah, serta membantu menurunkan panas melalui urine atau keringat. Obat ini dapat dikonsumsi 3–4 kali dalam sehari, setelah makan. Untuk membelinya, kamu bisa menggunakan fitur “toko kesehatan” di aplikasi Halodoc, ya. Jangan lupa untuk membaca tabel kemasan terlebih dulu sebelum kamu mengonsumsinya.

Baca juga: Jam Kerja Tetap Efektif saat WFH, Ini Triknya

Nah, itulah sejumlah masalah kesehatan saat WFH yang bisa terjadi pada siapa saja. Agar tetap sehat selama WFH, kamu disarankan untuk sering bergerak dengan melakukan peregangan tubuh, juga mengistirahatkan mata dari gadget. Jika langkah pencegahan tidak ampuh, jangan lupa untuk mengonsumsi Alaxan FR. Jangan lupa baca tabel kemasan sebelum dikonsumsi, ya.
This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Rediff. Diakses pada 2021. 5 health risks of working from home.
Benefits Pro. Diakses pada 2021. Physical pain, depression increase as more people work from home.
Times Now News. Diakses pada 2021. Work from home leading to too much screen time? Know what is computer vision syndrome.
Huffpost. Diakses pada 2021. This Is What Happens To Your Body When You Work From Home.

03/10/2021

Radikal Bebas yang Dapat Merusak Daya Tahan Tubuh
5 Radikal Bebas yang Dapat Merusak Daya Tahan Tubuh
HIDUP SEHAT
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
30 September 2021
5 Radikal Bebas yang Dapat Merusak Daya Tahan Tubuh
“Selain asap rokok, paparan sinar matahari yang berlebihan, obat-obatan, polusi kendaraan, dan olahraga yang berlebihan adalah kondisi yang bisa memicu peningkatan radikal bebas yang pada akhirnya dapat merusak daya tahan tubuh.”

Halodoc, Jakarta – Radikal bebas dapat berkontribusi pada banyak masalah kesehatan kronis seperti penyakit kardiovaskular dan inflamasi, katarak, dan kanker. Keberadaan antioksidan dapat mencegah kerusakan jaringan akibat radikal bebas dengan mencegah pembentukan radikal atau dengan mendorong dekomposisinya.

Apa saja jenis radikal bebas yang dapat merusak daya tahan tubuh?

1. Asap Rokok
asap rokok
Asap rokok mengandung dua jenis radikal bebas yang sangat berbeda, satu dalam bentuk tar dan satu lagi dalam bentuk gas. Radikal bebas ini menjadi salah satu pemicu gangguan kesehatan yang diakibatkan dari merokok. Mulai dari stroke, penyakit jantung koroner, sampai kerusakan pembuluh darah.

Baca juga: Ini yang Terjadi Kalau Terlalu Sering Terpapar Asap Rokok

2. Sinar Matahari
sinar matahari
Sinar matahari memberikan manfaat pada tubuh, tetapi sinar UV berlebihan dapat memberikan efek negatif pada kulit. Sinar UV bersifat oksidatif karena dapat menghasilkan suatu senyawa radikal bebas yang disebut reactive oxygen species (ROS). Keberadaan ROS yang terakumulasi di dalam kulit dapat memicu terjadinya kerusakan sel, penuaan dini, dan kanker kulit.

3. Polusi Kendaraan
polusi kendaraan
Keberadaan polusi kendaraan menjadi salah satu pemicu peningkatan radikal bebas. Radikal bebas dari polusi udara bisa memicu infeksi pernapasan, gangguan kulit, serta penyakit paru-paru.

Cara untuk mengurangi dampak dan mencegah efek buruknya, penting untuk mengonsumsi vitamin C dan E sebagai upaya meningkatkan antioksidan dalam tubuh.

Baca juga: 4 Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

4. Obat-obatan
obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan dapat meningkatkan produksi radikal bebas, salah satunya adalah obat kanker. Selain obat kanker tertentu, antibiotik juga memicu terbentuknya radikal bebas yang berbahaya untuk kesehatan. Informasi selengkapnya mengenai obat-obatan bisa memicu radikal bebas bisa ditanyakan langsung pada dokter lewat aplikasi Halodoc!

5. Olahraga Berlebihan
olahraga berlebihan
Olahraga memang salah satu kunci hidup sehat karena dapat menjaga kebugaran dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, olahraga berlebihan dapat merusak daya tahan tubuh.

Olahraga yang berlebihan membuat tubuh memerlukan oksigen yang lebih banyak. Peningkatan inilah salah satunya yang memicu radikal bebas. Olahraga berlebihan juga dapat membuat tubuh aus, cepat lelah dan kerusakan pada persendian.

Baca juga: Olahraga Berlebihan Bisa Membuat Insomnia, Ini Alasannya

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Bekasi
Bekasi