Bionic Collection

Bionic Collection

Share

Madu Hutan Sumatera (MHS) merupakan madu murni tanpa tambahan bahan pengawet. Kami Menyediakan Eceran & Grosir Jilbab Anak dan Dewasa.

Diambil dari pohon-pohon tempat habitat lebah yang ada dihutan-hutan, tersebar di beberapa wilayah di Sumatera. Sebagai Pihak Pertama Yg Mendistribusikan Barang Dari Produsen, Dapatkan Harga Fantastis Dari Kami.

Photos from Tasliem Kids Store's post 10/04/2020
27/08/2019
Photos from Bionic Collection's post 24/10/2018

Bismillah,,, Selalu ad Kata Lucu, Edukasi, & Dakwah. Yuk Kenalkan anak Mulai dari yg Kecil... Tas ... Kaos... dan Sepatunya. Klw Emakny S**a yg Mana ??
Info lebih lanjut Silahkan
Klik bit.ly/TasliemKids1
IG : tasanakmuslimmurah
Selalu ad Disc Setiap Pembelanjaan 1pcs

18/10/2018

30 Tahun Mendatang Anak Kita [INSPIRASI PARENTING]
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
dibaca normal : 5 menit.

Jangan remehkan dakwah kepada anak-anak! Jika telah terikat hatinya dengan Islam, mereka akan mudah bersungguh-sungguh menetapi agama ini setelah dewasa. Jika engkau siapkan mereka untuk siap menghadapi kesulitan, maka kelak mereka tak mudah ambruk hanya karena langkah mereka terhalang oleh kendala-kendala yang menghadang. Tetapi jika engkau salah membekali, mereka akan menjadi beban bagi ummat ini di masa yang akan datang. Cemerlangnya otak sama sekali tidak memberi keuntungan jika hati telah beku dan kesediaan untuk berpayah-payah telah runtuh.

Maka, ketika engkau mengurusi anak-anak di sekolah, ingatlah sejenak. Tugas utamamu bukan sekedar mengajari mereka berhitung. Bukan! Engkau sedang berdakwah. Sedang mempersiapkan generasi yang akan mengurusi umat ini 30 tahun mendatang. Dan ini pekerjaan sangat serius. Pekerjaan yang memerlukan kesungguhan berusaha, niat yang lurus, tekad yang kuat serta kesediaan untuk belajar tanpa henti.

Karenanya, jangan pernah main-main dalam urusan ini. Apa pun yang engkau lakukan terhadap mereka di kelas, ingatlah akibatnya bagi dakwah ini 30 40 tahun yang akan datang. Jika mereka engkau ajari curang dalam mengerjakan soal saja, sesungguhnya urusannya bukan hanya soal bagaimana agar mereka lulus ujian. Bukan. Yang terjadi justru sebaliknya, masa depan umat sedang engkau pertaruhkan!!! Tidakkah engkau ingat bahwa induk segala dusta adalah ringannya lisan untuk berdusta dan tiadanya beban pada jiwa untuk melakukan kebohongan.

Maka, ketika mutu pendidikan anak-anak kita sangat menyedihkan, urusannya bukan sekedar masa depan sekolahmu. Bukan. Sekolah ambruk bukan berita paling menyedihkan, meskipun ini sama sekali tidak kita inginkan. Yang amat perlu kita khawatiri justru lemahnya generasi yang bertanggung-jawab menegakkan dien ini 30 tahun mendatang. Apa yang akan terjadi pada umat ini jika anak-anak kita tak memiliki kecakapan berpikir, kesungguhan berjuang dan ketulusan dalam beramal?

Maka…, ketika engkau bersibuk dengan cara instant agar mereka tampak mengesankan, sungguh urusannya bukan untuk tepuk tangan saat ini. Bukan p**a demi piala-piala yang tersusun rapi. Urusannya adalah tentang rapuhnya generasi muslim yang harus mengurusi umat ini di zaman yang bukan zamanmu. Kitalah yang bertanggung-jawab terhadap kuat atau lemahnya mereka di zaman yang boleh jadi kita semua sudah tiada.

Hari ini, ketika di banyak tempat, kemampuan guru-guru kita sangat menyedihkan, sungguh yang paling mengkhawatirkan adalah masa depan umat ini. Maka, keharusan untuk belajar bagimu, wahai Para Guru, bukan semata urusan akreditasi. Apalagi sekedar untuk lolos sertifikasi. Yang harus engkau ingat adalah: “Ini urusan umat. Urusan dakwah.” Jika orang-orang yang sudah setengah baya atau bahkan telah tua, sulit sekali menerima kebenaran, sesungguhnya ini bermula dari lemahnya dakwah terhadap mereka ketika masih belia; ketika masih kanak-kanak. Mereka mungkin cerdas, tapi adab dan iman tak terbangun. Maka, kecerdasan itu bukan menjadi kebaikan, justru menjadi penyulit bagi mereka untuk menegakkan dien.

Wahai Para Guru, belajarlah dengan sungguh-sungguh bagaimana mendidik siswamu. Engkau belajar bukan untuk memenuhi standar dinas pendidikan. Engkau belajar dengan sangat serius sebagai ibadah agar memiliki kepatutan menjadi pendidik bagi anak-anak kaum muslimin. Takutlah engkau kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sungguh, jika engkau menerima amanah sebagai guru, sedangkan engkau tak memiliki kepatutan, maka engkau sedang membuat kerusakan.

Sungguh, jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, tunggulah saatnya (kehancuran) tiba.

Ingatlah hadis Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

إِذَا ضُيِّعَتِ اْلأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ. قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا أُسْنِدَ اْلأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ.

“Jika amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari Kiamat,” Dia (Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Beliau menjawab, “Jika satu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, maka tunggulah hari Kiamat!” (HR. Bukhari).

Maka, keharusan untuk belajar dengan sungguh-sungguh, terus-menerus dan serius bukanlah dalam rangka memenuhi persyaratan formal semata-mata. Jauh lebih penting dari itu adalah agar engkau memiliki kepatutan menurut dien ini sebagai seorang guru. Sungguh, kelak engkau akan ditanya atas amanah yang engkau emban saat ini.

Wahai Para Guru, singkirkanlah tepuk tangan yang bergemuruh. Hadapkan wajahmu pada tugas amat besar untuk menyiapkan generasi ini agar mampu memikul amanah yang Allah Ta’ala berikan kepada mereka. Sungguh, kelak engkau akan ditanya di Yaumil-Qiyamah atas urusanmu.

Jika kelak tiba masanya sekolah tempatmu mengajar dielu-elukan orang sehingga mereka datang berbondong-bondong membawa anaknya agar engkau semaikan iman di dada mereka, inilah saatnya engkau perbanyak istighfar. Bukan sibuk menebar kabar tentang betapa besar nama sekolahmu. Inilah saatnya engkau sucikan nama Allah Ta’ala seraya senantiasa berbenah menata niat dan menelisik kesalahan diri kalau-kalau ada yang menyimpang dari tuntunan-Nya. Semakin namamu ditinggikan, semakin perlu engkau perbanyak memohon ampunan Allah ‘Azza wa Jalla.

Wahai Para Guru, sesungguhnya jika sekolahmu terpuruk, yang paling perlu engkau tangisi bukanlah berkurangnya jumlah siswa yang mungkin akan terjadi. Ada yang lebih perlu engkau tangisi dengan kesedihan yang sangat mendalam. Tentang masa depan ummat ini; tentang kelangsungan dakwah ini, di masa ketika kita mungkin telah tua renta atau bahkan sudah terkubur dalam tanah.

Ajarilah anak didikmu untuk mengenali kebenaran sebelum mengajarkan kepada mereka berbagai pengetahuan. Asahlah kepekaan mereka terhadap kebenaran dan cepat mengenali kebatilan. Tumbuhkan pada diri mereka keyakinan bahwa Al-Qur’an pasti benar, tak ada keraguan di dalamnya. Tanamkan adab dalam diri mereka. Tumbuhkan p**a dalam diri mereka keyakinan dan kecintaan terhadap As-Sunnah Ash-Shahihah. Bukan menyibukkan mereka dengan kebanggaan atas dunia yang ada dalam genggaman mereka.

Ini juga berlaku bagi kita.

Ingatlah do’a yang kita panjatkan:

“اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ”

“Ya Allah, tunjukilah kami bahwa yang benar itu benar dan berilah kami rezeki kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukilah kami bahwa yang batil itu batil, serta limpahilah kami rezeki untuk mampu menjauhinya.”

Inilah do’a yang sekaligus mengajarkan kepada kita agar tidak tertipu oleh persepsi kita. Sesungguhnya kebenaran tidak berubah menjadi kebatilan hanya karena kita mempersepsikan sebagai perkara yang keliru. Demikian p**a kebatilan, tak berubah hakekatnya menjadi kebaikan dan kebenaran karena kita memilih untuk melihat segi positifnya. Maka, kepada Allah Ta’ala kita senantiasa memohon perlindungan dari tertipu oleh persepsi sendiri.

Pelajarilah dengan sungguh-sungguh apa yang benar; apa yang haq, lebih dulu dan lebih sungguh-sungguh daripada tentang apa yang efektif. Dahulukanlah mempelajari apa yang tepat daripada apa yang memikat. Prioritaskan mempelajari apa yang benar daripada apa yang penuh gebyar. Utamakan mempelajari hal yang benar dalam mendidik daripada sekedar yang membuat sekolahmu tampak besar bertabur gelar. Sungguh, jika engkau mendahulukan apa yang engkau anggap mudah menjadikan anak hebat sebelum memahami betul apa yang benar, sangat mudah bagimu tergelincir tanpa engkau menyadari. Anak tampaknya berbinar-binar sangat mengikuti pelajaran, tetapi mereka hanya tertarik kepada caramu mengajar, tapi mereka tak tertarik belajar, tak tertarik p**a menetapi kebenaran.



***

Jangan sepelekan dakwah terhadap anak! Kesalahan mendidik terhadap anak kecil, tak mudah kelihatan. Tetapi kita akan menuai akibatnya ketika mereka dewasa. Betapa banyak yang keliru menilai. Masa kanak-kanak kita biarkan direnggut TV dan tontonan karena menganggap mendidik anak yang lebih besar dan lebih-lebih orang dewasa, jauh lebih sulit dibanding mendidik anak kecil. Padahal sulitnya melunakkan hati orang dewasa justru bersebab terabaikannya dakwah kepada mereka di saat belia.

Wallahu a’lam bish-shawab. Kepada Allah Ta’ala kita memohon pertolongan..

Copas : parenting islami

Photos from Bionic Collection's post 02/10/2018

Free ongkir jabodetabek dan sub ongkir 10ribu info lebih lanjut http://bit.ly/TasliemKids1

01/10/2018

Memilih Mainan Anak Sesuai Usia

Memilih mainan anak sesuai dengan usia penting untuk dilakukan. Sebab tak hanya mengisi waktu bermain, mainan yang diberikan kepada anak bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk mengasah kreativitas, keterampilan, dan media belajar anak.

Berbagai macam mainan anak yang dijual di toko mainan tak jarang membuat Anda bingung dalam memilih. Daripada hanya terpana dengan bentuk mainan yang dijual, ada baiknya memilih mainan anak sesuai dengan usianya agar bermanfaat untuk meningkatkan suasana hatinya, sambil membantunya belajar, dan mendukung tumbuh kembang Si Kecil.

❤ Mainan Bayi Hingga Usia 1 Tahun

Untuk bayi hingga usia satu tahun, mainan anak dimanfaatkan sebagai sarana eksplorasi guna mengaktifkan panca indera. Sebagian besar mainan anak pada usia tersebut antara lain memicu bayi untuk menggigit, meraih atau menjatuhkan benda.

Memilih mainan anak untuk bayi hingga usia 1 tahun yang direkomendasikan, antara lain:
- Mainan yang mengeluarkan lagu atau suara menarik perhatian yang bisa digantung di atas ranjang bayi. Ini bermanfaat untuk menstimulasi mata dan merangsang perhatian anak. Namun hati-hati untuk tidak menaruhnya terlalu dekat ke wajah bayi.
- Mainan anak berupa kaca yang terbuat dari plastik namun cukup jelas memantulkan gambaran wajah, juga dapat Anda berikan. Ini membantu bayi mengenali wajah dan tubuhnya sendiri.
- Memberikan anak kaos kaki atau gelang warna-warni yang dapat menimbulkan bunyi, dapat merangsang indera pendengaran.
- Buku yang terbuat dari kain dengan berbagai gambar yang dapat merangsang penglihatan.
- Saat anak mulai bisa duduk, mainan ring stack (cincin susun) yang dapat disusun ulang berkali-kali, dapat diberikan. Permainan ini dapat melatih motorik halus sekaligus belajar mengenai warna dan nomor yang tertera pada lingkaran tersebut. Warna-warni cerah yang ada pada tiap cincin, juga dapat membantunya mulai mengenali warna.

❤ Mainan Anak Usia 1-3 Tahun

Memilih mainan anak pada usia ini, sebaiknya mendukung proses anak mengenali lingkungan sekitar. Pada periode ini, anak berusaha mengetahui cara kerja berbagai hal yang ditemuinya. Mainan yang tepat akan sangat baik untuk merangsang daya pikir, motorik halus, dan memperkuat otot.

Untuk itulah, dalam memilih mainan anak pada usia 1-3 tahun, Anda dapat memberikannya:
- Blok dengan beragam bentuk yang dapat Permainan ini merangsang koordinasi mata, tangan, sekaligus mengembangkan kemampuan menyelesaikan permasalahan. Begitu juga permainan puzzle sederhana di mana anak berusia 3 tahun sudah mulai tertarik untuk menyusunnya, dan mainan berbentuk tertentu yang dapat di mas**an ke lubang yang sama bentuknya (shape sorter).
- Orang tua dapat mulai melatih Anak menggambar menggunakan krayon di buku gambar. Pilih krayon dengan bahan dasar yang aman.
- Permainan profesi di mana anak dapat meniru melakukan pekerjaan sesuai profesi tertentu, Contohnya berpura-pura sebagai koki, dokter, guru, dan lainnya. Permainan ini dapat membantu perkembangan kecerdasan emosi, melatih keahlian bersosialisasi, dan mengajar mereka untuk merawat barang yang mereka s**a.
- Orang tua juga dapat menyediakan mainan yang lebih menantang saat anak berusia 3 tahun, seperti sepeda roda tiga, atau push toys yang akan merangsang anak konsentrasi untuk berjalan sambil bertumpu pada mainan tersebut.
- Permainan bola dapat dimanfaatkan untuk melatih ketangkasan dan koordinasi mata. Misalnya dengan bermain lempar tangkap, atau saling mengoper bola.

❤ Mainan Anak Usia 3-5 Tahun

Pada saat anak berusia 3-5 tahun, mereka mulai menggunakan mainan dan benda-benda di sekitarnya untuk tujuan tertentu. Usia ini juga didominasi oleh imajinasi yang tinggi. Bahkan, bahan sederhana seperti selimut yang diletakkan di atas meja dapat menjadi rumah rahasia.

Memilih mainan anak yang direkomendasikan pada anak usia ini, di antaranya:
- Lilin atau tanah liat untuk dibentuk sedemikian rupa menjadi seperti makanan.
- Bermain peran dengan menggunakan kostum tertentu, bisa menjadi permainan yang diberikan kepada anak usia ini. Misalnya, anak laki-laki menggunakan kostum pemadam kebakaran dan anak perempuan berperan sebagai seorang ibu yang memasak makanan untuk anaknya.
- Mainan lain yang sudah dikenal anak sebelumnya, seperti menggambar, membangun dengan menggunakan blok, dan puzzle, masih bisa diberikan. Tentunya tingkat kesulitannya disesuaikan dengan kemampuan anak.

❤ Mainan Anak Usia 5 Tahun ke Atas

Sebagian besar anak pada usia lima tahun sudah beraktivitas di sekolah. Pemahaman mereka pada lingkungan sekitar sudah jauh lebih baik. Saat ini anak dalam tahap menguasai keterampilan yang baru, seperti menangkap bola ataupun mengepang rambut orang lain.

Anak-anak usia ini mulai menunjukkan minat mereka, mulai dari kegemaran membaca atau keinginan untuk belajar alat musik. Kemampuan motorik, seperti mengendarai sepeda roda dua, juga akan semakin terasah.

Beberapa mainan lain yang lebih menantang, misalnya:
- Mengajak bersepeda di alam bebas. Permainan ini mendorong koordinasi tubuh, perkembangan motorik, dan keterampilan menyelesaikan masalah.
- Bermain kartu atau board game (ular tangga, monopoli) sangat baik untuk mengajarkan anak tentang aturan, strategi, menanti giliran, bekerjasama dan bersikap sportif.
- Anak sudah mulai dapat belajar alat musik seperti biola, piano, gitar atau alat musik lainnya. Selain itu, satu set alat-alat sains atau teropong dapat dimanfaatkan jika anak berminat pada bidang tersebut, karena dapat melatih kemampuan menyelesaikan masalah, menciptakan penemuan, serta mengasah imajinasi.
- Selain memerhatikan jenis mainan anak yang tepat berdasarkan usia, memilih mainan anak juga harus memerhatikan bahan, warna, ataupun bentuk mainan yang mungkin berisiko melukai anak. Jadi jangan salah pilih, jadikan mainan anak sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan edukatif. Jika Anda bingung bagaimana memilih mainan anak sesuai dengan usianya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog anak, agar mendapatkan rekomendasi yang tepat.

Photos from Bionic Collection's post 28/09/2018

Free ongkir dan sub ongkir 10ribu info lebih lanjut bisa klik link 👉 bit.ly/TasliemKids2

25/09/2018

KENALI PENYEBAB BAYI SUSAH MAKAN

Bayi susah makan memang menjadi problem yang kerap membuat orang tua bingung. Ada berbagai penyebab bayi susah makan yang penting diketahui, agar orang tua dapat mencari cara mengatasinya.

Sebenarnya ada saat-saat tertentu di mana bayi susah makan. Misalnya, saat bayi tumbuh gigi, nafsu makan sedang menurun, atau kemungkinan bayi memang susah makan. Anda harus sabar dalam menghadapinya dan berusaha memahami apa yang diinginkan bayi agar ia mau makan.

Berbagai Penyebab Bayi Susah Makan

Selain karena tumbuh gigi, ada kondisi lain yang bisa menyebabkan bayi sulit makan. Agar tidak menjadi beban pikiran, berikut hal-hal yang dapat menyebabkan bayi susah makan beserta cara mengatasinya:

- Sariawan
Kondisi ini bisa membuat bagian dalam mulut terasa perih, sehingga Si Kecil enggan untuk makan. Ciri-ciri anak mengalami sariawan yaitu ada bulatan berwarna putih atau kuning di bagian dalam bibir, p**i, atau gusi. Kondisi ini sebenarnya jarang terjadi pada bayi berusia 10 bulan ke bawah, tapi tetap mungkin dialami oleh bayi Anda.

Penyebab sariawan pada bayi termasuk cedera atau luka pada mulut misalnya akibat tergigit, selain itu juga bisa disebabkan oleh kekurangan vitamin, kurangnya asupan cairan, alergi makanan, terinfeksi virus, atau karena faktor keturunan.

Untuk meredakan keluhan, kompres sariawan dengan es batu guna meredakan rasa nyeri atau membuatnya mati rasa. Bisa juga dengan mengoleskan larutan yang terdiri dari air, garam, dan soda kue. Celupkan kapas pada larutan, lalu tempelkan pada sariawan sebanyak 3-4 kali sehari.

- Menolak makanan baru
Bayi Anda mungkin merasa asing dengan rasa atau tekstur dari jenis makanan yang baru diperkenalkan, sehingga dia menolak mengonsumsinya. Coba berikan makanan yang tidak berbeda jauh dari makanan sebelumnya. Jika Si Kecil menyukai bubur wortel, coba perkenalkan makanan lain seperti bubur ubi manis kepadanya. Tampilan dan tekstur yang mirip bisa membantu bayi berkenalan dengan makanan baru tersebut.

Saat memperkenalkan bayi makanan baru, berikan dalam porsi yang kecil, sedikit demi sedikit. Jika dia menolak, jangan dipaksa. Perkenalkan kembali makanan baru tersebut di lain waktu. Hindari p**a terlalu sering memberikan jenis makanan baru yang berbeda-beda. Biarkan anak terbiasa pada satu jenis tekstur dan rasa makanan, kemudian beralih ke jenis makanan lainnya secara bertahap.

- Refluks gastroesofagus (GERD)
Kondisi ini membuat bayi mengeluarkan isi lambungnya. Meski begitu, GERD berbeda dengan muntah biasa. Ciri-ciri bayi mengalami GERD yaitu menangis, rewel berlebihan, bahkan sampai sulit tidur, lesu, serta pertumbuhan tidak seperti bayi-bayi lain seusianya. Kondisi ini bisa dibarengi oleh esofagitis (peradangan pada dinding esofagus) atau tidak. Esofagitis bisa membuat bayi sakit saat menelan, sehingga dia memilih untuk tidak makan.

Cara mengatasi bayi susah makan karena kondisi ini, mungkin dengan menjaga posisi bayi agar tetap tegak setelah makan, selama 30 menit. Hindari memberinya makanan dalam porsi besar. Jauhkan p**a dia dari asap rokok. Jika cara di atas tidak efektif, bawalah ke dokter untuk diberi pengobatan bila diperlukan.

Selain itu, bayi susah makan juga dapat disebabkan bayi masih kenyang, lelah, atau sakit. Jika hal ini yang terjadi, tidak perlu khawatir. Umumnya setelah kondisi fisiknya telah pulih, saat merasa lapar, bayi akan kembali makan.

Pastikan makanan yang diberikan kepada Si Kecil sesuai dengan jenis makanan yang dianjurkan untuk usianya. Meski bayi mengalami susah makan, jangan berikan makanan mengandung MSG hanya demi meningkatkan nafsu makannya. Lebih disarankan untuk berkonsultasi ke dokter, jika bayi terus menerus mengalami susah makan meski berbagai macam cara telah dilakukan.

24/09/2018

Membuat Si Kecil Merasa Nyaman Saat Bermain Dan Belajar Di Rumah

Punya anak yang sedang aktif-aktifnya bergerak kesana kemari, tentu jadi momen bahagia yang kadang membuat kita kewalahan. Tapi bunda tak perlu khawatir, karena begitulah momen tumbuh kembang pada setiap mereka.

Hal yang menjadi tugas kita sebagai orangtua adalah menemani mereka pada satiap perkembangan dan aktivitasnya. Tentu dengan sesuatu yang menyenangkan dan sesuai dengan keinginannya.

Nah yang jadi pertanyaan, bagaimana menciptakan kegiatan yang menyenangkan untuknya? Bunda bisa contek beberapa hal ini untuk dilakukan di rumah.

1. UNTUK MENGASAH KEMAMPUAN IMAJINASI MILIKNYA, BERIKAN DIRINYA KEBEBASAN UNTUK MEMILIH KEGIATAN

Jika selama ini kebanyakan orangtua selalu menilai tingkat perkembangan otak seorang anak dari tingkat kecerdasan yang ia punya. Ini adalah salah! Lebih dari itu, sebenarnya ada hal lain yang perlu kita perhatikan. Yakni kemampuan berkonsentrasi untuk menemukan imajinasi. Untuk itu biarkan ia memilih sendiri.

Jika memang pilihan yang ia pilih adalah bermain mewarnai. selanjutnya Bunda bisa memberinya kesempatan untuk memilih sendiri model gambar yang akan ia warnai sendiri. Meski terkesan seperti sedang bermain, nyatanya aktivitas ini telah memintanya untuk berkonsentrasi. Bahkan melibatkan anggota tubuh dan perasaan miliknya.

2. TAK HANYA MENDENGARKAN KITA BERCERITA, BIARKAN IA BERMAIN DENGAN BERCERITA

Jika bunda merasa bahwa mendongeng tak lagi efektif untuknya, sepertinya bunda sedang keliru. Sampai kapanpun aktivitas storytelling lewat mendongeng tentu jadi hal yang akan membantu tumbuh kembangnya. Maka buatlah sesuatu yang baru, dengan bertukar peran dengannya.

Jika biasanya bunda jadi si pencerita, sekarang giliran si kecil yang akan bercerita lewaat sebuat permainan. Dengan begitu ia akan terlatih untuk berkata-kata. Dan ini jadi kegiatan yang akan berbeda dari sekedar mendengar atau membaca saja. Karena ketika ia sedang bercerita ada stimulasi otak untuk yang berbeda dengan aktivitas lainnya. Sehingga kemampuannya dalam mengingat sesuatu pelan-pelan akan terasah.

3. KEMUDIAN MANFAATKAN SEGALA SESUATU YANG BISA MEMBUATNYA BERMAIN LEBIH LELUASA

Ruang keluarga dan kamar miliknya jadi tempat yang baik untuk si kecil bisa berkreasi ses**anya. Bunda bisa memilah beberapa perabotan yang ada untuk mendukung suasana bermain yang semakin mendukung kegiatannya. Mulai dari kursi, bantal, hingga benda lain yang memungkinkan membantu proses bermainnya.

Tak selalu harus mewah, yang penting suasanya bisa membantu untuk berkreasi ses**anya. Setelah itu, ajar p**a ia untuk terbiasa membereskan semua alat bermain yang baru saja ia pakai. Jangan sampai semua benda-benda itu ditinggalkan begitu saja. Karena meski usianya masih kecil, membiasakan ia berberes mainan itu perlu. Ini akan menjadikannya tumbuh sebagai anak yang disiplin, termaksud dalam hal bermain.

4. PASTIKAN P**A AREA BERMAINNYA BERSIH DAN TAK BERBAHAYA

Nah untuk yang satu ini, jangan sampai luput dari perhatian ya bun. Kita harus memastikan bahwa ia berada pada tempat yang aman. Karena tempat bermainnya berada di dalam rumah. Bukan tak mungkin ia lepas dari pengawasan yang kita punya. Apalagi di usia yang terbilang masih sangat kecil, tentu ia tak tahu jika hal-hal di sekitarnya bisa membahayakan keselamatannya.

Untuk itu, hindari menempatkan dirinya di sekitar tempat yang terdapat stop kontak, terminal listrik, kabel rol, atau disekitar lemari yang tentu berbahaya. Karena kemampuannya yang sedang ingin tahu banyak hal, sering mendorongnya melakukan sesuatu yang tak seharusnya. Tentu bunda tak ingin kan, jika tiba-tiba si kecil memasukkan jari miliknya kedalam terminal listrik yang ada di dekatnya.

5. SERTA LINDUNGI IA DARI GIGITAN NYAMUK SELAMA BERMAIN
Hal yang tak kalah penting untuk di perhatikan adalah melindungi ia dari gangguan serangga, khususnya nyamuk. Karena kulit si kecil yang masih tergolong lembut, sering jadi mangsa sedap untuk si nyamuk. Jangan sampai aktivitasnya bermain terganggu hanya karena adanya nyamuk yang berkeliaran di sekelilingnya.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Bekasi
17510