Aku Sehat Lagi

Aku Sehat Lagi

Share

ASL (Aku Sehat Lagi) punya kepedulian untuk memperbaiki mindset masyarakat menjadi lebih sehat.

Mindset sehat itu berawal dari Nutrisi dan Pola Hidup Sehat dan sangat berguna untuk menghadapi ancaman 5 maladies: Diabetes, Kanker, stroke, jantung, syaraf

iwitness tour 2022 bersama Hempel Foundation, video 1 16/09/2022

Keberangkatan ke Uganda. Nantikan video berikutnya yaa...

iwitness tour 2022 bersama Hempel Foundation, video 1

Photos from Aku Sehat Lagi's post 15/09/2022

Memulai hari yang menyenangkan, karena hari ini saya akan memulai perjalanan 8 hari ke Uganda bersama Hempel Foundation, WWF, dan Save The Children.

Sebagai Hempel Foundation ambassador, saya dan team serta Save The Children akan mengunjungi dan beraktivitas dengan anak-anak di 2 sekolah di Kasese, dan bersama WWF mengunjungi 2 taman nasional yang luar biasa : Rwenzori National Park dan Queen Elisabeth National Park.
Bagi teman-teman yang juga bersemangat seperti saya, silakan tulis di kolom komentar ya. Dan jangan lupa mau titip keseruan apa untuk saya bawa dari Uganda. Bantu doakan supaya perjalanan saya lancar dan selamat ya......

It's a great start to the day, because today I'm starting an 8 day trip to Uganda with the Hempel Foundation, WWF, and Save The Children.
As Hempel Foundation ambassadors, my team and Save The Children will visit and work with children at 2 schools in Kasese, and with WWF visit 2 extraordinary national parks: Rwenzori National Park and Queen Elisabeth National Park.

For friends who are also excited like me, please write in the comments column. And don't forget what fun I want to bring from Uganda. Please pray for my smooth and safe journey....

04/02/2020

Tidak perlu panik menghadapi Virus Corona
Kalau ditanya, apa sih berita menyangkut kesehatan yang paling hangat akhir-akhir ini? Bisa dipastikan pasti banyak yang akan menjawab berita mengenai merebaknya virus Corona yang berasal dari kota Wuhan di Tiongkok. Bukan hanya hangat, tapi juga sudah menghebohkan dunia dengan ditetapkannya wabah ini sebagai wabah global oleh WHO.
Di Indonesia, Pemerintah bisa dibilang bereaksi cepat, mulai dari melakukan cek suhu tubuh orang-orang yang datang dari negara-negara yang terpapar virus, kemudian menyiapkan ruang-ruang isolasi di banyak rumah sakit untuk menampung pasien yang terindikasi (suspect) terinfeksi virus Corona, mengevakuasi pulang 243 WNI dari provinsi Hubei, sampai menunda penerbangan langsung dari dan ke Tiongkok. Di sisi lain sekalangan masyarakat tidak kalah heboh, mulai dari ramai-ramai antre beli masker di Batam, mendesak evakuasi WNI di Tiongkok, tapi begitu jadi dievakuasi malah ada yang panik dan menolak WNI yang dievakuasi diobservasi di Natuna.
Sebelum Anda ikutan panik, ada baiknya membaca dulu informasi yang kami bagikan berikut ini.
1. Apa itu Virus Corona?
Virus Corona Wuhan atau tepatnya Novel Corona Virus, adalah virus yang menyerang saluran pernafasan. Bentuknya seperti mahkota, makanya diberi nama Corona (berarti mahkota). Ternyata varian virus Corona itu ada beberapa. Yang mungkin masih kita kenal adalah SARS dan MERS itu juga masuk keluarga Virus Corona dan juga menyerang saluran pernafasan. Bagian tubuh yang diserang oleh virus ini hampir sama dengan virus influenza yang ada di masyarakat kita yaitu saluran pernafasan atas dan paru-paru.
Seperti layaknya virus, untuk berkembang biak memerlukan inang (hewan atau manusia) dan lingkungan yang cocok. (dr. Tifauzia Tyassuma MSc., Telegram ILK, 30 Jan 2020). Berbeda dengan SARS yang awalnya menular dari kelelawar kemudian ke musang, baru ke manusia, Novel Corona virus ini menular langsung dari kelelawar ke manusia atau dari manusia ke manusia. Ini artinya gen kelelawar dan manusia, dalam hal ini Ras MONGOLOID ASIATIC cocok menjadi tempat berkembang virus ini. Sampai saat ini belum ada catatan ras lain seperti ras MONGOLOID MALAYAN (orang Indonesia) atau KAUKASOID (Eropa) yang terjangkit.
Dari segi lingkungan, virus Corona ini masih cukup stabil hidup pada suhu 80oC sampai suhu beku di bawah 0oC, namun layaknya sifat umum virus, lingkungan yang lembab adalah lingkungan yang ideal bagi berkembang biaknya virus. Artinya Indonesia adalah tempat yang ideal bagi virus ini, sama seperti virus influenza. Selain itu, di dalam tubuh, biasanya virus ini juga bersemayam dalam beberapa cairan tubuh seperti partikel air di mulut atau hidung.
Waktu inkubasi atau waktu mulai berkembang biak virus ini di inang yang baru adalah 2-14 hari. Sehingga gejala-gejala terjangkit baru timbul 2-14 hari setelah terinfeksi. Setelah masa inkubasi lewat, virus ini bisa mati sendiri apalagi bila tingkat imunitas inangnya cukup baik. (dr. Muhammad Syahril, Kompas TV, 4 Feb 2020). Hanya saja, layaknya virus lain, bila masuk ke tubuh inang yang baru, virus ini juga akan diikuti teman-temannya yang lain yaitu kuman atau bakteri, yang menyebabkan infeksi kedua, yang terkadang memberikan efek yang lebih berbahaya dibandingkan infeksi virus.

2. Cara penularan
Ada beberapa cara penularan virus Corona ke manusia:
• Dari hewan ke manusia  terdeteksi penularan dari kelelawar ke manusia, bisa karena sentuhan atau konsumsi makanan kelelawar
• Dari manusia ke manusia  dari droplet atau lontaran cairan dari mulut atau hidung saat bersin atau batuk, dan karena bersentuhan, seperti berjabat tangan atau memegang benda yang baru dipegang penderita tanpa cuci tangan
• Melalui udara  Hal ini masih dugaan karena belum terbukti. Kalau toh ada penularan karena virus yang “terbang” di udara, jaraknya tidak lebih dari 6 meter (dr. Muhammad Syahril, Kompas TV, 4 Feb 2020)

3. Tingkat Bahaya

Dari segi kecepatan penularan, Novel Corona Virus ini lebih cepat dibandingkan dengan sepupunya, SARS maupun MERS. Bisa dilihat, dalam 2 pekan saja sudah menginfeksi 2000-an orang dan dalam 1 bulan sudah 14.000 orang yang terjangkit.

Namun tingkat fatality nya lebih rendah dibandingkan SARS atau MERS. Kalau SARS, 10% yang terjangkit meninggal dunia, dan MERS 37%, Novel Corona Virus ini tingkat fatality nya hanya 2% atau sekitar 300-an orang yang meninggal dari 14.000 yang terjangkit.

Kenapa kok SARS dan Novel Corona Virus mengganas di bulan Desember-Januari? Itu karena di bulan Desember dan Januari di belahan bumi Utara mengalami musim dingin dengan suhu yang sangat rendah. Bukan berarti di suhu rendah, Corona Virus menjadi lebih sakti, namun saat suhu dingin, pembuluh darah tubuh ikut menyempit, khususnya pembuluh darah ke hidung dan saluran nafas. Kondisi ini menyebabkan metabolisme menurun dan transportasi zat kekebalan tubuh dalam darah jadi terhambat, nafas juga susah. Kondisi ini sama kalau kita naik gunung, pada suhu yang rendah, hidung jadi gampang tersumbat, gampang pilek dan gampang flu.

4. Cara pencegahan dan pengobatan

Bicara pencegahan, sering mencuci tangan dan menggunakan masker adalah cara paling minimal dan efektif untuk mencegah kita tertular.
Sampai saat ini, belum ada pengobatan medis (serum anti virus) yang mampu mengobati penderita flu virus corona. Namun dari penjelasan di atas, virus Corona akan mati sendiri dihajar system imunitas tubuh.

Dari catatan yang ada, dari 300 orang yang meninggal, seluruhnya berusia di atas 48 tahun dan telah menderita penyakit-penyakit seperti gagal ginjal, pneumonia, diabetes, dan jantung. Bisa dipastikan mereka ini mengalami gangguan dalam system kekebalan tubuh dan menyebabkan virus Corona menjadi lebih berbahaya. Apalagi ditambah suhu yang rendah di Tiongkok saat ini.

Oleh karena itu, untuk pencegahan terbaik adalah sering cuci tangan, pakai maskser, dan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan mengkonsumsi banyak buah dan sayur. Bila system kekebalan tubuh kita prima, kalau pun tertular, dalam seminggu kita akan sehat kembali.

Setelah mengetahui informasi di atas, perlukah kita panik dan khawatir berlebihan seperti saudara-saudara kita di Natuna? Bagi kami, waspada perlu tapi khawatir berlebih apalagi sampai panik dan meliburkan sekolah atau minta 238 WNI diobservasi di kapal perang, sungguh tidak perlu. Apalagi pangkalan militer Raden Sadjat berjarak 1 km dari permukiman terdekat dan 5 km dari pusat kota.
Kasarannya begini, syarat warga Natuna tertular itu kalau terpenuhi semua syarat di bawah:
1. Ada WNI dari Wuhan yang memang sudah terinfeksi  sampai saat ini mereka masih dinyatakan sehat. Kalau tidak sehat pasti tidak boleh meninggalkan Tiongkok
2. Warga natuna harus menerobos keamanan pangkalan dan berjarak di bawah 5 meter dari penderita
3. Warga Natuna kemudian bersentuhan atau terkena droplet dari penderita yang tidak mau pakai masker
4. Warga Natuna yang bersentuhan dengan penderita, tidak pakai masker dan tidak mau cuci tangan
5. Warga Natuna itu kebetulan memiliki system kekebalan tubuh yang buruk
Dari syarat-syarat di atas, syarat no 1 saja sudah tidak terpenuhi, karena sampai saat ini para saudara kita dari Wuhan itu masih sehat. Syarat no 2-4 hanya dilakukan oleh orang yang iseng dan nekat luar biasa. Artinya, sangat kecil malah hampir 0% kemungkinan akan ada wabah Virus Corona karena observasi warga WNI Wuhan di sana.
Jadi….mari waspada, tapi tidak usah panik. Yuk sehat lagi….!
Ditunggu komentar dan diskusinya di kolom komentar.

Team ASL

BPJS Kesehatan Defisit, Ini Daftar Penyakit dengan Klaim Terbesar 13/10/2019

BPJS ku sayang BPJS ku malang

Beberapa hari ini ruang pemberitaan kita dipenuhi dengan banyak kegaduhan yang saling bersahutan bagaikan cerita bersambung yang belum ada bagian akhirnya. Mulai dari rangkaian demo berhari-hari yang dilakukan oleh mahasiswa, pelajar, dan “penumpang gelap”, dilanjutkan dengan desakan kepada Presiden untuk menerbitkan Perpu KPK, dan terakhir adalah peristiwa penusukan seorang pejabat publik di daerah Pandeglang.

Segala kegaduhan ini seolah menutupi 1 isu yang sudah berhembus sebelumnya dan akan menjadi perhatian masyarakat yaitu rencana Pemerintah yang akan menaikkan iuran tahunan BPJS di awal tahun 2020. Besaran kenaikannya pun tidak tanggung-tanggung yaitu 100% untuk peserta mandiri kelas 1 dan kelas 2. Rencana ini dibuat mengingat kondisi BPJS kesehatan yang terus merugi sejak tahun 2014 dan defisitnya semakin meningkat setiap tahun. Bayangkan saja, di akhir 2014 BPJS sudah mengalami kerugian Rp 4 triliun, kemudian di akhir 2018 meningkat menjadi Rp 14 Triliun, dan di akhir 2019 diperkirakan menyentuh angka Rp 19 Triliun.

Sempat terjadi polemik antara Pemerintah (kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan) dengan beberapa kelompok masyarakat. Data menunjukkan bahwa BPJS selalu merugi sejak 2014 dan angkanya semakin membesar dari tahun ke tahun. Pemerintah menganggap pilihan menaikkan iuran tahunan adalah opsi terakhir yang bisa diambil karena pemasukan BPJS tidak mampu menutup biaya klaim kesehatan masyarakat dikarenakan banyak sekali peserta BPJS yang tidak membayar kewajiban iuran tahunannya, sedangkan di sisi masyarakat, karena merasa sudah membayar pajak, masyarakat merasa berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dari negara, tanpa menambah beban masyarakat itu sendiri.

Bila kita telaah, kedua pendapat tadi memang tidak salah, walau terasa tidak fokus ke arah yang benar, yaitu fokus kepada akar masalah dan fokus kepada hal yang substansial. Bila fokus kepada akar masalah, pemecahannya akan menjamin kejadian defisitnya BPJS tidak berlanjut dan tidak akan terulang lagi. Mari kita melakukan Analisa akar masalah dari kasus ini.

A. Penyakit-penyakit dengan klaim kesehatan terbesar

Seharusnya Kementerian Kesehatan memberikan lebih banyak waktu untuk menganalisa penyakit-penyakit apa yang menyumbang klaim kesehatan terbesar. Lebih produktif bila kementerian Kesehatan membuat program mengurangi penyakit-penyakit utama ini ketimbang mengurusi kepesertaan masyarakat dalam BPJS dan besaran iuran tahunan BPJS Kesehatan.

Dalam laporan TEMPO tanggal 26 Agustus 2019 (https://bisnis.tempo.co/read/1240301/bpjs-kesehatan-defisit-ini-daftar-penyakit-dengan-klaim-terbesar), di sepanjang tahun 2018, BPJS harus membayar klaim kesehatan sebesar Rp 79 triliun untuk 84 juta kasus kesehatan. Angka ini lah yang membuat BPJS Kesehatan defisit Rp 14 triliun.

Berikut adalah daftar penyakit dengan klaim kesehatan terbesar :
1. Jantung dan kardiovaskular : Rp 9,3 Triliun
2. Kanker : Rp 2,9 Triliun
3. Stroke : Rp 2,2 Triliun
4. Gagal ginjal : Rp 2,1 Triliun
5. Thalassemia : Rp 430 Miliar

Itulah 5 penyakit katastropik (membutuhkan perawatan khusus) utama dengan klaim kesehatan terbesar. Bila kita bisa mengurangi kasus penyakit-penyakit ini, niscaya defisit BPJS bisa ditekan dan masyarakat jadi lebih sehat.

B. Akar masalah penyakit-penyakit utama

Bila kita telaah lagi, selain Thalassemia yang merupakan penyakit bawaan lahir, penyebab dari penyakit-penyakit utama di atas adalah OBESITAS dan DIABETES selain pola hidup dan pola makan tidak sehat.
Secara ilmiah dapat dibuktikan bahwa selain rokok, OBESITAS adalah penyebab utama penyakit jantung, Kanker, dan Stroke.
Sedangkan DIABETES adalah penyebab lain dari penyakit jantung, Sroke, dan sangat terkait dengan peningkatan penderita kanker. Selain itu, pemakaian obat diabetes dalam jangka Panjang (lebih dari 2 tahun), akan meningkatkan resiko gagal ginjal.

C. Usulan penyelesaian masalah

Setelah mengetahui akar masalah penyakit yang membebani BPJS Kesehatan, baik masyarakat maupun pemerintah secara bahu membahu dapat menjalankan program perbaikan masing-masing yang mampu memberikan hasil yang saling menguntungkan (win-win solution). Berikut adalah usulan perbaikannya :

Bagi masyarakat :
1. Selalu mengkonsumsi sayuran dan buah setiap hari
2. Memperbanyak konsumsi protein nabati dan ikan
3. Mengurangi makanan dan minuman manis
4. Mengurangi makanan dalam kemasan khususnya mie instan
5. Istirahat yang cukup
6. Hidup aktif/olahraga

Hal yang bisa dilakukan pemerintah (kementerian kesehatan dan kementerian keuangan):

1. Menggiatkan kampanye “piringku” dan menghapuskan konsep 4 Sehat 5 Sempurna dari kurikulum sekolah
2. Mengkampanyekan makan karbohidrat kompleks pengganti nasi putih seperti beras berwarna, sagu, dan umbi-umbian
3. Memberikan cukai kepada makanan dengan kandungan 4P (Pemanis, Pewarna buatan, Penguat Rasa, Pengawet) karena bahan-bahan ini akan memberi resiko kesehatan pada masyarakat sama seperti rokok

Dengan program yang jelas dan terarah, penyakit-penyakit utama dapat dicegah, dan dengan perbaikan pola makan dan pola hidup, penyakit seperti jantung, stroke, kanker, diabetes akan dapat dipulihkan.

Bagi yang ingin bertanya lebih lanjut mengenai program pemulihan penyakit-penyakit utama, bisa mengirimkan surel ke : [email protected], atau memberikan pertanyaan pada kolom komentar.

Salam Sehat
Team ASL

BPJS Kesehatan Defisit, Ini Daftar Penyakit dengan Klaim Terbesar Selama tahun 2018, BPJS Kesehatan telah menghabiskan dana Rp 79,2 triliun untuk pembayaran klaim 84 juta kasus penyakit peserta.

03/05/2019

Seberapa dekat kita dengan Maladies?

Dalam postingan ASL yang pertama, penulis menyinggung istilah maladies di dalamnya. Di dalam postingan kali ini, mari membahas definisi Maladies dan seberapa dekat maladies ini dengan kita.

Malady dalam bahasa Indonesia berarti penyakit. Sehingga bila maladies kita terjemahkan secara bebas, berarti kelompok penyakit utama yang bisa menyebabkan bencana pada kehidupan kita.
Dalam buku Body Revolution (Tyassuma, 2018), Dr. Tifausia Tyassuma memasukkan 5 penyakit dalam kategori maladies. Kelima penyakit itu adalah : Diabetes, kanker, stroke, jantung & kardiovaskuler, syaraf dan kejiwaan.
Setelah melihat kondisi terkini di Indonesia, ASL menambahkan 1 penyakit lagi ke dalam kategori Maladies. Penyakit itu adalah Obesitas. Sejak tahun 2000, Obesitas sudah dikategorikan sebagai penyakit tidak menular oleh WHO.

Kembali ke pertanyaan utama kita, seberapa dekat sih kita dengan maladies? Baru-baru ini, tepatnya di bulan Maret 2019, team ASL melakukan survey dan penelitian berkaitan kondisi tubuh dan maladies terhadap siswa dan keluarganya dari salah satu SMP besar dan cukup ternama di Cikarang. Hasilnya cukup mengejutkan dan membuat kita lebih waspada. Dalam survey dan penelitian tersebut, ditemukan bahwa 20% siswa laki-laki sudah terindikasi obesitas. Kemudian ditemukan bahwa60% para siswa dan keluarganya sudah sangat dekat dengan penyakit-penyakit maladies, karena minimal 1 penyakit telah diderita oleh diri mereka atau keluarganya atau teman/saudara/orang yang dikenal oleh keluarga mereka.

Bila sudah ada dalam kondisi ini, ada 2 hal yang bisa kita lakukan :
1.Segera menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi nutrisi sehat agar terhindar dari maladies
2.Bila penyakit-penyakit maladies sudah diderita oleh keluarga atau saudara atau teman, diharapkan kita aktif untuk mengajak si penderita untuk kembali ke pola hidup sehat dan mengkonsumsi nutrisi sehat, karena seberapa pun parah penyakit yang diderita masih dapat disembuhkan dengan bantuan nutrisi sehat dan pola hidup sehat.

Nah, supaya lebih interaktif, team ASL ingin juga tahu kondisi pembaca page ini. Silakan jawab 3 pertanyaan interaktif di bawah :

1.Apakah Anda sedang menderita penyakit dalam kategori maladies? Ya/Tidak yaitu: ____
2.Apakah ada anggota keluarga yang sedang menderita penyakit maladies? Ya/tidak yaitu: ___
3.Apakah ada teman yang sedang menderita penyakit maladies? Ya/Tidak yaitu:___

Silakan jawab 3 pertanyaan di atas di kolom komentar di bawah. Teman-teman juga bisa menjawabnya via email : [email protected] bila ingin lebih personal.

Salam Sehat Lagi
ASL

08/04/2019

Happy morning
Assalamu'alaikum
Pada dini hari sekitar pukul 02.30 sampai dengan sekitar 05.00 otak memproduksi Hormon yang dibuat langsung oleh Tuhan. Hormon yang menjadi representasi dari *kehadiran Tuhan* menyapa manusia dan alam semesta ini, Tuhan Yang Maha Kasih dan Maha Sayang.
Hormon itu adalah hormon cinta. Namanya *Endorphine* (endorfin. IN) singkatan dari *endogenous morphine*. Morfin alami yang dihadiahkan Allah hanya kepada makhluk ciptaanNya yang paling sempurna: manusia.
Hormon endorfin inilah, yang apabila tubuh kita sehat, akan membangunkan kita di dini hari dalam keadaan pikiran terang benderang, rasa cinta, kasih, dan damai. Alam semesta pun saat dini hari juga diliputi endorfin sehingga dini hari terasa begitu sejuk, tenang, dan damai.
Dan umat beragama rata-rata sesuai tuntunan agama masing-masing, diseyogiakan untuk menunaikan sholat malam, doa fajar, membaca kitab suci, berdoa, dan bertafakur mendekat dan berdialog kepada Sang Illahi.
Endorfin juga membuat pikiran, hati, dan tubuh diliputi rasa cinta dan kasih yang mendalam.
Maka bagi insan yang otaknya sudah mampu memproduksi hormon endorfin secara optimal - dengan catatan sudah menunaikan pola makan dan lifestyle yang halal dan thoyib, maka dirinya akan penuh cinta kasih, tenang, dan selalu bahagia.
Selanjutnya sekitar pukul 05.00 hingga 08.00 teman dari Endorfin berselang akan menggantikannya, hormon yang membuat kita gembira dan bersemangat, cheerful dan ingin menggerakkan badan dengan energik, yang sang *Serotonin*.

Apabila Endorfin sudah keluar sebagaimana mestinya, maka Serotonin akan juga keluar pada waktunya. Itulah hormon yang akan membuat kita di pagi hari ingat untuk olahraga, jalan pagi, berenang, sepeda statis, ataupun sekedar senam-senam kecil.
InsyaAllah dengan kedua hormon penting tersebut, kita akan menempuh hari dalam 16 jam ke depan dengan produktif, efektif, dan bermanfaat bagi bangsa ini. *_Salam endorfin_* (Tifauzia)

Dr. Tifauzia Tyassuma M.Sc.


.tyassuma

06/04/2019

Apabila hari ini kita ditanya, apa yang paling berharga dalam hidupmu, kira-kira apa jawaban kita? Mungkin ada yang menjawab harta, kedudukan, atau keluarga. Kira-kira berapa persen dari kita yang akan menjawab kesehatan sebagai hal yang paling berharga dalam hidup ini? Kalau toh menjawab kesehatan sebagai hal yang paling berharga, berapa persen kira-kira yang memang menerapkan pola makan dan pola hidup sehat? Pola makan sehat berarti selalu makan makanan sehat (selalu makan buah dan sayur dan karbohidrat kompleks), menghindari gula pasir, dan cukup minum air putih. Pola hidup sehat berarti selalu hidup aktif (atau olahraga) dan tidur cukup.

Di zaman milenium ini, sepertinya segala sesuatu yang serba instan dan cepat lebih disukai termasuk makanan instan. Di zaman ini, mie instan dan makanan cepat saji lebih banyak disukai sebagai menu makan ketimbang buah dan sayuran. Sehingga tidak heran kalau semakin banyak orang-orang di sekitar kita yang sudah terkena gangguan kesehatan, bahkan sudah menderita 1 di antara 5 maladies yaitu diabetes, kanker, jantung dan kardivaskular, stroke, dan penyakit kejiwaan dan syaraf (Tiyassuma, Body Revolution, 2018).

Lebih mengkhawatirkan lagi, penderita maladies ini, semakin hari semakin muda. Bulan lalu, saya mendapatkan kabar bahwa ada adik kelas saya di SMA yang masih berusia 32 tahun, meninggal dunia karena serangan jantung, suatu penyakit mematikan yang sampai 30 tahun lalu masih diderita oleh orang yang sudah di atas 50 tahun. Lalu bila penulis melihat lebih ke belakang, sudah ada beberapa teman dan saudara yang meninggal dunia karena serangan stroke di usia 40-an. Bahkan kalau dulu saat penulis kecil, penyakit umum yang diderita anak-anak sekolah adalah diare bila jajan sembarangan, sekarang penyakit semacam ini sudah jarang ditemukan pada anak-anak sekolah. Obesitas adalah penyakit anak sekolah sekarang. Malah bulan lalu, penulis menemukan ada siswa yang baru kelas 9 (3 SMP) yang sudah terindikasi Diabetes Militus.

Bila kita melihat data grafis di bawah, jelaslah bahwa dunia dan Indonesia sekarang sudah berada dalam ancaman besar maladies, dan itu bermula dari pola makan dan hidup tidak sehat yang mengakibatkan obesitas.

Di edisi pertama ASL ini, penulis ingin membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa maladies sudah sangat dekat dengan kita. Bila bukan kita penderitanya, mungkin teman-teman atau saudara atau malah keluarga terdekat kita sudah mengalaminya. Tetapi di sisi lain, penulis ingin mengajak masyarakat untuk merubah mindset bahwa kita bisa terhindar dari maladies dengan kembali melaksanakan pola hidup sehat dan pola makan sehat.

Bahkan bila sudah terkena pun, masih ada harapan kesembuhan dengan nutrisi sehat. Benarkah? Ya, sekarang penulis juga sedang melakukan pendampingan pemulihan kesehatan bagi beberapa teman penderita kanker, stroke, dan jantung. Kondisi teman-teman ini sekarang semakin membaik dan menuju kesembuhan total. Kuncinya adalah konsumsi nutrisi yang sehat. Pada acara peluncuran buku Nutrisi Surgawi bulan Maret 2019, Dr. Taufiq Pasiak, seorang dokter spesialis syaraf, menuturkan bahwa dokter terbaik adalah diri sendi dan obat terbaik adalah nutrisi.

Untuk postingan berikut, mohon masukan dari teman-teman mengenai topik yang menarik yang akan dibahas. ASL juga menawarkan program pemulihan kesehatan 12 minggu bagi teman-teman yang membutuhkan. Silakan berikan komentar dan pertanyaan teman-teman pada bagian comment atau email ke [email protected].

Mari jadikan hidup kita luarbiasa karena AKU SEHAT LAGI.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Azalea 6 No 33 Taman Lembah Hijau Lippo Cikarang
Bekasi
17550