Wulan Herbal

Wulan Herbal

Share

produk 100% original, seller amanah, trusted!

29/04/2021

Ketahui Manfaat dan Cara Mengolah Daging Kambing untuk Kesehatan

Daging kambing yang sering diolah menjadi satai atau sop ini tidak hanya enak, tetapi juga menyehatkan karena banyak kandungan gizinya. Manfaat daging kambing ini bisa diperoleh asalkan dimasak dengan cara yang benar. Yuk, ketahui manfaat daging kambing dan cara mengolahnya dengan benar.

Dalam 100 gram daging kambing, setidaknya terdapat 150 kalori, 27 gram protein, dan 15 gram lemak. Tak hanya itu, daging kambing juga mengandung kalium, vitamin B12, zat besi, magnesium, selenium, dan omega-3.

Ketahui Manfaat dan Cara Mengolah Daging Kambing untuk Kesehatan - Alodokter

Sederet Manfaat Daging Kambing
Karena ada banyak nutrisi yang terkandung di dalamnya, daging kambing sudah pasti memiliki manfaat bagi kesehatan. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari mengonsumsi daging kambing:

Memelihara massa otot
Daging kambing adalah salah satu sumber protein atau asam amino yang baik. Nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga massa otot, meningkatkan stamina dan kekuatan otot, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Setiap orang dewasa perlu mencukupi asupan protein sebanyak 50-70 gram setiap harinya. Jika asupan protein tidak tercukupi, maka tubuh dapat mengalami kekurangan protein.

Hal ini bisa mempercepat penyusutan massa otot seiring bertambahnya usia. Jika dibiarkan, hal tersebut akan meningkatkan risiko terjadinya sarcopenia, yakni penipisan massa otot.

Mencegah anemia
Dalam 100 gram daging kambing, terdapat sekitar 3,5-4 miligram zat besi yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya anemia. Anemia adalah kondisi di mana sel darah merah atau hemoglobin berkurang karena kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat menyebabkan organ dan jaringan tubuh kekurangan oksigen, sehingga fungsinya terganggu.

Mengelola tekanan darah
Dalam 100 gram daging kambing, terkandung sekitar 400 mg kalium. Asupan kalium yang perlu dikonsumsi setiap harinya adalah sebanyak 4500-4700 gram. Kalium dibutuhkan tubuh untuk mengatur detak jantung dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Namun, Anda disarankan untuk tetap memperoleh asupan kalium dari makanan sumber kalium lainnya selain kambing. Hal ini karena kambing mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi, sehingga asupannya perlu dibatasi.

Cara Sehat untuk Mengolah Daging Kambing
Kendati mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh, daging kambing merupakan sumber lemak jenuh. Jika dikonsumsi terlalu banyak, daging kambing justru bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Dalam 100 gram daging kambing matang, setidaknya terkandung sekitar 75 mg kolesterol. Namun, jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan kadar kolesterol dalam daging sapi sirloin yang mengandung 90 mg kolesterol atau dada ayam tanpa kulit yang mengandung 85 mg kolesterol.

Agar tidak membahayakan kesehatan, konsumsi daging kambing atau daging merah lainnya direkomendasikan sebanyak 1-2 porsi setiap minggunya. Daging yang dipilih juga harus daging yang segar dan bersih.

Selain itu, cara mengolahnya juga tidak boleh sembarangan. Anda dianjurkan untuk tidak menggoreng daging kambing karena proses memasak dengan cara menggoreng dapat menambah kadar lemak pada daging kambing yang akan dikonsumsi.

Anda bisa mengolah daging kambing menjadi satai, kambing bakar, kambing panggang, atau sup. Jangan lupa untuk membuang lemak di daging sebelum mengolahnya menjadi santapan yang nikmat.

Dengan mengetahui manfaat daging kambing dan cara mengolahnya, kini Anda bisa memasukkan daging ini ke dalam menu harian. Namun, ingat untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Selain itu, tambahkan p**a buah dan sayur ketika menyantap daging kambing, untuk mencukupi asupan serat yang akan memperlancar pencernaan dan mengurangi penyerapan kolesterol.

Terakhir diperbarui: 20 Agustus 2019
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian

05/03/2021

Cegah Stroke di Usia Muda
Mencegah stroke adalah langkah penting yang bisa dilakukan sejak dini. Beraktivitas fisik, menjalankan pola hidup sehat, bisa dilakukan supaya kamu tidak mengalami stroke di usia muda.

Modifikasi pola makan penting untuk diperhatikan, salah satunya membatasi asupan garam. Jika kamu cenderung mengalami tekanan darah tinggi dan mengonsumsi banyak kandungan garam, maka kamu akan kesulitan dalam mengontrol tekanan darah tinggi, yang menjadi penyebab utama stroke.

Mengurangi atau berhenti merokok sama sekali juga bisa menurunkan risiko stroke di usia muda. Perlu diketahui, terdapat korelasi kuat antara jumlah rokok yang diisap pria di bawah usia 50 tahun dan risiko stroke iskemik.

05/03/2021

2. Diseksi Arteri

Hingga 25 persen stroke pada orang di bawah usia 45 tahun disebabkan oleh pembedahan pembuluh darah di leher. Kondisi ini bisa terjadi karena sejumlah alasan, termasuk trauma akibat olahraga, meskipun sebagian besar pembedahan terjadi secara spontan tanpa trauma.

Pembuluh darah terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan dalam sel yang tipis, lapisan otot, dan lapisan berserat. Lapisan permukaan yang tipis bisa robek, lalu darah bisa masuk ke dinding pembuluh itu. Hal ini menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah dan bisa menyebabkan stroke. Gejala diseksi arteri meliputi:

Sakit kepala
Sakit leher dan wajah, terutama nyeri di sekitar mata
Penglihatan ganda atau kelopak mata terkulai
Penurunan indera perasa secara tiba-tiba

3. Gangguan Pembekuan Darah

Beberapa kondisi, termasuk penyakit sel sabit menyebabkan darah membentuk gumpalan yang bisa berubah menjadi gumpalan dan menyebabkan stroke pada orang berusia muda. Pada kasus ini, stroke mungkin merupakan indikasi pertamba seseorang mengalami pembekuan darah.

4. Penyalahgunaan Zat

Secara khusus, penggunaan kokain dapat menyempitkan pembuluh darah sambil meningkatkan penggumpalan sel darah yang menyebabkan pembekuan. Kondisi inilah yang menyebabkan penyalahgunaan zat berkontribusi terhadap stroke di usia muda. Menghindari penggunaan narkoba dan konsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan mengurangi risiko seseorang terkena stroke pada usia berapapun.

05/03/2021

Penyebab Stroke Terjadi Di Usia Muda
Diperkirakan 10 persen stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Penggunaan obat-obatan terlarang dan kondisi genetik bisa menyebabkan seseorang mengalami stroke di usia lebih muda.

Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stroke di usia muda, biasanya berbeda dari apa yang terjadi pada orang tua. Beberapa penyebab stroke yang terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun, yaitu:

Patent Foramen Ovale
Sekitar 1 dari 4 orang memiliki lubang kecil di dua atrium jantung, yang hadir saat lahir tapi biasanya tidak diskrining, sehingga kebanyakan orang tidak tahu bahwa ia memilikinya. Patent foramen ovale ditandai dengan foramen ovale yang tidak menutup setelah bayi lahir.

Foramen ovale adalah lubang penghubung bilik jantung (atrium) kanan dan kiri, berfungsi mengedarkan darah ke seluruh tubuh bayi selama dalam kandungan karena paru-paru belum berfungsi. Normalnya, foramen ovale tertutup otomatis setelah bayi dilahirkan karena fungsinya digantikan oleh paru-paru. Jika foramen ovale tidak menutup maka akan menimbulkan penurunan aliran oksigen ke otak dan bercampurnya darah yang kaya oksigen dengan darah yang minim oksigen.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


DARMAWANGSA
Bekasi