Bunda Aksa

Bunda Aksa

Share

Welcome

29/04/2021

Cara Mengatasi dan Obat Sembelit Anak yang Efektif



Bunda tidak perlu panik jika anak mengalami sembelit. Sembelit yang dialami Si Kecil dapat diatasi dengan pemberian obat sembelit anak sesuai anjuran dokter dan beberapa langkah perawatan secara mandiri di rumah.

Sembelit merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering terjadi pada anak. Anak dikatakan mengalami sembelit jika ia buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, terlihat harus mengejan atau berusaha keras untuk mengeluarkan tinja, atau kotorannya tampak keras, kering, dan kecil-kecil.



Cara Mengatasi dan Obat Sembelit Anak yang Efektif - Alodokter

Keluhan sembelit yang dialami anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

Terlalu banyak minum susu atau kurang asupan serat
Kurang minum air putih
Stres
Jarang bergerak atau kurang olahraga
Efek samping obat-obatan tertentu
Langkah Perawatan Alami di Rumah
Sebelum memberikan obat sembelit kepada anak, Bunda dapat melakukan perawatan secara mandiri di rumah untuk mengatasinya, yaitu dengan:

1. Memberi anak makanan mengandung serat
Konsumsi makanan kaya akan serat, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, serta buah dan sayur, dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mengatasi sembelit pada anak. Jika anak susah makan buah atau sayur, coba mulai dengan buah yang rasanya manis, seperti apel atau melon.

Mengonsumsi cukup serat akan membuat tinja anak lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, aneka makanan berserat di atas juga mengandung banyak nutrisi, seperti vitamin dan mineral, yang dibutuhkan oleh anak.

2. Memenuhi kebutuhan cairan tubuh anak

Ketika anak kurang minum, tekstur tinjanya akan menjadi lebih keras, sehingga lebih sulit untuk dikeluarkan ketika BAB.

Oleh karena itu, Bunda perlu memenuhi kebutuhan cairan Si Kecil sehari-hari. Dengan memberikan anak cukup minum air putih, tekstur tinjanya akan menjadi lebih lunak, sehingga proses buang air besar menjadi lebih mudah.

Selain itu, Bunda juga bisa memenuhi kebutuhan cairan Si Kecil dengan memberikannya buah dan sayur yang kaya akan air, misalnya semangka, tomat, selada, kembang kol, dan bengkoang.

3. Mengurangi pemberian susu sapi
Sebagian anak bisa mengalami sembelit akibat intoleransi laktosa atau alergi terhadap susu sapi yang dikonsumsinya. Jika Bunda mendapati Si Kecil sering mengalami sembelit setelah ia minum susu sapi, maka sebaiknya hentikan pemberian susu tersebut untuk sementara waktu.

Untuk memilih jenis susu lain yang dapat Si Kecil konsumsi sebagai pengganti susu sapi, Bunda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter anak.

4. Mendorong anak untuk tetap beraktivitas
Ajak anak untuk lebih aktif bergerak. Berikan anak waktu untuk bermain secara aktif setidaknya 30-60 menit tiap hari untuk menjaga pergerakan usus dan melancarkan proses pencernaan.

Untuk membuatnya lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas fisik, Bunda juga bisa berolahraga bersama Si Kecil. Misalnya mengajak anak bersepeda, berenang, atau sekadar berjalan santai.

5. Membuat jadwal makan anak
Makan secara teratur mampu merangsang gerakan saluran cerna anak, sehingga anak juga terbiasa untuk buang air besar secara rutin. Salah satu cara sederhana yang bisa Bunda lakukan adalah dengan memberikan anak sarapan setiap pagi.

6. Membiasakan anak ke toilet
Toilet training atau membiasakan anak ke toilet baik dilakukan terutama setelah ia makan atau saat anak merasa ingin buang air besar (BAB).

Anak biasanya menahan untuk pergi ke toilet karena takut ke toilet sendiri atau tidak nyaman dengan kondisi toilet. Pastikan anak tidak menahan BAB agar tinjanya tidak mengeras dan sulit dikeluarkan.

Penggunaan Obat Pencahar yang Aman
Jika pengobatan di rumah tidak dapat mengatasi sembelit pada anak, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan obat sembelit yang aman untuk anak.

Obat sembelit yang berupa obat pencahar tidak selalu disarankan bagi anak-anak. Jenis obat ini hanya diberikan pada kondisi tertentu berdasarkan pertimbangan medis, sehingga Bunda harus berhati-hati saat memberikan pencahar kepada anak.

Berdasarkan cara kerjanya, obat sembelit ada 2 jenis, yaitu:

Obat sembelit pelunak tinja
Obat sembelit yang tergolong pelunak tinja antara lain laktulosa, minyak mineral, dan docusate. Laktulosa merupakan pilihan pelunak tinja yang umum digunakan di Indonesia. Obat pencahar laktulosa dan minyak mineral berbentuk cair, sehingga dapat dicampur dengan jus atau minuman favorit anak.

Sementara obat docusate memiliki 3 bentuk, yaitu tablet, kapsul, dan cair. Docusate cair bisa dipilih untuk anak usia di bawah 3 tahun, dan tentunya harus melalui resep dokter.

Obat sembelit pendorong tinja
Obat sembelit pendorong tinja bekerja dengan cara merangsang pergerakan usus untuk mengeluarkan tinja. Bisacodyl dan senna merupakan beberapa contoh obat sembelit jenis ini.

Kedua obat pencahat tersebut sebaiknya diberikan pada malam hari sebelum tidur agar anak bisa BAB pada pagi harinya. Bisacodyl atau senna sebaiknya tidak digunakan untuk jangka panjang dan harus melalui resep dokter. Senna juga tidak disarankan untuk diberikan pada anak berusia di bawah 6 tahun.

Obat sembelit dalam bentuk obat pencahar memang dapat mengatasi sembelit pada anak. Namun, Bunda disarankan untuk tidak memberikannya selain atas anjuran dokter.

Jika Si Kecil mengalami sembelit lebih dari 2 minggu, perutnya terasa nyeri, BAB berdarah, atau sembelit tak kunjung membaik meski sudah diberikan obat sembelit anak dan berbagai langkah perawatan di atas, segeralah periksakan Si Kecil ke dokter.

Pada beberapa kasus, sembelit bisa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih serius. Selain itu, sembelit juga tidak boleh didiamkan dan dianggap remeh, karena berisiko menyebabkan ambeien pada anak dan enkopresis.

Terakhir diperbarui: 12 Desember 2019
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
Referensi

28/04/2021

Penyebab Kentut Bau Busuk dan Cara Mencegahnya

Mengeluarkan kentut bau saat sedang berkumpul bersama teman atau keluarga dapat menyebabkan momen kebersamaan menjadi terganggu. Meskipun kentut merupakan cara alami tubuh untuk mengeluarkan limbah gas, namun kentut yang disertai aroma busuk dapat membuat Anda dan orang di sekitar menjadi tidak nyaman.

Secara normal, kentut bisa terjadi sebanyak 13-21 kali dalam sehari. Meski demikian, tidak semua kentut memiliki bau busuk. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kentut bau busuk, dan salah satunya adalah konsumsi makanan berserat tinggi.

Penyebab Kentut Bau Busuk dan Cara Mencegahnya - Alodokter

Beragam Penyebab Kentut Bau Busuk
Berikut ini adalah penyebab kentut bau yang perlu Anda ketahui:

1. Konsumsi makanan tinggi serat
Mengonsumsi makanan tinggi serat memang baik untuk tubuh. Namun, konsumsi makanan berserat tinggi dalam jumlah yang berlebihan justru bisa menyebabkan kentut Anda berbau busuk. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan berserat.

Selain makanan yang tinggi serat, mengonsumsi makanan yang mengandung sulfur juga bisa menyebabkan kentut Anda berbau busuk. Beberapa makanan yang memiliki kandungan sulfur, meliputi brokoli, kol, bawang putih, kacang-kacangan, dan telur.

2. Konsumsi antibiotik
Antibiotik berfungsi untuk mengatasi infeksi bakteri di dalam tubuh. Sayangnya, penggunaan jenis antibiotik dengan durasi tertentu juga bisa membunuh bakteri baik di saluran pencernaan. Tanpa bakteri baik ini, kentut yang Anda keluarkan akan beraroma busuk.

3. Sembelit
Saat Anda mengalami sembelit, feses yang seharusnya dikeluarkan justru akan tetap tertahan di usus besar. Kondisi tersebut bisa membuat bakteri penyebab bau busuk berkembang dengan mudah. Alhasil, kentut yang Anda keluarkan memiliki aroma tak sedap.

4. Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa. Kondisi ini membuat makanan atau minuman yang mengandung laktosa tidak dapat dicerna dengan baik, sehingga mengendap dan akhirnya menghasilkan gas yang berlebihan. Hal ini bisa meningkatkan risiko munculnya kentut berbau busuk.

Selain intoleransi laktosa, beberapa orang dengan intoleransi gluten juga bisa mengeluarkan kentut berbau busuk.

5. Kanker usus besar
Kentut bau busuk juga bisa disebabkan oleh kanker usus besar. Jaringan yang tumbuh tidak terkendali saat mengalami kanker di saluran pencernaan bisa menyebabkan sumbatan di usus. Hal ini bisa membuat perut Anda kembung dan bergas, serta menyebabkan kentut berbau busuk.

Cara Mencegah Kentut Bau Busuk
Cara mengatasi kentut berbau busuk akan disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, Anda masih bisa mencegah kentut bau busuk dengan melakukan cara-cara berikut:

Makan secara perlahan, agar tidak terlalu banyak gas yang masuk ke dalam saluran pencernaan.
Olah dan masak makanan dengan baik. Gunakan alat dan bahan masakan yang bersih, dan pastikan tingkat kematangannya pas.
Lakukan olahraga secara teratur untuk meningkatkan fungsi sistem saluran pencernaan Anda.
Pastikan gigi palsu terpasang dengan benar jika Anda menggunakan gigi palsu. Hal ini untuk menghindari masuknya udara ke dalam saluran pencernaan.
Hindari dan batasi makanan yang bisa memicu kentut berbau busuk, seperti kol, kubis, bawang putih, dan telur.
Hindari p**a minuman bersoda dan beralkohol yang bisa menghasilkan banyak gas di perut.
Berhenti merokok, karena rokok juga bisa meningkatkan jumlah gas di saluran pencernaan.
Kentut yang berbau busuk tentu akan mengganggu kenyamanan, baik Anda sendiri maupun orang di sekitar. Lakukanlah cara-cara pencegahan yang telah dipaparkan di atas. Namun jika bau kentut masih juga mengganggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 4 September 2019
Ditinjau oleh: dr. Merry Dame Cristy Pane

28/04/2021

Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Melahirkan Normal

Proses melahirkan normal dapat menguras energi ibu, baik secara fisik maupun mental. Umumnya dibutuhkan waktu sekitar 6-12 minggu untuk pemulihan. Agar masa pemulihan ini berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan normal.

Terdapat beberapa perubahan pada tubuh yang perlu dihadapi setelah proses persalinan normal. Kondisi ini meliputi kelelahan, keluarnya darah nifas, nyeri pada bekas jahitan di va**na, nyeri saat buang air kecil, gangguan pencernaan, perubahan bentuk tubuh, bahkan tekanan mental.

Hal-Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Melahirkan Normal - Alodokter

Hal-Hal yang Perlu Dihindari setelah Melahirkan Normal
Perubahan tubuh pascamelahirkan tidak hanya dapat menimbulkan rasa tak nyaman, namun juga membuat Anda lebih berisiko mengalami infeksi, perdarahan, bahkan depresi pascamelahirkan. Agar masa pemulihan setelah melahirkan berjalan dengan baik, Anda dianjurkan tidak melakukan hal-hal berikut:

1. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga berat
Ibu yang baru melahirkan sebaiknya tidak langsung melakukan aktivitas fisik yang berat. Terlalu cepat melakukannya bisa menyebabkan cedera karena tubuh masih dalam tahap pemulihan. Apalagi jika proses melahirkan bermasalah atau sebelumnya Anda tidak memiliki gaya hidup yang aktif.

Jika dokter mengizinkan, lakukan olahraga secara bertahap. Mulailah dari olahraga yang ringan, misalnya berjalan kaki. Hindari berenang selama satu minggu pertama, karena darah nifas masih deras dan rentan infeksi. Hindari juga olahraga yang menggunakan otot perut, seperti sit up, karena otot panggul dan perut masih lemah.

Kegiatan lain, seperti menyetir, naik turun tangga, dan mengangkat beban berat, juga hanya boleh dilakukan bila telah diizinkan dokter. Kegiatan ini umumnya baru boleh dilakukan sekitar 6 minggu setelah melahirkan.

2. Lalai merawat area kewanitaan
Pada persalinan normal, umum terjadi robekan pada lubang va**na, sehingga perlu dijahit. Setelah persalinan, Anda juga akan mengalami masa nifas yang ditandai dengan perdarahan layaknya haid, selama 4-6 minggu. Karena itu, perlu dilakukan perawatan yang baik pada organ intim, agar jahitan va**na tidak robek atau mengalami infeksi.

Anda dapat membersihkan va**na secara teratur, terutama setelah buang air kecil dan buang air besar. Jaga va**na tetap kering dan gantilah pembalut setiap 3-4 jam. Selain itu, rajinlah mencuci tangan dan mandi dengan air hangat. Agar jahitan tetap terjaga, jangan mengejan terlalu keras. Bila sembelit, lebih baik minta obat pelunak tinja pada dokter.

3. Berhubungan intim
Robekan perineum dan perdarahan nifas tak hanya meningkatkan risiko infeksi, namun juga menimbulkan nyeri pada area va**na. Selain itu, va**na juga akan menjadi lebih kering apabila ibu menyusui. Oleh karena itu, hubungan intim sebaiknya ditunda.

Berhubungan intim setelah melahirkan umumnya boleh dilakukan 2-6 minggu setelah melahirkan atau sesuai izin dokter. Sebagai alternatif agar hubungan suami istri tetap harmonis, Anda bisa bermesraan dengan berpelukan atau berciuman.

4. Terlalu larut dalam emosi
Merasa bingung, cemas, dan sedih setelah melahirkan sangat umum terjadi. Namun, jangan terlalu larut dalam emosi ini, karena bisa saja menimbulkan depresi pascamelahirkan. Cobalah untuk berbagi cerita dan perasaan dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat. Anda juga dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri, meski sibuk mengurus bayi yang baru lahir.

5. Langsung berdiet ketat
Anda mungkin ingin tubuh segera kembali ke bentuk semula. Namun, diet ketat tidak disarankan karena dapat mengganggu pemenuhan nutrisi penting dan menghambat proses pemulihan tubuh setelah melahirkan. Selain itu, bagi ibu yang memberikan air susu ibu (ASI) pada bayinya, diet ketat akan memengaruhi kandungan nutrisi dalam ASI.

Dengan menghindari hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah melahirkan normal, proses pemulihan Anda akan berjalan dengan baik. Anda juga akan terhindar dari infeksi, perdarahan, serta depresi pascapersalinan. Jika mengalami keluhan setelah melahirkan normal, jangan segan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Terakhir diperbarui: 9 Maret 2019
Ditinjau oleh: dr. Allert Benedicto Ieuan Noya
Referensi

28/04/2021

Ketahui Proses Pencernaan Makanan dan Penyerapan Nutrisi di Dalam Tubuh

Setiap makanan yang dikonsumsi akan melalui proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Melalui proses ini, energi dan beragam jenis nutrisi penting akan dihasilkan sehingga tubuh dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, kesehatan saluran cerna harus selalu dijaga.

Proses pencernaan makanan melibatkan berbagai organ dalam sistem pencernaan, seperti lambung, hati, pankreas, empedu, dan usus. Setiap organ tubuh tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing saat mencerna makanan.

Ketahui Proses Pencernaan Makanan dan Penyerapan Nutrisi di Dalam Tubuh - Alodokter

Proses Pencernaan Makanan dan Penyerapan Nutrisi
Setelah dikunyah dan ditelan, makanan akan dicerna dan diserap nutrisinya, sedangkan sisa-sisa makanan akan dibuang melalui tinja oleh tubuh. Proses pencernaan ini bisa memakan waktu sekitar 24–72 jam.

Selain jenis dan jumlah makanan, lamanya proses pencernaan makanan juga tergantung pada jenis kelamin, metabolisme, dan kondisi medis tertentu, misalnya pada penderita masalah pencernaan atau gangguan penyerapan nutrisi.

Berikut ini adalah tahapan proses pencernaan dan penyerapan makanan yang terjadi di dalam tubuh:

1. Penghalusan makanan di mulut
Mulut adalah awal dari saluran pencernaan. Saat makanan dikunyah di dalam mulut, kelenjar liur akan memproduksi air liur guna menghaluskan makanan. Air liur mengandung enzim amilase yang berfungsi untuk mengolah karbohidrat menjadi glukosa dan energi.

Setelah makanan selesai dikunyah, lidah akan mendorong makanan yang sudah halus ke belakang mulut menuju esofagus atau kerongkongan. Selanjutnya, makanan akan dibawa menuju lambung.

2. Pemecahan makanan di lambung
Di dalam lambung, makanan dan minuman akan bercampur dengan enzim pencernaan dan asam lambung untuk dipecah dan dihaluskan kembali hingga bertekstur cair atau menyerupai pasta yang lembut.

Asam lambung juga berfungsi untuk membasmi kuman dan virus makanan atau minuman yang dapat menyebabkan penyakit infeksi. Setelah selesai dicerna di lambung, otot lambung akan mendorong makanan agar bergerak ke usus halus.

3. Pemecahan nutrisi di usus halus
Usus halus melanjutkan proses pencernaan menggunakan enzim yang dikeluarkan oleh pankreas dan empedu dari hati. Enzim ini bertugas untuk memecah protein, lemak, dan karbohidrat dari makanan. Selain itu, bakteri di usus kecil juga memproduksi enzim untuk mencerna karbohidrat.

4. Penyerapan nutrisi di usus kecil
Setelah makanan dipecah, dinding usus kecil kemudian menyerap air dan nutrisi dari makanan ke dalam aliran darah. Sementara itu, sisa-sisa makanan yang tidak dicerna atau diserap akan dibawa ke usus besar.

5. Pemadatan sisa makanan di usus besar
Tugas utama usus besar adalah menyerap air dan nutrisi yang tersisa dari sisa makanan, sehingga menjadi lebih padat dan membentuk tinja.

Tinja kemudian disimpan di rektum hingga didorong dan dikeluarkan bersamaan dengan racun, limbah, dan cairan berlebih dari dalam tubuh melalui a**s saat buang air besar.

Air dan serat yang cukup merupakan dua faktor penting yang mendukung kelancaran proses pencernaan dan penyerapan makanan.

Oleh karena itu, agar proses pencernaan berjalan lancar, Anda perlu cukup minum air putih minimal 8 gelas per hari dan memperbanyak konsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah-buahan.

Anda juga perlu rutin melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau kondisi kesehatan, termasuk kesehatan saluran cerna Anda.

Jika memiliki masalah dalam proses pencernaan makanan dan mengalami diare, konstipasi, malabsorpsi, atau kurang gizi, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Terakhir diperbarui: 22 Februari 2021
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
Referensi

28/04/2021

Cara Mengusir Nyamuk secara Alami

Cara mengusir nyamuk menggunakan obat nyamuk semprot atau yang dioleskan di kulit belum tentu cocok bagi semua orang. Karena bahan-bahan pembuatnya berasal dari campuran bahan kimia, obat nyamuk berisiko mengundang efek samping bagi kesehatan.

Cara mengusir nyamuk dengan obat antinyamuk oles tidak membunuh nyamuk, tapi bekerja dengan cara mencegah nyamuk menggigit kulit. Menggunakan obat antinyamuk oles berbahan kimia memang bisa memberikan hasil yang cepat, namun penggunaannya berisiko menimbulkan efek samping. Bahan utama losion antinyamuk adalah DEET (diethyltoluamide) yang bisa menimbulkan iritasi pada sebagian orang.

Cara Mengusir Nyamuk secara Alami - Alodokter

Cara Alami untuk Mengusir Nyamuk
Sebenarnya masih ada cara-cara mengusir nyamuk yang berasal dari bahan-bahan alami. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari gigitan nyamuk dan risiko penyakit yang dibawanya.

Menggunakan minyak kayu manis
Sebuah penelitian mengungkap bahwa minyak kayu manis dapat membasmi telur nyamuk. Anda bisa mengaplikasikan minyak ini di tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk. Sebenarnya minyak ini juga bisa mengusir nyamuk besar, namun untuk pemakaian minyak secara langsung pada kulit, dianjurkan dilakukan dengan hati-hati karena bisa menimbulkan iritasi kulit.
Campurkan 120 ml air dengan 24 tetes atau seperempat sendok teh minyak kayu manis. Masukkan campuran tersebut ke dalam botol dengan penyemprot. Anda bisa menyemprotkan cairan itu di kulit, pakaian, barang-barang, tanaman, serta di sekitar rumah Anda.
Menggunakan minyak serai wangi
Minyak serai yang juga dikenal sebagai minyak citronella ini bisa bertahan hingga 20 menit untuk mengusir nyamuk. Penelitian menunjukkan bahwa minyak serai memiliki efektivitas yang serupa dengan minyak kayu manis. Minyak serai ini bisa dibuat sendiri di rumah. Karena hanya bertahan sebentar, mungkin Anda perlu mengoleskannya lagi beberapa saat kemudian bila dibutuhkan.
Menggunakan minyak kedelai
Minyak yang berbahan dasar kedelai ini bisa digunakan sebagai obat antinyamuk untuk anak-anak. Minyak ini bisa memberikan perlindungan yang lebih tahan lama dibandingkan dengan minyak serai, yaitu sekitar 2 jam. Anda juga bisa mencampurkan minyak serai ke dalam minyak kedelai. Kombinasi kedua minyak ini efektif menangkal berbagai jenis gigitan nyamuk.
Menggunakan minyak lemon eukaliptus
Minyak lemon eukaliptus sudah sejak lama digunakan sebagai cara mengusir nyamuk secara alami. Bahan alami ini dapat mencegah gigitan nyamuk selama tiga jam. Meski alami, minyak lemon eukaliptus tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia tiga tahun.
Mengenakan pakaian panjang
Menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh efektif digunakan jika di daerah tempat tinggal terdapat banyak nyamuk. Mungkin akan terasa sedikit gerah, tapi cara ini ampuh sebagai perlindungan dari gigitan nyamuk. Pilihlah bahan pakaian yang mudah menyerap keringat agar terasa lebih sejuk. Selain itu, hindari warna pakaian yang gelap karena justru akan menarik perhatian nyamuk.
Menyalakan kipas angin dan menghilangkan genangan air
Angin yang dihasilkan kipas angin membuat nyamuk sulit bergerak di udara.Selain itu, buang atau jauhkan benda-benda yang dapat menampung air, seperti wadah plastik, keranjang, atau pot yang tidak terpakai dan bisa menyebabkan genangan air.
Bila Anda tidak bisa membuat minyak sendiri di rumah, seperti minyak kayu manis, minyak serai atau minyak kedelai, pilihlah obat nyamuk oles yang mengandung minyak citronella. Produk ini juga lebih aman digunakan oleh ibu hamil dibandingkan obat antinyamuk oles di pasaran yang biasanya menggunakan bahan aktif DEET. Oleskan sedikit di kulit dan oleskan juga pada pakaian.

Selain cara-cara di atas, Anda juga dapat terhindar dari nyamuk dengan cara memakai kelambu saat tidur dan memelihara tamanan pengusir nyamuk. Bila perlu, Anda juga dapat berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk melakukan fogging.

Terakhir diperbarui: 25 Oktober 2015
Ditinjau oleh: dr. Kevin Adrian
Referensi

28/04/2021

Lebih Aman Dengan Tanaman Pengusir Nyamuk

Obat pengusir nyamuk biasanya mengandung bahan aktif yang disebut diethyl-meta-toluamide (DEET). Bahan aktif ini merupakan unsur kimia yang berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Bagi Anda yang menginginkan alternatif, tidak ada salahnya memilih tanaman pengusir nyamuk yang lebih bersahabat bagi kesehatan.

Tanaman seperti serai wangi, lavender, lemon eukaliptus, dan daun mint dipercaya sebagai tanaman pengusir nyamuk. Tanaman-tanaman ini tidak membunuh nyamuk, namun efeknya dapat mengurangi interaksi nyamuk terhadap ma**sia. Dengan kata lain, bisa menghindarkan Anda dari gigitan nyamuk.Lebih Aman Dengan Tanaman Pengusir Nyamuk - Alodokter

Tanaman Pengusir Nyamuk Lebih Alamiah
Losion atau pengusir nyamuk berbentuk spray biasanya ditambahkan zat DEET, dengan kadar dapat mencapai 100 persen. Di satu sisi, bahan kimia ini menawarkan perlindungan terhadap nyamuk hingga 12 jam. Namun di sisi lain, menggunakan bahan kimia berisiko memberi dampak buruk bagi kesehatan. DEET dapat mengiritasi kulit, bahkan pada beberapa kasus dapat menimbulkan reaksi kulit yang parah. Terdapat beberapa laporan bahwa bahan ini juga berpotensi menyebabkan insomnia, gangguan fungsi kognitif, dan gangguan suasana hati, pada orang-orang yang terpapar DEET dosis tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa losion atau semprotan nyamuk yang mengandung DEET aman terhadap anak kecil di atas usia dua bulan hingga usia dewasa, jika kadar DEET-nya hanya 10-30 persen.

Gunakan Tanaman Pengusir Nyamuk
Dari berbagai alasan tersebut, Anda mungkin tertarik untuk memilih cara mengusir nyamuk yang lebih alamiah, yaitu dengan bahan yang berasal dari tanaman.

Berikut ini tanaman-tanaman yang diyakini dapat membantu mengusir nyamuk:

Serai wangi
Serai wangi yang sering disebut dengan citronella sudah lama dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Wanginya yang segar bagi ma**sia tidak disukai oleh nyamuk. Anda bisa menanam serai wangi di pekarangan rumah atau di dalam pot di dalam rumah untuk mencegah datangnya nyamuk.
Bunga tahi ayam
Nama latin dari bunga ini adalah Tagetes erecta. Sesuai namanya, bunga ini memiliki bau yang kurang sedap, namun di situlah letak kelebihannya. Bunga ini dapat menghindarkan nyamuk berada terlalu dekat dengan lingkungan rumah Anda.
Disarankan untuk menanam bunga tahi ayam di pekarangan, seperti menanam bunga hias yang lain. Bunga ini seakan menjadi pagar penghalang yang membuat nyamuk menjauh karena tidak tahan dengan baunya.
Kayu manis
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa minyak kayu manis dapat membasmi larva nyamuk Aedes aegypti. Minyak kayu manis ini terbuat dari daun kayu manis dan mengandung senyawa kimia bernama cinnamaldehyde. Kandungan cinnamaldehyde kurang dari 50 ppm, dapat membasmi setengah dari larva-larva nyamuk penyebab demam berdarah tersebut. Artinya, bahan ini membantu membasmi nyamuk sebelum bertumbuh dewasa.
Thyme
Minyak dari ekstrak thyme juga bersifat memberi perlindungan dari gigitan nyamuk, terutama nyamuk malaria. Hal ini telah dibuktikan pada suatu penelitian. Jika Anda ingin membuat sendiri semprotan pengusir nyamuk, cobalah campurkan 60 mililiter air dengan 5 tetes minyak thyme. Semprotkan ke bagian tubuh atau tempat-tempat yang ingin Anda hindarkan dari nyamuk.
Mint
Daun mint yang wangi dan menyegarkan ternyata juga merupakan salah satu tanaman pengusir nyamuk yang ampuh. Penelitian mengungkap bahwa ekstrak daun mint dalam bentuk minyak, efektif dalam membasmi jentik dan mencegah nyamuk A. aegypti dewasa hinggap di tubuh. Efek minyak mint bahkan dapat bertahan hingga dua jam.
Lavender
Bunga lavender yang telah dilumat akan menghasilkan minyak. Minyak itulah yang berguna untuk mengusir nyamuk. Oleskan minyak tersebut pada anggota tubuh agar Anda terhindar dari gigitan nyamuk.
Lemon eukaliptus
Yang biasa digunakan adalah dalam bentuk minyaknya, berasal dari tanaman lemon eukaliptus. Minyak lemon eukaliptus dapat membantu mencegah gigitan nyamuk dan dapat bekerja hingga dua jam.
Pengusir nyamuk ini dapat dibeli dalam bentuk minyak sebagai produk jadi, dan Anda bisa langsung menggunakannya. Produk jadi tersebut biasanya mengandung DEET, tapi hanya dalam kadar rendah, yaitu hanya 6,65 persen, sehingga aman digunakan. Namun, minyak ini tidak cocok digunakan pada anak berusia di bawah 3 tahun.
Jangan salah ketika ingin membeli. Pilihlah minyak lemon eukaliptus yang dibuat sebagai pengusir nyamuk dan bukan dalam bentuk minyak esensial.
Kedelai
Kedelai dapat diolah menjadi minyak kedelai. Salah satu khasiat minyak kedelai adalah sebagai obat antinyamuk yang aman untuk bayi dan anak-anak. Bahkan, minyak kedelai ditengarai lebih ampuh mengusir nyamuk daripada minyak serai yang lebih terkenal. Agar efeknya optimal, Anda dapat mencampurkan minyak kedelai dengan minyak serai. Penelitian mengungkapkan bahwa campuran kedua formula ini ampuh untuk membasmi lebih dari satu jenis nyamuk.
Tanaman pengusir nyamuk ini memang alami, namun Anda juga harus berhati-hati menggunakannya, terutama jika dalam bentuk minyak, sebab ada kemungkinan Anda alergi terhadap bahan-bahan tersebut. Sebagai langkah antisipasi, coba oleskan sedikit dulu di kulit tangan dan diamkan sebentar. Jika tidak terjadi ruam atau iritasi, berarti Anda tidak alergi terhadap minyak tersebut.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Bekasi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


DARMAWANGSA
Bekasi