Risma Surya Ramadhan
Official Page of Risma Surya Ramadhan SMAN 5 Kota Bengkulu. Salam para pencari ilmu! Semoga mendapat
Sebuah halaman jejaring sosial resmi Risma Surya Ramadhan SMAN 5 Bengkulu, yang dijadikan sebagai wadah berdakwah dan tempat untuk saling berbagi menginformasikan sesuatu yang bermanfaat demi kejayaan para pemuda Islam.
Wirid dan Warid
Ust. Yasin Muthohar
Wirid adalah amalan tertentu yang selalu diamalkan secara kontinyu.
Wirid adalah amalan andalan yang terus menerus dilakukan tanpa putus.
Wirid bisa berupa amalan hati, amal lisan atau amal anggota badan.
Wirid bisa berupa dzikir, Tilawah, membaca sholawat, mengajar, berdakwah, hisbah, sedekah, dan segala amal kebaikan.
Orang yang memiliki wirid dalam hidupnya akan mendapat warid
Sebaliknya tidak memiliki wirid maka tidak akan mendapat warid.
Warid adalah sesuatu yang datang dari Allah kepada orang yang berwirid.
Warid adalah kemuliaan yang Allah berikan kepada orang yang selalu berwirid.
Warid ini bisa berupa suasana hati. Tenang,tenteram, damai dan bahagia dalam hati adalah warid.
Warid bisa berupa kemudahan dalam hidup, berlinpahnya rizki, jalan keluar dari problematika.
Warid bisa berupa kecintaan dan kasih sayang. Orang yang memiliki wirid sedekah dan selalu membantu orang lain, atau selalu berbuat baik, tidak pernah membuat masalah, dia akan dicintai penduduk langit dan penduduk bumi. Itulah warid.
Orang yang selalu istiqomah berjuang di jalan Allah,dia sedang berwirid. Pasti Allah akan memberikan warid kepadanya, berupa pertolongan dan kemenangan.
Karena itu jika kita ingin mendapat nashrullah. Jika kita ingin menang dalam hidup ini, maka kita harus menjadikan perjuangan di jalan Allah sebagi wirid andalan kita, disertai dengan wirid-wirid sunnah, seperti Tilawah, qiyamullail, bersholawat, berdzikir.
Kepada orang yang sedang berjihad ,berjuang di jalan Allah, yang sedang berhadapan dengan musuh, Allah memerintahkan untuk selalu berdzikir. Natijahnya akan datang kemenangan. Itulah warid.
Allah berfirman
يا أيها الذين أمنوا إذا لقيتم فئة فاثبتوا واذكروا كثيرا لعلكم تفلحون
Hai orang2 yang beriman jika kalian bertemu dengan kelompok musuh, hadapilah dengan keteguhan dan perbanyaklah berdzikirlah kepada Allah. Niscaya kalian akan menang. QS. Al Anfal : 45
Semoga kita termasuk Ahli wirid sehingga berhak mendapat warid.
Ingatlah.
من لا ورد له لا وارد له
Siapa tidak punya wirid maka dia tidak akan punya warid.
*"JANGAN JADI MANTAN PENGHAFAL AL-QUR'AN"*
_Bagaimana kabar hafalanmu, Saudaraku?_
Masihkah dalam shalatmu kau baca surah pendek juz 30?
Walau kita semua faham betul keutamaan surah-surah itu
Tapi, apakah kualitas hafalanmu tidak kau banggakan di hadapan Rabbmu?
_Bagaimana kabar hafalanmu, Saudaraku?_
Ingatkah bagaimana perjuanganmu mendapatkan hafalan itu?
Lantas, kenapa perjuanganmu dalam muraja'ah tidak lebih besar?
Hafalan al-Qur'an itu lebih mudah hilang daripada seekor unta yang tidak diikat oleh tuannya
Bukankah kau tahu hadits tersebut?
_Bagaimana kabar hafalanmu, Saudaraku?_
Berapa juz yang bisa kau baca lancar tanpa harus melihat dulu sebelumnya?
Seberapa siapkah kau menjadi imam shalat tanpa ada persiapan surah apa yang akan dibaca?
Menghafal al-Qur'an tak lantas berhenti setelah kita menyelesaikan setoran akhir
Bukankah impianmu adalah menjadi ahlul Qur'an? Menjadi Ahlulllah?
Maka, muraja'ah adalah pekerjaan seumur hidupmu
_Bagaimana kabar hafalanmu, Saudaraku?_
Seberapa intens interaksimu dengan al-Qur'an sekarang?
Apakah tilawahmu bertambah? Atau malah berkurang?
Apakah hari-harimu kau sibukkan dengan urusan dunia?
Lantas bagaimana dengan muraja'ahmu?
Berapa halaman, berapa surah, berapa juz yang kau dapatkan per hari?
_Bagaimana kabar hafalanmu, Saudaraku?_
Bukankah kita ingin al-Qur'an menjadi penolong atau syafaat?
Tapi jika usaha kita untuk muraja'ah hanya seadanya
Bagaimana jika al-Qur'an menuntut hafalan kita yang hilang?
Allah tidak akan bertanya kenapa kau lupa lagi lupa lagi
Tapi yang akan dipertanggung jawabkan di hadapanNya adalah
Bagaimana usahamu dalam me-muraja'ah hafalan?
Saudaraku, kita semua hafal betul bahwa seorang teman yang mengingatkan pada kebajikan bisa memberikan kita syafaat kelak di akhirat
Semoga dengan ini, jika kelak tidak kau dapatkan aku bersamamu di surga, carilah aku
Bukan berarti aku yang berbicara lebih baik, kita sama-sama sedang memperbaiki diri menjadi insan yang diridhoiNya
Nasihat ini pun sekaligus menjadi tamparan bagi diri yang faqir ini
*AYO MURAJA'AH*
01/01/2018
Bismillah..
Mencoba Menjadi Wanita Shalihah
Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan.
Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga.
Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim).
Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran. Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya.
Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, s**a jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah). Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional.
Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah.
Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya. Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.
Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia “polos” tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya. Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka.
Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak. Contoh p**a Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak.
Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah tiba-tiba muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi. Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah.
Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, “Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya.”
Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara.
Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah.
Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita.
Semoga usaha kita untuk menjadi wanita shalihah bisa Allah permudah.. Aamiin
Alhamdulillah jika bermanfaat.
*RHTTG
27/12/2016
Amal jariyah..
betapa bahagianya jika aku termasuk ke dalamnya
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)
Dari Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala memiliki sebuah tiang nur di depan Arasy-Nya. Jika seorang hamba mengucapkan 'laa ilaha illallah' maka bergetarlah tiang itu, lalu Allah swt. berfirman, "Berhentilah!" Tiang itu berkata, 'Bagaimana aku dapat berhenti, sedangkan Engkau belum mengampuni orang yang mengucapkanya?' Maka Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya Aku mengampuninya.' Maka barulah tiang berhenti." (HR. Al Bazzar)
Beruntungnya kita sebagai umat Nabi Muhammad saw.
Dari Laits r.a berkata bahwa Nabi Isa a.s. pernah berkata, "Umat Muhammad saw. adalah yang paling berat timbangannya di Mizan karena lidah-lidah mereka telah terbiasa dengan satu kalimat yang terasa berat bagi umat-umat sebelum mereka yaitu kalimat 'laa ilaaha illallah'." (HR. Ashbahani)
Maka tak heran ketika ulama tasawuf dan ratusan ribu bahkan mungkin jutaan syeikh dan murid-muridnya telah mewiridkan kalimat suci ini ribuan kali setiap hari.
MasyaAllah ^^ Yuk, jadi bagian dari mereka yang menjadikan kalimat dzikrullah sebagai wirid harian (y)
Bismillah.
Manusia tidak akan bergerak dari Mahkamah Allah swt. sehingga dikemukakan kepadanya lima pertanyaan berikut :
1. Usiamu digunakan untuk apa
2. Masa mudamu untuk apa kamu pergunakan
3. Hartamu dari sumber mana kamu mendapatkannya
4. Hartamu itu di manakah kamu belanjakan
5. Ilmumu apakah kamu telah mengamalkannya.
Kekuatan Dzikrullah
Abu Ali Daqaq rah.a berkata, "Apabila seorang hamba menyebut 'laa ilaaha dengan ikhlas maka seketika itu juga hatinya menjadi bersih kemudian ketika ia menyebut illallah' maka muncullah cahaya di hati yang bersih itu. Dengan demikian segala usaha setan sia-sia.
Bismillah...
Apabila kita melihat di dalam catatan sejarah tentang kehidupan orang-orang Islam 1300 tahun yang lalu, maka akan diketahui bahwa kita adalah pemilik kemuliaan, keagungan, keperkasaan dan kekuasaan. Sebaliknya apabila kita melihat keadaan sekarang, maka kita akan melihat diri kita berada dalam kehinaan yang besar, dipermalukan dan mengalami kemunduran.
Sedih ya. Tapi itulah yang terjadi saat ini, kemungkaran sudah merajalela, kemaksiatan sudah dianggap biasa dan dianggap wajar.
Berdakwah tentu banyak tantangannya sob, kadang dikucilkan karena dianggap gak seru, "Ah, dikit-dikit gak boleh ini gak boleh itu. Kami kan anak muda, masa-masa seperti ini gak bisa terulang. Kuno deh."
Banyak kayak gitu? Banyak, apalagi yang sasaran dakwahnya remaja-remaja keblinger kayak gitu. Tapi gak boleh putus asa sob, dakwah adalah kewajiban. Noh, Rasulullah aja dulu waktu berdakwah dilempari batu, dilempari kotoran, diludahi, tapi Rasulullah tetap tegar dan gak marah kepada orang-orang saat itu. Kita harus banyak-banyak bersyukur karena kita hidup di masyarakat yang mayoritas muslim, jadi kemungkinan dilempari batu gak ada kali ya?? :D
Jom, semangat dakwah!
Bismillah...
Suatu ketika Rasulullah saw. tiba disebuah masjid, Rasulullah melihat sekump**an manusia yang sedang bersenda gurau sambil gelak tawa. Kemudian Rasulullah bersabda, "Seandainya kamu selalu mengingat maut, sudah tentu tidak akan terjadi hal demikian. Tiada satu haripun berlalu di alam kubur tanpa mengumumkan bahwa, " Aku adalah tempat penyesalan dan gunda gulana, aku adalah tempat yang sunyi dan rumah bagi binatang-binatang melata." Apabila seorang mukmin dikebumikan, maka kubur menyambutnya dengan baik dengan berkata kepadanya, "Selamat datang, alangkah baiknya kau telah datang kepadaku, di antara yang tinggal di permukaannku, engkaulah yang paling aku cintai. Kini engkau telah diserahkan kepadaku, maka aku akan berlaku baik kepadamu." Kemudian kubur itu diperluas sejauh mata memandang dan dibukalah untuknya pintu sehingga ia dapat merasakan keharuman surga itu.
Sebaliknya apabila seorang yang berdosa dikebumikan, maka kubur menyambutnya dengan berkata, "Alangkah celaka dan naasnya kamu datang kepadaku. Di antara mereka yang tinggal di permukaannku engkaulah yang paling aku benci. Kini engkau telah diserahkan kepadaku, maka engkau akan melihat apa yang akan aku perbuat terhadapmu nanti." Kemudian kubur itu menyempitnya sehingga tulang-tulang rusuknya bersilangan. Kemudian sembilan puluh atau sembilan puluh sembilan ekor ular dilepaskan ke atasnya. Ular-ular itu akan menyiksanya hingga hari kiamat.
Dikutip dari kitab Fadhail A'mal
23/09/2016
Menasehati itu dikala sepi😊
11/09/2016
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ٨:٥٦
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. [Al Qashash/28 : 56]
Hidayah bukan untuk ditunggu, bukan p**a hanya untuk diharapkan. Ia butuh untuk diperjuangkan.
Allah Maha Mengetahui siapa hamba-Nya yang mau menerima petunjuk, ya mereka yang tidak hanya diam di rumah.
Mereka yang berjalan berpeluh mencari hidayah, bisa ia cari di kajian mingguan, di masjid terdekat, atau lewat ceramah di youtube.
Sekarang ini zaman canggih, semua mudah diperoleh. Hanya saja kita yang kurang mau menggerakkan hati untuk mencari hidayah.
Jika hidayah sudah digenggaman, maka pegang ia dengan kuat walau semakin banyak tantangan yang akan kau hadapi, karena bisa jadi itu sebagai tolak ukur untuk meningkatkan keimanan & ketaqwaan.
Jadikan diri sebagai pencari hidayah bukan penunggu hidayah.
wallaahu 'alam.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Website
Address
Bengkulu