Bedak Saripohatji

Bedak Saripohatji

Share

Order & Info SMS/Wa 081220136858
Menjual Bedak dingin Saripohatji yang telah dibuat sejak 1927 sangat manjur atasi berbagai masalah kulit muka

pencipta produk bedak ini adalah seorang wanita bernama Siti
Marijah. Awalnya Siti Marijah membuat bedak Saripohatji untuk
keperluannya sendiri. Bahan dasarnya adalah tepung beras
yang ditumbuk, dicampur ramuan sejumlah dedaunan seperti
daun suji, pandan, daun jambu, daun beungbeureuman,
mamangkokkan, dan teklan. Dicampur p**a dengan ekstrak
Curcuma xanthorriza (temulawak), Curcuma domestica (kunyit),
Solanum lycopersicum (tomat), Citrus aurantifolia (jeruk nipis),
serta bahan-bahan lainnya yang berasal dari alam. Tidak kurang dari empat puluh macam bahan yang
digunakan dalam ramuan Saripohatji. Bedak itu dipakai sendiri
oleh Siti Marijah. Kemudian, para tetangga meminta bedak
buatan Siti Marijah dan mereka merasa cocok. Jumlah
permintaan produk Saripohatji semakin banyak sehingga tahun
1927 Siti Marijah mulai menekuni usahanya sebagai home
industry. Siti Marijah kemudian memberi merk bedak ramuannya
“Saripohatji”. Nama itu berasal dari nama dewi beras Sripohaci
karena bahan dasar ramuan bedaknya dari tepung beras. Saripohatji dikemas memakai dedaunan kering dan dijual dari
warung ke warung dengan menggunakan sepeda ontel. Seiring
waktu, bedak Saripohatji pun terus menjadi tenar dan
berkembang pesat sehingga menjadi satu-satunya produk
bedak yang terkenal pada masa tersebut. Selain sebagai bedak kecantikan yang membuat kulit
menjadi putih bersih, Saripohatji yang dibuat oleh Siti Marijah
memiliki banyak khasiat diantaranya sebagai obat kulit untuk
menghilangkan jerawat dan dapat dijadikan bedak untuk bayi. Karena khasiat yang berlimpah tersebut, Saripohatji menjadi
primadona pada jamannya, para wanita banyak yang memakai
produk ini karena menginginkan kulit wajah yang halus dan
bersih seperti dewi-dewi dari khayangan. Siti Marijah menjadi generasi pertama dari pemilik pabrik
bedak Saripohatji ini, ketika Siti Marijah meninggal dunia pada
tahun 1959 usaha pabrik dilanjutkan oleh suaminya yaitu
Sandjo Hardjo hingga tahun 1971.Kemudian setelah suami Siti
Marijah meninggal dunia maka usaha diteruskan oleh istri
kedua Sandjo Hardjo bernama Neneng Fatimah dan dilanjutkan
oleh istri ketiga Ny. Ocoh Setiawati dan anak-anaknya sampai
sekarang.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Ciamis?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Ciamis
46200