Turkish Peopolish Ruqyah

Turkish Peopolish Ruqyah

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Turkish Peopolish Ruqyah, Health/Beauty, Jalan Karyabakti A015 Cipageran, Cimahi.

16/11/2022

FACEBOOOKK

26/12/2021
25/12/2021

Badan sehat adalah dambaan semua orang. Terlebih lagi di saat musim penghujan yang rentan terkena penyakit.

Menjaga kesehatan adalah keharusan. Dengan sehat kita bisa bebas beraktivitas, leluasa beribadah dan semsksemangat menebar manfaat.

Alhamdulillah, saya selalu menyediakan Turkish Propolis Ruqyah (TPr) di rumah. TPr adalah produk premium yang dapat membantu dalam menjaga kesehatan saya sekeluarga. Kalau stok TPr di rumah habis, biasanya saya colak-colek ke wa.me/081563741287

25/12/2021

*BUKAN IRON MAN*

"Saya sudah minum propolis, tapi kenapa saya masih sakit?."

"Sudah habis 3 botol, tapi yang namanya benjolan, masih tetap berbentuk benjolan."

Pernah mengalami keluhan serupa dari konsumen ataupun dari mitra? Wah, jangan semangat banget mengangguknya 😁😁😁.

Disebutkan dalam sebuah _Jurnal of Family and Community Medicine_, propolis memiliki potensi dalam meningkatkan sistem imun dan respon imun biologis tubuh. Propolis juga digunakan secara luas sebagai anti peradangan, pengobatan penyakit saluran napas baik yang akut maupun kronik, mengobati luka, penyakit gigi, sinusitis serta berbagai manfaat lainnya. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Maksimova-Todorova dkk. Dengan manfaatnya yang sangat luas, maka tidak heran, kalau propolis digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu suplemen yang bisa membantu mengatasi berbagai keluhan.

Propolis digunakan dalam berbagai pengobatan dengan variasi dosis yang diberikan. Beberapa penelitian menyebutkan dosis antara 375mg-500mg perhari, meskipun banyak penelitian menyampaikan dosis diatas 500mg bisa ditoleransi dan bermanfaat. Berretta dkk menyebutkan 500mg setara dengan 30 tetes, sedangkan dosis pengobatan diberikan 3-4 kali per hari.

Bila ada keluhan konsumen yang tidak merasakan efek, ada baiknya kita evaluasi dulu dosis yang sudah diminum oleh konsumen. Apakah sudah sesuai berat badan? Apakah frekuensi minumnya sesuai tujuannya? Apakah dikonsumsi teratur? Kalau tujuan pengobatan, minimal diberikan 3 kali sehari. Dan pada kondisi tertentu, memang dibutuhkan dosis besar, pada kasus tumor ataupun penyakit infeksi misalnya.

Pada kasus yang keluhannya belum menghilang dengan hanya minum propolis saja, ada baiknya pasien disarankan untuk evaluasi ke dokter untuk mendiagnosa lebih lanjut penyakitnya. Pada kondisi-kondisi yang memang membutuhkan tindakan medis, ada baiknya, tindakan tetap dijalani, sambil mengkonsumsi propolis.

Dalam buku Thibbun Nabawi karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah halaman 85, dituliskan bahwa Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah memerintahkan seorang dokter menoreh bisul yang tumbuh di perut seorang laki-laki. Mereka bertanya, "Apakah melakukan pengobatan ini bisa bermanfaat wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, " Dia yang menurunkan penyakit, Dia juga yang menurunkan obat sesuai dengan yang dikehendakiNya." Ibnu Qayyim juga menyampaikan dalam kasus seperti itu, bantuan dokter diperlukan untuk membuang zat busuk yang ada dalam bisul.

Masih di dalam Thibun Nabawi juga dikisahkan, Amr bin Dinar meriwayatkan bahwa Hilal bin Yasaf berkata, bahwa Nabi pernah mengunjungi orang sakit dan berkata, "Panggilkan seorang dokter"
Seorang lelaki berkata, "Kenapa engkau mengatakan itu wahai Rasulullah?." Beliau menjawab, "Ya, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali menurunkan obatnya."

Imam Malik meriwayatkan dalam kitab Muwaththa', bahwa Zaid bin Aslam berkata, pada masa Rasulullah, seorang lelaki terluka dan darahnya menggumpal. Lelaki itu memanggil dua dokter dari Bani Anmar untuk memeriksanya. Kemudian Rasulullah bertanya kepada mereka, "Siapa dokter yang terbaik diantara kalian?". Dua orang itu berkata, "Apakah ada yang lebih baik dalam pengobatan, wahai Rasulullah?". Beliau menjawab, "Dia yang menurunkan penyakit, telah menurunkan obat". Menurut Ibnu Qayyim, hadits ini menunjukkan agar kaum muslim mencari orang terbaik dalam setiap ilmu atau keterampilan karena mereka akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik, termasuk mencari dokter dalam pengobatan penyakit.

Hal ini memberi hikmah kepada kita, bahwa berobat ke dokter sangatlah diperbolehkan, bahkan sebaiknya mencari dokter yang terbaik di bidangnya. Ibnu Qayyim bukan membahasakan dengan tabib atau istilah lain, tapi menyebutkan kata dokter secara lugas. Dalam kasus tertentu, diperlukan tindakan dokter untuk membantu menyehatkan kembali seseorang. Dan propolis sejak lama sudah digunakan oleh para dokter, sehingga tidak bertentangan dengan pengobatan kedokteran.

Sebut saja Ibnu Sina, *bapak kedokteran modern*, yang bahkan mengklasifikasikan propolis dalam beberapa kelompok sesuai warnanya serta lebah madu yang menghasilkannya. Beliau mempelajari propolis secara teliti dan menggunakannya sebagai pengobatan. Kalaupun saat ini belum semua dokter paham tentang manfaat propolis, maka itu menjadi tugas kita untuk terus mensyiarkannya.

Dalam jurnal _Biomedicine and Pharmacotheraphy_ 131 tahun 2020, disebutkan dalam keadaan terjadi infeksi virus, maka propolis akan menghambat penempelan virus ke sel tubuh kita. Namun pada kondisi tubuh yang sedang kurang baik, bisa jadi dengan banyaknya virus yang masuk dalam satu waktu, menyebabkan tubuh tidak mampu menghalau semuanya. Disinilah peran propolis akan menghambat replikasi atau penggandaan virus di dalam tubuh.

Namun sekali lagi, apabila kondisi tubuh sedang menurun, akan menyebabkan kemampuan melawan virus jadi berkurang. Jadi, kalaupun kita sudah konsumsi propolis setiap hari, tetap masih mungkin terjadi sakit. Tapi kondisi sakitnya tidak seberat kalau kita tidak minum sama sekali. Di masa pemulihan, propolis akan membantu memperbaiki sel-sel tubuh yang sudah dirusak oleh virus, sehingga pemulihan akan lebih cepat.

Tentu saja, karena kita bukan _Iron Man_, penting sekali tetap menjaga daya tahan tubuh kita dengan makan makanan yang bergizi, makan sayur dan buah yang cukup, istirahat yang cukup, minum air putih, menghindari stres, berolahraga rutin, menjaga kebersihan termasuk juga di masa pandemi ini, menggunakan masker dan menjaga jarak.

Lalu apakah cukup melakukan hal-hal diatas tanpa minum propolis? Kan tetap saja bisa sakit?

Tentu berbeda, seseorang yang akan menghadapi sebuah ujian, dengan hanya rutin bersekolah saja tanpa mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian, dengan orang yang terus melatih dirinya setiap hari mengerjakan soal-soal ujiannya. Mana yang lebih mudah melewati ujian? Tentu yang sudah berlatih setiap hari. Mana yang tidak stres setelah ujian berakhir? Tentu yang sudah berlatih setiap hari.

Dengan minum propolis secara rutin, sel-sel tubuh kita akan berregenerasi dengan baik, sehingga kondisi tubuh akan lebih optimal. Saat ada kuman datang, tubuh bisa mengatasi dengan baik. Kalaupun akhirnya sakit, efeknya diharapkan tidak terlalu berat dan pemulihannya juga lebih cepat. Kalaupun akhirnya ada kondisi yang sangat berat, itu adalah bagian dari perjalanan penyakitnya, dan biasanya, kalau dievaluasi lebih lanjut, hal tersebut akibat adanya kelalaian dalam konsumsi propolis yang tidak teratur, atau adanya pelanggaran terhadap perilaku hidup sehat.

Bahkan, yang namanya _Iron Man_, bisa kalah dan terluka saat melawan Thanos, apalagi kita? Kalau Iron Man saja butuh pakaian pelindung untuk bertarung, maka wajarlah kalau kita butuh suplemen untuk berlindung, terutama di tengah kondisi yang serba tidak pasti ini.

_Iron Man_ itu fiktif, tapi propolis itu nyata.
Keluhan penyakit bisa subyektif, tapi khasiat propolis jelas beda!

Jadi, selama kita bukan _Iron Man_, mari tetap *ikhtiar maksimal* dengan jaga kesehatan dan minum suplemen. Jangan sembarang suplemen, propolis jadi pilihan komitmen, agar tubuh sehat tanpa argumen.

dr. Nur Rahma SpPD

24/12/2021

Bahpos TPR MPS:
MUSIM HUJAN BELUM BERAKHIR, VIRUS PENYAKIT BELUM MENYINGKIR

Teman-teman selalu jaga kesehatan ya,
Karena sehat itu mahal ketika kita sakit.
Kalau saya selalu sedia Turkish Propolis Ruqyah Propolis premium dari Turki yang insyaAllah bisa jagain imun kita.

*BUKAN IRON MAN*

"Saya sudah minum propolis, tapi kenapa saya masih sakit?."

"Sudah habis 3 botol, tapi yang namanya benjolan, masih tetap berbentuk benjolan."

Pernah mengalami keluhan serupa dari konsumen ataupun dari mitra? Wah, jangan semangat banget mengangguknya 😁😁😁.

Disebutkan dalam sebuah _Jurnal of Family and Community Medicine_, propolis memiliki potensi dalam meningkatkan sistem imun dan respon imun biologis tubuh. Propolis juga digunakan secara luas sebagai anti peradangan, pengobatan penyakit saluran napas baik yang akut maupun kronik, mengobati luka, penyakit gigi, sinusitis serta berbagai manfaat lainnya. Hal ini diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Maksimova-Todorova dkk. Dengan manfaatnya yang sangat luas, maka tidak heran, kalau propolis digunakan oleh masyarakat sebagai salah satu suplemen yang bisa membantu mengatasi berbagai keluhan.

Propolis digunakan dalam berbagai pengobatan dengan variasi dosis yang diberikan. Beberapa penelitian menyebutkan dosis antara 375mg-500mg perhari, meskipun banyak penelitian menyampaikan dosis diatas 500mg bisa ditoleransi dan bermanfaat. Berretta dkk menyebutkan 500mg setara dengan 30 tetes, sedangkan dosis pengobatan diberikan 3-4 kali per hari.

Bila ada keluhan konsumen yang tidak merasakan efek, ada baiknya kita evaluasi dulu dosis yang sudah diminum oleh konsumen. Apakah sudah sesuai berat badan? Apakah frekuensi minumnya sesuai tujuannya? Apakah dikonsumsi teratur? Kalau tujuan pengobatan, minimal diberikan 3 kali sehari. Dan pada kondisi tertentu, memang dibutuhkan dosis besar, pada kasus tumor ataupun penyakit infeksi misalnya.

Pada kasus yang keluhannya belum menghilang dengan hanya minum propolis saja, ada baiknya pasien disarankan untuk evaluasi ke dokter untuk mendiagnosa lebih lanjut penyakitnya. Pada kondisi-kondisi yang memang membutuhkan tindakan medis, ada baiknya, tindakan tetap dijalani, sambil mengkonsumsi propolis.

Dalam buku Thibbun Nabawi karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah halaman 85, dituliskan bahwa Abu Hurairah meriwayatkan, Rasulullah memerintahkan seorang dokter menoreh bisul yang tumbuh di perut seorang laki-laki. Mereka bertanya, "Apakah melakukan pengobatan ini bisa bermanfaat wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, " Dia yang menurunkan penyakit, Dia juga yang menurunkan obat sesuai dengan yang dikehendakiNya." Ibnu Qayyim juga menyampaikan dalam kasus seperti itu, bantuan dokter diperlukan untuk membuang zat busuk yang ada dalam bisul.

Masih di dalam Thibun Nabawi juga dikisahkan, Amr bin Dinar meriwayatkan bahwa Hilal bin Yasaf berkata, bahwa Nabi pernah mengunjungi orang sakit dan berkata, "Panggilkan seorang dokter"
Seorang lelaki berkata, "Kenapa engkau mengatakan itu wahai Rasulullah?." Beliau menjawab, "Ya, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali menurunkan obatnya."

Imam Malik meriwayatkan dalam kitab Muwaththa', bahwa Zaid bin Aslam berkata, pada masa Rasulullah, seorang lelaki terluka dan darahnya menggumpal. Lelaki itu memanggil dua dokter dari Bani Anmar untuk memeriksanya. Kemudian Rasulullah bertanya kepada mereka, "Siapa dokter yang terbaik diantara kalian?". Dua orang itu berkata, "Apakah ada yang lebih baik dalam pengobatan, wahai Rasulullah?". Beliau menjawab, "Dia yang menurunkan penyakit, telah menurunkan obat". Menurut Ibnu Qayyim, hadits ini menunjukkan agar kaum muslim mencari orang terbaik dalam setiap ilmu atau keterampilan karena mereka akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik, termasuk mencari dokter dalam pengobatan penyakit.

Hal ini memberi hikmah kepada kita, bahwa berobat ke dokter sangatlah diperbolehkan, bahkan sebaiknya mencari dokter yang terbaik di bidangnya. Ibnu Qayyim bukan membahasakan dengan tabib atau istilah lain, tapi menyebutkan kata dokter secara lugas. Dalam kasus tertentu, diperlukan tindakan dokter untuk membantu menyehatkan kembali seseorang. Dan propolis sejak lama sudah digunakan oleh para dokter, sehingga tidak bertentangan dengan pengobatan kedokteran.

MUSIM HUJAN BELUM BERAKHIR, VIRUS PENYAKIT BELUM MENYINGKIR

Teman-teman selalu jaga kesehatan ya,
Karena sehat itu mahal ketika kita sakit.
Kalau saya selalu sedia Turkish Propolis Ruqyah Propolis premium dari Turki yang insyaAllah bisa jagain imun kita.

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Cimahi?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Culinary Team

Attire

Telephone

Website

Address


Jalan Karyabakti A015 Cipageran
Cimahi
40511