Pengen Cantik..??? Ya harus Sehat
info hubungi : sms/telp : 085829388146 arti cantik dan sehat
cantik
Dengan senantiasa menjaganya.
Setiap wanita punya kelebihan dan kekurangan jangan biarkan kekurangan itu akan merusak rasa nyaman kita dengan apa yang kita miliki sekarang. Dengan berusaha memutihkan kulit, menyambung rambut apalagi operasi plastik. Itu sangat tidak baik dan hanya akan sia sia di hari tua nanti. Bagaimana kita bisa tampil cantik bila setiap saat kita merasa tidak cantik. Bagaimana kita bisa bersyukur bila seti
ap hari kita mengeluhkan kekurangan kita, berat badan naik, jerawat bermunculan dimana-mana, flex hitam kulit kusam, pori-pori membesar dan sebagainya. Usaha untuk memperbaikinya syah-syah saja tapi harus dalam cara yang wajar dan tidak keluar dari batas normal sampai-sampai rela operasi plastik atau suntik silicon disana sini. Hmmm… ingatlah kecantikan harfiah itu tidak ada yang abadi. Semakin tua umur semakin merubah penampilan kita, keriput dimana-mana, mata menggantung badan renta. Kalau seperti ini sebenarnya apakah arti dari sebuah kecantikan yang selalu kita bangga-banggakan di masa muda. Kecantikan hati “inner beauty” atau lebih kita kenal secara awam dengan sebutan “kecantikan jiwa” kecantikan yang kekal tidak dapat disuntik dengan silicon, dibantu dengan operasi plastik ataupun di rawat dengan cream khusus. Kalau wanita benar-benar ingin memahami kecantikan itu yang sebenarnya adalah:
sehat
Istilah sehat dalam kehidupan sehari-hari sering dipakai untuk menyatakan bahwa sesuatu dapat bekerja secara normal. Bahkan benda mati pun seperti kendaraan bermotor atau mesin, jika dapat berfungsi secara normal, maka seringkali oleh pemiliknya dikatakan bahwa kendaraannya dalam kondisi sehat. Kebanyakan orang mengatakan sehat jika badannya merasa segar dan nyaman. tulah sebabnya, maka kesehatan bersifat menyeluruh mengandung keempat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut:
1. Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.
2. Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran, emosional, dan spiritual.
• Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
• Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.
• Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa (Allah SWT dalam agama Islam). Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.
3. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.
4. Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif, dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagi mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagi kelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut