Sumber Sehat Alami

Sumber Sehat Alami

Share

Sumber Sehat Alami memproduksi aneka herbal , dan produk kecantikan yang diracik dari bahan-bahan he

16/06/2020

Assalamu'alaikum🙏

TEH DAUN KELOR

Manfaatnya :
1. Menurunkan berat badan.
2. Penambah energi.
3. Penangkal inflamasi.
4. Sumber antioksidan.
5. Perawatan kulit.
6. Menambah sistem kekebalan tubuh.
7. Mencegah diabetes.
8. Obat pencernaan.
9. Menjaga kesehatan jantung.
10.Mempercepat penyembuhan.
11.Meningkatkan daya ingat.
12.Meredakan kram saat menstruasi.
13.Meningkatkan gairah seks.
14.Perawatan rambut.

Cara membuat Teh Daun Kelor:

Petik daun kelor per helai, taruh di tampah dan biarkan di suhu ruang beberapa hari hingga kering, ini menyebabkan daun kelor tetap berwarna hijau, sesekali di balik, boleh juga di jemur. Bagi yang s**a teh bubuk bisa juga tinggal di blender hingga halus.
Sesudah kering tinggal di seduh dengan air panas.

Semoga bermanfaat👍

19/05/2020

15 Tanda Kecerdasan Spiritual.

Selain kecerdasan intelektual dan emosional, maka ada satu lagi kecerdasan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan ini, yaitu cerdas secara spiritual. Inilah kecerdasan paling tinggi dari semua kecerdasan manusia yang akan membawanya kepada ketenangan dan kedamaian.

Menjalani kehidupan di jaman NOW yang penuh dengan berbagai tantangan yang semakin kompleks diperlukan banyak kecerdasan. Bukan hanya kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan emosional (EQ), tapi juga kecerdasan spiritual (SQ).

Seperti dilansir gelombangotak.com, bahwa kesuksesan hidup tak hanya diukur dari materi/kekayaan atau jabatan Anda, tapi juga bagaimana Anda memaknai kehidupan ini. Kebahagiaan yang didapatkan saat memiliki SQ yang tinggi tak sama dengan kebahagiaan saat menikmati makan dan minum. Sebab saat memiliki SQ yang tinggi maka kebahagiaan akan lebih ke arah yang menentramkan batin, jiwa dan pikiran.

Semakin Anda memiliki SQ yang tinggi, semakin mudah Anda untuk bisa menemukan kebahagian dan memaknai hidup. Kecerdasan spiritual (SQ) tidak hanya berhubungan dengan pikiran, batin dan jiwa Anda sendiri, namun kecerdasan spiritual (SQ) juga berhubungan dengan orang lain dan alam semesta. Semakin tinggi kecerdasan spiritual (SQ) yang Anda miliki, semakin tinggi p**a kontribusi Anda pada sesama dan alam semesta. Dengan memiliki kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi, Anda tidak akan terbawa arus zaman yang semakin kehilangan nilai-nilai kehidupan, kurangnya rasa simpati dan empati pada sesama dan kurangnya kesadaran untuk menjaga alam semesta demi terjaganya kelangsungan hidup umat manusia.

Setidaknya, seperti dilansir purposefairy.com, ada 15 tanda yang menunjukkan kamu telah memiliki kecerdasan spiritual (SQ) yang tinggi. Berikut listnya:

1. Mengenali Dirinya Dari Sekitarnya
Orang yang punya kecerdasan spiritual tinggi biasanya sangat paham bahwa dirinya satu kesatuan dengan alam sekitarnya/semesta. Hatinya dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang dan karenanya merasa tidak perlu menilai orang lain, menyalahkan, mengutuk atau mengkritik siapapun. Mereka sangat mengenali dirinya di dalam dunia yang ada di sekitarnya. Mereka melihat diri sendiri baik di dalam orang yang baik, dan juga dalam diri mereka yang jahat. Dalam diri orang yang hatinya baik pun dalam orang yang hatinya kejam.

2. Menjalani Hidup Dengan Ketulusan dan Kerendahan Hati
Biasanya, mereka yang punya kecerdasan spiritual tinggi sudah mengenali betul siapa dirinya di alam semesta ini dan mengapa berada di dunia ini. Semakin paham semakin rendah hati dan semakin besar keinginan untuk bersika penuh ketulusan.

3. Mencintai Tanpa Mengharapkan Balasan
Bagi mereka, cinta adalah diri mereka sendiri. Mereka mencintai tanpa berharap untuk dicintai kembali. Karena bagi mereka mencintai adalah apa yang bisa mereka berikan dalam kehidupan ini.

4. Merasa Nyaman Dalam Ketidaktahuan
Mereka yang cerdas secara spiritual biasanya mengetahui bahwa rencana hidup untuknya lebih besar dan kompleks daripada rencana yang mereka miliki untuk dirinya sendiri. Itu sebabnya mereka melepaskan diri atau tidak berusaha keras mengendalikan hidupnya. Mereka belajar untuk menaruh kepercayaan pada semua rencana kehidupan yang sedang dijalaninya.

5. Percaya Pada Kebijaksanaan Kehidupan
Ya, orang dengan kecerdasan spiritual yang tinggi akan membiarkan kehidupan membimbing mereka, menuntun dan membawanya ke dalam kehidupan yang lebih baik. Bukan berjalan dalam kehidupan yang direncanakan atau diinginkannya.

6. Tidak Tertarik Menjadi Apa Yang Orang Lain Pikirkan
Satu hal yang paling menarik bagi mereka yang punya kecerdasan spiritual tinggi adalah menjadi manusia seperti yang diinginkan penciptanya atau Tuhan. Bukan berusaha keras menjadi manusia yang diinginkan atau dipikirkan orang lain bagaimana seharusnya mereka. Mereka mampu menjalankan kehidupan mereka sebagaimana adanya.

7. Kebijaksanaan Adalah Milik Mereka
Biasanya, orang dengan kecerdasan spiritual yang tinggi tidak menarik kebijaksanaan dari orang lain atau ucapan, buku suci manapun maupun tindakan orang lain. Tapi dari apa yang ada dalam diri mereka sendiri. Mereka punya kemampuan mengambil kebijaksanaan dengan caranya sendiri, pengalamannya sendiri.

8. Mudah Memaafkan
Yup, orang yang cerdas spiritual biasanya mudah sekali memaafkan orang yang menyakitinya, menghianati, mengecewakan atau bahkan menganiaya mereka. Mengapa? Karena orang yang cerdas secara spiritual percaya bahwa orang hanya menunjukkan siapa diri mereka sebagai manusia.

9. Memberi Tanpa Mengharapkan Balasan
Mereka biasanya memberi karena mereka ingin melakukannya, bukan karena mereka mengharapkan balasan dari orang yang telah diberinya. Mereka paham betul bahwa kebahagiaan dari orang-orang yang diberi adalah pahala bagi dirinya.

10. Mereka Memiliki Kedamaian Hati Dalam Kesusahan
Orang yang cerdas secara spiritual, tak akan perduli berapa banyak tantangan kehidupan atau rasa sakit yang harus dialami sepanjang hidupnya. Hati mereka selalu merasa damai. Mereka telah menguasai dengan baik bagaimana bersyukur atau merasa puas dalam segala situasi.

11. Merangkul Siapapun yang Hadir Dengan Rasa Syukur
Mereka paham bahwa hidup penuh cinta adalah yang akan membimbing dalam perjalanan yang diinginkannya. Meski jalannya tidak mulus, tak mudah dan tak bebas dari perjuangan, rasa sakit dan kegelapan. Mereka akan terus merangkul siapapun yang datang mendekat dan mengucapkan terima kasih karena mereka tahu semua dijadikan ada/terjadi untuknya.

12. Membersihkan Diri Dari Keterikatan Pada Dunia
Mereka paham bahawa mengikatkan diri pada hidup duniawi yang sementara akan menyebabkan penderitaan yang besar. Itu sebabnya mereka tidak menggantungkan hidupnya pada sesuatu atau siapapun yang bersifat duniawi dan sementara. Ya, mereka hidup di dunia tapi dunia bukan mereka. Mereka mencintai orang di sekitarnya dan mencintai apa yang ada di sekitarnya tapi tidak mengikat diri pada semua itu.

13. Melepaskan Diri Dari Mencari Kebutuhan Di Luar Dirinya
Orang dengan kecerdasan spiritual yang tinggi sudah berada pada satu titik kehidupan di mana mereka tak lagi mendasarkan tujuan hidupnya atau mencari pemenuhan kebutuhan hidup dari sesuatu yang berada di luar diri mereka. Karena dunia luar tak lagi bisa memenuhi kebutuhannya sebab kebutuhan sejati ada dalam diri mereka sendiri.

14. Memiliki Pengalaman Spiritual
Mereka yang cerdas secara spiritual paham bahwa tubuh hanyalah kendaraan yang membawa jiwa/kesadaran di dalam dunia yang sifatnya fisik. Mereka sudah berada dalam kesadaran bahwa dirinya bukan sekedar tubuh tetapi jiwa/kesadaran itu sendiri yang ada di dalam tubuh mereka.

15. Menyukai Ketenangan dan Kesendirian
Ya, orang yang sangat cerdas secara spiritual sangat menyukai ketenangan dan kesendirian. Suasana yang hening akan membawa mereka menyatu dengan jiwa di dalam tubuh mereka. Dimana semua kebijakan tersimpan dan semua hikmah kehidupan ada di dalamnya.

Nah, itulah 15 tanda orang dengan kecerdasan spiritual yang sangat tinggi. Mana dari 15 ini yang paling sering muncul dalam hidupmu? Semoga semakin banyak tanda ini dalam hidupmu ya!

Sumber :
https://faktakhas.wordpress.com/2018/01/29/15-tanda-orang-cerdas-spiritual/

12/05/2020

😭 😭 😭
*Titik Terendah*

Aku laki-laki, tapi sekarang merasa bukanlah lelaki.

Sebagai pencari nafkah bebanku menggunung, hari-hari terkejar kebutuhan yang makin sulit didapat.
“Abang keluarlah lagi, kerja apa kek. Kasian anak-anak buka puasa nanti masa cuma minum?”

Baru saja aku p**ang, belum panas pantat duduk istri sudah suruh keluar lagi. Kasihan dia, pastilah bingung, di rumah cuma ada beras sisa dua liter. Isi kulkas sudah kosong, terakhir isinya dimakan saat sahur tadi.

Gas pun habis. Yang ada hanya utang di warung makin nambah. Lengkaplah semua kebingungan.

Andai jadi wanita mungkin akan tetap tinggal di rumah mendoakan saja. Ini aku, apa pun caranya harus kudu wajib dapat duit!
Ah, terasa betapa lemahnya aku jadi lelaki ….

Sudah delapan bulan di-PHK, sempat kerja serabutan ikut teman jadi kuli panggul barang di pasar, terakhir gabung di gojek. Namun, efek Covid 19 semua harus terhenti.
Penghasilan hari-hari sudah tidak ada lagi.

“Apa gak ada receh gitu, Dek. Di saku apa di kaleng celengan anak-anak?”

Bukannya tak mau keluar lagi. Aku sudah keluar dari pagi curi-curi tempat menunggu penumpang, sambil was-was kalau ada petugas yang razia. Tetap nihil, yang ada bensin mau habis. Pun liur ini sudah terasa pahit. Sepertinya fisikku sedang kurang fit, mungkin efek pening mikir masalah cari duit.

“Tidak ada Abang. Kalau ada juga sudah dari tadi Mala ke warung. Cuma dapet ini.” Istriku itu perlihatkan koin 100 rupiah di genggaman.

Wajahnya tersirat putus asa. Kutatap dia iba. Untuuung wanitaku ini orangnya sabar, kalau tidak? Entahlah.

Jam sudah menunjuk arah setengah satu. Masih ada waktu 5 jam ….
“Iyalah Abang keluar lagi.”
Aku bangkit, pasang masker, sarung tangan, helm. Langkah gontai kembali keluar rumah.

Tengah hari begini jalanan makin sepi, hanya ada satu dua kendaraan lewat, itupun jarang. Kunyalakan motor, bensin sudah menunjuk garis merah, kalau aku jauh-jauh bakal tidak bisa p**ang nanti.

Kuparkirkan motor di halaman masjid sekitar satu kilometer dari rumah. Awalnya duduk saja di selasar, bersandar di tembok menerawang dalam pikiran hampa.

Selain ngojek harus ke mana, kerja apa? Masih membingungkan. Minta tolong ke teman-teman mereka juga sedang kesulitan. Keseringan dibantu juga rasanya tidak enak.

Tiba -tiba ada panggilan hati untuk masuk, siapa tahu di dalam pikiran lebih adem, dapat jalan keluar. Siapa tahu Allah kasih jawaban segera, aamiin.

Di dalam ada satu orang duduk bersila persis menghadap tempat imam. Sepertinya tengah khusyuk menunduk berdoa. Mungkin masalahnya sama denganku. Masalah duit.

Aku mengambil duduk di belakang, dekat tembok.
Allah … berikan hambamu ini pikiran terbuka, tunjukkan jalan rezeki untuk anak-anak hamba, kasihan mereka kalau sampai tidak makan ya Allah….

Sampai jam menunjuk angka dua, pikiranku masih blank. Sekilas pandangan jatuh pada kotak amal yang digembok tepat di dekatku. Uang kertas hampir penuh di dalamnya, ada lembar warna biru dan merah terasa melambai minta dijemput. Susah payah kutelan ludah.
Ambil satu lembar saja biru itu, enam orang anggota keluargaku akan kenyang nanti buka.

Astaghfirullah, kuatnya setan menggoda sampai aku hampir beranjak ke kotak kaca itu.

Berulang-ulang kuucap istighfar sambil menutup mata. Jangan sampai darah daging mereka tumbuh dari kerjaku yang tidak halal, ya Allah ….

“Bang.” Kubuka mata, lelaki muda bermata bersih menegurku dalam jarak semeter, pakai masker kain batik. Ini orang yang duduk di depan tadi.

“Abang gojek, ya?” Ia melihat jaket yang kupangku.

“Iya, Mas.”
“Sedang sepi ya, Bang?”
“Ya, gitulah, Mas. Orang pada di rumah.”
“Abang bisa nyetir?”
“Bisa. Kenapa, Mas? Ada kerjaan?” Aku sangat berharap ini jalan pekerjaan.

“Oh iya, kebetulan saya mau minta tolong, bisa?”
Alhamdulillah, kuusap wajah penuh syukur.

Mata rasanya seketika terang benderang.
“Bisa, bisa!” Kuangguk kepala yakin.
“Abang ikut saya, ya. Rumah di belakang,” katanya sembari berdiri. “Ayo, Bang.”
Aku bergegas mengikuti.

Rumah cukup besar dengan halaman seukuran rumahku.
“Kita akan antar ini ke daerah Koja. Tadinya saya bingung, supir malah nekad p**ang kampung. Dadakan dia baru bilang,” katanya terlihat senang bertemu aku.

Segera kubantu lelaki muda itu mengangkat 10 karung beras, puluhan pkotak yang sudah dilakban ke dalam Expander silver.

Sepanjang jalan, lelaki muda bernama Ridwan itu cerita punya nazar yang dikabulkan. Pantas saja wajahnya cerah, ia amat bersyukur istrinya bangun dari koma selama 3 tahun, setelah melahirkan anak pertama mereka. Ia juga pernah kecelakaan fatal sampai membuatnya takut nyetir.
Berat juga masalahnya.

Ternyata punya banyak uang dan rumah bagus tak jua lepas dari masalah hidup.

Tiga Panti Asuhan di Koja mendapat bantuan berupa barang juga uang dalam amplop.

“Begitulah, Bang. Selalu ada ujian untuk kesabaran. Ceramah Ustaz di masjid tiap subuh itu yang kuatkan saya,” ceritanya mengalir lagi di perjalanan kami p**ang.
Ia berbagi cerita lagi tentang ujian yang menimpa rumah tangganya sejak awal menikah. Imanlah yang menguatkannya.

Kesabaran luar biasa.

Aku? Punya anak banyak sehat-sehat, istri sabar, hanya diuji dengan ketiadaan uang sudah bingung, hampir putus asa, malah sempat berpikir mencuri.

Ah, malunya aku ya Allah.

Dia lebih muda, tapi lebih dewasa dariku memandang hidup.

“Abang mau nggak jadi supir pribadi saya?”
Bagai disiram air sejuk aku mendapat nikmat berlipat sore ini.

Pulang dengan senyum lebar, bawa serantang makanan dari mas Ridwan, sembako, upah dua lembar uang merah, dan pekerjaan baru.
Benar-benar rezeki tak terduga.

Alhamdulillah, mendekatkan diri berserah memohon pada-Nya ternyata pilihan terbaik tadi.

Ini akan jadi awal jalanku meraih kemenangan. Belajar lagi sabar, belajar lagi melawan nafsu diri dan berbaik sangka pada-Nya.

_“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia mendapat kebahagiaan dia bersyukur maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar maka itu juga baik baginya.”_
(HR. Muslim).

10/05/2020

HATI YANG SENANG DAN DAMAI MEMBANTU MENYEMBUHKAN DUNIA.

Jika kita, karena suatu dan lain hal, belum berada pada posisi untuk membantu meringankan beban dunia ini; melalui kegiatan mengurangi polusi, membersihkan sungai, menanam kembali gunung dan hutan,
.berpartisipasi dalam kegiatan yang mencegah perusakan alam dan manusia, berperan dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan, bantuan sosial dll.

paling tidak: jaga kesehatan fisik dan mental masing-masing, berbahagialah dan bersyukurlah. Perbanyak membuat diri terlibat dalam hal-hal yang menyenangkan dan menyehatkan mental.

Hati yang tenang, senang dan damai akan memancarkan vibrasi positif yang akan menular kepada manusia dan lingkungan, termasuk pada alam. Semakin banyak manusia berbahagia, semakin sembuh dunia.

Mari sembuhkan dunia yang sakit ini dengan masing-masing senang, tenang, damai dan bersyukur; saling asah, saling asih, saling asuh.

***

05/05/2020

Fungsi rakit adalah menyeberangkan kita ke daratan lain. Setelah sampai daratan, kita tak menenteng rakit ke mana-mana kita pergi.

Fungsi sekolah membuat kita berpengetahuan dan berwawasan. Setelah lulus, sekolahnya tidak kita jadikan tempat tinggal.

Fungsi gula membuat jadi manis. Makanan yang sudah cukup manis, tak lagi kita tambahi gula.

Fungsi sistem keyakinan, seperti tangga, membuat moralitas dan kesadaran kita naik. Setelah kita di atas, kita tak lagi menjinjing tangga ke mana-mana.

Seluruh yang ada di bumi adalah pilihan manusia, agar manusia belajar dan mencapai tujuan.

Salah satu tujuannya adalah untuk saling berbagi, saling memberi kemanfaatan, saling memberi kegembiraan, kesenangan, penghiburan.
---

Manusia yang sudah mencapai tahap itu, tak perlu lagi kita lihat atau pertanyakan tangga apa, kendaraan apa yang ia pakai. Asam garamnya tentu sudah ia lalui, tentu saja ia pernah mencicipi garam, gula, asam, dan pahitnya jamu.

Hidup adalah menanam, menyiram, memelihara, melihat tumbuhannya berkembang, berbuah, dan menikmati buah (phala, pahala) nya. Serta berbagi buah dengan orang lain.

Seseorang yang menghasilkan panén buah yang banyak dan manis, tak perlu kita ragukan kemampuan mereka memilih pupuk dan metode, faktanya adalah buahnya baik dan banyak.

Manusia paripurna adalah manusia yang sudah mampu berbagi buah pengetahuan, kegembiraan, kemanfaatan dengan manusia lain dalam perjalanan hidupnya; Men who make as many as people happy.

***

A Tribute to Didi Kempot.

***

16/04/2020

Pada level energi, perasaan rendah memiliki frekuensi vibrasi dan kekuatan yang lebih rendah. Ketika kita berada dalam kondisi energi rendah seperti amarah, kebencian, kekerasan, rasa bersalah, kecemburuan, atau perasaan-perasaan negatif lainnya, kita secara fisik rapuh terhadap orang lain. Sebaliknya, pengampunan, rasa syukur, dan cinta kasih memiliki vibrasi energi dan kekuatan yang jauh lebih besar. Ketika kita beralih dari pola energi rendah ke energi yang lebih tinggi, kita menciptakan perisai yang melindungi kita pada level energi, dan kita tidak lagi rapuh secara fisik terhadap orang lain. Ketika marah, misalnya, energi kita rentan terkuras oleh amarah-balasan dari orang lain. Secara paradoksal, jika kita ingin mempengaruhi orang lain, kita harus mencintai mereka. Maka, amarah mereka pada kita akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri, tanpa menimbulkan efek apa pun pada kita! Simak sabda bijak Sang Buddha dalam Dhammapada, “Kebencian tidak takluk oleh kebencian. Kebencian takluk oleh cinta. Inilah hukum abadi.”

05/04/2020

BANGSA KITA PALING MAMPU BERSWADAYA PANGAN DIBANDING BANGSA LAINNYA.
(DAN MEMILIKI TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN YANG CANGGIH)

Beberapa hari yang lalu saya mampir ke rumah keluarga sahabat di Garut; lokasinya tak jauh dari kota, namun masih berada dalam area pesawahan/pertanian.

Kami disambut dengan keramahan dan kehangatan ala masyarakat lokal yang kini tak begitu banyak lagi dijumpai di kota, dan juga dijamu makan malam dengan seperangkat jamuan makan malam yang cukup lengkap, dari mulai nasi beras merah, tahu, sayur, lalap, pete, ayam, ikan, telur, sambal dll.

Yang membuat saya kagum luar biasa adalah bahwa seluruh bahan dasar makanan itu hasil 'halaman belakang' sendiri. Tahu mengolah sendiri, ayam memelihara sendiri, sayur, lalap dan bumbu menanam sendiri, telur dari ayam yang dipelihara sendiri, ikan dari kolam sendiri, bahkan beras dari padi sendiri (bersawah tak musti memiliki lahan yang sangat luas).

Tak berhenti hingga di sana kekaguman saya; ternyata pengolahannya pun menggunakan sistem tradisi leluhur kita. Sebagai contoh pengolahan sawah, beras dan nasi. Dengan cara ini, konon produksi beras menjadi jauh lebih banyak dan juga jauh lebih menyehatkan bagi tubuh**

Berlainan dengan mengolah nasi dengan cara umum saat ini, nasi kadang bisa menjadi penyebab diabetes dan ketidaknyamanan pencernaan lainnya.

Bayangkan, di kebanyakan negara lain, untuk bisa menghidangkan satu set makanan, anda harus melibatkan beberapa daerah, karena seringkali suatu wilayah hanya memproduksi bahan makanan yang spesifik, sehingga harus saling bertukar dengan wilayah lainnya. Berbeda dengan keadaan tanah dan iklim negara kita yang menumbuhkembangkan apa saja dan berlaku pada seluruh musim sepanjang tahun tanpa batas.

Jika di negara lain konsep swasembada pangan hanya mungkin dalam skup wilayah tertentu, misal swasembada tingkat propinsi, desa dll. maka di negara kita SETIAP RUMAH TANGGA-pun mampu berswaDAYA.

Memang yang lebih memungkinkan adalah di daerah pedesaan, karena ketersediaan lahan berbeda dengan di kota; namun pada skala tertentu setiap rumah tangga bisa melakukannya, paling tidak menanam bumbu sendiri. Jika ini dilakukan, mustahil harga cabe atau bawang bisa mencapai Rp. 100,000 per kg.

Negara kita memiliki kuantitas, kualitas dan kisaran sumber daya yang paling tinggi di dunia. Andai setiap negara di dunia saling menutup diri tak boleh melakukan ekspor dan impor, maka Indonesia akan jadi negara yang jauh paling makmur di dunia; tak akan ada yang kelaparan; yang mana hal ini sepertinya akan banyak terjadi di negara lainnya, yang selain sumber daya alamnya tak sebanyak di kita, juga memiliki hambatan perbedaan musim.

***

___________________________________________________

*Bagi masyarakat lokal yang menjaga tradisi, menjamu makan merupakan suatu tradisi yang dijaga kelestariannya; karena mencerminkan nilai tertentu, yang bersandar pada prinsip 'saling berbagi' sekaligus merefleksikan kondisi bahwa, orisinilnya, kita adalah bangsa yang cukup kaya untuk saling berbagi.

Pada masyarakat yang tinggal di pedesaan, khususnya di Jawa Barat (saya tidak begitu tahu di daerah lain) menawari singgah dan makan kepada mereka yang lewat di depan rumah sudah menjadi semacam 'idiom'; "Mangga atuh sindang heula, urang tuang, geura, yu..." (Mari singgah dulu, mari kita makan di rumah).

Idiomatika ini masih ada hingga sekarang; meski pada beberapa kasus mulai lebih kepada 'basa-basi', karena nilai-nilai ini terus bergeser. Misal, perubahan sumber daya ekonomi masyarakat yang semakin terbatas; yang mana menjamu makan tidak lagi terasa murah seperti dulu.

Sering kita jumpai pada masyarakat kalangan tertentu, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari keluarganya sendiri saja sudah terasa tak mudah; berbeda dengan dahulu, masyarakat desa memiliki akses yang mudah terhadap beras dan hasil pertanian/perkebunan lainnya.

-

**Dari mulai proses awal, kerbau digunakan daripada traktor, memotong menggunakan sabit tradisional, padi "dinyanyikan" dengan suling dan atau lagu lokal lainnya yang dipercaya dapat membuat padi "senang hati" sehingga, konon, produksinya jauh lebih besar daripada padi yang diproduksi dengan cara umum.

Beras juga disimpan di Gentong daripada di 'rice dispenser', penyimpanan beras pada gentong -yang dibuat dari tanah liat, menimbulkan suatu proses kimia tertentu yang membuat bahan-bahan yang tak baik bagi pencernaan terserap oleh tanah liat. Sebagian proses tertentu mungkin semacam detoks.

Beras juga imasak menggunakan se'eng, aseupan dll. (semacam dandang tradisional), dengan 'digigihan' terlebih dahulu (direbus pada tempat yang berbeda sebelum dikukus, jadi ada dua kali proses dibanding dengan proses 'rice cooker' yang semua proses disekaliguskan. Proses ini juga, konon menurut penelitian' membuat kadar gula yang berlebih yang seringkali menyebabkan diabetes, akan tereduksi pada kadar aman.

Setelah itu nasi diletakan pada boboko, media penyimpan nasi yang terbuat dari anyaman bambu yang konon akan membuat rasa nasi lebih enak, dan terhindar dari ekses toksik yang disebabkan oleh alat semacam logam atau plastik.

Minumnya pun disimpan pada Kendi, yang juga memiliki efek 'cooling' yang alami, serta detoksifikasi air.

Leluhur kita memang jenius.
___

Dari wall Akang Hendra

03/04/2020

PENGARUH PERSEPSI:
PENYEMBUHAN PENYAKIT DENGAN PIKIRAN

Pikiran positif adalah kekuatan dan seringkali kurang dimanfaatkan untuk penyembuhan penyakit.

Efek keyakinan atas keberhasilan suatu terapi telah didokumentasikan selama dua abad lebih. Meskipun pemikiran dan emosi dgn cepat diterima sebagai alat untuk penyembuhan, banyak orang yg tidak memanfaatkan sepenuhnya kekuatan pikiran mereka.

Ada bukti yang berkembang bahwa pelepas-gejala placebo menjadi garda depan terapi medis. Pengobatan Internal Tahunan 2002 mengemukakan bahwa respon placebo, “Kemungkinan akan membawa pengetahuan menuju cara kerja terapi medis yang jauh lebih mendalam dan mungkin juga menuju penyembuhan nyata pada kesehatan dan kesejahteraan manusia.”

Bapak terapi tertawa, Norman Cousins, yang melakukan penelitian biokimia di sekolah kedokteran di UCLA, menyampaikan, “Pikiran lebih kuat dari pada obat.”

“Kita tahu pikiran dan perasaan dapat mempengaruhi penyakit,” kata Candace Pert, Ph.D, seorang peneliti fisiologi dan biofisik di Pusat Medis Universitas Georgetown. Dia menyampaikan “Fisiologi dan emosi tidak terpisahkan” dan “Penelitian saya menunjukkan bahwa tubuh dapat dan pasti bisa disembuhkan melalui pikiran”

Daniel Goleman, Ph.D. dari Harvard menyatakan, “Kegelisahan – penderitaan yang ditimbulkan oleh tekanan hidup – mungkin adalah emosi dengan bukti ilmiah terbesar yang menghubungkannya dengan serangan penyakit dan cara penyembuhan.”

Studi yang ditunjukkan oleh Ekman, Levenson, dan Friesen menurut Well-Being: The Foundations of Hedonic Psychology (Kesejahteraan: Dasar Psikologi Hedonik), membawa para peneliti ke arah “masing-masing emosi … mengorganisir perubahan pada kondisi biologi organisme.” Emosi yang dihasilkan oleh pemikiran seseorang mengubah kimiawi internal seseorang.

Dr. Herbert Benson dari Harvard, seorang ahli pengobatan pikiran-tubuh, telah melakukan penelitian lebih dari 180 karya ilmiah dan buku. Dalam Beyond the Relaxation Response (Jauh Melintasi Respon Relaksasi) dia menyelidiki “Keyakinan – entah dia berada jauh di dalam pikiran atau “hati” Anda atau fokus pada beberapa objek dari luar seperti dokter – dapat memerankan respon positif atau negatif dalam tubuh kita.”

Tim Benson kali pertama meneliti efek fisikal meditasi pada rahib Tibet. Dia menuliskan, “Orang bijak Tibet tersebut menunjukkan pada kita, kondisi pikiran Anda adalah faktor tunggal terpenting dalam kesehatan fisik.”

Benson mengajarkan: “Satu-satunya resep penyembuhan yang valid yang dapat diidentifikasi pada (beberapa) pengobatan adalah adanya keyakinan yang kuat.”

Di banyak kasus, kelompok placebo dapat menyembuhkan secepat atau lebih cepat daripada kelompok terapi obat. Sesungguhnya, Benson menyatakan bahwa hanya “Untuk 25 persen penyakit ringan mungkin akan lebih sukses menggunakan dokter daripada memanfaatkan keyakinan Anda” Dia melanjutkan, ini berarti 75 persen penyakit fisik lainnya dipercayakan pada dampak pikiran seseorang.

Studi 1994 di Journal of the American Medical Association (JAMA) menyimpulkan, “Efek placebo mempengaruhi hasil pasien setelah adanya terapi, termasuk pembedahan.” Placebo “mungkin tidak menghubungkan efek terapi spesifik” kata JAMA, mengakui bahwa kesuksesan beberapa terapi medis berkaitan dengan pikiran seseorang. Banyak cerita luar biasa dari placebo yang mengindikasikan bahwa pikiran dapat mengisi sepenuhnya atas ketiadaan standar terapi medis Barat.

Tetapi terapi medis moderen tidak sepenuhnya memanfaatkan kekuatan pikiran, paling tidak “bukan secara sengaja”. Saat ini kata “placebo” di bidang kesehatan lebih sering diabaikan karena ketidaksesuaiannya yang berlawanan dengan keabsahan riset, daripada dipertimbangkan sebagai kekuatan tambahan.

Placebo memiliki efek terkenal semacam itu yang membuat industri farmasi perlu membuang data placebo dalam rangka menyingkirkan kekuatan pikiran dari riset mereka. Ada pemikiran bahwa “percobaan akan menjadi lebih efisien” dengan menyaring responden placebo dan mengeliminasi mereka dari terapi, kata Journal of Royal Society of Medicine (JRSM).

Tetap saja, tumbuhnya kesadaran adalah suatu kondisi sehat atau sakitnya seseorang terutama berdasarkan persepsi atau pemikiran seseorang. Benson menyampaikan, “Pikiran manusia dapat meningkatkan kekuatan tubuh secara signifikan ketika dilengkapi dengan fokus positif pada suatu keyakinan.”

Keyakinan seseorang bisa berupa apapun, mulai dari percaya pada seorang dokter sampai Tuhan. Entah seseorang mendapatkan keyakinan ini melalui riset, saran, atau melalui mimpi, tidak ada bedanya. Kuncinya adalah menemukan cara untuk meyakini proses penyembuhan Anda.

(Epochtimes.co.id) James Goodlatte.

27/03/2020

PERKATAAN YANG POSITIF DAPAT MENYEMBUHKAN.

Suatu penelitian melaporkan bahwa kata-kata dapat merubah air.

Kata-kata memiliki vibrasi (enerji) dan enerji memiliki pengaruh pada setiap hal, dalam hal ini adalah terhadap air.

Air merupakan media pelarut yang sangat efektif. Ia juga memiliki semacam "memori" yang kuat, atau dapat menyimpan enerji dengan relatif tahan lama.

Orang tua zaman dahulu seringkali "menitipkan" doa, atau afirmasi, pada segelas air, lalu meminumkannya pada yang sakit. Beberapa keyakinan tertentu mencipratkan air "suci" untuk mengobati seseorang, dll.

Ketika kita menyampaikan kata kata dengan vibrasi positif, maka struktur partikel air akan berubah menjadi cantik, membentuk pola tertentu seperti bunga; misal ketika diucapkan kata-kata: terimakasih, aku mencintaimu, atau lagu klasik tertentu.

Sebaliknya, ketika kita menyampaikan kata-kata, atau vibrasi yang negatif, maka struktur air akan berubah tak beraturan, tak berpola; misal kata-kata umpatan, atau lagu heavy metal tertentu.

Air adalah unsur yang paling banyak terdapat pada manusia, sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air. Artinya: kata-kata dan vibrasi yang baik dapat merubah manusia menjadi lebih sehat; karena struktur molekul air yang baik menyehatkan tubuh.

Bunyi manusia yang positif dapat menyembuhkan. Bunyi ini bisa terdapat dalam berbagai bentuk, misal, kata-kata penghiburan, doa, ucapan empati, ucapan terimakasih, dorongan, dukungan, pujian, dll.

Sebaliknya, bunyi juga dapat membuat menjadi sakit; misal kata-kata yang selalu diucapkan dengan berteriak, mengumpat, menghina, iri dengki, tuduhan, prasangka, dll.

Mari kita perbaiki dunia ini dengan berkata hal-hal yang baik dan konstruktif; manusia yang sehat membentuk dunia yang sehat.


Kang Hendra

Photos from Sumber Sehat Alami's post 24/02/2020

Salam sehat.

Teriring doa semoga para sahabat SSA selalu sehat dan bahagia. Aamiin.

Tuk pria & wanita yang mengalami masalah seputar kulit wajah yang terlihat semakin "menua" jangan kuatir, satu lagi produk terbaru dari Pusat Herbal SSA semoga bisa memberikan solusi terbaik untuk Anda.

Miracle Serum Oil MoSerila terbuat dari herbal alami tanpa bahan pemutih sehingga aman tuk digunakan. Diracik dari berbagai bahan seperti moringa seed oil, lauric fatty acid, vit.E, dan lemon essential membantu mencerahkan kulit wajah, mengencangkan dan meremajakan kulit wajah, sebagai antioksidan, anti penuaan dini, anti jerawat, menghaluskan & menyamarkan noda hitam dari sengat sinar matahari ekstrim.

Tunggu apalagi. Silahkan hubungi 081380390572 via WA. Dapatkan harga terbaik untuk 10 pemesan pertama. Terima kasih🤝

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Depok?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Website

Address


Jln. Swadaya No 8 RT 02 RW 09 Pondok Petir Bojongsari Depok
Depok
16434

Opening Hours

09:00 - 22:00