Toko herbal90
SOLUSI SEHAT bersama NASA (Produk Herbal karya Bangsa) ini di buat karena Pentingnya Kesehatan & seh
12/05/2026
🌿💙 Serbuk Bunga Telang Murni 💙🌿
Praktis, 100% alami, warna cantik & cocok buat teh, dessert, sampai minuman kekinian 😍
✨ Kualitas premium
✨ Mudah diseduh
✨ Wangi alami & hemat
🔥 Promo mulai Rp157rb
📦 Stok terbatas!
👉 Beli klik di sini sekarang sebelum kehabisan!
berat 👇👇👇👇
https://vt.tokopedia.com/t/ZS9FghQUKrHkp-4TOK7/
12/05/2026
💰 Utang negara hampir tembus Rp10.000 triliun… tapi pemerintah bilang masih aman. 🤔
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut posisi utang Indonesia per Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun atau sekitar 40,75% dari PDB, dan menurutnya angka itu masih jauh di bawah batas maksimal 60% yang diatur undang-undang. Bahkan Indonesia disebut lebih hati-hati dibanding banyak negara lain seperti Malaysia, Singapura, Amerika Serikat, hingga Jepang.
Tapi di sisi lain, angka utang yang terus naik juga bikin banyak rakyat mulai bertanya-tanya… 😥
Kalau tiap tahun utang bertambah ratusan triliun, sebenarnya dampaknya ke masyarakat nanti bagaimana? Apakah benar masih aman untuk jangka panjang, atau justru generasi berikutnya yang bakal menanggung beban paling besar?
Sebagian orang percaya utang itu wajar asal dipakai untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Tapi ada juga yang khawatir karena kebutuhan hidup makin berat, pajak meningkat, sementara ekonomi masyarakat kecil belum sepenuhnya pulih.
Menurut kalian gimana?
Apakah utang negara Indonesia saat ini memang masih aman dan terkendali… atau justru sudah mulai mengkhawatirkan? 👇🔥
12/05/2026
Jujur ini jadi perdebatan yang makin panas di tengah masyarakat… 🔥
Kalau dikasih pilihan, kalian lebih setuju Program Makan Bergizi Gratis tetap lanjut 🍽️ atau diganti bantuan uang tunai Rp300 ribu per bulan 💸?
Di satu sisi, banyak orang tua merasa program makan bergizi lebih terasa manfaatnya buat anak-anak. Setiap hari anak bisa makan layak, gizi lebih terjamin, dan beban keluarga sedikit berkurang. Apalagi buat warga kecil yang kadang harus pilih antara beli lauk atau bayar kebutuhan lain. 🙏
Tapi di sisi lain, ada juga yang bilang bantuan uang tunai lebih fleksibel. Uangnya bisa dipakai sesuai kebutuhan rumah tangga, mulai dari beras, susu, sampai biaya sekolah. Namun pertanyaannya… apakah benar uang itu nantinya tetap dipakai untuk kebutuhan anak? 🤔
Perdebatan ini bikin netizen terbelah. Ada yang bilang makanan gratis jauh lebih tepat sasaran, ada juga yang yakin bantuan tunai lebih membantu ekonomi keluarga secara langsung.
Kalau kalian sendiri gimana?
Pilih makan bergizi gratis tetap jalan 🍛
atau bantuan tunai Rp300 ribu 💵?
Tulis alasan kalian di komentar ya👇🔥”
12/05/2026
“Di saat banyak anak muda malu kerja karena takut gengsi… siswi SMA ini justru bikin satu Indonesia salut 😳🔥
Namanya C**a. Masih sekolah, masih pakai seragam putih abu-abu… tapi sepulang sekolah dia memilih berdiri di pinggir jalan jadi juru parkir di bawah panas matahari. Bukan buat gaya-gayaan. Bukan konten. Tapi demi mengisi waktu dengan sesuatu yang produktif dan menghasilkan.
Yang bikin publik tersentuh bukan cuma pekerjaannya… tapi cara dia menjalaninya dengan penuh semangat tanpa malu sedikit pun. 😭
Di zaman sekarang, masih ada yang menganggap pekerjaan tertentu itu rendah. Padahal, kerja halal sekecil apa pun jauh lebih mulia daripada hidup malas dan cuma bisa menghina orang lain dari balik layar HP.
Viralnya C**a juga sampai menarik perhatian Bupati Purwakarta, Om Zein. Banyak yang kagum karena seorang pelajar bisa menunjukkan mental pekerja keras di usia muda, saat sebagian orang bahkan masih bergantung penuh pada orang tua.
Kisah ini jadi tamparan keras buat banyak orang:
kadang yang bikin kita susah maju bukan karena gak ada peluang… tapi karena gengsi terlalu tinggi. 😅
Salut buat C**a 👏
Semoga perjuangannya jadi inspirasi bahwa tidak ada pekerjaan halal yang pantas diremehkan.
Menurut kalian…
kalau kalian ada di posisi C**a, sanggup gak kerja di jalan sepulang sekolah demi bantu diri sendiri dan keluarga? 👇🔥”
12/05/2026
“Bayangin… cuma karena berani nolak tambang ilegal, seseorang bisa dijemput dari rumahnya sendiri, diseret di depan cucunya, lalu dihabisi secara brutal di balai desa yang seharusnya melindungi rakyat. 😔‼️
Nama beliau Salim Kancil. Dan sampai hari ini, kisahnya masih jadi luka hitam tentang bagaimana suara rakyat kecil bisa dibungkam ketika kekuasaan, uang, dan premanisme berjalan beriringan.
Yang bikin merinding bukan cuma cara beliau dibunuh… tapi fakta bahwa sebelumnya beliau sudah melapor kalau dirinya terancam. Tapi kenapa nyawanya tetap tak terselamatkan?
Kasus ini jadi pengingat kalau memperjuangkan tanah, lingkungan, dan hak hidup kadang harus dibayar sangat mahal di negeri sendiri. Banyak orang bilang Indonesia negara hukum… tapi tragedi ini bikin publik bertanya: hukum benar-benar melindungi rakyat, atau justru datang setelah semuanya terlambat?
Sampai sekarang, nama Salim Kancil tetap dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap keserakahan tambang dan mafia tanah. Dan pertanyaan besarnya masih sama: kalau kejadian seperti ini terulang hari ini… apakah rakyat kecil benar-benar punya perlindungan? 🤔
Menurut kalian… apakah kasus Salim Kancil murni kriminal biasa, atau bukti kalau kekuasaan bisa dipakai membungkam orang yang melawan?👇🔥”
11/05/2026
“Program untuk kasih makan anak-anak… tapi yang kenyang malah oknum di belakang layar?” 😳
Kalimat itu mungkin terdengar kasar. Tapi setelah muncul dugaan jual beli titik dapur MBG, publik mulai bertanya-tanya: sejak awal sebenarnya sistem pengawasannya sudah siap… atau baru panik setelah isu meledak?
Presiden Prabowo sampai meminta KSP menelusuri potensi celah korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini tentu patut diapresiasi. Tapi kritik ICW yang menyebut langkah ini terlambat juga tidak bisa dianggap angin lalu. Karena MBG bukan program kecil. Ini proyek raksasa dengan anggaran besar, jaringan luas, vendor, dapur, distribusi, dan ribuan kepentingan yang bisa masuk di dalamnya.
Dan di Indonesia, kita sudah terlalu sering melihat pola yang sama: niat programnya bagus… targetnya besar… pelaksanaannya dikebut… pengawasannya datang belakangan.
Yang bikin publik makin khawatir adalah dugaan “jual beli titik SPPG”. Karena titik dapur bukan sekadar tempat masak. Di situ ada kontrak, suplai bahan, distribusi uang, tenaga kerja, sampai akses bisnis jangka panjang. Kalau akses itu bisa diperjualbelikan, maka yang dipertaruhkan bukan cuma anggaran negara… tapi juga hak makan anak-anak.
Jangan sampai MBG berubah jadi: program makan bergizi untuk anak, tapi makan peluang untuk orang dewasa.
Tujuan program ini sebenarnya sangat mulia. Anak-anak dapat gizi lebih baik, UMKM bergerak, petani terbantu, lapangan kerja terbuka. Tapi justru karena program ini membawa nama “anak-anak”, pengawasannya harus ekstra ketat. Sebab program dengan citra paling baik sering kali jadi tempat paling aman untuk orang bermain di belakang layar.
Publik juga jangan terjebak dua kubu ekstrem: ❌ Semua MBG pasti buruk. ❌ Semua kritik berarti anti pemerintah.
Karena kritik bukan berarti menggagalkan program. Kritik bisa jadi cara menyelamatkan program sebelum rusak lebih dalam.
Sekarang pertanyaannya sederhana: kalau memang program ini benar-benar untuk masa depan anak Indonesia, kenapa transparansi soal vendor, titik dapur, dan pengawasan tidak dibuka terang-terangan sejak awal?
Menurut kalian… MBG ini masih bisa jadi program penyelamat generasi 🇮🇩 atau justru rawan jadi “ladang baru” permainan anggaran? 👇🔥
11/05/2026
VIRALLL...‼️
“Gelar sarjana kok cuma jadi tukang sapu?” 😭
Kalimat itu pernah jadi hinaan yang setiap hari ditelan Pak Ahmad Jalaludin… mantan guru honorer asal Cianjur yang hidupnya sempat berada di titik paling pahit. Puluhan tahun mengabdi mencerdaskan anak bangsa, tapi gajinya bahkan tak cukup buat memenuhi kebutuhan keluarga. 💔
Bayangin…
Orang yang tiap hari mengajar murid agar punya masa depan cerah, justru harus menyerah pada kerasnya keadaan. Dengan hati hancur beliau melepas profesi guru yang sangat dicintainya. Bukan karena menyerah pada pendidikan… tapi karena dapur di rumahnya tak bisa menunggu janji kesejahteraan. 😢
Dari Guru Jadi Tukang Sapu…
Tangan yang dulu memegang kapur dan buku pelajaran, kini dipenuhi luka karena merangkai ijuk demi ijuk menjadi sapu. Beliau keliling kampung menawarkan dagangannya, sering dipandang sebelah mata, bahkan dicibir karena dianggap “gagal”.
Tapi diam-diam…
Pak Ahmad sedang membangun mimpi yang jauh lebih besar dari sekadar jabatan dan gelar. 🥺
Satu sapu yang terjual…
Satu langkah untuk membangun sekolah GRATIS bagi anak yatim dan dhuafa di kampungnya. ❤️
Dan ketika usahanya mulai berhasil, beliau tidak memilih membeli mobil mewah atau rumah besar. Justru seluruh hasil keringatnya dipakai membangun SMP IT dan PAUD gratis di Cianjur. 😭
“Saya berhenti jadi guru untuk tetap menjadi pendidik…”
Kalimat itu sukses bikin netizen nangis berjamaah. Karena ternyata… orang sederhana ini punya hati seluas langit.
Sekarang anak-anak yang dulu hampir putus sekolah bisa belajar tanpa takut biaya. Semua berasal dari hasil jualan sapu ijuk. MasyaAllah… 🥹
Kadang yang paling berjasa bukan yang paling terkenal.
Kadang pahlawan sejati justru datang dari orang yang diremehkan banyak orang.
SALUT buat Pak Ahmad Jalaludin.
Semoga sehat selalu dan rezekinya makin berkah. 🤲
Kalau menurut kalian…
Di zaman sekarang masih banyak gak sosok seperti Pak Ahmad? 👇🔥
11/05/2026
🔥 VIRAL LAMPUNG‼️ Warga sampai nekat bakar Pondok Pesantren di Mesuji setelah muncul dugaan kasus pencabulan yang menyeret pimpinan ponpes… Situasi memanas, massa mengamuk, bangunan dibakar, dan polisi langsung turun tangan mengamankan lokasi 😳
Yang bikin publik geger, warga disebut sudah memberi peringatan dan tenggat waktu agar pimpinan ponpes meninggalkan lokasi. Tapi karena dianggap masih bertahan di area pesantren, emosi warga memuncak hingga berujung aksi anarkis. Kini kasus ini jadi sorotan luas dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak netizen ikut geram, tapi tak sedikit juga yang mengingatkan bahwa proses hukum tetap harus berjalan agar fakta sebenarnya terbuka dengan jelas. Di sisi lain, aksi pembakaran juga menuai perdebatan karena dinilai bisa memperkeruh keadaan.
Kalau menurut kalian… apakah kemarahan warga dalam situasi seperti ini bisa dimaklumi, atau tindakan main hakim sendiri tetap tidak dibenarkan apa pun alasannya? 👇🔥
11/05/2026
🍀 Di usia ketika sebagian besar anak masih sibuk bermain dan belajar mengeja, Annisa Imania Putri justru telah menorehkan prestasi luar biasa. Gadis kecil asal Bengkalis ini berhasil menjadi Juara 1 Hafiz Indonesia 2019 dengan hafalan Al-Qur’an yang lengkap 30 juz. Yang lebih mengagumkan, hafalan itu sudah ia selesaikan sejak umur 6 tahun 8 bulan. 🥹✨
🍀 Perjalanan Annisa tentu bukan sesuatu yang instan. Setiap hari ia rutin melakukan muroja’ah hingga 5 juz demi menjaga hafalannya tetap kuat. Disiplin itu terus dijalani dengan penuh kesungguhan, bahkan di tengah aktivitas sekolahnya. Hebatnya lagi, Annisa tetap mampu meraih prestasi akademik dan selalu menjadi juara di kelas. 🤍
🍀 Kisahnya seakan menjadi bukti bahwa mencintai Al-Qur’an tidak menghalangi seseorang untuk berkembang di bidang lain. Justru dari kedekatannya dengan Al-Qur’an, Annisa tumbuh menjadi anak yang cerdas, disiplin, dan penuh semangat belajar. 🌸
🍀 Tak hanya fokus pada hafalan, Annisa juga mulai mempelajari berbagai bahasa dunia seperti Arab, Mandarin, dan Jepang. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah menyiapkan dirinya untuk masa depan yang luas dengan tetap menjadikan iman sebagai pondasi utama hidupnya. ✨
🍀 Mendengar kisah Annisa membuat hati terasa tersentuh. Di balik senyum kecilnya, ada perjuangan besar, doa orang tua yang tak pernah putus, dan pendidikan penuh cinta yang membentuk dirinya menjadi inspirasi bagi banyak orang. 🥹❤️
MasyaAllah Tabarakallah 🤍
11/05/2026
Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis yang harus melibatkan kampus secara aktif, bukan hanya menjadi penonton.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengajak sivitas akademika menjadikan MBG sebagai “laboratorium hidup” untuk riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat melalui keterlibatan lintas fakultas, program KKN, hingga dukungan CSR untuk pembangunan SPPG di daerah 3T.
BGN mencontohkan Unhas sebagai pionir pendirian SPPG yang telah diresmikan pada 28 April 2026.
Kampus juga diharapkan membantu investigasi keamanan pangan melalui pemanfaatan laboratorium jika terjadi kasus terkait MBG.
[Antara News]
11/05/2026
VIRAL‼️😭
Siapa sangka… anak dari seorang guru ngaji dan kuli bangunan harian lepas ini berhasil menembus Fakultas Kedokteran UI FULL BEASISWA setelah mengalahkan lebih dari 3.000 peserta lainnya 😭🔥
Namanya Nanya Iqbal Rasyid Ahmad Faqih.
Putra sederhana dari pasangan Agus Hermanto dan Suhaima ini membuktikan kalau mimpi besar tidak pernah memilih lahir dari keluarga kaya atau miskin 💔✨
Ayahnya hanya buruh bangunan harian…
Ibunya guru ngaji…
Namun doa orang tua dan kerja keras anaknya ternyata mampu menembus kampus impian jutaan orang Indonesia 🇮🇩
Iqbal bahkan sempat gagal di jalur prestasi SNBP…
Tapi bukannya menyerah, ia justru bangkit dan membalas semuanya lewat jalur SNBT dengan skor UTBK fantastis: 757 😳👏
Perjuangannya sampai membuat Wakil Dekan FKUI turun langsung datang ke rumah sederhananya di Bengkulu untuk memberi dukungan dan bantuan perlengkapan kuliah ❤️
Kini Iqbal mendapat KIP Kuliah dan fasilitas asrama dari UI agar tetap bisa kuliah tanpa membebani orang tuanya 🥺
Kisah ini jadi tamparan keras buat banyak orang…
Kadang yang bikin gagal bukan keadaan, tapi menyerah sebelum berjuang sampai akhir.
Menurut kalian…
Apakah anak seperti Iqbal pantas dijadikan inspirasi generasi muda Indonesia saat ini? 👇🔥
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Telephone
Address
Depok
DEPOK2