Batu Pemanggang
Memberikan Tips dan Informasi kesehatan untuk membantu mewujudkan Indonesia sehat
29/02/2020
Usai memberi kelonggaran dalam soal makan di saat Lebaran, barangkali kini Anda harus secara ketat mulai membatasi diri lagi untuk menumpuk lemak di dalam tubuh. PT Roche memberikan panduan berikut ini untuk menghindari makanan yang penuh lemak:
1. Bila menggunakan mentega atau margarin, oleskan tipis saja.
2. Ganti susu fullcream dengan susu rendah lemak atau tanpa lemak.
3. Rajin-rajinlah membaca label makanan. Pilih yang mengandung lemak kurang dari 10 gram per 100 gram makanan.
4. Kurangi kudapan.
5. Kurangi fastfood yang tinggi lemak, seperti french fries, hot dog, pizza, atau burger.
6. Buang lemak yang terdapat pada daging. Begitu juga dengan kulit ayam.
7. Batasi porsi asupan daging tak berlemak, daging unggas, dan ikan menjadi hanya seukuran telapak tangan sekali atau dua kali seminggu saja.
8. Usahakan tidak mengolah makanan dengan menggoreng. Pilihlah dengan cara dibakar, dipanggang, dimasak dalam microwave, atau ditumis.
9. Kurangi pemakaian saus yang berlemak, mayones, dan salad dressing
10. Yang terpenting, perbanyak makan buah, sayur, padi-padian, dan sereal. Makanlah tiga kali sehari.
29/02/2020
Banyak faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi, salah satunya adalah gaya hidup. Berikut ini adalah hal-hal yang dikategorikan sebagai gaya hidup tidak sehat yang dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah:
Kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Contohnya kuning telur, mentega, biskuit, keju, krim, atau santan.
Kurang berolahraga atau beraktivitas. Kondisi ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Kebiasaan merokok. Dalam rokok, ditemukan sebuah zat kimia yang disebut akrolein. Zat ini dapat menghentikan aktivitas HDL atau kolesterol baik untuk mengangkut timbunan lemak dari tubuh menuju hati untuk dibuang. Akibatnya, bisa terjadi penyempitan arteri atau aterosklerosis.
Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Kebisaan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah.
Obesitas. Seseorang dinyatakan mengalami obesitas saat memiliki indeks massa tubuh di atas 30 (kg/m2), sedangkan ukuran lingkar pinggang dikatakan berlebih saat melewati 102 cm pada laki-laki atau 89 cm pada wanita. Kondisi ini cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL dan trigleserida, serta menurunkan kadar kolesterol HDL.
Memiliki penyakit tertentu, seperti hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme), penyakit liver, dan penyakit ginjal. Mengobati kondisi tersebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Pertambahan usia. Saat usia tua, risiko kolesterol tinggi yang memicu arterosklerosis juga semakin besar.
Kondisi lain yang dapat meningkatkan kadar kolesterol adalah faktor genetik yang diturunkan dalam keluarga. Kolesterol tinggi yang disebabkan kondisi genetik (keturunan) disebut dengan familial hypercholesterolaemia (FH). Kadar kolesterol penderitanya akan tetap tinggi, meski telah mengonsumsi makanan sehat.
Satu dari lima ratus orang mewarisi kondisi ini dari orang tua. Selain itu, memiliki keluarga dengan riwayat kolesterol tinggi juga dapat membuat seseorang lebih berisiko memiliki kadar kolesterol tinggi, meskipun bukan dalam bentuk FH.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Cilincing
Jakarta
14110