Amelcindy Store

Amelcindy Store

Share

Menjual herbal untuk kesehatan dan kecantikan

04/07/2022

Dilansir Tonic Vice, studi tahun 2016 yang diterbitkan di jurnal Environment and Behaviormenunjukkan bahwa melihat ikan berenang di akuarium selama sepuluh menit dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung. Studi tersebut menilai respons fisik dan mental dari 112 partisipan, terhadap akuarium yang berisi beragam jenis ikan.�⁠�⁠
Temuan menunjukkan bahwa mereka lebih rileks, bahkan meskipun tidak ada ikan di dalam akuarium. Denyut jantung mereka menurun hingga tiga persen. Lalu saat ditambahkan ikan, denyut jantung dan tekanan darah menyusut hingga tujuh persen. Makin banyak ikan, makin membaik suasana hati mereka.�⁠ [Klikdokter.com]�⁠
Repost

04/07/2022

Saat pasangan mencium kening kamu, bisa jadi ia ingin mengungkapkan bahwa ia tidak ingin kehilangan kamu dengan sebuah ciuman kening yang lembut dan elegan. Karena itulah cium kening terkesan lebih 'dewasa' dan matang dibandingkan dengan cium bibir atau leher, karena didasari oleh pemikiran ingin saling melindungi dan tidak ingin berpisah.

Tag teman/sahabat/pasangan kamu biar tau.
Semoga bermanfaat🤗
Repost .id

04/07/2022

Dari peserta yang diteliti tadi, sekitar 56 persen wanita tak akan mengencani pria perokok.
Alasannya mengapa merokok itu tidak menarik dimata wanita adalah sebanyak 91 persen karena masalah bau asap dan 75 persen karena menyangkut masalah kesehatan.
Ada juga alasannya karena bau mulut dan ketakutan akan ciuman serta karena gigi kuning.
Untuk masalah v**e, wanita menyebutkan hal yang sama juga karena dimatanya, mau itu rokok ataupun v**e tetap sama saja.
STUDY mempelajari teori-teori, fakta, keunikan, dan pengetahuan seputar hal kesehatan dalam dan luar negeri.

Repost .dokter

04/07/2022

Situkang tidur akan dapat dilihat dari kesulitannya untuk bangun di pagi hari, sering mengantuk saat beraktivitas, atau tetap merasa mengantuk setelah tidur siang. Dalam jangka panjang, ada beberapa bahaya tidur terlalu lama yang bisa terjadi bila sering dilakukan, seperti :

1. Sakit kepala

Hal ini terjadi karena tidur terlalu lama dapat memengaruhi kerja senyawa kimia di otak (neurotransmitter) seperti serotonin.

Ketika kinerja zat tersebut terganggu, aktivitas saraf di otak akan bermasalah sehingga berisiko menyebabkan sakit kepala.

2. Sakit punggung

Sakit punggung umumnya dialami ketika Anda tidur terlalu lama dengan posisi tidur yang sama, terutama posisi telentang. Hal tersebut dapat membuat tulang punggung terasa kaku dan kerap menimbulkan rasa nyeri.
Repost

03/07/2022

4 Pilihan Sayuran yang Mengandung Zat Besi

Tak hanya dari daging, sumber asupan zat besi juga bisa diperoleh dari sayuran. Pilihan sayuran yang mengandung zat besi pun ada beragam. Agar Anda tidak bingung memilih jenis sayurannya, mari simak informasi lengkapnya berikut ini.

Zat besi merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Tanpa asupan zat besi yang cukup, tubuh bisa kekurangan energi, mudah lelah, pusing, bahkan berdampak pada emosi yang tidak stabil. Ada 2 bentuk zat besi yang dapat ditemukan dalam makanan, yaitu zat besi dari hewan (heme) dan zat besi dari tumbuhan (nonheme).

Tubuh sebenarnya paling banyak menyerap zat besi dari produk hewani, seperti daging, telur, dan ikan. Namun, bukan berarti asupannya tidak dapat dipenuhi melalui produk nabati, terutama bagi orang yang menerapkan gaya hidup vegan atau vegetarian.

Daftar Sayuran yang Mengandung Zat Besi
Kebutuhan zat besi setiap orang umumnya berbeda-beda, tergantung usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan. Wanita dewasa umumnya membutuhkan asupan zat besi 18 mg per hari, ibu hamil 27 mg per hari, dan 9 mg untuk ibu menyusui.

Sementara itu, pria dewasa umumnya membutuhkan 8 mg per hari. Batas maksimal asupan zat besi untuk orang dewasa adalah tidak lebih dari 45 mg setiap hari.

Agar kebutuhan zat besi harian bisa tercukupi dengan baik, penting untuk memilih makanan yang tepat, termasuk sayuran yang mengandung zat besi. Berikut ini adalah pilihan sayuran yang mengandung zat besi:

1. Bayam
Salah satu sayuran yang kaya akan zat besi adalah bayam. Dalam 100 gram bayam, terkandung sekitar 3,5 mg zat besi atau setara dengan 25% kebutuhan zat besi harian. Selain zat besi, bayam juga mengandung banyak vitamin C yang mampu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.

Karena kaya akan kandungan nutrisi tersebut, bayam bisa dijadikan sebagai salah satu asupan yang baik untuk mencegah anemia defisiensi zat besi.

2. Daun kale
Kale merupakan salah satu makanan rendah kalori yang menyimpan banyak nutrisi, termasuk zat besi. Dalam 100 gram daun kale, terkandung sekitar 1,6 mg zat besi. Selain itu, sayuran yang berasal dari keluarga kubis ini juga mengandung vitamin C yang bahkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan jeruk.

Daun kale juga kaya akan mineral lain, seperti magnesium dan kalium. Mineral ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung.

3. Brokoli
Brokoli juga termasuk sayuran yang mengandung zat besi. Meski jumlahnya tak sebanyak bayam dan kale, brokoli bisa menjadi pilihan sayuran yang baik untuk memenuhi asupan zat besi harian. Dalam 100 gram brokoli, setidaknya terdapat hampir sekitar 1 mg zat besi.

Brokoli juga kaya akan vitamin C dan beragam nutrisi penting bagi tubuh, seperti kalium, fosfor, zinc, serta vitamin A, B, D, E, dan K.

4. Kentang
Kentang dikenal sebagai sayuran yang kaya akan serat. Namun, tak hanya itu, kentang juga mengandung zat besi dengan jumlah yang tidak sedikit. Dalam 100 gram kentang, terdapat 1 mg zat besi.

Kentang juga tinggi kandungan kalium yang mampu mengontrol tekanan darah serta vitamin C yang dapat memperkuat daya tahan tubuh dan mencegah penyakit kronis.

Sebagian besar nutrisi kentang ada di bagian kulitnya. Jadi, jika ingin mendapatkan manfaat kentang dengan maksimal, usahakan mengonsumsi kulitnya juga, ya.

Cara Memaksimalkan Asupan Zat Besi dari Sayuran
Karena tubuh menyerap zat besi paling baik dari produk hewani, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan asupan zat besi dari sayuran. Berikut ini adalah caranya:

- Konsumsi sayuran yang mengandung zat besi bersamaan dengan asupan vitamin C atau vitamin A, seperti wortel, ubi jalar, labu, jeruk, atau melon

- Batasi asupan kalsium, misalnya akibat mengonsumsi suplemen kalsium tanpa anjuran dokter, karena bisa menghambat penyerapan zat besi

- Hindari konsumsi kopi dan teh saat makan karena bisa mengurangi penyerapan zat besi hingga 50–90%

Mengonsumsi sayuran yang mengandung zat besi memang baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah anemia. Namun, pastikan Anda juga tetap mengonsumsi jenis makanan yang bervariasi guna melengkapi nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

Jika masih bingung menentukan jenis sayuran yang mengandung zat besi untuk Anda konsumsi sehari-hari, cobalah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan saran terbaik, termasuk jumlah asupannya yang tepat.

Sumber : Alodokter

03/07/2022

Kenali Penyebab Insomnia dan Cara Mengatasinya

Insomnia merupakan gangguan tidur yang cukup sering ditemui. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari stres hingga efek samping obat tertentu. Namun, dengan penanganan dan pengobatan yang tepat, insomnia bisa teratasi, kok.

Insomnia adalah kondisi yang membuat penderitanya sulit untuk memulai tidur, sering bangun saat tidur, tidak bisa tidur sama sekali, atau bangun terlalu dini dan tidak bisa tidur kembali. Kondisi ini bisa terjadi dalam jangka pendek (akut) atau berlangsung lama (kronis).

Ini Penyebab Insomnia
Berdasarkan penyebabnya, insomnia dibagi menjadi dua jenis, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder. Insomnia primer disebabkan oleh faktor yang tidak terkait dengan kondisi medis, seperti:

Stres akibat pekerjaan, peristiwa duka, pengalaman traumatis, atau masalah keuangan
Jadwal tidur yang tidak teratur karena tuntutan pekerjaan atau jet lag
Kebiasaan buruk sebelum tidur, seperti makan terlalu banyak, menggunakan ponsel atau laptop, atau menonton televisi menjelang waktu tidur
Faktor lingkungan, seperti lampu yang terlalu terang, suara bising, dan suhu kamar yang terlalu dingin atau panas
Sementara itu, insomnia sekunder adalah gangguan tidur yang terjadi akibat adanya kondisi lain yang mendasarinya. Kondisi ini bisa berupa:

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan, atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang
Efek samping obat-obatan tertentu, seperti obat antidepresan, obat dekongestan, obat tekanan darah tinggi, obat alergi, dan obat penurun berat badan yang biasanya mengandung kafein
Gangguan hormon, gangguan kognitif, penyakit pada saluran pencernaan atau pernapasan, myalgia, dan radang sendi
Gangguan tidur lain, seperti restless leg syndrome atau sleep apnea
Gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, gangguan bipolar, atau depresi
Cara Mengatasi Insomnia
Insomnia dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Orang yang kualitas dan kuantitas tidurnya kurang bisa menjadi mudah marah, tidak fokus, cemas, dan mengalami penurunan produktivitas, bahkan lebih berisiko mengalami kecelakaan.

Tak hanya itu, sulit tidur dalam jangka waktu lama juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), obesitas, penyakit jantung, gangguan kecemasan, atau depresi.

Oleh karena itu, untuk mencegah berbagai komplikasi tersebut, insomnia perlu mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi insomnia, yaitu:

1. Terapkan sleep hygiene
Sleep hygiene merupakan praktik membangun kebiasaan tidur yang sehat untuk memperbaiki pola tidur. Praktik ini dilakukan dengan cara pergi tidur dan bangun tidur di waktu yang sama setiap harinya.

Selain itu, buatlah rutinitas yang baik dilakukan sebelum tidur, misalnya menulis jurnal atau meditasi. Kemudian, ciptakan lingkungan tidur yang nyaman dengan meredupkan lampu serta menjaga suhu kamar tetap sejuk.

Hindari bermain ponsel, laptop, dan komputer, atau menonton televisi sebelum tidur, karena kebiasaan ini bisa membuat pikiran Anda aktif sehingga Anda sulit tidur.

2. Terapkan pola hidup sehat
Rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari dapat menyehatkan tubuh Anda sekaligus meningkatkan kualitas tidur. Meski begitu, sebisa mungkin hindari olahraga dan makan berat setidaknya 3–4 jam sebelum waktu tidur. Pasalnya, hal ini justru akan membuat Anda sulit terlelap.

Selain itu, batasi konsumsi minuman berkafein dan minuman beralkohol serta jangan merokok, agar tubuh Anda tetap sehat dan tidur Anda juga lebih nyenyak.

3. Batasi waktu tidur siang
Tidur siang memang bermanfaat untuk meningkatkan energi dan fokus. Akan tetapi, jika dilakukan dalam waktu yang terlalu lama, hal ini bisa membuat Anda mengalami insomnia. Sebaiknya, Anda tidur siang maksimal selama 30 menit dan tidak tidur setelah pukul 3 sore.

4. Konsumsi suplemen dan obat-obatan
Suplemen melatonin juga diketahui dapat membantu Anda tidur lebih cepat dan lebih lelap. Namun, ingat, suplemen ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang dan tidak bisa dijadikan obat untuk mengatasi insomnia.

Di samping itu, cara lain yang juga cukup sering digunakan adalah mengonsumsi bahan atau obat herbal. Ada banyak jenis tanaman herbal yang diyakini mampu meningkatkan kualitas tidur. Beberapa jenis tanaman herbal yang sudah sejak lama digunakan dalam pengobatan sulit tidur adalah sebagai berikut:

Valerianae radix atau akar valeriana, yang diyakini dapat mempercepat waktu tidur dan membuat tidur lebih nyenyak karena bisa memberikan efek menenangkan
Myristicae semen atau biji pala, yang sudah sejak lama digunakan untuk dalam meningkatkan waktu tidur
Eleuthroginseng radix atau akar eleuthro ginseng, yang diyakini bermanfaat untuk mengatasi kelelahan secara fisik dan mental sehingga bisa membantu tidur lebih lelap
Polygalae radix atau akar tanaman Senega, yang diketahui memiliki efek antidepresan dan sifat antioksidan sehingga dapat membuat tubuh relaks dan tidur lebih cepat
Pastikan Anda mengonsumsi obat atau suplemen sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Bila perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan dosis yang aman dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan Anda.

Jika setelah menerapkan cara-cara di atas Anda masih juga mengalami insomnia, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber : Alodokter

03/07/2022

Parasomnia, Gangguan Perilaku Saat Tidur

Parasomnia adalah kumpulan gangguan tidur berupa perilaku tidak biasa saat akan tertidur, sedang tidur, atau periode antara tidur dan bangun. Selain membuat Anda sulit tidur nyenyak, parasomnia juga dapat mengganggu orang yang tidur di dekat Anda.

Jika Anda menderita parasomnia, Anda dapat berbicara, berjalan, atau berperilaku agresif saat tidur. Ketika hal tersebut terjadi, orang di sekitar Anda mungkin mengira Anda sedang terjaga. Anda pun biasanya tidak akan mengingat hal-hal yang telah Anda lakukan atau katakan ketika terbangun nanti.

Parasomnia dapat membahayakan diri sendiri karena Anda sedang dalam keadaan tidak sadar dengan kondisi sekitar. Gangguan ini juga dapat mengurangi kualitas tidur sehingga menimbulkan efek negatif pada kesehatan.

Penyebab Parasomnia
Siklus tidur yang normal terbagi menjadi fase terjaga (wakefulness), non-rapid eye movement (NREM), dan rapid eye movement (REM). Fase NREM selanjutnya dibagi menjadi 3 fase sebelum masuk ke fase REM. Siklus ini akan berulang setiap 90 menit sepanjang malam.

Parasomnia diduga terjadi karena transisi yang tidak sempurna antara NREM dan REM. Gangguan tidur ini juga diduga dipicu oleh beberapa kondisi berikut:

Kurang tidur
Demam
Stres, cemas, atau depresi
PTSD (post-traumatic stress disorder)
Konsumsi obat penenang
Kondisi medis tertentu, seperti narkolepsi, multiple sclerosis, atau tumor otak
Penyalahgunaan alkohol
Memiliki riwayat keluarga dengan parasomnia
Jenis-Jenis Parasomnia
Parasomnia dikelompokkan berdasarkan fase tidur saat gangguan ini terjadi, yaitu parasomnia NREM dan REM. Akan tetapi, ada juga jenis parasomnia yang tidak masuk dalam kedua kelompok tersebut. Berikut adalah jenis-jenis parasomnia:

Parasomnia non-rapid eye movement (NREM)

NREM merupakan tahap ketika seseorang mulai terlelap hingga kemudian tidur nyenyak. Parasomnia non-rapid eye movement (NREM) terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

Confusional arousals, terjadi ketika Anda dalam kondisi setengah tersadar tetapi tampak bingung dan sulit memahami saat diajak berkomunikasi
Sleepwalking, yaitu kondisi berjalan sambil tidur dengan mata terbuka tetapi Anda tidak sadar akan kondisi sekitar
Night terror (sleep terror), terjadi ketika Anda menjerit atau menangis dan diiringi dengan jantung berdetak cepat, napas terengah-engah, dan berkeringat. Kondisi ini bisa membuat Anda tiba-tiba terbangun dalam keadaan ketakutan tanpa alasan yang jelas
Gangguan tidur yang melibatkan perilaku abnormal, terjadi ketika Anda tidur sambil melakukan masturbasi, penetrasi, mengeluarkan suara seakan-akan sedang berhubungan seksual, atau menyantap jenis makanan yang tidak akan dikonsumsi saat terjaga
Parasomnia rapid eye movement (REM)

Setelah fase NREM terlalui, Anda akan memasuki fase REM. Pada fase ini, mata Anda bergerak cepat di belakang kelopak mata dan gelombang otak Anda terlihat mirip dengan saat terjaga. Fase REM juga ditandai dengan peningkatan detak jantung dan tekanan darah.

Mimpi alias bunga tidur terjadi pada fase ini. Selama fase REM, lengan dan kaki Anda menjadi lumpuh sementara untuk mencegah Anda bereaksi secara fisik terhadap mimpi Anda.

Parasomnia yang terjadi pada fase NREM meliputi beberapa kondisi berikut:

Recurrent isolated sleep paralysis atau ketindihan, yaitu kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan menggerakan tubuh meski Anda sudah terjaga
REM sleep behavior disorder (RSBD), terjadi jika Anda berbicara, tertawa, berseru, menjerit, atau membuat gerakan agresif seperti menendang dan meninju saat tidur. Jenis parasomnia ini umumnya dialami oleh penderita penyakit neurodegeneratif, seperti penyakit Parkinson, lewy body dementia, atau stroke
Nightmare disorder, terjadi ketika mimpi terasa begitu nyata sehingga Anda dapat menggambarkan mimpi tersebut secara rinci. Kondisi ini lebih mungkin terjadi jika Anda sedang stres, sakit, lelah, mengalami peristiwa traumatis, atau berada dalam pengaruh alkohol
Selain itu, beberapa jenis parasomnia lainnya adalah sindrom kepala meledak (exploding head syndrome), menggeretakkan gigi, halusinasi, dan mengompol.

Namun, mengompol baru dikategorikan sebagai parasomnia jika dialami oleh anak berusia lebih dari 5 tahun dan terjadi setidaknya 2 kali dalam seminggu selama minimal 3 bulan.

Cara Mengatasi Parasomnia
Untuk menangani parasomnia, dokter akan melakukan pemerikaan fisik serta mempelajari riwayat kesehatan Anda, seperti pola tidur, obat-obatan yang dikonsumsi, gaya hidup, kondisi kejiwaan, serta riwayat parasomnia dalam keluarga.

Keterangan dari orang yang tidur bersama Anda juga diperlukan karena Anda mungkin tidak mengingat apa yang terjadi selama Anda tidur.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lain, seperti sleep study atau polisomnografi guna merekam aktivitas otak, pernapasan, serta detak jantung saat Anda tidur.

Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter akan memberikan penanganan yang disesuaikan dengan penyebab parasomnia, yaitu:

Pemberian obat

Dokter dapat meresepkan obat untuk mengatasi parasomnia. Jenis-jenis obat yang mungkin diberikan oleh dokter adalah:

Topiramate
Antidepresan
Aginis dopamin
Melatonin
Clonazepam
Terapi

Parasomnia sering dikaitkan dengan gangguan mental. Oleh karena itu, dokter juga biasanya menyarankan untuk menjalani terapi perilaku kognitif (CBT), seperti psikoterapi, terapi relaksasi, atau hipnosis.

Di samping menjalani pengobatan yang dianjurkan dokter, Anda juga disarankan untuk menerapkan sleep hygiene, membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya, serta memindahkan atau mengamankan benda-benda yang sekiranya berbahaya dari kamar Anda.

Tidur yang berkualitas sangat penting unutk kesehatan fisik dan mental. Apabila Anda merasa mengalami parasomnia, jangan ragu untuk pergi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai, terutama jika parasomnia sampai membahayakan Anda dan orang di sekitar Anda.

Sumber : Alodokter

02/07/2022

Seputar Manfaat Madu untuk Asam Lambung

Konsumsi madu untuk asam lambung masih terdengar asing bagi sebagian orang. Padahal, madu juga memiliki khasiat untuk meredakan gejala asam lambung. Jika Anda penasaran dan tertarik mencobanya, mari simak informasinya lebih jauh dalam artikel berikut.

Madu merupakan salah satu obat tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun untuk mengatasi berbagai penyakit, tak terkecuali asam lambung. Gejala penyakit asam lambung atau GERD bisa muncul ketika cairan asam dari lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan iritasi.

Beberapa gejala yang sering muncul adalah sensasi panas di perut atau dada, mulut terasa pahit, dan kesulitan menelan. Nah, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala asam lambung, baik secara alami atau dengan obat-obatan medis.

Salah satu cara alami yang bisa dicoba adalah konsumsi madu. Penggunaan madu untuk asam lambung bisa menjadi alternatif pengobatan, karena bahan ini memiliki berbagai senyawa alami yang baik bagi kesehatan tubuh.

Manfaat Madu untuk Asam Lambung
Khasiat madu untuk asam lambung tak terlepas dari kandungan di dalamnya. Komponen senyawa aktif, seperti flavonoid, asam fenolik, dan polifenol, berperan sebagai antioksidan dan antiradang yang dapat memberikan manfaat kesehatan.

Sebagai obat alami asam lambung, antioksidan dalam madu bekerja sebagai penangkal radikal bebas yang dapat mencegah kerusakan sel di saluran pencernaan. Selain itu, madu juga bisa meredakan peradangan di kerongkongan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu dapat melindungi lapisan kerongkongan dari iritasi akibat naiknya asam lambung. Madu juga dapat menetralkan asam lambung berlebih.

Meski begitu, penelitian yang lebih luas dan mendalam masih perlu dilakukan untuk menilai efektivitas madu untuk meredakan gejala asam lambung.

Selain untuk meredakan gejala asam lambung, manfaat madu juga dipercaya untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan lainnya, seperti diare, gastroenteritis, dan sembelit.

Cara Mendapatkan Manfaat Madu untuk Asam Lambung
Menurut beberapa penelitian, konsumsi sekitar 1 sendok teh madu setiap harinya cukup untuk meredakan gejala asam lambung. Anda bisa mencampur madu dengan segelas air hangat atau teh.

Meski penelitiannya masih terbatas, konsumsi madu masih dianggap sebagai cara yang aman dan efektif untuk meredakan gejala asam lambung. Sebagian besar orang bisa mengonsumsi madu tanpa mengalami efek samping tertentu. Namun, jika Anda memiliki alergi terhadap madu, hindari konsumsinya.

Bila Anda menderita diabetes, gula darah rendah, atau konsumsi obat yang dapat memengaruhi gula darah, pastikan Anda konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum rutin mengonsumsi madu.

Hal lain yang perlu diketahui adalah penggunaan madu tidak disarankan untuk bayi di bawah usia 12 bulan. Pasalnya, konsumsi madu dapat meningkatkan risiko terjadinya botulisme pada bayi.

Kini, Anda telah mengetahui seputar manfaat dan penggunaan madu untuk asam lambung. Jika gejala asam lambung yang Anda alami tak kunjung membaik atau justru memburuk, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber : Alodokter

02/07/2022

Manfaat Ashwagandha, Tanaman Herbal dari India

Tanaman ashwagandha mungkin tidak terlalu familier di telinga kita. Namun, tamanan herbal yang lebih umum dijumpai di India serta beberapa negara di Asia Tenggara ini punya beragam manfaat kesehatan yang sayang jika dilewatkan, lho. Yuk, simak apa saja manfaatnya pada artikel ini!

Ashwagandha (Withania somnifera) juga dikenal dengan nama ginseng India. Tanaman ini memiliki bentuk yang kecil dan bunga berwarna kuning. Akar dan daunnya adalah bagian yang sering kali diekstrak menjadi obat-obatan.

Ashwagandha diketahui bersifat adaptogen, yaitu zat alami yang membantu tubuh beradaptasi terhadap hormon stres. Berkat nutrisi di dalamnya ini, tanaman ashwagandha banyak digunakan untuk membantu mengatasi berbagai kondisi kesehatan, khususnya kesehatan mental.

Sederet Manfaat Ashwagandha
Ashwagandha biasanya ditemukan dalam bentuk suplemen kemasan, sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi. Ekstrak tanaman ini juga bisa ditemui dalam bentuk bubuk yang bisa dicampurkan ke dalam makanan, seperti yoghurt atau oatmeal.

Nah, berikut ini adalah berbagai manfaat tanaman ashwagandha yang perlu kamu ketahui:

1. Meredakan stres dan cemas
Manfaat ashwagandha dalam meredakan stres dan cemas telah didukung oleh banyak penelitian. Tanaman ini diketahui dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang dihasilkan tubuh saat stres dan merangsang otak untuk melepaskan lebih banyak hormon serotonin yang membantu munculnya perasaan bahagia.

2. Mengurangi gejala gangguan mental
Selain meredakan stres dan cemas, ashwagandha juga diketahui bisa mengurangi gejala gangguan mental. Penelitian menyebutkan, tanaman herbal dari India ini memiliki efek mirip dengan antidepresan sehingga bisa membantu mengontrol gejala depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, dan gangguan bipolar.

Walaupun begitu, penggunaan ashwaganda tidak bisa menggantikan terapi dan pengobatan lain yang diberikan oleh dokter, ya.

3. Meningkatkan fungsi otak
Senyawa pada ashwagandha memiliki sifat antioksidan. Efeknya adalah untuk meningkatkan kerja dan fungsi otak dalam memproses informasi, mengingat, dan menentukan keputusan. Manfaat ini sangat baik bagi orang dengan gangguan kognitif, seperti Alzheimer, penyakit Parkinson, penyakit Huntington, atau disleksia.

Selain itu, dalam penelitian lain disebutkan, rutin mengonsumsi ashwagandha juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada orang dengan gangguan bipolar dan skizofrenia.

4. Meningkatkan kualitas tidur
Ashwagandha dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, terutama bagi penderita insomnia atau penderita masalah tidur lainnya yang berkaitan dengan stres dan kecemasan.

Pasalnya, mengonsumsi tanaman herbal ini diketahui dapat memberikan efek tenang, sehingga diyakini bisa membuat tidur bisa lebih lama dan nyenyak.

5. Meningkatkan kesuburan pria
Ashwagandha diyakini bisa menjadi solusi bagi pria yang memiliki masalah pada kesuburan. Senyawa aktif dalam tanaman ini dipercaya dapat meningkatkan kualitas sperma, termasuk jumlah, pergerakan, dan bentuknya. Selain itu, ashwagandha juga berperan dalam peningkatan kadar hormon testosteron dalam tubuh pria.

5. Menurunkan kadar gula darah
Senyawa aktif yang disebut withaferin A di dalam ashwagandha diyakini dapat membantu sel-sel tubuh untuk memproses glukosa dengan baik. Berkat manfaatnya ini, ashwagandha bisa menjadi pilihan pengobatan alami bagi penderita diabetes.

Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, ashwagandha juga diyakini dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, serta membunuh sel-sel kanker.

Kendati demikian, kamu tetap perlu berhati-hati saat mengonsumsi atau minum obat herbal ini. Konsumsi ashwagandha dalam jumlah yang berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Beberapa kasus juga melaporkan adanya gangguan hati setelah kelebihan minum obat ini.

Suplemen dan tanaman herbal ashwagandha juga tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat antihiperglikemik, obat penenang, obat imunosupresan, dan obat tekanan darah tinggi.

Oleh karena itu, apabila kamu ingin menggunakan ashwagandha sebagai pengobatan, terlebih jika kamu sedang hamil, menyusui, atau memiliki penyakit autoimun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan keamanannya.

Sumber : Alodokter

02/07/2022

10 Jenis Sayuran yang Mengandung Vitamin C

Sayuran yang mengandung vitamin C bisa Anda konsumsi untuk mencukupi asupan harian nutrisi ini. Tubuh manusia tidak bisa memproduksi vitamin C sehingga Anda harus mendapatkannya melalui asupan makanan.

Mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin C dapat menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh, memelihara kesehatan tulang dan gigi, serta membantu proses penyembuhan luka.

Tidak hanya itu, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah kerusakan sel, membantu penyerapan zat besi, serta menunjang fungsi berbagai organ tubuh, seperti jantung dan otak.

Sayuran yang Mengandung Vitamin C Tinggi
Kebutuhan vitamin C pada setiap orang berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Asupan vitamin C harian yang dianjurkan untuk pria dewasa adalah sebanyak 90 miligram (mg) per hari, sedangkan untuk wanita dewasa adalah 75 mg per hari.

Agar kebutuhan vitamin C harian terpenuhi, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi sayuran yang mengandung vitamin C, di antaranya:

1. Paprika

Di antara tiga warna paprika, kandungan vitamin C tertinggi ada pada paprika kuning. Di dalam satu buah paprika kuning terdapat sekitar 342 mg vitamin C. Sementara itu, di dalam secangkir paprika merah terkandung sekitar 190 mg vitamin C dan di dalam secangkir paprika hijau terkandung hanya sekitar 120 mg vitamin C.

Selain vitamin C, paprika juga merupakan sumber vitamin A, B, E, dan K, serta kalium, folat, mangan, fosfor, dan magnesium.

2. Cabai

Satu buah cabai hijau mengandung sekitar 109 mg vitamin C, sedangkan satu buah cabai merah mengandung vitamin C sebanyak 65 mg. Dengan mengonsumsi cabai dan olahannya, seperti sambal, Anda telah mencukupi asupan vitamin C harian.

3. Brokoli

Di dalam satu mangkuk brokoli mentah terkandung sekitar 132 mg vitamin C. Namun, setelah dimasak, kandungan vitamin C di dalam brokoli menyusut menjadi 50 mg. Meski demikian, brokokoli tetap menjadi sayuran yang mengandung vitamin C tinggi.

Selain vitamin C, brokoli juga mengandung vitamin K, serat, folat, kalium, zat besi, serta rendah kalori.

4. Kembang kol

Satu bonggol kembang kol menyediakan 127 mg vitamin C. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, kembang kol dapat menyebabkan kelebihan gas di saluran pencernaan. Akibatnya, Anda akan mengalami perut kembung dan sering buang angin.

5. Kale

Di dalam 100 gram kale mentah, terkandung 93 mg vitamin C. Namun, setelah dimasak, kadar vitamin C di dalam kale turun menjadi sekitar 20 mg. Kandungan antioksidan dan mineral di dalam kale juga berkurang jika sayuran tersebut dimasak.

Agar tidak kehilangan banyak nutrisi di dalam kale, dianjurkan untuk mengolah sayuran hijau ini dengan cara mengukusnya sebentar.

6. Kangkung

Kandungan vitamin C di dalam kangkung memang tidak sebanyak kedua sayuran sebelumnya. Di dalam 100 gram kangkung hanya terdapat sekitar 35 mg vitamin C.

7. Bayam

Sayuran berdaun hijau lain yang mengandung vitamin C adalah bayam. Terdapat sekitar 24 mg vitamin C di dalam 85 gram bayam. Selain vitamin C, bayam juga mengandung banyak nutrisi penting lain, seperti vitamin A dan K, kalium, serta zat besi.

8. Tomat

Satu buah tomat mentah berukuran sedang mengandung 20 mg vitamin C. Kadar vitamin C ini akan turun ketika tomat dimasak. Namun, di sisi lain, kandungan likopen di dalam tomat justru mengalami peningkatan setelah sayuran ini dimasak.

9. Kentang

Dikenal sebagai sumber karbohidrat, kentang ternyata termasuk dalam sayuran yang mengandung vitamin C. Dalam satu buah kentang berukuran sedang terkandung 20 mg vitamin C.

Agar jumlah kalori di dalam tubuh tidak melonjak setelah mengonsumsi kentang, Anda dianjurkan untuk mengolah kentang dengan cara dikukus atau dipanggang, bukan digoreng.

10. Peterseli

Meski fungsi utamanya adalah sebagai hiasan atau pelengkap hidangan, daun peterseli merupakan salah satu sayuran yang mengandung vitamin C. Di dalam 8 gram atau 2 sendok makan daun peterseli segar terkandung sekitar 10 mg vitamin C.

Itulah deretan sayuran yang mengandung vitamin C. Anda dianjurkan untuk mencukupi asupan vitamin C harian agar terhindar dari dampak kekurangan vitamin C, seperti tubuh mudah sakit dan mudah memar, luka sulit sembuh, anemia, dan skorbut.

Jika Anda merasa sulit memenuhi kebutuhan vitamin C harian melalui makanan, Anda bisa mengonsumsi suplemen vitamin C. Namun, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Dosis vitamin C dalam suplemen biasanya cukup tinggi, yaitu 500 mg–2.000 mg dalam sekali minum. Padahal, batas maksimum konsumsi vitamin C untuk orang dewasa setiap harinya tidak boleh melebihi 2.000 mg. Sementara untuk penderita gangguan hati atau ginjal, asam urat, atau riwayat batu ginjal, dosisnya tidak boleh melebihi 1.000 mg sehari.

Sumber : Alodokter

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jakarta
11230