Tiwie Atelier
Hanya kata.. namun sejatinya kata memiliki energi yang luar biasa.. feel it..
28/02/2026
Come Back Stronger!!
Setiap manusia dalam hidup pasti punya masalah.
Tapi jangan khawatir, ustadz Fatih Karim menyampaikan bahwa..
Kita punya kendala, Allah punya kendali.
Syaratnya, Tawakal & Taqwa
04/04/2025
Kata orang, "Waktu akan menyembuhkan segalanya."
Tapi kalau benar begitu, kenapa ada orang yang masih terjebak dalam luka yang sama bertahun-tahun?
Bullying dimasa lalu.
Luka dari orang tua sejak kecil, masih terbawa sampai dewasa.
Kegagalan-kegagalan dalam hidup.
Patah hati 5 tahun lalu, masih terasa perih.
Dikhianati berkali-kali, tetap sulit percaya pada orang lain.
Kalau waktu benar-benar menyembuhkan, seharusnya semua luka itu sudah hilang, bukan?
Yang Sebenarnya Menyembuhkan Bukan Waktu, Tapi...
Kesadaran untuk menghadapi dan menyelesaikan luka.
Kalau hanya berharap waktu akan menyembuhkan tanpa melakukan apa-apa, luka itu tetap ada.
Mau menerima, bukan sekedar melupakan.
Banyak orang berpikir, "Udahlah, lupain aja." Tapi semakin ditekan, semakin luka itu tumbuh di dalam diri.
Melepaskan, bukan menghindari.
Kamu gak akan bisa sembuh kalau masih menggenggam kemarahan, dendam, atau rasa sakit yang sama.
Jadi, Waktu Bisa Menyembuhkan atau Tidak?
Jawabannya TIDAK, jika kamu hanya menunggu.
Kecuali jika kamu menggunakannya untuk benar-benar menyembuhkan diri. Pilihannya ada di kamu.
Mau terus membawa luka itu sepanjang hidup, atau mulai menyembuhkan?
Terima, rasakan, lepaskan, lupakan, ikhlaskan..
Ayo sembuh!
Sorotan Sorotan
04/04/2025
Lebaran selalu menjadi momen penuh makna. Kita saling meminta maaf, berpelukan, merajut kembali hubungan yang sempat renggang.
Kita memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti, dan berharap mendapatkan maaf dari mereka yang pernah kita sakiti.
Tapi di tengah semua itu, ada satu pertanyaan yang sering kita lupakan, "Sudahkah kita memaafkan diri kita sendiri?"
Banyak dari kita mungkin tanpa sadar masih menyimpan rasa bersalah, penyesalan, atau luka dari masa lalu.
Kita menghakimi diri sendiri atas kesalahan yang pernah kita buat, keputusan yang kita sesali, atau hal-hal yang seharusnya bisa kita lakukan lebih baik.
Maaf atas pilihan yang tidak selalu tepat.
Maaf atas mimpi yang belum tercapai.
Maaf atas hati yang pernah patah.
Maaf karena pernah membiarkan diri sendiri berada dalam situasi yang menyakitkan.
Maaf karena pernah menahan tangis dan berpura-pura kuat saat sebenarnya rapuh.
Kita sering memaafkan orang lain dengan mudah, tapi mengapa begitu sulit memaafkan diri sendiri?
Padahal, kita adalah manusia.
Kita berhak belajar dari kesalahan, kita berhak tumbuh dari kegagalan.
Kita bukan makhluk sempurna, dan itu tidak apa-apa.
Luka, kesalahan, dan penyesalan bukanlah hukuman, melainkan bagian dari perjalanan kita untuk menjadi lebih bijak dan lebih kuat.
Memaafkan diri sendiri bukan berarti melupakan apa yang terjadi, tapi memilih untuk berdamai dengan masa lalu. Memberikan ruang bagi diri sendiri untuk bernapas, untuk menerima bahwa kita telah melakukan yang terbaik dengan pemahaman dan kapasitas yang kita miliki saat itu.
Jadi, di hari yang fitri ini, berilah juga maaf untuk dirimu sendiri.
Kamu layak mendapatkan kedamaian.
Kamu layak melangkah ke depan tanpa terus dihantui oleh bayangan kemarin. Kamu layak mencintai dirimu tanpa syarat, sebagaimana Tuhan pun telah menerima dan mencintaimu dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.
Coba renungkan, apa hal yang paling ingin kamu maafkan dari dirimu sendiri?
Sudah kau temukan?
Jadikan hal ini menjadi langkah pertamamu untuk berdamai dengan diri sendiri dan awal memulai perjalanan penyembuhan luka batinmu.
Ayo sembuh!
Sorotan Sorotan
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the business
Telephone
Address
Jalan Ragunan Raya P2
Jakarta
12540