Dea Amalia

Dea Amalia

Share

assalamualaikum salam kenal semua ya..

27/05/2026

Lucunya di negri ini

20/05/2026

Merauke Papua Menjadi Pusat Perhatian Dunia

Pembabatan hutan terbesar di Papua terjadi melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) Food Estate (Lumbung Pangan) dan perkebunan skala masif yang menargetkan lebih dari 2,5 juta hektar lahan adat di wilayah Papua Selatan, meliputi Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Proyek ini memicu deforestasi luar biasa akibat alih fungsi hutan menjadi cetak sawah dan perkebunan tebu.

Selain cetak sawah, wilayah ini dikonversi untuk perkebunan tebu sebagai proyek bioetanol serta kelapa sawit.

Proyek ini memicu ancaman serius terhadap ruang hidup masyarakat adat, memicu konflik lahan dengan warga lokal (seperti Suku Awyu dan Marind), serta berisiko memicu kerusakan ekologis dan emisi karbon skala besar.

17/05/2026

Makan ada tambahan 3000 per orang per AC, waduhh

15/05/2026

waduh rupiah semakin melemah !

11/05/2026

kalo indonesia gimana temen temen

11/05/2026

(KRI Canopus): Foto megah kapal penyelamat kapal selam KRI Canopus-936 yang sedang bersandar di pelabuhan Jakarta.

10/05/2026

Nasibnya para atlet Indonesia

10/05/2026

Seorang tukang becak bernama Bai Fangli dari China membuktikan bahwa pahlawan sejati tidak selalu memiliki harta berlimpah. Pada tahun 1987 saat usianya menginjak 74 tahun, Bai berencana untuk pensiun dan menikmati sisa hidupnya. Namun ketika pulang ke desanya, ia melihat banyak anak miskin yang terpaksa putus sekolah karena tidak memiliki uang.

Hatinya hancur melihat kenyataan menyedihkan tersebut. Bai akhirnya membatalkan niat pensiunnya dan kembali ke kota Tianjin untuk mengayuh becak. Tidak peduli cuaca sangat panas atau jalanan tertutup salju tebal, ia terus bekerja keras nyaris 24 jam sehari. Bai hidup sangat ekstrem dalam berhemat, ia hanya memakai baju bekas yang ditemukan di pinggir jalan dan makan roti keras dengan air putih. Setiap keping uang yang ia dapatkan langsung disumbangkan ke lembaga pendidikan setempat.

Selama 14 tahun berjuang tanpa henti, kakek luar biasa ini berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar 350000 yuan murni dari hasil keringatnya mengayuh becak. Uang tersebut berhasil menyelamatkan masa depan 300 anak miskin sehingga mereka bisa terus belajar hingga lulus.

Pada tahun 2001 di usia 90 tahun saat tubuhnya sudah sangat rentan dan sakit, Bai mengantarkan sumbangan terakhirnya sebesar 500 yuan ke sebuah sekolah. Ia memberikan uang tersebut sambil menangis dan meminta maaf kepada para guru karena tubuhnya tidak lagi kuat mengayuh becak untuk membantu anak miskin lainnya. Bai Fangli meninggal dunia pada tahun 2005 dalam kondisi sangat miskin tanpa meninggalkan harta benda, namun pengorbanannya telah mengubah masa depan 300 anak untuk selamanya.

09/05/2026

situasi di Gunung Dukono, yang menampilkan aktivitas vulkanik serta proses pencarian dan evakuasi yang sedang berlangsung.

09/05/2026

Perjuangan guru honorer, jasa guru yang sangat mulia untuk mencerdaskan anak bangsa seharusnya di dukung oleh bangsa dan negara

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jakarta