Milky Way
Kata-kata baik
Pride and Prejudice bukan sekadar kisah cinta biasa.
Novel ini mengisahkan Elizabeth Bennet—perempuan cerdas dan berprinsip—yang harus menghadapi prasangka, ego, dan standar sosial dalam menemukan cinta sejatinya.
Hubungannya dengan Mr. Darcy penuh konflik, salah paham, dan gengsi. Tapi justru dari situlah kita belajar: cinta yang matang butuh proses, bukan sekadar perasaan.
Jo March bukan sekadar tokoh—dia adalah jiwa pemberontak dalam kisah Little Women karya Louisa May Alcott.
Sebagai anak kedua setelah Meg, Jo tampil beda. Ia tomboi, berani, dan sering dianggap terlalu “keras kepala” untuk ukuran perempuan di zamannya. Tapi justru di situlah daya tariknya—Jo tidak takut jadi dirinya sendiri.
Ia mencintai dunia menulis dan buku, serta punya keyakinan kuat bahwa perempuan bisa berdiri sendiri tanpa bergantung pada siapa pun. Pemikirannya terasa jauh melampaui masanya.
Menariknya, banyak yang percaya bahwa Jo adalah refleksi dari sang penulis sendiri. Semangat bebas, kecintaan pada kata-kata, dan keberanian melawan batasan—semuanya terasa begitu nyata.
Kalau kamu s**a karakter perempuan yang kuat, autentik, dan penuh mimpi, Jo March akan jadi salah satu yang paling membekas di hati.
02/03/2026
Eco-anxiety, Gangguan Kecemasan Terhadap Kerusakan Lingkungan
Pernahkan kamu mendengar tentang “Eco-anxiety” yaitu sebuah gangguang kecemasan yang dialami oleh seseorang terhadap kondisi lingkungan hidup yang buruk. Perubahan Iklim sedang menjadi salah satu isu penting di seluruh dunia saat. Perubahan iklim terjadi karena beberapa aktor diantaranya karena kerusakan lingkungan seperti kerusakan fungsi hutan, kerusakan lapisan ozon, efek gas rumah kaca, pemanasan global, penggunaan chlorofluorocarbon yang berlebihan dan limbah industri seperti gas buangan pabrik. Perubahan iklim yang terjadi dianggap akan mengancam masa depan bumi. Akibat dari perubahan iklim ini juga sudah bisa kita rasakan seperti terjadinya kemarau yang berkepanjangan, sering terjadi banjir, sering terjadinya cuaca ekstrim dan naiknya permukaan air laut.
Perubahan iklim juga akan berdampak pada ekonomi negara seperti yang dulu sering diingatkan oleh Menkeu (Mantan) Srimulyani dalam berbagai kesempatan. Kekhawatiran tentang masa depan umat manusia akibat peruahan iklim mendorongan banyaknya aksi yang dilakukan di berbagai neraga khususnya kepada para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan nyata menghentikan perubahan iklim. Menariknya kini muncul aktivis-aktivis muda yang gencar menyuarakan tentang isu perubahan iklim seperti Greta Turnberg, aktivis muda Swedia yang terkenal dengan kampanye “Friday For Future” yang banyak diikuti anak-anak muda di berbagai neraga. Ia telah menginspirasi anak muda untuk sadar tentang masalah perubahan iklim yang sedang kita hadapi.
Berbagai pemberitaan media tentang perubahan iklim telah menciptakan gangguan kecemasan yang “eco-anxiety” terutama pada kaum muda. Masalah perubahan iklim memberikan beban psikologis bagi kaum muda saat ini. Sebuah survei global menunjukan jika kecemasan terhadap perubahan iklim terjadi pada anak muda di seluruh dunia. Penelitian yang di publish oleh Brithish Medical Journal menunjukan jika lebih dari 57 % anak muda mengalami stress akibat perubahan iklim. Dan mereka yang tinggal di wilayah yang lebih rentan terhadap dampak langsung perubahan iklim seperti banjir, kebakaran hutan, cuaca extrem adalah yang paling beresiko mengalami gangguan “eco-anxienty” ini. kecemasan terhadap kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim memang tidak dapat dihindari mengingat hal itu menyangkut soal masa depan diri sendiri, anak-anak dan generasi selanjutnya.
Lalu adakah dampak buruk dari “eco-anxienty” ini pada seseorang? sebagaimanan gangguan kecemasan lainnya, “eco-anxienty” juga akan mempengaruhi kehidupan seseorang jika terjadi berlarut apalahi sampai mengganggu kegiatan normalmu sehari-hari. Tapi anxienty mu masih dianggap wajar selama hal itu tidak mengganggu kehidupan normalmu seperti kuliah , kerjaan dan lain-lain. Lalu apa yang bisa dilakukan saat seseorang mengalami gangguan “eco-anxiety”. Beberapa hal bisa membantu mengatasi kecematas yang kalian alami, salah satunya dengan menuliskan perasaanmu tentang kecemasan yang kamu alami pada isu perubahan iklim. Lalu mulailah lakukan hal-hal sederhana yang bisa membantu mengurangi dampak perubahan iklim seperti tidak membuang sampah plastik sembarang. Akan lebih baik lagi jika kamu mulai dengan gaya hidup zero waste . Mengambil tindakan nyata akan lebih baik daripada hanya memikirkan hal buruk yang akan meningkatkan gangguan kecemasan pada diri sendiri.
02/03/2026
Teh, Dari Tanaman Hias Jadi Bagian Dari Tradisi Masyarakat Indonesia
Kita sudah tidak asing lagi dengan teh. teh diminum oleh orang dari berbagai kalangan dan latar belakang. Teh populer diminum setelah selesai makan siang atau disuguhkan dengan berbagai cemilan saat bersantai dengan keluarga. Teh biasa hadir ditengah acara perjamuan para bangsawan atau sebagai pelepas dahagia rakyat biasa. Jenis teh juga bermacam-macam, ada teh hitam, teh hijau, dan teh putih (white tea). Teh juga kini disajikan dengan bermacam-macam cara mulai dari teh tubruk sampai teh kemasan yang diproduksi di pabrik. Pokoknya, teh sudah menjadi bagian dari keseharain masyarakat Indonesia. Tidak lengkap rasanya jika makan semangkuk baso tanpa ditemani segelas es teh manis. Tapi ternyata teh sebenarnya bukan tanaman asli dari Indonesia. Lalu bagaimana ya sejarah masuknya teh ke Indonesia hingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesiaa hari ini?
Keberadaan teh di Indonesia memiliki perjalanan dan kisah yang panjang. Teh masuk ke Nusantara pada tahun 1684, dibawa oleh seorang ahli botani berkebangsaan Jerman bernama Andreas Cleyer. Pada waktu, teh dibawa dalam bentuk benih dan dijadikan sebagai tanaman hias. Seorang pendeta bernama F. Valentijn kemudian menguatkan fakta sejarah tersebut. Menurut pengakuannya, ia melihat tanaman teh tumbuh di halaman Gubernur Jendral Johannes Camphuys di Batavia. Dari situ kita bisa tahu jika pada mulanya teh tidak ditanam secara luas di perkebunan seperti sekarang ini.
Kemudian pada abad ke -17 pemerintah Hindia Belanda mendatangkan bibit teh dalam jumlah banyak dari Negeri Tiongkok untuk ditanam di Indonesia, namun pada waktu itu teh yang ditanam tidak tumbuh dengan baik. Baru pada tahun 1826, benih teh dari Tiongkok berhasil dikembang biakan di Kebun Raya Bogor. Penanaman teh terus dilakukan secara masif di perkebunan-perkebunan di wilayah Hindia Belanda terutama di Pulau jawa. Teh menjadi komoditas yang menguntungkan saat itu. Dengan semakin banyaknya lahan perkebunan teh, Pabrik-pabrik pengolahan teh kemudian di bangun untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin mengenal teh.
Sejak saat itu keberadaan teh semakin populer dalam keseharian masyarakat Indonesia hingga hari ini. Teh juga memiliki andil dalam persilangan budaya di nustantara pada masa lalu. Keberadaannya telah menciptakan tradisi minum teh yang khas di berbagai daerah seperti di tradisi minum teh di Garut yang dikenal dengan ‘Nyaneut’, atau di Tegal yang dikenal dengan tradisi minum tehnya yang disebut ‘Moci’. Tradisi-tradisi itu kemudian menambah kekayaan dan keberagaman pada budaya Indonesia.
28/02/2026
Less is More, Mengenal Gaya Hidup Minimalis ala Jepang Untuk Hidup Lebih Bahagia
Banyak orang beranggapan jika kebahagiaan akan diraih saat kita mampu memiliki barang-barang tertentu, misalnya barang mewah. Tapi apakah demikian?meskipun dalam penelitian tidak ada standar pasti tentang kebahagiaan. Namun dalam kehidupan sosial seringkali kita memilih untuk mengkuti standar hidup berlaku di lingkungan tempat kita hidup.
Nyatanya masih banyak orang yang menilai seseorang dari jumlah penghasilan dan barang-barang dengan merk tertentu yang dimiliki, maka secara tidak sadar kita juga memiliki mindset yang sama ingin memiliki barang tersebut untuk menunjukan eksistensi. Jika sudah demikian, kita akan merasa terbebani bahkan iri saat tidak mampu memiliki barang seperti yang dimiliki orang lain. Hal ini tentunya akan mengganggu pada kebahagiaan kita. Nah, di Jepang ada sebuah gaya hidup minimalis yang kian populer dan banyak diikuti orang-orang di seluruh dunia.
Gaya hidup minimalis sering disebut dengan slogan “Less is more”. Gaya hidup tersebut semakin populer setelah seorang penulis asal Jepang Fumio Sasaki menulis sebuah buku berjudul Goodbye, Things : hidup minimalis ala orang Jepang. Fumio Sasaki adalah seorang pekerja biasa yang sering tertekan di tempat kerja, tidak percaya diri dan terus menerus membandingkan dirinya dengan orang lain. Dalam buku tersebut, Sasaki menulis pengalamannya untuk mengubah hidupnya dengan memulai hidup sederhana, mengurangi barang yang ia miliki. Gaya hidup minimalis ternyata bukan hanya mengubah suasana kamar atau rumah, tapi lebih dari itu, menerapkan gaya hidup minimalis ternyata bisa memperkaya hidup, memberi kedamaian dan kebebasan pada diri seseorang seperti yang dirasakan oleh Sasaki.
Gaya hidup minimalis yang diadopsi oleh orang Jepang yang terinspirasi dari Zen yaitu ajaran Budha yang mempromosikan hidup sederhana. Berikut beberapa contoh kebiasaan yang dimiliki orang jepang dalam menerapkan gaya hidup minimalis:
1. Tidak menggunakan tempat tidur rangka kayu atau spring bed.
Orang Jepang terbiasa menggunakan futon sebagai tempat tidur. Futon adalah kasur/matras tradisional Jepang yang sudah digunakan secara turun temurun. Menggunakan futon dinilai lebih praktis dan efisien dan tidak memakan banyak tempat karena bisa dilipat dan diletakkan di dalam lemari. Persis seperti yang sering kita lihat dalam serial kartun Jepang seperti Doraemon atau Chibi Maruko Chan.
2. Memiliki pakaian secukupnya.
Orang jepang yang menganut gaya hidup minimalis juga bisa dilihat dari isi lemarinya. Mereka tidak banyak mengoleksi baju, hanya memiliki baju secukupnya untuk menunjang aktivitas mereka.
3. Hanya ada meja dan kursi di ruang keluarga.
Ruang keluarga di Jepang relatif terlihat lebih lega karena tidak terlalu menyimpan banyak barang kecuali meja dan kursi saja. tidak hanya membuat ruangan tampak lebih lega, tapi dengan semakin sedikit barang yang dimiliki, maka semakin sedikit p**a waktu yang dibutuhkan untuk bersih-bersih, bukan?.
4. Tidak memakai banyak alat makan.
Gaya hidup minimalis yang ditunjukan orang Jepang juga terlihat dari alat makan yang mereka gunakan. Mereka hanya menyimpan alat makan sebanyak jumlah anggota keluarga di rumah.
apakah anda tertarik menerapkan gaya hidup minimalis juga?
28/02/2026
Elizabeth Bathory: Countess Darah yang Mengguncang Sejarah
Nama Elizabeth Bathory dikenal sebagai salah satu tokoh paling mengerikan dalam sejarah Eropa. Lahir pada 7 Agustus 1560 di Hungaria, ia berasal dari keluarga bangsawan terpandang dan mendapatkan pendidikan yang sangat baik. Di usia 15 tahun, ia menikah dengan bangsawan sekaligus prajurit, Ferenc Nádasdy, dan tinggal di Kastil Csejte (kini wilayah Slovakia).
Setelah suaminya wafat pada 1604, rumor tentang kekejamannya mulai meluas. Elizabeth dituduh menyiksa dan membunuh banyak perempuan muda, sebagian besar adalah pelayan di kastilnya. Kesaksian dalam penyelidikan menggambarkan tindakan brutal: pemukulan, penyiksaan dengan jarum, pembakaran kulit, hingga membiarkan korban membeku dalam cuaca dingin.
Legenda paling terkenal menyebut ia mandi darah gadis-gadis muda demi menjaga kecantikannya. Namun, kisah ini diyakini muncul belakangan dan tidak tercatat dalam dokumen persidangan asli.
Pada 1610, penyelidikan dipimpin oleh György Thurzó. Kastilnya digerebek dan beberapa pelayannya ditangkap serta dihukum mati. Karena status bangsawannya, Elizabeth tidak pernah diadili secara terbuka. Ia dijatuhi hukuman tahanan rumah dan dikurung di kastilnya hingga meninggal pada 21 Agustus 1614.
Jumlah korbannya masih diperdebatkan. Ada kesaksian yang menyebut angka ratusan, bahkan lebih dari 600 korban, tetapi sebagian sejarawan modern meragukan keakuratan angka tersebut. Beberapa teori juga menyebut kemungkinan adanya intrik politik untuk menjatuhkannya dan menguasai hartanya.
Kisah Elizabeth Bathory kemudian menjadi legenda gelap yang menginspirasi berbagai cerita horor dan sering dikaitkan dengan mitos vampir, termasuk novel Dracula karya Bram Stoker.
Hingga kini, Elizabeth Bathory tetap menjadi figur kontroversial—apakah ia benar-benar pembunuh sadis, atau korban permainan politik? Sejarah menyisakan pertanyaan, dan namanya terus hidup dalam bayang-bayang antara fakta dan legenda.
27/02/2026
Christopher Columbus : Fakta Dibalik Penemuannya
Siapa Christopher Columbus Sebenarnya?
Christopher Columbus adalah nama yang sangat dikenal dalam buku sejarah: sang penjelajah yang “menemukan Amerika” pada tahun 1492. Tapi kenyataannya jauh lebih kompleks daripada yang diajarkan di sekolah.
1. Columbus Tidak Sepenuhnya “Menemukan” Dunia Baru
Banyak orang percaya Columbus adalah orang pertama dari Eropa yang tiba di Amerika. Padahal, bangsa Viking, seperti Leif Eriksson, sudah mencapai wilayah Amerika Utara sekitar 500 tahun sebelumnya. Columbus juga tidak pernah sampai ke bagian North America yang sekarang jadi Amerika Serikat atau Kanada — titik pertama yang ia capai kemungkinan besar adalah p**au di Bahama, sekarang dikenal sebagai San Salvador.
2. Tujuan Awal Columbus Bukan “Membuktikan Bumi Bulat”
Mitos populer mengatakan Columbus berlayar untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Faktanya, orang terpelajar di Eropa saat itu sudah tahu bumi itu bulat jauh sebelum Columbus, dan misinya sebenarnya mencari jalur laut baru ke Asia untuk mendapatkan rempah-rempah dan kekayaan lainnya.
3. Negosiasi dengan Raja dan Ratu Spanyol
Awalnya banyak kerajaan Eropa yang menolak ide Columbus karena dianggap terlalu berisiko. Tetapi setelah Perang Granada berakhir dan Spanyol ingin memperluas kekuasaannya, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella setuju untuk membiayai perjalanannya. Columbus kemudian diberi gelar “Admiral of the Ocean Sea” dan berhak mendapatkan sebagian keuntungan dari apa pun yang ditemukannya.
4. Perjalanan Pertama ke Dunia “Baru”
Pada 3 Agustus 1492, Columbus berangkat dengan tiga kapal: Santa Maria, Pinta, dan Niña. Setelah lebih dari dua bulan perjalanan, pada 12 Oktober 1492 ia melihat daratan yang kini kita kenal sebagai p**au di Bahama. Karena ia yakin telah mencapai Asia, Columbus menyebut orang-orang asli yang ia temui sebagai “Indian”.
5. Interaksi dengan Penduduk Asli
Ketika Columbus dan krunya tiba di Kep**auan Karibia, mereka bertemu dengan suku-suku asli yang ramah. Tapi seiring waktu, hubungan ini berubah menjadi perbudakan dan kekerasan. Columbus melihat penduduk asli sebagai sumber tenaga kerja dan keuntungan ekonomi — sebuah pendekatan yang kemudian mengakibatkan penderitaan besar bagi mereka.
6. Perjalanan Selanjutnya dan Kritik
Columbus melakukan empat ekspedisi keseluruhan ke Dunia Baru, tapi ia tidak pernah menemukan emas atau rute cepat ke Asia seperti yang ia janjikan kepada para penguasa Spanyol. Kondisi di koloni yang ia pimpin juga memburuk hingga akhirnya ia ditangkap dan dibawa kembali ke Spanyol dalam keadaan dirantai, kemudian kehilangan gelar gubernurnya.
7. Warisan yang Kontroversial
Warisan Columbus sangat kompleks. Di satu sisi, pelayarannya membuka jalur bagi eksplorasi Eropa ke Amerika dan mengubah jalannya sejarah dunia. Di sisi lain, kontak antara Eropa dan penduduk asli membawa penyakit, perbudakan, dan pengambilalihan tanah yang menghancurkan banyak budaya asli.
Jadi dapat disimpulkan bahwa Christopher Columbus bukan hanya pahlawan penjelajah seperti yang sering digambarkan di buku cerita. Ia adalah sosok yang mencapai sesuatu yang luar biasa sekaligus bermasalah secara moral dan sejarah. Ia membuka era baru dalam penjelajahan global — namun juga memicu dampak besar yang masih diperdebatkan hingga hari ini.
03/01/2026
Nenek Moyangku Seorang Pedagang Rempah-Rempah : Sejarah Rempah Indonesia yang Mendunia.
Pernah dengar lagu “nenek moyangku”? lagu anak ciptaan Ibu Sud yang menceritakan ketangguhan Nenek Moyang Bangsa Indonesia dalam mengarungi samudra luas.
Ya, nenek moyang kita adalah seorang pelaut, tapi untuk apa nenek moyang kita mengarungi samudra luas? Keberadaan nusantara yang dikelilingi oleh laut membuat masyarakat nusantara sangat akrab dengan budaya bahari.
Ketangguhan para pelaut nusantara juga dikisahkan pada ukiran relief di Candi Borobudur. Salah satunya adalah gambar perahu bercadik yang dipahat di salah satu dinding candi. Perahu ini diyakini sebagai perahu yang membawa para pedagang dari Jawa mengarungi lautan dalam perdagangan rempah-rempah pada abad ke-8.
Tidak hanya digunakan untuk berlayar ke berbagai wilayah nusantara, tapi nenek moyang bangsa Indonesia juga berlayar sampai ke Afrika. Para pedagang dari tanah air berlayar menempuh jarak ribuan mil melintasi Samudra Hindia menuju Maladewa, Madagaskar hingga ke Pantai Timur Afrika.
Pelayaran itu diperkirakan sudah dilakukan oleh orang-orang di nusantara sekitar abad-abad terakhir menjelang milenium pertama.
Komoditi yang di dagangkan diantaranya, permata berhias, tembikar dan produk yang terbuat dari tembaga, besi emas juga berbagai rempah-rempah terutama kayu manis. Jauh sebelum monopoli perdagangan rempah-rempah oleh Bangsa Eropa.
Perdagangan rempah-rempah di dunia diramaikan oleh para pedangan Arab, Cina, Afrika dan Nusantara. Perdagangan dijalur rempah telah memberikan pengaruh pada kebudayaan Indonesia dan juga dunia.
Interaksi yang terjalin antara pedagang Arab, China, Afrika dengan pedagang dari nusantara telah menciptakan persilangan budaya diantara bangsa-bangsa itu. Selain sebagai produsen rempah-rempah, para pedagang dari nusantara juga mengekspor sendiri rempah-rempah termasuk kayu manis dengan menggunakan perahu dan kapal kecil.
Rute yang ditempuh nenek moyang kita kala itu adalah rute kuno yang disebut Jalur Kayu Manis (The Cinnamon Route).
Pop**aritas dan nilai ekonomi yang tinggi dari rempah-rempah Indonesia seperti kayu manis, pala, cengkih dan lada membuat bangsa Eropa berlayar untuk mencari tahu asal-usul mereka.
Semerbak harum rempah-rempah akhirnya membawa Bangsa Eropa datang ke bumi nusantara. Peperangan dan perebutan kekuasaan atas wilayah penghasil rempah pun terjadi.
Hingga akhirnya Belanda dengan organisasi dagangnya VOC memonopoli perdagangan rempah dunia di abad 17-18. Pedagangan rempah oleh Bangsa Eropa kemudian menjadi awal masa kolonialisme di Indonesia dan Asia. Hingga hari ini rempah-rempah Indonesia menjadi komoditas unggulan dalam perdagangan rempah dunia.
Note : tuisan ini pernah sy tulis di Urbanbogor.com
27/12/2025
Emansipasi di Atas Sepeda
Kita sudah seringkali melihat bahwa teknologi telah banyak merubah hidup manusia. Begitu juga ketika alat transportasi sepeda diciptakan. Hari ini kita tidak asing lagi dengan kendaraan beroda dua ini. Siapa saja bisa mengendarainya, dari anak-anak sampai orang dewasa tanpa mengenal gender. Tapi bagaimana saat diawal kemunculannya ya? Banyak cerita menarik loh dari alat transportasi yang everlasting ini yuk baca sampai selesai!
Kemunculan sepeda menjadi terobosan moda transportasi pribadi yang lebih murah pada saat itu. Siapa sangka, jika kendaraan yang mulai berkembang pesat ke seluruh dunia di tahun 1890-an ini akan mengubah kehidupan wanita. Dan dunia mulai berubah ketika untuk pertama kali wanita menaiki sepeda. Ya, wanita mulai bermetamorfosis dia atas sepeda.
Sebelumnya wanita hanya melakukan pekerjaan rumah, tidak terlibat dalam urusan bisnis, politik maupun pendidikan. Dan pada umumnya tidak pergi ke luar rumah tanpa didampingi. Namun, di akhir abad 19, ketika di eropa wanita mulai banyak mengendarai sepeda, dan itu telah memberi perubahan besar bagi hidup kaum wanita. Sepeda telah memberi kekuatan baru pada wanita untuk menjalani aktifitas di luar rumah yang selama berabad-abad telah di larang. Diatas sepeda, wanita menyadari bahwa mereka bisa menjadi bagian dari dunia yang sebelumnya hanya diramaikan oleh kaum laki-laki.
Sepeda juga merubah gaya berpakaian aya tradisional victoria dengan rok dan korset itu perlahan ditinggalkan dengan semakin banyaknya wanita menaiki sepeda. Mereka mulai mengenal celana sebagai gaya berpakaian. Karena pada waktu itu memperlihatkan bagian kaki di depan umum sangat memalukan bagi kaum wanita. Sementara diatas sepeda, rok mereka bisa saja tersingkap oleh angin.
Selain merubah gaya berpakaian, pada waktu itu ada p**a tuduhan jika bersepeda bagi kaum wanita bisa mempengaruhi kesehatan dan prilaku mereka. Namun hal itu hilang dengan sendirinya seiring dengan lebih banyak manfaat yang dirasakan ketimbang pandangan-pandangan negatif bagi pengendara sepeda wanita.
Sepeda dalam tetralogi Buru “Anak semua Bangsa”
Mengambil setting abad 19, kemunculan sepeda juga muncul menjadi bagian dari cerita kehidupan Minke (tokoh utama dalam novel karya penulis Pramoedya Ananta Toer). Disitu sepeda di beri nama lain “kereta angin”. Kemunculannya di Hindia Belanda juga membuat orang kagum. Alat transportasi yang bisa lari secepat kuda, tapi tidak butuh di beri makan, di beri minum dan tidak kentut.
Pada waktu itu (terutama di eropa) mulai muncul kesadaran bahwa wanita bisa melakukan hal lain selain hanya mengurus pekerjaan rumah. Wanita mulai terlibat dalam urusan bisnis, politik dan pendidikan. Dan sepeda menjadi alat transportasi yang efektif bagi mereka meski banyak pertentangan di masyarakat akan hal itu. Benda itu memberi wanita kebebasan relatif, mobilitas dan kemandirian. Maka tidak heran jika sepeda sering disebut sebagai simbol emansipasi wanita. Seperti kata Pram, emansipasi di atas sepeda.
26/12/2025
OOTD Dan Perubahan Iklim
Perkembangan teknologi digital semakin hari semakin pesat ya! Internet telah menghilangkan sekat jarak dan waktu antar benua. Platform media sosial bermunculan dan bisa menghubungkan pengguna di seluruh dunia. Selain penggunanya semakin meluas juga banyak fitur-fitur yang bisa dipakai pengguna untuk membuat postingan seperti foto dan video jadi semakin menarik. Dan belakangan muncul tagar OOTD atau outfit of the day di aplikasi berbagi foto dan video, pengguna medsos mengunggah setelan yang di kenakannya pada hari itu, from head to toe. Kalau sekali-kali sih wajar aja ya mengunggah OOTD, biasanya kalau pas hangout atau saat menghadiri acara tertentu ingin mengunggah foto saat kita dalam setelan yang agak berbeda.
Tapi gimana ya kalau ada yang keranjingan dengan OOTD dengan mengenakan setelan yang berbeda. Bisa banyangkan banyaknya koleksi pakaian dalam lemarinya. Apalagi jika kita ingin selalu tampil dengan tren busana kekinian, kayaknya gak akan ada habisnya yaa! Karena seperti industri kreatif lainnya, tren baru akan selalu bermunculan. Hhmmm, seperti lari maraton yang gak ada garis finish-nya....
Tapi pernah gak terfikir jika OOTD yang kita kenakan, sebelumnya sampai ke tangan kita sudah melalui serangkaian proses panjang yang mempengaruhi kondisi iklim global sekarang?
Rantai produksi dalam industri fesyen yang panjang dengan nilai multitrilliun dollar itu dianggap telah berkontribusi pada perubahan iklim global. Industri tekstil pada tahun 2015 telah mengeluarkan setara 1,2 miliyar karboan dioksida (kompas.com). Jumlah tersebut hampir setara dengan emisi yang di hasilkan 300 pembangkit listrik batu bara dalam setahun. Angka ini pun akan terus meningkat. Terutama dengan konsep bisnis “fast fashion” yang dipakai dalam industri ini, dengan ciri pergantian tren mode yang cepat dan biaya produksi murah. dengan harga barang yang lebih murah, orang cenderung akan belanja lebih banyak. kelas menengah menjadi konsumen utama bisnis "fast fashion".
Produksi pakaian “fast fashion” dalam jumlah besar di sebut sebagai “kondisi darurat lingkungan dan sosial”. Apalagi dengan semakin banyaknya kelas menengah di negara-negara berkembang, karena mereka akan sangat mungkin membeli lebih banyak pakaian.
Setiap harinya berton-ton limbah pakaian seperti baju, tas, alas kaki dan aksesoris lainnya diangkut oleh truk-truk sampah ke tempat bembuangan akhir. Bukan hanya itu, hasil cuci pakaian juga mencemari lautan dengn mikrofiber setara denga puluhan juta botol plastik setiap tahunnya.
Kesepakatan Melawan Perubahan Iklim.
Diperkirakan jumlah penduduk bumi akan semakin meningkat, produktifitas industri akan juga akan semakin meningkat. Dan dampaknya bagi lingkungan juga akan semakin besar. Tapi ada angin segar dari rumah-rumah mode besar dunia, pada bulan Desember 2018, beberapa merk besar di industri fesyen dunia ikut serta dalam konferensi perubahan iklim yang diinisiasi oleh PBB, COP24, di Katowice, Polandia.
Tidak hanya produsen fesyen, konferensi itu juga diikuti oleh beberapa perusahan logistik besar yang juga menjadi bagian dalam rantai panjang di Industri ini. Beberapa rumah mode besar di dunia itu menandatangi piagam kesepakatan melawan perubahan iklim. Semua perusahaan mode yang terlibat dalam kesepakatan ini berkomitmen untuk mengurangi emisi sebanyak 30 % mulai tahun 2025 dengan bimbingan dari PBB. Selain itu dalam pendistribusian barang, mereka juga bersepakat untuk memprioritaskan pemasok transportasi yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.
Lalu bagaimana dengan di Indonesia?
Industri fesyen telah memberi kontribusi yang besar pada pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. sepertinya tren busana muslim yang sedang berkembang di Indonesia adalah salah satu yang mendorong pertumbuhan ini. Sayangnya pertumbuhan ini menyisakan PR bagi keberlangsungan lingkungan hidup, seperti pengolahan limbah pabrik tekstil yang masih buruk, dll.
Semoga komitmen baik yang dimulai oleh rumah-rumah mode besar itu juga akan diikuti oleh produsen-produsen lainnya seperti di Indonesia.
25/12/2025
Kisah Pulau Run : Kep**auan Banda yang Pernah Ditukar dengan Manhattan New York
Apa kalian pernah mendengar nama Pulau Run? Mungkin sebagian kalian justru baru tahu ada salah satu p**au di Indonesia yang bernama Pulau Run dari artikel ini. Pulau Run adalah salah satu p**au di Kep**auan Banda, Maluku. Pulau Run tidak banyak terdengar gaungnya hari ini karena keberadaannya yang cukup terpencil, tapi siapa sangka jika pada masa lalu p**au ini memiliki kisah yang menentukan laju sejarah sebuah bangsa. Pulau Run memiliki keterikatan hubungan dengan salah satu kota terbesar dunia yaitu New York. Hubungan seperti apakah itu? ternyata Pulau Run pernah di tukar dengan Manhattan, satu dari lima kota bagian yang membentu kota New York.
Indonesia memeiliki peran penting dalam perdagangan rempah dunia dari zaman dulu sehingga menjadi magnet bagi bangsa asing untuk datang. Pulau Run adalah satu dari 11 p**au di Kep**auan Banda. Hingga abad ke -18 Kep**auan Banda dikenal sebagai satu-satunya tempat penghasil Pala. Dan diantara sebelas p**au itu hanya ada 7 p**au yang bisa ditanami oleh rempah pala. Empat p**au lainnya tidak bisa dihuni dan ditanami karena dipenuhi batu karang. Pala menjadi komoditas berharga di dunia yang di gunakan untuk masakah dan mengawetkan makanan. Kep**auan Banda kemudian ramai dikunjungi oleh bangsa asing seperti Arab, China dan India yang menjadi pemain utama dalam perdagangan rempah-rempah dunia. Pada abad ke-17 Pala dan fuli (bunga pala) yang saat itu lebih berharga dari emas kemudian mengundang bangsa Eropa kemudian datang ke Kep**auan Banda. Belanda melalui serikat dagang VOC tidak hanya melakukan perdagangan tapi juga ingin memonopoli dan menguasai satu-satunya tempat penghasil pala saat itu. Demikian juga dengan Inggris yang ingin mengambil alih Banda dari Belanda yang sudah menguasai p**au-p**au besar seperti Neira dan Lonthor.
Inggris yang juga ingin menancapkan pengaruhnya di Kep**auan Banda membuat markas di Pulau Run. Maka terjadilah peperangan sengit antara kedua bangsa untuk menguasai perdagangan rempah di dunia. Perang pertama terjadi antara tahun 1652-1654 dan perang kedua dimulai pada tahun 1665. Untuk mengakhiri pertikaian antara keduanya, maka dikeluarkan Traktat Breda yang memberi solusi perdamaian antara Belandan dan Inggris. Dan isi dari traktat tersebut adalah Inggris harus menyerahkan Pulau Run kepada Belanda. Dan Sebagai gantinya, Belanda harus menyerahkan Niew Amsterdam (yang kini Manhattan, New York) kepada Inggris. Ini adalah sejarah yang cukup fenomenal. Sehingga seorang penulis bernama Giles Milton menulis kisah ini pada novel yang berjudul “Nataniel’s Nutmeg” yang juga dialih bahasa dan terbitkan di Indonesia dengan judul Pulau Run : Magnet Rempah-Rempah Nusantara yang ditukar dengan Manhattan. Andrew Roberts dari The Wall Street Journal memberikan komentar tentang buku ini “New York akan memakai bahasa Belanda hingga hari ini, bukan bahasa Inggris, jika peristiwa dalam buku ini tidak terjadi”.
Hari ini, setelah lebih dari tiga ratus tahun peristiwa tukar guling asset tanah terbesar dan termahal dalam sejarah itu terjadi, nasib kedua p**au yang ditukar itu berbeda 180 derajat. Manhattan kita kenal sebagai salah satu bagian yang membentuk Kota New York, wilayah yang gemerlap bahkan tidak pernah tidur sebagai pusat perekonomian dunia. Wilayah ini menjadi tanah harapan bagi para imigran dari seluruh dunia. Sementara Run begitu tenggelam pamornya seiring dengan kemunduran perdagangan pala dan anjloknya harga komoditas ini pada abad ke-18. Dulu namanya terdengar hingga ke sebrang benua, nasibnya kini tercencil seperti lokasinya. Padahal saat peta bumi belum utuh, wilayah ini sudah tergambar pada peta para pemburu rempah-rempah.
10/12/2025
Nilai-Nilai Keislaman Dalam Kampanye Diet Sampah Plastik
Semakin bertambah nya jumlah penduduk, semakin banyak p**a masalah yang dihadapi umat manusia. Salah satunya adalah persoalan sampah plastik yang kian hari kian menghawatirkan. Apalagi Indonesia diberi rangking ke-2 sebagai pemasok sampah terbesar di lautan setelah China. Jelas ini bukan sebuah prestasi kan? Penemuan plastik bisa dibilang penemuan ajaib, setelah setelah seorang warga Inggris bernama Alexander Parkes (1813-1890) menciptakan dan memperkenalkan bahan sintetik yang kita kenal sebagai plastik sekarang, penggunaannya hampir ada di seluruh kegiatan manusia. Kita bisa menemukannya di mobil, motor, plastik juga menjadi bahan pembungkus baik itu makanan, minuman, dan sebagainnya yang awet dan murah. Tapi keawetannya ini lah yang menjadi persoalan bagi manusia. Mungkin kita memakai kemasan plastik hanya dalam waktu beberapa jam saja, tapi sampah plastik yang kita buang memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai. Sampah yang mencemari lautan kita akan mengancam keberadaan biota laut di dalamnya.
Di Thailand seekor paus pilot mati karena menelan berkilo-kilo sampah plastik (BBC News, 1/6) dan masih banyak lagi kasus-kasus hewan laut yang memakan sampah plastik. Bahkan dikatakan hewan laut yang pintar sekalipun tidak terhindar dari memakan platik yang mereka anggap sebagai makanan.
Pengelolaan sampah yang tidak baik dan perilaku membuang sampah sembarang akan membuat laut kita semakin dipenuhi sampah plastik. Di tempat-tempat umum yang jelas-jelas sudah disediakan tempat sampah, yang klasifikasi-kan tempat sampah organik, anorganik dan bahan berbahaya dan beracun (B3) namun sering kita mendapatkan semua tong sampah itu diisi dengan campuran sampah-sampah tadi. Ini jelas bukan karena warganya tidak bisa membaca bukan?
Diet Kantong Kresek Bagi Ibu Rumah Tangga.
Lalu pagi ini ketika saya berbelanja ke pasar, ada seorang ibu yang bersikeras tidak mau belanjaannya dibungkus dengan plastik, sementara sang penjual juga "keukeuh" memberi kantong kresek. Sama halnya ketika saya juga membawa kantong kresek (bekas) sendiri saat membeli beras. Mungkin bagi si penjual ini adalah sebuah pelayanan prima. Kemudian si ibu menjelaskan jika ia sedang melakukan "diet kantong kresek" karena lingkungan kita sudah penuh sampah plastik katanya. Ibu tersebut memang menenteng sebuah keranjang yang ia bawa sendiri.
Jika separuh saja pembeli di Indonesia melakukan hal yang sama pasti bisa mengurangi sampah plastik secara signifikan bukan? Sebelumnya pemerintah menerapkan aturan kantong kresek berbayar untuk mengurangi konsumsi plastik, tapi diet kantong kresek yang dikampanyekan pemerintah sudah tak di gaungkan lagi sekarang.
Sampah rumah tangga memberi kontribusi yang cukup besar pada tumpukan sampah kita. Makanya ibu rumah tangga juga menempati peran penting dalam urusan ini. Bagaimana tidak, mulai dari terasi sampai popok (diaper) sekali pakai menjadi urusan seorang ibu. Jika pengelolaan sampah di rumah sudah baik, maka lingkungan juga baik.
Peran Ulama dalam mengkampanyekan diet plastik.
Sampah yang mencemari lautan ini berasal dari daratan yang terbawa arus sungai. Persoalan sampah plastik bukan hanya menjadi persoalan di kota besar tapi juga di desa-desa. Saya memang buka seorang aktivis lingkungan, tapi melihat sungai dan aliran irigasi yang kondisinya jauh berbeda dengan masa saya dulu menjadi keprihatinan saya sendiri. Sungai-sungai dan lahan-lahan kosong tampak semakin suram dengan tumpukan sampah. Para orang tua juga pasti melarang anak-anak mereka bermain dilingkungan seperti itu. Bukan karena sungai dan lahan kosong dianggap sebagai tempat jin membuang anak, tapi karena kondisinya yang kotor ban bau.
Perilaku lain yang banyak dilakukan masyarakat pada sampah plastik ini adalah membakar sampah di lahan terbuka. Padahal hal ini akan menimbulkan masalah lain bagi kesehatan.
Di setiap stasiun televisi, di mushola-mushola, dan di masjid-masjid baik itu di kota maupun di kampung-kampung setiap pekan selalu diadakan ceramah keagamaan. Namun sebagian besar ceramah yang disampaikan adalah urusan ibadah yang bersifat Hablum minalllah (ibadah kepada Allah).
Urusan Hablum minannas juga tidak kalah pentingnya, salah satunya adalah menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Ditengah-tengah darurat sampah plastik saya fikir ini juga harus menjadi concern para ulama untuk menyampaikan nya dalam ceramah-ceramah keagamaan. Karena Allah melarang manusia merusak lingkungan seperti termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-A'rof :56 dan banyak ayat lainnya. Menjaga kelestarian lingkungan juga telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Salah satu contoh adalah dibuatnya Hima atau kawasan konservasi yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan air dan makanan juga melestarikan lingkungan.
Hima yang pernah dibangun oleh Rosulullah yaitu Hima al-Naqi, dimana nabi melarang perburuan hewan pada radius 4 mil dari Manisah dan larangan merusak tanaman pada radius 12 mil dari daerah tersebut. Dari sini kita bisa meneladani bagaimana Nabi Muhammad SAW sebagai Uswatun Hasanah mencontohkan bagaimana beliau menjaga dan memelihara lingkungan sebagai anugrah dari Allah SWT. Maka dengan menjaga lingkungan hidup kita juga sedang menegakkan syariat Islam bukan?
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the business
Address
Jakarta
10570