Rhizoma Nano Propolis

Rhizoma Nano Propolis

Share

Satu obat utk hampir semua penyakit

08/03/2025
Peneliti UI Kembangkan Senyawa Propolis Alernatif Pencegahan Covid-19 | Indozone.id 04/03/2020

https://www.indozone.id/news/r8s1W4/peneliti-ui-kembangkan-senyawa-propolis-alernatif-pencegahan-covid-19/read-all

Peneliti UI Kembangkan Senyawa Propolis Alernatif Pencegahan Covid-19 | Indozone.id Dr Eng Muhamad Sahlan mengembangkan senyawa propolis asli Indonesia sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan virus corona

Mobile uploads 24/04/2015

Seminar Pengobatan Diabetes dan Gangren dengan Herbal Berbasis Nanoteknologi oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, disponsori oleh PT. Rhizoma..Go sardeko bumi sawerigading

Potensi propolis dalam pengobatan kanker 21/03/2015

Potensi propolis dalam pengobatan kanker Propolis adalah zat berwarna coklat kemerahan yang dihasilkan oleh lebah dan berasal dari zat resin yang dikumpulkan dari tunas dan kulit pohon, dan digunakan sebagai perekat untuk menstabilkan struktur internal ..

Mobile uploads 19/03/2015

Seminar Pengobatan Diabetes dan Gangren dengan Herbal Berbasis Nanoteknologi oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, disponsori oleh PT. Rhizoma..Go sardeko bumi sawerigading

04/02/2015

Chrysin dalam RHIZOMA nano propolis membuat: PRIA JADI LEBIH PERKASA

chrysin pada RHIZOMA BRAZILIAN NANO PROPOLIS = keperkasaan pria

Chrysin merupakan salah satu zat flavonoid yang terdapat dalam propolis. Zat ini – sebagaimana dinyatakan oleh the University of Hawaii at Manoa – dapat digunakan sebagai suplemen untuk meningkatkan kejantanan dan membantu proses body building karena dapat meningkatkan hormon testosteron dan mengurangi produksi esterogen. Namun sayangnya, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa chrysin mungkin tidak efektif untuk tujuan tersebut. Apa yang salah dengan chrysin? Dan apa khasiatnya yang lain?
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan dalam “Journal of Medicinal Food” tahun 2003, C. Gambelunghe menunjukkan bahwa meskipun pada penelitian sebelumnya yang dilakukan dalam tabung tes atau menggunakan tikus menunjukkan bahwa chrysin merupakan inhibitor enzim aromatase, yang mengarah pada teori bahwa penggunaannya akan meningkatkan kadar testosteron, namun tes pada manusia tidak menunjukkan adanya peningkatan kadar testosteron urin setelah suplementasi dengan chrysin. Jika chrysin benar-benar meningkatkan kadar testosteron, kadar urin testosteron juga akan meningkat. Ini berarti bahwa penggunaan untuk meningkatkan massa otot dan libido tidak bisa dikonfirmasi.
Sebuah studi yang dilaporkan dalam “Journal of Medicinal Food” pada tahun 2008 oleh PR Barbosa yang menggunakan obyek tikus menunjukkan chrysin yang memiliki efek anti-kecemasan yang tidak berpengaruh terhadap kerja memori otak. Jika penelitian lebih lanjut menunjukkan efek yang sama pada manusia, propolis dapat menjadi solusi obat penenang tanpa efek samping yang merusak otak.
Pada tahun 2005, “FEBS Letters” memuat sebuah studi oleh KJ Woo menunjukkan kemungkinan anti-kanker, anti-inflamasi dan anti-oksidasi untuk chrysin. Penelitian lebih lanjut terhadap ini dapat membawa pada pengembangan pengobatan kanker baru.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam “Progress in Clinical and Biological Research” pada tahun 1986 tentang flavonoids dan fungsi tiroid dilakukan oleh J. Koerhle menemukan bahwa chrysin dapat menghambat fungsi tiroid. Chrysin menghambat enzim yang disebut deiodinase yang terlibat dalam metabolisme hormon tiroid. Kelebihan hormon tiroid dapat menyebabkan peningkatan berat badan, penyakit jantung, nyeri sendi dan infertilitas, menurut Mayo Clinic.
Propolis nano sebagai solusi
Ada alasan kenapa chrysin baik tidak menyebabkan peningkatan kadar testosteron seperti yang ditunjukkan dalam studi di atas. Menurut “British Journal of Pharmacology” tahun 2001 oleh T. Walle, chrysin tidak dapat diserap dengan baik bila diambil secara oral (diminum) karena bioavailabilitasnya yang sangat rendah. Sebagian besar chrysin diminum akan keluar sebagai feses. Dengan demikian, menemukan cara untuk meningkatkan bioavailabilitas chrysin menjadi hal yang sangat penting agar manfaatnya bisa diambil secarqa maksimal.
Penerapan teknologi nano yang mampu memecah propolis menjadi partikel berukuran nano dapat diusulkan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan bioavailabilitas chrysin. Propolis nano dengan ukuran partikelnya yang lebih kecil dari ukuran sel tubuh tentu akan lebih mudah diserap sehingga chrysin tidak terbuang percuma bersama feses.
Sumber: livestrong.com

Want your business to be the top-listed Beauty Salon in Jakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Address


Gedung Senatama Lantai 2, Jalan Kwitang Raya 8
Jakarta
10240

Opening Hours

09:00 - 17:00